• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keuntungan +dari +keaksaraan_tristanti unyacid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keuntungan +dari +keaksaraan_tristanti unyacid"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KEUNTUNGAN DARI KEAKSARAAN

OLEH

TRISTANTI

[email protected] OLEH

TRISTANTI

(2)

Coombs

(1973)

menyatakan

bahwa

pendidikan

keaksaraan

merupakan

kebutuhan dasar yang memiliki daya ungkit

bagi pembangunan masyarakat pedesaan di

negara-negara berkembang.

Hunter

(1985)

menyatakan

bahwa

kemampuan keaksaraan memiliki keterkaitan

dengan kemampuan dasar yang sangat

bermanfaat untuk berbagai macam aktivitas

kehidupan sehari-hari

Coombs

(1973)

menyatakan

bahwa

pendidikan

keaksaraan

merupakan

kebutuhan dasar yang memiliki daya ungkit

bagi pembangunan masyarakat pedesaan di

negara-negara berkembang.

Hunter

(1985)

menyatakan

bahwa

(3)

UNESCO mendefinisikan kemampuan keaksaraan

atau melek aksara sebagai kemampuan seseorang

untuk membaca dan menulis kalimat sederhana

yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang dikatakan mempunyai kemampuan

keaksaraan fungsional jika seseorang tersebut

dapat terlibat dalam aktivitas di mana kemampuan

keaksaraan merupakan prasyarat sebagai effective

function kelompok dan sebagai dasar bagi dirinya

untuk meningkatkan kemampuan membaca,

menulis dan berhitungnya sendiri

UNESCO mendefinisikan kemampuan keaksaraan

atau melek aksara sebagai kemampuan seseorang

untuk membaca dan menulis kalimat sederhana

yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang dikatakan mempunyai kemampuan

(4)

Program Pasca-Keaksaraan

Sakya (1986:8) menyatakan, maksud program Pasca -kaksaraan adalah untuk

(a) meneguhkan keterampilan keaksaraan,

(b) mengajarkan keterampilan ekonomi,

(c) mendapatkan akses pada informasi baru untuk memperbaiki kualitas hidup,

(d) menumbuhkan kesadaran kritis tentang peristiwa mutakhir di lingkungannya,

(e) membantu mengembangkan sikap rasional dan ilmiah,

(f) mengorientasikan pada nilai-nilai dan sikap baru yang dibutuhkan dalam pembangunan, dan

(g) untuk hiburan dan kegembiraan. Program Pasca-Keaksaraan

Sakya (1986:8) menyatakan, maksud program Pasca -kaksaraan adalah untuk

(a) meneguhkan keterampilan keaksaraan,

(b) mengajarkan keterampilan ekonomi,

(c) mendapatkan akses pada informasi baru untuk memperbaiki kualitas hidup,

(d) menumbuhkan kesadaran kritis tentang peristiwa mutakhir di lingkungannya,

(e) membantu mengembangkan sikap rasional dan ilmiah,

(f) mengorientasikan pada nilai-nilai dan sikap baru yang dibutuhkan dalam pembangunan, dan

(5)

Program pasca-keaksaraan sebagai bagian dari pendidikan berkelanjutan, berupaya memberikan kesempatan pada pembelajar yang berminat untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi belajarnya setelah mengikuti program keaksaraan.

Sebagai program, pasca-keaksaraan berfungsi

 Mengkonsolidasikan keterampilan keaksaraan dasar

 Memungkinkan berlangsungnya pembelajaran sepanjang hayat,

 meningkatkan pemahaman masyarakat dan komunitas,

 menyebarluaskan teknologi dan meningkatkan keterampilan vokasional,

 memotivasi, mengilhami dan meneguhkan harapan menuju perbaikan kualitas kehidupan, dan

 Menumbuhkembangkan kebahagiaan kehidupan keluarga melalui pendidikan (UNESCO, 1993:13-15

Program pasca-keaksaraan sebagai bagian dari pendidikan berkelanjutan, berupaya memberikan kesempatan pada pembelajar yang berminat untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi belajarnya setelah mengikuti program keaksaraan.

Sebagai program, pasca-keaksaraan berfungsi

 Mengkonsolidasikan keterampilan keaksaraan dasar

 Memungkinkan berlangsungnya pembelajaran sepanjang hayat,

 meningkatkan pemahaman masyarakat dan komunitas,

 menyebarluaskan teknologi dan meningkatkan keterampilan vokasional,

 memotivasi, mengilhami dan meneguhkan harapan menuju perbaikan kualitas kehidupan, dan

Referensi

Dokumen terkait

Bagi penyelenggaran program keakasaraan fungsional, penelitian ini dapat dijadikan sebagai balikan bagi aparat pendidikan nonformal yang terlibat secara langsung

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “ Akselerasi Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar Melalui Pendekatan Budaya Lokal Masyarakat di PKBM (Pusat

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Program Pendidikan Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar yang terdiri dari

Sasaran kegiatan koran ibu adalah ibu-ibu usia 18 tahun ke atas dengan prioritas perempuan aksarawan baru yang telah memiliki kompetensi keaksaraan dasar,

◦ Prasyarat yang paling dasar dari power bahwa seseorang (atau kelompok) percaya bahwa ia tergantung pada orang lain (atau kelompok) untuk sumber daya

metode iqro’ terhadap hasil belajar. Mengingat pada program Keaksaraan Fungsional dengan satuan pendidikan Kelompok Belajar yang perlu diperhatikan adalah penggunaan

3. Hasil belajar dari pembelajaran keaksaraan fungsional tingkat dasar melalui pendekatan budaya lokal di RW 15 Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan.. Hasil belajar dari

Program Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional merupakan pendidikan luar sekolah PLS yang diselenggarakan bagi warga masyarakat penyandang buta aksara untuk menumbuhkan dan