• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paraphrasing and refelecting thoughts and feelings

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Paraphrasing and refelecting thoughts and feelings"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Paraphrasing and

(2)

• Salam

Mempersilahkan klien duduk, perkenalan dan apresiasiMenjelaskan prinsip-prinsip konfdensialitas dan kode

etik

OpeningEksplorasi

(3)

Konfdensialitas dan kode etik

• Segala hal yang bapak/ibu ceritakan akan kami jamin kerashasiannya, namun jika saya mendengar ada

informasi bahwa ada orang lain dalam cerita bapak/ibu sedang dalam bahaya dan terancam, saya wajib

(4)

Opening

• “apa yang membuat bapak/ibu datang kesini bertemu saya

“Kira – kira hal apakah yang meresahkan anda/saudara/

kamu/nak ?”

“Apa yang ingin anda kemukakan sekarang ?”

“Bagaiman keadaan anda sesudah pertemuan kita yang

terakhir ?”

(5)

Pertanyaan eksplorasi

(1)  Eksplorasi  perasaan,  yaitu ketrampilan  untuk  menggali  perasaan  klien  yang  tersimpan.  Misalnya:  “Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan

(2)  Eksplorasi    pengalaman,  yaitu  ketrampilan  konselor  untuk  menggali pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh konseli, Misalnya:

Saya terkesan dengan pengalaman yang anda lalui. Saya ingin memahami

lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap hubungan anda dengan orang tua

(3)  Eksplorasi pikiran, yaitu ketrampilan konselor untuk menggali ide, pikiran dan pendapat klien Misalnya: “ Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih jauh ide Anda tentang sekolah sambil  bekerja”. “Saya  kira  pendapat  Anda 

mengenai  hal  ini  baik  sekali.  Dapatkan Anda menguraikan lebih lanjut?”.

(4) Eksplorasi dampak, yaitu keterampilan konselor dalam menggali dampak dari perilaku yang dilakukan atau kejadian/permasalahan yang sedang

(6)

Empati

• Adalah bagian penting dari seni mendengarkan dalam proses konseling agar klien merasa bahwa ceritanya benar-benar didengarkan, diterima dan dipercaya

Hal ini dilakukan dengan cara konselor mendengarkan

(7)

Empati

• Kemampuan empati adalah kemampuan dalam menggunakan keterampilan berkomunikasi yang meliputi kemampuan dalam :

a. Mengartikulasikan isyarat verbal klien dengan penggunaan

pertanyaan terbuka, merefeksikan apa yang diungkapkan klien, mengklarifkasi dan mengulas kembali apa yang disampaikan

b. Merespon isyarat non-verbal klien dengan menciptakan suasana yang bersahabat, membangun kehangatan dan keheningan secara tepat, serta mampu menyesuaikan gerak tubuh klien

• Keterampilan empati adalah mampu menangkap isyarat verbal dan non-verbal klien yang merupakan manifestasi dari cara pandang dan pikiran klien, juga mampu memahami ekspresi emosi klien yang selanjutnya

(8)

Paraphrasing

atau

restatement

• Dilakukan dengan cara konselor menyatakan kembali inti dari apa yang telah diungkapkan klien

menggunakan kata yang sederhana tanpa mengubah ataupun mengurangi makna dari apa yang telah

diungkapkan klien.

Parafrase mendorong klien untuk terus berjalan dalam

alur gerak pemikiran mereka sendiri

Parafrase yang bagus adalah yang tidak mengalihkan

(9)

Klien: Sebenarnya saya tahu saya salah, tapi bukan

seperti ini cara mereka memperlakukan sesama teman. Kenapa saya tidak diajak bicara terlebih dahulu sebelum dijatuhkan sanksi. Ya oke lah saya di sanksi, tapi kita

semua ini kan teman

Konselor: ehmm…jadi yang bapak inginkan ada

penyelesaian secara informal atau kekeluargaan

(10)

Klien: Saya gagal memahaminya. Kadang dia sangat bersahabat, dan keesokannya dia bisa sangat berbeda…dingin sekali

Konselor: anda belum pernah melihat dia sebagai seorang yang konsisten

Klien: Saya senang karna selalu ada 10 hal yang berbeda dalam satu waktu di kantor yang sekarang

Konselor: Jadi ada banyak pilihan aktivitas di tempat kerja yang baru

Klien: Menurutku dia kurang bagus. Dia lulusan dari sekolah yang tidak terakreditasi. Dia juga belum banyak memiliki pengalaman mengikuti pelatihan. Hubungannya dengan istri dan anak-anaknya juga tidak begitu baik

(11)

• “Jadi Anda beranggapan bahwa ……..”

“nampaknya yang Anda katakanan adalah……….”“adakah yang Anda katakana adalah………..”

• “jadi masalahmu adalah………”

“dari pembicaraan kita tadi saya menangkap

bahwa…….”

(12)

• Berguna agar klien mengetahui bahwa konselor sedang hadir bersamanya (attending) ketika ia menceritakan

masalahnya

Menyoroti isu-isu penting dalam cerita klien dengan

lebih ringkas

Memastikan akurasi persepsi dari konselor atas cerita

(13)

Tantangan dalam paraphrasing

• Jika tempo paraphrasing terlalu panjang, maka klien akan berhenti berbicara demi untuk memahami pernyataan

konselor

• Jika paraphrasing terlalu pendek, maka tidak terlalu cukup menggambarkan apa yang telah dipahami konselor atas cerita klien dan hal ini menyebabkan paraphrasing

menjadi tidak akurat.

• Maka penting untuk berlatih paraphrasing dalam berbagai variasi tempo dan susunan kata/kalimat untuk

(14)

Refeeting emotion

Refeeting adalah upaya yang dilakukan konselor untuk menunjukkan pada klien bahwa ia tidak hanya sekedar memahami cerita klien saja namun juga perasaan dan emosi yang sedang dirasakan klien ketika menceritakan permasalahannya

Merefeksikan perasaan adalah mengulangi atau

mengucapkan kembali pernyataan klien, termasuk mengidentifkasi apa yang dirasakan klien atas

peryataannya

(15)

Saya perhatikan kelihatannya saudara…..”

(16)

• Kemarahan, kesedihan, ketakutan, rasa bersalah adalah emosi-emosi yang penting untuk dieksplorasi dalam

konseling. Semua jenis emosi tersebut terkadang sulit

diekspresikan karena klien merasa malu atau merasa tidak diterima.

• Perlu suasana yang suportif atau lingkungan yang

mendukung agar klien mampu mengekspresikan semua emosi yang dirasakan

• membantu klien mengalami kembali perasaan dan

(17)

Tantangan dalam

refeeting

Konselor kesulitan dalam menangkap perasaan yang paling menonjol

dirasakan klien atas permasalahan dan situasinya sehingga gagal dalam merefeksikan kembali ke klien

• Konselor kesulitan membedakan antara perasaan dia sendiri dengan perasaan klien. Konselor mengira bahwa ia dan kliennya merasakan emosi yang sama atas peristiwa yang sedang dibincangkan

Some helpers over identify with their clients and feel their emotions

too strongly

• Counsellors sometimes state their clients feelings too defnitely rather than tentatively and this makes it difcult for clients to disagree.

(18)

Restatement + Refecting emotion

• Saya perhatikan sepertinya anda sangat kecewa

dengan keputusan institusi karena anda berharap ada penyelesaian informal terlebih dahulu

• Nampaknya anda masih marah karena menurut anda

(19)

Klien Lia: Saya putus dengan Joni, saya tidak suka dia

membandingkan saya dengan mantan paearnya, saya merasa tidak dihargai dan perlakuannya kepada saya

tidaklah baik. Entah bagaimana tapi rasanya hari-hari ini saya lebih tenang, saya merasa lebih bahagia sekarang setelah putus dengan dia

Konselor: Jadi selama ini Lia tidak merasa bahagia

(20)

Klien: Saya sejauh ini belum mampu untuk berbicara dengan istri saya. Dia ngga mau ngomong tentang itu. Saya bahkan belum ngomong ke dia kalau saya pergi ke konseling, padahal kita pernah bersepakat sebelumnya untuk mencari konselor

bersama, tapi dia ngga mau dan akhirnya saya pergi sendiri. Dan yang membuat saya memutuskan untuk konseling sendiri

adalah,…saya merasa perlu untuk berbuat sesuatu untuk

menyelamatkan pernikahan ini, tapi saya bingung,..ngga tahu harus gimana. Saya merasa ini ngga mudah…bukan hal yang mudah untuk sekedar bilang cerai. Saya pikir kita berdua juga ngga menginginkan itu, tapi….kita berdua juga terlihat sama-sama ngga punya inisiatif untuk membuat semua hal ini elear

(jelas). Emmm …saya berharap…saya bisa membuat suatu keputusan, tapi…ini pun juga sulit

Konselor: Sepertinya perasaan bapak sedang

(21)

Klien: Ehmmm…iya, memang tidak ada aturan yang pasti

tentang ini. Emmm…iya benar. Saya belum tahu anak-anak nanti gimana. Apa yang harus saya katakana pada mereka. Sepertinya ini akan menyakitkan mereka…ngga tahu saya

Konselor: Oke…jadi sebenarnya lebih soal anak-anak

Klien: Merekalah sebenarnya yang membuat kita masih bertahan

sampai hari ini dan alasan saya tetap melanjutkan hidup

Konselor: Bapak khawatir akan masa depan mereka (refeeting

emotion)

Klien: hhhh (menghela nafas) kita berdua tuh,…belum

sepenuhnya aman secara fnansial, saya tahu pasti ini. Teman

saya bilang, “perceraian itu adalah kemiskinan instan”. Saya ngga tahu apakah sanggup menghadapi. Tapi….saya ngga bisa terus

(22)

Konselor: saya merasakan ada yang sedang anda takutkan (refeeting emotion). Benar demikian?

Klien: iya…saya mau bilang enggak, tapi sepertinya

memang iya.

Konselor: hmm…sepertinya sangat rumit sekali

(refeeting emotion). Bisakah bapak ceritakan apa yang bapak pikirkan ketika bapak merasa takut (eksplorasi perasaan)

Klien: hhhh … saya nggak tau gimana saya melewati ini

semua, gimana nanti bicara sama anak, gimana

menjelaskan ke orang tua dan keluarga besar, gimana teman-teman melihat kami, gimana….(terdiam)..ini

(23)

Summarizing

• Membantu klien membuat suatu kesimpulan utuh mengenai permasalahannya

Membantu klien mengelola semua temuan ataupun

(24)

Unique stories

Menggali cerita unik tentang keberdayaan klien atas masalahanya (keterampilan, harapan, nilai, keyakinan, spirit hidup)

Contoh:

Adakah saat dimana kejenuhan datang namun ia tidak

mampu menguasai anda? Apa yang anda pikirkan, dan lakukan kala itu

(25)

Closing

• Membuka ruang bagi klien untuk menyampaikan pendapatnya tentang proses konseling yang telah dijalani

• Membuka ruang bagi klien untuk menyampaikan hal-hal baru yang bermanfaat yang telah ia dapatkan dari

proses konseling

• Konselor menutup sesi konseling dengan

menyampaikan apresiasi atas pencapaian klien dan menawarkan klien untuk mendiskusikan kembali

(26)

http://www.counsellingconnection.com/index.php/2009/

Referensi

Dokumen terkait