• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL II ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MODUL II ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL II ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN TOGGLE SWITCH

Imam Arief SN (110534406826)

TanggalPercobaan: 20/09/2012 PTE408 – Praktikum Mikroprosesor

Laboratorium Mikroprosesor S1 Pendidikan Teknik Elektro–Fakultas Teknik

Universitas Negeri Malang

Abstrak

Mikokontroler sebagai alat pemproses program untuk menjalankan perintah menggunakan bahasa mesin. Dengan menggunakan toggle switch untuk psrsmeter input dengan cara

memasukan inputan program

sebelumnya pada mikrokontroler akan terlihat hasil keluarannya dari nyala atau tidaknya lampu LED.

Kata kunci: mikrokontroler, LED, toggle switch.

1. PENDAHULUAN

Mikrokontroler merupakan keluarga mikroprosesor yaitu sebuah chip yang dapat melakukan pemprosesan data secara digital sesuai dengan perintah bahasa computer yang diberikan perusahaan pembuatnya. Banyak aplikasi yang dapat dibangun berbasis mikrokontroler, hal ini dikarenakan bentuk yang Compaq san sederhana untuk membangun suatu system berbasis mikrokontroler.

Saklar toggle merupakan bentuk saklar yang paling sederhana, dioperasikan secara manual dengan sebuah tuas. Menurut konvensinya, posisi tuas kebawah mengindikasikan pada keadaan off atau terbuka, sedangkan apabila tuas keadaan keatas diindikasi saklar dalam kondisi on atau tertutup/terhubung.

Untuk memfungsikan toggle switch supaya bisa menyalakan LED sesuai keinginan diperlukan program-program yang dapat didownload kedalam memori chip. Dengan demikian LED bisa menyala sesuai dengan bit pada toggle switch.

2. STUDI PUSTAKA

Saklar Toggle adalah saklar elektrik yang digerakkan secara manual oleh batang mekanik. Saklar toogle tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, serta digunakan dalam berbagai aplikasi. Gambar dibawah memperlihatkan bentuk fisik dan symbol saklar toggle.

Dalam modul I/O yang dipakai dalam praktikum, saklar toggle yang digunakan diberi rangkaian tambahan berupa rangkaian LED untuk melihat secara langsung logika yang ada pada saklar. Kedelapan rangkaian saklar tersebut dihubungkan ke sebuah soket jumper bernama input. Berikut gambar rangkaian yang menggunakan toggle switch

3. METODOLOGI

Alat dan bahan yang digunakan:

 1 set PC/Laptop untuk memprogrogram melalui Code Vision dan Khazama

 1 buah ISP Downloader AVR  1 buah minimum AVR  1 buah I/O

 1 buah kabel printer USB  2 buah kabel pita hitam

Prosedur:

(2)

Soket jumper PORTB pada minimum system dihubungkan dengan soket jumper port Output pada I/O. Soket jumper PORTC pada minimum system dengan soket jumper INPUT I/O

Buka Program Code Vision AVR

Membuat projek baru dengan inisialisasi PORTB sebagai output (DDRB=FFH) dan output value=0 (PORTB=00H), dan PORTC sebagai input (DDRC=00H) dan resistor pullup dihubungkan (PORTC=FFH) sehingga pada program bagian inisialisasi PORTB dan PORTC terlihat sebagai berikut:

PORTB=0x00; DDRB=0xff; PORTC=0xff; DDRC=0x00;

Tambahkan delarasi variable local dalam program utama:

unsigned char data_in;

Lakukan Percobaan sesuai perintah pada Modul

4. HASIL DAN ANALISIS

Tabel Percobaan Program Saklar1

No. Saklar LED

7 6 5 4 3 2 1 0 7 6 5 4 3 2 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 3 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 4 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 5 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 6 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 7 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 8 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Tabel Percobaan Program Saklar2

No. Saklar LED

7 6 5 4 3 2 1 0 7 6 5 4 3 2 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 5 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 7 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1) Buat Program menggunakan fungsi if: a. Jika switch bit 0 berlogika maka

LED bit 4 menyala

while (1)

{ if(PINC.0==1) PORTB.4=1; }

b. Jika switch Bit 1 berlogika 1 maka LED nit 7 menyala

while (1)

{ if(PINC.1==1) PORTB.7=1; }

c. Jika switch bit 2 berlogika 1 maka LED menyala dengan konfigurasi ON-OFF-ON-OFF-ON-OFF-ON-OFF (bit7-bit0)

while (1)

{ if(PINC.2==1)

PORTB=0b10101010; }

d. Jika switch bit 3 berlogika 1 maka LED menyala dengan konfigurasi OFF-ON-OFF-ON-OFF-ON-OFF-ON (bit7-bit0)

while (1)

{ if(PINC.3==1)

PORTB=0b01010101;}

e. Jika switch bit 4 berlogika 1 maka LED menyala semua

while (1) {

if(PINC.4==1) PORTB=0xf; }

f. Jika switch bit 5 berlogika 1 maka

LED mati semua

while (1) {

if(PINC.5==1) PORTB=0x00; }

g. Jika switch bit 6 berlogika 1 maka LED menyala berurutan mulai dari bit7 lalu kembali lagi ke bit0 dengan delay 1 detik

while (1) {

if(PINC.6==1){

PORTB=0b00000001; delay_ms(1000); PORTB=0b00000010; delay_ms(1000); PORTB=0b00000100; delay_ms(1000); PORTB=0b00001000; delay_ms(1000); PORTB=0b00010000; delay_ms(1000); PORTB=0b00100000;

(3)

delay_ms(1000); PORTB=0b01000000; delay_ms(1000); PORTB=0b10000000; delay_ms(1000); PORTB=0b00000001; delay_ms(1000);}

h. Jika switch bit 7 berlogika 1 maka LED akan menyala dengan nilai sama dengan dua digit terakhir NIM anda. (NIM=26)

while (1) {

if(PINC.7==1)

PORTB=0b00011010; }

2) Buat Program menggunakan fungsi if-else:

a. Jika switch bit 0 berlogika maka LED bit 4 menyala

while (1)

{ if(PINC.0==1) PORTB.4=1;

else

PORTB.4=0; }

b. Jika switch Bit 1 berlogika 1 maka LED nit 7 menyala

while (1)

{

if(PINC.1==1) PORTB.7=1;

else

PORTB.7=0; }

c. Jika switch bit 2 berlogika 1 maka LED menyala dengan konfigurasi ON-OFF-ON-OFF-ON-OFF-ON-OFF (bit7-bit0)

while (1)

{ if(PINC.2==1)

PORTB=0b10101010; else

PORTB=0b00000000; }

d. Jika switch bit 3 berlogika 1 maka LED menyala dengan konfigurasi OFF-ON-OFF-ON-OFF-ON-OFF-ON (bit7-bit0)

while (1)

{ if(PINC.3==1)

PORTB=0b01010101; else

PORTB=0b00000000; }

e. Jika switch bit 4 berlogika 1 maka LED menyala semua

while (1)

{ if(PINC.4==1) PORTB=0xf; else

PORTB=0x00; }

f. Jika switch bit 5 berlogika 1 maka

LED mati semua

while (1) {

if(PINC.5==1) PORTB=0x00; else

PORTB=0x00; }

g. Jika switch bit 6 berlogika 1 maka LED menyala berurutan mulai dari bit7 lalu kembali lagi ke bit0 dengan delay 1 detik

while (1) {

if(PINC.6==1){

PORTB=0b00000001; delay_ms(1000); PORTB=0b00000010; delay_ms(1000); PORTB=0b00000100; delay_ms(1000); PORTB=0b00001000; delay_ms(1000); PORTB=0b00010000; delay_ms(1000); PORTB=0b00100000; delay_ms(1000); PORTB=0b01000000; delay_ms(1000); PORTB=0b10000000; delay_ms(1000); PORTB=0b00000001; delay_ms(1000); else

PORTB=0x00; }

h. Jika switch bit 7 berlogika 1 maka LED akan menyala dengan nilai sama dengan dua digit terakhir NIM anda.(26)

while (1) {

if(PINC.7==1)

PORTB=0b00011010; else

PORTB=0x00; }

3) Buat program keseluruhan:

(4)

while(1) {

A1=PINC.0; A2=PINC.1; A3=PINC.2; A4=PINC.3; A5=PINC.4; A6=PINC.5; A7=PINC.6; A8=PINC.7; A9=PINC;

if (A1 == 1) {

PORTB=0x10;} else if(A2==1){ PORTB=0x80;} else if (A3==1){ PORTB=0xaa;} else if (A4==1){ PORTB=0x55;} else if (A5==1){ PORTB=0xf;} else if (A6==1){ PORTB=0x00;} else if (A7==1){ PORTB=0x01; delay_ms(1000); PORTB=0x02; delay_ms(1000); PORTB=0x04; delay_ms(1000); PORTB=0x08; delay_ms(1000); PORTB=0x10; delay_ms(1000); PORTB=0x20; delay_ms(1000); PORTB=0x40; delay_ms(1000); PORTB=0x80; delay_ms(1000); PORTB=0x40; delay_ms(1000); PORTB=0x20; delay_ms(1000); PORTB=0x10; delay_ms(1000); PORTB=0x08; delay_ms(1000); PORTB=0x04; delay_ms(1000); PORTB=0x02; delay_ms(1000); PORTB=0x01; delay_ms(1000); }

else if (A8==1){

PORTB=0b00011010;} else if (A9==0){

PORTB=0x00;}

5. ANALISA

Program menggunakan fungsi If hanya satu perintah yang dijalankan, sedangkan

fungsi if-else perintah yang diinputkan bisa lebih dari satu pernyataan.

6. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa:

a) Saklar toggle dapat menjalankan program bila saklar dalam kondisi On, namun jika dalam kondisi Off saklar tidak akan menjalankan program. b) Fungsi If dalam pemrograman

digunakan menjalan perintah jika pernyataan benar, namun jika salah perintah tidak dijalankan.

c) Fungsi If-else dalam pemrograman

digunakan untuk pernyataan

majemuk. Jika pernyataannya bukan pernyataan pertama maka yang akan dijalankan pernyataan selanjutnya.

DAFTARPUSTAKA

[1] Jackstar H. S.,

PanduanPenulisanLaporan, Jacks Publishing, Bandung, 2008.

[2] Adel S. Sedra dan Kennet C. Smith,

Microelectronic Circuits, Oxford University Press, USA, 1997.

[3]

mikrolab.wordpress.com

[4] Datasheet ATMega 8535

Gambar

Tabel Percobaan Program Saklar1

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi lain , bila tegangan efektif yang bekerja pada suatu titik di dalam tanahpada waktu sekarang merupakan tegangan maksimumnya (atau tanah tidak pernah

Coldsink menggunakan mekanisme yang sama dengan heatsink namun yang membedakan seperti dalam penamaannya adalah bila heatsink berfungsi untuk memindahkan panas dari permukaan

(1) Dalam menjalankan fungsi perencanaan (planning) Rektor di tingkat universitas, Dekan ditingkat fakultas, dan Ketua Program Studi di tingkat program studi

Kondisi interaksi sosial pada masyarakat kota Gorontalo saat ini pada posisi stabil, namun bila dilihat dari indikator yang dijadikan sebagai parameter dalam mengukur interaksi

Bila peubah respons Y tidak lagi mengikuti sebaran normal namun seperti Gamma atau Inverse Gaussian (asalkan termasuk dalam keluarga eksponensial) dan ragam Y merupakan

Namun bila kondisi pertama yang ditemui bernilai salah (False) atau bernilai benar (True), proses di dalam blok akan tetap dikerjakan minimal satu kali.. 2.8.4 Statemen

Namun bila Pedoman/Standar Pelayanan Medis yang telah dibuat oleh organisasi profesi tersebut belum ada atau tidak sesuai dengan kondisi rumah sakit atau dalam Pedoman/Standar

Di dalam Java, sebuah method adalah bagian-bagian kode yang dapat dipanggil oleh program utama atau dari method lainnya untuk menjalankan fungsi yang spesifik}. dapat