• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA KUDUS - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA KUDUS - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

144

DAFTAR PUSTAKA

Adler, D. (1969). AJ Metric Handbook. London: The Architecture Press Ltd.

Akbar, A. (2010). Museum Di Indonesia Kendala dan Harapan. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Akram, B. (1986). Buku Pintar Bidang Permuseuman . Jakarta: Proyek Pembangunan Permuseuman, Direktorat Museum.

Alwi, H. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ath-Thullab. (edisi 1 Tahun 1995). Sejarah Madrasah TBS Kudus dan Perkembangannya, edisi 1 tahun 1995. Kudus: Majalah Tahunan Madrasah TBS.

Brenda & Robert Vale. (1991). Green Architecture Design for Sustainable Future. London: Thames & Hudson .

Budi, S. (1988). Analisis Komposisi Formal Arsitektur Post-Modern. Co D.F, Aldo Rossi Teatro Del Mondo, 1980.

De Chiara, J & Crosbie M, J. (2001). Time Saver Standards for Building Types - Fourth Edition. Singapore: McGraw-Hill - Book Co.

Dean, D. (1996). Museum Exhibition: Theory and Practice. New York: Routledge.

Depdikbud. (1994). Pedoman Teknis Pembuatan Sarana Pameran di Museum. Jakarta: Depdikbud. Direktorat Museum. (2007). Pengelolaan Koleksi Museum. Jakarta: Direktorat Jendral Sejarah dan

Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Gold, M. S. (1980). Recreation Planning and Design. New York: Mc Graw Hill Book Company. Handayani, S. (2009). Arsitektur & Lingkungan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. .

ICOM. (2004). Running a Museum : A Partical Handbook, International Council of Museum. France: UNESCO.

Ishaq, D. (1999/2000). Kecil Tapi Indah Pedoman Pendirian Museum. Jakarta: Departeman Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Kebudayaan Proyek.

Joseph De Chiara dan John H. Callender. (1983). Time Saver Standard for Building Types. Edisi ke-2. Singapore: McGraw Hill Book.

Karyono, T. H. (2010). Green Architecture Pengantar Pemahaman Arsitektur Hijau Di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

(2)

145 Liestyati, D. C. (2009). Pedoman Pengelolaan Pemanfaatan Warisan Budaya untuk Kepariwisataan. Jakarta: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Direktorat Jendral Pengembangan Destinasi Pariwisata Direktorat Produk Pariwisata.

Littlefield, D. (2012). Metric Handbook Planning and Design Fourth Edition. London: The Achitectural Press.

Neufert, E. (2002). Data Arsitek I. Jakarta: Erlangga. Neufert, E. (2002). Data Arsitek II. Jakarta: Erlangga.

Pickard, Q. (2002). The Architects Handbook. UK: Blackwell Science. Saebani, B. A. (2012). Pengantar Antropologi . Bandung: Pustaka Setia.

Soekono. (1996). Pengamanan Museum. Jakarta: Proyek Pembinaan Permuseuman.

Suhartati, Laila, Diah Ismoyo. (2017). Buku Panduan Museum Jawa Tengah Ronggowarsito. Semarang: Museum Ronggowarsito Jawa Tengah.

Sutaarga, M. A. (1979/1980). Pedoman Pembakuan Museum Umum Tingkat Provinsi. Jakarta: Proyek Pengembangan Permuseuman.

Referensi

Dokumen terkait

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga.. Direktorat Jendral Bina

Jakarta: Proyek Pembinaan Permuseuman Jakarta Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. daudesain.com/arsitektur/arsitektur-kontemporer.11

Direktorat  Permuseuman,  1997,  Pedoman  Tata  Pameran  di  Museum ,  Departemen  Pendidikan 

MUSEUM KEBUDAYAAN BETAWI DI SITU BABAKAN JAKARTA. PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR

Berisi tentang hasil pembahasan analisa program perencanaan dan konsep perancangan pengembangan Museum Kebudayaan Kota Kudus yang akan digunakan sebagai acuan dalam

Dengan kaidah dan teori yangsemestinya untuk kawasan bangunan museum maka diharapkan dampak negative yang ditimbulkan dalam pengembangan kawasan ini dapat diminimalisi

Sistem transportasi yang ada pada bangunan ini terdiri dari dua, yaitu sistem horizontal dan vertikal. Untuk sistem horizontal antara masa bangunan dihubungkan

1) Pada bab V saya sudah melakukan penilaian terhadap tiga tapak alternatif. Tiga tapak alternatif ini berada pada zona yang telah sesuai peruntukkannya dan dinilai melalui