BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Pusat Perdagangan
Keberadaan sebuah tempat perbelanjaan/perdagangan dalam suatu kota selalu menjadi tempat yang menarik dan mudah diingat karena aktivitas utamanya yaitu berbelanja dan berbisnis dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat. Istilah pusat perbelanjaan memiliki beberapa pengertian, di antaranya adalah :
1. Bentuk usaha perdagangan individual yang dilakukan secara bersama melalui penyatuan modal dengan tujuan efektivitas komersial (Beddington, Design For Shopping Centre)
2. Suatu tempat kegiatan pertukaran dan distribusi barang/jasa yang bercirikan komersial, melibatkan perencanaan dan perancangan yang matang karena bertujuan untuk memperileh keuntungan (profit) sebanyak-banyaknya (Grue, Centers for Urban Environment: Survival of the Cities ) 3. Kompleks perbelanjaan terencana, dengan pengelolaan yang bersifat
terpusat, dengan sistem menyewakan unit-unit kepada pedagang individu, sedangkan pengawasannya dilakukan oleh pengelola yang bertanggungjawab secara menyeluruh (Beddington, Design For Shopping Centre)
4. Sekelompok kesatuan pusat perdagangan yang dibangun dan didirikan pada sebuah lokasi yang direncanakan, dikembangkan, dimulai, dan diatur menjadi sebuah kesatuan operasi (operation unit), berhubungan dengan lokasi, ukuran, tipe toko, dan area perbelanjaan dari unit tersebut. Unit ini juga menyediakan parkir yang dibuat berhubungan dengan tipe dan ukuran total toko-toko (Urban Land Institute, Shopping Centre Development Handbook)
Dari berbagai pengertian di atas, terdapat beberapa kata kunci terkait dengan pusat perbelanjaan, yaitu:
a. Adanya kegiatan jual beli atau pertukaran barang dan jasa b. Dapat berfungsi juga sebagai tempat berkumpul dan berekreasi
2.2. Klasifikasi Pusat Perdagangan
a. Berdasarkan Skala Pelayanan
Berdasarkan skala pelayanannya, pusat perbelanjaan dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Pusat perbelanjaan lokal (neighborhood center)
Pusat perbelanjaan kelas ini mempunyai jangkauan pelayanan yang meliputi 5.000 sampai 40.000 penduduk (skala lingkungan), dengan luas bangunan berkisar antara 2.787-9.290 m2. Unit penjualan terbesar pada pusat perdagangan golongan ini adalah supermarket.
2. Pusat perbelanjaan distrik (community center)
Pusat perbelanjaan kelas ini mempunyai jangkauan pelayanan 40.000 sampai 150.000 penduduk (skala wilayah), dengan luas bangunan berkisar antara 9.290-27.870 m2. Unit-unit penjualannya terdiri atas junior department store, supermarket dan toko-toko.
3. Pusat perbelanjaan regional (main center)
Pusat perbelanjaan kelas ini mempunyai jangkauan pelayanan seluas daerah dengan 150.000 sampai 400.000 penduduk, dengan luas bangunan 27.870-92.990 m2. Pusat perbelanjaan golongan ini terdiri dari 1-4 department store dan 50-100 toko retail, yang tersusun mengitari pedestrian, dan dikelilingi oleh daerah parkir.
b. Berdasarkan Fungsi dan Kegiatan 1. Pusat Perbelanjaan Murni
2. Pusat Perbelanjaan Multifungsi
Fungsi sebagai pusat perbelanjaan di campur dengan fungsi lain yang berbeda namun saling menunjang dan meningkatkan nilai komersialnya.
c. Berdasarkan Sistem Transaksi
Berdasarkan sistem transaksinya, sebuah pusat perbelanjaan dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Toko Grosir
Toko grosir merupakan toko yang menjual barang dalam partai besar. Barang-barang tersebut biasanya disimpan di gudang atau di tempat lain, sedangkan yang ada di toko grosir hanya contohnya. Oleh karena penjualan dilakukan dalam partai besar, biasanya etalase pada pada toko grosir hanya memerlukan tempat yang relatif kecil, sedangkan bagian terbesarnya adalah gudang atau tempat penyimpan persediaan.
Aktifitas lain yang juga tidak kalah penting pada toko seperti ini adalah pengepakan. Oleh karena penjualannya dilakukan dalam jumlah besar sekaligus, maka pengepakan memerlukan ruang tersendiri yang juga relatif besar, yaitu ruang dropping barang. Area ini sebaiknya berdimensi cukup besar yang memungkinkan kendaraan pengangkut barang berhenti pada proses pembongkaran atau pemuatan barang belanjaan.
2. Toko Eceran
Menjual barang dalam partai kecil atau per satuan barang. Toko eceran lebih banyak menarik pembeli karena tingkat variasi barangnya yang tinggi. Pada toko semacam ini, area display barang dagangan memerlukan ruang dengan dimensi yang relatif besar untuk mewadahi variasi barang dagangan yang tinggi. Sebaliknya, gudang mungkin hanya memerlukan area dengan dimensi yang lebih kecil. Area dropping barang merupakan area vital pada toko jenis ini.
d. Berdasarkan Lokasi 1. Pasar (market)
bangunan, biasanya berada dekat kawasan pemukiman, merupakan fasilitas perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhan (biasanya sehari-hari) masyarakat di sekitarnya.
2. Shopping Street
Merupakan pengelompokan sarana perbelanjaan yang terdiri dari deretan toko atau kios terbuka pada suatu penggal jalan. Area perbelanjaan ini merupakan jenis pasar yang berlokasi di sepanjang tepi suatu penggal jalan. Jenis perbelanjaan semacam ini biasanya berkembang di kawasan-kawasan wisata, atau kawasan pertokoan yang menarik dikunjungi wisatawan.
Gambar 2.1 Shopping street di tengah kota tua Valencia
3. Shopping Precint
Merupakan kompleks pertokoan terbuka yang menghadap pada suatu ruang terbuka yang bebas. Perbelanjaan ini biasanya tumbuh di dekat obyek atau kawasan wisata. Contohnya yaitu Nakamise-dori,Senso-ji’s temple precint’s shopping street, Asakusa, Tokyo, Jepang.
4. Shopping Center
Merupakan pengelompokan fasilitas perbelanjaan (toko dan kios) yang berada di bawah satu atap. Pada shopping center, barang yang diperdagangkan didominasi oleh kebutuhan sekunder dan tersier, sedangkan pada jenis pasar, barang yang diperdagangkan terutama didominasi oleh kebutuhan primer manusia. Shopping center secara khusus mempunyai pola visual dan sirkulasi yang diperuntukkan bagi pengunjung untuk berjalan mengelilinya, bahkan tidak hanya mencakup kompleks yang berukuran besar berskala monumental, tetapi juga berskala manusia.
5. Department Store
Merupakan wadah perdagangan eceran besar dari berbagai jenis barang yang berada di bawah satu atap. Pada perbelanjaan ini transaksi masih menggunakan tenaga pelayan untuk membantu konsumen memilih dan mencari benda yang dikehendaki. Penataan barang-barangnya memiliki tata letak khusus yang memudahan sirkulasi dan mencapai kejelasan akses. Luas lantainya berkisar antara 10.000 sampai 20.000 m2.
6. Supermarket
Merupakan toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan cara pelayanan mandiri (self service). Pemilihan dan pencarian produk dilakukan secara mandiri oleh konsumen. Pelayan hanya digunakan untuk membantu proses pembayaran. Jumlah bahan makanan yang dijual pada toko jenis ini kurang dari 15% dari seluruh barang yang diperdagangkan. Luas lantainya berkisar antara 1.000 sampai dengan 2.500 m2.
Setiap supermarket mempunyai sekuen kejadian, diawali dengan masuknya konsumen sehingga proses pembelian, pembeyaran dan perginya konsumen. Sekuen kejadian ini perlu dikaji melalui sebuah program yang termasuk di dalamnya adalah perilaku pembeli dan penjual seperti disampaikan dalam Lang (1987:114).
7. Superstore
Superstore ini menempati satu lantai bangunan dan terletak di pusat kota. Sistem pelayanan yang digunakan adalah sistem self timer. Oleh karena sistem pelayanannya mandiri, perlu penataan dan pengelompokan barang yang jelas sehingga memudahkan pembeli menemukan barang yang diinginkan.
8. Hypermarket
Merupakan bentuk perluasan dari superstore, dengan luas lantai minimum 5.000 m2. Hypermarket merupakan simbol perdagangan disuatu kota kota karena tempat tersebut mencerminkan adanya kecendrungan penduduk yeng mengikuti trend perdagangan dengan munculnya produk-produk yang ditawarkan. Sistem penjualannya pun dibedakan antara pembeli eceran adan pembeli sistem grosir.
Pada hypermarket yang bergabung dengan plaza atau shopping park, kecenderungannya adalah ruangan untuk hypermarket diletakkan di area paling belakang karena membutuhkan lahan bangunan yang paling luas sehingga tidak menutupi area retail atau counter lain yang luasannya lebih kecil.
9. Shopping Mall
Merupakan sebuah plaza umum, jalan-jalan umum, atau sekumpulan sistem dengan belokan-belokan dan dirancang khusus untuk pejalan kaki. Jadi mall dapat disebut sebagai jalan pada area pusat usaha yang terpisah dari lalu lintas umum, tetapi memiliki akses mudah terhadapnya, sebagai tempat berjalan-jalan, duduk-duduk, bersantai, dan dilengkapi dengan unsur-unsur dekoratif untuk melengkapi kenyamanan.
Fasilitas pendukung pada pusat perbelanjaan di antaranya yaitu : Fasilitas Perdagangan
Berdasarkan lingkup pelayanan skala regional (150.000-400.000) fasilitas kategori ini meliputi 50-100 unit retail, supermarket dan department store. Fasilitas Rekreasi
1) Kesenangan meliputi food court, restaurant, fast food, dan kafe. 2) Hiburan meliputi teater, auditorium, exhibition hall, dan
convention hall
Unsur-unsur dalam pusat perbelanjaan merupakan penggambaran dari kota, meliputi:
1. Anchor, merupakan transformasi dari “nodes” berupa magnet/landmark dari suatu mall.
2. Secondary anchor, merupakan trasformasi dari “distrik” berupa magnet sekunder yang mendukung fungsi magnet utama.
3. Street mall, merupakan transformasi dari “paths” berupa pedestrian yang menghubungkan magnet-magnet dalam mall.
4. Landscaping, merupakan transformasi dari “edges” sebagai perwujudan dari pertokoan.
2.3. Studi Banding Arsitektur yang Mempunyai Fungsi Sejenis
2.3.1. Smesco Indonesia Company (SIC)
Smesco Indonesia Company (SIC) adalah Badan Layanan Umum dan merupakan unit kerja dibawah Kementerian Koperasi dan UKM. SIC dikelola secara profesional dengan menerapkan Prinsip Pengelolaan Perusahaan yang baik (GCG). SIC berdiri sejak tanggal 20 Maret 2007 yang dikelola berdasarakan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPKBLU) seperti yang tertera dalam Peraturan Pemerintah nomor 23/ 2005. Gedung Smesco UKM Indonesia yang terletak di Jakarta Selatan akan dioptimalkan jadi ikon pusat promosi dan pengembangan seluruh produk pelaku usaha kecil menengah dari seluruh provinsi sebagai persiapan menuju pasar global.
Latar belakang berdirinya SIC adalah untuk meningkatkan kemampuan UKM dalam menghadapi berbagai indikator berkaitan dengan tingkat kesulitan UKM mendapatkan akses ke pasar, membangun jaringan yang lebih luas untuk kepentingan promosi UKM, meningkatkan kualitas dan keterampilan sumber daya manusia UKM, meningkatkan kemitraan dengan badan usaha lainnya, mencari akses pendanaan sehingga dapat di akses oleh UKM, serta meningkatkan volume produksi dan penjualan produk UKM di pasar.
Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menenengah (LLP KUKM) yang kini lebih dikenal sebagai SMESCO UKM telah memasuki tahun kesembilan berkarya bagi koperasi dan UKM di Indonesia.
Sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, SMESCO UKM terus memperkuat komitmennya sebagai Pusat Layanan Promosi, Inovasi dan Pemasaran KUKM Berskala Internasional. Sebuah langkah besar yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak yang peduli terhadap perkembangan koperasi dan UKM yang telah terbukti tangguh sebagai pondasi perekonomian Indonesia.
SMESCO UKM sebagai sebuah Badan Layanan Umum (BLU), berupaya untuk mempromosikan produk koperasi dan UKM Indonesia ke pasar internasional. Untuk mewujudkan upaya tersebut, beberapa langkah telah dan akan dilakukan, seperti membangun Brand “SMESCO UKM” agar keberadaan kualitas produk koperasi dan UKM Indonesia diakui secara internasional melalui “SMESCO UKM“. Hal utama yang saat ini secara konsisten sedang diperkuat adalah kredibilitas SMESCO UKM sebagai jaminan kualitas produk koperasi dan UKM di dalam maupun di luar negeri.
dilakukan guna meningkatkan ketertarikan pasar internasional pada produk UKM Indonesia yang berujung pada peningkatan transaksi ekspor ke berbagai negara secara massive dan regula r.
Gambar 2.4 Rancangan 3D Gedung SMESCO Indonesia
Untuk mengembangkan jaringan pemasaran dan database produk dari seluruh Indonesia, SMESCO bekerja sama dengan TELKOM INDONESIA, sehingga pada saatnya nanti SMESCO UKM dapat terhubung secara online dan realtime dengan seluruh SMESCO di daerah. SMESCO UKM yakin jaringan
kerja ini akan memperkuat posisi produk koperasi dan UKM Indonesia di pasar domestik dan internasional.
Penguatan pasar domestik bagi produk koperasi dan UKM dilakukan dengan melakukan pengembangan UKM Gallery menjadi UKM Gallery Indonesia. Sebuah gerai produk koperasi dan UKM berkualitas yang terluas, terlengkap dan terbesar di Indonesia. Dengan dukungan gedung megah setinggi 17 lantai, UKM Gallery Indonesia akan menghadirkan produk-produk unggulan koperasi dan UKM dari sedikitnya 33 propinsi di Indonesia.
UKM Gallery yang saat ini baru terdiri dari 3 lantai, di tahun 2012 akan menjadi total 15 lantai gerai ritel sekaligus menjadi showcase bagi jutaan produk koperasi dan UKM seluruh Indonesia. Sebagai komitmen kami pada kualitas produk koperasi dan UKM, SMESCO UKM mendedikasikan diri pada pengembangan disain produk melalui divisi Riset dan Pengembangan Produk yang akan menempati satu lantai seluas 1200 m2.
Gambar 2.6 Contoh Produk UKM yang dipromosikan di lantai dasar
Gambar 2.7 Contoh Produk UKM yang dipromosikan di lantai 2
Gambar 2.8 Contoh Produk UKM yang dipromosikan di lantai 3
terbuka bagi koperasi dan UKM memamerkan keanekaragaman produk dan kreatifitas anak bangsa. Pameran-pameran yang difokuskan pada produk koperasi dan UKM ini diyakini akan meningkatkan kepuasan pasar Indonesia dan internasional pada produk koperasi dan UKM.
SMESCO UKM dengan keunikan gedung ada letaknya yang strategis juga menjadi meeting point bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia yang ingin berbelanja produk unggulan koperasi dan UKM. Untuk memenuhi kebutuhan akan lokasi wisata belanja tersebut, SMESCO UKM membangun pusat wisata kuliner Warisan Enak di dua lantai promenade dengan luas lebih dari 1500m2.
Ini semua dilakukan SMESCO UKM untuk memperkuat peran dan fungsinya sebagai ikon promosi, pengembangan dan pemasaran produk UKM nasional.
Tabel 2.1 Pembagian Lantai Gedung SMESCO
Lantai Fungsi
Trading Board Serviced Office
Lantai 6
PT. IOL
PT. Telemitra Mandiri (Callact) PT. Mitra Mandiri Informatika PT. Graha Rayhan Triputra PT. Cybertech Solusindo
PT. Emitraco Kuantum Advisori Office Space
Lantai 7 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Lantai 8 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
Lantai 9 Ditjen Pajak (DIT. KITSDA & DIT. TTKI) Lantai 10 Ditjen Pajak (DIT. TPB)
Lantai 11 Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUKM
Lantai 12
PT. ATOZZ Indonesia PT. Human Power Indonesia PT. Pesona Putra Perkasa Office Space
Lantai 14 Lembaga Layanan Pemasaran KUKM Bank Syariah Mega Indonesia
Lantai 15 PT. Infomedia Nusantara - Bank Niaga Lantai 16 PT. Infomedia Nusantara - Bank BNI
PT. Thadeaou
Lantai 17 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
memperkuat posisi sebagai pusat layanan dan promosi, peranan selanjutnya LLP adalah memasukkan seluruh komoditas ke pasar global. Untuk mendukung pemasaran tersebut, LLP telah mempersiapkan perangkat teknologi untuk melakukan transaksi secara online. Sedangkan untuk pemasaran lokal, LLP juga akan menyelenggarakan pameran secara rutin guna memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.
2.3.2. Klinik UKM Jawa Timur
Jawa Timur dikenal sebagai pusat Kawasan Timur Indonesia, dan memiliki signifikansi perekonomian yang cukup tinggi, yakni berkontribusi 14,85% terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Sebagai wujud kepedulian Dinas Koperasi dan PKM Prop.Jatim terhadap pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dibangun gedung Klinik UKM Jatim untuk mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan UKM di daerah Jawa Timur.
Klinik UKM Jawa Timur ini menjadi wadah untuk melakukan pelatihan ketrampilan bagi para pelaku UKM sehingga menciptakan wirausahawan yang mandiri dan berdaya saing. Oleh karena itu klinik UKM ini mengahadirkan para pengusaha UKM yang sudah sukses baik dari dalam maupun luar Jawa Timur. Klinik UKM ini juga menghadirkan lembaga-lembaga perbankan yang diharapkan mampu membantu akses permodalan maupun pasar bagi para pelaku UKM.
Maksud dan tujuan pendidikan Klinik UKM Jawa Timur adalah memberikan peran yang nyata kepada Lembaga Jasa Pengembangan Bisnis atau Business Development Services (BDS) dan para praktisi serta pelaku KUMKM
yang ahli pada bidang usaha unggulan tertentu untuk ikut membantu memfasilitasi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Jawa Timur.
Klinik UKM Jawa Timur ini mempunyai delapan bidang pelayanan, yaitu: a. Program Layanan Konsultasi Bisnis
Untuk mengetahui masalah inti yang dialami oleh klien dan bersama-sama mencari solusinya.
b. Program Layanan Informasi Bisnis
sudah disepakati antara pengusaha dan konsultan pada saat berkonsultasi. c. Program Layanan Advokasi / Pendampingan
Merupakan pendampingan yang bertujuan untuk membantu UKM melaksanakan keputusan yang sudah disepakati di tempat usahanya. d. Program Layanan Short Course
Layanan pendukung bagi pengusaha yang pada saat berkonsultasi disepakati memiliki masalah dibidang UKM, sehingga bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh klinik UKM Jawa Timur guna meningkatkan Skill/ Keahlian.
e. Program Layanan Akses Pembiayaan
Pendampingan yang dilakukan bagi mereka yang bermasalah di bidang permodalan di mulai dari pembuatan laporan keuanga, pembuatan proposal ajuan kredit dan pendampingan pengajuan kredit di Bank.
f. Program Layanan Akses Pemasaran Produk
Membantu yang bermasalah dibidang pemasaran melalui fasilitas pameran atau mengisi stand di Gedung Pusat Souvenir dan Gedung Pamer yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.
g. Program Layanan Pusat Pustaka Enterpreneurship
Untuk menambah wawasan di bidang usaha melalui penyediaan fasilitas buku bacaan praktis yang disediakan bagi UKM.
h. Program Layanan Mobil Klinik
Untuk melayani pelaku UKM yang tidak sempat berkunjung ke klinik UKM Jawa Timur maka disediakan mobil klinik yang secara periodik akan berkeliling atau mendatangi pusat-pusat usaha (pasar) dan sentra UKM yang ada di Jawa Timur.
Timur sendiri maupun masyarakat luar Jawa Timur. Tujuan dibangunnya Gedung Promosi ini, antara lain :
1. Membantu Pelaku UKM untuk berpromosi GRATIS di kota besar (surabaya)
2. Meningkatkan upaya mengenalkan Produk-produk unggulan UKM Jawa Timur pada segmen pasar yang lebih luas, baik pada pasar regional, nasional dan internasional.
3. Mempertemukan pelaku / produk UKM dengan buyer sesungguhnya secara langsung, baik dalam dan luar negeri, dan sekaligus memotong mata rantai para broker / trader yang cenderung merugikan UKM.
4. Mengangkat dan memberdayakan UKM karena buyer dapat ketemu langsung dengan produk UKM, dan tidak lagi melalui broker atau trader.
Gedung Pusat Souvenir
Gedung Pusat Souvenir UKM Jawa Timur pantas dijadikan percontohan nasional, karena berdasarkan pengamatan, provinsi-provinsi lain di Indonesia belum ada yang memiliki gedung promosi dengan manajemen pengelolaan dan fungsi seperti yang dimiliki Jawa Timur ini. Gedung Pusat Souvenir UKM Jawa Timur akan menyediakan secara lengkap produk-produk souvenir UKM unggulan dan terbaik dari seluruh 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.
Masing-masing kabupaten/kota telah disediakan satu stand paviliun di gedung tersebut. Produk yang ditampilkan adalah produk souvenir yang bersifat kerajinan atau sejenisnya. Sedangkan produk makanan-minuman yang tahan lama akan dikelompokkan dalam area tersendiri di gedung tersebut.
Untuk memberikan layanan yang optimal dan memuaskan masyarakat Gambar 2.9 Gedung Pusat Souvenir
Jawa Timur
selaku pelanggan pada umumnya, dan khususnya kepada buyer dari dalam dan luar negeri, Gedung Pusat Souvenir akan buka setiap hari termasuk hari Sabtu dan Minggu, mulai Pk 07.30 pagi sampai pukul 21.00 WIB. Pada setiap akhir tahun akan digelar lomba souvenir terbaik tingkat Jawa Timur, yang salah satu indikatornya didasarkan pada omzet penjualan di gedung tersebut.
Gedung Pamer Produk UKM
Gedung Pamer Produk UKM Jawa Timur akan menggelar pameran setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu. Penyelenggaraan pameran ini dikemas secara tematik dan tema komoditi pameran akan berganti setiap dua minggu sekali.
Para pelaku UKM Kabupaten/kota diberi kesempatan yang sebesar-besarnya untuk segera mendaftar dan memanfaatkan fasilitas gedung pamer ini. Setiap event pameran tematik diikuti 50 UKM sehingga diperkirakan selama kurun waktu satu tahun sebanyak 1.200 UKM dapat mempromosikan produknya di gedung pamer ini. Untuk semakin menggenjot kinerja Gedung Pusat Souvenir dan Gedung Pamer, dikembangkan upaya kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait, baik di tingkat pusat dan daerah, termasuk kerjasama Dekranasda, Asita, PHRI, HPI, Dewan Kesenian Jawa Timur, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur juga bekerjasama dengan PT Telkom dalam layanan informasi bisnis dalam wujud website. Nantinya melalui
Gambar 2.11 Gedung Pamer Produk UKM
Jawa Timur
website ini seluruh produk unggulan UMKM di Jawa Timur dapat ditampilkan
sehingga menjadi informasi penting baik bagi pelaku UMKM maupun buyers. Selain itu, untuk mendukung kelancaran transaksi, Gedung Pamer UMKM dan Pusat Souvenir Jawa Timur juga bekerjasama dengan BNI dan Bank Mandiri. Kedua bank ini juga menyediakan kredit bagi UMKM. Dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM bekerjasama dengan PT Jamkrida, juga melibatkan konsultan-konsultan Klinik UMKM untuk mendampingi para pelaku UMKM.
Di samping itu dikembangkan kerjasama dengan Kementerian operasi dan UKM RI melalui UKM Gallery di Jakarta agar akses dan pangsa pasar produk UKM Jawa Timur dapat semakin luas. Diharapkan kinerja Gedung Pusat Souvenir UKM Jawa Timur dan Gedung Pamer Produk UKM Jawa Timur dapat semakin menggairahkan pertumbuhan sektor UMKM, sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat, pengentasan pengangguran dan kemiskinan di Jawa Timur.
2.3.3. WTC 3
Gambar 2.13 Suasana eksterior kawasan WTC 3
WTC 3 merupakan pengembangan baru di sebuah landmark - kompleks World Trade Center. Kompleks ini mencakup pertumbuhan bangunan-bangunan kantor premium dan fasilitas yang menonjol dalam setiap perbedaannya. WTC 3 adalah bab selanjutnya dalam sejarah kompleks WTC, melanjutkan misi bangunan yang terbaik, karena setiap tower baru menetapkan standar baru kinerja dan keberlanjutan.
Gambar 2.14 Lokasi WTC 3
WTC 3 adalah di jantung distrik finansial di Jakarta. Ketika proyek ini selesai pada 2018, akan menjadi salah satu gedung pencakar langit tertinggi di ibukota, dengan kantor sewa dan lokasi lifestyle seluas 70.000 m2.
WTC 3 terletak di dalam kompleks WTC, sangat strategis menghadap ke Jalan Jenderal Sudirman, jalan raya utama dari Segitiga Emas dan pusat bisnis Jakarta. Dikelilingi oleh jalan dan jalur pedestrian di tiga sisi, keutamaan site WTC ini sangat memudahkan arus lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Ketika beroperasi, stasiun MRT akan menjadi bagian pintu masuk utama, untuk lebih meningkatkan jaringan transportasi dari site berukuran 8 ha ini.
Sebagai lokasi utama pusat kota Jakarta, daerah sekeliling site merupakan 'rumah' bagi hotel-hotel bintang lima dan gedung perkantoran lainnya. WTC 3 dekat dengan Bursa Efek Indonesia dan flyover Semanggi untuk memudahkan akses ke jalan tol bandara dan Jalan Gatot Subroto, arteri utama timur-barat yang melalui pusat kota. Beberapa pusat perbelanjaan besar berada dalam jarak 10 menit berkendara dari kompleks ini.
Gambar 2.16 Suasana Area Lifestyle pada WTC 3
global, komitmen untuk riset dan pengembangan yang canggih serta keyakinan bahwa desain yang baik hanya dapat disampaikan oleh orang-orang dengan pemahaman sosial dan budaya dalam komunitas yang akan mereka rancang, Aedas berkomitmen untuk memberikan keunggulan desain kepada klien, di mana pun mereka berada.
Area lifestyle empat lantai dalam WTC 3 menawarkan daya tarik dari jalan, untuk berbagai retail kebutuhan gaya hidup serta makanan dan minuman.
Gambar 2.18 L1 Retail Podium / L1 Tower
Gambr 2.19 L2 Retail Podium / L1M Tower
Gambar 2.22 Suasana Interior WTC 3
Spesifikasi Teknis
Total area yang disewakan : ± 69.000 m2 Area lantai tipikal : ± 1.800 m2
Ceiling & lighting : Suspended ceiling yang tergabung dengan lampu dan AC diffuser, tinggi 2,8 m
Lantai yang ditinggikan : 15 cm Beban lantai : 350 kg/m2
Parkir mobil : ± 950 lot basement Efisiensi lantai : lantai bebas kolom Curtain wall : double glazed
Toilet : toilet pria dan wanita (dengan ruang wudhu), toilet khusus eksekutif, dan toilet untuk penyandang cacat pada setiap lantai
Pantry : 2 pantry pada setiap lantai kantor
Air conditioning : chiller sentral dengan kontrol AHU dan VAV Sistem keamanan : • 24 jam CCTV memonitor di seluruh pintu masuk, area publik dan parkir mobil
• Pemeriksaan keamanan di lobi lantai dasar dan
pintu putar
2.3.4. Mall Mangga Dua
Mangga dua Mall merupakan salah satu pusat perdagangan di Jakarta yang berlokasi di kawasan bisnis dengan aktivitas yang paling padat, yaitu kawasan Mangga Dua Business Center di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta Pusat. Mall Mangga Dua dibangun oleh PT. Duta Pertiwi dan dikelola oleh PT. Simasred.
Mangga Dua adalah bangunan single building yang terdiri dari enam lantai tipikal dan satu basement, berdiri di atas lahan seluas 23.508 m2 saleable area 28.481 m2 dan luas total lantai bangunan tanpa basement sebesar 88.264 m2. Untuk luasan ba sement berukuran 18.426 m2. Semua penyewa pada Mall Mangga Dua adalah produsen dan pedagang dengan jumlah seluruh penyewa adalah 761.
Adapun tipe penyewa (tenant) pada Mall Mangga Dua, yaitu :
a. Small tenant, adalah pedagang kecil yang memiliki area kios dengan luas sekitar 4 m2, 6 m2, 9 m2.
b. Medium tenant, adalah pedagang menengah yang memiliki area kios dengan luas sekitar 15 m2, 20 m2, 24 m2, 27 m2, 36 m2.
c. Large tenant, adalah pedagang besar yang memiliki area kios dengan luas sekitar 42 m2 dan 90m2.
Dalam Mall Mangga Dua juga terdapat sebuah supermarket di lantai 4 dengan luas 2497 m2 dan pujasera dengan luas 736,75 m2.
Aktivitas utama Mall Mangga Dua adalah sebagai pusat perdagangan komputer, tetapi di dalamnya juga terdapat aktivitas perdagangan umum. Aktivitas dan fasilitas yang terdapat dalam Mall Mangga Dua adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2 Aktivitas dan Fasilitas pada Mall Mangga Dua
No. Aktivitas dan Fasilitas Pelaku Jumlah
Ruang Keterangan
1. Perdagangan dan perkantoran Kios produsen dan Kios pedagang pakaian Penyewa,
pengunjung
Telepon umum Pengunjung 2
Di setiap sudut
5. Mekanikal dan elektrikal R. Workshop
housekeeping
Manajer teknik,
staf teknik 1 Lantai basement
R. Kontrol security Staf keamanan 1 Lantai basement
Gudang Staf teknik 1 Lantai basement
Building control room Staf teknik,
operator 1 Lantai basement
R. Mekanikal elektrikal Staf teknik 1 Lantai basement
Lift service Pengelola
gedung 2 lift Kapasitas 800 kg
Ruang PABX Staf teknik 1 Lantai basement
Ruang AHU Staf teknik 5 Tiap lantai
Ruang water tank dan
pompa Staf teknik 1 Lantai 5
Ruang fire service tank Staf teknik 1 Lantai 5
Energy house Staf teknik 1
R. Genset, R. Pompa, R. Mesin AC, R. Water Chiller
Modul vertikal yang digunakan Mall Mangga Dua, yaitu jarak dari lantai ke langit-langit memiliki ketinggian 2,6 m. Sedangkan tinggi dari langit-langit ke lantai di atasnya memiliki ketinggian 1,5 m. Sistem modul vertikal ini terdapat pada lantai-lantai di atas lantai dasar. Pada lantai dasar modul ruang vertikal, jarak dari lantai ke langit-langit adalah 2,75 m. Untuk modul ruang vertikal pada lantai basement yang digunakan sebagai lantai parkir memiliki batas ketinggian bagi mobil setinggi 2,1 m.
Modul horizontal yang digunakan Mall Mangga Dua, yaitu jarak antara as ke kolom struktur untuk aktivitas utama memiliki bentang 6 x 9 m. Begitu juga pada lantai basement digunakan modul horizontal dengan bentang 6 x 9 m.
Tata ruang pada Mall Mangga Dua menggunakan prinsip tata ruang yang terdapat pada shopping mall, yaitu penempatan kios atau toko yang menghadap pada koridor utama dan koridor tambahan dan area tengah koridor yang luas sebagai tempat pameran.
Sistem utilitas bangunan yang terdapat pada Mall Mangga Dua meliputi sistem berikut, yaitu :
b. Sistem pengkondisian udara buatan dengan AC central, di mana aliran udara dialirkan melalui diffuser yang dikontrol oleh ruang AHU di tiap lantainya.
c. Sistem pemadam kebakaran menggunakan wa ter sprinkler dan sensor smoke detector. Selain itu di setiap lantai disediakan hidran tabung pemadam api dengan
jarak 50 m.
d. Sistem pencahayaan yang digunakan oleh Mall Mangga Dua adalah gabungan antara buatan dan alami, yaitu oleh lampu buatan dan cahaya matahari yang menembus skylight pada atap mall dengan intensitas cahaya yang cukup menerangi dalam ruang mall.
2.3.5. Plaza Indonesia
Luas area sebesar 38.050 m2 dengan luas terbangun sebesar 62.747 m2 tersebut terdiri dari berbagai fungsi seperti pusat perbelanjaan (Plaza Indonesia, EX, Plaza Indonesia-extention), perkantoran (Plaza Indonesia Extention), serta hotel (Grand Hyatt). Namun pembahasan untuk studi kasus ini akan terfokus kepada area pusat perbelanjaan di Plaza Indonesia saja.
Plaza Indonesia dilengkapi dengan berbagai fasilitas, sehingga kegiatan yang dapat dilakukan di daerah ini sangatlah beragam seperti berbelanja, makan, bersenang-senang (nonton bioskop, bermain), berolahraga, memperoleh uang (dari mesin-mesin atm), beribadah, bertemu dengan orang lain atau mengadakan business meeting (karena lokasinya yang strategis berada di pusat kota).
Dibuka pada tahun 1990, Plaza Indonesia merupakan satu-satunya pioneer yang hadir sebagai pusat perbelanjaan dengan membawa konsep kemewahan namun tetap nyaman dan menghibur. Terdapat sejumlah brand papan atas yang meliputi bidang fashion, gaya hidup, restoran dan café yang secara eksklusif hanya hadir di Plaza Indonesia ditambah dengan pelayanan bintang lima yang diberikan oleh Plaza Indonesia menghasilkan suatu pengalaman belanja kelas “atas” kepada para pengunjungnya. Hal ini sejalan dengan target utama customer Plaza Indonesia yang mana berasal dari kalangan kelas ekonomi menengah ke atas. Selain konsep mewah, Plaza Indonesia juga mengusung konsep modern yang terlihat dari disain arsitektural yang sederhana serta menampilkan unsur-unsur high tech seperti teknik penggunaan led lighting, menempatkan layar (screen) elektronik pada ruang-ruang di dalamnya, bentuk gedung yang mengutamakan fungsi (form follow function), serta penggunaan material-material seperti kaca, dan beton (pada pilar-pilarnya yang besar) di seluruh area Plaza Indonesia.
Keunikan lainnya yang dilakukan oleh pihak Plaza Indonesia sendiri adalah mereka menggunakan strategi tenant-mix dalam menempatkan posisi/lokasi tenant. Tenant-mix merupakan strategi penempatan posisi tenant yang dilakukan oleh Plaza Indoenesia setiap 5 tahun sekali dengan tujuan untuk menampilkan suasana yang selalu baru dan berbeda di Plaza Indonesia.
harus membuat gambaran desain toko tersebut untuk diberikan ke pihak Plaza Indonesia. Kemudian pihak Plaza
Indonesia akan mengeluarkan izin apakah disain tersebut diperbolehkan untuk diwujudkan atau tidak.
Selanjutnya dalam artikel yang berjudul 'Arsitektur [global] dalam Dekapan Konsumerisme, menurut arsitek Yohanes Budiyanto, hal-hal yang dianggap ideal dalam membuat suatu bangunan konsumerisme (seperti mall) menjadi lebih hidup adalah dengan memenuhi syarat perancangan direct planning merupakan segala bentuk perencanaan yang merekonstruksi terbentuknya bangunan tersebut secara fisik, serta indirect planning yaitu segala bentuk perencanaan yang merekonstruksi hasrat masyarakat untuk datang atau berkegiatan di dalam bangunan tersebut (Sutanudjaja, 2008: 9).
Tabel 2.3 Direct Planning (construction of building) pada Plaza Indonesia
Program Aplikasi Pada Plaza Indonesia
Target Pengunjung Penghasilan tinggi
Tema Ruang Mewah, modern
Layout Denah Terdiri dari area retail, atrium, landmark, sirkulasi Signature Spatial Program Supermarket effect
Event Permanen: pertunjukan musik
Temporer: fashion show, peluncuran produk, pameran
Tabel 2.4 Indirect Planning (construction of desire) pada Plaza Indonesia Program Aplikasi Pada Plaza Indonesia
Menarik perhatian para pengunjung
Penataan ruang retail yang menarik (terutama retail fesyennya): tema penataan/display toko mencerminkan ideologi dari brand itu sendiri, lengkap dengan subtema konsep yang berganti (sesuai dengan pergantian musim) sebagai dekorasi tambahan. Tema dan subtema tersebut menjadi menarik karena tema-tema tersebut memberikan suatu sensasi “fantasi” yang mudah dimengerti oleh masyarakat
Menarik masyarakat untuk datang/mengunjungi
Ke-eksklusifan brand (hanya ada di Plaza Indonesia)
Atmosfir mewah yang dihasilkan dari penataan ruang dan penampilan masyarakat yang berbelanja
Mengakomodasi kebutuhan pengunjung (di luar kebutuhan belanja, bekerja)
Atm, ruang parkir, tempat ibadah, pembagian toilet yang menarik (untuk pria, wanita, anak-anak, disable, ibu dan balita)
Perencanaan yang cerdas (tujuan konsumerisme)
Penataan ruang “supermarket effect” (ruang dibagi berdasarkan grid-grid yang teratur) memeperbanyak kesempatan untuk melihat-lihat, dengan begitu kesempatan untuk “menawarkan” lebih banyak sehingga diharapkan kesempatan untuk dibeli semakin besar pula.
Membuat pelanggan kembali secara reguler
Adanya event-event yang diadakan secara tetap maupun sementara.
program-program yang dijabarkan dalam tabel.
Pada Plaza Indonesia, hal-hal yang membuat para pengunjung terus-menerus datang ke Plaza Indonesia (yang menjadi program unggul yang ditawarkan oleh Plaza Indonesia) adalah tersedianya berbagai macam produk high class interna sional yang secara eksklusif hanya membuka tokonya di Plaza Indonesia. Kehadiran brands tersebut menarik pengunjung yang berasal dari high society people (golongan kelas ekonomi atas atau golongan masyarakat yang berpenghasilan besar) baik yang berwarga negara Indonesia maupun yang berwarga negara Asing untuk berbelanja, serta menghabiskan waktunya di Plaza Indonesia. Perpaduan antara tampilan toko yang terlihat modern, mewah, serta high tech dengan pengunjungnya yang berasal tidak saja dari Indonesia tapi juga dari luar negeri menghasilkan suatu atmosfir kosmopolitan tersendiri. Atmosfir seperti ini sangat kuat dirasakan di dalam Plaza Indonesia (terutama di sepanjang Lantai 1) serta menjadi unsur yang menarik pengunjung jenis lain (pengunjung yang hanya datang ke Plaza Indonesia untuk mencari suasana baru/beda) yang jumlahnya tak kalah banyak dari jumlah pengunjung yang menjadi target utama Plaza Indonesia tersebut.
Selain itu, fasilitas-fasilitas yang tersedia di Plaza Indonesia juga menarik. Contohnya toilet. Toilet di Plaza Indonesia terdiri dari toilet untuk wanita, toilet untuk pria (dengan 1 toilet disable pada masing-masing toilet pria dan wanita), serta toilet khusus untuk anak-anak di setiap lantai. Terdapat pula ruang untuk ibu dan bayi di dekat area toilet tersebut pada tiap lantai. Selain itu, fasilitas lain yang menarik adalah terdapatnya jumlah mesin atm yang cukup banyak, terdapat berbagai café yang menyediakan makanan dari berbagai negara, berbagai sarana hiburan lainnya (bioskop, arena bermain anak-anak sampai dewasa, pusat kebugaran, hingga salon kecantikan).
pengunjung untuk membeli, membeli, dan membeli—insident buying.