Paraphrasing and
• Salam
• Mempersilahkan klien duduk, perkenalan dan apresiasi • Menjelaskan prinsip-prinsip konfdensialitas dan kode
etik
• Opening • Eksplorasi
Konfdensialitas dan kode etik
• Segala hal yang bapak/ibu ceritakan akan kami jamin kerashasiannya, namun jika saya mendengar ada
informasi bahwa ada orang lain dalam cerita bapak/ibu sedang dalam bahaya dan terancam, saya wajib
Opening
• “apa yang membuat bapak/ibu datang kesini bertemu saya
• “Kira – kira hal apakah yang meresahkan anda/saudara/
kamu/nak ?”
• “Apa yang ingin anda kemukakan sekarang ?”
• “Bagaiman keadaan anda sesudah pertemuan kita yang
terakhir ?”
Pertanyaan eksplorasi
• (1) Eksplorasi perasaan, yaitu ketrampilan untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Misalnya: “Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan
• (2) Eksplorasi pengalaman, yaitu ketrampilan konselor untuk menggali pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh konseli, Misalnya:
Saya terkesan dengan pengalaman yang anda lalui. Saya ingin memahami
lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap hubungan anda dengan orang tua
• (3) Eksplorasi pikiran, yaitu ketrampilan konselor untuk menggali ide, pikiran dan pendapat klien Misalnya: “ Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda tentang sekolah sambil bekerja”. “Saya kira pendapat Anda
mengenai hal ini baik sekali. Dapatkan Anda menguraikan lebih lanjut?”.
• (4) Eksplorasi dampak, yaitu keterampilan konselor dalam menggali dampak dari perilaku yang dilakukan atau kejadian/permasalahan yang sedang
Empati
• Adalah bagian penting dari seni mendengarkan dalam proses konseling agar klien merasa bahwa ceritanya benar-benar didengarkan, diterima dan dipercaya
• Hal ini dilakukan dengan cara konselor mendengarkan
Empati
• Kemampuan empati adalah kemampuan dalam menggunakan keterampilan berkomunikasi yang meliputi kemampuan dalam :
a. Mengartikulasikan isyarat verbal klien dengan penggunaan
pertanyaan terbuka, merefeksikan apa yang diungkapkan klien, mengklarifkasi dan mengulas kembali apa yang disampaikan
b. Merespon isyarat non-verbal klien dengan menciptakan suasana yang bersahabat, membangun kehangatan dan keheningan secara tepat, serta mampu menyesuaikan gerak tubuh klien
• Keterampilan empati adalah mampu menangkap isyarat verbal dan non-verbal klien yang merupakan manifestasi dari cara pandang dan pikiran klien, juga mampu memahami ekspresi emosi klien yang selanjutnya
Paraphrasing
atau
restatement
• Dilakukan dengan cara konselor menyatakan kembali inti dari apa yang telah diungkapkan klien
menggunakan kata yang sederhana tanpa mengubah ataupun mengurangi makna dari apa yang telah
diungkapkan klien.
• Parafrase mendorong klien untuk terus berjalan dalam
alur gerak pemikiran mereka sendiri
• Parafrase yang bagus adalah yang tidak mengalihkan
• Klien: Sebenarnya saya tahu saya salah, tapi bukan
seperti ini cara mereka memperlakukan sesama teman. Kenapa saya tidak diajak bicara terlebih dahulu sebelum dijatuhkan sanksi. Ya oke lah saya di sanksi, tapi kita
semua ini kan teman
• Konselor: ehmm…jadi yang bapak inginkan ada
penyelesaian secara informal atau kekeluargaan
• Klien: Saya gagal memahaminya. Kadang dia sangat bersahabat, dan keesokannya dia bisa sangat berbeda…dingin sekali
• Konselor: anda belum pernah melihat dia sebagai seorang yang konsisten
• Klien: Saya senang karna selalu ada 10 hal yang berbeda dalam satu waktu di kantor yang sekarang
• Konselor: Jadi ada banyak pilihan aktivitas di tempat kerja yang baru
• Klien: Menurutku dia kurang bagus. Dia lulusan dari sekolah yang tidak terakreditasi. Dia juga belum banyak memiliki pengalaman mengikuti pelatihan. Hubungannya dengan istri dan anak-anaknya juga tidak begitu baik
• “Jadi Anda beranggapan bahwa ……..”
• “nampaknya yang Anda katakanan adalah……….” • “adakah yang Anda katakana adalah………..”
• “jadi masalahmu adalah………”
• “dari pembicaraan kita tadi saya menangkap
bahwa…….”
• Berguna agar klien mengetahui bahwa konselor sedang hadir bersamanya (attending) ketika ia menceritakan
masalahnya
• Menyoroti isu-isu penting dalam cerita klien dengan
lebih ringkas
• Memastikan akurasi persepsi dari konselor atas cerita
Tantangan dalam paraphrasing
• Jika tempo paraphrasing terlalu panjang, maka klien akan berhenti berbicara demi untuk memahami pernyataan
konselor
• Jika paraphrasing terlalu pendek, maka tidak terlalu cukup menggambarkan apa yang telah dipahami konselor atas cerita klien dan hal ini menyebabkan paraphrasing
menjadi tidak akurat.
• Maka penting untuk berlatih paraphrasing dalam berbagai variasi tempo dan susunan kata/kalimat untuk
Refeeting emotion
• Refeeting adalah upaya yang dilakukan konselor untuk menunjukkan pada klien bahwa ia tidak hanya sekedar memahami cerita klien saja namun juga perasaan dan emosi yang sedang dirasakan klien ketika menceritakan permasalahannya
• Merefeksikan perasaan adalah mengulangi atau
mengucapkan kembali pernyataan klien, termasuk mengidentifkasi apa yang dirasakan klien atas
peryataannya
• “Saya perhatikan kelihatannya saudara…..”
• Kemarahan, kesedihan, ketakutan, rasa bersalah adalah emosi-emosi yang penting untuk dieksplorasi dalam
konseling. Semua jenis emosi tersebut terkadang sulit
diekspresikan karena klien merasa malu atau merasa tidak diterima.
• Perlu suasana yang suportif atau lingkungan yang
mendukung agar klien mampu mengekspresikan semua emosi yang dirasakan
• membantu klien mengalami kembali perasaan dan
Tantangan dalam
refeeting
• Konselor kesulitan dalam menangkap perasaan yang paling menonjol
dirasakan klien atas permasalahan dan situasinya sehingga gagal dalam merefeksikan kembali ke klien
• Konselor kesulitan membedakan antara perasaan dia sendiri dengan perasaan klien. Konselor mengira bahwa ia dan kliennya merasakan emosi yang sama atas peristiwa yang sedang dibincangkan
• Some helpers over identify with their clients and feel their emotions
too strongly
• Counsellors sometimes state their clients feelings too defnitely rather than tentatively and this makes it difcult for clients to disagree.
Restatement + Refecting emotion
• Saya perhatikan sepertinya anda sangat kecewa
dengan keputusan institusi karena anda berharap ada penyelesaian informal terlebih dahulu
• Nampaknya anda masih marah karena menurut anda
• Klien Lia: Saya putus dengan Joni, saya tidak suka dia
membandingkan saya dengan mantan paearnya, saya merasa tidak dihargai dan perlakuannya kepada saya
tidaklah baik. Entah bagaimana tapi rasanya hari-hari ini saya lebih tenang, saya merasa lebih bahagia sekarang setelah putus dengan dia
• Konselor: Jadi selama ini Lia tidak merasa bahagia
• Klien: Saya sejauh ini belum mampu untuk berbicara dengan istri saya. Dia ngga mau ngomong tentang itu. Saya bahkan belum ngomong ke dia kalau saya pergi ke konseling, padahal kita pernah bersepakat sebelumnya untuk mencari konselor
bersama, tapi dia ngga mau dan akhirnya saya pergi sendiri. Dan yang membuat saya memutuskan untuk konseling sendiri
adalah,…saya merasa perlu untuk berbuat sesuatu untuk
menyelamatkan pernikahan ini, tapi saya bingung,..ngga tahu harus gimana. Saya merasa ini ngga mudah…bukan hal yang mudah untuk sekedar bilang cerai. Saya pikir kita berdua juga ngga menginginkan itu, tapi….kita berdua juga terlihat sama-sama ngga punya inisiatif untuk membuat semua hal ini elear
(jelas). Emmm …saya berharap…saya bisa membuat suatu keputusan, tapi…ini pun juga sulit
• Konselor: Sepertinya perasaan bapak sedang
• Klien: Ehmmm…iya, memang tidak ada aturan yang pasti
tentang ini. Emmm…iya benar. Saya belum tahu anak-anak nanti gimana. Apa yang harus saya katakana pada mereka. Sepertinya ini akan menyakitkan mereka…ngga tahu saya
• Konselor: Oke…jadi sebenarnya lebih soal anak-anak
• Klien: Merekalah sebenarnya yang membuat kita masih bertahan
sampai hari ini dan alasan saya tetap melanjutkan hidup
• Konselor: Bapak khawatir akan masa depan mereka (refeeting
emotion)
• Klien: hhhh (menghela nafas) kita berdua tuh,…belum
sepenuhnya aman secara fnansial, saya tahu pasti ini. Teman
saya bilang, “perceraian itu adalah kemiskinan instan”. Saya ngga tahu apakah sanggup menghadapi. Tapi….saya ngga bisa terus
• Konselor: saya merasakan ada yang sedang anda takutkan (refeeting emotion). Benar demikian?
• Klien: iya…saya mau bilang enggak, tapi sepertinya
memang iya.
• Konselor: hmm…sepertinya sangat rumit sekali
(refeeting emotion). Bisakah bapak ceritakan apa yang bapak pikirkan ketika bapak merasa takut (eksplorasi perasaan)
• Klien: hhhh … saya nggak tau gimana saya melewati ini
semua, gimana nanti bicara sama anak, gimana
menjelaskan ke orang tua dan keluarga besar, gimana teman-teman melihat kami, gimana….(terdiam)..ini
Summarizing
• Membantu klien membuat suatu kesimpulan utuh mengenai permasalahannya
• Membantu klien mengelola semua temuan ataupun
Unique stories
Menggali cerita unik tentang keberdayaan klien atas masalahanya (keterampilan, harapan, nilai, keyakinan, spirit hidup)
Contoh:
• Adakah saat dimana kejenuhan datang namun ia tidak
mampu menguasai anda? Apa yang anda pikirkan, dan lakukan kala itu
Closing
• Membuka ruang bagi klien untuk menyampaikan pendapatnya tentang proses konseling yang telah dijalani
• Membuka ruang bagi klien untuk menyampaikan hal-hal baru yang bermanfaat yang telah ia dapatkan dari
proses konseling
• Konselor menutup sesi konseling dengan
menyampaikan apresiasi atas pencapaian klien dan menawarkan klien untuk mendiskusikan kembali
• http://www.counsellingconnection.com/index.php/2009/