• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA KRE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA KRE"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

A NA L I S I S PE NG A R UH T I NG K A T S UK U B UNG A K R E D I T ,

NON PE R F O R M I NG L OA N ( NPL ),D A N L O A N T O D E PO S I T

R A T I O (L D R ) T E R H A D A P PE R T UM B UH A N K R E D I T

PE R B A NK A N K O NV E NS I ONA L D I I NDO NE S I A PE R I O D E

2013 - 2017

PI PI T F E B R I Y A NT I

UNI V E R SI T A S T R I L OG I

1. L atar B elak ang

Pengertian K redit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji, pembayaran akan dilaksanakan pada jangka waktu yang telah disepakati “. (A stiko, Manajemen Perkreditan ( Y ogyakarta : andi Offset, 1996 ), hal 5) Pengertian K redit yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Pokok Perbankan No. 7 T ahun 1992 yang menyatakan bahwa kriteria adalah penyediaan uang / tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan j umlah bunga sebagai imbalan.

K redit bank dibedakan menjadi 2 yaitu, kredit konsumsi dan kredit non konkonsumsi (kredit usaha). K redit usaha diperuntunkan untuk kebutuhan usaha. Sedangkan kredit konsumsi disediakan untuk memenuhi kebutuha konsumsi nasabah.

K ata bank berasal dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti tempat penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang (kredit), dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.

Sedangkan pengertian bank menurut Undang-Undang R I Nomor 10 T ahun 1998 tanggal 10 Novmber 1998 tentang perbankan, pengertian bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka peningkatan taraf hidup rakyat banyak”.

(2)

keuangan. A ktivitas perbankan yang utama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding. Menghimpun dana adalah kegiatan mengumpulkan atau mencari dana dari simpanan masyarakat.Penyaluran K redit sebagai bentuk usaha bank mutlak dilakukan karena fungsi bank itu sendiri sebagai lembaga intermediari yang mempertemukan kepentingan antara pihak-pihak yang kelebihan dana (Unit S urplus) dengan pihak-pihak yang kekurangan dana (Unit D efisit). K euntungan bank itu diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli dana tersebut setelah dikurangi dengan biaya operasional. D alam hubungan antara dana dan kredit, peranan bank sebagai perantara keuangan terlihat dari kegiatannya sebagai penyalur dana ke pengguna atau peminjam dana dan penghimpun dana dari masyarakat. D engan interaksi tersebut, proses peredaran uang di masyarakat menjadi lancar. S ehingga dalam kegiatan pemberian kredit bank harus memiliki indikator untuk meminimalisir risiko kredit dengan menganalisis pengaruh L oan to Deposit R atio (L D R ), T ingkat S uku B unga K redit, C apital, Non Performing L oan (NPL ), dan sesuai dengan ketetapan B ank. Sehingga dalam penyaluran kredit bank tidak mengalami risiko kredit dan dapat membayar kewajiban-kewajiban dalam jangka waktu yang telah ditentukan dengan kata lain indicator-indikator tersebut dapat berpengaruh dalam pertumbuhan kredit perbankan itu sendiri.

B edasarkan rumusan diatas penulis penulis bermaksud untuk melakukan penelitian mengenai “PE NGA R UH T INGK A T S UK U

1. B agaimana pengaruh tingkat suku bunga terhadap pertumbuhan kredit perbankan konvensional di Indonesia pada tahun 2013-2017?

2. B agaimana pengaruh tingkat Noan Perfoming L oan (NPL ) terhadap pertumbuhan kredit perbankan konvensional di Indonesia pada tahun 2013-2017 ?

3. B agaimana pengaruh L oan to D eposit R atio (L D R ) terhadap

pertumbuhan kredit perbankan konvensiaonal di Indonesia pada tahun 2013-2017?

3. T uj uan Penelitian

1. Menganalisis pengaruh tingkat suku bunga terhadap pertumbuhan kredit perbankan konvensional di Indonesia pada tahun 2013-2017 2. Menganalisis pengaruh tingkat Noan Performing L oan (NPL ) terhadap

(3)

3. Mengalisis pengaruh L oan to Deposit R asio (L D R ) terhadap pertumbuhan kredit perbankan konvensional di Indonesia pada tahun 2013-2017

4. H ipotesa Penelitian

B erdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian diatas, maka hipotesa penelitian pada penelitian ini sebagai berikut :

1. A da pengaruh T ingkat Suku B unga K redit terhadap T ingkat Pertumbuhan K redit Perbankan K onvensional pada periode 2013-2017

2. A da pengaruh Noan Performing L oan ( NPL ) terhadap Pertumbuhan K redit Perbankan K onvensional pada periode 2013-2017

3. A da pengaruh L oan to D eposit R asio (L D R ) terhadap L oan to D eposit R asio (L D R ) 2013-2017

5. M anfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan serta informasi yang berguna bagi berbagai pihak yang berkepentingan, antara lain :

1. B agi perbankan, sebagai masukan dan pertimbangan untuk perbaikan kinerj a bank kedepan.

2. B agi masyarakat, sebagai sumber referensi dan perbandingan untuk penelitian lebih lanjut.

3. B agi penulis, sebagai proses dalam pembelajar yang lebih luas dan sebagai implementasi dari pembelajaran yang di dapat selama menempuh perkuliahan.

6. L andasan T eor i 1. Pertumbuhan K redit

Pengertian kredit menurut Undang Undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah sebagai berikut : “Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.” J adi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kredit adalah peningkatan jumlah permintaan dan pengajuan kredit yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

(4)

2. T ingkat S uku B unga K redit

Suku bunga kredit adalah harga tertentu yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank atas pinjaman yang diperolehnya. B agi bank, bunga pinjaman merupakan harga jual yang dibebankan kepada nasabah yang membutuhkan dana. Untuk memperoleh keuntungan, maka bank akan menjual dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga beli, artinya bunga kredit lebih tinggi dibandingkan bunga simpan. T erdapat tiga jenis suku bunga kredit yang umum digunakan yaitu :

- Suku B unga F lat

Suku bunga flat adalah suku bunga yang dibayarkan didasarkan pada j umlah pembayaran hutang pokok dan jumlah bunga kredit besarnya sama setiap bulan. Suku bunga ini digunakan bagi kredit jangka pendek seperti kredit K T A dan kendaraan. Suku bunga flat ini merupakan suku bunga yang paling mudah. T iap bulan jumlah bunganya sama, angsurannya sama, dan cicilan pokonya sama. R umus : B unga per bulan = J umlah pinjaman x Suku bunga per tahun/12

- Suku B unga A nuitas

Suku bunga anuitas adalah suatu modifikasi dari suku bunga efektif. Hal ini dilakukan guna mempermudah nasabah dalam membayar cicilan per bulan, sebab jumlah angsuran sama setiap bulannya. D alam suku bunga ini, jumlah angsuran bulannya tetap. Namun pokok angsuran dan komposisi bunga akan berubah tiap periodenya. A ngsuran pokok perbulannya membesar dan nilai bunga perbulannya akan mengecil.

- Suku B unga Mengambang

Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang besarnya akan mengikuti naik turunnya suku bunga pasar. A pabila suku bunga pasar naik, maka j umlah suku bunga kredit juga akan naik, begitu sebaliknya. Suku bunga ini digunakan untuk kredit jangka panjang seperti kredit modal kerja, usaha dan investasi. T ingkat suku bunga kredit konsumsi

perakhir November 2016 berkisar

antara 7.22% - 15.57% untuk K PR dan 7,37% - 16,57% untuk Non K PR .

3. L oan Performing L oan (NPL )

(5)

B ank Indonesia (B I) melalui Peraturan B ank Indonesia (PB I) menetapkan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL ) adalah sebesar 5%. R umus

perhitungan NPL adalah sebagai berikut:

R asio NPL = (T otal NPL / T otal K redit )x 100% Misalnya suatu bank mengalami kredit bermasalah sebesar 50 dengan total kredit sebesar 1000, sehingga rasio NPL bank tersebut adalah 5% (50 / 1000 = 0.05).

F aktor T erjadinya NPL :

- K emauan dan kempuan debitur untuk membayarkan kewajibannya - K ebijakan pemerintah dan B ank Indonesia (B I)

- K ondisi perekonomian seperti inflasi dan kurs rupiah

4. L oan to D eposit R asio

L oan to D eposit R atio (L DR ) adalah rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. pengertian lainnya L DR adalah rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas. L D R adalah suatu pengukuran tradisional yang menunjukkan deposito berjangka, giro, tabungan, dan lain-lain yang digunakan dalam memenuhi permohonan pinjaman (loan requests) nasabahnya. R asio ini digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas.

R asio yang tinggi menunjukkan bahwasuatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan R asio ini menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio ini semakin rendah pula kemampuan likuiditas bank (D endawijaya, 2000:118). Sebagian praktisi perbankan menyepakati bahwa batas aman dari L D R suatu bank adalah sekitar 85%. Namun batas toleransi berkisar antara 85%-100% atau menurut K asmir (2003:272), batas aman untuk L DR menurut peraturan

pemerintah adalah maksimum11%.

(6)

7. M etode P enelitian

a. D ata Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, website, dan lain-lain yang berhubungan dengan aspek penelitian.

b. Sumber D ata D ata yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan pada bank konvensional yang terdaftar di B ursa E fek Indonesia (B E I).

c. Populasi dan S ampel Populasi

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bank konvensional yang terdaftar di B ursa E fek Indonesia (B E I) pada periode 2013 – 2017.

Sampel

Sample yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Purpose sampling adalah metode yang digunakan untuk pengambilan sampel secara sengaja dengan kriteria-kriteria yang ditentukan sesuai dengan keperluan peneliti.

K riteria sebagai berikut :

1. B ank K onvensional yang terdaftar di B ursa E fek Indonesia (B E I) selama periode 2013 – 2017.

(7)

D ari kriteria diatas diperoleh sampel penelitian sebagai berikut:

No K ode B ank Nama B ank

1 A GR O B ank R akyat Indonesia A groniaga, T bk.

2 B A B P PT B ank MNC Internasional T bk.

3 B A C A B ank C apital Indonesia T bk. 4 B B C A B ank C ental A sia T bk. 5 B B K P B ank B ukopin T bk

6 B B NI B ank Negara Indonesia T bk. 7 B B R I B ank R akyat Indonesia T bk. 8 B DMN B ank Danamon Indonesia T bk. 9 B MR I B ank Mandiri (Persero) T bk. 10 B NL I B ank Permata T bk.

M etode A nalisis D ata

Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif. A nalisis kuantitatif dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang diwujudkan dengan data yang dapat dijelaskan secara kuantitatif. D alampenelitian ini, analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengkuantifikasi data-datapenelitian sehingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan dalam analisis data.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. A lasan pemilihan metode ini adalah bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat non-metrik pada variabel dependen, sedangkan variabel independen merupakan campuran antara variabel kontinyu (data metrik) dan kategorial (data non-metrik).

(8)

R egresi logistik bertuj uan untuk menguji apakah probabilitas terjadinya variabel terikat dapat diprediksi dengan variabel bebasnya (Ghozali, 2011). A nalisis regresi logistik dilakukan dengan bantuan program S PS S .A sumsi multivariate normal distribution tidak dapat dipenuhi karena variabel bebasnya merupakan campuran antara kontinyu (metrik) dan kategorikal (non-metrik) .

Menurut Ghozali (2009: 71) penggunaan metode regresi tidak memerlukan asumsi normalitas pada variabel bebasnya. A rtinya, variabel penjelasnya tidak harus memiliki distribusi normal, linear, maupun memiliki varian yang sama dalam setiap kelompok.

Gujarati ( 2003) menyatakan bahwa logistic regression j uga mengabaikan masalah heteroscedacity. V ariabel dependen tidak memerlukan homoscedacity untuk masing-masing variabel independennya, sehingga tahapan analisis hanya akan terdiri dari penjelasan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis penelitian.

Ghozali (2009: 71) menyatakan bahwa metode regresi logistik sebenarnya mirip dengan analisis diskriminan. A nalisis ini ingin menguji apakah terjadinya variabel terikat (dependen) dapat diprediksi dengan variabel bebasnya (independen). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yangmerupakan penekanan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.

T ahapan dalam analisis regresi logistik terdiri dari statistik deskriptif dan pengujian hipotesis penelitian yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif

D igunakan untuk menggambarkan danmendeskripsikan variabel -variabel dalam penelitian. S tatistik deskriptif dalampenelitian pada dasarnya merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan di interpretasikan. T abulasimenyajikan ringkasan, pengaturan atau penyusunan data dalam bentuk tabeldan grafik. Data -data yang diperoleh kemudian diringkas dengan baik dan rapi sehigga bisa dij adikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. A nalisis deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran dari variabel independen berupa ukuran perusahaan klien, opini audit,ukuran K antor A kuntan Publik, dan pergantian manajemen. Statistik deskriptif umumnya digunakan oleh peneliti untukmemberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama.Penelitian statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskriptif suatu data yang dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varians, dan maksimum-minimum (Ghozali, 2011:19).

(9)

minimum dan maksimum dari populasi. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan dari sampel yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sampel penelitian.

b. Menilai K eseluruhan Model (Overall Model F it)

Uji statistika ini untuk mengetahui apakah semua variabel independen di dalam regresi logistic secara serentak atau simultan mempengaruhi variabel dependen sebagaimana uji F di dalam regresi linier. Uji overall model fitdidasarkan pada nilai statistika -2L L atau nilai L R . Uji serentak koefisien regresi model logistik dihitung dari perbedaan nilai -2L L antara model dengan hanya terdiri dari konstanta dan model yang diestimasi terdiri dari konstanta dan variabel independen (W idarjono, 2010: 141). Pengujian dilakukan dengan membandingkan selisih nilai -2 log likehood(disebut dengan chi squarehitung) dimana apabila nilai chi squarehitung lebih besar dari chi square tabel atau nilai signifikansi lebih kecil dari alpha maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh secara simultan variabel bebas terhadap variabel terikat.

c. Uji W ald

Menurut W idarjono ( 2010: 123), dalam regresi logistik uj i W ald digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial dengan cara membandingkan nilai statistik W ald dengan nilai pembanding C hi square pada derajat bebas (db) = 1 pada alpha 5%, atau dengan membandingkan nilai signifikansi (value) dengan alpha sebesar 5% dimana p-value yang lebih kecil dari alpha menunj ukkan bahwa hipotesis diterima atau terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikatsecara parsial.

K oifisien D eterminasi (Nagelkerke R S quare) C ox dan Snell’s R Square merupakan ukuran yang mencoba meniru ukuran R pada multiple regression yang didasarkan pada teknik estimasi likehood dengan nilai maksimum kurang dari 1 sehingga sulit diinterpretasikan. Untuk mendapatkan koefisien determinasi yang dapat diinterpretasikan seperti nilai R 2 pada multiple regression, maka digunakan NagelkerkeR Square. Nagelkerke’s R Square merupakan modifikasi dari koefisien C ox dan Snell R Square untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 sampai 1. Hal ini dilakukan dengan cara membagi nilai C ox dan Snell R 2 dengan nilai maksimumnya (G hozali, 2009: 79).

(10)

J ika nilai statistic Hosmer and L emeshow’s Goodness of F it T est sama dengan atau kurang dari 0,05, maka ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya sehingga Goodness fit model tidak baik karena model tidak dapat memprediksi nilai observasinya. J ika nilai statistik Hosmer and L emeshow’s Goodness of F it T est lebih besar dari 0,05, maka model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karenacocok dengan data observasinya (Ghozali, 2009: 80).

d. Uj i Multikolon

ieritas Uji multikolonieritas bertuj uan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2011). Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejala korelasi yang kuat di antara variabel bebasnya. Pengujian ini menggunakan matrik korelasi antar variabel bebas untuk melihat besarnya korelasi antar variabel independen. J ika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. V ariabel ortogonal adalah variabel independen sama dengan nol.Multikolonieritas terjadi dalam analisis regresi logistik apabila antar variabel independen saling berkorelasi.

Menurut G hozali (2011), mulitikolonieritas dapat dilihat dari: -Nilai tolerance dan lawannya-V ariance Inflation F actor(V IF ) K edua ukuran tersebut menunjukkan variabel independen mana yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. D alam pengertian sederhana, setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregres terhadap variabel independen lainnya.

e. T olerance

mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. J adi, nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai V IF tinggi (karena V IF =1/T olerance). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai T olerance < 0.10 atau sama dengan nilai V IF > 10 (Ghozali, 2011). A pabila terjadi gejala multikolonieritas, salah satu langkah untuk memperbaiki model adalah dengan menghilangkan variabel dari model regresi, sehingga bisa dipilih model yang baik (Purbayu, 2005).

f. Matriks K lasifikasi

(11)

g. Model R egresi

L ogistik Y ang T erbentuk A nalisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik (logistic regression), yaitu dengan melihat pengaruh T ingkat Suku B unga K redit, , Noan Perfoming L oan ( NPL ), L oan to D eposit R atio (L D R ) terhadap Pertumbuhan K redit Perbankan perbankan yang terdaftar di B ursa Indonesia (B I) periode 2013-2017.

8. Sistematik a P enulisan B A B I PE NDA H UL UA N

D alam bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

B A B I I L A NDA SA N T E O R I

D alam tinjauan pustaka memuat teori-teori yang relavan dengann penelitian yang dilakukan, tinjauan terhadap penelitian terkait yang pernah dilakukan sebelumnya.

B A B I I I M E T O DO L OG I PE NE L I T I A N

B ab ini menjelaskan tentang data yang digunakan, variable yang digunakan, dan metode analisis data.

B A B I V A NA L I S I S D A T A D A N PE M B A H A SA N

B ab ini berisi tentang subjek penelitian, hasil analisis data, dan pembahasan. B A B V PE NUT UP

(12)

DA F T A R PUST A K A

1. K isman, Z. Model F or Overcoming D ecline in C redit Growth (C ase Study of Indonesia with T ime Series D ata 2012M1-2016M12). J ournal of Internet Banking and C ommerce.V ol.22, No. 3,2017.

2. K isman, Z., & Shintabelle Restiyanita, M. The V alidity of C apital Asset P ricing Model (C AP M) and Arbitrage Pricing T heory (APT ) in P redicting the Return of Stocks in Indonesia Stock E xchange. American J ournal of E conomics, F inance and Management V ol. 1, No. 3, 2015, pp. 184-189

3. K isman, Z. D isappearing D ividend P henomenon: A Review of Theories and E vidence. T ransylvanian Review. V ol X X IV , No. 08,2016. 4

4. https: //www.bi.go.id/id/perbankan/suku-bunga-dasar/D efault.aspx ( D iakses pada 11 April 2018)

5. www.idx.co.id (Diakses pada tanggal 11 April 2018)

Referensi

Dokumen terkait

Kategori DRPs yang diteliti adalah obat tanpa indikasi yang sesuai, indikasi butuh obat, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis terlalu rendah, dosis terlalu tinggi,

Sistem pendidikan sekolah pada masa ini dikenal adanya tiga kegiatan yaitu kegiatan intrakurikuler (kegiatan yang dilakukan di sekolah yang penjatahan waktunya telah

Dari hasil penelitian, menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan melihat

[r]

Di Indonesia dari rezim ke rezim program pengentasan kemiskinan juga sudah diberikan seperti pemberian dana IDT (Inpres Desa Tertinggal), BLT (Bantuan Langsung Tunai), Raskin

bidang keimigrasian yang mengatur lalu-lintas orang asing di Wilayah Negara Republik Indonesia, yang mana dalam pelaksanaanya merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 6

Jeruk nipis atau dengan nama ilmiah Citrus auriintifolia merupakan salah satu jenis yang banyak digunakan sebagai obat tradisional.. Citrus aurantifolia memiliki

1) Keluarga Pra Sejahtera yaitu keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) secara minimal, seperti: kebutuhan spiritual, pangan, sandang,