• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI DAN PRAKTEK PERENCANAAN PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEORI DAN PRAKTEK PERENCANAAN PENDIDIKAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI DAN PRAKTEK

PERENCANAAN PENDIDIKAN

Dosen Pengampu :

Dr. Taufiqurrahman, M.Pd.I

Oleh

(2)

Menurut Moore (1974) teori merujuk pada suatu usaha. Selain itu teori juga merupakan

usaha untuk menjelaskan sesuatu yang mungkin terjadi di masa datang. Teori juga

diartikan sebagai kebalikan dari sebuah praktek.

(3)

Nana S. Sukmadinata (1997)

mengemukakan 4 (empat ) teori

pendidikan, yaitu :

Pendidikan klasik

Pendidikan pribadi

Pendidikan teknologi

(4)

Menurut Hudson teori perencanaan

meliputi :

Teori Sinoptik,

Teori Inkremental,

Teori Transaktif,

Teori Advokasi,

Teori Radial Dan

(5)

TEORI SINOPTIK

Disebut juga system planning, rational sistem approach,

rasional comprehensive planning. Menggunakan model berpikir system dalam perencanan, sehingga objek perencanaan dipandang sebagai suatu kesatuan yang bulat, dengan satu tujuan yang disebut visi. Langkah-langkah dalam perencanaan ini meliputi:

Pengenalan masalah

Mengestimasi ruang lingkup problem

Mengklasifikasi kemungkinan pengetahuanMenginvestigasi problem

Memperediksi alternative

(6)

TEORI INKREMENTAL

Didasarkan pada kemampuan institusi dan

kinerja personalnya. Bersifat desentralisasi dan tidak cocok untuk jangka panjang. Jadi

perencanaan ini menekankan perencanaan dalam jangka pendek saja. Yang dimaksud

dengan desentralisasi dalam teori ini adalah

seorang perencana dalam merencanakan obyek tertentu dalam lembaga pendidikan, selalu

(7)

TEORI TRANSACTIVE

Menekankan pada hakikat individu yang

menjunjung tinggi kepentingan pribadi dan bersifat desentralisasi, suatu desentralisasi yang transactive yaitu berkembang dari

individu ke individu secara keseluruhan. Ini berarti penganutnya juga menekankan

(8)

TEORI ADVOCASY

Menekankan hal-hal yang bersifat umum,

perbedaan individu dan daerahnya.

Kebaikan teori ini adalah untuk kepentingan umum

secara nasional. Karena ia meningkatkan kerjasama secara nasional, toleransi, kemanusiaan,

perlindingan terhadap minoritas, menekankan hak sama, dan meningkatkan kesejahtraan umum.

Perencanaan yang memakai teori ini tepat

dilaksanakan oleh pemerintah / atau badan pusat.

advocacy = mempertahankan dengan

(9)

TEORI RADIKAL

Teori ini menekankan pentingnya kebebasan

lembaga atau organisasi lokal untuk melakukan perencanaan sendiri, dengan maksud agar dapat dengan cepat mengubah keadaan lembaga

supaya tepat dengan kebutuhan.

Perencanaan ini bersifat desentralisasi.

Dengan kata lain teori radikal mengiginkan agar

(10)

TEORI SITAR

Gabungan kelima disebut juga complementary planning process.

Teori ini menggabungkan kelebihan dari teori diatas sehingga lebih lengkap. Karna teori ini

memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat atau lembaga tempat perencanaan itu akan diaplikasikan. huruf S (SITAR) adalah menunjuk huruf awal dari

(11)

Praktik Perencanaan Pendidikan

Praktek perencanaan pendidikan terkait erat

dengan struktur penduduk. Ada empat praktek dalam perencanaan pendidikan, yaitu ;

(a) kebutuhan social (social demand), (b) ketenagakerjaan (manpower),

(3) pendekatan untung rugi (cost and benefit), (4) analisis pembiayaan ( cost efectiveness), (5) pendekatan terpadu.

(12)

Praktek Kebutuhan social

(

social demand

)

Model ini didasarkan atas keperluan masyarakat saat

ini dan menitik beratkan pada pemerataan

pendidikan seperti wajib belajar (wajar 9 tahun).

Kekurangannya pendekatan model ini adalah; (1) mengabaikan alokasi dalam skala nasional, (2) mengabaikan kebutuhan perencanaan

ketenagakerjaan,

(3) cenderung hanya menjawab problem pemerataan

(13)

Praktek Ketenagakerjaan (manpower)

Praktek perencanaan pendidikan ini

mengutamakan keterkaitan sistem pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.

mempertemukan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Contoh praktik system link and match,

(14)

Pendekatan untung rugi

( cost and benefit )

Dalam praktek perencanaan ini dibuat

perhitungan perbandingan antara biaya yang dikeluarkan untuk penyelengaraan pendidikan serta keuntungan yang akan siperoleh dari

hasil pendidikan. Pendekatan ini melihat

pendidikan sebagai upaya investasi yang harus memberikan keuntungan nyata pada saat

(15)

Teori

cost efectiveness (pembiayaan)

praktek perencanaan pendidikan ini

menitikberatkan pada pemanfaatan biaya secermat mungkin untuk mencapai hasil

pendidikan seoptimal mungkin, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pendidikan ini diadakan jika benar-benar memberikan

keuntungan yang relative pasti.

Contoh praktik program magister management,

(16)

Pendekatan terpadu

Pendekatan terpadu dapat digunakan untuk menjembatani berbagai kepentingan akan

tujuan output pendidikan. Apalagi dalam islam dikenal akan adanya dua kebutuhan duniawi dan ukhrowi sehingga pendekatan yang

(17)

Sekian Terima Kasih Jaza Kumullahu Khairan

(18)

Sinoptik : ringkas, singkat. iktishar

Inkremental /

Advocasi : pembelaan, anjuran

Radikal : akar seseatu, tegas dlam bertindak, sangat

keras dlam menuntut perubahan, secra mendasar/prinsipil

Trnsaktiv : pemindahan,

desentralisasi : pemberian wewenang dri pmrintah kpd

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai yang demikian perencanaan pendidikan tidak lain adalah perencanaan dalam bidang pendidikan, yaitu suatu proses penentuan tujuan, penciptaan lingkungan serta

perencanaan, salah satu aspek yang sangat penting dalam suatu manajemen.. proyek konstruksi

Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan atau planning , pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan

artinya sejenis makhluk yang dapat berpikir sehingga definisi pendidikannya adalah bahwa pendidikan adalah suatu proses dengan mana. pikiran, rasio, mental manusia

e) Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, seseorang, suatu soal atau situasi tertentu yang mengandung sangkut paut dengan dirinya atau dipandang

Dalam penerapan fungsi manajemen, perencanaan (planning) merupakan fungsi manajemen yang pertama dilaksanakan dalam proses manajemen. Perencanaan berperan sebagai

Sehingga melalui konsep perencanaan pariwisata yang dijelaskan oleh Gunn dan Inskeeps dapat di terik kesimpulan bahwa dalam melakukan sebuah perencanaan suatu objek wisata, diperlukan

Perencanaan pendidikan Islam pada hakikatnya adalah proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternatif pilihan mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan