Pemikiran Dasar dari Teori Perencanaan
Suatu perencanaan selalu mengambil tindakan yang rasional dengan cerdas. Tetapi sebenarnya, suatu tindakan berpikir cerdas tersebut merupakan pemikiran tentang suatu subjek dari banyak pendapat. Termasuk juga para pendukung kebijakan substantif yang membuat suatu perencanaan melalui proses pemikiran rasional. Mereka menyebutnya proses perencanaan ini sebagai tindakan yang rasional karena argumen yang ada dapat merekonstruksi dan membuat kesimpulan sehingga orang lain yg dipimpin dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang sama. Sebuah diskusi intelektual atau cendekiawan mempunyai kritk ideologis yang dapat memperkaya suatu proposal perencanaan. Tetapi, kritik ideologis ini sudah semakin berkurang perannya sebagai pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan.
Jadi, seorang pengambil keputusan biasanya dilibatkan dengan banyak argumen yang dibuat oleh para pendukung tindakan serta dihadapkan dengan masalah menilai suatu tindakan dari berbagai argumen tersebut agar dapat diterima. Bagi mereka informasi yang diberikan oleh suatu kritik ideologis merupakan rambu yang berguna tentang apa yang mungkin mendasari proposal. Kritik ini digunakan untuk mengevaluasi argumen, menilai tempat untuk penerimaan dan kesimpulan. Selain itu, seorang pengambil keputusan akan menggabungkan tuntutan tertentu dan proposalnya menjadi satu pilihan tang rasional secara keseluruhan. Sehingga dapat menjadi kesimpulan yang dinilai sebagai intelegensi / kecerdasan. Jadi, proses perencanaan rasional itu adalah menggunakanpengambil keputusan harus mempunyai dpendukung tertentu untuk menyajikan argumen dan menggunakan prosedur intelegensi dalam menentukan keinginan praktis.
Suatu perencanaan identik dengan suatu sistem analisis yaitu dalam konteks yang berbeda , disebut dengan penelitian operasional. Beer (1966) menggambarkan penelitian operasional sebagai berikut : “Penelitian operasional adalah serangan ilmu modern terhadap masalah kompleks yang timbul dalam arah dan pengelolaan sistem besar laki-laki. Mesin, s material dan uang dalam industri, bisnis, pemerintah dan pertahanan. Pendekatan distinetive adalah untuk mengembangkan model scientifik dari sistem, menggabungkan ukuran faktor kesempatan dan risiko tersebut, yang dapat digunakan untuk memprediksi dan membandingkan hasil dari keputusan alternatif, strategi dan kontrol. Tujuannya adalah untuk membantu manajemen menentukan kebijakan dan tindakan ilmiah.”
Pertumbuhan Manusia
Pertumbuhan manusia merupakan alasan mengapa kita harus mempunyai rencana, atau bisa disebut alasan dari teori perencanaan. Maksudnya adalah pertumbuhan manusia merupakan sudut pandang yang diambil dalam proses pembangunan framework konseptual untuk memikirkan perencanaan. Pertumbuhan manusia mempunyai dua aspek yaitu pertumbuhan sebagai produk dan sebagai proses menuju hasil yang sama. Tujuan dari proses pertumbuhan ini sendiri terkadang tidak saja ditujukan untuk mendapatkan hasil, tetapi juga kemampuan untuk mencapai pertumbuhan yang masih berlanjut. Sebagai sebuah produk, pertumbuhan tidak bisa diukur secara numerik seperti pooulasi meningkat, GNP, dan Indeks standar hidup. Sedangkan pertumbuhan sebagai sebuah proses mengacu dalam pembelajaan dan kreativitas.
Alasan pertumbuhan manusia sebagai akhir perencanaan , yaitu karena pertumbuhan sebagai pedoman pembangunan diri sendiri, serta ketersediannya model pertumbuhan. Maka dari itu, banyak para ahli atau peneliti menilai bahwa pertumbuhan merupakan konsep verifikasi secara empiris dan sebuah kondisi pertumbuhan tersebut bersifat terbuka untuk analisis dan manipulasi. Pertumbuhan manusia sendiri terkait dengan pembimbing diri sendiri. Banyak hambatan yang ditemukan dalam argumen mengenai dua aspek tersebut, yaitu : masalah distribusi sumber daya.Maka cara untuk menghapuskan hambatan pertumbuhan manusia berarti harus dengan mengubah diri kita sendiri.
Alasan lain terletak pada kesadaran. Kesadaran menurut Deutsh (1966) merupakan tingkat tertinggi feedback atau umpan balik sebagai proses informasi yang dihasilkan dalam tindakan. Karena manusia memiliki kesadaran , maka kapasitas mereka untuk belajar adalah jauh lebih besar daripada mesin yang paling canggih. Tetapi kedasaran ini tidak perlu dianggap sesuatu yang sama sekali diluar pemahaman kita. Menurutnya juga kesadaran dibagi menjadi dua yaitu, kesadaran sederhana dimana sebuah variabel dipertahankan konstan. Kedua adalah kesadaran yang berperilaku sebagai objek. Kesadaran juga penting menurut dia karena berkaitan dengan penentuan nasib sendiri.
Demikian juga menurut ahli Bucdey (1967) yang menekankan pentingnya sosial terhadap lingkungan sosial. Sedangkan Etzioni (1968) juga menghubungkan konsep panduan diri dengan orang-orang dari kesadaran dan pertumbuhan. Mereka menganggap pertumbuhan manusia sebagai ideal dalam arti manusia dapat mengubah lingkungan fisik dan memanfaatkan sumber daya. Dalam arti kedua, pertumbuhan dinilai sebahai panduan diri.
Ketiga adalah pertumbuhan sebagai prinsip evolusi, yaitu peningkatan berbagai pencapaian tujuan yg dalam kehidupan organisme adalah prinsip yang mendasari proses evolusi.
Petumbuhan termasuk dalam model sibernetika (cybernetics). Model ini mampu untuk menjelaskan perilaku mencari tujuan.Model ini memberikan penjelasan serta menyimpulkan adanya ujung dari perilaku nyata seperti proses umpan balik. Ujung perilaku tersebut berhubungan dengan pola arus informasi. Model pertumbuhan tidak memberikan arahan dalam mengamati pertumbuhan, mereka hanya menunjukan konkret “real” untuk peningkatan pertumbuhan. Seperti yang dikatakan oleh Buckley (1967) yang telah membedakan dua proses dalam membanguna dua jenis umpan balik, yaitu morphotasis dan morfogenesis. Morphotasis adalah proses dimana sebuah sistem mempertahankan apa yang telah diberikan. Jenis umpan balik yang terdapat dalam morphotasis adalah umpan balik negatif. Sedangkan, morfogenesis mengacu pada proses yang cenderung untuk menguraikan suatu sistem, yaitu yang mengarah pada pertumbuhan. Umpan balik yang digunakan dalam morfogenesis adalah umpan balik positif.
Pilihan Untuk Dibuat
Setelah kita mengetahui alasan merupakan nilai yang ideal maka sekarang kita akan membahas hal apa yang diperlukan untuk menghadapi tantangan yg berhubungan dengan pertumbuhan manusia. Tantangan tersebut adalah tantangan untuk mengejar pertumbuhan tanpa henti, tantangan untuk melawan hambatan pertumbuhan dimanapun itu berada, tantangan akan kecemasan yang terlibat dalam pengambilan keputusan dalam mengejar pertumbuhan, serta tantangan berbagi tanggung jawab untuk masa depan. Maka diperlukannya sebuah pilihan untuk melawan peningkatan diri, untuk pertumbuhan manusia. Tetapi pilihan juga dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan dan bisa untuk menghilangkan peluang masa depan. Oleh karena itu, sebuah pilihan juga mempunyai unsur risiko. Tetapi, jika kita menghindar dari pilihan berarti kita telah menghindar dari tanggung jawab. Sebuah tanggung jawab untuk nasibnya diri sendiri.