ANALISA POTENSI REKREASI DAN EDUKASI AKUAKULTUR DI KAWASAN WADUK LALUNG KARANGANYAR
Bangkit Setiyawan (D300100038)
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan Kartasura
Email : [email protected]
ABSTRAK
Waduk Lalung merupakan salah satu waduk yang berada di Kabupaten Karanganyar. Dibangun pada masa penjajahan Jepang sekitar tahun 1940-an, dengan luas 7.394 h dan volume 5.000.000 m3, air waduk Lalung ini berasal dari sungai Jetis, seperti waduk-waduk yang lain, pembangunan waduk ini unutk pengairan sawah di sekitar waduk. Pontensi yang ada di Waduk Lalung saat ini adalah sebagai tempat bersantai dan relaksasi, sebagai tempat memancing , pada pagi dan sore hari kebanyakan warga sekitar datang ke waduk Lalung untuk joging Dengan melihat potensi yang ada di waduk Lalung Karanganyar ini merupakan obyek yang pontensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata, bisnis, kuliner, dan pendidikan. Di sini diwadahi dalam bentuk suatu kawasan dengan nama fish center. Salah satu cara terwujudnya tujuan diatas adalah dengan pengembangan berbagai fasilitas wisata dan edukasi, yaitu adalah pasar ikan hias, pemancingan,kuliner serba ikan, taman bermain anak, museum ikan hias dan tempat pembibitan ikan sebagai tempat edukasi. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan menghasilkan sinergi yang baik dalam rangka pengembangan kawasan secara menyeluruh, khususnya dikawasan waduk Lalung, sekaligus menjadi alternative tujuan rekreasi memancing, edukasi akuakultur, wisata dan komersial di kabupaten Karanganyar.
Kata kunci: Wisata, edukasi,akuakultur, ikan
ABSTACT
Lalung reservoir is one of the reservoirs are located in Karanganyar. Built in the Japanese colonial period around 1940, with an area of 7394 h and a volume of 5,000,000 m3, Lalung reservoir water comes from rivers Jetis, like other dams, the construction of this reservoir fatherly irrigating rice fields around the reservoir. Pontensi in Reservoir Lalung today is as a place for recreation and relaxation, as a fishing spot, on the morning and afternoon are mostly local people come to jog the reservoir Lalung to see the potential that exists in the reservoir Lalung Karanganyar this is the object that any potential to be developed into tourism, business, culinary, and education. Here accommodated in the form of an area by the name of fish center. One way of realization of the above objectives is the development of a wide range of tourist facilities and education, which is the market ornamental fish, fishing, fish-paced culinary, children's playground, museum ornamental fish and fish nurseries as a place of education. These facilities are expected to produce a good synergy in order to develop the region as a whole, especially reservoirs Lalung region, as well as recreational purposes alternative fishing, education aquakultur, tourism and commerce in Karanganyar district.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Umum
Sebagai salah satu bidang kehidupan masyarakat dan perkembangan jaman
yang semakin maju, pariwisata sudah bukan lagi menjadi kebutuhan pendukung,
bahkan menjadi suatu kebutuhan yang selayaknya untuk dipenuhi.
Melalui kegiatan pariwisata berbagai manfaat akan dapat diraih, sebab
pada hakekatnya pembangunan pariwisata merupakan kesatuan upaya yang
dilakukan pemerintah, kalangan usaha, dan masyarakat secara terkoordinir dan
terpadu dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan. Wisata merupakan
industri yang mempunyai beberapa manfaat terhadap ekonomi, sosial budaya,
yaitu antara lain :
a. Memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha tidak hanya industri
pariwisata saja, melainkan di sektor lainnya yang secara langsung atau tidak
langsung berkaitan dengan pembangunan pariwisata.
b. Meningkatkan pendapatan masyarakat di darah tujuan wisata yang berasal dari
pengeluaran – pengeluaran yang dibelanjakan oleh wisatawan mancanegara
maupun wisatawan nusantara.
c. Menimbulkan rasa penghargaan terhadap lingkungan, nilai – nilai budaya
bangsa, menghidupkan kembali seni tradisional yang hampir punah.
d. Mendorong terciptanya lingkungan hidup yang serasi dan harmonis, karena
wisatawan yang tujuan pokoknya berekreasi, menginginkan suatu lingkungan
yang menimbulkan suasana baru dari kejenuhan kehidupan sehari – hari
mereka.
Berkembangnya kegiatan pariwisata merupakan suatu hal yang wajar
mengingat adanya kecenderungan masyarakat yang menganggap pariwisata
Salah satu kebijaksanaan yang ditetapkan untuk meningkatkan pengembangan
pariwisata didalam menyongsong Indonesia menuju OTONOMI DAERAH ini
adalah perlunya dimanfaatkan secara optimal potensi kepariwisataan Nasional
menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah baik secara ekonomi,
sosial, budaya dan politik.
1.1.2 Khusus
Sebagai obyek penelitian adalah Waduk lalung, terletak di kalurahan lalung
kecamatan Karanganyar, kabupaten Karanganyar, terletak di bagian Tenggara
Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa
Timur di sebelah Timur, Kabupaten Sragen di sebelah utara, Kabupaten Wonogiri
dan Kabupaten Sukoharjo disebelah selatan dan Kota Surakarta dan Kabupaten
Boyolali di sebelah Barat. Waduk ini dibangun pada saat sebelum kemerdekaan
pada waktu itu masih dalam pendudukan Jepang. Dahulu sebelum waduk
dibangun adalah sebuah perkampungan, ada pasarnya juga. Waduk dibangun
dengan pekerja orang indonesia walaupun pada saat itu masih pendudukan
Jepang.
1.1.3. Potensi di Waduk Lalung
Waduk Lalung selain untuk penampung air irigasi dan pertanian juga
dimanfaatkan oleh warga di sekitar Waduk sebagai tempat pemeliharaan ikan
karamba dan kolam. Selain petani Masyarakat setempat bermata pencaharian
sebagai nelayan yang pekerjaannya mencari ikan di sekitar waduk lalung
karanganyar. Oleh warga sekitar biasanya memanfaatkan dengan beraktifitas
seperti olahraga kecil di sekitar waduk seperti jalan – jalan atau jogging. Sunset
menjadi salah satu daya tarik pengunjung karena dapat dilihat secara jelas maka
mereka akan menunggu sampai sore tiba agar dapat melihat keindahannya.
Waduk lalung karanganyar juga dijadikan sebagai tempat obyek wisata
pemancingan yang cukup ramai oleh masyarakat setempat.
Gambar:1.3. Aktifitas Warga sumber: Dukumen Pribadi, 2015
1.2 Permasalahan
Terdapat lahan yang kurang bermanfaat di kawasan waduk dan Perairan
Waduk banyak tumbuh tanaman pengganggu, seperti enceng gondok,
kangkungan, terataian, dan sebagainya. Sehingga menyebabkan panorama waduk
menjadi berkurang dan para wisatawan akan ragu jika ingin menyusuri waduk
dengan rakit ataupun berenang karena kuatir bila terperangkap dalam tumbuhan
enceng gondok yang mengendap dibawah permukaan air. Sehingga rumusan
permasalahannya sebagai berikut:
1. Pemanfaatan lahan di area waduk
2. Tanaman pengganggu yang tumbuh liar di waduk.
3. Keindahan dan kenyamanan waduk berkurang.
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Memanfaatkan lahan kosong di area waduk
2. Menganalisa potensi rekreasi waduk.
1.4 Metode Penelitian
1.4.1. Metode Pengumpulan Data
Metode yang akan dipakai adalah melalui tahapan :
a. Survey lapangan untuk mendapatkan data yang menyangkut site terpilih.
b. Studi Literatur ;
Usaha untuk mengumpulkan data sekunder dari buku, catatan, internet dan
dokumen lain yang berhubungan dengan topik.
Untuk memperoleh data yang benar, serta mendapatkan data-data
tambahan yang meliputi aktivitas serta kebutuhan pengguna, memahami
kegiatan yang berlangsung dan persyaratnnya.
1.4.2. Metode Pengolahan Data
Menggunakan Metode Sintesa dengan mengidentifikasikan potensi dan
kondisi di lapangan kemudian dikaitkan dengan
permasalahan-permasalahan yang sehingga didapatkan factor-faktor pemecahan untuk
1.5 Sistematika Penulisan
Substansi Laporan Kerja Praktek Seminar penelitian ini disusun dengan
menggunakan metode deduktif, yaitu metode pembahasan antara teori dan
lapangan (empiri) untuk memperoleh kesimpulan khusus dari objek tertentu.
Sistematika laporan ini terbagi menjadi 5 bab, yaitu :
BAB I. PENDAHULUAN
menjelaskan gambaran umum, Latar belakang,rumusan, tujuan dan
manfaat dari laporan yang hendak dicapai, permasalahan yang muncul,
metode pembahasan, dan sistematika penulisan.
BAB II. STUDI PUSTAKA
Mengetahui tinjauan melalui berbagai sumber refrensi buku ataupun
standart yang sudah ada mengenai judul yang diajukan berupa tinjauan
tentang pariwisata, waduk, wisata waduk, edukasi, aquakultur .
BAB III METODE PENELITIAN
Merupakan metode penelitian yang digunakan dalam pengamatan di
lapangan, yaitu menganalisa potensi di area Waduk Lalung.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari observasi, enganalisis
data-data yang ada pada objek amatan dengan metode pada bab
sebelumnya, mengemukakan hasil analisa, sehingga memunculkan hasil
dari suatu bentuk laporan penelitian.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN REKOMENDASI
BAB II
METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi
Waduk Lalung berada di lokasi Kabupaten Karanganyar terletak di bagian
Tenggara Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Berbatasan langsung dengan Propinsi
Jawa Timur di sebelah Timur, Kabupaten Sragen di sebelah utara, Kabupaten
Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo disebelah selatan dan Kota Surakarta dan
Kabupaten Boyolali di sebelah Barat.
Gambar 3.1: Lokasi Waduk Lalung Karanganyar sumber:https://www.google.co.id/maps/place/Waduk+Lalung
Sebelah timur : Jl. Karanganyar-Jatiyoso
Sebelah selatan : pemungkiman penduduk desa Trani da Kalangan
Sebelah barat : Desa Lalung, Tegalsari, Kayuapak timur
3.2. Metode Penelitian
Metode ini ditujukan pada arah dari penelitian yang akan mengemukakan
potensi Wduk Lalung Karanganyar. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan
dengan tujuan utama, yaitu menggambar sistematis fakta dan karakteristik objek
dan subjek yang diteliti secara tepat.
Metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan
data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan,
suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk
memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. (Sugiyono, 2010:6)
Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
melalui pendekatan survey. Metode survey merupakan suatu
metode untuk memperoleh data yang ada saat penelitian dilakukan
(Soehatono, 1995:9,25).
Metode deskriptif lebih menekankan pada suatu studi untuk memperoleh
informasi mengenai gejala yang muncul saat penelitian berlangsung. Metode
deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu
objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa
pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat
deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai
fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki (Moh.Nazir,
2003:54).
Survey deskriptif yaitu memberikan gambaran tentang suatu masyarakat
atau kelompok tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antar
3.3. Bahan dan Peralatan Penelitian
1. Alat tulis
2. Kamera
3. Komputer
4. Questioner
3.4. Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah prosedur sistematik dan standar memperoleh
data yang diperlukan dan selalu ada hubungannya antara pengumpulan data
dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan (Nasir:1998:211)
Data yang diperoleh merupakan data primer dan data sekunder :
1. Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dengan cara
sebagai berikut :
a. Observasi
Dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap obyek
lokasi pengamatan yaitu di kawasan Waduk Lalung Karanganyar
b. Wawancara dan Questioner
Wawancara adalah suatu proses pengumpulan keterangan data dengan
pengguna obyek dengan cara tanya jawab secara tatap muka dengan
daftar pertanyaan kepada pengunjung yang sedang ber aktifitas di
Waduk Lalung.
2. Data sekunder di dapat dari teori kepustakaan yang dibutuhkan sebagai
pegangan pokok secara umum ataupun sebagai pertimbangan dalam
menganalisa penelitian yang dilakukan.
a. Literatur
b. Buku
3.5. Analisa Data
Analisa data merupakan bagian yang penting dalam penelitian ilmiah,
karena dengan analisa data tersebut dapat memberi arti dan makna yang berguna
dalam memecahkan masalah penelitian( Nasir, 1988 : 405).
Pada penelitian ini menggunakan analisa data kualitatif, dimana peneliti
akan mengumpulkan semua kelengkapan data literatur dan data lapangan lalu
memilih dan mengkategorikan data kedalam kelompok- kelompok tertentu yang
mana diperoleh kerelevansian terhadap penelitian ini. Proses ini dilakukan agar
dapat memudahkan pemilihan data-data yang mempengaruhi proses pengolahan
data selanjutnya yaitu tahap analisa.
Pada tahap analisa, data lapangan dan data literatur yang sudah
dipilah-pilah tersebut dikomperasikan dan dicari korelasinya sehingga diperoleh pengaruh
dan penerapannya pada obyek penelitian. Obyek penelitian yang akan di analisa
adalah tentang analisa potensi rekreasi dan edukasi aquakultur di kawasan Waduk
Lalung Karangayar.
Dari analisa data tersebut peneliti menyimpulkan hasil observasinya agar
dapat membuktikan dan menjelaskan berbagai pertanyaan yang menjadi rumusan
permasalahan yang ada.
3.6. Prosedur Penelitian
Prosedur Penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Menentukan objek penelitian.
2. Mengidentifikasi objek penelitian.
3. Mengidentifikasi permasalahan yang ada pada objek penelitian.
4. Membandingkan permasalahan yang ada pada objek penelitian
dengan standar yang ada melalui refrensi ataupun perbandingan dari
obyek lain yang sudah sesuai standart.
5. Memberikan rekomendasi dari permasalahan yang ada untuk dapat
dijadikan sebagai pertimbangan dalam meredesain/ menata ulang
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Drekipsi Objek Lokasi
Deskripsi kondisi lokasi merupakan hasil pengamatan kondisi lapangan
secara umum :
4.1.1. Gambaran umum lokasi
Waduk Lalung terletak di Desa Lalung, Kecamatan Karanganyar. Dibangun
pada masa penjajahan Jepang sekitar tahun 1940-an, dengan luas 7.394 h dan
volume 5.000.000 m3, air waduk Lalung ini berasal dari sungai Jetis. seperti
waduk-waduk yang lain, pembangunan waduk ini unutk pengairan sawah di
sekitar waduk. Keindahan waduk ini dapat di jumpai ketika matahari terbenam
atau saat matahari terbit. ketika sore hari, sering dijadikan tempat bersantai
anak-anak muda. ketika bulan puasa, waduk ini ramai di kunjungi kawula muda.
Waduk Lalung banyak pengendapan tanah khususnya di bagian sebelah timur
dekat dengan pintu masuk air. Sebagian banyak di manfaatkan warga sekitar
untuk pertanian. Dengan melihat potensi yang ada di waduk Lalung Karanganyar
ini merupakan obyek yang pontensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata,
bisnis, kuliner, pendidikan dan akuakultur.
Adapun untuk pemilihan lokasi yaitu karena Lokasi ini kurang untuk di
manfaatkan dan kurang terawatnya tempat ini. Sehingga banyak tumbuhan liar
yang tumbuh dan mengakibatkan kurangnya keindahan dan kenyamanan bagi
pengunjung di tempat ini. Waduk Lalung yang bersumber air hujan difungsikan
sebagai sarana irigasi bersama dengan Waduk Delingan yang bersumber aliran
sungai di sekitarnya. Hingga saat ini pintu air Waduk Lalung hanya sesekali
dibuka untuk mengairi lahan pertanian.
4.2 Data Lapangan
Data lapangan merupakan data yang diperoleh dengan peneliti melalui
pengamatan secara langsung melalui deskripsi lokasi, identifikasi potensi-potensi
di kawasan yang banyak manfaatnya.
Gambar 4.3 : Pemanfaatan dari pengendapan tanan di area waduk sumber: Dokumen Priba, 2015
Gambar 4.5 : Lahan yang kurang di manfaatkan sumber: Dokumen Pribadi, 2015
.
Kondisi jalan lalulintas tidak terlalu ramai untuk kendaaran. Salah satu Jalan
yang mudah untuk menuju ke lokasi Waduk Lalung.
Gambar 4.6 : Jl. Karanganyar-Jatiyoso sumber: Dokumen Pribadi, 2015
a. Analisa Kondisi Waduk Lalung Karanganyar
Sumber air waduk ini berasal dari sungai irigasi dari wilayah kelurahan
Karanganyar pada bagian timur dan irigasi dari wilayah kelurahan Jungke di
berpaving, maka sangat cocok untuk arena jogging karena bentuknya
melingkar mengelilingi waduk. Panjangnya bisa mencapai 4 km. Tangga
dibagian tanggul waduk juga berfungsi sebagai arena latihan fisik yang baik.
Berikut akan di jelaskan beberapa analisa tentang kondisi Waduk Lalung
Karanganyar.
i. Analisa kondisi eksisting Waduk Lalung
Table 4.1 : Analisa kodisi eksisting Waduk Lalung
No Kondisi Eksisting Analisa
1 Pintu masuk air waduk berada di bagian timur, dengan kelebaran sekitar kerang dari 2,5m.
Gambar 4.7 : Pintu masuk air Waduk
Pintu air kurang lebar dan terlalu dangkal. Jika musim penghujan air bias meluap di pintu air hingga sampai ke jalanan.
Seharusnya di pintu air
waduk di pelebar agar air
tidak meluap di jalanan dan
tidak mengganggu pengguna
2 Pintu keluar air waduk hanya satu
Gambar 5.8 : Pintu keluar air Waduk
Pintu keluar air hanya satu
mengalir di kali Cabak. Yang
dimanfaatkan untuk
mengaliri pertanian warga di
sekitar dan di bawah Waduk.
Di bagian samping waduk
sering terjadi longsor.
Untuk bagian dan sekitar
pintu keluar air harus di
perbaiki dan di perkuat agar
tidak serring terjadi longsor.
3 Di atas tanggul terdapan jalan berpaving
dengan kelebaran 2m yang mengelilingi waduk
dengan panjang sekitar 4km.
Banyak rerumputan liar yang
tumbuh banyak jalan di
atanggul yang sudah rusak
dan berlubang. Jalan harus
yang di atas tanggul Waduk
harus di perbaiki agar tidak
mengganggu dan tidak
mengurangi keindahan dan
kenyamanan bagi pengguna
4
Gambar 4.10 : Tanah pengendapan di Waduk
Lalung
Banyak terjadi pengendapan
tanah di bagian utara, selatan,
dan timur.
Tanah yang mengendap
harus di keruk agar waduk
bias menampung air lebih
banyak untuk penyimpanan
di musim kemarau.
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
ii. Analisa Aktifitas dan Jumlah Pengunjung Waduk Lalung
Proses analisa dilakukan dengan cara melakukan pengamatan pada obyek
penelitian. Pengamatan dilakukan pada waktu pagi, siang , dan sore hari.
Penghitungan jumlah pengunjung Waduk dilakukan secara manual. Proses
penghitungan dilakukan selama 10 menit Hasil penghitungan dapat dilihat pada
Tabel 4.2.:
4.2.: Aktifitas dan Jumlah Pengunjung Waduk La
Aktifitas Jumlah
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
ung Waduk Lalung dapat dilihat dalam bentuk g
fik 4.1: Jumlah Aktifitas Pengunjung Waduk La
Dari grafik di atas menunjukkan bahwa tingkat rata-rata pengunjung
Waduk Lalung di hari biasa tertinggi terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.30
WIB, pengunjung rekreasi yang paling ramai terjadi di sore hari untuk
menikmati pemandangan sunsite yang indah.
Pengunjung rata-rata terendah terjadi pada waktu siang hari, siang hari
merupakan puncak aktifitas dari berbagai kalangan. Ada yang istirahat, makan
siang, persiapan memulai aktifitas kembali, dll. Pengunjung rekreasi ada
beberapa orang saja menikmati pemandangan waduk siang hari.
Di hari biasa rata-rata rata-rata pengunjung cukup banyak di pagi hari
sekitar pukul 08.00 WIB. Selain pemancing yang banyak untuk pengunjung
rekreasi sebelum memulai aktivitas cukup ada beberapa orang saja.
iii. Analisa Potensi Akuakultur Waduk Lalung
a. Faktor Flora
Flora, daerah tepian Waduk Lalung ditanami bermacam-macam tumbuhan
meskipun belum memberikan rasa nyaman bagi pengunjung akan tetapi bisa
menjaga Waduk dari pendangkalan. Meskipun perairan Waduk banyak tumbuh
tanaman pengganggu, seperti enceng gondok, kangkungan, terataian, dan
sebagainya. Sehingga menyebabkan panorama waduk menjadi berkurang dan para
wisatawan akan ragu jika ingin menyusuri waduk dengan rakit ataupun berenang
karena kuatir bila terperangkap dalam tumbuhan enceng gondok yang mengendap
dibawah permukaan air. Akan tetapi tumbuhan air pengganggu tersebut
1. Enceng gondok (Eichhornia crassipes)
Gambar 4.14 : Tanaman Eceng gondok sumber: Dokumen Pribadi, 2015
Tanaman air ini tidak pernah dilirik oleh masyarakat, padahal tanaman ini
memiliki banyak manfaat bagi ilmu kedokteran, peluang ekspor dan ajang bisnis.
Hampir semua komponen tanaman enceng gondok ini dapat dimanfaatkan, missal
tanaman enceng gondok ini mampu mengikat unsure logam dalam air. Oleh sebab
itu tanaman ini cocok hiduppada perairan yang kotor disbanding pada perairan
yang bersih. Seratnya dapat digunakan untuk bahan kerajinan tangan dan sudah
banyak yang di ekspor keluar negeri dan batangnya dapat digunakan untuk
penyangga rangkaian bunga.
2. Teratai (Nymphaea alba)
Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air
darisuku Nymphaeaceae. Dalambahasa Inggrisdikenal
sebagaiwater-lily atau watersebagaiwater-lily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman
darigenus Nelumbo(lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering
mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo sepertiserojadengan
genus Nymphaea(teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air
(tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga
kuning), daun berbentuk lingkaran penuh danrimpangnyabiasa dikonsumsi.,
daun berbentuk lingkaran penuh atu oval dan bunga berdiameter 5 – 10 cm.
Teratai dimanfaatkan untuk di tanam di kebun – kebun karena bunganya yang
indah dan bermanfaat dalam ilmu kedokteran.
3. Jeringau (Acorus calamus)
Gambar 4.16 : Tanaman Jaringau sumber: Dokumen Pribadi, 2015
Merupakan tumbuhan air yang banyak dijumpai tumbuh liar di pinggiran
dengan akar serabut yang besar-besar. Tetapi masyarakat tidak pernah tahu bahwa
jeringau adalah tanaman penghasil calamus oil yang nilai komersialnya cukup
tinggi. Saat ini harga per kg. calamus oil sekitar US $ 100. Dengan kurs Rp
10.000,- per 1 US $, harga calamus oil sudah mencapai Rp 1.000.000,- per kg di
pasar internasional. Selama ini penghasil calamus oil terbesar didunia adalah
Nepal, disusul oleh India, Pakistan dan beberapa negara eks Uni Soviet dalam
volume yang lebih kecil. Meskipun tanaman ini banyak terdapat di Indonesia,
tetapi belum pernah ada pengusaha yang berminat untuk membudidayakannya
sebagai penghasil calamus oil.
b. Fauna
Fauna, pada kawasan Waduk Lalung banyak terdapat binatang seperti ikan dan
bermacam – macam burung yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Pemanfaatan di Waduk ini sangat minim untuk pengembangan budidaya ikan air
tawar oleh warga sekitar.
Gambar 4.18 : Karamba Ikan sumber: Dokumen pribadi, 2015
3.7. Respon dari Kuisioner yang diajukan ke pengunjung
Pengadaan kuisioner tentang kenyamana Waduk Lalung Karanganyar
terdiri dari beberapa poin pertanyaan. Lembar kuisioner dibagikan pada setiap
titik zona pengamatan. Pada setiap titik zona diambil sampel 5 orang.
Pertanyaan kuisioner dijelaskan melalui tabel sebagai berikut.
a. Apakah anda sering berkunjung di Waduk Lalung Karanganyar?
Tabel 4.3: Intensitas Pengunjung Waduk Lalung Karanganyar
pengunjung Jawaban
Ya Tidak
Zona I 4 orang 1 orang
Zona II 5 orang 0 orang
Tabel di ata
b. Apakah anda su
Karanganyar?
atas menunjukkan hasil perolehan jawaban da
mua titik amatan 14 orang (93,33%) men
aduk Lalung Karanganyar, sedangkan 1 orang
al ini membuktikan adanya aktifitas pengunj
banyakan adalah warga sekitar yang mencari ika
4.2: Intensitas Pengunjung Waduk Lalung Kar
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
a sudah merasa nyaman berkunjung di Wadu
?
abel 4.4: Kenyamanan Pengunjung Waduk Lalu
matan Jawaban
Nyaman Biasa
3 orang 1 orang
1 orang 1 orang
1 orang 2 orang
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
ntang kenyamanan pengujung pada zona I
kan sudah merasa nyaman, 1 orang (20%) me
g (20%) merasa tidak nyaman.
II, 1 orang (20%) mengatakan sudah merasa n
a I Zona II Zona III
n dari pengunjung,
engatakan sering
sa nyaman, 1 orang Ya
pada zona III, 1 or
biasa saja, dan 2 or
Dari table di
berada di Waduk
Waduk Lalung, da
dan zona III adala
pada tempat tersebut
rusak.
Dalam bentuk
Grafik
c. Apakah anda set
Karanganyar?
orang (40%) merasa tidak nyaman.
di atas pada zona I sebagian besar pengunjung
duk Lalung , sedangkan pada zona II merasa ti
, dan pada zona III merasa biasa. Hal ini karena
alah terletak di bagian Waduk yang kurang t
rsebut banyak rerumputan liar yang tumbuh
ntuk grafik, dapat dilihat seperti gambar dibawah i
afik 4.3: Kenyamanan Pengunjung Waduk Lalu
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
setuju merasa panas berkunjung di Waduk L
?
abel 4.5: Pendapat Pengunjung Waduk Lalung
matan Jawaban
setuju Biasa
2 orang 2 orang
4 orang 1 orang
3 orang 2 orang
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
Zona I Zona II Zona III
orang (20%) men
mengatakan setuju
sebagian besar pen
Dalam bentuk
Grafik
d. Apakah anda set
Tabe
di atas di simpulka 0
uju, 2 orang (40%) mengatakan biasa saja. Da
pengunjung merasa panas berada di Waduk Lalun
ntuk grafik, dapat dilihat seperti gambar dibawah i
afik 4.4: Pendapat Pengunjung Waduk Lalung
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
setuju kalau Waduk Lalung Karanganyar in
abel 4.6: Kebersihan Waduk Lalung
matan Jawaban
setuju Tidak
1 orang 4 orang
4 orang 1 orang
3 orang 2 orang
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
ntang kebersihan Waduk pada zona I adalah
uju, 4 orang (80%) mengatakan tidak, Pada z
kan setuju, 1 orang (20%) mengatakan tidak. Da
engatakan setuju, 2 orang (40%) mengatakan t
pulkan bahwa Waduk Lalung kurang kebersihanny
Zona I Zona II Zona III
setuju Biasa Tidak
Dan pada zona III,
n tidak. Dari table
Dalam bentuk
e. Apakah anda set
kawasan wisata e
ntuk grafik, dapat dilihat seperti gambar dibawah i
Grafik 4.5: Kebersihan Waduk Lalung
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
setuju kalau Waduk Lalung Karanganyar in
sata edukasi akuakultur?
abel 4.7: Pendapat tentang wisata Waduk Lalun
matan Jawaban
setuju Tidak
5 orang 0 orang
4 orang 1 orang
5 orang 0 orang
sumber: Dokumen Pribadi, 2015
ntang pengadaan kawasan wisata edukasi akuakul
anyar sebagian besar pengunjung setuj
n jumlah tempat wisata di karanganyar.
ntuk grafik, dapat dilihat seperti gambar dibawah i
ona I Zona II Zona III
setuju Tidak
wah ini.
yar ini di jadikan
BAB IV
KESIMPULAN
Bab ini merupakan bab terakhir dari laporan penelitian dengan
isikesimpulan dari data dan analisis hasil penelitian yang telah dijabarkan pada
bab sebelumnya, serta rekomendasi-rekomendasi yang dapat peneliti berikan
kepada pihak-pihak yang terkait.
Kenyamanan pada Waduk Lalung tidak bisa dinilai dari satu sisi saja,
melainkan sebuah keterkaitan antara faktor kondisi obyek fasilitas yang
memadai dan aktifitas yang berlangsung. Apabila kondisi fisik sudah baik dan
memenuhi standar, namun fasilitas yang tersedia tidak ada atau kurang
mendukung, serta aktifitas yang berlangsung tidak sesuai dengan fungsinya.
Maka kenyamanan pengujung pun akan terganggu. Kemudian apabila fasilitas
sudah tersedia dengan lengkap namun kondisi fisiknya sudah rusak atau tidak
baik serta kegiatan yang berlangsung tidak kondusif, maka kenyamanannya
pun akan terganggu juga, dan begitu pula seterusnya.
Dari segi kondisi fisik, Waduk Lalung Karanganyar belum cukup untuk
menarik pengunjung atau wisatawan untuk datang. Selain itu, pada jalan yang
di atas tanggul banyak yang rusak dan banyaknya rumput liar yang tumbuh.
Sehingga Waduk menjadi kurang nyaman dan kurang indah untuk di nikmati
wisatawan yang berkunjung. Aktifitas yang berlangsung kebanyakan
pemancing pencari ikan. Hanya sedikit untuk para wisatawan yang berkunjung,
sehingga menjadikan Waduk Lalung tempat yang kurang di manfaatkan secara
maksimal.
Selain potensi wisata ada banyak potensi akuakultur yang perlu
dikembangkan di waduk ini. Banyak ikan yang mudah dibudidayakan dan
banyak tanaman-tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan. .
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisa potensi wisata dan edukasi
1. Selain sebagai irigasi pertanian Waduk Lalung dimanfaatkan oleh warga
sekitar untuk mencari ikan.
2. Kurang partisipasinya pemerintah terhadap potensi wisata di kawasan ini.
3. Waduk Lalung Karanganyar belum dimanfaatkan secara maksimal oleh
pemerintah, kurang terawatnya Waduk, banyak fasilitas yang rusak, dan
kurangnya kebersihan Waduk.
4. Banyaknya pengendapan tanah di Waduk yang mengakibatkan volume air
naik dan mengakibatkan tanggul di bagian pintu keluar air longsor.
5. Kurangnya fasilitas dan kurang menarik bagi wisatawan untuk berkunjung
di Waduk Lalung Karanganyar.
6. Selain wisata, waduk ini memiliki manfaat untuk pengembangan
akuakultur dengan memberi ilmu pengetauan untuk membudidayakan ikan
air tawar tanaman yang memiliki fungsi untuk obat-obatan.
7. Jadi Waduk ini berpotensi dikembangkannya menjadi kawasan wisata
edukasi akuakultur
5.2 Saran Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian, maka beberapa rekomendasi/
saran yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Bagi Pemerintah Kota karanganyar
a. Pemerintah harus memanfaatkan potensi wisata Waduk Lalung
Karanganyar secara maksimal untuk meningkatkan pariwisata di
Karanganyar dan meningkatkan perekonomian warga karanganyar.
b. Pemerintah harus menjadikan Waduk ini lebih berguna bermanfaat lagi
dengan mengembangkan menjadi kawasan wisata yang menjanjikan.
c. Pemerintah harus meningkatkan perawatan yang lebih untuk system
irigasi ini agar petani bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dengan
2. Bagi Warga dan Pengunjung
a. Demi menjaga kelestarian Waduk ini warga atau pengunjung juga
harus ikut andil dalam merawat dan menjaga kebersihan.
b. Untuk pencari ikan gunakan alat yang tidak membahayakan kelestarian
dan kelangsungan hidup ikan, jangan menggunakan alat yang
mengandung bahan kimia.
3. Akademisi
Dalam penelitian selanjutnya apabila ada peneliti ingin melanjutkan dapat
dikaji lebih mendalami ke aspek penataan dan pemanfaatan lahan yang