• Tidak ada hasil yang ditemukan

By Arthur Daniel Limantara Bambang Subiyanto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "By Arthur Daniel Limantara Bambang Subiyanto"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Proses

Penulisan

(2)

PROSES PENULISAN

Pre-Writing

Writing

(3)

Pre-Writing

Sebelum mulai menulis Anda harus meluangkan

waktu dan cara mengirimkan informasi. Untuk

dapat melakukan ini, harus mempertimbangkan:

a) audiensi dan tujuan (kepada siapa Anda menulis dan

mengapa),

b) nada dan gaya (bagaimana mengirimkan informasi),

c) pengumpulan informasi (brainstorming, analisis

sumber informasi, dll.)

(4)

Writing

Setelah mengumpulkan dan mengatur

informasi, maka bisa mulai menulis draf

pertama. Pada tahap ini, penting untuk

mempertimbangkan bagian-bagian utama

dari teks, pengembangan paragraf dan

koherensi serta konvensi genre.

Merevisi dan mempertimbangkan semua

(5)

Post-Writing

Tahap akhir dari proses penulisan adalah:

a)

merevisi konten dan organisasi,

b)

memeriksa ketepatan tata bahasa

c)

editing untuk gaya dan

d)

proofreading dan peer review.

Langkah-langkah ini akan membantu Anda

melihat adanya ketidakkonsistenan

(6)

Pengamatan

(7)

Serat Limbah

(8)

Topik / judul

OPTIMALISASI STANDART MIX DESAIN

(9)

Latar Belakang Penelitian

Sekarang banyak kondisi konstruksi infrastruktur area parkir

yang pada musim penghujan tidak memadai seperti banyak

genangan air. Genangan air merupakan permasalahan umum

yang terjadi hampir di semua kota besar. Hal ini disebabkan

karena curah hujan yang tinggi, juga karena tertutupnya lahan

yang tidak mampu meresapkan air limpasan hujan ke dalam

tanah.

Genangan air ini lama kelamaan bisa mengakibatkan

rusaknya area parkir yang menggunakan konstruksi paving block.

Dengan adanya fakta-fakta permasalahan tersebut, diperlukan

adanya suatu inovasi terbaru dalam pembangunan infrastruktur,

khususnya pada konstruksi perkerasan area parkir yang ramah

lingkungan. Di mana perkerasan tersebut

tidak hanya berfungsi

sebagai sarana infrastruktur tetapi juga berfungsi sebagai daerah

resapan air.

Inovasi tersebut salah satunya dengan membuat

(10)

Latar Belakang Penelitian

Beton berpori (beton berongga) adalah suatu elemen bahan

bangunan yang dibuat dari campuran agregrat kasar,

semen, air, dan sedikit agregat halus dengan atau tanpa

bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton

tersebut.

Semakin banyaknya

serat limbah berupa serabut dan

tempurung kelapa

, untuk itu peneliti ingin melakukan

penelitian dengan menggunakan serabut dan tempurung

kelapa sebagai bahan campuran untuk membuat paving

block sebagai lapisan perkerasan jalan. Karena diharapkan

nanti menghasilkan beton yang berpori dan ramah

(11)

OPTIMALISASI STANDART MIX DESAIN PAVING

BERPORI BERBAHAN SERABUT DAN TEMPURUNG

KELAPA

Metodologi penelitian yang digunakan mengacu

pada

SNI 03-0691-1996 mengenai Paving Block

.

Beton berpori (beton berongga)

berfungsi sebagai

resapan air ----> didukung saluran drainase yang

baik.

(12)

Paving Block sebagai Resapan Air

(13)

Identifikasi Permasalahan

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Berapa prosentase subtitusi campuran yang di

perlukan untuk mencapai kuat tekan maksimum ?

----> dicoba dengan komposisi hingga 100 % (5 percobaan).

2. Berapa kuat tekan maksimum yang dihasilkan ?

----> uji kuat tekan dan uji kuat lentur.

(14)

Tujuan Khusus Penelitian

Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah mencari

(15)

Target Inovasi

(16)

Urgensi (Keutamaan) Penelitian

(17)

Tujuan Khusus Penelitian

(18)

KAJIAN PUSTAKA

Paving Block

Beton Berpori

Modifikasi Mix Desain Standar

Agregat

Semen

Air

Serabut Kelapa

(19)

KAJIAN PUSTAKA

Kekuatan Beton

Kuat Tekan Beton Berpori

(20)

Paving Block

Bata beton (paving block) merupakan komposisi

campuran antara semen portland atau semen hidrolik

yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air,

dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang

tidak mengurangi mutu bata beton itu. Persyaratan

mutu bata beton harus memenuhi mutu golongan B

yang diperuntukan pelataran parkir dengan sifat

tampak permukaan yang rata, tidak terdapat

retak-retak dan cacat, berukuran tebal minimum 60 mm

dengan toleransi ± 8%. Sifat-sifat fisika mutu bata

beton adalah seperti pada tabel 1:

(SNI 03-0691 1996)

(21)
(22)

DAFTAR PUSTAKA

SNI 03-0691. 1996. “Bata Beton (Paving

(23)

PERSIAPAN PROGRAM BANTU

Mendeley Desktop

Mendeley for Word

Mendeley Add In

Grammarly (Tata Bahasa Inggris)

(24)
(25)
(26)

Mendeley Add in

Chrome

Referensi

Dokumen terkait

Menyiapkan material (semen, metakaolin, agregat halus, agregat kasar, air dan serat aluminium ) dan peralatan yang akan digunakan untuk campuran beton. Menyiapkan

Menurut SK SNI 03-3449-2002 beton yang memakai agregat ringan atau campuran agregat kasar ringan dan pasir alami sebagai pengganti agregat halus ringan dengan ketentuan beton

Beton ringan struktural adalah beton yang menggunakan agregat ringan atau campuran agregat kasar ringan dan pasir alam sebagai pengganti agregat halus ringan dengan ketentuan

Penelitian ini bertujuan pemanfaatan limbah paving sebagai alternatif agregat kasar untuk beton dan meneliti pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan pecahan paving

Berdasarkan hasil penelitian pemakaian limbah beton sebagai pengganti agregat kasar dan halus terhadap kuat tekan beton, dapat di simpulkan bahwa pemakaian limbah

Pada penelitian ini, cangkang kelapa sawit dapat digunakan sebagai pengganti sebagian proporsi dari agregat kasar beton, dimana dengan menggunakan cangkang kelapa

Beton yang memakai agregat ringan atau campuran agregat kasar ringan dan pasir sebagai pengganti agregat halus ringan dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat isi maksimum

Beton ringan struktural adalah beton yang memakai agregat ringan atau campuran antara agregat kasar ringan dan pasir alami sebagai pengganti agregat halus ringan dengan ketentuan tidak