• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN KELOMPOK studi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN KELOMPOK studi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP PARIWISATA

BERKELANJUTAN

KELOMPOK 1

(2)

A. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

(3)

Istilah keberlanjutan (sustainability) baru muncul beberapa dekade yang lalu, dimulai sejak tahun 1798 saat Malthus yang menghawatirkan ketersedian lahan di Inggris akibat ledakan penduduk. Dilanjutkan oleh Meadow dan kawan-kawan th 1972 menerbitkan sebuah publikasi yang berjudul The Limit to Growth

(4)

B. ASPEK YANG MEMPENGARUHI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

1) Aspek Ekonomi

Aspek yang terdiri dari ekonomi sebagai berikut : o memaksimalkan kesejahteraan manusia

o memastikan adanya efisiensi dalam penggunaan sumberdaya alam o menciptakan iklim usaha

2) Aspek Sosial

Aspek yang terdiri dari sosial sebagai berikut :

o memastikan adanya distribusi yang baik dari biaya dan keuntungan dari pembangunan disemua aspek kehidupan

o menghargai dan meningkatkan perhatian terhadap hak asasi manusia,termasuk kebebasan masyarakat dan politik,budaya ekonomi dan keamanan

3) Aspek Lingkungan

Aspek yang terdiri dari lingkungan sebagai berikut : o meminimalkan sampah dan kerusakan lingkungan

o meningkatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap sumberdaya alam dan lingkungan

(5)

C. PARIWISATA BERKELANJUTAN

(6)

D. PRINSIP – PRINSIP PARIWISATA BERKELANJUTAN

Pembangunan pariwisata berkelanjutan pada intinya berkaitan dengan usaha menjamin agar sumber daya alam, sosial dan budaya yang dimanfaatkan untuk pembangunan pariwisata pada generasi ini agar dapat dinikmati untuk generasi yang akan datang.

Prinsip-prinsip tersebut antara lain :

1. Partisipasi

Masyarakat setempat harus mengawasi atau mengontrol pembangunan pariwisata dengan ikut terlibat dalam menentukan visi pariwisata, mengidentifikasi sumber-sumber daya yang akan dipelihara dan ditingkatkan, serta mengembangkan tujuan tujuan dan strategi-strategi untuk pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata.

2. Keikutsertaan Para Pelaku/Stakeholder Involvement

(7)

3. Kepemilikan Lokal

Pembangunan pariwisata harus menawarkan lapangan pekerjaan yang berkualitas untuk masyarakat setempat. Fasilitas penunjang kepariwisataan seperti hotel, restoran, dsb. seharusnya dapat dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat setempat.

4. Penggunaan Sumber Daya yang Berkelanjutan

Pembangunan pariwisata harus dapat menggunakan sumber daya dengan

berkelanjutan yang artinya kegiatan-kegiatannya harus menghindari penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (irreversible) secara berlebihan.

5. Mewadahi Tujuan-tujuan Masyarakat

Tujuan-tujuan masyarakat hendaknya dapat diwadahi dalam kegiatan pariwisata agar kondisi yang harmonis antara pengunjung/wisatawan, tempat dan masyarakat setempat dapat terwujud.

6. Daya Dukung

(8)

7. Monitor dan Evaluasi

Kegiatan monitor dan evaluasi pembangunan pariwisata berkelanjutan mencakup penyusunan pedoman, evaluasi dampak kegiatan wisata.

8. Akuntabilitas

Perencanaan pariwisata harus memberi perhatian yang besar pada kesempatan mendapatkan pekerjaan, pendapatan dan perbaikan kesehatan masyarakat lokal yang tercermin dalam kebijakan-kebijakan pembangunan.

9. Pelatihan

Pelatihan sebaiknya meliputi topik tentang pariwisata berkelanjutan, manajemen perhotelan, serta topik-topik lain yang relevan.

10. Promosi

(9)

Prinsip-prinsip yang menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan

1)Pembangunan pariwisata harus dibangun dengan melibatkan masyarakat lokal 2) Menciptakan keseimbangan antara kebutuhan wisatawan dan masyarakat. 3) Pembangunan pariwisata harus melibatkan para pemangku kepentingan, dan dengan melibatkan lebih banyak pihak akan mendapatkan input yang lebih baik. 4) Memberikan kemudahan kepada para pengusaha lokal dalam sekala kecil, dan menengah.

5) Pariwisata harus dikondisikan untuk tujuan membangkitkan bisnis lainnya dalam Masyarakat.

(10)

7) Pembangunan pariwisata harus dapat memperhatikan perjanjian, peraturan, perundang – undangan baik tingkat nasional maupun intenasional.

8) Pembangunan pariwisata harus mampu menjamin keberlanjutan.

9) Pariwisata harus bertumbuh dalam prinsip optimalisasi bukan pada exploitasi. 10) Harus ada monitoring dan evaluasi secara periodik.

11) Harus ada keterbukaan terhadap penggunaan sumber daya.

12)Melakukan program peningkatan sumber daya manusia dalam bentuk pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi untuk bidang keahlian pariwisata

(11)

E. STUDI KASUS

Potensi Hotel (Accomodation And Hospitality Service) Di Bali

Berdirinya hotel-hotel dan restaurant di Bali tidak dapat dipungkiri memberikan dampak negatif bagi alam dan lingkungan Pulau Bali. Potensi kerusakan alam dan lingkungan Pulau Bali antara lain (diadaptasi dari Wiyasha,2008) : sumber air , sumber daya lokal seperti energi, makanan dan bahan-bahan mentah lainnya, penurunan kualitas tanah, emisi udara , suara, Sampah keras dan lunak, limbah, minyak dan bahan-bahan kimia, polusi arsitek.

Pendirian sebuah hotel yang hanya mengindahkan sisi ekonomi dan arsitek (Manuaba,2008) tanpa memperhatikan aspek lainnya secara terintegrasi, seperti aspek sosial budaya dan lingkungan, akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

(12)

Konsep yang dapat diterapkan manajemen hotel, antara lain menggunakan POT (potensi dan tantangan). Dengan analisis POT , permasalahan lingkungan dapat dipecahkan melalui potensi:

(1) Tataran filosofi (way of life)

(2) Tataran mentalitas atau sikap mental

(13)

F. KESIMPULAN

(1) Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang memperhatikan kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang.

(2) Sustainable development ditopang oleh sumber daya alam, kualitas lingkungan dan manusia dari generasi ke generasi selanjutnya.

(3) Pembangunan berkelanjutan memperhatikan kesejahteraan generasi saat ini tanpa mengurangi kesejahteraan untuk generasi masa depan.

(4) Pembangunan pariwisata berkelanjutann berkaitan erat dengan usaha menjamin agar sumber daya alam, sosial dan budaya yang dimanfaatkan untuk pembangunan pariwisata pada generasi ini agar dapat dinikmati untuk generasi yang akan datang.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

http://madebayu.blogspot.com/2009/03/potensi-hotel-accomodation-and.html#links http://rexxarsosio.wordpress.com/2008/05/13/sustainable

developmentpembangunan berkelanjutan

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/373/jbptunikomppgdldewitriwah1861411%28bxi %29-i.pdf

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Bahagian A mengandungi tujuh item berkaitan latar belakang responden iaitu tingkatan, jantina, umur, keputusan peperiksaan Penilaian Menengah Rendah, keputusan bahasa Inggeris dalam

Jenis usaha tahu bakso ini diberi nama usaha Sate Ta’bo dikarenakan dalam proses pembuatannya akan dimodifikasi, selain mengisi tahu dengan bakso olahan, juga akan dibalur oleh

Pada dasarnya aliran fluida dalam pipa akan mengalami penurunan tekanan atau pressure drop seiring dengan panjang pipa ataupun disebabkan oleh gesekan dengan

Skripsi dengan judul “Pelaksanaan Penyaluran Hibah Daerah Oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pati Kepada Kelompok Usaha Bersama” betujuan

dari aspek inilah dibentuklah CSI, seperti yang sudah dijelaskan di atas, agar dapat mengkordinir para anggota yang tersebar di berbagai daerah. Setelah melalui

Melalui pendekatan perspektif ilmu hubungan internasional, tesis ini menganalisa korelasi berbagai fakta dan data dari keberhasilan pembangunan negara industri baru

Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 5 yaitu 7,51 dengan nilai rata- rata perlakuan terkecil keempat, yaitu 26,00 + 7,51 = 33,51 dan beri huruf “c” (karena

Hasil penelitian ini diketahui bahwa variabel Gaya Kepemimpinan Otoriter mempunyai pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.Variabel