• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantit"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN

KUALITATIF

Tulisan Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester

Mata Kuliah Metodologi Penelitian Sosial

disusun oleh :

RINDRI ANDEWI GATI (105030500111002)

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

(2)

1. Pengertian Metode Penelitian

Pada dasarnya metode penelitian adalah sebuah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian tersebut didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengatahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam penelitian sering sulit dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya dapat diuji melalui pengujian reliabilitas dan obyektivitas. Pada umumnya kalau data itu reliabel dan obyektif maka data tersebut akan cenderung valid.

Setiap penelitian mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian ada 3 macam yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian, dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu, dan pengembangan berarti meperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada.

(3)

masalah atau informasi yang tidak diketahu dan selanjutnya menjadi tahu, memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.

2. Jenis-jenis metode Penelitian a. Penelitian menurut tujuan:

1) Penelitian murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan ilmu administrsi atau manajemen.

2) Penelitian terapan mereupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapakan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

b. Penelitian menurut metode:

1) Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpin nasional dan daerah, kualitas SDM masyarakat Indonesia.

(4)

3) Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Terdapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental. Contoh: penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas.

4) Penelitian naturalistik sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah. Contoh: penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.

5) Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah. Contoh: penelitian untuk membuat undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk pengembangan struktur organisasi.

6) Action research adalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.

7) Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan dan produk. Contoh: penelitian proses pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan, penelitian keluarga berencana.

(5)

c. Penelitian menurut tingkat explanasinya

1) Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di departemen X.

2) Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu, adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan SMU.

3) Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih.

d. Penelitian menurut jenis data dan analisis

1) Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)

2) Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan).

3. Pengertian Metode Kuantitatif dan Kualitatif

(6)

metode kualitatif memiliki nama lain metode baru, postpositivistik, artistik, dan interpretive research.

Metode kuantitatif adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial dijabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variabel dan indikator. Setiap variabel yang di tentukan di ukur dengan memberikan simbol-simbol angka yang berbeda–beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variabel tersebut. Dengan menggunakan simbol– simbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang berlaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dari metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering disebut “sampel” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.

(7)

generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.

4. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Perbedaan antara metode kualitatif dan kuantitatif meliputi 3 hal, yaitu perbedaan aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian. Di bawah ini dijelaskan lebih lanjut tentang perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif.

a. Perbedaan aksioma

Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai.

1) Sifat realitas

Metode kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivism dimana realitas dipandang sebagai sesuatu yang konkrit, dapat diamati dengan pancaindera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverifikasi. Dengan demikian, dalam penelitian kuantitatif peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari obyek yang diteliti kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya.

(8)

mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya pada yang nampak (teramati), tetapi sampai di balik yang nampak tersebut.

Contoh : seseorang yang sedang memancing. Apabila menggunakan penelitian kuantitatif, maka hasilnya hanya sekedar bahwa memancing itu adalah kegiatan mencari ikan. Tetapi, apabila dilihat dengan menggunakan penelitian kualitatif akan melihat lebih dalam sehingga ditemukan motif di balik memancing itu, seperti menghilangkan stress, mencari teman atau sekedar kegiatan supaya tidak stress.

2) Hubungan peneliti dan yang diteliti

Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran dianggap berada di luar dirinya sehingga harus dijaga jaraknya antara peneliti dengan yang diteliti sehingga bersifat independen. Peneliti kuantitatif hamper tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data karena teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner.

Dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant observation dan in depth interview, maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data. Dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberikan data.

3) Hubungan antar variabel

Peneliti kuantitatif melihat hubungan antarvariabel terhadap obyek yang diteliti bersifat kausal (sebab-akibat) sehiungga terdapat variabel independen dan dependen dalam penelitiannya. Selanjutnya dari variabel tersebut akan dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap dependen

(9)

akan lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi sehingga tidak diketahui mana variabel yang independen dan yang dependen.

4) Kemungkinan generalisasi

Umumnya, penelitian kualitatif menekankan pada keluasan informasi, bukan kedalaman. Sehingga cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari suatu populasi dengan teknik probability/random sampling.

Penelitian kuantitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan kedalaman informasi sehingga sampai kepada tingkat makna. Hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan di tempat lain ketika kondisi tempat lain tersebut tidak jauh berbedda dengan tempat penelitian.

5) Peranan nilai

Dalam penelitian kuantitatif, karena peneliti tidak berinteraksi langsung dengan sumber data sehingga akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dari sumber data. Karena ingin bebas nilai, maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data supaya data yang diperoleh bisa obyektif.

Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data melakukan interaksi sehingga dalam interaksi ini peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan, dan persepsi yang berbeda-beda, sehingga dalam pengumpulan data, análisis, dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai-nilai masing-masing.

(10)

Selanjutnya, untuk memahami secara lebih jelas dan rinci perbedaan karakteristik penelitian, maka dikemukakan pada tabel berikut :

No Karakteristik Metode Kuantitatif Metode Kualitatif 1 Desain  Spesifik, jelas, rinci  Umum

 Ditentukan secara

mantap sejak awal  Fleksibel

 Menjadi pegangan

 Menguji teori  Menemukan teori

 Mencari generalisasi

wawancara terstruktur  In depth interview

 Dokumentasi

 Instrumen yang telah terstandar

 Buku catatan, tape recorder,

handycam, camera, dan lain-lain 5 Data  Kuantitatif  Deskripsi kualitatif

(11)

6 Sampel / sumber data  Besar  Kecil

 Representatif  Tidak representatif

 Sedapat mungkin random

 Purposive, snowball

 Ditentukan sejak awal 

Berkembang selama proses penelitian 7 Analisis  Setelah selesai

pengumpulan data

8 hubungan dengan Responden

 Dibuat berjarak, 9 usulan desain  Luas dan rinci  Singkat, umum,

(12)

 Masalah dirumuskan

 Ditulis secara rici dan jelas sebelum terjun

10 Kapan penelitian dianggap selesai?

 Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan

 Setelah tidak ada data yang dianggap

5. Kapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Digunakan a. Penggunaan Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif dapat digunakan apabila:

- Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas - Peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi - Ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang

lain

- Peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian

(13)

- Ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori, dan produk tertentu

b. Penggunaan Metode Kualitatif

Metode Kualitatif dapat digunakan apabila:

- Masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang, atau mungkin malah masih gelap.

- Untuk memahami makna di balik data yang tampak - Untuk memahami interaksi sosial

- Memahami perasaan orang - Untuk mengembangkan teori - Untuk memastikan kebenaran data - Meneliti sejarah perkembangan

6. Apakah Metode Kuantitatif dan Kualitatif Dapat Digabungkan

Setiap metode penelitian memiliki keunggulan dan kekurangan. Oleh karena itu, metode kualitatif dan kuantitatif tidak perlu diperdebatkan keberadaannya karena pada dasarnya mereka saling melengkapi. Metode kuantitatif cocok untuk menguji hipotesis atau teori sedangkan metode kualitatif cocok untuk menemukan hipotesis atau teori.

(14)

Menurut Prof. Dr. Sugiyono, dalam bukunya yang saya cantumkan menjadi daftar pustaka di tugas ini menyatakan bahwa kedua metode tersebut dapat digunakan bersama-sama atau digabungkan tetapi dengan catatan sebagai berikut : a. Dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek yang sama, tetapi tujuan yang berbeda. Metode kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis.

b. Digunakan secara bergantian. Pada tahap pertama menggunakan metode kualitatif sehingga ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis tersebut diuji dengan metode kuantitatif.

c. Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda tetapi dalam penelitian kuantitatif dapat menggabungkan teknik pengolahan datanya, bukan metodenya.

d. Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan asalkan kedua metode tersebut telah dipahami dengan jelas dan seseorang yang telah berpengalaman luaslah yang melakukan penelitian.

7. Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif

Berikut ini dikemukakan kompetensi yang perlu dimiliki oleh peneliti kuantitatif dan kualitatif

a. Kompetensi Peneliti Kuantitatif

1) Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti

(15)

3) Mampu menggunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti dan merumuskan hipotesis penelitian.

4) Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif seperti metode survey, eksperimen expost facto, evaluasi dan sejenisnya 5) Memahami teknik-teknik sampling

6) Mampu menyusun instrumen untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen 7) Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner maupun dengan

wawancara dan observasi

8) Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik.

9) Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan.

10) Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis.

11) Mampu membuat laporan secara sistematis dan menyamoaikan hasil penelitian kepihak-pihak yang terkait

12) Mampu membuat abstraksi hasil penelitian dan membuat artikel untuk dimuat dalam jurnal ilmiah

b. Kompetensi Peneliti Kualitatif

(16)

2) Mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada konteks sosial yang akan diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial.

3) Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian (konteks sosial)

4) Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara triangulasi serta sumber-sumber lain. 5) Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif

berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial dan tema kultural atau budaya

6) Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas hasil penelitian

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono, Prof. Dr. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:Penerbit Alfabeta.

Sumanto, Drs.M.A. .1995, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta:Andi Offset.

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan kedua metode tersebut menghasilkan luas vegetasi yang berbeda, karena disebabkan oleh perbedaan interpretasi dalam pengambilan training sampel antara kedua

Dengan menggabungkan kedua metode tersebut diharapkan sistem yang akan dibangun dapat mempermudah mengenal informasi dari rambu lalu lintas disekitar kendaraan yang

Pada dasarnya metode penelitian kuantitatif dan kualitatif memang berbeda dalam banyaknya hal, mulai dari seleksi masalah penelitian yang cocok, penggunaan teori, pengumpulan

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua (bukan orang pertama, bukan asli) yang memiliki data tersebut.. 33 Dengan kata lain data yang berasal dari

Dengan menggabungkan kedua metode tersebut diharapkan sistem yang akan dibangun dapat mempermudah mengenal informasi dari rambu lalu lintas disekitar kendaraan yang

• Perbedaan paradigma tersebut akan membedakan bagaimana mengetahui-bagaimana hubungan peneliti dan yang diteliti dalam memperoleh kebenaran ilmiah (epistemologis) yang secara

>Menurut Kiram pengertian motorik dan gerak seringkali menjadi satu hal ini disebabkan karena diantara kedua istilah tersebut sangat sulit ditarik suatu batasan yang konkret sehingga

Salah satu keunggulan utama dari metode kuantitatif adalah kemampuannya untuk menghasilkan data yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik, sehingga memungkinkan peneliti untuk