• Tidak ada hasil yang ditemukan

Iqamatud Dien (Menegakkan Agama)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Iqamatud Dien (Menegakkan Agama)"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

ُةَماَقإإ

إنْيّدلا

(2)
(3)
(4)

Kewajiban Menegakkan

Agama

• Agama Islam memang milik Allah, Allah-lah yang akan menjaganya dan menegakkannya

• Akan tetapi, manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk beribadah (51:56) dan menjadi khalifah di muka bumi (2:30)

• Karena itu, manusia mesti mentaati apa yang diperintahkan oleh Sang Pencipta dan Sang Pemberi mandat

(ُ

فإلْخَتْسُمْل َااا)

(5)

42:13

اَنْيَحْوَأ يإذّلاَو اًحوُن إهإب ىّصَو اَم إنيّدلا َنإم ْمُكَل َعَر َش اوُميإقَأ ْنَأ ىَسيإعَو ىَسوُمَو َميإها َرْبإإ إهإب اَنْيّصَو اَمَو َكْيَلإإ

ْمُهوُعْدَت اَم َنيإكإر ْشُمْلا ىَلَع َرُبَك إهيإف اوُق ّرَفَتَت َلَو َنيّدلا ُبيإنُي ْنَم إهْيَلإإ يإدْهَيَو ُءا َشَي ْنَم إهْيَلإإ يإبَتْجَي ُهّللا إهْيَلإإ َع َر َش (Allah telah mensyari’atkan): kewajiban

ْمُكَل (bagi kalian): MU’MININ

• Dan ini bukan syari’at baru  sudah berlaku pada Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa

• Syari’at apa?

• Menegakkan agama (نايّدلااا اوُميإاقَاأ ْنَاأَ )

• Kewajiban ini berat bagi musyrikin  hanya mu’min yang mukhlis yang dapat mengembannya  orang-orang pilihan Allah (إاهْيَل إااإ يإبَتْج َااي ُاهّللااا

(6)

Bagaimana Caranya?

Caranya mesti dengan cara yang pernah ditempuh oleh

generasi pertama umat ini ketika menegakkan Islam

• Imam Malik berkata,

ّلإإ إةّمُلا إهإذَه َرإخآ َحُلْصَي ْانَل

اَهُلّاوَأ ُحُلْصَأ اَم

Tidak akan pernah baik akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik umat yang pertama

(7)

Syari’ah dan Minhaj

Umat Islam punya

perhatian kepada

syari’at, tapi sering

lupa pada minhaj

Umat Islam punya

perhatian kepada

syari’at, tapi sering

lupa pada minhaj

(8)

Sirah Nabawiyah

Dalam Sirah, Rasulullah SAW menegakkan

agama ini melalui DUA FASE (dua marhalah):

1.

Fase Ta’sis (peletakkan pondasi) di Mekkah

2.

Fase Tamkim (pengokohan kekuasaan) di

Madinah

(9)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

(10)

Fase Ta’sis (

ُةَلَح ْر َام

إسْي إاس

ْأّتلااا

)

• Ini adalah fase yang sangat berat, karena kondisi kaum Muslimin masih sangat lemah, baru tumbuh

• Ada 7 rambu-rambu dalam fase ta’sis:

1. Menyebarkan prinsip-prinsip dan rambu-rambu Islam إئإاداَبَمْلااا ُر ْش َاان (

(11)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Menyebarkan Prinsip-prinsip

dan Rambu-rambu Islam

(

إمْيإلااا َاعّتلاااَو إئإاداَبَمْلااا ُر ْش َاان

إمَل ْاس

إلااا

)

(12)

Menyebarkan Prinsip-prinsip dan

Rambu-rambu Islam (

إمْيإلااا َاعّتلاااَو إئإاداَبَمْلااا ُر ْش َاان

إمَل ْاس

إلااا

)

• 16:125 ُعْادا  dakwah kepada siapapun, sedikit demi sedikit

Cara yang ditempuh Rasulullah SAW adalah dengan menjalin hubungan atau kontak:

1. Kontak pribadi (ittishal fardi)

(13)

ا

يإد ْرَفْلا ُلاَصّتإلَ

Kontak

Individu

• Dalam sirah disebut “dakwah sirriyyah” (3 tahun pertama)

• Rasulullah SAW mendatangi pribadi-pribadi, teman-teman dekatnya yang dipercaya

Setelah menerima dakwah, mereka diminta untuk

merahasiakannya seperti yang beliau katakan kepada Ali bin Abi Thalib, “Wahai Ali, jika kamu tidak masuk Islam, hendaklah kamu merahasiakannya.”

Dakwah seperti ini dilakukan dalam dua kondisi:

(14)

يإعاَمَجْلا ُلاَصّتإلَا

Kontak Jama’i

• Dalam sirah disebut “dakwah jahriyah”

Sarana yang dapat digunakan: radio, koran, TV, internet, dll

• Rasulullah SAWmelakukannya dengan cara:

• Mengumpulkan manusia dalam suatu jamuan makan di

rumahnya kemudian menyampaikan prinsip-prinsip dakwah

• Mengumpulkan manusia di berbagai tempat, kemudian menyampaikan risalahnya (termasuk di bukit Shafa)

• Pergi ke pasar Dzil-Majaz

• Pergi ke berbagai daerah (contohnya Thaif)

(15)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Pembentukan Pribadi Muslim

yang Da’iyah

(

إةّيإامَل ْاس

إلااا إةّيإصْخ ّشلااا ُءاَن إ

اااب

إةَيإعااّدلااا

)

(16)

Pembentukan Pribadi Muslim yang

Da’iyah (

إةّيإامَل ْاس

إلااا إةّيإصْخ ّشلااا ُءاَن إ

ااب

إةَيإعااّدلااا

)

• Ini adalah tahapan yang sangat penting

Penyebaran dakwah (tabligh) mesti dilanjutkan dengan TAKWIN

• Kalau tidak?

13:14 َوُه اَمَو ُاها َااف َغُلْبَي إاال إءاَمْلااا ىَل إااإ إاهْيّف َااك إط إاساَب َااك

إاهإغإلاااَب إااب

• Jadi, tidak mencapai tujuan yang diharapkan

Takwin ditujukan agar terbentuk BASIS INTI (ٌْةَدإعا َاق

(17)

Perintah TAKWIN

َكإئَلوُأَو إرَكْنُمْلا إنَع َنْوَهْنَيَو إفوُرْعَمْلاإب َنوُرُمْأَيَو إرْيَخْلا ىَلإإ َنوُعْدَي ٌةّمُأ ْمُكْنإم ْنُكَتْلَو َنوُحإلْفُمْلا ُمُه

َنوُعْدَي ٌةّمُأ ْمُكْنِم ْنُكَتْلَو

Dan hendaklah ada Berarti BELUM ADA HARUS DIADAKAN

HARUS ada langkah PENGADAAN/ PEMBENTUKAN (ُنْيِوْكّتلااا )

(18)

Takwin pada Dakwah

Sirriyah

Rasulullah SAW membagi-bagi orang yang telah

menerima dakwah 3 – 5 orang untuk ditakwin dalam halaqah

• Para sahabat shalat di lorong-lorong Mekkah  sempat ketahuan dan diserang sehingga Saad bin Abi Waqash memukul salah satunya dengan rantai unta dan mati (darah pertama dalam Islam)

• Rasulullah pun bersama Ali shalat di lorong Mekkah

(19)

Takwin pada Dakwah Jahriyah

Rasulullah SAW:

• Membuat halaqah jam’iyah yang berjumlah besar (rumah Arqam sebagai markaznya dengan jumlah anggota 40 orang laki-laki dan perempuan)

Mengadakan rihlah jam’iyah ke tempat tertentu (hijrah ke

Habasyah pertama dan kedua)

• Mengkondisikan situasi umum terhadap dakwah melalui khutbah-khutbah dan nasihat-nasihat (di bukit Shafa

(20)

Semboyan di Marhalah Ini

اّيإفْوُص اّايإحْو ُر

اّيإرَكْسَع اّيإكَرَحَو

Ruhnya Sufi

Gerakannya Militer

(21)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Pembentukan Jama’ah

(

إةَعاَمَجْلااا ُءاَن إااب

)

(22)

Pembentukan Jama’ah (

ُءاَن إاااب

إةَعاَمَجْلااا

)

• TAKWIN

• Dimulai dengan memilih bahan baku berupa tanah

• Tanah kemudian diolah bersama campuran lain agar menjadi tanah yang

kuat

• Dicetak sesuai dengan ukuran

• Dikeringkan dan dibersihkan dari tempelan-tempelan tanah yang membuat

bentuknya tidak sesuai

• Ditata dan diletakkan bersama batu bata lain yang sudah kering sambil menunggu jumlahnya banyak untuk siap dibakar

• Dibakar agar matang

• Setelah matang siap untuk digunakan untuk membuat bangunan (JAMA’AH)

(23)

Kuat dan Berdaya Guna Tinggi

Ketika batu bata merah belum ditata dalam bangunan

murah harganya, lemah dan berdaya guna rendah • Setelah berubah menjadi bangunan

Mahal • Kokoh

• Dapat untuk tinggal, berteduh, dan melindungi segala yang ada di dalamnya

(24)

3 Macam Hasil Takwin

Apabila batu bata dibakar, maka ada 3 macam hasilnya

1. Matang sempurna (pas matangnya)  yang dituju

2. Setengah matang  perlu proses pembakaran lagi dan dipindah ke bagian yang pembakarannya baik

3. Terlalu matang  gosong dan meleleh

Yang ketiga ini yang paling berbahaya

• Karena meleleh, ia bergabung dengan batu bata lain yang juga kelewat matang  membentuk jamaah sempalan

• Susah untuk diperbaiki

(25)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Kerahasiaan Struktur

(

إمْيإظْنّتلااا ُةّي ّر إااس

)

(26)

Pentingnya Sirriyah

Sirriyah bukan hanya terjadi pada zaman Rasulullah SAW

• Nabi Luth AS juga diperintahkan untuk sirriyah ketika pergi dari kaumnya yang akan dibinasakan (11:81)

Ashhabul kahfi juga bertindak sirriyah ketika bangun dari tidur 309 tahun hijriah (18:19)

Bahkan kalau tidak sirriyah berakibat fatal (18:20)

• Akan mendapatkan bencana ( ْمُكوُمُج ْر َااي)

• Akan dipaksa murtad (ْمإهإتّل إام ي إااف ْمُكوُديإع ُااي ْوَأ)

(27)

Kerahasiaan Struktur (

ُةّي ّر إااس

إمْيإظْنّتلااا

)

• Sirriyatut Tanzhim di sini maksudnya adalah membatasi

pengetahuan program kerja pada level pimpinan (qiyadah) saja

• Al-Qur’an adalah program kerja dakwah yang utuh, ia turun secara

bertahap  pimpinan tertinggi Jamaah menyimpan program kerja

secara keseluruhan, kemudian menurunkannya kepada basis-basis (qawa’id) secara bertahap dan sirriyah

• Program kerja hijrah ada pada pimpinan (Rasulullah), kemudian beliau

membagi-bagi tugas masing-masing tanpa diketahui oleh yang lainnya

• Sariyah (patroli) yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy membawa

perintah dalam keadaan tertutup dan baru dibuka pada tempat tertentu

• Rasulullah SAW selalu merahasiakan tujuan peperangan kecuali pada

(28)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Menghindari Bentrokan

(

إمْدّصلااا إ

نَع ُدا َاعإتْاب

إل َااا

)

(29)

Menghindari Bentrokan

(

إمْدّصلااا إ

نَع ُدا َاعإتْاب

إل َااا

)

• Pada marhalah ini kita mesti menghindari bentrokan (konfrontasi) terbuka dengan musuh

• Meskipun kaum Muslimin menderita berbagai penindasan, baik fisik maupun mental, tetapi perintahnya adalah “berpaling” dari orang-orang kafir

• Jadi tidak meladeni tindakan kekerasan mereka  tidak terpancing

• 15:94 َنيِككِر ْشُمْلككا ِنَع ْضإرْعَاأَو

• 28:55 اَنُلاااَمْعَاأ اَن َاال اوُلاااَقَو ُاهْنَع اوُض َرْعَاأ َو ْاغّللااا او ُاعإم َااس اَذإإَو

َ

نيإلإهاَجْلااا يإغَتْب َاان َال ْمُكْيَلَع ٌمَل َااس ْمُكُلاااَمْعَاأ ْمُكَالَو

(30)

Mencari Dalih

Musuh-musuh Allah selalu mencari dalih akan dapat

memukul gerakan yang baru tumbuh

Untuk itu mereka selalu memancing-mancing amarah aktivis

harakah sehingga kemudian melakukan tindak kekerasan  saat itulah mereka punya dalih memberangusnya

• Ketika dalih itu tak kunjung tiba, maka dibuatlah skenario seolah-olah ada aktivis harakah yang melakukan kekerasan

• Contoh: sandiwara penembakan Jamal Abdul Nashr yang seolah dilakukan oleh aktivis Ikhwan

(31)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Menghindari Medan

Pertempuran

(

إةَحا َااس ْنَع ُدا َاعإتْاب

إل َااا

إةَك َر ْاعَمْلااا

)

(32)

Menghindari Medan Pertempuran

(

إةَك َر ْاعَمْلااا إةَحا َااس ْنَع ُدا َاعإتْاب

إل َااا

)

• Di samping kondisi umat masih lemah, sehingga yang

diperlukan adalah penguatan (tabligh, ta’lim dan takwin), juga dapat berakibat terjadi “perang saudara” yang tidak terkendali

• Itulah kenapa ketika ada keinginan berperang karena sudah tidak terbendung sakit hatinya kepada orang kafir, Allah SWT melarang kaum Muslimin melakukan perang (4:77) اوّف ُااك

ْمُكَايإدْيَاأ  yang mesti dilakukan adalah

• Mendirikan shalat

• Menunaikan zakat

(33)

Syarat Konfrontasi

Untuk melakukan konfrontasi diperlukan:

1. Independensi bumi tempat tegaknya Jamaah  Rasulullah terus mencarinya:

• Hijrah ke Habasyah  terlalu jauh

• Hijrah ke Thaif  bukan disambut tapi disambit (dilempar batu)

• Bertemu dengan kabilah-kabilah

• Tidak menerima persyaratan apapun

• Akhirnya ketemu orang-orang Yatsrib

2. Jumlah yang memadai

• 8:65-66  10x atau 2x

• Hadits: 4000 sangat baik, 12.000 tidak terkalahkan

(34)

ُةَلَح ْرَم

إسْي إس

ْأّتلا

Sabar atas Cobaan dan

Gangguan

(

ىَاذ

َ لاااَو إءَلإتْابإلااا ىَلَع ُرْبّصل َااا

)

(35)

Sabar atas Cobaan dan

Gangguan (

إءَلإتْاب

إلااا

ىَلَع ُرْبّصل َااا

ىَاذ

َ لاااَو

)

• Ini adalah salah faktor keberhasilan dalam melindungi Jamaah

• Sabar dan terus meningkatkan kesabaran

• Meredam emosi yang meluap

Kesabaran diperlukan

Untuk membantu ketaatan dan menghindari kemaksiatanKetika melakukan jihad yang berat di jalan Allah

Ketika menghadapi kemenangan musuh

• Ketika menghadapi terlambatnya kemenangan dan panjangnya perjalanan

(36)

Beratnya Penderitaan

• Memang kalau diukur dari segi waktu, penindasan yang

dialami kaum Muslimin di Mekkah tidaklah lama (10 tahun)

• Tapi dilihat dari penderitaan jiwa manusia, menjadi beban yang sangat berat

• Di antara kaum Muslimin bahkan ada yang menjadi syuhada di awal-awal Islam: Yasir dan Sumayyah

• Boikot total terhadap Bani Hasyim (termasuk yang kafir pun kena)

(37)

Tidak Sebanding

• Ketika Khabbab bin Al-Arat mengadu kepada Rasulullah yang sedang berada di bawah Ka’bah, وُعْد َاات َل َااأ اَن َاال ُرإصْنَتْس َااات َل َااأ اَن َاال َاهّللااا (Tidakkah engkau meminta pertolongan (kemenangan) bagi kami, tidakkah engkau berdoa kepada Allah untuk kami?”)

• Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang sebelum kalian, ada laki-laki yang dibuatkan lubang lalu dipendam di dalamnya,

kemudian digergaji dari atas kepalanya sehingga terbelah dua, dan disisir dari sisir besi sehingga menembus daging dan tulangnya, tapi hal itu tidak membuatnya berpaling dari agamanya. Demi Allah, sungguh Allah akan menyempurnakan urusan ini hingga

(38)
(39)

Titik Perubahan (

ُةَطْق ُاان

إ

لّوَحّتلااا

)

• Sebelum ke FASE TAMKIN, kita masuk dulu ke fase antaranya, yaitu HIJRAH

Hijrah merupakan fase penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW

Hijrah disebut sebagai TITIK PERUBAHAN, karena terjadi perubahan besar-besaran kondisi umat Islam setelah hijrah ke Madinah  sebagai PEMBEDA

(40)

Hijrah

Secara bahasa artinya

• Meninggalkan (ُك ْرّتل َااا)

Pindah لْقّنل َااا(ُ ) 29:26

• Seseorang berpisah dengan lainnya ناَسْان(إ إلااا ُةَق َاراَف ُام

ُاه َرْيَغ) baik pisah badan, lisan, ataupun hati (4:34)

Secara istilah adalah memisahkan diri dari negara

kafir ke negara Islam karena takut fitnah

(

ُ

(41)

Dua Macam Hijrah

Hijrah ada dua macam

1.

Hijrah ma’nawiyah atau nafsiyah

ُهّللا ىَهَن اَم َرَجَه ْنَم َرإجاَهُمْلا ّنإإ

ُهْنَع

“Sesungguhnya muhajir (orang yang hijrah) adalah orang yang hijrah dari apa yang dilarang Allah.” (HR. Ahmad)

(42)

Hijrah Ma’nawiyah

Hijrah ma’nawiyah: hijrah dari keadaan yang buruk menuju keadaan yang baik

• Dari jahiliyah menuju Islam

Dari kekafiran menuju imanDari syirik menuju tauhid • Dari batil menuju hak

• Dari kemunafikan menuju istiqamah

• Dari ma’siyat menuju taat

(43)

Hijrah Makaniyah

Hijrah makaniyah ada 3 jenis

1. Untuk keamanan (إةّيإن ْامَل إاال )  bagi orang-orang yang lemah (إءاَفَعّضل إاال): hijrah ke Habasyah (إة َشَبَحْلااا ىَل إااإ)

2. Untuk pengalihan (إءاَجإتْلإل إاال )  bersifat sementara (ٌةَت ّاقَؤ َام): ke Thaif

3. Bersifat Imani (ٌةّيإاناَمْايإاإ)  untuk seluruh kaum Muslimin (إةّما َاعْل إاال), yaitu ke Madinah  untuk mobilisasi (إةَئإبْعّتل إاال), sehingga terbentuk

• Basis masyarakat (ُةّيإعاَمإتْجإلااا ُةَدإعاَقْل َااا )

(44)

Hijrah adalah Kewajiban

Sebelum Fathu Makkah, hijrah ke Madinah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang masuk Islam

• Jika tidak hijrah, maka keimanannya tidak diakui dan tidak ada wala’ (loyalitas) kepada mereka

• 8:72 ada 3 tahapan kewajiban: iman, hijrah, dan jihad

• Sebelum ada perintah hijrah ke Madinah, maka wala’ hanya berdasarkan keimanan

• Setelah turun perintah hijrah, maka keimanan tidak diakui sampai mau hijrah

Setelah turun perintah jihad, maka keimanan dan hijrah

(45)

Orang-orang yang Tidak

Berhijrah

• Di antara kaum Muslimin ada yang tidak ikut hijrah ke Madinah, termasuk Al-Abbas, paman Nabi

• Di antara mereka ada yang dipaksa ikut Perang Badar dan terbunuh oleh pasukan Islam

• Kaum Muslimin memintakan ampun karena dia Muslim, tapi Allah SWT menggolongkannya kedalam orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri (4:97), kecuali orang-orang yang lemah; Rasul SAW selalu mendoakan mereka (4:98)

(46)

ُةَلَح ْرَم

إنْيإكْمّتلا

(47)

Tamkim

• Tamkin yang sering diartikan sebagai pengokohan atau kejayaan, sesungguhnya memiliki beberapa wujudnya • Di antara yang terpenting adalah

1. Tersampaikannya risalah kepada HATI UMAT

(meskipun umat itu kemudian dibantai oleh kuffar seperti ashhabul ukhdud atau tetap eksis)

2. Adanya kekalahan musuh

(48)

Tamkin Nabi Yusuf AS

• Ada yang menarik dari kisah Nabi Yusuf AS, terutama berkaitan

dengan masalah tamkin

• Ada dua ayat yang menyebutkan tamkin di surat Yusuf

1. 12:21 ىَسَع ُاهااَوْث َام يإامإرْكَاأ إاهإاتَاأَرْم إال َرْص إام ْن إام ُاهااَرَت ْاشاا يإذّلااا َلاااَقَو

اًدَلَو ُاهَذإخّت َاان ْوَأ اَنَعَفْن َااي ْنَاأ

إض ْارَ ْلااا ي إااف َفُاسوُي إاال اّنّك َام َكإالَذَكَو

• Bergabungnya Yusuf AS ke istana kemudian diperlakukan dengan sangat baik disebut sebagai TAMKIN

• Karena di sinilah Yusuf AS BELAJAR berinteraksi dengan para penguasa sehingga kelak terbiasa sebagai penguasa

2. 12:56 ُءا َش َااي ُثْيَح ا َاهْن إام ُأّوَبَت َااي إض ْارَ ْلااا ي إااف َفُاسوُي إاال اّنّك َام َكإالَذَكَو

َ

نيإنإسْحُمْلااا َرْجَاأ ُعيإض ُاان َلَو ُءا َش َاان ْن َام اَنإتَمْح َر إااب ُبيإص ُاان

(49)

Janji Kepemimpinan (24:55)

Iman dan Amal Shalih

Khilafah

TAMKIN

(50)

Marhalah Tamkin

• Sesungguhnya tamkin dari Allah sudah terjadi sejak hati-hati

manusia menyambut dakwah Rasul kemudian mewakafkan dirinya untuk Islam

• Saat di Madinah, maka Rasulullah SAW dan para sahabat sampai kepada tahapan tamkin yang kedua

Ada empat penguatan yang dilakukan oleh Rasulullah pada tahapan

(51)

Basis Sosial (

ُةَدإعاَقْل َااا

ُةّيإعاَمإتْج

إلااا

)

• Kebijakan Rasulullah setelah sampai di Madinah

menunjukkan bahwa beliau SAW adalah negarawan sejati

• Apa yang beliau SAW lakukan?

1. Membangun masjid sebagai markaz, di samping sebagai tempat ibadah

2. Mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar

3. Membuat perjanjian Islam antara muhajirin dan anshar

4. Membuat perjanjian dengan orang-orang Yahudi yang dikenal dengan Piagam Madinah

(52)

Basis Wilayah Geografis

(

ُةّيإاض ْار

َ لااا ُةَدإعاَقْل َااا

)

• Rasulullah SAW mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah

• Ini menunjukkan bahwa bumi Madinah benar-benar ada di bawah kekuasaan umat Islam

• Semua kaum Muslimin juga, terutama Anshar yang dahulu terlibat perang panjang antara sesama mereka, sekarang membuka lembaran baru dalam kota yang baru

• Penguasaan umat Islam benar-benar kuat, sehingga tidak ada rumah bangsa Arab kecuali dimasuki oleh Islam

(53)

Kekuatan yang Mampu

Melindungi (

ُة َرإداَقْلااا ُةّوُقْل َااا

إةَياَمإحْلااا

ىَلَع

)

• Setelah turun ayat yang mengijinkan perang (22:39), maka Rasulullah dan para sahabat mempersiapkan diri, terutama akan mengambil rute perdagangan kafir Quraisy

• Rasulullah SAW mengambil dua langkah penting:

1. Mengadakan perjanjian kerjasama atau tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah yang berdekatan dengan jalur perdagangan Makkah ke Syam

(54)

Penataan Negara (

ُمْيإظْن َ

ااات

إةَلْاوّدلااا

)

• Negara baru ini (Madinah) ditata oleh Rasulullah SAW sehingga menjadi negara yang kuat

1. Rasulullah SAW sebagai Imam

• Kalau Rasul SAW keluar Madinah, maka kedudukan beliau

diganti oleh Abdullah bin Ummi Maktum atau Ali bin Abi Thalib

2. Para sahabat, munafikin, orang-orang Yahudi adalah warganegaranya

• Masing-masing memiliki perilaku yang berbeda-beda sehingga diperlakukan berbeda-beda pula

3. Hukum yang mengatur negara adalah Al-Qur’an

(55)

Dakwah Menyeluruh

(

ُةَل إاما ّشلااا ُةَوْعّدل َااا

)

Kedudukan kaum Muslimin bertambah kokoh, terutama setelah

Perang Ahzab yang disebut juga kemenangan tanpa pertempuran

• Setelah Perjanjian Hudhaibiyah, gerak kaum Muslimin makin leluasa

• Rasulullah SAW melakukan dakwah internasional melalui surat-surat yang dikirim ke berbagai pimpinan atau raja

• Setelah Fathu Makkah kedudukan umat Islam makin kokoh

Perang mulai ditujukan kepada orang-orang kafir non-Arab

(Perang Tabuk)

Referensi

Dokumen terkait