SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KARYAWAN BERPRESTASI
BERDASARKAN KINERJA BERBASIS WEB DENGAN METODE ANALYTICAL
HIERARCHY PROSES ( AHP )
( Studi kasus pada PT Anindya Mitra Internasional Yogyakarta )
SKRIPSI
Skripsi ini sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Teknik Informatika
Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta
Disusun Oleh :
Karman Maulana
123050155/IF
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KARYAWAN BERPRESTASI BERDASARKAN KINERJA BERBASIS WEB ( Studi kasus pada PT Anindya Mitra Internasional Yogyakarta )
Disusun Oleh : Karman Maulana
123050155
Telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk disidangkan Pada tanggal : 05 Oktober 2011
Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
Frans Richard K.ST.,M.KOM YuliFauziah.ST.,M.T NPY. 26 202 95 00061 NPY. 27 107 98 01801
Mengetahui, Koordinator Skripsi
ABSTRAK
Keberhasilan suatu perusahaan baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan
oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya
manusia. Sumber daya manusia adalah sumbangan yang penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu melakukan penilaian atas kinerja para
karyawannya. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian, misalnya pengetahuan tentang
pekerjaan, kreativitas, pelaksanaan instruksi, kualitas kerja, kerjasama dan sikap terhadap
karyawan lain, kehadiran, keuletan. PT Anindya Mitra Internasional merupakan usaha
Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Anindya Mitra Internasional bergerak
dalam bidang industri, jasa dan perdagangan umum. Walaupun bukan merupakan perusahaan
yang cukup besar, namun memiliki para karyawan yang cukup berpotensi. Untuk itu perlu
dirancang sebuah aplikasi sistem bantu agar dapat memberikan kemudahan dalam proses
penilaian karyawan. Hal inilah yang mendorong Penulis untuk mengadakan penelitian pada PT
Anindya Mitra Internasional dengan membuat sistem baru yang diharapkan dapat memberikan
kemudahan-kemudahan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. metode yang digunakan
adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Konsep metode AHP adalah merubah
nilai-nilai kualitatif menjadi nilai-nilai kuantitatif sehingga keputusan-keputusan yang keluar lebih objektif.
Metodologi yang digunakan didalam sistem ini ialah waterfall, yang terdiri dari 6
tahapan, yaitu analisis kebutuhan sistem, spesifikasi, perancangan, implementasi, uji coba dan
pemeliharaan. Sistem ini menerima input data penilaian, seperti pengetahuan tentang pekerjaan,
kreativitas, pelaksanaan instruksi, kualitas kerja, kerjasama dan sikap terhadap karyawan lain,
kehadiran, keuletan, sehingga user dapat melihat hasil kinerja yang telah diproses berdasarkan
beberapa penilaian. Sistem ini juga mempunyai kemampuan untuk menambah, mengupdate,
serta menghapus data.
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING
... iiHALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
... iiiABSTRAK
... iv1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 2
1.3 Batasan Masalah ... 2
1.4 Tujuan Penelitian ... 2
1.5 Manfaat Penelitian ... 2
1.6 Metodologi Penelitian ... 3
1.7 Sistematika Penyusunan ... 4
BAB II DASAR TEORI ... 5
2.1 Sistem ... 5
2.2 Sistem Pendukung Keputusan... ... 7
2.2.1 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan ... 7
2.2.2 Komponen Sistem Pendukung Keputusan ... 8
2.3 Pengertian Dasar Analitik Hirarki Proses ... 10
2.3.1 Prinsip Kerja AHP
... 112.3.2 Prosedur Metode AHP
... 112.3.3 Langkah langkah AHP
... 122.3.4 Kelebihan Metode AHP Dengan Metode Yang Lainnya
... 162.4 Basis Data
... 172.5 Diagram Entity-Relationship
... 182.6 Drajat Hubungan
... 192.7 Data Flow Diagram(DFD
) ... 202.8 PHP
... 222.9 MySQL
... 232.10 Maromedia Dreamweaver 8 ... 24
2.11 Adobe Photoshop CS2
... 262.12 Web Server
... 26
viii
BAB III GAMBARAN UMUM
... 283.1 Profil PT. Anindya Mitra Internasional
... 283.2 Tujuan PT. Anindya Mitra Internasional
... 293.3 Visi dan Misi PT. Anindya Mitra Internasional
... 293.4 Struktur Organisasi PT. Anindya Mitra Internasional
... 29BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 31
4.1 Analisis Dan Kebutuhan
... 314.2 Perancangan Sistem
... 324.2.1 Perancangan Proses
... 324.2.1
.1DFD Level 0 ... 324.2.1
.2 DFD Level 1 ... 334.2.1
.3DFD Level 2 Proses Admin ... 364.2.1
.4DFD Level 2 Proses Pimpinan ... 384.2.1
.5DFD Level 3 Proses Admin Olah Data Kriteria... 404.2.1
.6DFD Level 3 Proses Admin Olah Data Sub Kriteria ... 424.2.2 Rancangan Basis Data
... 444.2.2.1 Rancangan Entity Relationship Diagram
... 444.2.2.2 Rancangan Tabel
... 454.2.2.3 Relasi Antar Tabel
... 474..3 Kebutuhan Fungsi
... 484..4 Rancangan Struktur Menu
... 594..4.1 Rancangan Form Login
... 604..4.2 Rancangan Form Home Admin
... 614..4.3 Rancangan Form Kelola Data Kriteria
... 614..4.4 Rancangan Form Kelola Data Tambah Kriteria
... 624..4.5 Rancangan Form Kelola Data Edit Kriteria
... 634..4.6 Rancangan Form Kelola Data Sub Kriteria
... 634..4.7 Rancangan Form Kelola Data Tambah Sub Kriteria
... 644..4.8 Rancangan Form Kelola Data Edit Sub Kriteria
... 654..4.9 Rancangan Form Kelola Data Karyawan
... 654..4.10 Rancangan Form Kelola Tambah Data Karyawan
... 664..4.11 Rancangan Form Kelola Data Nilai Karyawan
... 674..4.12 Rancangan Form Kelola Tambah Nilai Karyawan
... 684..4.13 Rancangan Form Kelola Ubah Nilai Karyawan
... 694..4.14 Rancangan Form Home Pimpinan
... 704..4.15 Rancangan Form Data Karyawan
... 714..4.16 Rancangan Form Nilai Karyawan
... 724..4.17 Rancangan Form Home User
... 73
ix
BAB V IMPLEMENTASI ... 76
5.1 Perangkat Keras yang Digunakan ... 76
5.2 Perangkat Lunak yang Digunakan ... 76
5.3 Pembahasan Sistem ... 76
5.3.1 Halaman Login Administrator
... 775.3.1.1 Halaman Home Administrator
... 785.3.1.2 Halaman Kelola Kriteria Administrator
... 795.3.1.3 Halaman Kelola Kriteria Administrator Tambah Kriteria
... 825.3.1.4 Halaman Kelola Kriteria Administrator Ubah
... 835.3.1.5 Halaman Kelola Sub Kriteria Administrator
... 865.3.1.6 Halaman Kelola Sub Kriteria Administrator Ubah
... 875.3.1.7 Halaman Kelola Sub Kriteria Administrator Tambah Sub Kriteria
... 895.3.1.8 Halaman Kelola Data Karyawan Administrator
... 905.3.1.9 Halaman Kelola Data Karyawan Administrator Ubah
... 935.3.1.10 Halaman Kelola Data Karyawan Administrator Tambah Data Karyawan
... 955.3.1.11 Halaman Kelola Nilai Karyawan Administrator
... 975.3.1.12 Halaman Kelola Nilai Karyawan Administrator Ubah
... 995.3.1.13 Halaman Kelola Nilai Karyawan Administrator Tambah Data Nilai
... 1015.3.1.14 Halaman Login Pimpinan Devisi
... 1035.3.1.15 Halaman Home Pimpinan Devisi
... 1055.3.1.16 Halaman Data Karyawan Pimpinan Devisi
... 1065.3.1.17 Halaman Rangking Karyawan Pimpinan Devisi
... 1085.3.1.18 Halaman Login User
... 1105.3.1.19 Halaman Home User
... 1115.3.1.20 Halaman Rangking Karyawan User
... 112BAB VI PENUTUP ... 113
6.1 Kesimpulan ... 113
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1
Arsitektur DSS...10
Gambar 2.2
Struktur Hirarki AHP ...13
Gambar 2.3
Struktur Pembacaan Web Server ...23
Gambar 3.1
Struktur Organisasi ...30
Gambar 4.1
DFD Level 0
Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berbasis Web...33
Gambar 4.2
DFD Level 1
Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berbasis Web...35
Gambar 4.3
DFD Level 1
Proses Administrator...37
Gambar 4.3
DFD Level 1
Proses Administrator...37
Gambar 4.3
DFD Level 1
Proses Administrator...37
Gambar 4.4
DFD Level 2
Proses Pimpinan...39
Gambar 4.5
DFD Level 1
Proses User...41
Gambar 4.6
Entity Relationship Diagram ...42
Gambar 4.7
Relasi Antar Tabel ...45
Gambar 4.8
Struktur Hirarki pemilihan karyawan yang akan dipilih ...47
Gambar 4.9
Halaman Struktur Menu ...57
Gambar 4.10
Form Login ...58
Gambar 4.11
Form Home Admin...58
Gambar 4.12
Form Kelola Data Kriteria ...59
Gambar 4.13
Form Kelola Data Tamabah Kriteria ...60
Gambar 4.14
Form Kelola Data Ubah Kriteria ...60
Gambar 4.15
Form Kelola Data Sub Kriteria ...61
Gambar 4.16
Form Kelola Data Tambah Sub Kriteria ...62
Gambar 4.17
Form Kelola Data Ubah Sub Kriteria ...62
Gambar 4.18
Form Kelola Data Karyawan ...63
Gambar 4.19
Form Kelola Data Tambah Karyawan ...64
Gambar 4.20
Form Kelola Data Nilai Karyawan ...65
Gambar 4.21
Form Kelola Data Tambah Nilai Karyawan ...66
Gambar 4.22
Form Kelola Data Ubah Nilai Karyawan ...67
Gambar 4.23
Form Home Pimpinan ...68
Gambar 4.24
Form Data Karyawan ...69
Gambar 4.25
Form Nilai Karyawan ...70
Gambar 4.26
Form Home User ...71
Gambar 4.27
Form Nilai Karyawan ...72
Gambar 5.1
Tampilan Login Admin ...74
Gambar 5.2
Tampilan Halaman Home Admin ...75
Gambar 5.3
Tampilan Halaman Kelola Kriteria AAdmin ...76
Gambar 5.4
Tampilan Halaman Kelola Kriteria Admin Tambah Kriteria ...77
Gambar 5.5
Tampilan Halaman Kelola Kriteria Admin Ubah ...78
Gambar 5.6
Tampilan Halaman Kelola Sub Kriteria Admin ...79
Gambar 5.7
Tampilan Halaman Kelola Sub Kriteria Admin Ubah ...80
xii
Gambar 5.9
Tampilan Halaman Kelola Data Karyawan Admin ...82
Gambar 5.10
Tampilan Halaman Kelola Data Karyawan Admin Ubah ...83
Gambar 5.11
Tampilan Halaman Kelola Data Karyawan Admin Tambah
Karyawan………..84
Gambar 5.12
Tampilan Halaman Kelola Data Nilai Karyawan Admin ...85
Gambar 5.13
Tampilan Halaman Kelola Data Nilai Karyawan Admin Ubah ...86
Gambar 5.14
Tampilan Halaman Kelola Data Nilai Karyawan Admin Tambah Nilai ...87
Gambar 5.15
Tampilan Login Pimpinan Devisi ...87
Gambar 5.16
Tampilan Home Pimpinan Devisi ...88
Gambar 5.17
Tampilan Data Karyawan Pimpinan Devisi ...89
Gambar 5.18
Tampilan Rangking Karyawan Pimpinan Devisi ...90
Gambar 5.19
Tampilan Login User ...90
Gambar 5.20
Tampilan Home User ...91
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan ...13
Tabel 2.2
Contoh matriks perbandingan berpasangan...14
Tabel 2.3
Nilai indeks random ...16
Tabel 2.4
Notasi-notasi Simbol Diagram E-R ...19
Tabel 2.5
Tabel
Simbol Penggambaran DFD...21
Tabel 4.1
Tabel Login ...45
Tabel 4.2
Tabel Karyawan ...45
Tabel 4.3
Tabel Kriteria ...45
Tabel 4.4
Tabel Sub Kriteria ...46
Tabel 4.5
Tabel Perbadingan Kriteria ...46
Tabel 4.6
Tabel Perbadingan Sub Kriteria ...46
Tabel 4.7
Tabel Nilai ...46
Tabel 4.8
Tabel Rangking Karyawan ...47
Tabel 4.9
Tabel Indeks Random ...47
Tabel 4.10
Tabel Divisi ...47
Tabel 4.11
Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan...50
Tabel 4.12
Tabel Matriks Nilai Kriteria ...51
Tabel 4.13
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris ...51
Tabel 4.14
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi ...51
Tabel 4.15
Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Disiplin ...53
Tabel 4.16
Tabel Matriks Nilai Kriteria Kedisiplinan ...53
Tabel 4.17
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Kedisiplinan ...53
Tabel 4.18
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi ...53
Tabel 4.19
Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Tanggung Jawab ...54
Tabel 4.20
Tabel Matriks Nilai Kriteria Tanggung Jawab...54
Tabel 4.21
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Tanggung Jawab ...54
Tabel 4.22
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Tanggung Jawab ...54
Tabel 4.23
Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Kreativitas ...54
Tabel 4.24
Tabel Matriks Nilai Kriteria Kreativitas ...55
Tabel 4.25
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Kreativitas ...55
Tabel 4.26
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Kreativitas ...55
Tabel 4.27
Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Adaptasi ...55
Tabel 4.28
Tabel Matriks Nilai Kriteria Adaptasi...55
Tabel 4.29
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Adaptasi ...55
Tabel 4.30
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Adaptasi ...56
Tabel 4.31
Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Perilaku ...56
Tabel 4.32
Tabel Matriks Nilai Kriteria Perilaku ...56
Tabel 4.33
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Perilaku ...56
Tabel 4.34
Tabel Perhitungan Rasio Perilaku ...56
Tabel 4.35
Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Komunikasi ...57
Tabel 4.36
Tabel Matriks Nilai Kriteria Komunikasi ...57
Tabel 4.38
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Komunikasi ...57
Tabel 4.39
Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Kepemimpinan ...58
Tabel 4.40
Tabel Matriks Nilai Kriteria Kepemimpinan ...58
Tabel 4.41
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Kepemimpinan ...58
Tabel 4.42
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Kepemimpinan ...58
Tabel 4.43
Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Jujur ...58
Tabel 4.44
Tabel Matriks Nilai Kriteria Jujur ...58
Tabel 4.45
Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Jujur ...59
Tabel 4.46
Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Jujur ...59
DAFTAR MODUL
Modul Gambar 5.1
Mengatur Login Admin ...77
Modul Gambar 5.2
Lanjutan
Mengatur Login Admin...78
Modul Gambar 5.3
Mengatur Home Admin ...79
Modul Gambar 5.4
Mengatur Kelola Kriteria Admin ...80
Modul Gambar 5.5
Lanjutan Mengatur Kelola Kriteria Admin ...81
Modul Gambar 5.6
Mengatur Kelola Kriteria Admin Tambah Kriteria ...82
Modul Gambar 5.7
Lanjtan Mengatur Kelola Kriteria Admin Tambah Kriteria ...83
Modul Gambar 5.8
Mengatur Kelola Kriteria AdminUbah Kriteria ...84
Modul Gambar 5.9
Lanjutan Mengatur Kelola Kriteria Admin Ubah Kriteria ...85
Modul Gambar 5.10
Mengatur Kelola Sub Kriteria Admin ...86
Modul Gambar 5.11
Mengatur Kelola Kriteria Admin Ubah SubKriteria ...87
Modul Gambar 5.12
Lanjutan
Mengatur Kelola Kriteria Admin Ubah SubKriteria ...88
Modul Gambar 5.13
Mengatur Kelola Kriteria AdminTambah SubKriteria ...89
Modul Gambar 5.14
Lanjutan Mengatur Kelola Kriteria Admin Tambah SubKriteria ...90
Modul Gambar 5.15
Mengatur Kelola Data Karyawan Admin ...91
Modul Gambar 5.16
Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin ...92
Modul Gambar 5.17
Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin ...93
Modul Gambar 5.18
Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah Karyawan ...94
Modul Gambar 5.19
Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah
Karyawan ...95
Modul Gambar 5.20
Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Tambah Karyawan ...96
Modul Gambar 5.21
Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Tambah
Karyawan ...97
Modul Gambar 5.22
Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Nilai Karyawan ...98
Modul Gambar 5.23
Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Nilai
Karyawan ...99
Modul Gambar 5.24
Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah Nilai
Karyawan ...100
Modul Gambar 5.25
Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah Nilai
Karyawan ...101
Modul Gambar 5.26
Mengatur Kelola Nilai Karyawan Admin Tambah Nilai
Karyawan ...102
Modul Gambar 5.27
Lanjutan Mengatur Kelola Nilai Karyawan Admin Tambah
Nilai Karyawan ...103
Modul Gambar 5.28
Mengatur Login Pimpinan Divisi ...104
Modul Gambar 5.29
Mengatur Home Pimpinan Divisi...105
Modul Gambar 5.30
Mengatur Halaman Data Karyawan Pimpinan Divisi ...106
Modul Gambar 5.31
Lanjutan Mengatur Halaman Data Karyawan Pimpinan Divisi ...107
Modul Gambar 5.32
Lanjutan Mengatur Halaman Data Karyawan Pimpinan Divisi ...108
Modul Gambar 5.33
Mengatur Halaman Rangking Karyawan Pimpinan Divisi ...109
Modul Gambar 5.34
Lanjutan Mengatur Halaman Rangking Karyawan Pimpinan
Divisi ...110
Modul Gambar 5.36
Lanjutan Mengatur Login User ...112
Modul Gambar 5.37
Mengatur Home User ...113
Modul Gambar 5.38
Mengatur Rangking Karyawan User ...114
Modul Gambar 5.39
Lanjutan Mengatur Rangking Karyawan User ...115
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Keberhasilan suatu perusahaan baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan sumbangan yang terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu melakukan penilaian atas kinerja para karyawannya. Penilaian kinerja merupakan persoalan yang penting dalam mengelola kinerja karyawan. Hal ini ditujukan untuk mengetahui seberapa kualitas kinerja yang dimiliki para karyawan, mengingat karyawan merupakan bagian yang penting dalam berkembangnya sebuah perusahaan. Dalam hal ini biasanya terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian, misalnya kreativitas, disiplin, tanggung jawab, jujur, perilaku, komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi.
PT Anindya Mitra Internasional untuk mengetahui kinerja para karyawannya, pihak manajemen melakukan suatu proses penilaian. Namun dalam hal ini pihak manajemen belum bisa membuat suatu analisa-analisa yang efektif, mengingat dalam proses penilaian ini masih bersifat manual. Perhitungan nilai kinerja karyawan yang kurang efektif serta pendokumentasian proses penilaian tidak dilakukan dengan baik.
nantinya akan dapat menghasilkan suatu analisa yang efektif dan efisien. Hal inilah yang mendorong untuk mengadakan penelitian pada PT Anindya Mitra Internasional dengan membuat sistem pendukung keputusan penilaian karyawan berprestasi berdasarkan kinerja berbasis web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proses yang diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan dalam memperoleh penilaian karyawan.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diambil rumusan masalah yaitu bagaimana membangun suatu Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Berbasis Web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proses (AHP).
1.3 Batasan masalah
Batasan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini yaitu: 1. Metode AHP yang digunakan hanya terdiri dari dua hirarki.
2. Kriteria yang digunakan adalah delapan kriteria yaitu kreativitas, disiplin, tanggung jawab, jujur, perilaku, komunikasi, kepemimpinan, adapatasi dan minimalnya tiga kriteria.
3. Sistem pendukung keputusan ini tidak bisa untuk kenaikan jabatan.
1.4 Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suati Sistem
Pendukung Keputusan untuk memberikan penilaian karyawan berprestasi atas
1.5 Manfaat Penelitian
Sistem ini diharapkan dapat membantu pihak manajemen di dalam membangun pertumbuhan dan perkembangan perusahaannya. Sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja para karyawan.
1.6 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah metode waterfall yang memiliki tahapan sebagai berikut: (Pressman, 2002)
1. Perencanaan merupakan tahap perencanaan sistem yang akan dibuat dengan cara mengumpulkan data-data dari studi pustaka dan wawancara terhadap orang yang terlibat dan atau membutuhkan sistem informasi ini.
2. Analisis tahap ini meliputi proses pengumpulan kebutuhan yang diintensifkan dan difokuskan khususnya pada perangkat lunak. Hal ini dilakukan untuk memahami sifat program yang dibangun.
3. Perancangan sistem merupakan tahap mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan fungsional pemakai sebagai langkah awal dalam merancang sebuah sistem. Perancangan ini meliputi perancangan Data Flow Diagram (DFD), arsitektur dan interface.
5. Pengujian tahap ini adalah tahap pengujian sistem informasi yang telah dibuat untuk menemukan kesalahan-kesalahan. Apabila muncul kesalahan, maka proses akan kembali ke posisi terjadinya kesalahan.
6. Pemeliharaan tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan koreksi kesalahan dan penyesuaian perangkat lunak terhadap perubahan lingkungan.
Pada skripsi ini dilakukan hanya sampai pada tahap kelima yaitu tahap pengujian.
1.7Sistematika Penyusunan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam pembuatan laporan skripsi ini adalah:
BAB I PENDAHULUAN
Meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II DASAR TEORI
keputusan penilaian karyawan berprestasi berdasarkan kinerja berbasis web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proses.
BAB III GAMBARAN UMUM
Berisi mengenai profil tempat penelitian dari sistem yang akan dibangun.
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN
Berisi paparan analisis dan disain dari sistem yang akan dibangun, Perancangan ini meliputi perancangan Data Flow Diagram (DFD), Entity RelationshipDiagram (ERD) arsitektur dan interface.
BAB V IMPLEMENTASI
Merupakan implementasi dari perancangan yang telah dibuat beserta pembahasannya, meliputi tampilan atau interface dari program serta modul program yang mendukung.
BAB V PENUTUP
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian Dasar Sistem
Sistem merupakan jaringan dari elemen-elemen yang saling berhubungan,
membentuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem
tersebut. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk
menghasilkan informasi. Sistem yang dimaksud di sini adalah sistem yang
terotomatisasi, yang merupakan bagian dari sistem manusia dan berinteraksi atau
dikontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang
digunakan (Kadir, 2003).
Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu (Hartono,
1999), yaitu :
1. Komponen Sistem (System Component) suatu sistem terdiri dari sejumlah
komponen yang saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan.
Komponen-komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa suatu kesatuan subsistem
atau bagian-bagian dari sistem, perhatikan Gambar 2.1 Elemen-elemen
Sistem.
2. Batas Sistem (System Boundary) merupakan daerah yang membatasi antara
suatu sistem dengan suatu sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya.
3. Lingkungan Luar Sistem (System Environment) lingkungan luar dari suatu
Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat
merugikan sistem tersebut.
4. Penghubung Sistem (System Interface) merupakan media penghubung antara
suatu subsistem dengan subsistem yang lain dan memungkinkan sumber daya
yang mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari
suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya
dengan melalui penghubung.
5. Masukan Sistem (Input System) masukan dapat berupa masukan perawatan
(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input
adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal
input adalah energi yang diproses untuk subsistem yang lain.
6. Pengolah Sistem (System Output) suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian
pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran atau sistem itu
sendiri sebagai pengolahnya.
7. Sasaran Sistem (System Objectives) sistem harus mempunyai sasaran. Sasaran
dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan dihasilkan sistem. Sedangkan suatu sistem dikatakan
berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.
Tujuan
Input
Batasan
Kontrol
Proses Output
2.2 Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi
komputer yang menghasilkan berbagai alernatif keputusan untuk membantu
pemimpin dalam menangani berbagai permasalahan semi terstruktur ataupun
tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model ( Daihani, 2001).
Decision support system merupakan sebagai suatu pasangan model dasar
berisi prosedur-prosedur untuk mengolah data dan kebijakan untuk membantu
pemimpin dalam mengambil keputusan (Daihani,2001). Sistem yang baik
haruslah mudah dalam pemakaian, kuat, mudah dikendalikan, mampu
menyesuaikan diri, lengkap pada persoalan yang penting dan mudah
dikomunikasikan.
2.2.1 Karateristik Sistem Pendukung Keputusan
Konsep Sistem Pendukung Keputusan pertama kali diperkenalkan
Decision Model (Sprague, 1982). Konsep sistem pendukung keputusan
ditandai dengan sistem interaktif berbasis komputer yang membantu
pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang tidak terstruktur.
Pada dasarnya sistem pendukung keputusan dirancang untuk
mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari
mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan
yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi
pemilihan interaktif.
Peranan sistem pendukung keputusan dalam konteks keseluruhan
sistem informasi ditujukan untuk memperbaiki kinerja melalui aplikasi
teknologi informasi. Terdapat sepuluh karakteristik dasar sistem pendukung
keputusan yang efektif, yaitu :
1. Mendukung proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management
by perception .
2. Adanya interface manusia/ mesin dimana manusia (user) tetap mengontrol
proses di dalam pengambilan keputusan.
3. Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah-masalah
terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur.
4. Menggunakan model-model matematis dan statistik yang sesuai.
5. Memiliki kapabilitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan
6. Output ditunjukkan untuk personil organisasi dalam semua tingkatan.
7. Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi
sebagai kesatuan sistem.
8. Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan
informasi keseluruhan tingkatan manajemen.
9. Pendekatan easy to use. Ciri suatu sistem pendukung keputusan yang
efektif adalah kemudahan untuk digunakan, dan memungkinkan
keleluasaan pemakai untuk memilih atau mengembangkan pendekatan-
pendekatan baru dalam membahas masalah yang dihadapi.
10. Kemampuan sistem beradaptasi secara tepat, dimana pengambil keputusan
dapat menghadapi masalah-masalah baru, dan pada saat yang sama dapat
menangani dengan cara mengadaptasi sistem terhadap kondisi-kondisi
perubahan yang terjadi.
2.2.2 Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Suatu sistem pendukung keputusan memiliki tiga subsistem utama
yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan tersebut, yaitu :
a. Subsistem Manajemen Basis Data (Data base Management Subsystem). SPK
membutuhkan proses ekstraksi dan DBMS yang dalam pengelolaannya
harus cukup fleksibel untuk memungkinkan penambahan dan pengurangan.
Kemampuan yang dibutuhkan dari manajemen database dapat diringkas,
sebagai berikut :
ekstraksi data.
4. Kemampuan untuk menangani data secara personil sehingga pemakai dapat mencoba
berbagai alternatif pertimbangan personil.
5. Kemampuan untuk mengelola berbagai variasi data.
b. Subsistem Manajemen Basis Model (Model Base management Subsystem)
Salah satu keunggulan dalam sistem pendukung keputusan adalah
kemampuan untuk mengintegrasikan akses data dan model-model
keputusan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan model-model
keputusan ke dalam sistem informasi yang menggunakan database sebagai
mekanisme integrasi dan komunikasi di antara model-model.
Kemampuan yang dimilki subsistem basis model meliputi :
1. Kemampuan untuk menciptakan model-model baru secara cepat dan
Management Software) fleksibilitas dan kekuatan karakteristik sistem
pendukung keputusan timbul dari kemampuan interaksi antara sistem dan
pemakai, yang dinamakan subsistem dialog.
Bennet mendefinisikan pemakai, terminal dan sistem perangkat lunak
sebagai komponen-komponen dari sistem dialog. Ia membagi subsistem
dialog menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Bahasa aksi, meliputi apa yang dapat digunakan pemakai dalam berkomunikasi
dengan sistem.
2. Bahasa tampilan atau presentasi, meliputi apa yang harus diketahui oleh pemakai.
3. Basis Pengetahuan, meliputi apa yang harus diketahui oleh pemakai.
Arsitektur dari sistem pendukung keputusan ditunjukan seperti pada gambar
berikut :
2.3 Pengertian Dasar Analitik Hirarki Proses
Analitik Hirarki Proses (AHP) adalah sebuah model dengan hirarki
fungsional dimana input utamanya adalah persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu
masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan kedalam kelompok -
kelompoknya. Kemudian kelompok - kelompok tersebut diatur menjadi suatu
bentuk hirarki (Permadi, 1992). Model AHP pendekatannya hampir identik
dengan model perilaku politis, yaitu merupakan model keputusan (individual)
dengan menggunakan pendekatan kolektif dari proses pengambilan keputusannya.
AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, dapat memecahkan
masalah yang kompleks dimana aspek atau kriteria yang diambil cukup banyak.
Juga kompleksitas ini disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas,
ketidakpastian tersediannya data statistik yang akurat atau bahkan tidak ada sama
sekali.
2.3.1 Prinsip Kerja AHP
Prinsip keja AHP adalah penyederhanaan suatu persolan kompleks yang
tidak terstruktur, strategi dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata
dalam suatu hirarki. Kemudian tingkat kepentingan setiap variable diberi nilai
numeric secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif
dibandingkan dengan variabel lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut
kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas
tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut
( Marimin, 2004 ).
Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan
input utamanya adalah persepsi manusia. Jadi perbedaan yang mencolok model
AHP dengan model lainnya terletak pada jenis inputannya. Terdapat 4 aksioma -
aksioma yang terkandung dalam model AHP .
1. Reciprocal Comparison artinya pengambilan keputusan harus dapat membuat
perbandingan dan menyatakan preferensinya. Preferensinya tersebut harus
memenuhi syarat resiprokal yaitu apala A lebih disukai daripada B dengan
skala x, maka B lebih disukai daripada A dengan skala 1/x.
2. Homogenity artinya preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala
terbatas atau dengan kata lin elemen-elemennya dapat dibandingkan satu
sama lainnya. Kalau aksioma ini tidak dipenuhi maka elemen-elemen yang
dibandingkan tersebut tidak homogeny dan harus dibentuk cluster (kelompok
elemen) yang baru.
3. Independence artinya preferensi dinyatakan dengan mengasumsikan bahwa
kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif - alternatif yang ada melainkan oleh
objektif keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pola ketergantungan dalam
AHP adalah searah, maksudnya perbandingan antara elemen-elemen dalam
satu tingkat dipengaruhi atau tergantung oleh elemen-elemen pada tingkat
diatasnya.
4. Expectation artinya untuk tujuan pengambil keputusan. Struktur hirarki
diasumsikan lengkap. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka pengambil
keputusan tidak memakai seluruh criteria atau objektif yang tersedia atau
Selanjutnya Saaty (1993) menyatakan bahwa proses hirarki analitik (AHP)
menyediakan kerangka yang memungkinkan untuk membuat suatu keputusan
efektif atas isu komples dengan menyederhanakan dan mempercepat proses
pendukung keputusan. Pada dasarnya AHP adalah suatu metode dalam
merinci suatu situasi yang kompleks, yang terstruktur kedalam suatu
komponen-komponennya. Artinya dengan menggunakan pendekatan AHP
kita dapat memecakan suatu masalah dalam pengembalian keputusan.
2.3.3 Langkah-langkah AHP
Pada dasarnya langkah-langkah dalam metode AHP meliputi :
1. Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi.
Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur - unsurnya,
yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusunn menjadi struktur hirarki
Gambar 2.2 Struktur Hierarki AHP 2. Penilaian Kriteria dan Alternatif
Kriteria dan alternaif dinilai melalui perbandingan berpasangan.
Menurut Saaty (1993), untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah
skala terbaik dalam mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat
kualitatif dari skala perbandingan saaty dapat dilihat pada table 2.1
Table 2.1Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Intensitas
Kepentingan
Keterangan
1 Kedua elemen sama penting
3 Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainya
5 Elemen yang satu lebih penting daripada yang lainnya
7 Satu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen lainnya
9 Satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya
2,4,6,8 Satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya
Perbandingan skala dilakukan berdasarkan kebijakan pembuat
keputusan dengan menilai tingkat kepentingan satu elemen terhadap elemen
lainya proses perbandingan berpasangan, dimulai dari level hirarki paling
atas yang ditunjukan untuk memilih kriteria, misalnya A, kemudian diambil
elemen yang akan dibandikan , misal A1, A2, dan A3. Maka susunan elemn
yang dibandingkan tersebut akan tampak seperti pada gambar matriks di
bawah ini :
A1 A2 A3
A1 1
A2 1
A3 1
Untuk menentukan nilai kepentingan relatif antar elemen
digunakan skala bilangan dari 1 sampai 9 seperti pada tabel 1., penilaian ini
dilakukan oleh seorang pembuat keputusan yang ahli dalam bidang
persoalan yang sedang di analisa dan mempunyai kepentingan terhadapnya.
Apabila suatu elemen dibandingkan dengan dirinya sendiri maka
diberi nilai 1. Jika elemen i dibandingkan dengan elemen j mendapatkan nilai
tertentu, maka elemen j dibandingkan denga elemen i merupakan
kebalikannya.
Dalam PHP ini, penilaian alternatif dapat dilakukan dengan metode
langsung (direct ), yaitu metode yang digunakan untuk memasukan data
kuantitatif. Biasanya nilai – nilai ini berasal dari sebuah analisis sebelumnya
atau dari pengalaman dan pengertian yang detail dari masalah keputusan
tersebut. Jika sipengambil keputusan memiliki pengalaman atau pemahaman
yang besar mengenai masalah keputusan yang dihadapi, maka dia dapat
langsung memasukan pembobotan dari setiap alteratif.
Untuk setiap kriteria dan alternatif, perlu dilakukan perbandingan
berpasangan (pairwise comparisons). Nilai – nilai perbandingan relatif
kemudian diolah untuk menentukan peringkat alternatif dari seluruh
alternatif.
Baik kriteria kualitatif maupun kriteria kuantitatif dapat
dibandingkan sesuai dengan penilaian yang telah didtentukan untuk
menghasilkan bobot dan prioritas . Bobot atau prioritas dihitung dengan
manipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamaan matematik.
Pertimbangan – pertimbangan terhadap perbandingan berpasangan
disintesis untuk memperoleh keseluruhan prioritas melalui tahapan –
tahapan berikut :
a. Kuadratkan matriks hasil perbandingan berpasangan.
b. Hitung jumlahnilai dari setiap baris, kemudian lakukan normalisasi
matriks.
4. Konsistensi Logis
Semua elemen dikelompokan secara logis dan diperingkatkan
secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis.
Matrik bobot yang diperoleh dari hasil perbandingan secara
berpasangan tersebut harus mempunyai hubungan cardinal dan ordinal.
Hubungan tersebut dapat ditunjukan sebagai berikut ( Suryadi & Ramdhani,
1998 ) :
Hubungan kardinal : aij. ajk = ajk
Hubugan diatas dapat dilihat dari dua hal sebagai berikut :
a. Dengan melihat preferensi multiplikatif, misalnya bila anggur lebih enak
empat kali dari mangga dan mangga lebih enak dua kali dari pisang maka
anggur lebih enak delapan kali dari pisang.
b. Dengan melihat preferensi transitif, misalnya anggur lebih enak dari
mangga Dan mangga lebih enak dari pisang.
Pada keadaan sebenarnya akan terjadi beberapa penyimpangan dari
hubungan tersebut, sehingga matriks tersebut tidak konsisten sempuna.
Hal ini terjadi karena ketidakkonsistenan dalam preferensi seseorang.
Perhitungan konsistensi logis dilakukan dengan mengikuti langkah
– langkah sebagai berikut :
a. Mengalihkan matriks dengan proritas bersesuaian.
b. Menjumlahkan hasil perkalian per baris.
c. Hasil penjumlahan tiap baris dibagi prioritas bersangkutan dan
hasilnya dijumlahkan.
d. Hasil c dibagi jumlah elemen, akan didapat λmaks.
e. Indeks konsistensi (CI) = (λmaks-n) / (n-1)
f. Rasio konsistensi = CI/RI, di mana RI adalah indeks random
konsistensi. Jika rasio konsistensi ≤ 0,1, hasil perhitungan data
dapat dibenarkan.
Daftar RI dapat dilihat pada table 2.3
Table 2.3. Nilai indeks random
Ukuran Matriks Nilai RI
4 0,90
2.3.4 Kelebihan Metode AHP dengan metode yang lainnya
Ada beberapa keuntungan dengan menggunakan metode AHP
(Saaty, 1993):
1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekkuansi dari kriteria yang dipilih,
sampai pada subkriteria yang paling dalam.
2. Memperhitungkan validitasi sampai dengan batas toleransi inkonsistansi
berbagai kriteria dan alternatif yang dipilh oleh pengambil keputusan.
3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensivitas
pengembalian keputusan.
Secara naluri, manusia dapat mengestimasi besaran sederhana melalui
indranya. Proses yang paling mudah adalah membandingkan dua hal dengan
keakuratan perbandingan tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Saaty (1993)
menetapkan skala kuantitatif 1 sampai 9 untuk menilai perbandingan tingkat
kepentingan suatu elemen terhadap elemen lain.
Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan
sebagai tempat berkumpul atau gudang. Sedangkan Data merupakan deskripsi
tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna
sehingga tidak memiliki pengaruh langsung kepada pemakai (Fathansyah,1999).
Maka basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah pengertian yaitu :
1. kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama
sedemikian rupa dan tanpa perulangan yang tidak perlu.
2. kumpulan data atau arsip atau file yang saling berhubungan satu sama lain
yang disimpan dalam media penyimpanan.
3. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam
media penyimpanan elekronis.
Beberapa istilah yang berhubungan dengan database, yaitu:
a. Entity suatu obyek atau peristiwa yang nyata dan informasinya akan
direkam.
b. Atribute/Field elemen dari entity atau sebutan suatu data. Setiap entity
mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity.
c. Data Value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau informasi yang
disimpan pada tiap data elemen atau attribute.
d. Record/Turple kumpulan element atau field – field yang saling berkaitan
dalam menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record
mewakili satu data.
e. File kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang element
f. Database Management System (DBMS) kumpulan file yang saling
berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya disebut DBMS.
Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya
berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca
data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.
2.5. Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R)
Model Entity Relationship Diagram atau Diagram E-R yang berisi
komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang
masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta
dari ’dunia nyata’ yang ditinjau dan dapat digambarkan dengan lebih sistematis
dengan menggunakan Diagram Entity Relationship (Fathansyah, 1999).
Berikut adalah notasi-notasi simbolik di dalam Diagram E-R yang dapat
digunakan (Kendall, 2003):
Tabel 2.4 Notasi-notasi Simbol Diagram E-R
1 Persegu panjang, menyatakan Himpunan Entitas
Himpunan Entitas E
2 Lingkaran atau Elips, menyatakan Atribut (Atribut yang berfungsi sebagai Key digarisbawahi
Atribut a sebagai key
3 Belah ketupat, menyatakan Himpunan Relasi
Himpunan Relasi R
4 Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Entitas dengan Atribut Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas
dengan Atributnya Link
5 Persegi Panjang dan Belah Ketupat, Entitas Terhubung yang berfungsi untuk menghubungkan dua entitas
Entitas Terhubung
2.6 Derajat Hubungan
Derajat Hubungan menyatakan jumlah anggota entitas yang terlibat di
dalam ikatan yang terjadi. Ikatan yang terjadi akan membentuk instant hubungan.
Derajat hubungan pada relation_type, batasan Structural Cardinality Ratio
memiliki jenis (Fathansyah, 1999):
a. 1 : 1 (One to One Relationship)
Satu entitas pada tipe entitas A berhubungan dengan satu entitas pada tipe
entitas B dan sebaliknya.
b. 1 : N (One to Many Relationship)
c. N : 1 (Many to One Relationship)
Sejumlah entitas di A dihubungkan dengan satu entitas di B.
d. N : N (Many to Many Relationship)
Sejumlah entitas di A dihubungkan dengan sejumlah entitas di B.
2.7 Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran
informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input
menjadi output (Pressman,2002). Selain itu DFD juga dapat diartikan sebagai
suatu bagan untuk mewakili arus atau aliran data dalam suatu sistem. Bagan aliran
data digambarkan dengan notasi simbol yang mewakili komponen dalam
pembuatan suatu model yang sistematis. Penggunaan notasi dalam diagram arus
data ini sangat membantu sekali dalam memahami suatu sistem pada semua
tingkat kompleksitasnya (Hartono, 1996).
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang sudah
ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau
lingkungan fisik data tersebut disimpan. DFD merupakan alat yang digunakan
pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. Pembuatan data flow
diagram dimulai dengan sumber informasi atau data. Data flow diagram juga
dapat digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada ataupun
pada suatu sistem dapat digambarkan menggunakan simbol-simbol yang sesuai
dengan keadaan yang telah terjadi.
Simbol-simbol yang digunakan diantaranya:
Tabel 2.5 Tabel Simbol Penggambaran DFD
Simbol Nama Keterangan
External Entity
(Entitas Luar)
Input dari luar sistem (orang, organisasi atau sistem lain diluarnya) yang akan memberikan input ke sistem dan menerima output dari sistem.
Data Flow
(Arus Data)
Arus data ini dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil proses dari sistem. Nama dari arus data ini dituliskan pada garis panahnya.
Process
(Proses)
Kegiatan yang dihasilkan oleh suatu arus data untuk menghasilkan arus data yang keluar dari proses.
Data Store
(Penyimpanan Data)
Menyimpan data yang akan atau telah di proses.
1. Entitas Luar setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang
memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external
entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa
orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang
akan memberikan input atau ouput. Kesatuan luar atau entitas luar disimbolkan
2. Arus data arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu anak panah. Arus
ini mengalir diantara proses (process) , penyimpanan data (data store), dan entitas
luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa
masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.
3. Proses suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang ,
mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk
dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses disimbolkan
dengan lingkaran.
4. Penyimpanan data penyimpanan data merupakan simpanan dari data yang
dapat berupa file basis data sistem komputer, arsip atau catatan manual, tabel
acuan manual. Penyimpanan data disimbolkan dengan sepasang garis horizontal
paralel.
Data flow diagram memiliki beberapa level yang merupakan hasil
perjenjangan dari suatu sistem yang dibuat (level 0, 1, 2, dan seterusnya).
1. Data Flow Diagram Level 0 (diagram context) menggambarkan seluruh
elemen sistem dengan sebuah proses tunggal dengan data input atau output
yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan.
2. Data Flow Diagram Level 1 menggambarkan proses dan jalur informasi pada
DFD Level 0 yang lebih detail.
3. Data Flow Diagram Level 2 merupakan pengembangan alur data atau
pemecahan proses menjadi proses yang terpisah-pisah, tetapi masih berkaitan.
DFD level 2 biasanya dipecah menjadi DFD level 2 proses 1 dan DFD level 2
2.8 PHP (Pear Hypertext Preprocessor)
PHP merupakan bahasa server-side scripting yang menyatu dengan
HTML (Hypertext Markup Language) untuk membuat halaman web yang
dinamik. Artinya semua sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan pada
server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja. PHP dapat
mengirim HTTP header, dapat mengeset cookies, mengatur authentication dan
redirect users (Nugroho, 2004).
Intepreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi server
(server-side) berbeda dengan mesin maya Java yang mengeksekusi program pada sisi
klien (client-side).
Proses eksekusi kode PHP yang disisipkan pada halaman HTML dapat
Gambar 2.3 Struktur Pembacaan Web Server
PHP juga dapat melakukan koneksi dengan beberapa basis data antara lain
Oracle, Sybase, mSQL, MySQL, Solid, PostgreSQL, Adabas, FilePro dan
lain-lain. Pada PHP dapat digunakan beberapa tipe data di antaranya integer, floating
poin dan string. Selain menggunakan tipe data, juga digunakan operator-operator
yang digunakan dalam fungsi yang kita buat.
PHP merupakan suatu bahasa pemrograman, sehingga dapat juga
digunakan struktur kontrol, diantaranya percabangan dan perulangan. Perintah
percabangan adalah perintah yang memungkinkan pemilihan atas perintah yang
akan dijalankan sesuai dengan kondisi tertentu. Dalam PHP terdapat 3 macam
perintah percabangan yaitu: if, if..else, dan switch. Selain percabangan, struktur
kontrol yang digunakan lainnya adalah perulangan. Pada perulangan ini
digunakan untuk mengulang suatu perintah. Perintah-perintah yang dapat
digunakan diantaranya : for, while dan do..while.
2.9MySQL
MySQL merupakan Relational Database Management System (RDMS)
yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi General Public License (GPL).
Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh
dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL
dapat berperan sebagai multi database yang menggunakan bahasa Structured
Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client server melibatkan server
daemon MySQL disisi server dan berbagai macam program serta library yang
adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan/seleksi
dan pemasukkan data yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan
mudah secara otomatis.
Didalam MySQL terdapat berbagai macam perintah yang diantaranya
langsung menggunakan SQL dan juga perintah khusus untuk menjalankan
daemon dengan menjalankan perintah (Nugroho. 2004).
2.10 Macromedia Dreamweaver 8.0
Macromedia Dreamweaver 8.0 merupakan HTML editor professional
yang mendesain, melakukan coding, dan mengembangkan website yang paling
terkenal di dunia web. Salah satu kelebihan Dreamweaver merupakan ruang kerja
dan tool yang tersedia dapat digunakan secara mudah dan cepat tanpa melakukan
coding. Dreamweaver dapat mendukung pembuatan web yang berbasis HTML,
selain itu juga dapat mendukung program-program web lain diantaranya PHP,
ASP, Perl, dan Javascript (Wahidin, 2005).
Ada beberapa komponen yang dapat digunakan untuk mempermudahkan
kita dalam membangun sebuah website :
1. Panel Insert menu insert merupakan sekumpulan menu yang berhubungan
dengan operasi pemasukan dan pembuatan obyek seperti gambar, form, table,
layer, frame dan lainnya pada halaman web.
2. Panel Common (Utama) menu Common merupakan menu yang memiliki
beberapa menu standar pada saat mendisain web. Menu-menu yang terdapat
firework HTML, flash, rollover image, navigator bar, horizontal rule, date,
tabular data, comment, tag chooser.
3. Panel Layout dapat digunakan untuk melakukan perancangan web dengan
mudah dan cepat dengan cara memetak-metakkan halaman web sesuai dengan
disain yang diinginkan.
4. Panel Text Menu text digunakan untuk memformat teks yang ada. Menu-menu
yang digunakan untuk memformat text diantaranya, font tag editor, bold,
italic, strong, paragraph, blockquote, formated text, heading, unordered list.
5. Panel Table digunakan untuk mendisain web. Dengan cara mengatur jumlah
kolom dan baris yang akan digunakan untuk menempatkan posisi gambar
maupun teks sesuai dengan disain yang diinginkan.
6. Panel Frame digunakan untuk memilih bentuk disain pada halaman utama
yang akan dibuat. Frame dapat ditempatkan pada posisi kanan, kiri, atas,
bawah, kiri bawah, kanan bawah, kanan atas, kiri atas, atas bawah.
7. Panel Forms ini biasanya digunakan untuk membuat formulir. Pada menu
form ini terdapat berbagai macam menu yang dapat digunakan seperti form,
text field, hidden field, text area, check box, radio button, radio group, list,
jump menu, image field, file field, button, label, fieldset.
8. Panel Characters menu character biasanya digunakan untuk melakukan
operasi halaman dan pengaturan paragraf.
9. Panel Media digunakan untuk melakukan penggabungan file dari luar
program Dreamweaver. Seperti akan memasukkan menu animasi dari Flash
10.Panel Application menu application digunakan untuk operasi database.
11.Panel Properties menu properties merupakan sekumpulan menu yang
berfungsi sebagai tool dalam pemformatan obyek yang ada pada halaman web
yang dibuat.
2.11 Adobe Photoshop CS2
Adobe photoshop CS2 merupakan salah satu program pengolah image yang
terbaru dari Adobe System Incorporated. Sebagai salah satu program aplikasi yang
sangat powerful, photoshop telah banyak digunakan oleh para pakar profesional
untuk membuat dan memanipulasi gambar, baik untuk keperluan media
percetakan, internet maupun elektronik. Beberapa manipulasi dasar pengeditan
gambar dengan fasilitas Photoshop, yaitu :
1. Untuk memanipulasi gambar sehingga hanya berpengaruh pada area yang
telah diseleksi. Cara melakukan seleksi antara lain : Marquee Tool, Lasso
Tool, Menu Select dan Magic Wand Tool.
2. Untuk menulis dapat menggunakan Type Tool, Palet Character dan Palet
Paragrap.
3. Tool yang dapat digunakan untuk menggambar yaitu : Brush Tool, Pencil
Tool, History Brush Tool dan Art History Brush.
4. Untuk membentuk dan mengedit gambar bentuk tertentu secara cepat dapat
menggunakan Shape Tool.
5. Path/Pen Tool digunakan untuk membuat gambar vektor, baik berbentuk
6. Pewarnaan, Gradient Tool dan Paint Bucket Tool sering digunakan dalam
manipulasi warna pada gambar
7. Healing Brush Tool dan Patch Tool digunakan untuk memperbaiki gambar.
2.12 Web Server
Web server merupakan sebuah bentuk server yang khusus untuk
menyimpan halaman website atau home page. Komputer dapat dikatakan sebagai
web server jika memiliki suatu program yang disebut Personal Web Server
(PWS). PWS difungsikan agar halaman web yang ada di dalam sebuah computer
server dapat dipanggil oleh computer klien.
Web server biasanya dijalankan sebagai suatu Daemon (istilah dalam
sistem operasi UNIX) atau Service (istilah dalam operasi Windows NT) yang siap
melayani setiap permintaan bila dibutuhkan. Pada umumnya web server yang ada
memiliki dukungan terhadap ASP (VB Script) sehingga memungkinkan
dihasilkannya halaman web yang bersifat dinamis.
2.13 Studi Pustaka
Judul yang diangkat penulis yaitu “Sistem Pendukung Keputusan
Penilaian Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Berbasis Web
Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Proses”. Mengacu pada penelitian
oleh Diah Rusdiana I.P angkatan 2003 mahasiswi Teknik Informatika dari
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Tema yang diambil
dari penelitian sebelumnya yaitu “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bonus
bahasa pemrograman Visual Basic saja dan kriteria-kriteria yang ada hanya empat
kriteria.
Sedangkan pada penelitian “Sistem Pendukung Keputusan Penilaian
Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Berbasis Web Menggunakan Metode
Analytical Hierarcy Proses” dan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan
database-nya adalah MySQL. Macromedia Dreamweaver 8 dan adobe Photoshop
CS2 sebagai editor layout dan desain. Kriteria-kriteria yang dimasukkan ada
delapan kriteria dengan tiga alternatif. Didalam sistem terdapat tiga entitas yaitu
BAB III
GAMBARAN UMUM
3.1 Profil PT Anindya Mitra Internasional
PT Anindya Mitra Internasional merupakan hasil perubahan bentuk badan hukum Perusahan Daerah Aneka Industri dan Jasa "ANINDYA" Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahan Daerah Aneka Industri dan Jasa "ANINDYA" Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Menjadi Perseroan Terbatas (PT). PT Anindya Mitra Internasional didirikan berdasarkan Akta Nomor 11 tertanggal 28 November 2005 sebagaimana terakhir kali diubah dengan Akta Nomor 9 tertanggal 29 Desember 2005 yang dibuat oleh Notaris Mochammad Agus Hanafi, SH. di Yogyakarta. PT Anindya Mitra Internasional bergerak dalam bidang industri, jasa dan perdagangan umum. Saat ini Anindya memiliki enam divisi yakni Divisi Properti, Divisi Pariwisata, Divisi Perdagangan, Divisi Pertambangan, Divisi Percetakan & Penerbitan serta Divisi Rekayasa Industri (Purosani Engineering).
1. Perusahaan Daerah Percetakan Negeri 2. Perusahaan Daerah Pertambangan 3. Perusahaan Daerah Purosani 4. Perusahaan Daerah Arga Jasa
5. Perusahaan Daerah Pabrik Kulit Adi Carma 3.2 Tujuan PT Anindya Mitra Internasional
Membangun karya inovatif dengan mensinergikan gagasan, jaringan dan regulasi secara efektif dan terintegrasi dalam semangat enterpreneurship
3.3 Visi dan Misi PT Anindya Mitra Internasional Visi :
Menjadi lembaga usaha yang tangguh, profesional dan mandiri yang berperan sebagai agen pembangunan daerah.
Misi :
1. Pioner dalam pengembangan usaha strategis dalam pembangunan daerah 2. Akselerator bagi pengembangan ekonomi masyarakat
3. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) 3.4 Struktur Organisasi
BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN
4.1 Analisis dan Kebutuhan
Sistem yang akan dibangun merupakan sistem pendukung keputusan
penilaian karyawan berprestasi berdasarkan kinerja karyawan berbasis web
dengan menggunakan metode AHP. Pada prosesnya aplikasi AHP akan
memproses data kasus pengambilan keputusan dalam model hierarki sebagai
wujud dari representasi suatu masalah atau kasus oleh user.
Aplikasi ini memiliki tujuan untuk memberikan suatu pertimbangan
alternatif terbaik dari berbagai pilihan atau opsi alternative yang ada, yang
kemudian dapat diambil sebagai suatu keputusan. Penentuan suatu alternatif
terbaik diperoleh dari suatu proses perhitungan sistematis. Di dalam metode AHP
terdapat proses pembobotan pada perbandingan opsi. Pembobotan dan prioritas
dapat ditentukan dengan cara melakukan perbandingan antara kriteria dan
alternatif, nilai seluruh alternatif kriteria bisa disesuaikan dengan judgement yang
telah ditentukan. Bobot dan prioritas dihitung dengan memanipulasi matriks atau
melalui penyelesaian persamaan matematika. Pada aplikasi ini terdapat dua
perhitungan yaitu perhitungan priority weight sebagai pemberi nilai prioritas dan
perhitungan consistency ratio (CR) sebagai indicator apakah proses pembibitan
dapat diterima atau ditolak sehingga pembobotan harus diulang. Pada satu
tingkatan, proses akan berakhir pada perhitungan nilai prioritas. Bila semua opsi
yang dipandang dari atributnya dimana atribut tersebut bersesuaian dengan
melibatkan nilai prioritas lokal dari alternatif maupun atribut. Prioritas global dari
tiap alternatif inilah yang nantinya akan digunakan sebagai landasan penentuan
alternatif terbaik yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Keberhasilan suatu perusahaan baik besar maupun kecil bukan
semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak
ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah
sumbangan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Untuk
itu perusahaan perlu melakukan penilaian atas kinerja para karyawannya.
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian, misalnya kreativitas, disiplin,
tanggung jawab, jujur, perilaku, komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi.
4.2 Perancangan Sistem
Perancangan sistem terdiri dari perancangan proses, perancangan basis data,
dan perancangan antarmuka.
1. Perancangan proses terdiri dari Data Flow Diagram (DFD)
2. Perancangan basis data terdiri dari perancangan Entity Relationship Diagram
(ERD),
3. Perancangan tabel dan perancangan Relasi Antar Tabel (RAT)
4. Perancangan antar muka
Pada perancangan sistem, Diagram Alir Data sangat diperlukan untuk
dapat mengetahui aliran data yang ada pada sistem. Dalam rancangan aliran data
penyusun menggunakan rancangan Data Flow Diagram (DFD).
4.2.1.1DFD Level 0
DFD Level 0 terdiri dari satu simbol proses untuk identifikasi aplikasi
yang menggambarkan keseluruhan sistem dan tiga entitas yang berinteraksi
dengan sistem yaitu pimpinan, user, dan admin. Data yang masuk dari sistem ke
entitas pimpinan adalah data konfirmasi login, data karyawan, data kriteria, data
subkriteria dan data nilai. Sedangakan data yang keluar dari entitas pimpinan ke
sistem adalah data login, dan data nilai. Pada entitas user data yang masuk ke
sistem adalah data login, req.data karyawan, req.data nilai, req.data kriteria,
req.data subkriteria. Sedangkan data yang keluar dari system adalah data
konfirmasi login, data karyawan, data kriteria, data subkriteria dan data nilai.
Untuk entitas admin data yang masuk ke system adalah data karyawan,
data perbandingan subkriteria, data perbandingan kriteria, data subkriteria, data
criteria dan data login. Sedangkan data yang masuk ke entitas admin ke sistem
adalah data konfirmasi login, data kriteria, data subkriteria, data perbandingan
Gambar 4.1 DFD Level 0 Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berbasis Web
4.2.1.2DFD Level I
DFD Level 1 mempunyai 3 proses yang menggambarkan aliran data dan
interaksi antara bagian pimpinan, user dan admin dengan sistem. Proses yang
terjadi di DFD Level 1 yaitu, proses admin, proses pimpinan dan proses user.
Proses yang pertama adalah proses pimpinan dimana dari entitas pimpinan data
yang masuk kedalam proses pimpinan adalah data konfirmasi login dan data nilai.
Sedangakan data yang masuk ke entitas pimpinan dari proses adalah data login,
data karyawan, data kriteria, data subkriteria dan data nilai.
Yang kedua adalah proses user dimana dari entitas user data yang masuk
dari proses user adalah data konfirmasi login, data karyawan, data kriteria, data
subkriteria dan data nilai. Sedangakan data yang masuk dari proses user ke entitas
user adalah data login, req.data karyawan, req.data kriteria, req.data subkriteria
dan req.data nilai.
Yang ketiga adalah proses admin dimana data yang masuk dari entitas
admin ke proses admin adalah data login, data criteria, data subkriteria, data nilai,
4.2.1.3DFD Level 2 Proses Admin
Pada DFD level 2 proses admin terdapat enam yaitu olah data karyawan,
olah data kriteria, olah data subkriteria, olah data nilai, olah data perbandingan
kriteria, dan olah data perbandingan subkriteria. Data yang keluar dan data yang
masuk masing- masing dari proses olah data ke entitas admin adalah data
karyawan, data kriteria, data subkriteria, data nilai, data perbandingan kriteria, dan
4.2.1.4DFD Level 2 Proses Pimpinan
Dalam DFD level 2 proses pimpinan terdapat empat olah data yaitu olah
data karyawan, olah data kriteria, olah data subkriteria, dan data nilai. Pada olah
data karyawan hanya ada data yang keluar menuju ke entitas pimpinan yaitu data
karyawan, begitu juga dengan olah data kriteria dan olah data subkriteria.
4.2.1.5DFD Level 3 Proses Admin Olah Data Kriteria
Dalam DFD Level 3 proses admin olah data kriteria terdapat dua proses
yaitu olah data kriteria dan olah data perbandingan kriteria. Dimana data yang
keluar dan yang masuk dari proses menuju entitas admin adalah req. data kriteria,