• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tafsir Surat Al A'laa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tafsir Surat Al A'laa"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Tafsir

S

urat

A

L-

A

’LAA

(YANG PALING TINGGI)

Surat Makkiyyah Surat ke-87 : 19 ayat

Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i هللاهمـحر

Publication: 1435 H_2014 M

Tafsir Surat ىَلْأعا

Oleh: Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i هللاهمـحر

Disalin dari kitab Tafsir Ibnu Katsir jilid 8 terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Download > 700 eBook Islam di www.ibnumajjah.com

(2)

Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari al-Barra' bin 'Azib هللا يضر هنأ, di mana dia berkata: "Sahabat Nabi ملسو هيلأ هللا ىلص

yang pertama kali datang kepada kami adalah Mush'ab bin 'Umair dan Ibnu Ummi Maktum. Lalu keduanya membacakan al-Qur-an kepada kami. Kemudian 'Ammar, Bilal, dan Sa'ad datang, setelah itu datang pula 'Umar bin al-Khaththab pada (urusan) yang kedua puluh. Selanjutnya Nabi هيلأ هللا ىلص ملسو datang. Dan aku tidak pernah menyaksikan peduduk Madinah sebahagia ini, sampai-sampai aku menyaksikan anak-anak mengatakan: 'Inilah Rasulullah ملسو هيلأ هللا ىلص

telah datang.' Dan beliau tidak datang sehingga aku membaca,

ـىَلْأَ ْعا

َكّبَر

َمْسا

ِحّبَس

'Sucikanlah Nama

Rabb-mu Yang Paling Tinggi,' di beberapa surat yang semisalnya."

Dan dalam kitab ash-Shahihain juga disebutkan bahwa Rasulullah ملسو هيلأ هللا ىلص pernah bersabda kepada Mu'adz

يضر هللا

هنأ :

َلَه

ِحّبَسِب َتْيّلَص

َمْسا

َكّبَر

ىَلْأَ ْعا

ِسْم ّشلاَو

ِلْيّللاَو اَهاَحُضَو

اَذِإ

ى َشْغَي

"Mengapa engkau tidak mengerjakan shalat dengan membaca: "Sabbihisma Rabbikal A'laa atau wasy syamsi

(3)

Imam Ahmad meriwayatkan dari an-Nu'man bin Basyir

يضر هللا

هنأ bahwasanya Rasulullah ملسو هيلأ هللا ىلص dalam shalat dua hari raya 'led membaca, Sabbihisma Rabbikal

A'laa dan hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah. Dan jika

bertepatan dengan hari Jum'at, maka beliau membaca kedua-duanya.

Demikianlah hadits yang terdapat di dalam kitab Musnad al-Imam Ahmad. Dan telah diriwayatkan pula oleh Muslim di dalam kitab Shahihnya, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa-i.

Dan Imam Ahmad telah meriwayatkan di dalam Musnadnya, dari hadits Ubay bin Ka'ab, 'Abdullah bin 'Abbas, 'Abdurrahman bin Abza, dan 'Aisyah Ummul Mukminin يضر

هللا

مهنأ , bahwa Rasulullah ملــسو هيلأ هللا ىلــص dalam shalat Witir pernah membaca surat Sabbihisma Rabbikal A'laa, Qul

yaa ayyuhal kaafiruun, dan Qul Huwallaahu Ahad. 'Aisyah

(4)

QS. AL-A’LAA AYAT 1-13

- Perintah Mensucikan Allah Yang Mahatinggi - Allah Mengetahui yang Terang dan Tersembunyi

ِ مْسِب

ِهّللا

ِنَمْحّرلا

ِ ميِحّرلا

(5)

اَهُبّنَجَتَيَو

ىَق ْشعا

يِذّلا

ىَلْصَي

َراّنلا

ىَرْبُكْلا

ّمُث

ل

ُتوُمَي

اَهيِف

لَو

اَيْحَي

1. Sucikanlah Nama Rabb-mu Yang Mahatinggi,

2. yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman.

6. Kami akan membacakan (al-Qur-an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa,

7. Kecuali jika Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

8. Dan Kami akan memberimu taufiq kepada jalan yang mudah.

9. Oleh karena itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

10. Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

11. orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. 12. (Yaitu) orangyang akan memasuki api yang besar

(6)

13. Kemudian dia tidak mati di alamnya dan tidak (pula) hidup. (QS. Al-A’laa/87: 1-13)

Imam Ahmad berkata, telah meriwayatkan kepada kami Abu 'Abdir-rahman, beliau berkata, telah mengabarkan kepada kami Musa, yakni Ibnu Ayyub al-Ghafiqi, pamanku, lyas bin Amir memberitahu kami, aku pernah mendengar 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani هنأ هللا يضر berkata, ketika ayat:

حّبَسَف

ِ مْساِب

َكّبَر

ـمْيِظَعـلا

turun, maka Rasulullah هللا ىلص

هيلأ

ملسو bersabda kepada kami:

ـاَهْوُلَعْجا

ْيِف

ْمُكِأْوُكُر

"Bacalah bacaan itu di dalam ruku' kamu."

Dan ketika turun ayat,

ىَلْأَ ْعا

َكّبَر

َمْسا

ِحّبَس

maka beliau bersabda:

ـاَهْوُلَعْجا

ْيِف

ْمُكِدْوُجُس

"Bacalah bacaan itu di dalam sujud kalian." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Dan firman Alah Ta'ala,

ىّوَسَف

َقَلَخ

يِذّلا

"Yang

menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya)."

(7)

Firman-Nya,

ىَدَهَف

َرّدَق

يِذّلاَو

"Dan yang menentukan

kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk." Mujahid

mengatakan: "Memberi petunjuk kepada manusia jalan menuju kesengsaraan dan jalan menuju kebahagiaan, serta memberikan petunjuk kepada binatang ternaknya untuk pergi ke tempat penggembalaannya."

Dan firman Allah Ta'ala,

ـىَأْرَمْلا

َجَرْخ

َأ

يِذّلاَو

"Dan yang

menumbuhkan rumput-rumputan." Yakni, yang terdiri dan

seluruh tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman.

ءاَثُغ

ُهَلَعَجَف

ىَوــْحَأ

"Lalu dijadikan-Nya rumput-rumputan itu kering

kehitam-hitaman." Ibnu 'Abbas mengatakan: "Yakni kering dan mengalami perubahan."

Firman-Nya lebih lanjut,

َكُؤِرْقُنَس

"Kami akan

membacakan (al-Qur-an) kepadamu," hai Muhammad,

َلَف

ى َــسنَت

"Oleh karena itu, kamu tidak akan lupa," yang demikian itu merupakan pemberitahuan dari Allah Ta'ala sekaligus janji dari-Nya untuk beliau, bahwa Dia akan membacakan suatu bacaan kepada beliau yang beliau tidak akan lupa terhadapnya.

ُهّللا

ءا َش

اَم

ّلِإ

"Kecuali jika Allah

menghendaki." Dan itulah yang menjadi pilihan Ibnu Jarir.

Dan Qatadah هللا همحر mengatakan: "Rasulullah هيلأ هللا ىلص ملــسو tidak pernah melupakan sesuatu kecuali apa yang

(8)

yang dimaskud dengan firman-Nya,

ىَسنَت

َلَف

"Oleh karena

itu, kamu tidak akan lupa," merupakan tuntutan. Dan

mereka yang berpendapat demikian menjadikan makna pengecualian ini termasuk ke dalam nasakh. Dengan pengertian lain, engkau tidak akan lupa terhadap apa yang telah Kami bacakan kepadamu, kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dihilangkan, sehingga tidak ada dosa bagimu jika engkau meninggalkannya.

Dan firman-Nya,

ىَفْخَي

اَمَو

َرْهَجْلا

ُمَلْعَي

ُهّنِإ

"Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang

tersembunyi." Yakni, mengetahui yang ditampakkan dan

disembunyikan oleh hamba-hamba-Nya, baik itu dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Tidak ada sesuatu dari semuanya itu yang tersebunyi dari-Nya.

Serta firman-Nya,

ىَرْسُيْلِل

َكُرّسَيُنَو

"Dan Kami akan

memberimu taufiq kejalan yang mudah. "Kami akan

memberikan kemudahan kepadamu untuk berbagai perbuatan dan ucapan baik, serta membuatkan untukmu jalan yang penuh kemudahan dan toleransi lagi lurus dan seimbang, tanpa adanya kebengkokan, rintangan dan kesulitan padanya.

Juga firman-Nya,

ىَرْكّذلا

ِتَعَفّن

نِإ

ْرّكَذَف

"Oleh sebab

itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat."

(9)

ambil tata krama dalam menyebarkan ilmu, yaitu tidak boleh meletakkannya tidak pada tempatnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Amirul Mukminin 'Ali هنأ هللا يضر: "Tidaklah engkau menyampaikan suatu hadits kepada suatu kaum yang tidak dapat dicerna oleh akalnya melainkan hanya akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka." Dan dia juga mengatakan: "Ajaklah orang-orang berbicara mengenai apa yang mereka ketahui, apakah kalian suka mereka akan mendustakan Allah dan Rasul-Nya?"

Dan firman Allah Ta'ala,

ى َشْخَي

نَم

ُرّكّذَيَس

"Orang yang

takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran." Maksudnya,

orang yang hatinya merasa takut kepada Allah dan mengetahui bahwa dia akan bertemu dengan-Nya, hai Muhammad akan mengambil pelajaran dari apa yang engkau sampaikan.

ّمُث .ىَرْبُكْلا

َراّنلا

ىَلْصَي

يِذّلا .ىَق ْشَ ْعا

اَهُبّنَجَتَيَو

َل

ُتوــُمَي

اَهيِف

َلَو

ىَيْحَي

"Orang-orang yang celaka (kafir)
(10)

meriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri هنأ هللا يضر, dia berkata: "Rasulullah ملسو هيلأ هللا ىلص bersabda:

اّمَأ

َلْهَأ

ِراّنلا

َنْيِذّلَا

مُه

اَهَلْهَأ

ْمُهّنِإَف

َل

َنْوُتْوُمَي

اَهْيِف

َلَو

َنْوَيْحُي

ْنِكَلَو

ٌساَن

ُأ

ْوأ

-أمَك

ُمُهُبْي ِ

ــــصُت -َلاــــَق

ُراّنلا

ْو

َأ -مِهِبْوُنُذــــِب

مُهُتْيِمُيَف -مُهَياَطَخِب

ًةَتاَمِإ

ىّتَح

اَذِإ

اْوُرَص

اًمْحَف

َنِذُأ

يِف

ِةَأاَف ّ

ـــشلا

ُءْىِجَف

ْمِهِب

ٌرِئاَبَض

اْوّثُبَف

ىَلَأ

ِراَهْن

َأ

ِةّنَجـْلا

اَي ـ:ُلاَقَيَف

ُلْهَأ

ِةَنَجـــْلا

اْو ُــضِفَأ

ْمِهْيَلَأ

َنْوــُتُبْنَيَف

َتاــَبَن

ِةّنَجـــْلا

ُنْوُكَت

ْيِف

ِلْيِمَح

ِلْيّسلا

(11)

dikatakan: 'Wahai para penghuni Neraka, alirkanlah/siramkan air kepada mereka.' Sehingga tumbuhlah mereka seperti tumbuhnya biji-bijian yang berada di bawah aliran air.'

(12)

QS. AL-A’LAA AYAT 14-19

- Beruntunglah Orang-orang yang Membersihkan Diri - Kehidupan Akhirat adalah Lebih Baik dan Lebih Kekal

ْدَق

َحَلْفَأ

ْنَم

ىّكَزَت

َرَكَذَو

َمْسا

ِهّبَر

ىّلَصَف

ْلَب

َنوُرِثْؤُت

َةاَيَحْلا

اَيْنّدلا

ُةَرِخخاَو

ٌرْيَخ

ىَقْبَأَو

ّنِإ

اَذَه

يِفَل

ِفُحّصلا

ىَلوعا

ِفُحُص

َميِهاَرْبِإ

ىَسوُمَو

14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

15. dan dia ingat Nama Rabb-nya, lalu dia shalat.

16. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kebidupan duniawi.

17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

18. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam Kitab-Kitab terdahulu,

(13)

Allah Ta'ala berfirman,

ىّكَزـــــَت

نَم

َحَلْفَأ

ْدـــــَق

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan

diri." Maksudnya, membersihkan diri dari akhlak tercela dan

mengikuti apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya يضر هللا

هنأ .

َرَكَذَو

َم ْــسا

ِهّبَر

ىّل َــصَف

"Dan dia mengingat Nama

Rabb-nya, lalu dia shalat." Yakni, mengerjakan shalat pada

waktunya dengan tujuan mencari keridhaan Allah dan dalam rangka mentaati perintah-Nya serta menjalankan syari'at-Nya.

Saya katakan bahwa kami telah meriwayatkan dari Amirul Mukminin 'Umar bin ' Abdil 'Aziz هللا همحر, di mana dia telah memerintahkan orang-orang untuk mengeluarkan zakat fithrah dan membacakan ayat ini:

.ىّكَزَت

نَم

َحَلْفَأ

ْدَق

َرـــَ كَذَو

َم ْ

ـــسا

ِهّبَر

ىّل َ

ـــصَف

"Sesungguhnya beruntunglah

orangyang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia

ingat Nama Rabb-nya, lalu dia shalat."

Kemudian Allah Ta'ala berfirman,

َةاَيَحْلا

َنوُرِثْؤُت

ْلَب

(14)

seorang yang berakal akan mengutamakan suatu hal yang fana atas yang abadi serta hanya memperhatikan hal-hal yang akan hilang dengan cepat dan tidak memperhatikan hal-hal yang ada di alam kekal abadi.

Dan firman Allah Ta'ala,

.ىَلوُ ْعا

ِفُحّصلا

يِفَل

اَذَه

ّنِإ

ِفُح ُــص

ـَميِهاَرــْبِإ

ى َــسوُمَو

"Sesungguhnya ini benar-benar

terdapat dalam Kitab-Kitab terdahulu, (yaitu) Kitab-Kitab

Ibrahim dan Musa." Ibnu Jarir هللا همحر memilih bahwa yang

dimaksud dengan firman-Nya itu bahwa yang demikian itu merupakan isyarat kepada firman-Nya,

.ىّكَزَت

نَم

َحَلْفَأ

ْدَق

َرَكَذَو

َمْسا

ِهّبَر

ْلَب .ىّلَصَف

َنوُرِثْؤُت

َةاــَيَحْلا

ُةَرــِخ ْخاَو .اَيْنّدــلا

ٌرـــْيَخ

ىَقْبَأَو

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang

membersihkan diri, dan dia ingat Nama Rabb-nya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan

lebih kekal." Kemudian Dia berfirman,

اَذَه

ّنِإ

"Sesungguhnya ini," yakni kandungan firman ini,

يِفَل

ِفُح ّــصلا

ِفُح ُــص .ىَلوُ ْعا

َميِهاَرــْبِإ

ى َــسوُمَو

"Benar-benar

Referensi

Dokumen terkait

Dan di Bulan Oktober dimana kita menyambut hari Reformasi, maka memulai suatu kegiatan baru yaitu mengajak dan menghimbau seluruh anggota jemaat yang sudah dan belum membaca

Meskipun hasil penelitian mampu membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat NPF pembiayaan mudharabah dan pembiayaan musyarakah terhadap tingkat

Karena motif intrinsik adalah sebuah motif yang tidak mudah berubah dikarenakan berada di dalam diri manusia tersebut selain itu motif intrinsik dapat lebih tahan dalam

Selanjutnya terkait hasil uji empiris atau hasil implementasi perangkat pembelajaran di kelas, diperoleh temuan-temuan: (a) Penerapan pembelajaran bertanya (LBQ)

Gottfredson dan Hirschi (dalam Sabir, 2007) menyatakan bahwa individu dengan kontrol diri yang rendah cenderung akan bersifat impulsif, tidak peka, bahkan bisa terlibat

Menurut Muhammad Farhat, jika semua masyarakat muslim menerima hukum yang diputuskan oleh majoriti ulama melalui akademi fiqh, badan fatwa atau seminar hukum sebagai suatu

 Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian.  Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah busi.  Memeriksa dan membersihkan kabel

Shertzer dan Stone (dalam Romlah, 2001) mendefinisikan bimbingan kelompok adalah kegiatan layanan dari guru pembimbing untuk membantu siswa agar dapat mengambil keputusan yang