Analisa Lokasi & Keruangan | ii KATA PENGANTAR
Puji Syukur Pertama-tama dan sudah sepatutnya kita ucapkan atas kehadirat Tuhan
yang maha esa karena berkat limpahan rahmat dan ridho-nya lah. Tugas I Critical Review Mata Kuliah Analisa Lokasi Dan Keruangan Yang Mengambil Judul “Critical Review : kecenderungan pemilihan lokasi pemukiman berdasarkan analisis multikriteria di Kota
Manado”. Ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pengajar mata kuliah analisa dan keruangan, yaitu :
1. Bapak Arwi Yudhi Koswara, ST. MT. dan ibu Vely Kukinul Siswanto, ST. MT.
MSc. Selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah.
2. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas critical review.
Tak lupa juga kami sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam terselesaikannya makalah ini yang tidah dapat saya sebutkan
satu persatu. Penyusun berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.
Demikian beberapa kata yang penyusun tulis untuk mengantar para pembaca menjelajahi makalah ini. Kami sebagai penyusun hanyalah manusia biasa yang tentu tak luput dari kesalahan. Kritik dan saran sangat saya butuhkan demi tercipta yang sesuatu ilmu yang
lebih baik. Jika terdapat banyak kesalahan dalam makalah ini, saya sebagai penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya.
Surabaya, 10 Maret 2016
Analisa Lokasi & Keruangan | iii DAFTAR ISI
kata Pengantar... ii
Daftar Isi ... iii
Daftar Tabel ... iv
Daftar Gambar ... iv
Bab I Pendahuluan ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan & Manfaat... 2
Bab Ii Tinjauan Landasan Teori ... 3
2.1 Konsep Dasar Teori Lokasi ... 3
2.2 Dasar Teori Jurnal Menurut Studi Kasus ... 3
2.2.1 Evaluasi Kesesuaian Lahan ... 3
2.2.2 Multikriteria Analisis / Multi Criteria Decision Making (MCDM) ... 4
2.2.2.1 Bentuk Mcdm ... 5
2.2.2.2 Penyelesaian MCDM ... 5
2.2.2.3 Metode Mcdm ... 5
2.2.2.4 Metode Technique For Order Preference By Similarity To Idea Solution (Topsis) 6 2.2.2.5 Metode Saw ... 7
Bab Iii Pembahasan ... 8
3.1 Alasan Pemilihan Lokasi ... 8
3.2 Alur Berpikir Penelitian ... 9
3.3 Faktor-Faktor Lokasi ... 9
3.4 Hasil Analisa Perhitungan Kriteria ... 11
3.5 Hasil Implikasi Teori Terhadap Lokasi Yang Dipilih ... 12
3.6.1 Implikasi Metode Evaluasi Kesesuaian Lahan ... 12
3.6.1 Implikasi Multiple Criteria Decision Making (MCDM) ... 13
Bab Iv Kesimpulan ... 14
4.1 Kesimpulan Jurnal ... 14
4.2 Lesson Learned Critical Review ... 14
Daftar Pustaka ... 16
Analisa Lokasi & Keruangan | iv DAFTAR TABEL
Tabel 1. Matriks Evaluasi ... 5
DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Tahapan Proses Evaluasi Kesesuaian Lahan ... 3
Gambar 2. Klasifikasi metode multiatribute ... 6
Gambar 3. Responden Berdasarkan Wilayah Penelitian ... 8
Gambar 4.Bagan alur pelaksanaan penelitian ... 9
Gambar 5. Hubungan antara kriteri umum dan kriteria khusus ... 10
Gambar 6.Hasil penentuan bobot responden berdasarkan criteria khusus... 11
Gambar 7.Penyelesaian TOPSIS semua responden berdasarkan lokasi ... 11
Analisa Lokasi & Keruangan | 1
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Penentuan lokasi dtentukan oleh beberapa landasan teori. Salah satunya teori lokasi adalah berupa ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu
yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta pengaruhnya terhadap kegiaatan, baik yang bersifat ekonomi atau sosial. Dalam dunia nyata, kondisi dan
potensi setiap daerah berbeda dan memengaruhi kondisi dari penentuan lokasi. Analisis lokasi dapat dikembangkan untuk mengetahui bagaimana suatu lokasi yang memiliki potensi
terhadap batas wilayah pengaruhnya. Analisis dan teori yang berkaitan lokasi tidak terlalu berkembang, namun keberadaanya sudah ada sejak abad ke-19. (Tarigan,2005).
Dalam jurnal yang direview menjelaskan terkait pengembangan pemukiman bagi
individu memerlukan suatu pengidentifikasian lahan dan lokasi sebagai kegiatan yang penting dalam proses perencanaan dan pembangunan. Pemukiman adalah salah satu kebutuhan
utama perkotaan yang wajib dipenuhi di dalam suatu wilayah. Karena itu saat ini pengembangan penyediaan pemukiman marak dilakukan, baik oleh pemerintah maupun
swasta/developer. Kriteria lahan tinggal untuk masing-masing stakeholder bisa berbeda-beda, dari pihak lingkungan hidup akan sangat menekankan pada lingkungan, berbeda halnya dengan pihak developer (pengusaha) yang lebih menekankan pada profit. Setiap individu memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, individu
tersebut juga memiliki pandangan, kriteria dan pilihan yang berbedabeda untuk menentukan lahan pemukimannya.
Dari beberapa penjelasan diatas, maka critical review dijelaskan di dalam jurnal ilmiah sains yang berjudul : “kecenderungan pemilihan lokasi pemukiman berdasarkan analisis
multikriteria di kota manado” penulis memilih Kota Manado sebagai studi kasus dengan
menggunakan metode analisis multikriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM) untuk menunjang pemilihan lokasi permukiman berdasarkan kriteria yang ada. Metode tersebut
ditunjang dengan metode penjumlahan terboboti / Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Jarak Terdekat ke Titik Ideal / Technique for Order Preference by Similarity to Idea Solution (TOPSIS) yang saling melengkapi satu sama lain.
Dijelaskan bahwa berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang
dikaji dalam penelitian ini, yaitu bagaimana memilih lokasi pemukiman yang layak bagi setiap individu dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang muncul berdasarkan latar belakang
sosial-ekonomi individu yang berbeda. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengurutan lokasi pemukiman dan menetapkan
Analisa Lokasi & Keruangan | 2 1.2 TUJUAN & MANFAAT
Dalam penyusunan tugas critical review ini bertujuan memberikan pemahaman terhadap implikasi teori-teori lokasi terhadap fenomena lokasi dan keruangan yang terbentuk
dalam wilayah dan kota. Serta menjelaskan beberapa pengertian tentang teori dan konsep lokasi berbagai kegiatan, dan mampu mempergunakan berbagai teknik dan metode analisis untuk mengkaji kecenderungan lokasi kegiatan-kegiatan. Critical review ini juga memberikan manfaat berupa pemahaman sebagai berikut :
1) Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian teori lokasi dan kedudukannya dalam
perencanaan wilayah dan kota
2) Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan dalam analisis lokasi beberapa komponen kegiatan kota dan wilayah seperti perumahan, pemerintahan, industri,
komersial, fasilitas sosial dan ekonomi
Analisa Lokasi & Keruangan | 3
BAB II. TINJAUAN LANDASAN TEORI
2.1 KONSEP DASAR TEORI LOKASI
Secara umum konsep dasar dari teori lokasi yaitu membahas pertanyaan penting tentang Siapa (Perusahaan, Individu, Pemerintah) yang memproduksi barang atau jasa
tertentu pada Lokasi yang mana, dan Mengapa memilih lokasi tersebut. Serta banyak kebijakan pemerintah yang melibatkan upaya untuk mengalihkan/mengarahkan kegiatan
produksi, yang pertama harus diteliti adalah dasar keputusan-keputusan lokasi awal untuk memahami dampak insentif yang dapat mengubah pola lokasi.
2.2 DASAR TEORI JURNAL MENURUT STUDI KASUS
2.2.1 EVALUASI KESESUAIAN LAHAN
Dalam penentuan lokasi permukiman di Kota Manado. Dilakukannya pendekatan landasan teori penentuan lokasi yang berdasarkan dari evaluasi kesesuaian lahan dilakukan untuk melihat pembangunan yang tepat dilakukan dalam
sebuah lahan, yang secara umum mengacu pada atribut lokasi. Lahan tersebut masing-masing memiliki karakter khusus yang harus disesuaikan dengan atribut lokasi
yang ada (Malezewski, 2003). Evaluasi kesesuaian lahan terbagi menjadi 2 fase yaitu:
1) Fase penyaringan, dimana pada fase ini lokasi yang ditolak pembangunannya; entah diakibatkan oleh suatu pertimbangan, peraturan, atau faktor lainnya; dieliminasi atau ditiadakan.
2) Fase evaluasi, dimana lokasi yang telah diterima disusun tingkat kesesuaiannya berdasarkan kebutuhan.
Evaluasi kesesuaian lahan yang dilakukan terhadap penelitian jurnal ini adalah untuk melihat lahan yang potensial untuk dijadikan sebagai lahan pemukiman. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengidentifikasi dan mengukur proses evaluasi kriteria antara lain :
Gambar 1. Tahapan Proses Evaluasi Kesesuaian Lahan
Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143
Dari tahapan evaluasi kesesuaian lahan dilakukan langkah-langkah metode perhitungan diantaranya sebagai berikut :
(1) Identifikasi kriteria yang
relevan
(2) Standarisasi
nilai performance
(3) Pengukuran
bobot nilai
(3) Pengukuran
Analisa Lokasi & Keruangan | 4
1) Pengambilan data, dimana dalam penelitian ini data yang diambil
berasal dari dua narasumber yaitu data terhadap responden yang bertempat tinggal di Manado dan data lokasi pemukiman berdasarkan
kriteria khusus..
2) Pencocokan data yaitu antara nilai rata-rata responden untuk kriteria khusus dengan kriteria khusus lokasi pemukiman yang memenuhi
syarat. Hasilnya akan didapatkan nilai kriteria (Xij) yang dapat disusun
dalam sebuah tabel.
3) Pembobotan data-data yang ada sehingga didapati 2 nilai yaitu nilai bobot ( W ) dan nilai kriteria yang kemudian dihitung menggunakan
metode MCDM.
Nilai bobot adalah nilai yang menggambarkan kepentingan suatu kriteria dibanding kriteria lainnya. Semakin tinggi nilai bobot suatu kriteria, maka semakin
besar pula tingkat kepentingan kriteria tersebut. Seluruh nilai bobot bila ditotalkan harus berjumlah 1 untuk seluruh kriteria.
2.2.2 MULTIKRITERIA ANALISIS / MULTI CRITERIA DECISION MAKING (MCDM)
Multi-Criteria Decision Making (MCDM) atau pengambilan keputusan yang didasarkan banyak kriteria merupakan sebuah metode atau prosedur yang
memproses banyak kriteria yang bertentangan untuk dapat digabungkan menjadi sebuah proses perencanaan. Atau dengan kata lain dapat juga didefinisikan menjadi mengukur dan mengintegrasikan atribut yang bervariasi untuk menjawab suatu tujuan.
Multiple Criteria Decision Making (MCDM), mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyaknya pilihan, dan biasanya mengandung kriteria yang saling bertentangan satu sama lain. Menurut
Analisa Lokasi & Keruangan | 5
2.2.2.1 BENTUK MCDM
Untuk memudahkan penilaian kriteria yang bertentangan, maka kriteria tersebut digambarkan ke dalam bentuk matriks keputusan sehingga
mempermudahkan sistem skoring / penilaian. Sebuah masalah MCDM dapat digambarkan dengan menggunakan sebuah matriks keputusan. Anggap terdapat m alternatif yang berhubungan dengan n atribut, sehingga sebuah
matriks keputusan akan berukuran m x n dengan masing-masing elemen Yij. Dimana di tabel 1 yang dilampirkan pada jurnal, terdapat matriks keputusan
dengan masing-masing atribut ( i ) berupa responden yang bertempat tinggal
di Kota Manado dan alternatif ( j ) berupa data lokasi pemukiman di Kota Manado.
Tabel 1. Matriks Evaluasi
Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143
2.2.2.2 PENYELESAIAN MCDM
Berdasarkan sifat penyelesaiannya menurut (Hwang dan Yoon,
1981). Penyelesaian MCDM dibedakan atas dasar : (a) penyelesaian ideal, (b) penyelesaian non dominasi, (c) penyelesaian memuaskan, (d) penyelesaian terpilih.
2.2.2.3 METODE MCDM
Menurut jurnal metode MCDM terbagi atas dua metode MCDM,
yaitu compensatory dan non- compensatory (Hwang dan Yoon, 1981). Kedua metode tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sub-bagian sesuai dengan
kebutuhan penelitian yaitu metode compensatory dengan memadukan metode SAW untuk scoring serta TOPSIS untuk compromising. metode ini
Analisa Lokasi & Keruangan | 6
1) Menentukan tujuan yang relevan
2) Menentukan alternatif-alternatif untuk dievaluasi
3) Menentukan atribut yang relevan untuk mengevaluasi alternatif dan
menentukan nilai diluar jangkauan atribut individu.
4) Merangking dan mendapatkan bobot (yang telah dinormalkan) untuk atribut kepentingan relatif.
5) Menskor masing-masing atribut dari setiap alternatif. Setiap alternatif i dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor deskripsi pada atribut j yang
berbeda. Xi = (xi,1; xi,2; ... ; xi,j; ... ;xi,n)
6) Menghitung kegunaan multiatribut dari beragam pilihan, dengan menggunakan kedua metode skoring
7) Menyediakan analisis pasca evaluasi dan kemudian menentukan alternatif mana yang terbaik
Gambar 2. Klasifikasi metode multiatribute
Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.143
2.2.2.4 METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY
SIMILARITY TO IDEA SOLUTION (TOPSIS)
Metode ini digunakan untuk menentukan lokasi pemukiman berdasarkan jarak terdekat ke titik ideal. Langkah-langkah yang dilakukan
dalam metode ini adalah sebagai berikut:
1) Menghitung standarisasi skor normal ( � ) dengan rumus :
Dimana adalah nilai kriteria yang didapatkan melalui evaluasi
Analisa Lokasi & Keruangan | 7
2) Menghitung rating bobot normal ( ) dengan rumus:
= .
�
,
dimana adalah nilai bobot yang didapatkan dari evaluasi kesesuaian
lahan
3) Pengidentifikasian penyelasaian positif ideal dan negatif ideal, dimana positif ideal (A+) adalah penggabungan semua kriteria terbaik yang dicapai
sedangankan negatif ideal (A-) adalah penggabungan semua kriteria
terjelek yang dicapai.
4) Mencari jangkauan masing-masing kriteria dari penyelesaian ideal positif
(A+) dan negatif (A-) dengan memberikan jarak ruang dimensi n Euclidean
dalam rumus sehingga dihasilkan �+ dan �− :
5) Menghitung indeks penyelesaian ideal positif dengan rumus :
Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan responden bisa didapatkan
dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan kriteria-kriteria yang
mendukung lokasi pemukiman tersebut.
2.2.2.5 METODE SAW
Dalam jurnal dijelskan bahwa Metode SAW didapatkan dengan menjumlahkan semua nilai rating bobot normal untuk satu lokasi berdasarkan semua kriteria yang ada. Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan
responden bisa didapatkan dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan
kriteriakriteria yang mendukung lokasi pemukiman tersebut.
Hasil dari penggunaan kedua metode tersebut akan dibuat generalisasi
peringkat dengan mengambil jumlah peringkat dari kedua metode tersebut (Jankowski, 1988). Dihasilkan nilai terkecil jumlahan rangking dari kedua metode
Analisa Lokasi & Keruangan | 8
BAB III. PEMBAHASAN
3.1 ALASAN PEMILIHAN LOKASI
Lokasi yang dipilih penulis sebagai objek penelitian adalah 7 lokasi pemukiman yang
terdapat di Kota Manado. Pemukiman tersebut diantaranya adalah CBSA Gold Estate, Green Garden, Star of Paniki, Villa Mutiara, Lembah Nyiur Kairagi Mas yang terletak di Kecamatan
Mapanget; Telkom Mas di Kecamatan Maumbi; dan Citra Land di Kecamatan Pineleng. Ketujujuh lokasi pemukiman tersebut dipilih secara acak, dimana ketujuh lokasi tersebut
merupakan area perumahan baru di Kota Manado yang memiliki berbagai kesamaan terutama dari aspek ekonomi. Kecenderungan lokasi pemukiman di kota Manado didasarkan
terutama pada faktor ‘harga rumah’. Hal ini ditunjukkan oleh responden umum, responden
berpendapatan kelas bawah dan responden kelas atas pada nilai pembobotan yang dilakukan sebelum memasuki metode TOPSIS dan SAW
Gambar 3. Responden Berdasarkan Wilayah Penelitian Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.144
Sedangkan lokasi pemilihan responden diambil secara acak dari berbagai lokasi pemukiman yang tersebar di Kota Manado diantaranya: Malalayang, Satrio, Telling,
Tuminting, Tikala, dan Winangun. Banyaknya responden yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 80 responden yang tersebar di berbagai lokasi di kota Manado. Dengan perbandingan sebagai berikut; 16 responden di Malalayang, 15 responden di Sario (Kampus),
14 responden di Teling, 8 responden di Tuminting, 12 responden di Tikala dan 15 responden
di Winangun. Sedangkan objek amatan untuk lokasi perumahan sebanyak 7 perumahan yang baru diambil secara sengaja, dengan memperhatikan kesamaan dari sisi ekonomi.
Dimana lokasi asal responden tersebut dipilih secara acak agar responden yang ada
Analisa Lokasi & Keruangan | 9
tersebut maka didapatkan data responden dengan lokasi pemukiman tersebar dengan nilai
tengah pendapatan berdasarkan tingkat pendidikan yang beragam.
3.2 ALUR BERPIKIR PENELITIAN
Dalam penelitian ini data yang telah ada, kemudian akan diolah dengan menggunakan bantuan komputer yang menggunakan software spread sheet Excel XP, dan prosedur. Dengan landasarn dasar teori mengunakan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) secara Keseluruhan.
Gambar 4.Bagan alur pelaksanaan penelitian Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.146
3.3 FAKTOR-FAKTOR LOKASI
Dari data-data tersebut kemudian diolah berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan
oleh penulis. Kriteria tersebut terbagi menjadi dua yaitu kriteria umum dan kriteria khusus. Kriteria umum yang ditentukan penulis untuk menentukan kecenderungan pemilihan lokasi
pemukiman di Kota Manado Berikut adalah faktor-faktor lokasi berupa variable yang menjadi kriteria umum pada penelitian:
1) Kemudahan untuk mendapatkan transportasi dan pelayanannya 2) Akses ke tempat hiburan
3) Ekonomi
Analisa Lokasi & Keruangan | 10
Berdasarkan 4 kriteria tersebut kemudian terbagi lagi menjadi beberapa kriteria khusus
untuk memperdetail penelitian. Untuk kemudahan pelayanan transportasi, kriteria khusus yang ditentukan adalah waktu tempuh menuju jalan utama; waktu tempuh menuju pusat kota;
dan dekatnya layanan transportasi. Untuk akses menuju tempat hiburan, kriteria khusus yang ditentukan adalah dekat dengan kawasan pariwisata pantai serta dekat dengan bioskop 21.
Untuk sosial ekonomi, kriteria khusus yang ditentukan adalah harga rumah dan cicilan rumah. Sedangkan untuk fasilitas layanan umum, kriteria khusus yang ditentukan adalah
dekat supermarket, dekat rumah sakit, dan dekat dengan sarana pendidikan UNSRAT. Berikut adalah hubungan yang lebih jelas antara 4 kriteria umum dan 10 kriteria khusus. :
Gambar 5. Hubungan antara kriteri umum dan kriteria khusus
Analisa Lokasi & Keruangan | 11 3.4 HASIL ANALISA PERHITUNGAN KRITERIA
Dari hasil perhitungan analisis yang menggunakan metode MCDM diperlukan nilai bobot dan nilai preferensi. Berikut akan menampilkan hasil pembobotan yang telah dilakukan.
Gambar 6.Hasil penentuan bobot responden berdasarkan criteria khusus
Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.147
Hasil pembobotan nilai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, dipilihlah metode MCDM yang sesuai melaluo yaitu metode TOPSIS dan SAW.
Gambar 7.Penyelesaian TOPSIS semua responden berdasarkan lokasi
Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.147
Berdasarkan hasil pendapat responden secara umum, maka Citra Land merupakan lokasi utama. Menurut responden berpendidikan sarjana, maka Lembah Nyiur Kairagi Mas dan Telkom Mas merupakan daerah utama pemukiman, tetapi menurut responden
Analisa Lokasi & Keruangan | 12
menurut responden kelas atas yang berpendapatan di atas median Rp.2.675.000,- Citra Land
merupakan daerah pilihan utama sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.
Gambar 8. Penyelesaian SAW semua responden berdasar lokasi Sumber : Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Hal.147
Berdasarkan pembobotan melalui metode SAW, menurut pendapat responden secara umum, responden berpendidikan sarjana dan Non-Sarjana, responden kelas atas memilih Citra Land sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.
3.5 HASIL IMPLIKASI TEORI TERHADAP LOKASI YANG DIPILIH
Dalam implikasi dari tinjauan teori serta konsep dasar dalam teori lokasi. penulis memilih menggunakan teori evaluasi kesesuaian lahan dan analisis multikriteria (MCDM) dalam penelitian ini.
3.6.1 IMPLIKASI METODE EVALUASI KESESUAIAN LAHAN
Analisa Lokasi & Keruangan | 13 kriteria dan nilai bobot yang kemudian dapat diolah lebih lanjut menggunakan metode MCDM.
3.6.1 IMPLIKASI MULTIPLE CRITERIA DECISION MAKING (MCDM)
Metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM) adalah metode yang mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyak pilihan dan biasanya memiliki atau mengandung kriteria yang saling bertentangan sedangkan. Penggunan metode MCDM dalam menentukan kecendurungan pemukiman di Kota Manado sudah tepat. Hal ini dikarenakan penelitian ini memiliki banyak kriteria, baik itu umum maupun khusus, yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan sehingga penggunaan MCDM sangat tepat untuk studi kasus ini.
Pemilihan metode TOPSIS juga sudah dinilai tepat dikarenakan konsepnya yang sederhana dan mudah dipahami, serta kemampuannya yang efisien untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif keputusan. Namun kelemahan dari metode TOPSIS adalah dibutuhkannya bobot awal dalam mengolah data selanjutnya, sehingga dibutuhkannya metode evaluasi kesesuaian lahan untuk melakukan pengolahan data menggunakan TOPSIS. Sedangkan penggunaan metode SAW juga dinilai tepat karena sangat efisien. Sehingga menguntungkan peneliti serta berkesinambungan dengan sistem pembobotan yang dilakukan pada metode TOPSIS.
Analisa Lokasi & Keruangan | 14
BAB IV. KESIMPULAN
4.1 KESIMPULAN JURNAL
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan oleh penulis didalam jurnal dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1) Kecenderungan lokasi pemukiman di kota Manado didasarkan terutama pada faktor
‘harga rumah’. Hal ini ditunjukkan oleh responden umum, responden berpendapatan
kelas bawah dan responden kelas atas.
2) Lokasi pemukiman yang terpilih berdasarkan responden berpendidikan sarjana, responden berpendapatan kelas bawah serta responden yang digabung adalah
Telkom Mas. Sedangkan lokasi pemukiman menurut responden berpendidikan non
sarjana dan responden berpendapatan kelas atas cenderung memilih Citra Land.
4.2 LESSON LEARNED CRITICAL REVIEW
Dari critical review ini Metode Analisis Multrikriteria / MCDM adalah salah satu metode pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh faktor dan kriteria yang beragam dan saling berlawanan. MCDM terdiri atas dua macam yaitu compensatory dan non-compensatory.
Dimana metode tersebut masih terdiri dari beragam multiatribute perhitungan. Metode MCDM yang digunakan dalam suatu penelitian dapat terdiri atas dua atau lebih metode, asalkan
keduanya memiliki kesinambungan. Pengambilan keputusan dengan metode MCDM memanfaatkan sistem pembobotan terhadap kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan
keputusan. Dalam penelitian ini, digunakan dua metode MCDM yaitu SAW dan TOPSIS. Kedua metode tersebut memiliki persamaan yaitu mencakup sistem pembobotan kriteria dalam metodenya.
Teori MCDM masih relevan untuk digunakan pada masa ini. Hal ini dikarenakan MCDM menawarkan sistem pengambilan keputusan yang dipengaruhi beragam
Analisa Lokasi & Keruangan | 15
Serta mengerti dalam pemahaman teori lokasi. Sehingga dapat manfaat sebagai berkut : 1) Mampu menjelaskan prinsip dan konsep dasar aspek keruangan dalam penentuan
aktivitas dalam penentuan lokasi permukiman.
2) Memberkan penjelasan pengertian teori lokasi dan kedudukannya dalam
perencanaan wilayah dan kota.
3) Dapat menganalisis lokasi beberapa komponen kegiatan kota dan wilayah seperti
permukiman dengan metode analisis penentuan lokasi.
4) Dapat menganalisis interaksi keruangan, tarikan antar lokasi kegiatan dalam skala
kota dan wilayah khususnya penentuan lokasi permukiman
5) Melakukan implikasi teknik analisis yang sesuai untuk mengkaji aspek lokasional dan
keruangan khususnya menggunakan metode Analisis Multrikriteria / MCDM pada komponen kegiatan wilayah dan kota
Pada crtical review dalam jurnal ini, banyak ditemukan data-data yang tidak dicantumkan sumber datanya. Lalu dalam menganalisa data menggunakan suatu metode
penelitian juga perlu mencantumkan langkahnya serta apabila ada perhitungannya, maka cantumkan pula proses perhitungan hingga ditemukan hasil berupa angka-angka yang digunakan untuk mengolah data. Dan yang terakhir, sebuah jurnal penelitian harus memuat
kesimpulan yang menjawab dari tujuan penelitian dan pembahasan apa yang ada di dalam jurnal tersebut yaitu penentuan lokasi permukiman di Kota Manado.
Analisa Lokasi & Keruangan | 16 DAFTAR PUSTAKA
Weku, Winsy Chirsto Deilan.2012.Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman berdasarkan Analisis Multikriteria di Kota Manado.Jurnal Ilmiah Sains,Vol.12,No.2,Oktober 2012
KECENDERUNGAN PEMILIHAN LOKASI PEMUKIMAN BERDASARKAN
ANALISIS MULTIKRITERIA DI KOTA MANADO
Winsy Christo Deilan Weku 1)
1)Program Studi Matematika FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado
Jl. Kampus Unsrat, Manado 95115 Email : [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor dominan (kriteria) yang mempengaruhi individu dalam memilih lokasi pemukiman. Selanjutnya lokasi-lokasi pemukiman diurutkan sesuai dengan selera/kecenderungan yang ada pada responden. Untuk menjembatani berbagai kriteria yang saling berbeda dari para responden, maka dapat digunakan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) dengan metode yang terpilih yaitu metode Penjumlahan Terboboti/Simple Additive Weighting (SAW) dan metode Jarak Terdekat ke Titik Ideal/Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dimana kedua metode ini saling melengkapi satu sama lainnya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa responden secara umum, responden berpendidikan sarjana dan responden berpendapatan kelas bawah cenderung memilih lokasi pemukiman Telkom Mas sebagai pilihan utama. Berbeda halnya dengan responden berpendidikan non-sarjana dan responden berpendapatan kelas atas cenderung untuk memilih Citra Land sebagai lokasi pemukimannya.
Kata Kunci : Lokasi Pemukiman, MCDM, SAW, TOPSIS
HOUSING SUITABILITY LOCATION PREFERENCE BASED ON
MULTICRITERIA ANALYSIS IN MANADO
ABSTRACT
The purposes of this research are to determine the dominant factors from every individual to choose their district location. Furthermore, to organized the district location according the dominant factors. For the respondent with different background, it implies to their significant criteria. Decision making problems with these characteristics are basically members of Multi Criteria Decision Making (MCDM). Simple Additive Weighting (SAW) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) methods have been developed in this study to solve this problem as comprehensive. The results of this research reveals that general respondent, higher educated respondent and lower income respondent disposed to choose Telkom Mas as their district location. Furthermore lower respondent and higher income respondent disposed to choose Citra Land as their district location.
Keywords : District Location, MCDM, SAW, TOPSIS
PENDAHULUAN
Pengembangan pemukiman bagi
individu memerlukan suatu
pengidentifikasian lahan dan lokasi sebagai kegiatan yang penting dalam proses perencanaan dan pembangunan. Kriteria lahan tinggal untuk masing-masing
stakeholder bisa berbeda-beda, dari pihak lingkungan hidup akan sangat menekankan pada lingkungan, berbeda halnya dengan pihak developer (pengusaha) yang lebih menekankan pada profit.
Weku: Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman…….. 143
yang berpendapatan lebih rendah cenderung untuk memilih daerah yang dapat mendukung perekonomiannya tanpa memperhatikan
service/pelayanan/fasilitas yang baik dan aman.
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu bagaimana memilih lokasi pemukiman yang layak bagi setiap individu dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang muncul berdasarkan latar belakang sosial-ekonomi individu yang berbeda. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengurutan lokasi pemukiman dan menetapkan urutan lokasi pemukiman berdasarkan faktor-faktor dominan di Kota Manado.
Evaluasi Kesesuaian Lahan
Menurut Malczewski dalam Kapantow (2003), setiap lahan potensial untuk pembangunan memiliki karakteristik masing-masing yang secara umum mengacu pada atribut lokasi. Atribut data termasuk informasi pada sumber daya alami, sumber daya manusia dan sumber daya buatan manusia (Kozlowski, 1986). 2 fase dalam evaluasi kesesuaian lahan ini, yaitu:
1. Fase Penyaringan, tujuan dari fase ini adalah meniadakan semua lokasi yang tidak dapat diterima untuk suatu tujuan pembangunan oleh karena adanya pertimbangan lingkungan, peraturan atau faktor-faktor lainnya.
2. Fase Evaluasi, bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian setiap lokasi yang telah diterima (Kapantouw, 2003).
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengidentifikasi dan mengukur proses evaluasi kriteria antara lain: (a) identifikasi kriteria yang relevan, (b) standarisasi nilai
performance, (c) pengukuran bobot nilai, (d) pengukuran skala nilai.
Multikriteria Analisis
Multiple Criteria Decision Making
(MCDM), mengacu pada suatu kenyataan tentang bagaimana membuat keputusan berdasarkan banyaknya pilihan, dan biasanya mengandung kriteria yang saling bertentangan. Dalam konteks bisnis, masalah MCDM lebih kompleks dan biasanya dalam skala besar. Sebagai contoh, banyak perusahaan di Eropa menjalankan
perusahaannya dengan beratus-ratus kriteria dan sub kriteria dengan mempergunakan model bisnis European Foundation for Quality Management – EFQM (Matteu, 2002).
Menurut Vincke (1986), penyelesaian masalah dalam bidang MCDM, dibedakan atas tiga jenis yaitu : (a) pemilihan masalah, (b) masalah peringkat dan (c) penyortiran data.
1. Bentuk MCDM
Sebuah masalah MCDM dapat digambarkan dengan menggunakan sebuah matriks keputusan. Anggap terdapat m
alternatif yang berhubungan dengan n atribut, sehingga sebuah matriks keputusan akan berukuran m x n dengan masing-masing elemen Yij, dengan atribut ke-j dari i alternatif. Data yang sudah ada dapat dibentuk ke dalam Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Matriks Evaluasi
K1 K2 K3 . . . . Kj Total Skor
2. Penyelesaian MCDM, menurut sifat penyelesaiannya (Hwang dan Yoon, 1981) dibedakan menjadi (a) Penyelesaian Ideal, (b) Penyelesaian Non dominasi, (c) Penyelesaian memuaskan, (d) Penyelesaian terpilih.
3. Metode MCDM, terdiri atas dua metode MCDM, yaitu compensatory dan non-compensatory (Hwang dan Yoon, 1981).
Kedua metode ini menggunakan bentuk umum dari langkah-langkah yang dapat diberikan sebagai berikut: (Franklin dan Niemeier, 1998)
1). Menentukan tujuan yang relevan 2). Menentukan alternatif-alternatif untuk
dievaluasi
3). Menentukan atribut yang relevan untuk mengevaluasi alternatif dan menentukan nilai diluar jangkauan atribut individu.
144 Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012
5). Menskor masing-masing atribut dari setiap alternatif. Setiap alternatif i dapat diasumsikan sebagai sebuah vektor deskripsi pada atribut j yang berbeda. Xi = (xi,1; xi,2; ... ; xi,j; ... ;xi,n).
6). Menghitung kegunaan multiatribut dari beragam pilihan, dengan menggunakan kedua metode skoring.
7). Menyediakan analisis pasca evaluasi dan kemudian menentukan alternatif mana yang terbaik.
METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
Lokasi pemukiman yang dijadikan objek penelitian adalah CBSA Gold Estate, Green Garden, Star of Paniki, Villa Mutiara, Lembah Nyiur Kairagi Mas yang terletak di kecamatan Mapanget, Telkom Mas di kecamatan Maumbi dan Citra Land di kecamatan Pineleng. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret dan awal bulan April, dimana pengambilan data untuk lokasi pada awal bulan Maret dan pengambilan data untuk responden dilakukan pada akhir bulan Maret dan awal bulan April.
Gambar 2. Responden Berdasarkan Wilayah Amatan
Banyaknya responden yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 80 responden yang tersebar di berbagai lokasi di kota Manado. Dengan perbandingan sebagai berikut; 16 responden di Malalayang, 15 responden di Sario (Kampus), 14 responden
di Teling, 8 responden di Tuminting, 12 responden di Tikala dan 15 responden di Winangun. Sedangkan objek amatan untuk lokasi perumahan sebanyak 7 perumahan yang baru diambil secara sengaja, dengan memperhatikan kesamaan dari sisi ekonomi.
Penelitian ini membagi para responden secara umum tanpa adanya perbedaan sebanyak 80 responden, menurut pendidikan
sarjana sebanyak 58 responden, non sarjana sebanyak 22 responden, kemudian tingkat pendapatan dengan mengambil median pendapatan Rp.2.675.000,- dimana responden dengan pendapatan lebih besar atau sama dengan Rp.2.675.000,- digolongkan sebagai responden kelas atas sebanyak 40 responden dan responden dengan pendapatan kurang dari Rp.2.675.000,- digolongkan sebagai responden kelas bawah sebanyak 40 responden.
Analisis Data
Data yang telah ada kemudian akan diolah dengan menggunakan bantuan komputer yang menggunakan software spread sheet Excel XP. Beberapa variabel sebagai kriteria umum yang akan diteliti untuk digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Kemudahan untuk mendapatkan transportasi dan layanannya.
2. Akses ke tempat hiburan. 3. Ekonomi (Harga tanah). 4. Fasilitas Layanan Umum.
Malalayang
Weku: Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman…….. 145
Sosial Ekonomi Fasilitas Layanan Umum
Gambar 3. Hubungan antara kriteria umum dan kriteria khusus
Dan prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini seperti pada Gambar 4, dilakukan dua tahap, yaitu: evaluasi kesesuaian lahan pemukiman dan penentuan lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan MCDM.
1. Evaluasi Kesesuaian Lahan Pemukiman Evaluasi kesesuaian lahan pemukiman ini dimaksudkan untuk melihat secara umum lahan yang potensial untuk ditinggali. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
a). Pengambilan data. Dalam proses pengambilan data dilakukan dua kali, yaitu
1).Pengambilan data terhadap responden yang bertempat tinggal di Manado, sebanyak 80 responden dan dilakukan secara acak.
2).Pengambilan data terhadap perumahan (lokasi pemukiman), sebanyak 7 lokasi pemukiman berdasarkan kriteria khusus pula. b). Kemudian dilakukan pencocokan
antara nilai rata-rata responden untuk kriteria khusus dengan kriteria khusus lokasi pemukiman yang memenuhi syarat. Hasilnya akan didapatkan nilai kriteria (xij) yang dapat disusun dalam sebuah tabel.
c). Dari penanganan sampel yang ada, kita memiliki 2 nilai yaitu nilai bobot (wij) dan nilai kriteria (xij) yang akan dihitung dengan metode MCDM.
2. Penentuan Lokasi Pemukiman yang Cocok dengan Metode MCDM
a). Metode TOPSIS
1).Menghitung standarisasi vektor normal untuk nilai kriteria (xij), kriteria khusus yang diberikan 2). Kemudian menghitung rating bobot
normal (vij) dengan cara melakukan perkalian antara skor normal (rij) dengan nilai bobot (wij). Dengan rumusnya:
vij = wi . rij
3). Kemudian dilakukan
pengidentifikasian penyelesaian positif ideal dan negatif ideal. Penyelesaian ideal positif merupakan gabungan semua kriteria
146 Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012 Membandingkan Data Responden dengan
pengamatan lapangan
KESIMPULAN
Penanganan Data
Penanganan sampel:
Menghitung Nilai Bobot
Menghitung Nilai Kriteria
E
Gambar 4. Bagan Alir Pelaksanaan Penelitian
4). Menghitung pengukuran berbeda. pemisahan atau jangkauan untuk masing-masing kriteria dari penyelesaian ideal positif A* dan negatif A- diberikan jarak ruang dimensi n Euclidean, sebagai berikut:
dalam hal ini j menyatakan 7 lokasi pemukiman, i menyatakan 10 kriteria khusus
5). Menghitung kesamaan indeks untuk penyelesaian ideal positif, untuk lokasi j, akhirnya diberikan oleh
j
Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan responden bisa didapatkan dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan kriteria-kriteria yang mendukung lokasi pemukiman tersebut.
b). Metode SAW
Untuk metode SAW didapatkan dengan menjumlahkan semua nilai rating bobot normal untuk satu lokasi berdasarkan semua kriteria yang ada. Lokasi pemukiman yang cocok berdasarkan responden bisa didapatkan dengan cara mengurutkan nilai C dari yang besar ke yang paling kecil. Sehubungan dengan itu kita bisa mendapatkan kriteria-kriteria yang mendukung lokasi pemukiman tersebut.
Kemudian dari kedua metode tersebut akan dibuat generalisasi peringkat dengan mengambil jumlah peringkat dari kedua metode tersebut (Jankowski, 1988). Hasil terkecil jumlahan rangking dari kedua metode tersebut merupakan pilihan lokasi yang terbaik, demikian juga seterusnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Untuk menggunakan metode MCDM diperlukan nilai bobot dan nilai preferensi. Nilai bobot adalah nilai yang menggambarkan tingkat kepentingan relatif dari suatu kriteria terhadap kriteria lainnya. Semakin besar nilai bobot diberikan oleh responden, berarti semakin besar tingkat kepentingan dari suatu kriteria menurut responden tersebut. Nilai bobot ini harus berjumlah 1 untuk seluruh kriteria khusus yang diberikan.
Weku: Kecenderungan Pemilihan Lokasi Pemukiman…….. 147
Tabel 2. Penentuan bobot responden berdasar criteria khusus
Kriteria Umum Kriteria Khusus
Bobot
Akses Ke Tempat Hiburan Dekat Dengan Pantai 0,0713 0,0668 0,085 0.073 0,068
Waktu Tempuh Ke Bioskop 21 0,0944 0,0922 0,100 0.099 0,089
Ekonomi Harga Rumah 0,1330 0,1405 0,111 0.134 0,131
Adanya Cicilan 0,1270 0,1334 0,107 0.128 0,125
Fasilitas Layanan Umum
Dekat Pusat Perbelanjaan 0,0712 0,0722 0,068 0.068 0,073
Dekat Rumah Sakit 0,0841 0,0825 0,087 0.082 0,085
Waktu Tempuh Ke Tempat Sarana
Pendidikan 0,0848 0,0867 0,079 0.088 0,081
Total 1 1 1 1 1
Berdasarkan nilai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, maka akan diterapkan metode MCDM untuk menentukan lokasi permukiman yang cocok. Metode yang dipakai adalah TOPSIS yang nantinya akan didukung oleh metode SAW. 1. Penyelesaian Topsis
Menurut pendapat responden secara umum, maka Citra Land merupakan lokasi utama. Menurut responden berpendidikan sarjana, maka Lembah Nyiur Kairagi Mas dan Telkom Mas merupakan daerah utama pemukiman, tetapi menurut responden berpendidikan Non-Sarjana Citra Land merupakan daerah pemukiman utama. Sementara itu menurut responden kelas atas yang berpendapatan di atas median Rp.2.675.000,- Citra Land merupakan daerah pilihan utama sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.
Tabel 3. Penyelesaian TOPSIS semua responden berdasar lokasi
Sementara itu berdasarkan SAW, menurut pendapat responden secara umum, responden berpendidikan sarjana, responden berpendidikan Non-Sarjana, responden kelas atas yang berpendapatan di atas median Rp.2.675.000,- memilih
Citra Land merupakan daerah pilihan utama sedangkan menurut kelas bawah yang berpendapatan di bawah median maka Telkom Mas merupakan daerah pilihan utama.
Tabel 4. Penyelesaian SAW semua responden berdasar lokasi
148 Jurnal Ilmiah Sains Vol.12 No.2, Oktober 2012
Tabel 5. Total Ranking TOPSIS dan SAW semua responden berdasar lokasi
Lokasi
Ranking Umum Ranking Sarjana Ranking Non
Sarjana Ranking Kelas Atas
Ranking Kelas
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1 Kecenderungan lokasi pemukiman di kota Manado didasarkan terutama pada faktor ‘harga rumah’. Hal ini ditunjukkan oleh responden umum, responden berpendapatan kelas bawah dan responden kelas atas.
2 Lokasi pemukiman yang terpilih berdasarkan responden berpendidikan sarjana, responden berpendapatan kelas bawah serta responden yang digabung adalah Telkom Mas. Sedangkan lokasi pemukiman menurut responden berpendidikan non sarjana dan responden berpendapatan kelas atas cenderung memilih Citra Land.
DAFTAR PUSTAKA
Azar, F. S., 2000, Multiattribute Decision Making: Use of Three Scoring Methods to Compare The Performance of Imaging Techniques for Breast Cancer Detection, Univ. Of Pennsylvania, Philadelphia.
Franklin, J. P.; Niemeier, D. A., 1998, The Prioritization Of Mobility Improvements Using A Multicriteria Prioritization Algorithm Final Report, University of California.
Hwang C. L. and Yoon K., 1981, Multiple Attribute Decision Making Methods and Applications, Springer-Verlag, New York.
Isard, W., 1977, Introduction to Regional Science, Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, New Jersey.
Kapantouw, G., 2003, A Spatial Decision Support System For Location Suitability Analysis For Sustainable Tourism Development – Tesis Doctoral, The University Of Queensland.
Kozlowski J. 1986, Threshold Approach In Urban, Regional, and Environmental Planning: Theory and Practice. St. Lucia, Queensland: University of Queensland Press.
Matteu, A. V., 2002, ClusDM: A Multiple Criteria Decision Making Method for Heterogeneous Data Sets – Tesi
Doctoral, UNIVERSITAT
POLITÈCNICA DE CATALUNYA, Departament de Llenguatges i Sistemes Informàtics.