• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Psikologis Manusia makalah (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Psikologis Manusia makalah (1)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu sebab rendahnya kualitas manusia adalah karena minimnya tradisi belajar. Cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas diri memang dengan jalan belajar. Belajar secara rajin dan tekun akan menjadikan kualitas diri tumbuh dan berkembang. Tanpa belajar, rasanya sulit untuk mengharapkan terjadinya peningkatan kualitas.

Belajar bisa dilakukan dengan banyak cara. Cara paling konvensional, efektif, dan banyak dilakukan adalah dengan sekolah. Kebutuhan pendidikan lewat jalur sekolah tersedia sejak tingkat paling rendah (Sekolah Dasar) hingga tingkat paling tinggi (Doktor). Jurusan yang tersedia juga sangat beragam. Setiap orang dapat memilih tempat belajar yang sesuai dengan bakat, minat, dan kondisi keuangannya.

Komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisah dari seluruh aktivitas manusia, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Identitas manusia sebagai makhluk sosial mengharuskan manusia berhubungan dengan orang lain. Menurut Rakhmat, komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan kita. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa 70% waktu bangun kita gunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi menentukan kualitas hidup kita.

Tidak ada seorang pun yang bisa hidup sendiri. Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain ini hanya dapat dilakukan dengan komunikasi. Lewat komunikasi manusia berhubungan satu sama lain dengan berbagai tujuan. Dalam setiap jejak langkah hidupnya, manusia selalu membutuhkan komunikasi. Melalui berinteraksi dan bergaul setiap hari dengan sesama, kehidupan manusia terus dinamis dan berkembang. Dengan demikian, komunikasi menjadi ciri yang melekat dalam kehidupan manusia. Namun, supaya komunikasi itu berjalan dengan lancar, diperlukan perspektif psikologis.

(2)

faktor-faktor internal maupun eksternal. Psikologi Komunikasi berhubungan dengan faktor biologis dan sosiopsikologis. Pengaruh faktor biologis adalah perilaku tertentu merupakan bawaannya manusia bukan pengaruh lingkungan dan motif biologis yaitu kebutuhan makan, minum istirahat.

Dalam kesempatan ini, penulis ingin menguraikan mengenai psikologis manusia dalam perspektif komunikasi pembelajaran, dimana psikologi bisa digunakan untuk memperlancar pembelajaran.

B. Tujuan Pembahasan

Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari pembahasan ini adalah untuk:

1. Mengetahui bentuk penerapan perhatian dalam proses komunikasi. 2. Mengetahui bentuk penerapan pemahaman dalam proses komunikasi. 3. Mengetahui bentuk penerapan penerimaan dalam proses komunikasi. 4. Mengetahui bentuk bahasa, gaya, sikap dan nilai perhatian dalam proses

(3)

BAB II

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1. Bagaimana bentuk penerapan perhatian dalam proses komunikasi? 2. Bagaimana bentuk penerapan pemahaman dalam proses komunikasi? 3. Bagaimana bentuk penerapan penerimaan dalam proses komunikasi? 4. Bagaimana bentuk bahasa, gaya, sikap dan nilai perhatian dalam proses

(4)

BAB III PEMBAHASAN

A. Bentuk Penerapan Perhatian Dalam Proses Komunikasi

Atensi atau perhatian adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun proses kognitif lainnya. Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu.

Sumberdaya mental manusia yang terbatas untuk memroses suatu rangsang membutuhkan bantuan untuk mempercepat waktu reaksi. Mengarahkan pada suatu informasi tertentu akan mempercepat proses mental mengolah suatu rangsang. Misalnya dalam mengemudi, atensi yang mengarahkan pengemudi pada situasi jalan raya akan mempercepat reaksinya menginjak pedal rem jika menghadapi situasi membahayakan.

Atensi juga terpengaruh oleh perbedaan usia, terutama pada masa anak Groover menyebutkan bahwa faktor yang memengaruhi persepsi dan ingatan adalah perhatian (attention). Perhatian merupakan aktivitas menjaga sesuatu tetap dalam pikiran yang membutuhkan kerja mental dan konsentrasi. Terdapat 5 jenis perhatian, yaitu:

a. Perhatian selektif (Selective Attention)

Perhatian selektif terdapat pada situasi dimana seseorang memantau beberapa sumber informasi sekaligus. Penerima informasi harus memilih salah satu sumber informasi yang paling penting dan mengabaikan yang lainnya. Faktor-faktor yang memengaruhi perhatian selektif adalah harapan, stimulus, dan nilai-nilai. Penerima informasi mengharapkan sebuah sumber tertentu menyediakan informasi dan memberikan perhatian lebih pada sumber tersebut, memilih stimulus yang paling memberikan efek atau terlihat dibanding yang lain, dan memilih sumber informasi yang paling penting.

(5)

Perhatian terfokus mengacu pada situasi dimana seseorang diberikan beberapa input namun harus fokus pada satu input saja selama selang waktu tertentu. Penerima informasi berfokus pada satu sumber/input dan tidak terdistraksi oleh gangguan-gangguan lain. Faktor yang berpengaruh terhadap perhatian terfokus adalah jarak dan arah, serta gangguan dari lingkungan sekitar. Penerima informasi akan lebih mudah menerima informasi dari sumber yang berada langsung di depannya.

c. Perhatian terbagi (Divided Attention)

Perhatian terbagi terjadi ketika penerima informasi diharuskan menerima informasi dari berbagai sumber dan melakukan beberapa jenis pekerjaan sekaligus.

d. Perhatian yang terus menerus (Sustained Attention)

Perhatian terus menerus dilakukan penerima informasi yang harus melihat sinyal atau sumber pada jangka waktu tertentu yang cukup lama. Dalam situasi ini sangat penting bagi penerima informasi untuk mencegah kehilangan sinyal.

e. Kurang perhatian (Lack of Attention)

Kurang perhatian merupakan situasi dimana penerima informasi tidak berkonsentrasi terhadap pekerjaannya. Situasi ini disebabkan oleh kebosanan/kejenuhan dan kelelahan. Ciri-ciri pekerjaan yang dapat menimbulkan situasi kurang perhatian adalah pekerjaan dengan siklus pendek, sedikit membutuhkan pergerakan tubuh, lingkungan yang hangat, kurangnya interaksi dengan pekerja lain, motivasi rendah, dan tempat kerja memiliki pencahayaan yang buruk.

Perhatian memiliki peran yang cukup penting dalam komunikasi pembelajaran, karena perhatian akan menyebabkan adanya focus. Dengan focus dari siswa dan guru, maka komunikasi pembelajaran akan dapat diterima dengan baik dan materi pembelajaran akan dapat disampaikan dengan baik dan benar. Siswa tidak akan salah paham apalagi salah menerapkan materi.

(6)

Pemahaman diri yang objektif akan membuat seseorang mengerti akan dirinya, termasuk kelemahan dan kelebihan yang dimiliki serta bisa bersikap positif dalam menanggapi kelemahan dan kelebihan yang ada. Menurut Loekmono tujuan mengenal dan memahami diri sendiri bukannya untuk membuat orang menjadi kecewa setelah mengetahui bagaimana kepribadian dirinya, tetapi diharapakan agar setelah mengenal dan memahami dirinya sendiri seseorang dapat menerima kenyataan yang ada lalu berusaha dengan yang ada pada dirinya untuk mengembangkan pribadinya agar sehat dan memiliki karakteristik yang positif.

Memahami diri atas segala kelebihan dan kekurangan dirinya, misalnya individu dapat memahami kemampuan-kemampuan yang dimilikinya, potensi, bakat, sifat-sifat, dan tujuan yang diinginkannya serta mampu mengetahui apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan. Dan dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginannya. Apabila fungsi ini tidak berkembang dengan baik, pengembangan diri secara optimal dikhawatirkan tidak dapat tercapai.

Pemahaman diri secara objektif akan memungkinkan seseorang bisa melihat kelebihan yang dapat membuat percaya diri untuk bisa berbuat segala sesuatu, tentunya dibutuhkan sikap positif dalam menanggapi hal yang ada pada dirinya. Menurut Hakim pemahaman yang negatif seseorang terhadap dirinya sendiri yang cendrung selalu memikirkan kekurangan tanpa pernah menyakinkan dirinya memiliki kelebihan akan membentuk rasa tidak percaya diri. Hal ini berarti dengan melihat dan menyadari kekurangan yang dimiliki dengan sikap positif serta bisa memanfaatkan kelebihan yang dimiliki akan melahirkan keyakinan untuk bisa membuat orang menjadi percaya diri

(7)

Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya, bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya, berarti ia semakin dewasa. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif.

Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain negatif). Ia dapat menilai orang lain dengan seksama, dan biasanya ia diterima dengan baik oleh orang lain. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui humor yang sehat.

Contohnya, Para penyandang cacat tubuh secara tidak langsung akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas jika dibandingkan dengan orang yang normal karena secara fisik para penyandang cacat tubuh mengalami kelemahan dalam menggunakan tubuhnya secara optimal, bukan hanya itu saja karena secara psikis para penyandang cacat tubuh disadari atau tidak akan mengalami rasa rendah diri dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam masyarakat, ditambah lagi akan perlakuan yang diberikan kepada penyandang cacat tubuh dimana perlakuan itu ada yang berupa celaan atau belas kasihan.

Masalah yang menimpa para penyandang cacat jika tidak dapat diselesaikan dengan sikap yang positif akan membuat para penyandang cacat tubuh mengalami kecemasan berlebihan, putus harapan, takut bertemu orang, malu yang berlebihan, suka menyendiri dan nantinya para penyandang cacat tubuh akan memandang diri rendah. Hal ini seusai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Mangunsong orang yang mengalami cacat tubuh jika tidak mampu mengatasi kritis pada dirinya akan mengakibatkan anak lebih tertekan, menyesali diri terus-menerus, dan marah pada anak yang sehat, anak juga tidak mau berinteraksi dengan lingkungannya, dia akan mengurung diri, mengisolasi diri, curiga terhadap setiap orang karena merasa akan diejek dan dihina sehingga anak merasa tidak merasa aman dengan dirinya.

(8)

melaksanakan segala sesuatu, mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi di berbagai situasi, memiliki kondisi mental dan fisik yang cukup menunjang penampilan dan mampu menetralisir ketegangan yang muncul di dalam berbagai situasi. Tentunya kepercayaan diri tidak muncul dengan sendirinya melainkan ada usaha yang dilakukan untuk merangsang dan menumbuhkan kepercayaan diri pada diri

Penilaian yang positif akan membentuk konsep diri dan penghargaan terhadap diri yang positif, adanya konsep diri yang dimiliki oleh individu pada akhirnya akan melahirkan kepercayaan diri, konsep diri sendiri tidak begitu saja terbentuk melainkan melalui beberapa proses: pemahaman diri merupakan salah satu proses yang harus dilakukan untuk membentuk konsep diri, dengan pemahaman diri yang didasarkan dengan sikap positif akan memunculkan konsep diri yang positif juga dimana hal itu akan berpengaruh pada kepercayaan diri yang tinggi.

Lindenfield menjelaskan salah satu ciri khusus orang yang mempunyai kepercayaan diri adalah pemahaman diri, dimana orang yang percaya diri secara batin juga sangat sadar akan dirinya, tidak terus-menerus merenungi diri sendiri tetapi secara teratur memikirkan perasaan, pikiran dan prilaku mereka dan mereka selalu ingin tahu bagaimana pendapat orang lain tentang diri mereka.

(9)

Pemahaman diri yang objektif menuntut orang untuk mengetahui siapa diri seseorang yang sebenarnya, kemampuan dan minat yang dimiliki dan hal-hal yang disenangi maupun yang tidak.

Pemahaman diri merupakan aspek yang cukup penting dalam komunikasi pembelajaran, karena dengan pemahaman siswa mampu menyerap dan melakukan recall terhadap materi yang sama dengan bahasa yang tidak sama. Pemahaman bukanlah menghapal. Jadi pemahaman adalah enaknya berbicara dan menjelaskan terhadap suatu permasalahan, terutama permasalahan materi pelajaran.

C. Bentuk Penerapan Penerimaan Dalam Proses Komunikasi

Penerimaaan diri mengandung persepsi terhadap dirinya sendiri. Willi menyatakan bahwa penerimaan diri berhubungan dengan penyesuaian diri yang tinggi selain memberikan sumbangan pada kesehatan mental seseorang serta hubungannya antar pribadi. Lebih rincinya hubungannya antara persepsi dengan penyesuaian diri dalam penerimaan diri yaitu diawali dengan pengamatan individu saat menghadapi objek-objek riil secara kontak langsung dengan stimulus yang masih ada dan memberikan tanggapan yang dialami oleh perangsang sehingga individu mempunyai pendapat mengenai suatu objek yang diamati. Setelah timbul tanggapan, individu mulai melakukan tindakan penyesuaian diri untuk masuk dalam objek riil tersebut.

(10)

menyenangi dirinya sendiri. Keadaan mantan pelacur yang tidak dapat menerima masa lalunya bahwa ia pernah sebagai pelacur akan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri denganmasyarakat.

Aspek-aspek yang terkandung dalam penerimaan diri, diantaranya adalah sebagai berikut:

 Pengetahuan diri

Menurut Shostrom proses penerimaan diri dapat ditempuh melalui pengetahuan terhadap diri sendiri terutama keterbatasan diri sehingga individu tidak berbuat di luar kesanggupannya dan tidak perlu berpurapura sanggup melakukan sesuatu. Pengetahuan diri dapat dilakukan dengan mengenal diri baik secara internal maupun eksternal. Simorangkir berpendapat bahwa mengenal secara internal dapat dilakukan dengan cara menilai diri sendiri dalam hal kelebihan, kelemahan, sifat-sifat, dan lain-lain. Secara eksternal pengenalan diri dilakukan dengan cara menilai diri menurut pandangan orang lain.

 Penerimaan diri pantulan (reflected self-acceptance)

Yaitu membuat kesimpulan tentang diri kita berdasarkan penangkapan kita tentang bagaimana orang lain memandang diri kita. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara meminta pendapat orang lain tentang diri sendiri.

 Penerimaan diri dasar (basic self-acceptance)

Yaitu keyakinan bahwa diri diterima secara intrinsik dan tanpa syarat. Penerimaan diri dasar ini lebih berorientasi pada urusan personal individu. Individu mampu menghargai dan menerima diri apa adanya serta tidak menetapkan standar atau syarat yang tinggi di luar kesanggupannya dirinya.

 Pembandingan antara yang real dan ideal (Real-Ideal Comparison).

Yaitu penilaian tentang diri yang sebenarnya dibandingkan dengan diri yang diimpikan atau inginkan. Kesenjangan antara diri ideal dan riil hanya akan menyebabkan individu merasa tidak puas diri dan mudah frustasi.

(11)

Pengungkapan diri mengandung arti bahwa penerimaan diri dapat ditempuh dengan upaya mengasah keberanian untuk mengungkapan diri (pikiran, perasaan, atau lainnya) kepada orang lain. Pengungkapan diri dapat memberi informasi kepada individu tentang siapa dirinya, sebab dari interaksi tersebut individu akan mendapat feed back yang berguna untuk memperkaya pengetahuan tentang dirinya. Pengungkapan pikiran atau perasaan hendaknya dilakukan secara asertif sebab tindakan tersebut lebih mendukung pada perkembangan kepribadian yang sehat daripada cara agresif maupun pasif. Menurut Allport elemen penting dalam penerimaan diri adalah kemampuan mengontrol emosi. Upaya mengontrol emosi dapat dilakukan melalui tindakan asertif, sebab di dalam asertif terdapat pengontrolan emosi sehingga pengungkapan diri antar individu yang berkomunikasi dapat berjalan seimbang dan tidak ada individu yang tersakiti atau menyakiti.

 Penyesuaian diri

Menurut Schneiders di dalam penerimaan diri terdapat penyesuaian diri. Individu yang tidak mampu menyesuaikan diri menjadi tidak mampu untuk menerima dirinya sendiri. Misalnya, ketika individu memiliki cacat pada tubuhnya, maka individu harus menyesuaikan diri dengan cacat tersebut, agar cacatnya dapat diterima menjadi bagian dari dirinya. Sebaliknya, bila tidak mampu menyesuaikan diri maka individu cenderung mengembangkan reaksi negatif bagi dirinya seperti terus menerus mengeluh, putus asa, frustasi, mengacuhkan dirinya, dan lain-lain. Reaksi tersebut menunjukkan bahwa individu berupaya melakukan penolakan terhadap cacat tubuhnya. Jika keadaan ini dibiarkan maka individu tidak akan mampu menerima dirinya.

 Memanfaatkan potensi secara efektif

(12)

kemampuan untuk mengenali potensi diri. Kedua ada upaya yang positif untuk memanfaatkan apa yang dimilikinya, hal itu berarti ada rencana untuk mencapai masa depan yang baik.

Kesimpulannya, aspek-aspek dalam penerimaan diri meliputi pengetahuan diri, penerimaan diri pantulan, penerimaan diri dasar, pembandingan antara diri yang riil dengan ideal, pengungkapan diri, penyesuaian diri, Memanfaatkan potensi secara efektif.

Faktor sosiopsikologis yang mempengaruhi perilaku manusia, terdiri dari:. komponen afektif yaitu hal-hal yang berkaitan dengan aspek emosional; komponen kognitif / intelektual; aspek konatif; aspek volisional/ kebiasaan dan kemauan bertindak. komponen afektif meliputi: motif sosiogenis/motif ingin tahu, motif kompetensi, motif cinta, motif harga diri, kebutuhan akan nilai, kedambaan dan makna kehidupan, serta kebutuhan akan pemenuhan diri.

Selain faktor-faktor biologis dan faktor psikososial seperti yang sudah dijabarkan di atas, ada 4 faktor lain yang tidak bisa diabaikan, yang juga memiliki hubungan dengan psikologi komunikasi, yaitu:

Penerimaan stimuli secara inderawi (sensory reception of stimult)

Penerimaan stimuli secara indrawi yaitu data-data yang masuk melalui organ-organ penginderaan. Stimuli yang diterima bisa berupa orang, pesan, suara, warna dan segala hal yang mempengaruhi kita;

Proses yang mengantarai stimuli dan respons (internal mediation of

stimult)

Stimuli yang datang, diolah dalam jiwa kita dalam "kotak hitam "yang tidak pemah kita ketahui;

Prediksi respons (prediction respons) yaitu respon yang terjadi pada

masa lalu dapat meramalkan respon yang akan terlihat;

Peneguhan response adalah pengaruh lingkungan atau orang terhadap

respon organisme atau disebut Feed Back (umpan balik)

(13)

mengenai materi pelajaran. Namun ketika siswa tidak siap menerima, maka siswa akan menolak materi pelajaran yang disampaikan oleh para guru.

D. Bentuk Bahasa, Gaya, Sikap Dan Nilai Perhatian Dalam Proses Komunikasi

Pengertian Bahasa adalah sebagai berikut:

a. Bahasa adalah penggunaan yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks membentuk kalimat yang memiliki arti.

b. Bahasa adalah satu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan.

c. Bahasa adalah satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain.

d. Bahasa adalah satu kesatuan sistem makna.

e. Bahasa adalah satu kode yang digunakan oleh pakar linguistic untuk membedakan antara bentuk dan makna.

f. Bahasa adalah satu ucapan untuk menepati tata bahasa yang telah ditetepkan.

g. Bahasa adalah satu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.

h. Bahasa adalah satu sistem dari lambang bunyi arbiter yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri.

i. Bahasa adalah sistem simbol vokal yang arbiter yang memungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau berinteraksi. j. Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh

para pakar anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama , berinteraksi dan mengidentifikasi diri, percakapan (perkataan) yang baik, tingkah laku yang baik, dan sopan santun.

(14)

kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan berhubungan erat dengan budaya tempatnya berada.

l. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

m. Bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi yang dipakai oleh suatu masyarakat untuk berinteraksi.

Pengertian Komunikasi Verbal adalah sebagai berikut:

a. Komunikasi verbal (verbal communication) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis atau lisan.

b. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang pesannya berbentuk pesan verbal yakni pesan yang berbentuk kata.

Menurut Larry L. Barker dalam Deddy Mulyana bahasa mempunyai tiga fungsi, yaitu:

a. Fungsi penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.

b. Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. c. Fungsi transmisi dari bahasa yaitu informasi dapat disampaikan kepada

orang lain.

Gorys Keraf menyatakan bahwa ada empat fungsi bahasa, yaitu: 1. Alat untuk menyatakan ekspresi diri. Bahasa menyatakan secara terbuka

segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita, sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita.

2. Alat komunikasi. Bahasa merupakan saluran perumusan maksud yang melahirkan perasaan dan memungkinkan adanya kerjasama antarindividu.

(15)

4. Alat mengadakan kontrol sosial. Bahasa merupakan alat yang dipergunakan dalam usaha mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain. Bahasa juga mempunyai relasi dengan proses-proses sosialisasi suatu masyarakat

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil uraian yang telah dipaparkan dalam pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan, yaitu:

1. Perhatian memiliki peran yang cukup penting dalam komunikasi pembelajaran, karena perhatian akan menyebabkan adanya focus. Dengan focus dari siswa dan guru, maka komunikasi pembelajaran akan dapat diterima dengan baik dan materi pembelajaran akan dapat disampaikan dengan baik dan benar. Siswa tidak akan salah paham apalagi salah menerapkan materi.

2. Pemahaman diri merupakan aspek yang cukup penting dalam komunikasi pembelajaran, karena dengan pemahaman siswa mampu menyerap dan melakukan recall terhadap materi yang sama dengan bahasa yang tidak sama. Pemahaman bukanlah menghapal. Jadi pemahaman adalah enaknya berbicara dan menjelaskan terhadap suatu permasalahan, terutama permasalahan materi pelajaran.

3. Penerimaan sangat berpengaruh dalam pembelajaran. Ketika siswa siap menerima pelajaran, maka siswa sudah on dan siap diisi oleh gurunya mengenai materi pelajaran. Namun ketika siswa tidak siap menerima, maka siswa akan menolak materi pelajaran yang disampaikan oleh para guru.

(16)

Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Fungsi transmisi dari bahasa yaitu informasi dapat disampaikan kepada orang lain.

B. Saran

Berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian di atas, maka diajukan beberapa saran terutama kepada pihak yang terkait sebagai berikut :

1. Kepada pendidik, hendaknya memperhatikan aspek psikologis siswa ketika menyampaikan pelajaran.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Self Efficacy , keyakinan dan kepercayaan yang ada dalam diri seseorang akan kemampuan yang dimiliki untuk melakukansesuatu sehingga dapat membentuk perilaku yang sesuai

Dengan demikian, labeling negatif yang diberikan kepada seseorang akan mempengaruhi penilaiannya terhadap dirinya, yang pada akhirnya membentuk konsep diri negatif negatif

Skor total ini menunjukkan level atau tingkat konsep diri yang dimiliki oleh subjek yang berarti semakin tinggi skornya, maka semakin positif konsep diri yang

Pada akhirnya jika aketiga gabungan konsep dan teorinitu berjalan secara baik akan membentuk kompetensi perusahaan yang efektif dalam mencapai tujuan perushaan

diri maka akan mempunyai konsep diri yang positif.. Kepercayaan diri terbentuk dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Seorang remaja yang mempunyai rasa kurang percaya

Dengan lingkungan keluarga yang baik akan membentuk konsep diri yang baik pula pada anak, begitupun sebaliknya jika lingkungan keluarganya buruk maka akan membentuk

Menurut Stuart & Sundeen, (1998) individu dengan kepribadian sehat akan mengalami hal- hal berikut, yaitu citra tubuh yang positif dan sesuai, ideal diri yang realistik,

Hasil ujian correlation pearson menunjukkan hisbah diri yang tinggi akan diikuti dengan penghargaan kendiri yang tinggi.. Hasil ujian t menunjukkan pelajar perempuan mempunyai hisbah