A. Landasan Pendidikan Indonesia
Landasan pendidikan secara singkat dapat dikatakan sebagai tempat bertumpu atau dasar dalam melakukan analisi kritis terhadap kaidah-kaidah dan kenyataan (fakta) tentang kebijakan dan praktik pendidikan.
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakekat pendidikan, yang berusahah menelaah masalah-masalah pokok dalam pendidikan, seperti apakah pendidikan itu , mengapa pendidikan diperlukan, dan apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan.
2. Landasan Sosiologis
Pendidikan merupakan peristiwa social yang berlangsung dalam latar interaksi social. Dikatakan demikian, karena pendidikan tidak dapat dilepaskan dari upaya dan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara individu yang terlibat di dalamnya. Dalam posisi yang demikian, apa yang dinamakan pendidik dan peserta didik, menunjuk kepada dua istilah yang terlihat dari kedudukan dalam interaksi social.
3. Landasan Kultural
Peristiwa pendidikan adalah bagian dari peristiwa budaya. Hal tersebut dikarenakan pendidik dan kebudayaan mempunyai hubungan timbale balik. Kebudayaan dapat dilestarikan dan/ atau dikembangkan dengan jalan mewariskannya dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pendidikan, baik pendidikan informal, nonformal, maupun formal (sekolah).
4. Landasan Psikologis
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia. Oleh sebab itu, landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Landasan psikologis pendidikan terutama tertuju kepada pemahaman manusia, khusuhnyya berkenaan dengan proses belajar manusia.
pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya, pengetahuan tentang aspek-aspek pribadi, urutan dan cirri pertumbuhan setiap aspek, dan konsep tentang cara-cara paling tepat untuk pengembangan kepribadian.
Untuk maksud tersebut, yakni pengembangan kepribadian yang merupakan tugas pendidikan, psikologis menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya, serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi khususnya. Hal tersebut disebabkan setiap individu memilki bakat, minat, kemampuan, kekuatan serta tempo dan irama perkembangan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya adalah tidak mungkin untuk mengharapkan kesamaan antara dua orang individu atau lebih.
5. Landasan Ilmiah dan Teknologi
Pendidikan dengan ilmu pengetahuan teknologi, dan seni atau IPTEK mempunyai kaitan yang sangat erat. Hal tersebut dikarenakan IPTEK menjadi bagian utama dalam pendidikan terutama dalam bentuk pembelajaran. Oleh karena itu, tidak dapat pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan perkembangan IPTEK.
Sementara itu, dewasa ini perkembangan IPTEK sangatlah pesat oleh karena muatan utama dari kegiatan pendidikan adalah IPTEK, maka setiap perkembangan IPTEK harus segera diakomodasi oleh pendidikan yakni dengan segera memasukan hasil pengembangan IPTEK tersebut ke dalam bahan ajar.
6. Landasan Legalistik
B. Asas-asas Pokok Pendidikan Indonesia
Memperlihatkan makna kata, makna antara landasan dengan asas dapat dikatakan mempunyai makna yang hamper bersamaan. Meskipun demikian, dengan memperhatikan Soedomo (1989/1990) dan Tirtaraharja dan Sulo (1994), dapat dikatakan bahwa landasan pendidikan lebih menekankan kepada kajian kritis terhadap kaidah-kaidah dna kenyataan tentang kebijakan dan praktik pendidikan bagi upaya mengembangkan kebijakan dan praktik pendidikan berikutnya. Sedangkan asas pendidikan merupakan tumpuan cara berfikir yang memberikan corak terhadap pendidikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa asas pendidikan lebih memfokuskan perhatian kepada cara penyelenggaraan pendidikan yang dilandasi oleh pemikiran-pemikiran tentang bagaimana layaknya pendidikan diselenggarakan.
1. Asas Tutwuri Handayani
Asas Tutwuri Handayani yang merupakan asas pendidikan Indonesia hingga saat ini, bersumber dari asas Pendidikan Taman Siswa. Asas tutwuri handayani bermakna bahwa setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri dengan kepada tata tertib kehidupan yang umum. Dalam peneyelenggaraan pendidikan dengan asas tersebut berarti bahwa kepada peserta didik diberi kesempatan untuk mandiri. Artinya, dalam kegiatan pendidikan, pendidik bukanlah segaka-galanya, akan tetapi kepada peserta didik diberi kesempatan untuk mencari, mempelajari, dan memecahkan masalah sendiri tanpa selalu harus dicampuri , diperintah, dan bahkan dipaksa. Dengan cara yang demikian, maka kegiatan belajar tidak berpusat kepada guru, akan tetapi berpusat kepada peserta didik sendiri. Dapat dikatakan bahwa asas tutwuri handayani merupakan cikal bakal dari pendekatan atau cara belajar siswa aktif.
2. Asas Belajar Sepanjang Hayat
sepanjang hayat, sehingga dia dapat mempelajari dan menyesuiakan diri sesuai dengan perubahanyang berlangsung.
3. Asas Kemandirian dalam Belajar
Baik asas tutwuri handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung erat kaitannya dengan asas kemandirian dalam belajar. Asas tutwuri handayani pada prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan peserta didik untuk mandiri, termasuk mandiri dalam belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar, sedapat mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan pendidik, namun selalu siap untuk membantu apabila diperlukan.
C. Penerepan Asas-asas Pendidikan dalam Kegiatan Pembelajaran 1. Pendekatan Komunikasi oleh Guru
Dewasa ini masih terdapat kecenderungan bahwa peserta didik masih terikat oleh penggunaan komunikasi satu arah dalam kegiatan pembelajaran dengan mengandalkan metoda ceramah. Dalam komunikasi yang demikian, pendidik menenmpatkan dirinya dalam kedudukan yang lebih tinggi dari peserta didik.
2. Masalah Tujuan Belajar
Pendidikan dan Pembangunan Nasional
A. Konsep Pembangunan sebagai Usaha Perubahan yang Terencana
Banyak muncul pemahaman bahwa pembangunan sering diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi industry, sehingga bermunculan bangunan berupa pabrik-pabrik, jalan-jalan, jembatan serta alat transportasi, komunikasi dan lain-lain. Sedangkan pembangunan manusianya sebagai perencana, pengelola dan pemakai hasil pembangunan tersebut hamper terabaikan, bahkan tidak menjadi salah satu sasaran pembicaraan secara langsung, sehingga pembangunan material yang dilaksanakan tidak sedikit menjadi sia-sia.
Dinyatakan dalam GBHN, hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia, yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan ilmu-pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.
D. Peranan Manusia dalam Pembangunan
Pada saat pakar dan pemikir pembangunan membahas tentang unsure yang paling menentukan berhasilnya pembangunan muncul pendapat yang bervariasi, ada yang menyatakan harus tersedianya sumber daya alam, namun kenyataannya menunjukan Negara yang tidak memiliki sumber daya alam tetap mengalami kemajuan. Tetapi sesungguhnya manusia tersebutlah yang dapat memajukan Negaranya sendiri.
E. Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Nasional
1. Perubahan Pendidikan dalam Pembangunan Perubahan Masyarakat pada Umumnya
F. Hubungan Landasan & Asas Pendidikan dengan Pembangunan Nasional
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting agar tercapainya suatu pembangunan. Karena seperti yang telah dibahas di atas, bahwa kemajuan suatu Negara bukan berdasarkan dari Sumber Daya Alam yang dimiliki oleh suatu Negara tersebut. Bahkan banyka di antara Negara-negara yang justru tidak mempunyai Sumber Daya Alam yang cukup namun Negara tersebut dapat berkembang melebihi Negara yang mempunyai sumber daya alam yang cukup. Sebagai contoh, Negara kita Indonesia tercinta terkenal di dunia luas bahwasanya Indonesia adalah Negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Namun pada kenyataannya pada beberapa tahun terakhir ini Indonesia tercinta hanya bergelar sebagai Negara yang berkembang semata. Dari tahun ke tahun Indonesia hanya bergelar itu-itu saja.
Jika kita telisik lebih jauh, Negara tetangga kita SIngapura yang justru hanya memiliki luas Negara yang hanya beberapa bagian saja dari luas Negara kita tercinta Indonesia. Perkembangan Negara Singapura telah jauh melampaui Negara kita. Dengan hanya sumber daya alam yang terbatas mereka dapat mengembangkan Negaranya semaksimal mungkin.
Seperti yang juga sudah dibahas pada pembahasan sebelumnya, pendidikan adalah kunci dari perbedaan tersebut. Pendidikan sangat diperlukan untuk memajukan sebuah Negara. Negara yang maju adalah Negara yang memiliki jumlah insinyur yang cukup. Sementara yang diketahui sekarang, Indonesia tidak mempunyai cukup banyak insinyur untuk menyokong pembangunan di negaranya sendiri. Meskipun Indonesia mempunyai insinyur, namun kebanyakan dari mereka bekerja untuk Negara asing.
Dari pembahasna sebelumnya juga sudah dijelaskan bahwa, pendidikan (SDM) sangat menentukan kemajuan sebuah bangsa. Begitu pentingnya pendidikan, bahkan manusia yang menggunakan teknologi dari hasil pembangunan tersebut pun haruslah memiliki pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan.