• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Lokasi dan Keruangan Critical Re

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisa Lokasi dan Keruangan Critical Re"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Analisa Lokasi & Keruangan | ii KATA PENGANTAR

Puji Syukur Pertama-tama dan sudah sepatutnya kita ucapkan atas kehadirat Tuhan

yang maha esa karena berkat limpahan rahmat dan ridho-nya lah. Tugas I Critical Review Mata Kuliah Analisa Lokasi Dan Keruangan Yang Mengambil Judul “Critical Review : kecenderungan pemilihan lokasi pemukiman berdasarkan analisis multikriteria di Kota

Manado”. Ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pengajar mata kuliah analisa dan keruangan, yaitu :

1. Bapak Arwi Yudhi Koswara, ST. MT. dan ibu Vely Kukinul Siswanto, ST. MT.

MSc. Selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah.

2. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas critical review.

Tak lupa juga kami sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam terselesaikannya makalah ini yang tidah dapat saya sebutkan

satu persatu. Penyusun berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.

Demikian beberapa kata yang penyusun tulis untuk mengantar para pembaca menjelajahi makalah ini. Kami sebagai penyusun hanyalah manusia biasa yang tentu tak luput dari kesalahan. Kritik dan saran sangat saya butuhkan demi tercipta yang sesuatu ilmu yang

lebih baik. Jika terdapat banyak kesalahan dalam makalah ini, saya sebagai penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Surabaya, 10 Maret 2016

(3)

Analisa Lokasi & Keruangan | iii DAFTAR ISI

kata Pengantar... ii

Daftar Isi ... iii

Daftar Tabel ... iv

Daftar Gambar ... iv

Bab I Pendahuluan ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan & Manfaat... 2

Bab Ii Tinjauan Landasan Teori ... 3

2.1 Konsep Dasar Teori Lokasi ... 3

2.2 Dasar Teori Jurnal Menurut Studi Kasus ... 3

2.2.1 Evaluasi Kesesuaian Lahan ... 3

2.2.2 Multikriteria Analisis / Multi Criteria Decision Making (MCDM) ... 4

2.2.2.1 Bentuk Mcdm ... 5

2.2.2.2 Penyelesaian MCDM ... 5

2.2.2.3 Metode Mcdm ... 5

2.2.2.4 Metode Technique For Order Preference By Similarity To Idea Solution (Topsis) 6 2.2.2.5 Metode Saw ... 7

Bab Iii Pembahasan ... 8

3.1 Alasan Pemilihan Lokasi ... 8

3.2 Alur Berpikir Penelitian ... 9

3.3 Faktor-Faktor Lokasi ... 9

3.4 Hasil Analisa Perhitungan Kriteria ... 11

3.5 Hasil Implikasi Teori Terhadap Lokasi Yang Dipilih ... 12

3.6.1 Implikasi Metode Evaluasi Kesesuaian Lahan ... 12

3.6.1 Implikasi Multiple Criteria Decision Making (MCDM) ... 13

Bab Iv Kesimpulan ... 14

4.1 Kesimpulan Jurnal ... 14

4.2 Lesson Learned Critical Review ... 14

Daftar Pustaka ... 16

(4)

Analisa Lokasi & Keruangan | iv DAFTAR TABEL

Tabel 1. Matriks Evaluasi ... 5

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Tahapan Proses Evaluasi Kesesuaian Lahan ... 3

Gambar 2. Klasifikasi metode multiatribute ... 6

Gambar 3. Responden Berdasarkan Wilayah Penelitian ... 8

Gambar 4.Bagan alur pelaksanaan penelitian ... 9

Gambar 5. Hubungan antara kriteri umum dan kriteria khusus ... 10

Gambar 6.Hasil penentuan bobot responden berdasarkan criteria khusus... 11

Gambar 7.Penyelesaian TOPSIS semua responden berdasarkan lokasi ... 11

(5)

Analisa Lokasi & Keruangan | 1

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Penentuan lokasi dtentukan oleh beberapa landasan teori. Salah satunya teori lokasi adalah berupa ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu

yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta pengaruhnya terhadap kegiaatan, baik yang bersifat ekonomi atau sosial. Dalam dunia nyata, kondisi dan

potensi setiap daerah berbeda dan memengaruhi kondisi dari penentuan lokasi. Analisis lokasi dapat dikembangkan untuk mengetahui bagaimana suatu lokasi yang memiliki potensi

terhadap batas wilayah pengaruhnya. Analisis dan teori yang berkaitan lokasi tidak terlalu berkembang, namun keberadaanya sudah ada sejak abad ke-19. (Tarigan,2005).

Dalam jurnal yang direview menjelaskan terkait pengembangan pemukiman bagi

individu memerlukan suatu pengidentifikasian lahan dan lokasi sebagai kegiatan yang penting dalam proses perencanaan dan pembangunan. Pemukiman adalah salah satu kebutuhan

utama perkotaan yang wajib dipenuhi di dalam suatu wilayah. Karena itu saat ini pengembangan penyediaan pemukiman marak dilakukan, baik oleh pemerintah maupun

swasta/developer. Kriteria lahan tinggal untuk masing-masing stakeholder bisa berbeda-beda, dari pihak lingkungan hidup akan sangat menekankan pada lingkungan, berbeda halnya dengan pihak developer (pengusaha) yang lebih menekankan pada profit. Setiap individu memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, individu

tersebut juga memiliki pandangan, kriteria dan pilihan yang berbedabeda untuk menentukan lahan pemukimannya.

Dari beberapa penjelasan diatas, maka critical review dijelaskan di dalam jurnal ilmiah sains yang berjudul : “kecenderungan pemilihan lokasi pemukiman berdasarkan analisis

multikriteria di kota manado” penulis memilih Kota Manado sebagai studi kasus dengan

menggunakan metode analisis multikriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM) untuk menunjang pemilihan lokasi permukiman berdasarkan kriteria yang ada. Metode tersebut

ditunjang dengan metode penjumlahan terboboti / Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Jarak Terdekat ke Titik Ideal / Technique for Order Preference by Similarity to Idea Solution (TOPSIS) yang saling melengkapi satu sama lain.

Dijelaskan bahwa berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang

dikaji dalam penelitian ini, yaitu bagaimana memilih lokasi pemukiman yang layak bagi setiap individu dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang muncul berdasarkan latar belakang

sosial-ekonomi individu yang berbeda. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengurutan lokasi pemukiman dan menetapkan

(6)

Analisa Lokasi & Keruangan | 2 1.2 TUJUAN & MANFAAT

Dalam penyusunan tugas critical review ini bertujuan memberikan pemahaman terhadap implikasi teori-teori lokasi terhadap fenomena lokasi dan keruangan yang terbentuk

dalam wilayah dan kota. Serta menjelaskan beberapa pengertian tentang teori dan konsep lokasi berbagai kegiatan, dan mampu mempergunakan berbagai teknik dan metode analisis untuk mengkaji kecenderungan lokasi kegiatan-kegiatan. Critical review ini juga memberikan manfaat berupa pemahaman sebagai berikut :

1) Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian teori lokasi dan kedudukannya dalam

perencanaan wilayah dan kota

2) Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan dalam analisis lokasi beberapa komponen kegiatan kota dan wilayah seperti perumahan, pemerintahan, industri,

komersial, fasilitas sosial dan ekonomi

(7)

Analisa Lokasi & Keruangan | 3

BAB II. TINJAUAN LANDASAN TEORI

2.1 KONSEP DASAR TEORI LOKASI

Secara umum konsep dasar dari teori lokasi yaitu membahas pertanyaan penting tentang Siapa (Perusahaan, Individu, Pemerintah) yang memproduksi barang atau jasa

tertentu pada Lokasi yang mana, dan Mengapa memilih lokasi tersebut. Serta banyak kebijakan pemerintah yang melibatkan upaya untuk mengalihkan/mengarahkan kegiatan

produksi, yang pertama harus diteliti adalah dasar keputusan-keputusan lokasi awal untuk memahami dampak insentif yang dapat mengubah pola lokasi.

2.2 DASAR TEORI JURNAL MENURUT STUDI KASUS

2.2.1 EVALUASI KESESUAIAN LAHAN

Dalam penentuan lokasi permukiman di Kota Manado. Dilakukannya pendekatan landasan teori penentuan lokasi yang berdasarkan dari evaluasi kesesuaian lahan dilakukan untuk melihat pembangunan yang tepat dilakukan dalam

sebuah lahan, yang secara umum mengacu pada atribut lokasi. Lahan tersebut masing-masing memiliki karakter khusus yang harus disesuaikan dengan atribut lokasi

yang ada (Malezewski, 2003). Evaluasi kesesuaian lahan terbagi menjadi 2 fase yaitu:

1) Fase penyaringan, dimana pada fase ini lokasi yang ditolak pembangunannya; entah diakibatkan oleh suatu pertimbangan, peraturan, atau faktor lainnya; dieliminasi atau ditiadakan.

2) Fase evaluasi, dimana lokasi yang telah diterima disusun tingkat kesesuaiannya berdasarkan kebutuhan.

Evaluasi kesesuaian lahan yang dilakukan terhadap penelitian jurnal ini adalah untuk melihat lahan yang potensial untuk dijadikan sebagai lahan pemukiman. Ada

beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengidentifikasi dan mengukur proses evaluasi kriteria antara lain :

Gambar 1. Tahapan Proses Evaluasi Kesesuaian Lahan

Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143

Dari tahapan evaluasi kesesuaian lahan dilakukan langkah-langkah metode perhitungan diantaranya sebagai berikut :

(1) Identifikasi kriteria yang

relevan

(2) Standarisasi

nilai performance

(3) Pengukuran

bobot nilai

(3) Pengukuran

(8)

Analisa Lokasi & Keruangan | 4

1) Pengambilan data, dimana dalam penelitian ini data yang diambil

berasal dari dua narasumber yaitu data terhadap responden yang bertempat tinggal di Manado dan data lokasi pemukiman berdasarkan

kriteria khusus..

2) Pencocokan data yaitu antara nilai rata-rata responden untuk kriteria khusus dengan kriteria khusus lokasi pemukiman yang memenuhi

syarat. Hasilnya akan didapatkan nilai kriteria (Xij) yang dapat disusun

dalam sebuah tabel.

3) Pembobotan data-data yang ada sehingga didapati 2 nilai yaitu nilai bobot ( W ) dan nilai kriteria yang kemudian dihitung menggunakan

metode MCDM.

Nilai bobot adalah nilai yang menggambarkan kepentingan suatu kriteria dibanding kriteria lainnya. Semakin tinggi nilai bobot suatu kriteria, maka semakin

besar pula tingkat kepentingan kriteria tersebut. Seluruh nilai bobot bila ditotalkan harus berjumlah 1 untuk seluruh kriteria.

2.2.2 MULTIKRITERIA ANALISIS / MULTI CRITERIA DECISION MAKING (MCDM)

Multi-Criteria Decision Making (MCDM) atau pengambilan keputusan yang didasarkan banyak kriteria merupakan sebuah metode atau prosedur yang

memproses banyak kriteria yang bertentangan untuk dapat digabungkan menjadi sebuah proses perencanaan. Atau dengan kata lain dapat juga didefinisikan menjadi mengukur dan mengintegrasikan atribut yang bervariasi untuk menjawab suatu tujuan.

Multiple Criteria Decision Making (MCDM), mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyaknya pilihan, dan biasanya mengandung kriteria yang saling bertentangan satu sama lain. Menurut

(9)

Analisa Lokasi & Keruangan | 5

2.2.2.1 BENTUK MCDM

Untuk memudahkan penilaian kriteria yang bertentangan, maka kriteria tersebut digambarkan ke dalam bentuk matriks keputusan sehingga

mempermudahkan sistem skoring / penilaian. Sebuah masalah MCDM dapat digambarkan dengan menggunakan sebuah matriks keputusan. Anggap terdapat m alternatif yang berhubungan dengan n atribut, sehingga sebuah

matriks keputusan akan berukuran m x n dengan masing-masing elemen Yij. Dimana di tabel 1 yang dilampirkan pada jurnal, terdapat matriks keputusan

dengan masing-masing atribut ( i ) berupa responden yang bertempat tinggal

di Kota Manado dan alternatif ( j ) berupa data lokasi pemukiman di Kota Manado.

Tabel 1. Matriks Evaluasi

Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143

2.2.2.2 PENYELESAIAN MCDM

Berdasarkan sifat penyelesaiannya menurut (Hwang dan Yoon,

1981). Penyelesaian MCDM dibedakan atas dasar : (a) penyelesaian ideal, (b) penyelesaian non dominasi, (c) penyelesaian memuaskan, (d) penyelesaian terpilih.

2.2.2.3 METODE MCDM

Menurut jurnal metode MCDM terbagi atas dua metode MCDM,

yaitu compensatory dan non- compensatory (Hwang dan Yoon, 1981). Kedua metode tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sub-bagian sesuai dengan

kebutuhan penelitian yaitu metode compensatory dengan memadukan metode SAW untuk scoring serta TOPSIS untuk compromising. metode ini

(10)

Analisa Lokasi & Keruangan | 6

1) Menentukan tujuan yang relevan

2) Menentukan alternatif-alternatif untuk dievaluasi

3) Menentukan atribut yang relevan untuk mengevaluasi alternatif dan

menentukan nilai diluar jangkauan atribut individu.

4) Merangking dan mendapatkan bobot (yang telah dinormalkan) untuk atribut kepentingan relatif.

5) Menskor masing-masing atribut dari setiap alternatif. Setiap alternatif i dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor deskripsi pada atribut j yang

berbeda. Xi = (xi,1; xi,2; ... ; xi,j; ... ;xi,n)

6) Menghitung kegunaan multiatribut dari beragam pilihan, dengan menggunakan kedua metode skoring

7) Menyediakan analisis pasca evaluasi dan kemudian menentukan alternatif mana yang terbaik

Gambar 2. Klasifikasi metode multiatribute

Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143

2.2.2.4 METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY

SIMILARITY TO IDEA SOLUTION (TOPSIS)

Metode ini digunakan untuk menentukan lokasi pemukiman berdasarkan jarak terdekat ke titik ideal. Langkah-langkah yang dilakukan

dalam metode ini adalah sebagai berikut:

1) Menghitung standarisasi skor normal ( � ) dengan rumus :

Dimana adalah nilai kriteria yang didapatkan melalui evaluasi

(11)

Analisa Lokasi & Keruangan | 7

2) Menghitung rating bobot normal ( ) dengan rumus:

= .

,

dimana adalah nilai bobot yang didapatkan dari evaluasi kesesuaian

lahan

3) Pengidentifikasian penyelasaian positif ideal dan negatif ideal, dimana positif ideal (A+) adalah penggabungan semua kriteria terbaik yang dicapai

sedangankan negatif ideal (A-) adalah penggabungan semua kriteria

terjelek yang dicapai.

4) Mencari jangkauan masing-masing kriteria dari penyelesaian ideal positif

(A+) dan negatif (A-) dengan memberikan jarak ruang dimensi n Euclidean

dalam rumus sehingga dihasilkan �+ dan �− :

5) Menghitung indeks penyelesaian ideal positif dengan rumus :

Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan responden bisa didapatkan

dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan kriteria-kriteria yang

mendukung lokasi pemukiman tersebut.

2.2.2.5 METODE SAW

Dalam jurnal dijelskan bahwa Metode SAW didapatkan dengan menjumlahkan semua nilai rating bobot normal untuk satu lokasi berdasarkan semua kriteria yang ada. Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan

responden bisa didapatkan dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan

kriteriakriteria yang mendukung lokasi pemukiman tersebut.

Hasil dari penggunaan kedua metode tersebut akan dibuat generalisasi

peringkat dengan mengambil jumlah peringkat dari kedua metode tersebut (Jankowski, 1988). Dihasilkan nilai terkecil jumlahan rangking dari kedua metode

(12)

Analisa Lokasi & Keruangan | 8

BAB III. PEMBAHASAN

3.1 ALASAN PEMILIHAN LOKASI

Lokasi yang dipilih penulis sebagai objek penelitian adalah 7 lokasi pemukiman yang

terdapat di Kota Manado. Pemukiman tersebut diantaranya adalah CBSA Gold Estate, Green Garden, Star of Paniki, Villa Mutiara, Lembah Nyiur Kairagi Mas yang terletak di Kecamatan

Mapanget; Telkom Mas di Kecamatan Maumbi; dan Citra Land di Kecamatan Pineleng. Ketujujuh lokasi pemukiman tersebut dipilih secara acak, dimana ketujuh lokasi tersebut

merupakan area perumahan baru di Kota Manado yang memiliki berbagai kesamaan terutama dari aspek ekonomi. Kecenderungan lokasi pemukiman di kota Manado didasarkan

terutama pada faktor ‘harga rumah’. Hal ini ditunjukkan oleh responden umum, responden

berpendapatan kelas bawah dan responden kelas atas pada nilai pembobotan yang dilakukan sebelum memasuki metode TOPSIS dan SAW

Gambar 3. Responden Berdasarkan Wilayah Penelitian Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.144

Sedangkan lokasi pemilihan responden diambil secara acak dari berbagai lokasi pemukiman yang tersebar di Kota Manado diantaranya: Malalayang, Satrio, Telling,

Tuminting, Tikala, dan Winangun. Banyaknya responden yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 80 responden yang tersebar di berbagai lokasi di kota Manado. Dengan perbandingan sebagai berikut; 16 responden di Malalayang, 15 responden di Sario (Kampus),

14 responden di Teling, 8 responden di Tuminting, 12 responden di Tikala dan 15 responden

di Winangun. Sedangkan objek amatan untuk lokasi perumahan sebanyak 7 perumahan yang baru diambil secara sengaja, dengan memperhatikan kesamaan dari sisi ekonomi.

Dimana lokasi asal responden tersebut dipilih secara acak agar responden yang ada

(13)

Analisa Lokasi & Keruangan | 9

tersebut maka didapatkan data responden dengan lokasi pemukiman tersebar dengan nilai

tengah pendapatan berdasarkan tingkat pendidikan yang beragam.

3.2 ALUR BERPIKIR PENELITIAN

Dalam penelitian ini data yang telah ada, kemudian akan diolah dengan menggunakan bantuan komputer yang menggunakan software spread sheet Excel XP, dan prosedur. Dengan landasarn dasar teori mengunakan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) secara Keseluruhan.

Gambar 4.Bagan alur pelaksanaan penelitian Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.146

3.3 FAKTOR-FAKTOR LOKASI

Dari data-data tersebut kemudian diolah berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan

oleh penulis. Kriteria tersebut terbagi menjadi dua yaitu kriteria umum dan kriteria khusus. Kriteria umum yang ditentukan penulis untuk menentukan kecenderungan pemilihan lokasi

pemukiman di Kota Manado Berikut adalah faktor-faktor lokasi berupa variable yang menjadi kriteria umum pada penelitian:

1) Kemudahan untuk mendapatkan transportasi dan pelayanannya 2) Akses ke tempat hiburan

3) Ekonomi

(14)

Analisa Lokasi & Keruangan | 10

Berdasarkan 4 kriteria tersebut kemudian terbagi lagi menjadi beberapa kriteria khusus

untuk memperdetail penelitian. Untuk kemudahan pelayanan transportasi, kriteria khusus yang ditentukan adalah waktu tempuh menuju jalan utama; waktu tempuh menuju pusat kota;

dan dekatnya layanan transportasi. Untuk akses menuju tempat hiburan, kriteria khusus yang ditentukan adalah dekat dengan kawasan pariwisata pantai serta dekat dengan bioskop 21.

Untuk sosial ekonomi, kriteria khusus yang ditentukan adalah harga rumah dan cicilan rumah. Sedangkan untuk fasilitas layanan umum, kriteria khusus yang ditentukan adalah

dekat supermarket, dekat rumah sakit, dan dekat dengan sarana pendidikan UNSRAT. Berikut adalah hubungan yang lebih jelas antara 4 kriteria umum dan 10 kriteria khusus. :

Gambar 5. Hubungan antara kriteri umum dan kriteria khusus

(15)

Analisa Lokasi & Keruangan | 11 3.4 HASIL ANALISA PERHITUNGAN KRITERIA

Dari hasil perhitungan analisis yang menggunakan metode MCDM diperlukan nilai bobot dan nilai preferensi. Berikut akan menampilkan hasil pembobotan yang telah dilakukan.

Gambar 6.Hasil penentuan bobot responden berdasarkan criteria khusus

Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.147

Hasil pembobotan nilai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, dipilihlah metode MCDM yang sesuai melaluo yaitu metode TOPSIS dan SAW.

Gambar 7.Penyelesaian TOPSIS semua responden berdasarkan lokasi

Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.147

Berdasarkan hasil pendapat responden secara umum, maka Citra Land merupakan lokasi utama. Menurut responden berpendidikan sarjana, maka Lembah Nyiur Kairagi Mas dan Telkom Mas merupakan daerah utama pemukiman, tetapi menurut responden

(16)

Analisa Lokasi & Keruangan | 12

menurut responden kelas atas yang berpendapatan di atas median Rp.2.675.000,- Citra Land

merupakan daerah pilihan utama sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.

Gambar 8. Penyelesaian SAW semua responden berdasar lokasi Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.147

Berdasarkan pembobotan melalui metode SAW, menurut pendapat responden secara umum, responden berpendidikan sarjana dan Non-Sarjana, responden kelas atas memilih Citra Land sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.

3.5 HASIL IMPLIKASI TEORI TERHADAP LOKASI YANG DIPILIH

Dalam implikasi dari tinjauan teori serta konsep dasar dalam teori lokasi. penulis memilih menggunakan teori evaluasi kesesuaian lahan dan analisis multikriteria (MCDM) dalam penelitian ini.

3.6.1 IMPLIKASI METODE EVALUASI KESESUAIAN LAHAN

(17)

Analisa Lokasi & Keruangan | 13 kriteria dan nilai bobot yang kemudian dapat diolah lebih lanjut menggunakan metode MCDM.

3.6.1 IMPLIKASI MULTIPLE CRITERIA DECISION MAKING (MCDM)

Metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM) adalah metode yang mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyak pilihan dan biasanya memiliki atau mengandung kriteria yang saling bertentangan sedangkan. Penggunan metode MCDM dalam menentukan kecendurungan pemukiman di Kota Manado sudah tepat. Hal ini dikarenakan penelitian ini memiliki banyak kriteria, baik itu umum maupun khusus, yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan sehingga penggunaan MCDM sangat tepat untuk studi kasus ini.

Pemilihan metode TOPSIS juga sudah dinilai tepat dikarenakan konsepnya yang sederhana dan mudah dipahami, serta kemampuannya yang efisien untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif keputusan. Namun kelemahan dari metode TOPSIS adalah dibutuhkannya bobot awal dalam mengolah data selanjutnya, sehingga dibutuhkannya metode evaluasi kesesuaian lahan untuk melakukan pengolahan data menggunakan TOPSIS. Sedangkan penggunaan metode SAW juga dinilai tepat karena sangat efisien. Sehingga menguntungkan peneliti serta berkesinambungan dengan sistem pembobotan yang dilakukan pada metode TOPSIS.

(18)

Analisa Lokasi & Keruangan | 14

BAB IV. KESIMPULAN

4.1 KESIMPULAN JURNAL

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan oleh penulis didalam jurnal dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1) Kecenderungan lokasi pemukiman di kota Manado didasarkan terutama pada faktor

‘harga rumah’. Hal ini ditunjukkan oleh responden umum, responden berpendapatan

kelas bawah dan responden kelas atas.

2) Lokasi pemukiman yang terpilih berdasarkan responden berpendidikan sarjana, responden berpendapatan kelas bawah serta responden yang digabung adalah

Telkom Mas. Sedangkan lokasi pemukiman menurut responden berpendidikan non

sarjana dan responden berpendapatan kelas atas cenderung memilih Citra Land.

4.2 LESSON LEARNED CRITICAL REVIEW

Dari critical review ini Metode Analisis Multrikriteria / MCDM adalah salah satu metode pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh faktor dan kriteria yang beragam dan saling berlawanan. MCDM terdiri atas dua macam yaitu compensatory dan non-compensatory.

Dimana metode tersebut masih terdiri dari beragam multiatribute perhitungan. Metode MCDM yang digunakan dalam suatu penelitian dapat terdiri atas dua atau lebih metode, asalkan

keduanya memiliki kesinambungan. Pengambilan keputusan dengan metode MCDM memanfaatkan sistem pembobotan terhadap kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan

keputusan. Dalam penelitian ini, digunakan dua metode MCDM yaitu SAW dan TOPSIS. Kedua metode tersebut memiliki persamaan yaitu mencakup sistem pembobotan kriteria dalam metodenya.

 Teori MCDM masih relevan untuk digunakan pada masa ini. Hal ini dikarenakan MCDM menawarkan sistem pengambilan keputusan yang dipengaruhi beragam

(19)

Analisa Lokasi & Keruangan | 15

Serta mengerti dalam pemahaman teori lokasi. Sehingga dapat manfaat sebagai berkut : 1) Mampu menjelaskan prinsip dan konsep dasar aspek keruangan dalam penentuan

aktivitas dalam penentuan lokasi permukiman.

2) Memberkan penjelasan pengertian teori lokasi dan kedudukannya dalam

perencanaan wilayah dan kota.

3) Dapat menganalisis lokasi beberapa komponen kegiatan kota dan wilayah seperti

permukiman dengan metode analisis penentuan lokasi.

4) Dapat menganalisis interaksi keruangan, tarikan antar lokasi kegiatan dalam skala

kota dan wilayah khususnya penentuan lokasi permukiman

5) Melakukan implikasi teknik analisis yang sesuai untuk mengkaji aspek lokasional dan

keruangan khususnya menggunakan metode Analisis Multrikriteria / MCDM pada komponen kegiatan wilayah dan kota

Pada crtical review dalam jurnal ini, banyak ditemukan data-data yang tidak dicantumkan sumber datanya. Lalu dalam menganalisa data menggunakan suatu metode

penelitian juga perlu mencantumkan langkahnya serta apabila ada perhitungannya, maka cantumkan pula proses perhitungan hingga ditemukan hasil berupa angka-angka yang digunakan untuk mengolah data. Dan yang terakhir, sebuah jurnal penelitian harus memuat

kesimpulan yang menjawab dari tujuan penelitian dan pembahasan apa yang ada di dalam jurnal tersebut yaitu penentuan lokasi permukiman di Kota Manado.

(20)

Analisa Lokasi & Keruangan | 16 DAFTAR PUSTAKA

Weku, Winsy Chirsto Deilan.2012.Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman berdasarkan Analisis Multikriteria di Kota Manado.Jurnal Ilmiah Sains,Vol.12,No.2,Oktober 2012

(21)
(22)

KECENDERUNGAN PEMILIHAN LOKASI PEMUKIMAN BERDASARKAN

ANALISIS MULTIKRITERIA DI KOTA MANADO

Winsy Christo Deilan Weku 1)

1)Program Studi Matematika FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado

Jl. Kampus Unsrat, Manado 95115 Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor dominan (kriteria) yang mempengaruhi individu dalam memilih lokasi pemukiman. Selanjutnya lokasi-lokasi pemukiman diurutkan sesuai dengan selera/kecenderungan yang ada pada responden. Untuk menjembatani berbagai kriteria yang saling berbeda dari para responden, maka dapat digunakan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) dengan metode yang terpilih yaitu metode Penjumlahan Terboboti/Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Jarak Terdekat ke Titik Ideal/Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dimana kedua metode ini saling melengkapi satu sama lainnya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa responden secara umum, responden berpendidikan sarjana dan responden berpendapatan kelas bawah cenderung memilih lokasi pemukiman Telkom Mas sebagai pilihan utama. Berbeda halnya dengan responden berpendidikan non-sarjana dan responden berpendapatan kelas atas cenderung untuk memilih Citra Land sebagai lokasi pemukimannya.

Kata Kunci : Lokasi Pemukiman, MCDM, SAW, TOPSIS

HOUSING SUITABILITY LOCATION PREFERENCE BASED ON

MULTICRITERIA ANALYSIS IN MANADO

ABSTRACT

The purposes of this research are to determine the dominant factors from every individual to choose their district location. Furthermore, to organized the district location according the dominant factors. For the respondent with different background, it implies to their significant criteria. Decision making problems with these characteristics are basically members of Multi Criteria Decision Making (MCDM). Simple Additive Weighting (SAW) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) methods have been developed in this study to solve this problem as comprehensive. The results of this research reveals that general respondent, higher educated respondent and lower income respondent disposed to choose Telkom Mas as their district location. Furthermore lower respondent and higher income respondent disposed to choose Citra Land as their district location.

Keywords : District Location, MCDM, SAW, TOPSIS

PENDAHULUAN

Pengembangan pemukiman bagi

individu memerlukan suatu

pengidentifikasian lahan dan lokasi sebagai kegiatan yang penting dalam proses perencanaan dan pembangunan. Kriteria lahan tinggal untuk masing-masing

stakeholder bisa berbeda-beda, dari pihak lingkungan hidup akan sangat menekankan pada lingkungan, berbeda halnya dengan pihak developer (pengusaha) yang lebih menekankan pada profit.

(23)

Weku: Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman…….. 143

yang berpendapatan lebih rendah cenderung untuk memilih daerah yang dapat mendukung perekonomiannya tanpa memperhatikan

service/pelayanan/fasilitas yang baik dan aman.

Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu bagaimana memilih lokasi pemukiman yang layak bagi setiap individu dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang muncul berdasarkan latar belakang sosial-ekonomi individu yang berbeda. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengurutan lokasi pemukiman dan menetapkan urutan lokasi pemukiman berdasarkan faktor-faktor dominan di Kota Manado.

Evaluasi Kesesuaian Lahan

Menurut Malczewski dalam Kapantow (2003), setiap lahan potensial untuk pembangunan memiliki karakteristik masing-masing yang secara umum mengacu pada atribut lokasi. Atribut data termasuk informasi pada sumber daya alami, sumber daya manusia dan sumber daya buatan manusia (Kozlowski, 1986). 2 fase dalam evaluasi kesesuaian lahan ini, yaitu:

1. Fase Penyaringan, tujuan dari fase ini adalah meniadakan semua lokasi yang tidak dapat diterima untuk suatu tujuan pembangunan oleh karena adanya pertimbangan lingkungan, peraturan atau faktor-faktor lainnya.

2. Fase Evaluasi, bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian setiap lokasi yang telah diterima (Kapantouw, 2003).

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengidentifikasi dan mengukur proses evaluasi kriteria antara lain: (a) identifikasi kriteria yang relevan, (b) standarisasi nilai

performance, (c) pengukuran bobot nilai, (d) pengukuran skala nilai.

Multikriteria Analisis

Multiple Criteria Decision Making

(MCDM), mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyaknya pilihan, dan biasanya mengandung kriteria yang saling bertentangan. Dalam konteks bisnis, masalah MCDM lebih kompleks dan biasanya dalam skala besar. Sebagai contoh, banyak perusahaan di Eropa menjalankan

perusahaannya dengan beratus-ratus kriteria dan sub kriteria dengan mempergunakan model bisnis European Foundation for Quality Management – EFQM (Matteu, 2002).

Menurut Vincke (1986), penyelesaian masalah dalam bidang MCDM, dibedakan atas tiga jenis yaitu : (a) pemilihan masalah, (b) masalah peringkat dan (c) penyortiran data.

1. Bentuk MCDM

Sebuah masalah MCDM dapat digambarkan dengan menggunakan sebuah matriks keputusan. Anggap terdapat m

alternatif yang berhubungan dengan n atribut, sehingga sebuah matriks keputusan akan berukuran m x n dengan masing-masing elemen Yij, dengan atribut ke-j dari i alternatif. Data yang sudah ada dapat dibentuk ke dalam Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Matriks Evaluasi

K1 K2 K3 . . . . Kj Total Skor

2. Penyelesaian MCDM, menurut sifat penyelesaiannya (Hwang dan Yoon, 1981) dibedakan menjadi (a) Penyelesaian Ideal, (b) Penyelesaian Non dominasi, (c) Penyelesaian memuaskan, (d) Penyelesaian terpilih.

3. Metode MCDM, terdiri atas dua metode MCDM, yaitu compensatory dan non-compensatory (Hwang dan Yoon, 1981).

Kedua metode ini menggunakan bentuk umum dari langkah-langkah yang dapat diberikan sebagai berikut: (Franklin dan Niemeier, 1998)

1). Menentukan tujuan yang relevan 2). Menentukan alternatif-alternatif untuk

dievaluasi

3). Menentukan atribut yang relevan untuk mengevaluasi alternatif dan menentukan nilai diluar jangkauan atribut individu.

(24)

144 Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012

5). Menskor masing-masing atribut dari setiap alternatif. Setiap alternatif i dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor deskripsi pada atribut j yang berbeda. Xi = (xi,1; xi,2; ... ; xi,j; ... ;xi,n).

6). Menghitung kegunaan multiatribut dari beragam pilihan, dengan menggunakan kedua metode skoring.

7). Menyediakan analisis pasca evaluasi dan kemudian menentukan alternatif mana yang terbaik.

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Pelaksanaan

Lokasi pemukiman yang dijadikan objek penelitian adalah CBSA Gold Estate, Green Garden, Star of Paniki, Villa Mutiara, Lembah Nyiur Kairagi Mas yang terletak di kecamatan Mapanget, Telkom Mas di kecamatan Maumbi dan Citra Land di kecamatan Pineleng. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret dan awal bulan April, dimana pengambilan data untuk lokasi pada awal bulan Maret dan pengambilan data untuk responden dilakukan pada akhir bulan Maret dan awal bulan April.

Gambar 2. Responden Berdasarkan Wilayah Amatan

Banyaknya responden yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 80 responden yang tersebar di berbagai lokasi di kota Manado. Dengan perbandingan sebagai berikut; 16 responden di Malalayang, 15 responden di Sario (Kampus), 14 responden

di Teling, 8 responden di Tuminting, 12 responden di Tikala dan 15 responden di Winangun. Sedangkan objek amatan untuk lokasi perumahan sebanyak 7 perumahan yang baru diambil secara sengaja, dengan memperhatikan kesamaan dari sisi ekonomi.

Penelitian ini membagi para responden secara umum tanpa adanya perbedaan sebanyak 80 responden, menurut pendidikan

sarjana sebanyak 58 responden, non sarjana sebanyak 22 responden, kemudian tingkat pendapatan dengan mengambil median pendapatan Rp.2.675.000,- dimana responden dengan pendapatan lebih besar atau sama dengan Rp.2.675.000,- digolongkan sebagai responden kelas atas sebanyak 40 responden dan responden dengan pendapatan kurang dari Rp.2.675.000,- digolongkan sebagai responden kelas bawah sebanyak 40 responden.

Analisis Data

Data yang telah ada kemudian akan diolah dengan menggunakan bantuan komputer yang menggunakan software spread sheet Excel XP. Beberapa variabel sebagai kriteria umum yang akan diteliti untuk digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Kemudahan untuk mendapatkan transportasi dan layanannya.

2. Akses ke tempat hiburan. 3. Ekonomi (Harga tanah). 4. Fasilitas Layanan Umum.

Malalayang

(25)
(26)

Weku: Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman…….. 145

Sosial Ekonomi Fasilitas Layanan Umum

Gambar 3. Hubungan antara kriteria umum dan kriteria khusus

Dan prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini seperti pada Gambar 4, dilakukan dua tahap, yaitu: evaluasi kesesuaian lahan pemukiman dan penentuan lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan MCDM.

1. Evaluasi Kesesuaian Lahan Pemukiman Evaluasi kesesuaian lahan pemukiman ini dimaksudkan untuk melihat secara umum lahan yang potensial untuk ditinggali. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

a). Pengambilan data. Dalam proses pengambilan data dilakukan dua kali, yaitu

1).Pengambilan data terhadap responden yang bertempat tinggal di Manado, sebanyak 80 responden dan dilakukan secara acak.

2).Pengambilan data terhadap perumahan (lokasi pemukiman), sebanyak 7 lokasi pemukiman berdasarkan kriteria khusus pula. b). Kemudian dilakukan pencocokan

antara nilai rata-rata responden untuk kriteria khusus dengan kriteria khusus lokasi pemukiman yang memenuhi syarat. Hasilnya akan didapatkan nilai kriteria (xij) yang dapat disusun dalam sebuah tabel.

c). Dari penanganan sampel yang ada, kita memiliki 2 nilai yaitu nilai bobot (wij) dan nilai kriteria (xij) yang akan dihitung dengan metode MCDM.

2. Penentuan Lokasi Pemukiman yang Cocok dengan Metode MCDM

a). Metode TOPSIS

1).Menghitung standarisasi vektor normal untuk nilai kriteria (xij), kriteria khusus yang diberikan 2). Kemudian menghitung rating bobot

normal (vij) dengan cara melakukan perkalian antara skor normal (rij) dengan nilai bobot (wij). Dengan rumusnya:

vij = wi . rij

3). Kemudian dilakukan

pengidentifikasian penyelesaian positif ideal dan negatif ideal. Penyelesaian ideal positif merupakan gabungan semua kriteria

(27)

146 Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Membandingkan Data Responden dengan

pengamatan lapangan

KESIMPULAN

Penanganan Data

Penanganan sampel:

 Menghitung Nilai Bobot

 Menghitung Nilai Kriteria

E

Gambar 4. Bagan Alir Pelaksanaan Penelitian

4). Menghitung pengukuran berbeda. pemisahan atau jangkauan untuk masing-masing kriteria dari penyelesaian ideal positif A* dan negatif A- diberikan jarak ruang dimensi n Euclidean, sebagai berikut:

dalam hal ini j menyatakan 7 lokasi pemukiman, i menyatakan 10 kriteria khusus

5). Menghitung kesamaan indeks untuk penyelesaian ideal positif, untuk lokasi j, akhirnya diberikan oleh

j

Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan responden bisa didapatkan dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan kriteria-kriteria yang mendukung lokasi pemukiman tersebut.

b). Metode SAW

Untuk metode SAW didapatkan dengan menjumlahkan semua nilai rating bobot normal untuk satu lokasi berdasarkan semua kriteria yang ada. Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan responden bisa didapatkan dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan kriteria-kriteria yang mendukung lokasi pemukiman tersebut.

Kemudian dari kedua metode tersebut akan dibuat generalisasi peringkat dengan mengambil jumlah peringkat dari kedua metode tersebut (Jankowski, 1988). Hasil terkecil jumlahan rangking dari kedua metode tersebut merupakan pilihan lokasi yang terbaik, demikian juga seterusnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk menggunakan metode MCDM diperlukan nilai bobot dan nilai preferensi. Nilai bobot adalah nilai yang menggambarkan tingkat kepentingan relatif dari suatu kriteria terhadap kriteria lainnya. Semakin besar nilai bobot diberikan oleh responden, berarti semakin besar tingkat kepentingan dari suatu kriteria menurut responden tersebut. Nilai bobot ini harus berjumlah 1 untuk seluruh kriteria khusus yang diberikan.

(28)

Weku: Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman…….. 147

Tabel 2. Penentuan bobot responden berdasar criteria khusus

Kriteria Umum Kriteria Khusus

Bobot

Akses Ke Tempat Hiburan Dekat Dengan Pantai 0,0713 0,0668 0,085 0.073 0,068

Waktu Tempuh Ke Bioskop 21 0,0944 0,0922 0,100 0.099 0,089

Ekonomi Harga Rumah 0,1330 0,1405 0,111 0.134 0,131

Adanya Cicilan 0,1270 0,1334 0,107 0.128 0,125

Fasilitas Layanan Umum

Dekat Pusat Perbelanjaan 0,0712 0,0722 0,068 0.068 0,073

Dekat Rumah Sakit 0,0841 0,0825 0,087 0.082 0,085

Waktu Tempuh Ke Tempat Sarana

Pendidikan 0,0848 0,0867 0,079 0.088 0,081

Total 1 1 1 1 1

Berdasarkan nilai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, maka akan diterapkan metode MCDM untuk menentukan lokasi permukiman yang cocok. Metode yang dipakai adalah TOPSIS yang nantinya akan didukung oleh metode SAW. 1. Penyelesaian Topsis

Menurut pendapat responden secara umum, maka Citra Land merupakan lokasi utama. Menurut responden berpendidikan sarjana, maka Lembah Nyiur Kairagi Mas dan Telkom Mas merupakan daerah utama pemukiman, tetapi menurut responden berpendidikan Non-Sarjana Citra Land merupakan daerah pemukiman utama. Sementara itu menurut responden kelas atas yang berpendapatan di atas median Rp.2.675.000,- Citra Land merupakan daerah pilihan utama sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.

Tabel 3. Penyelesaian TOPSIS semua responden berdasar lokasi

Sementara itu berdasarkan SAW, menurut pendapat responden secara umum, responden berpendidikan sarjana, responden berpendidikan Non-Sarjana, responden kelas atas yang berpendapatan di atas median Rp.2.675.000,- memilih

Citra Land merupakan daerah pilihan utama sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.

Tabel 4. Penyelesaian SAW semua responden berdasar lokasi

(29)

148 Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012

Tabel 5. Total Ranking TOPSIS dan SAW semua responden berdasar lokasi

Lokasi

Ranking Umum Ranking Sarjana Ranking Non

Sarjana Ranking Kelas Atas

Ranking Kelas

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1 Kecenderungan lokasi pemukiman di kota Manado didasarkan terutama pada faktor ‘harga rumah’. Hal ini ditunjukkan oleh responden umum, responden berpendapatan kelas bawah dan responden kelas atas.

2 Lokasi pemukiman yang terpilih berdasarkan responden berpendidikan sarjana, responden berpendapatan kelas bawah serta responden yang digabung adalah Telkom Mas. Sedangkan lokasi pemukiman menurut responden berpendidikan non sarjana dan responden berpendapatan kelas atas cenderung memilih Citra Land.

DAFTAR PUSTAKA

Azar, F. S., 2000, Multiattribute Decision Making: Use of Three Scoring Methods to Compare The Performance of Imaging Techniques for Breast Cancer Detection, Univ. Of Pennsylvania, Philadelphia.

Franklin, J. P.; Niemeier, D. A., 1998, The Prioritization Of Mobility Improvements Using A Multicriteria Prioritization Algorithm Final Report, University of California.

Hwang C. L. and Yoon K., 1981, Multiple Attribute Decision Making Methods and Applications, Springer-Verlag, New York.

Isard, W., 1977, Introduction to Regional Science, Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, New Jersey.

Kapantouw, G., 2003, A Spatial Decision Support System For Location Suitability Analysis For Sustainable Tourism Development – Tesis Doctoral, The University Of Queensland.

Kozlowski J. 1986, Threshold Approach In Urban, Regional, and Environmental Planning: Theory and Practice. St. Lucia, Queensland: University of Queensland Press.

Matteu, A. V., 2002, ClusDM: A Multiple Criteria Decision Making Method for Heterogeneous Data Sets – Tesi

Doctoral, UNIVERSITAT

POLITÈCNICA DE CATALUNYA, Departament de Llenguatges i Sistemes Informàtics.

(30)

Gambar

Gambar 1. Tahapan Proses Evaluasi Kesesuaian Lahan Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143
Tabel 1. Matriks Evaluasi
Gambar 2. Klasifikasi metode multiatribute Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143
Gambar 3. Responden Berdasarkan Wilayah Penelitian Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.144
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan prioritas dalam penugasan delivery berdasarkan kriteria rute merupakan salah satu masalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM), karena pengambil

The results of the system test on the Prospective Employee Selection Test Application Using Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (MCDM) with problem solving

Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (FMCDM) adalah suatu metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan

Penentuan prioritas merupakan Multi Criteria Decision Making MCDM, yaitu pengambilan keputusan yang dilalui dengan menilai sekumpulan alternatif keputusan berdasarkan kriteria.. Salah

Sistem Penunjang Keputusan Pemiliha Perangkat Pemrosesan Data Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process AHP Dan Multi-Criteria Decision Making MCDM.. Diambil dari

2.5 Multiple Criteria Decision Making MCDM 17 2.5.1 Type of MCDM Techniques 18 2.6 MCDM Approaches and Methods 19 2.6.1 Analytical Hierarchy Process AHP 19 2.6.2 Technique for Order

Simple Additive Weighting SAW method The SAW method stands as one of the most extensively utilized Multiple Criteria Decision Making MCDM techniques.. Decision-makers find numerous

Metode promethee II merupakan salah satu dari metode Multi Criteria Decision Making MCDM yang berarti melakukkan penentuan atau pengurutan dalam suatu analisis multikriteria, metode