• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KAR"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KARYAWAN BERPRESTASI

BERDASARKAN KINERJA BERBASIS WEB DENGAN METODE ANALYTICAL

HIERARCHY PROSES ( AHP )

( Studi kasus pada PT Anindya Mitra Internasional Yogyakarta )

SKRIPSI

Skripsi ini sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Teknik Informatika

Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta

Disusun Oleh :

Karman Maulana

123050155/IF

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

YOGYAKARTA

(2)

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KARYAWAN BERPRESTASI BERDASARKAN KINERJA BERBASIS WEB ( Studi kasus pada PT Anindya Mitra Internasional Yogyakarta )

Disusun Oleh : Karman Maulana

123050155

Telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk disidangkan Pada tanggal : 05 Oktober 2011

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Frans Richard K.ST.,M.KOM YuliFauziah.ST.,M.T NPY. 26 202 95 00061 NPY. 27 107 98 01801

Mengetahui, Koordinator Skripsi

(3)

ABSTRAK

Keberhasilan suatu perusahaan baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan

oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya

manusia. Sumber daya manusia adalah sumbangan yang penting bagi pertumbuhan dan

perkembangan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu melakukan penilaian atas kinerja para

karyawannya. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian, misalnya pengetahuan tentang

pekerjaan, kreativitas, pelaksanaan instruksi, kualitas kerja, kerjasama dan sikap terhadap

karyawan lain, kehadiran, keuletan. PT Anindya Mitra Internasional merupakan usaha

Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Anindya Mitra Internasional bergerak

dalam bidang industri, jasa dan perdagangan umum. Walaupun bukan merupakan perusahaan

yang cukup besar, namun memiliki para karyawan yang cukup berpotensi. Untuk itu perlu

dirancang sebuah aplikasi sistem bantu agar dapat memberikan kemudahan dalam proses

penilaian karyawan. Hal inilah yang mendorong Penulis untuk mengadakan penelitian pada PT

Anindya Mitra Internasional dengan membuat sistem baru yang diharapkan dapat memberikan

kemudahan-kemudahan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. metode yang digunakan

adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Konsep metode AHP adalah merubah

nilai-nilai kualitatif menjadi nilai-nilai kuantitatif sehingga keputusan-keputusan yang keluar lebih objektif.

Metodologi yang digunakan didalam sistem ini ialah waterfall, yang terdiri dari 6

tahapan, yaitu analisis kebutuhan sistem, spesifikasi, perancangan, implementasi, uji coba dan

pemeliharaan. Sistem ini menerima input data penilaian, seperti pengetahuan tentang pekerjaan,

kreativitas, pelaksanaan instruksi, kualitas kerja, kerjasama dan sikap terhadap karyawan lain,

kehadiran, keuletan, sehingga user dapat melihat hasil kinerja yang telah diproses berdasarkan

beberapa penilaian. Sistem ini juga mempunyai kemampuan untuk menambah, mengupdate,

serta menghapus data.

(4)

 

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING

... ii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI

... iii

ABSTRAK

... iv

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 2

1.3 Batasan Masalah ... 2

1.4 Tujuan Penelitian ... 2

1.5 Manfaat Penelitian ... 2

1.6 Metodologi Penelitian ... 3

1.7 Sistematika Penyusunan ... 4

BAB II DASAR TEORI ... 5

2.1 Sistem ... 5

2.2 Sistem Pendukung Keputusan... ... 7

2.2.1 Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan ... 7

2.2.2 Komponen Sistem Pendukung Keputusan ... 8

2.3 Pengertian Dasar Analitik Hirarki Proses ... 10

2.3.1 Prinsip Kerja AHP

... 11

2.3.2 Prosedur Metode AHP

... 11

2.3.3 Langkah langkah AHP

... 12

2.3.4 Kelebihan Metode AHP Dengan Metode Yang Lainnya

... 16

2.4 Basis Data

... 17

2.5 Diagram Entity-Relationship

... 18

2.6 Drajat Hubungan

... 19

2.7 Data Flow Diagram(DFD

) ... 20

2.8 PHP

... 22

2.9 MySQL

... 23

2.10 Maromedia Dreamweaver 8 ... 24

2.11 Adobe Photoshop CS2

... 26

2.12 Web Server

... 26

(5)

   

viii   

BAB III GAMBARAN UMUM

... 28

3.1 Profil PT. Anindya Mitra Internasional

... 28

3.2 Tujuan PT. Anindya Mitra Internasional

... 29

3.3 Visi dan Misi PT. Anindya Mitra Internasional

... 29

3.4 Struktur Organisasi PT. Anindya Mitra Internasional

... 29

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN ... 31

4.1 Analisis Dan Kebutuhan

... 31

4.2 Perancangan Sistem

... 32

4.2.1 Perancangan Proses

... 32

4.2.1

.1DFD Level 0 ... 32

4.2.1

.2 DFD Level 1 ... 33

4.2.1

.3DFD Level 2 Proses Admin ... 36

4.2.1

.4DFD Level 2 Proses Pimpinan ... 38

4.2.1

.5DFD Level 3 Proses Admin Olah Data Kriteria... 40

4.2.1

.6DFD Level 3 Proses Admin Olah Data Sub Kriteria ... 42

4.2.2 Rancangan Basis Data

... 44

4.2.2.1 Rancangan Entity Relationship Diagram

... 44

4.2.2.2 Rancangan Tabel

... 45

4.2.2.3 Relasi Antar Tabel

... 47

4..3 Kebutuhan Fungsi

... 48

4..4 Rancangan Struktur Menu

... 59

4..4.1 Rancangan Form Login

... 60

4..4.2 Rancangan Form Home Admin

... 61

4..4.3 Rancangan Form Kelola Data Kriteria

... 61

4..4.4 Rancangan Form Kelola Data Tambah Kriteria

... 62

4..4.5 Rancangan Form Kelola Data Edit Kriteria

... 63

4..4.6 Rancangan Form Kelola Data Sub Kriteria

... 63

4..4.7 Rancangan Form Kelola Data Tambah Sub Kriteria

... 64

4..4.8 Rancangan Form Kelola Data Edit Sub Kriteria

... 65

4..4.9 Rancangan Form Kelola Data Karyawan

... 65

4..4.10 Rancangan Form Kelola Tambah Data Karyawan

... 66

4..4.11 Rancangan Form Kelola Data Nilai Karyawan

... 67

4..4.12 Rancangan Form Kelola Tambah Nilai Karyawan

... 68

4..4.13 Rancangan Form Kelola Ubah Nilai Karyawan

... 69

4..4.14 Rancangan Form Home Pimpinan

... 70

4..4.15 Rancangan Form Data Karyawan

... 71

4..4.16 Rancangan Form Nilai Karyawan

... 72

4..4.17 Rancangan Form Home User

... 73

(6)

   

ix   

BAB V IMPLEMENTASI ... 76

5.1 Perangkat Keras yang Digunakan ... 76

5.2 Perangkat Lunak yang Digunakan ... 76

5.3 Pembahasan Sistem ... 76

5.3.1 Halaman Login Administrator

... 77

5.3.1.1 Halaman Home Administrator

... 78

5.3.1.2 Halaman Kelola Kriteria Administrator

... 79

5.3.1.3 Halaman Kelola Kriteria Administrator Tambah Kriteria

... 82

5.3.1.4 Halaman Kelola Kriteria Administrator Ubah

... 83

5.3.1.5 Halaman Kelola Sub Kriteria Administrator

... 86

5.3.1.6 Halaman Kelola Sub Kriteria Administrator Ubah

... 87

5.3.1.7 Halaman Kelola Sub Kriteria Administrator Tambah Sub Kriteria

... 89

5.3.1.8 Halaman Kelola Data Karyawan Administrator

... 90

5.3.1.9 Halaman Kelola Data Karyawan Administrator Ubah

... 93

5.3.1.10 Halaman Kelola Data Karyawan Administrator Tambah Data Karyawan

... 95

5.3.1.11 Halaman Kelola Nilai Karyawan Administrator

... 97

5.3.1.12 Halaman Kelola Nilai Karyawan Administrator Ubah

... 99

5.3.1.13 Halaman Kelola Nilai Karyawan Administrator Tambah Data Nilai

... 101

5.3.1.14 Halaman Login Pimpinan Devisi

... 103

5.3.1.15 Halaman Home Pimpinan Devisi

... 105

5.3.1.16 Halaman Data Karyawan Pimpinan Devisi

... 106

5.3.1.17 Halaman Rangking Karyawan Pimpinan Devisi

... 108

5.3.1.18 Halaman Login User

... 110

5.3.1.19 Halaman Home User

... 111

5.3.1.20 Halaman Rangking Karyawan User

... 112

BAB VI PENUTUP ... 113

6.1 Kesimpulan ... 113

(7)

   

xi   

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Arsitektur DSS...10

Gambar 2.2

Struktur Hirarki AHP ...13

Gambar 2.3

Struktur Pembacaan Web Server ...23

Gambar 3.1

Struktur Organisasi ...30

Gambar 4.1

DFD Level 0

Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berbasis Web

...33

Gambar 4.2

DFD Level 1

Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berbasis Web

...35

Gambar 4.3

DFD Level 1

Proses Administrator

...37

Gambar 4.3

DFD Level 1

Proses Administrator

...37

Gambar 4.3

DFD Level 1

Proses Administrator

...37

Gambar 4.4

DFD Level 2

Proses Pimpinan

...39

Gambar 4.5

DFD Level 1

Proses User

...41

Gambar 4.6

Entity Relationship Diagram ...42

Gambar 4.7

Relasi Antar Tabel ...45

Gambar 4.8

Struktur Hirarki pemilihan karyawan yang akan dipilih ...47

Gambar 4.9

Halaman Struktur Menu ...57

Gambar 4.10

Form Login ...58

Gambar 4.11

Form Home Admin...58

Gambar 4.12

Form Kelola Data Kriteria ...59

Gambar 4.13

Form Kelola Data Tamabah Kriteria ...60

Gambar 4.14

Form Kelola Data Ubah Kriteria ...60

Gambar 4.15

Form Kelola Data Sub Kriteria ...61

Gambar 4.16

Form Kelola Data Tambah Sub Kriteria ...62

Gambar 4.17

Form Kelola Data Ubah Sub Kriteria ...62

Gambar 4.18

Form Kelola Data Karyawan ...63

Gambar 4.19

Form Kelola Data Tambah Karyawan ...64

Gambar 4.20

Form Kelola Data Nilai Karyawan ...65

Gambar 4.21

Form Kelola Data Tambah Nilai Karyawan ...66

Gambar 4.22

Form Kelola Data Ubah Nilai Karyawan ...67

Gambar 4.23

Form Home Pimpinan ...68

Gambar 4.24

Form Data Karyawan ...69

Gambar 4.25

Form Nilai Karyawan ...70

Gambar 4.26

Form Home User ...71

Gambar 4.27

Form Nilai Karyawan ...72

Gambar 5.1

Tampilan Login Admin ...74

Gambar 5.2

Tampilan Halaman Home Admin ...75

Gambar 5.3

Tampilan Halaman Kelola Kriteria AAdmin ...76

Gambar 5.4

Tampilan Halaman Kelola Kriteria Admin Tambah Kriteria ...77

Gambar 5.5

Tampilan Halaman Kelola Kriteria Admin Ubah ...78

Gambar 5.6

Tampilan Halaman Kelola Sub Kriteria Admin ...79

Gambar 5.7

Tampilan Halaman Kelola Sub Kriteria Admin Ubah ...80

(8)

   

xii   

Gambar 5.9

Tampilan Halaman Kelola Data Karyawan Admin ...82

Gambar 5.10

Tampilan Halaman Kelola Data Karyawan Admin Ubah ...83

Gambar 5.11

Tampilan Halaman Kelola Data Karyawan Admin Tambah

Karyawan………..84

Gambar 5.12

Tampilan Halaman Kelola Data Nilai Karyawan Admin ...85

Gambar 5.13

Tampilan Halaman Kelola Data Nilai Karyawan Admin Ubah ...86

Gambar 5.14

Tampilan Halaman Kelola Data Nilai Karyawan Admin Tambah Nilai ...87

Gambar 5.15

Tampilan Login Pimpinan Devisi ...87

Gambar 5.16

Tampilan Home Pimpinan Devisi ...88

Gambar 5.17

Tampilan Data Karyawan Pimpinan Devisi ...89

Gambar 5.18

Tampilan Rangking Karyawan Pimpinan Devisi ...90

Gambar 5.19

Tampilan Login User ...90

Gambar 5.20

Tampilan Home User ...91

(9)

   

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan ...13

Tabel 2.2

Contoh matriks perbandingan berpasangan

...14

Tabel 2.3

Nilai indeks random ...16

Tabel 2.4

Notasi-notasi Simbol Diagram E-R ...19

Tabel 2.5

Tabel

Simbol Penggambaran DFD...21

Tabel 4.1

Tabel Login ...45

Tabel 4.2

Tabel Karyawan ...45

Tabel 4.3

Tabel Kriteria ...45

Tabel 4.4

Tabel Sub Kriteria ...46

Tabel 4.5

Tabel Perbadingan Kriteria ...46

Tabel 4.6

Tabel Perbadingan Sub Kriteria ...46

Tabel 4.7

Tabel Nilai ...46

Tabel 4.8

Tabel Rangking Karyawan ...47

Tabel 4.9

Tabel Indeks Random ...47

Tabel 4.10

Tabel Divisi ...47

Tabel 4.11

Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan...50

Tabel 4.12

Tabel Matriks Nilai Kriteria ...51

Tabel 4.13

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris ...51

Tabel 4.14

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi ...51

Tabel 4.15

Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Disiplin ...53

Tabel 4.16

Tabel Matriks Nilai Kriteria Kedisiplinan ...53

Tabel 4.17

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Kedisiplinan ...53

Tabel 4.18

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi ...53

Tabel 4.19

Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Tanggung Jawab ...54

Tabel 4.20

Tabel Matriks Nilai Kriteria Tanggung Jawab...54

Tabel 4.21

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Tanggung Jawab ...54

Tabel 4.22

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Tanggung Jawab ...54

Tabel 4.23

Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Kreativitas ...54

Tabel 4.24

Tabel Matriks Nilai Kriteria Kreativitas ...55

Tabel 4.25

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Kreativitas ...55

Tabel 4.26

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Kreativitas ...55

Tabel 4.27

Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Adaptasi ...55

Tabel 4.28

Tabel Matriks Nilai Kriteria Adaptasi...55

Tabel 4.29

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Adaptasi ...55

Tabel 4.30

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Adaptasi ...56

Tabel 4.31

Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Perilaku ...56

Tabel 4.32

Tabel Matriks Nilai Kriteria Perilaku ...56

Tabel 4.33

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Perilaku ...56

Tabel 4.34

Tabel Perhitungan Rasio Perilaku ...56

Tabel 4.35

Tabel Matriks perbandingan berpasangan subkriteria Komunikasi ...57

Tabel 4.36

Tabel Matriks Nilai Kriteria Komunikasi ...57

(11)

Tabel 4.38

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Komunikasi ...57

Tabel 4.39

Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Kepemimpinan ...58

Tabel 4.40

Tabel Matriks Nilai Kriteria Kepemimpinan ...58

Tabel 4.41

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Kepemimpinan ...58

Tabel 4.42

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Kepemimpinan ...58

Tabel 4.43

Tabel Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Jujur ...58

Tabel 4.44

Tabel Matriks Nilai Kriteria Jujur ...58

Tabel 4.45

Tabel Matriks Penjumlahan Setiap Baris Kriteria Jujur ...59

Tabel 4.46

Tabel Perhitungan Rasio Konsistensi Kriteria Jujur ...59

(12)

DAFTAR MODUL

Modul Gambar 5.1

Mengatur Login Admin ...77

Modul Gambar 5.2

Lanjutan

Mengatur Login Admin...78

Modul Gambar 5.3

Mengatur Home Admin ...79

Modul Gambar 5.4

Mengatur Kelola Kriteria Admin ...80

Modul Gambar 5.5

Lanjutan Mengatur Kelola Kriteria Admin ...81

Modul Gambar 5.6

Mengatur Kelola Kriteria Admin Tambah Kriteria ...82

Modul Gambar 5.7

Lanjtan Mengatur Kelola Kriteria Admin Tambah Kriteria ...83

Modul Gambar 5.8

Mengatur Kelola Kriteria AdminUbah Kriteria ...84

Modul Gambar 5.9

Lanjutan Mengatur Kelola Kriteria Admin Ubah Kriteria ...85

Modul Gambar 5.10

Mengatur Kelola Sub Kriteria Admin ...86

Modul Gambar 5.11

Mengatur Kelola Kriteria Admin Ubah SubKriteria ...87

Modul Gambar 5.12

Lanjutan

Mengatur Kelola Kriteria Admin Ubah SubKriteria ...88

Modul Gambar 5.13

Mengatur Kelola Kriteria AdminTambah SubKriteria ...89

Modul Gambar 5.14

Lanjutan Mengatur Kelola Kriteria Admin Tambah SubKriteria ...90

Modul Gambar 5.15

Mengatur Kelola Data Karyawan Admin ...91

Modul Gambar 5.16

Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin ...92

Modul Gambar 5.17

Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin ...93

Modul Gambar 5.18

Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah Karyawan ...94

Modul Gambar 5.19

Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah

Karyawan ...95

Modul Gambar 5.20

Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Tambah Karyawan ...96

Modul Gambar 5.21

Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Tambah

Karyawan ...97

Modul Gambar 5.22

Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Nilai Karyawan ...98

Modul Gambar 5.23

Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Nilai

Karyawan ...99

Modul Gambar 5.24

Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah Nilai

Karyawan ...100

Modul Gambar 5.25

Lanjutan Mengatur Kelola Data Karyawan Admin Ubah Nilai

Karyawan ...101

Modul Gambar 5.26

Mengatur Kelola Nilai Karyawan Admin Tambah Nilai

Karyawan ...102

Modul Gambar 5.27

Lanjutan Mengatur Kelola Nilai Karyawan Admin Tambah

Nilai Karyawan ...103

Modul Gambar 5.28

Mengatur Login Pimpinan Divisi ...104

Modul Gambar 5.29

Mengatur Home Pimpinan Divisi...105

Modul Gambar 5.30

Mengatur Halaman Data Karyawan Pimpinan Divisi ...106

Modul Gambar 5.31

Lanjutan Mengatur Halaman Data Karyawan Pimpinan Divisi ...107

Modul Gambar 5.32

Lanjutan Mengatur Halaman Data Karyawan Pimpinan Divisi ...108

Modul Gambar 5.33

Mengatur Halaman Rangking Karyawan Pimpinan Divisi ...109

Modul Gambar 5.34

Lanjutan Mengatur Halaman Rangking Karyawan Pimpinan

Divisi ...110

(13)

Modul Gambar 5.36

Lanjutan Mengatur Login User ...112

Modul Gambar 5.37

Mengatur Home User ...113

Modul Gambar 5.38

Mengatur Rangking Karyawan User ...114

Modul Gambar 5.39

Lanjutan Mengatur Rangking Karyawan User ...115

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Keberhasilan suatu perusahaan baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan sumbangan yang terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu melakukan penilaian atas kinerja para karyawannya. Penilaian kinerja merupakan persoalan yang penting dalam mengelola kinerja karyawan. Hal ini ditujukan untuk mengetahui seberapa kualitas kinerja yang dimiliki para karyawan, mengingat karyawan merupakan bagian yang penting dalam berkembangnya sebuah perusahaan. Dalam hal ini biasanya terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian, misalnya kreativitas, disiplin, tanggung jawab, jujur, perilaku, komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi.

PT Anindya Mitra Internasional untuk mengetahui kinerja para karyawannya, pihak manajemen melakukan suatu proses penilaian. Namun dalam hal ini pihak manajemen belum bisa membuat suatu analisa-analisa yang efektif, mengingat dalam proses penilaian ini masih bersifat manual. Perhitungan nilai kinerja karyawan yang kurang efektif serta pendokumentasian proses penilaian tidak dilakukan dengan baik.

(15)

nantinya akan dapat menghasilkan suatu analisa yang efektif dan efisien. Hal inilah yang mendorong untuk mengadakan penelitian pada PT Anindya Mitra Internasional dengan membuat sistem pendukung keputusan penilaian karyawan berprestasi berdasarkan kinerja berbasis web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proses yang diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan dalam memperoleh penilaian karyawan.

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diambil rumusan masalah yaitu bagaimana membangun suatu Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Berbasis Web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proses (AHP).

1.3 Batasan masalah

Batasan permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini yaitu: 1. Metode AHP yang digunakan hanya terdiri dari dua hirarki.

2. Kriteria yang digunakan adalah delapan kriteria yaitu kreativitas, disiplin, tanggung jawab, jujur, perilaku, komunikasi, kepemimpinan, adapatasi dan minimalnya tiga kriteria.

3. Sistem pendukung keputusan ini tidak bisa untuk kenaikan jabatan.

1.4 Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suati Sistem

Pendukung Keputusan untuk memberikan penilaian karyawan berprestasi atas

(16)

1.5 Manfaat Penelitian

Sistem ini diharapkan dapat membantu pihak manajemen di dalam membangun pertumbuhan dan perkembangan perusahaannya. Sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja para karyawan.

1.6 Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah metode waterfall yang memiliki tahapan sebagai berikut: (Pressman, 2002)

1. Perencanaan merupakan tahap perencanaan sistem yang akan dibuat dengan cara mengumpulkan data-data dari studi pustaka dan wawancara terhadap orang yang terlibat dan atau membutuhkan sistem informasi ini.

2. Analisis tahap ini meliputi proses pengumpulan kebutuhan yang diintensifkan dan difokuskan khususnya pada perangkat lunak. Hal ini dilakukan untuk memahami sifat program yang dibangun.

3. Perancangan sistem merupakan tahap mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan fungsional pemakai sebagai langkah awal dalam merancang sebuah sistem. Perancangan ini meliputi perancangan Data Flow Diagram (DFD), arsitektur dan interface.

(17)

5. Pengujian tahap ini adalah tahap pengujian sistem informasi yang telah dibuat untuk menemukan kesalahan-kesalahan. Apabila muncul kesalahan, maka proses akan kembali ke posisi terjadinya kesalahan.

6. Pemeliharaan tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan koreksi kesalahan dan penyesuaian perangkat lunak terhadap perubahan lingkungan.

Pada skripsi ini dilakukan hanya sampai pada tahap kelima yaitu tahap pengujian.

1.7Sistematika Penyusunan

Sistematika penulisan yang digunakan dalam pembuatan laporan skripsi ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN

Meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II DASAR TEORI

(18)

keputusan penilaian karyawan berprestasi berdasarkan kinerja berbasis web dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Proses.

BAB III GAMBARAN UMUM

Berisi mengenai profil tempat penelitian dari sistem yang akan dibangun.

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

Berisi paparan analisis dan disain dari sistem yang akan dibangun, Perancangan ini meliputi perancangan Data Flow Diagram (DFD), Entity RelationshipDiagram (ERD) arsitektur dan interface.

BAB V IMPLEMENTASI

Merupakan implementasi dari perancangan yang telah dibuat beserta pembahasannya, meliputi tampilan atau interface dari program serta modul program yang mendukung.

BAB V PENUTUP

(19)

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengertian Dasar Sistem

Sistem merupakan jaringan dari elemen-elemen yang saling berhubungan,

membentuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem

tersebut. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk

menghasilkan informasi. Sistem yang dimaksud di sini adalah sistem yang

terotomatisasi, yang merupakan bagian dari sistem manusia dan berinteraksi atau

dikontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang

digunakan (Kadir, 2003).

Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu (Hartono,

1999), yaitu :

1. Komponen Sistem (System Component) suatu sistem terdiri dari sejumlah

komponen yang saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan.

Komponen-komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa suatu kesatuan subsistem

atau bagian-bagian dari sistem, perhatikan Gambar 2.1 Elemen-elemen

Sistem.

2. Batas Sistem (System Boundary) merupakan daerah yang membatasi antara

suatu sistem dengan suatu sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem (System Environment) lingkungan luar dari suatu

(20)

Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat

merugikan sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (System Interface) merupakan media penghubung antara

suatu subsistem dengan subsistem yang lain dan memungkinkan sumber daya

yang mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari

suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya

dengan melalui penghubung.

5. Masukan Sistem (Input System) masukan dapat berupa masukan perawatan

(maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input

adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal

input adalah energi yang diproses untuk subsistem yang lain.

6. Pengolah Sistem (System Output) suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian

pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran atau sistem itu

sendiri sebagai pengolahnya.

7. Sasaran Sistem (System Objectives) sistem harus mempunyai sasaran. Sasaran

dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan

keluaran yang akan dihasilkan sistem. Sedangkan suatu sistem dikatakan

berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

Tujuan

Input

Batasan

Kontrol

Proses Output

(21)

2.2 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi

komputer yang menghasilkan berbagai alernatif keputusan untuk membantu

pemimpin dalam menangani berbagai permasalahan semi terstruktur ataupun

tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model ( Daihani, 2001).

Decision support system merupakan sebagai suatu pasangan model dasar

berisi prosedur-prosedur untuk mengolah data dan kebijakan untuk membantu

pemimpin dalam mengambil keputusan (Daihani,2001). Sistem yang baik

haruslah mudah dalam pemakaian, kuat, mudah dikendalikan, mampu

menyesuaikan diri, lengkap pada persoalan yang penting dan mudah

dikomunikasikan.

2.2.1 Karateristik Sistem Pendukung Keputusan

Konsep Sistem Pendukung Keputusan pertama kali diperkenalkan

(22)

Decision Model (Sprague, 1982). Konsep sistem pendukung keputusan

ditandai dengan sistem interaktif berbasis komputer yang membantu

pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan

masalah-masalah yang tidak terstruktur.

Pada dasarnya sistem pendukung keputusan dirancang untuk

mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari

mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan

yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi

pemilihan interaktif.

Peranan sistem pendukung keputusan dalam konteks keseluruhan

sistem informasi ditujukan untuk memperbaiki kinerja melalui aplikasi

teknologi informasi. Terdapat sepuluh karakteristik dasar sistem pendukung

keputusan yang efektif, yaitu :

1. Mendukung proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management

by perception .

2. Adanya interface manusia/ mesin dimana manusia (user) tetap mengontrol

proses di dalam pengambilan keputusan.

3. Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah-masalah

terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur.

4. Menggunakan model-model matematis dan statistik yang sesuai.

5. Memiliki kapabilitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan

(23)

6. Output ditunjukkan untuk personil organisasi dalam semua tingkatan.

7. Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi

sebagai kesatuan sistem.

8. Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan

informasi keseluruhan tingkatan manajemen.

9. Pendekatan easy to use. Ciri suatu sistem pendukung keputusan yang

efektif adalah kemudahan untuk digunakan, dan memungkinkan

keleluasaan pemakai untuk memilih atau mengembangkan pendekatan-

pendekatan baru dalam membahas masalah yang dihadapi.

10. Kemampuan sistem beradaptasi secara tepat, dimana pengambil keputusan

dapat menghadapi masalah-masalah baru, dan pada saat yang sama dapat

menangani dengan cara mengadaptasi sistem terhadap kondisi-kondisi

perubahan yang terjadi.

2.2.2 Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Suatu sistem pendukung keputusan memiliki tiga subsistem utama

yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan tersebut, yaitu :

a. Subsistem Manajemen Basis Data (Data base Management Subsystem). SPK

membutuhkan proses ekstraksi dan DBMS yang dalam pengelolaannya

harus cukup fleksibel untuk memungkinkan penambahan dan pengurangan.

Kemampuan yang dibutuhkan dari manajemen database dapat diringkas,

sebagai berikut :

(24)

ekstraksi data.

4. Kemampuan untuk menangani data secara personil sehingga pemakai dapat mencoba

berbagai alternatif pertimbangan personil.

5. Kemampuan untuk mengelola berbagai variasi data.

b. Subsistem Manajemen Basis Model (Model Base management Subsystem)

Salah satu keunggulan dalam sistem pendukung keputusan adalah

kemampuan untuk mengintegrasikan akses data dan model-model

keputusan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan model-model

keputusan ke dalam sistem informasi yang menggunakan database sebagai

mekanisme integrasi dan komunikasi di antara model-model.

Kemampuan yang dimilki subsistem basis model meliputi :

1. Kemampuan untuk menciptakan model-model baru secara cepat dan

(25)

Management Software) fleksibilitas dan kekuatan karakteristik sistem

pendukung keputusan timbul dari kemampuan interaksi antara sistem dan

pemakai, yang dinamakan subsistem dialog.

Bennet mendefinisikan pemakai, terminal dan sistem perangkat lunak

sebagai komponen-komponen dari sistem dialog. Ia membagi subsistem

dialog menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Bahasa aksi, meliputi apa yang dapat digunakan pemakai dalam berkomunikasi

dengan sistem.

2. Bahasa tampilan atau presentasi, meliputi apa yang harus diketahui oleh pemakai.

3. Basis Pengetahuan, meliputi apa yang harus diketahui oleh pemakai.

Arsitektur dari sistem pendukung keputusan ditunjukan seperti pada gambar

berikut :

(26)

2.3 Pengertian Dasar Analitik Hirarki Proses

Analitik Hirarki Proses (AHP) adalah sebuah model dengan hirarki

fungsional dimana input utamanya adalah persepsi manusia. Dengan hirarki, suatu

masalah kompleks dan tidak terstruktur dipecahkan kedalam kelompok -

kelompoknya. Kemudian kelompok - kelompok tersebut diatur menjadi suatu

bentuk hirarki (Permadi, 1992). Model AHP pendekatannya hampir identik

dengan model perilaku politis, yaitu merupakan model keputusan (individual)

dengan menggunakan pendekatan kolektif dari proses pengambilan keputusannya.

AHP yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, dapat memecahkan

masalah yang kompleks dimana aspek atau kriteria yang diambil cukup banyak.

Juga kompleksitas ini disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas,

ketidakpastian tersediannya data statistik yang akurat atau bahkan tidak ada sama

sekali.

2.3.1 Prinsip Kerja AHP

Prinsip keja AHP adalah penyederhanaan suatu persolan kompleks yang

tidak terstruktur, strategi dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata

dalam suatu hirarki. Kemudian tingkat kepentingan setiap variable diberi nilai

numeric secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif

dibandingkan dengan variabel lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut

kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas

tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut

( Marimin, 2004 ).

(27)

Peralatan utama dari model ini adalah sebuah hirarki fungsional dengan

input utamanya adalah persepsi manusia. Jadi perbedaan yang mencolok model

AHP dengan model lainnya terletak pada jenis inputannya. Terdapat 4 aksioma -

aksioma yang terkandung dalam model AHP .

1. Reciprocal Comparison artinya pengambilan keputusan harus dapat membuat

perbandingan dan menyatakan preferensinya. Preferensinya tersebut harus

memenuhi syarat resiprokal yaitu apala A lebih disukai daripada B dengan

skala x, maka B lebih disukai daripada A dengan skala 1/x.

2. Homogenity artinya preferensi seseorang harus dapat dinyatakan dalam skala

terbatas atau dengan kata lin elemen-elemennya dapat dibandingkan satu

sama lainnya. Kalau aksioma ini tidak dipenuhi maka elemen-elemen yang

dibandingkan tersebut tidak homogeny dan harus dibentuk cluster (kelompok

elemen) yang baru.

3. Independence artinya preferensi dinyatakan dengan mengasumsikan bahwa

kriteria tidak dipengaruhi oleh alternatif - alternatif yang ada melainkan oleh

objektif keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa pola ketergantungan dalam

AHP adalah searah, maksudnya perbandingan antara elemen-elemen dalam

satu tingkat dipengaruhi atau tergantung oleh elemen-elemen pada tingkat

diatasnya.

4. Expectation artinya untuk tujuan pengambil keputusan. Struktur hirarki

diasumsikan lengkap. Apabila asumsi ini tidak dipenuhi maka pengambil

keputusan tidak memakai seluruh criteria atau objektif yang tersedia atau

(28)

Selanjutnya Saaty (1993) menyatakan bahwa proses hirarki analitik (AHP)

menyediakan kerangka yang memungkinkan untuk membuat suatu keputusan

efektif atas isu komples dengan menyederhanakan dan mempercepat proses

pendukung keputusan. Pada dasarnya AHP adalah suatu metode dalam

merinci suatu situasi yang kompleks, yang terstruktur kedalam suatu

komponen-komponennya. Artinya dengan menggunakan pendekatan AHP

kita dapat memecakan suatu masalah dalam pengembalian keputusan.

2.3.3 Langkah-langkah AHP

Pada dasarnya langkah-langkah dalam metode AHP meliputi :

1. Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi.

Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur - unsurnya,

yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusunn menjadi struktur hirarki

(29)

Gambar 2.2 Struktur Hierarki AHP 2. Penilaian Kriteria dan Alternatif

Kriteria dan alternaif dinilai melalui perbandingan berpasangan.

Menurut Saaty (1993), untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah

skala terbaik dalam mengekspresikan pendapat. Nilai dan definisi pendapat

kualitatif dari skala perbandingan saaty dapat dilihat pada table 2.1

Table 2.1Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Intensitas

Kepentingan

Keterangan

1 Kedua elemen sama penting

3 Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainya

5 Elemen yang satu lebih penting daripada yang lainnya

7 Satu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen lainnya

9 Satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya

2,4,6,8 Satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya

Perbandingan skala dilakukan berdasarkan kebijakan pembuat

keputusan dengan menilai tingkat kepentingan satu elemen terhadap elemen

lainya proses perbandingan berpasangan, dimulai dari level hirarki paling

atas yang ditunjukan untuk memilih kriteria, misalnya A, kemudian diambil

elemen yang akan dibandikan , misal A1, A2, dan A3. Maka susunan elemn

yang dibandingkan tersebut akan tampak seperti pada gambar matriks di

bawah ini :

(30)

A1 A2 A3

A1 1

A2 1

A3 1

Untuk menentukan nilai kepentingan relatif antar elemen

digunakan skala bilangan dari 1 sampai 9 seperti pada tabel 1., penilaian ini

dilakukan oleh seorang pembuat keputusan yang ahli dalam bidang

persoalan yang sedang di analisa dan mempunyai kepentingan terhadapnya.

Apabila suatu elemen dibandingkan dengan dirinya sendiri maka

diberi nilai 1. Jika elemen i dibandingkan dengan elemen j mendapatkan nilai

tertentu, maka elemen j dibandingkan denga elemen i merupakan

kebalikannya.

Dalam PHP ini, penilaian alternatif dapat dilakukan dengan metode

langsung (direct ), yaitu metode yang digunakan untuk memasukan data

kuantitatif. Biasanya nilai – nilai ini berasal dari sebuah analisis sebelumnya

atau dari pengalaman dan pengertian yang detail dari masalah keputusan

tersebut. Jika sipengambil keputusan memiliki pengalaman atau pemahaman

yang besar mengenai masalah keputusan yang dihadapi, maka dia dapat

langsung memasukan pembobotan dari setiap alteratif.

(31)

Untuk setiap kriteria dan alternatif, perlu dilakukan perbandingan

berpasangan (pairwise comparisons). Nilai – nilai perbandingan relatif

kemudian diolah untuk menentukan peringkat alternatif dari seluruh

alternatif.

Baik kriteria kualitatif maupun kriteria kuantitatif dapat

dibandingkan sesuai dengan penilaian yang telah didtentukan untuk

menghasilkan bobot dan prioritas . Bobot atau prioritas dihitung dengan

manipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamaan matematik.

Pertimbangan – pertimbangan terhadap perbandingan berpasangan

disintesis untuk memperoleh keseluruhan prioritas melalui tahapan –

tahapan berikut :

a. Kuadratkan matriks hasil perbandingan berpasangan.

b. Hitung jumlahnilai dari setiap baris, kemudian lakukan normalisasi

matriks.

4. Konsistensi Logis

Semua elemen dikelompokan secara logis dan diperingkatkan

secara konsisten sesuai dengan suatu kriteria yang logis.

Matrik bobot yang diperoleh dari hasil perbandingan secara

berpasangan tersebut harus mempunyai hubungan cardinal dan ordinal.

Hubungan tersebut dapat ditunjukan sebagai berikut ( Suryadi & Ramdhani,

1998 ) :

Hubungan kardinal : aij. ajk = ajk

(32)

Hubugan diatas dapat dilihat dari dua hal sebagai berikut :

a. Dengan melihat preferensi multiplikatif, misalnya bila anggur lebih enak

empat kali dari mangga dan mangga lebih enak dua kali dari pisang maka

anggur lebih enak delapan kali dari pisang.

b. Dengan melihat preferensi transitif, misalnya anggur lebih enak dari

mangga Dan mangga lebih enak dari pisang.

Pada keadaan sebenarnya akan terjadi beberapa penyimpangan dari

hubungan tersebut, sehingga matriks tersebut tidak konsisten sempuna.

Hal ini terjadi karena ketidakkonsistenan dalam preferensi seseorang.

Perhitungan konsistensi logis dilakukan dengan mengikuti langkah

– langkah sebagai berikut :

a. Mengalihkan matriks dengan proritas bersesuaian.

b. Menjumlahkan hasil perkalian per baris.

c. Hasil penjumlahan tiap baris dibagi prioritas bersangkutan dan

hasilnya dijumlahkan.

d. Hasil c dibagi jumlah elemen, akan didapat λmaks.

e. Indeks konsistensi (CI) = (λmaks-n) / (n-1)

f. Rasio konsistensi = CI/RI, di mana RI adalah indeks random

konsistensi. Jika rasio konsistensi ≤ 0,1, hasil perhitungan data

dapat dibenarkan.

Daftar RI dapat dilihat pada table 2.3

Table 2.3. Nilai indeks random

Ukuran Matriks Nilai RI

(33)

4 0,90

2.3.4 Kelebihan Metode AHP dengan metode yang lainnya

Ada beberapa keuntungan dengan menggunakan metode AHP

(Saaty, 1993):

1. Struktur yang berhirarki, sebagai konsekkuansi dari kriteria yang dipilih,

sampai pada subkriteria yang paling dalam.

2. Memperhitungkan validitasi sampai dengan batas toleransi inkonsistansi

berbagai kriteria dan alternatif yang dipilh oleh pengambil keputusan.

3. Memperhitungkan daya tahan atau ketahanan output analisis sensivitas

pengembalian keputusan.

Secara naluri, manusia dapat mengestimasi besaran sederhana melalui

indranya. Proses yang paling mudah adalah membandingkan dua hal dengan

keakuratan perbandingan tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Saaty (1993)

menetapkan skala kuantitatif 1 sampai 9 untuk menilai perbandingan tingkat

kepentingan suatu elemen terhadap elemen lain.

(34)

Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan

sebagai tempat berkumpul atau gudang. Sedangkan Data merupakan deskripsi

tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna

sehingga tidak memiliki pengaruh langsung kepada pemakai (Fathansyah,1999).

Maka basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah pengertian yaitu :

1. kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama

sedemikian rupa dan tanpa perulangan yang tidak perlu.

2. kumpulan data atau arsip atau file yang saling berhubungan satu sama lain

yang disimpan dalam media penyimpanan.

3. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam

media penyimpanan elekronis.

Beberapa istilah yang berhubungan dengan database, yaitu:

a. Entity suatu obyek atau peristiwa yang nyata dan informasinya akan

direkam.

b. Atribute/Field elemen dari entity atau sebutan suatu data. Setiap entity

mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity.

c. Data Value (nilai atau isi data) adalah data aktual atau informasi yang

disimpan pada tiap data elemen atau attribute.

d. Record/Turple kumpulan element atau field – field yang saling berkaitan

dalam menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record

mewakili satu data.

e. File kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang element

(35)

f. Database Management System (DBMS) kumpulan file yang saling

berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya disebut DBMS.

Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya

berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca

data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.

2.5. Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R)

Model Entity Relationship Diagram atau Diagram E-R yang berisi

komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang

masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta

dari ’dunia nyata’ yang ditinjau dan dapat digambarkan dengan lebih sistematis

dengan menggunakan Diagram Entity Relationship (Fathansyah, 1999).

Berikut adalah notasi-notasi simbolik di dalam Diagram E-R yang dapat

digunakan (Kendall, 2003):

Tabel 2.4 Notasi-notasi Simbol Diagram E-R

(36)

1 Persegu panjang, menyatakan Himpunan Entitas

Himpunan Entitas E

2 Lingkaran atau Elips, menyatakan Atribut (Atribut yang berfungsi sebagai Key digarisbawahi

Atribut a sebagai key

3 Belah ketupat, menyatakan Himpunan Relasi

Himpunan Relasi R

4 Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Entitas dengan Atribut Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas

dengan Atributnya Link

5 Persegi Panjang dan Belah Ketupat, Entitas Terhubung yang berfungsi untuk menghubungkan dua entitas

Entitas Terhubung

2.6 Derajat Hubungan

Derajat Hubungan menyatakan jumlah anggota entitas yang terlibat di

dalam ikatan yang terjadi. Ikatan yang terjadi akan membentuk instant hubungan.

Derajat hubungan pada relation_type, batasan Structural Cardinality Ratio

memiliki jenis (Fathansyah, 1999):

a. 1 : 1 (One to One Relationship)

Satu entitas pada tipe entitas A berhubungan dengan satu entitas pada tipe

entitas B dan sebaliknya.

b. 1 : N (One to Many Relationship)

(37)

c. N : 1 (Many to One Relationship)

Sejumlah entitas di A dihubungkan dengan satu entitas di B.

d. N : N (Many to Many Relationship)

Sejumlah entitas di A dihubungkan dengan sejumlah entitas di B.

2.7 Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran

informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input

menjadi output (Pressman,2002). Selain itu DFD juga dapat diartikan sebagai

suatu bagan untuk mewakili arus atau aliran data dalam suatu sistem. Bagan aliran

data digambarkan dengan notasi simbol yang mewakili komponen dalam

pembuatan suatu model yang sistematis. Penggunaan notasi dalam diagram arus

data ini sangat membantu sekali dalam memahami suatu sistem pada semua

tingkat kompleksitasnya (Hartono, 1996).

DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang sudah

ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau

lingkungan fisik data tersebut disimpan. DFD merupakan alat yang digunakan

pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. Pembuatan data flow

diagram dimulai dengan sumber informasi atau data. Data flow diagram juga

dapat digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada ataupun

(38)

pada suatu sistem dapat digambarkan menggunakan simbol-simbol yang sesuai

dengan keadaan yang telah terjadi.

Simbol-simbol yang digunakan diantaranya:

Tabel 2.5 Tabel Simbol Penggambaran DFD

Simbol Nama Keterangan

External Entity

(Entitas Luar)

Input dari luar sistem (orang, organisasi atau sistem lain diluarnya) yang akan memberikan input ke sistem dan menerima output dari sistem.

Data Flow

(Arus Data)

Arus data ini dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil proses dari sistem. Nama dari arus data ini dituliskan pada garis panahnya.

Process

(Proses)

Kegiatan yang dihasilkan oleh suatu arus data untuk menghasilkan arus data yang keluar dari proses.

Data Store

(Penyimpanan Data)

Menyimpan data yang akan atau telah di proses.

1. Entitas Luar setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang

memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external

entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa

orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang

akan memberikan input atau ouput. Kesatuan luar atau entitas luar disimbolkan

(39)

2. Arus data arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu anak panah. Arus

ini mengalir diantara proses (process) , penyimpanan data (data store), dan entitas

luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa

masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

3. Proses suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang ,

mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk

dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses disimbolkan

dengan lingkaran.

4. Penyimpanan data penyimpanan data merupakan simpanan dari data yang

dapat berupa file basis data sistem komputer, arsip atau catatan manual, tabel

acuan manual. Penyimpanan data disimbolkan dengan sepasang garis horizontal

paralel.

Data flow diagram memiliki beberapa level yang merupakan hasil

perjenjangan dari suatu sistem yang dibuat (level 0, 1, 2, dan seterusnya).

1. Data Flow Diagram Level 0 (diagram context) menggambarkan seluruh

elemen sistem dengan sebuah proses tunggal dengan data input atau output

yang ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan.

2. Data Flow Diagram Level 1 menggambarkan proses dan jalur informasi pada

DFD Level 0 yang lebih detail.

3. Data Flow Diagram Level 2 merupakan pengembangan alur data atau

pemecahan proses menjadi proses yang terpisah-pisah, tetapi masih berkaitan.

DFD level 2 biasanya dipecah menjadi DFD level 2 proses 1 dan DFD level 2

(40)

2.8 PHP (Pear Hypertext Preprocessor)

PHP merupakan bahasa server-side scripting yang menyatu dengan

HTML (Hypertext Markup Language) untuk membuat halaman web yang

dinamik. Artinya semua sintaks yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan pada

server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja. PHP dapat

mengirim HTTP header, dapat mengeset cookies, mengatur authentication dan

redirect users (Nugroho, 2004).

Intepreter PHP dalam mengeksekusi kode PHP pada sisi server

(server-side) berbeda dengan mesin maya Java yang mengeksekusi program pada sisi

klien (client-side).

Proses eksekusi kode PHP yang disisipkan pada halaman HTML dapat

(41)

Gambar 2.3 Struktur Pembacaan Web Server

PHP juga dapat melakukan koneksi dengan beberapa basis data antara lain

Oracle, Sybase, mSQL, MySQL, Solid, PostgreSQL, Adabas, FilePro dan

lain-lain. Pada PHP dapat digunakan beberapa tipe data di antaranya integer, floating

poin dan string. Selain menggunakan tipe data, juga digunakan operator-operator

yang digunakan dalam fungsi yang kita buat.

PHP merupakan suatu bahasa pemrograman, sehingga dapat juga

digunakan struktur kontrol, diantaranya percabangan dan perulangan. Perintah

percabangan adalah perintah yang memungkinkan pemilihan atas perintah yang

akan dijalankan sesuai dengan kondisi tertentu. Dalam PHP terdapat 3 macam

perintah percabangan yaitu: if, if..else, dan switch. Selain percabangan, struktur

kontrol yang digunakan lainnya adalah perulangan. Pada perulangan ini

digunakan untuk mengulang suatu perintah. Perintah-perintah yang dapat

digunakan diantaranya : for, while dan do..while.

2.9MySQL

MySQL merupakan Relational Database Management System (RDMS)

yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi General Public License (GPL).

Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh

dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL

dapat berperan sebagai multi database yang menggunakan bahasa Structured

Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client server melibatkan server

daemon MySQL disisi server dan berbagai macam program serta library yang

(42)

adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan/seleksi

dan pemasukkan data yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan

mudah secara otomatis.

Didalam MySQL terdapat berbagai macam perintah yang diantaranya

langsung menggunakan SQL dan juga perintah khusus untuk menjalankan

daemon dengan menjalankan perintah (Nugroho. 2004).

2.10 Macromedia Dreamweaver 8.0

Macromedia Dreamweaver 8.0 merupakan HTML editor professional

yang mendesain, melakukan coding, dan mengembangkan website yang paling

terkenal di dunia web. Salah satu kelebihan Dreamweaver merupakan ruang kerja

dan tool yang tersedia dapat digunakan secara mudah dan cepat tanpa melakukan

coding. Dreamweaver dapat mendukung pembuatan web yang berbasis HTML,

selain itu juga dapat mendukung program-program web lain diantaranya PHP,

ASP, Perl, dan Javascript (Wahidin, 2005).

Ada beberapa komponen yang dapat digunakan untuk mempermudahkan

kita dalam membangun sebuah website :

1. Panel Insert menu insert merupakan sekumpulan menu yang berhubungan

dengan operasi pemasukan dan pembuatan obyek seperti gambar, form, table,

layer, frame dan lainnya pada halaman web.

2. Panel Common (Utama) menu Common merupakan menu yang memiliki

beberapa menu standar pada saat mendisain web. Menu-menu yang terdapat

(43)

firework HTML, flash, rollover image, navigator bar, horizontal rule, date,

tabular data, comment, tag chooser.

3. Panel Layout dapat digunakan untuk melakukan perancangan web dengan

mudah dan cepat dengan cara memetak-metakkan halaman web sesuai dengan

disain yang diinginkan.

4. Panel Text Menu text digunakan untuk memformat teks yang ada. Menu-menu

yang digunakan untuk memformat text diantaranya, font tag editor, bold,

italic, strong, paragraph, blockquote, formated text, heading, unordered list.

5. Panel Table digunakan untuk mendisain web. Dengan cara mengatur jumlah

kolom dan baris yang akan digunakan untuk menempatkan posisi gambar

maupun teks sesuai dengan disain yang diinginkan.

6. Panel Frame digunakan untuk memilih bentuk disain pada halaman utama

yang akan dibuat. Frame dapat ditempatkan pada posisi kanan, kiri, atas,

bawah, kiri bawah, kanan bawah, kanan atas, kiri atas, atas bawah.

7. Panel Forms ini biasanya digunakan untuk membuat formulir. Pada menu

form ini terdapat berbagai macam menu yang dapat digunakan seperti form,

text field, hidden field, text area, check box, radio button, radio group, list,

jump menu, image field, file field, button, label, fieldset.

8. Panel Characters menu character biasanya digunakan untuk melakukan

operasi halaman dan pengaturan paragraf.

9. Panel Media digunakan untuk melakukan penggabungan file dari luar

program Dreamweaver. Seperti akan memasukkan menu animasi dari Flash

(44)

10.Panel Application menu application digunakan untuk operasi database.

11.Panel Properties menu properties merupakan sekumpulan menu yang

berfungsi sebagai tool dalam pemformatan obyek yang ada pada halaman web

yang dibuat.

2.11 Adobe Photoshop CS2

Adobe photoshop CS2 merupakan salah satu program pengolah image yang

terbaru dari Adobe System Incorporated. Sebagai salah satu program aplikasi yang

sangat powerful, photoshop telah banyak digunakan oleh para pakar profesional

untuk membuat dan memanipulasi gambar, baik untuk keperluan media

percetakan, internet maupun elektronik. Beberapa manipulasi dasar pengeditan

gambar dengan fasilitas Photoshop, yaitu :

1. Untuk memanipulasi gambar sehingga hanya berpengaruh pada area yang

telah diseleksi. Cara melakukan seleksi antara lain : Marquee Tool, Lasso

Tool, Menu Select dan Magic Wand Tool.

2. Untuk menulis dapat menggunakan Type Tool, Palet Character dan Palet

Paragrap.

3. Tool yang dapat digunakan untuk menggambar yaitu : Brush Tool, Pencil

Tool, History Brush Tool dan Art History Brush.

4. Untuk membentuk dan mengedit gambar bentuk tertentu secara cepat dapat

menggunakan Shape Tool.

5. Path/Pen Tool digunakan untuk membuat gambar vektor, baik berbentuk

(45)

6. Pewarnaan, Gradient Tool dan Paint Bucket Tool sering digunakan dalam

manipulasi warna pada gambar

7. Healing Brush Tool dan Patch Tool digunakan untuk memperbaiki gambar.

2.12 Web Server

Web server merupakan sebuah bentuk server yang khusus untuk

menyimpan halaman website atau home page. Komputer dapat dikatakan sebagai

web server jika memiliki suatu program yang disebut Personal Web Server

(PWS). PWS difungsikan agar halaman web yang ada di dalam sebuah computer

server dapat dipanggil oleh computer klien.

Web server biasanya dijalankan sebagai suatu Daemon (istilah dalam

sistem operasi UNIX) atau Service (istilah dalam operasi Windows NT) yang siap

melayani setiap permintaan bila dibutuhkan. Pada umumnya web server yang ada

memiliki dukungan terhadap ASP (VB Script) sehingga memungkinkan

dihasilkannya halaman web yang bersifat dinamis.

2.13 Studi Pustaka

Judul yang diangkat penulis yaitu “Sistem Pendukung Keputusan

Penilaian Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Berbasis Web

Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Proses”. Mengacu pada penelitian

oleh Diah Rusdiana I.P angkatan 2003 mahasiswi Teknik Informatika dari

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Tema yang diambil

dari penelitian sebelumnya yaitu “Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bonus

(46)

bahasa pemrograman Visual Basic saja dan kriteria-kriteria yang ada hanya empat

kriteria.

Sedangkan pada penelitian “Sistem Pendukung Keputusan Penilaian

Karyawan Berprestasi Berdasarkan Kinerja Berbasis Web Menggunakan Metode

Analytical Hierarcy Proses” dan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan

database-nya adalah MySQL. Macromedia Dreamweaver 8 dan adobe Photoshop

CS2 sebagai editor layout dan desain. Kriteria-kriteria yang dimasukkan ada

delapan kriteria dengan tiga alternatif. Didalam sistem terdapat tiga entitas yaitu

(47)

BAB III

GAMBARAN UMUM

3.1 Profil PT Anindya Mitra Internasional

PT Anindya Mitra Internasional merupakan hasil perubahan bentuk badan hukum Perusahan Daerah Aneka Industri dan Jasa "ANINDYA" Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahan Daerah Aneka Industri dan Jasa "ANINDYA" Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Menjadi Perseroan Terbatas (PT). PT Anindya Mitra Internasional didirikan berdasarkan Akta Nomor 11 tertanggal 28 November 2005 sebagaimana terakhir kali diubah dengan Akta Nomor 9 tertanggal 29 Desember 2005 yang dibuat oleh Notaris Mochammad Agus Hanafi, SH. di Yogyakarta. PT Anindya Mitra Internasional bergerak dalam bidang industri, jasa dan perdagangan umum. Saat ini Anindya memiliki enam divisi yakni Divisi Properti, Divisi Pariwisata, Divisi Perdagangan, Divisi Pertambangan, Divisi Percetakan & Penerbitan serta Divisi Rekayasa Industri (Purosani Engineering).

(48)

1. Perusahaan Daerah Percetakan Negeri 2. Perusahaan Daerah Pertambangan 3. Perusahaan Daerah Purosani 4. Perusahaan Daerah Arga Jasa

5. Perusahaan Daerah Pabrik Kulit Adi Carma 3.2 Tujuan PT Anindya Mitra Internasional

Membangun karya inovatif dengan mensinergikan gagasan, jaringan dan regulasi secara efektif dan terintegrasi dalam semangat enterpreneurship

3.3 Visi dan Misi PT Anindya Mitra Internasional Visi :

Menjadi lembaga usaha yang tangguh, profesional dan mandiri yang berperan sebagai agen pembangunan daerah.

Misi :

1. Pioner dalam pengembangan usaha strategis dalam pembangunan daerah 2. Akselerator bagi pengembangan ekonomi masyarakat

3. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) 3.4 Struktur Organisasi

(49)
(50)
(51)

BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN

4.1 Analisis dan Kebutuhan

Sistem yang akan dibangun merupakan sistem pendukung keputusan

penilaian karyawan berprestasi berdasarkan kinerja karyawan berbasis web

dengan menggunakan metode AHP. Pada prosesnya aplikasi AHP akan

memproses data kasus pengambilan keputusan dalam model hierarki sebagai

wujud dari representasi suatu masalah atau kasus oleh user.

Aplikasi ini memiliki tujuan untuk memberikan suatu pertimbangan

alternatif terbaik dari berbagai pilihan atau opsi alternative yang ada, yang

kemudian dapat diambil sebagai suatu keputusan. Penentuan suatu alternatif

terbaik diperoleh dari suatu proses perhitungan sistematis. Di dalam metode AHP

terdapat proses pembobotan pada perbandingan opsi. Pembobotan dan prioritas

dapat ditentukan dengan cara melakukan perbandingan antara kriteria dan

alternatif, nilai seluruh alternatif kriteria bisa disesuaikan dengan judgement yang

telah ditentukan. Bobot dan prioritas dihitung dengan memanipulasi matriks atau

melalui penyelesaian persamaan matematika. Pada aplikasi ini terdapat dua

perhitungan yaitu perhitungan priority weight sebagai pemberi nilai prioritas dan

perhitungan consistency ratio (CR) sebagai indicator apakah proses pembibitan

dapat diterima atau ditolak sehingga pembobotan harus diulang. Pada satu

tingkatan, proses akan berakhir pada perhitungan nilai prioritas. Bila semua opsi

(52)

yang dipandang dari atributnya dimana atribut tersebut bersesuaian dengan

melibatkan nilai prioritas lokal dari alternatif maupun atribut. Prioritas global dari

tiap alternatif inilah yang nantinya akan digunakan sebagai landasan penentuan

alternatif terbaik yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Keberhasilan suatu perusahaan baik besar maupun kecil bukan

semata-mata ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, akan tetapi banyak

ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah

sumbangan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Untuk

itu perusahaan perlu melakukan penilaian atas kinerja para karyawannya.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian, misalnya kreativitas, disiplin,

tanggung jawab, jujur, perilaku, komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi.

4.2 Perancangan Sistem

Perancangan sistem terdiri dari perancangan proses, perancangan basis data,

dan perancangan antarmuka.

1. Perancangan proses terdiri dari Data Flow Diagram (DFD)

2. Perancangan basis data terdiri dari perancangan Entity Relationship Diagram

(ERD),

3. Perancangan tabel dan perancangan Relasi Antar Tabel (RAT)

4. Perancangan antar muka

(53)

Pada perancangan sistem, Diagram Alir Data sangat diperlukan untuk

dapat mengetahui aliran data yang ada pada sistem. Dalam rancangan aliran data

penyusun menggunakan rancangan Data Flow Diagram (DFD).

4.2.1.1DFD Level 0

DFD Level 0 terdiri dari satu simbol proses untuk identifikasi aplikasi

yang menggambarkan keseluruhan sistem dan tiga entitas yang berinteraksi

dengan sistem yaitu pimpinan, user, dan admin. Data yang masuk dari sistem ke

entitas pimpinan adalah data konfirmasi login, data karyawan, data kriteria, data

subkriteria dan data nilai. Sedangakan data yang keluar dari entitas pimpinan ke

sistem adalah data login, dan data nilai. Pada entitas user data yang masuk ke

sistem adalah data login, req.data karyawan, req.data nilai, req.data kriteria,

req.data subkriteria. Sedangkan data yang keluar dari system adalah data

konfirmasi login, data karyawan, data kriteria, data subkriteria dan data nilai.

Untuk entitas admin data yang masuk ke system adalah data karyawan,

data perbandingan subkriteria, data perbandingan kriteria, data subkriteria, data

criteria dan data login. Sedangkan data yang masuk ke entitas admin ke sistem

adalah data konfirmasi login, data kriteria, data subkriteria, data perbandingan

(54)

Gambar 4.1 DFD Level 0 Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Berprestasi Berbasis Web

4.2.1.2DFD Level I

DFD Level 1 mempunyai 3 proses yang menggambarkan aliran data dan

interaksi antara bagian pimpinan, user dan admin dengan sistem. Proses yang

terjadi di DFD Level 1 yaitu, proses admin, proses pimpinan dan proses user.

Proses yang pertama adalah proses pimpinan dimana dari entitas pimpinan data

yang masuk kedalam proses pimpinan adalah data konfirmasi login dan data nilai.

Sedangakan data yang masuk ke entitas pimpinan dari proses adalah data login,

data karyawan, data kriteria, data subkriteria dan data nilai.

Yang kedua adalah proses user dimana dari entitas user data yang masuk

dari proses user adalah data konfirmasi login, data karyawan, data kriteria, data

subkriteria dan data nilai. Sedangakan data yang masuk dari proses user ke entitas

user adalah data login, req.data karyawan, req.data kriteria, req.data subkriteria

dan req.data nilai.

Yang ketiga adalah proses admin dimana data yang masuk dari entitas

admin ke proses admin adalah data login, data criteria, data subkriteria, data nilai,

(55)

4.2.1.3DFD Level 2 Proses Admin

Pada DFD level 2 proses admin terdapat enam yaitu olah data karyawan,

olah data kriteria, olah data subkriteria, olah data nilai, olah data perbandingan

kriteria, dan olah data perbandingan subkriteria. Data yang keluar dan data yang

masuk masing- masing dari proses olah data ke entitas admin adalah data

karyawan, data kriteria, data subkriteria, data nilai, data perbandingan kriteria, dan

(56)

4.2.1.4DFD Level 2 Proses Pimpinan

Dalam DFD level 2 proses pimpinan terdapat empat olah data yaitu olah

data karyawan, olah data kriteria, olah data subkriteria, dan data nilai. Pada olah

data karyawan hanya ada data yang keluar menuju ke entitas pimpinan yaitu data

karyawan, begitu juga dengan olah data kriteria dan olah data subkriteria.

(57)

4.2.1.5DFD Level 3 Proses Admin Olah Data Kriteria

Dalam DFD Level 3 proses admin olah data kriteria terdapat dua proses

yaitu olah data kriteria dan olah data perbandingan kriteria. Dimana data yang

keluar dan yang masuk dari proses menuju entitas admin adalah req. data kriteria,

Gambar

Table Perbandingan kriteria merupakan hasil nilai dari data kriteria yang  terdapat pada sistem
Tabel 4.12 Matriks Nilai Kriteria
Tabel 4.27 Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria Adaptasi
Tabel  4.35 Matriks perbandingan berpasangan subkriteria  Komunikasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada artikel ini saya akan menyajikan semacam template softtimer yang dapat anda gunakan sebagai sistem penjadwal dan sekaligus dapat dimanfaatkan juga sebagai basis operasi

Pada umumnya tujuan pemanfaatan sistem informasi dan teknologi informasi pada industri lebih menekankan pada tingkat pengurangan kesalahan dalam memproses transaksi yang selama

Dari hasil pengamatan analisis sidik ragam dapat dilihat bahwa pemberian NPK Tawon terhadap tinggi tanaman sawi menunjukkan pengaruh sangat berbeda nyata pada umur 2 MST, 3

[r]

Hasil ini membuktikan bahwa dengan reduksi dimensi menggunakan variasi metode filter pada algoritma ALOFT untuk pengelompokan dokumen memiliki hasil yang terbaik jika

Meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik banyak caranya, salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran dalam kelas, karena penggunaan media pembelajaran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan karakteristik berdasarkan pendidikan orang tua seperti yang diperlihatkan pada tabel 4.4 yang menunjukkan bahwa

Lebih rinci lagi dapat diidentifikasi bahwa pemukiman kumuh adalah lingkungan hunian yang kualitasnya sangat tidak layak huni, ciri-cirinya antara lain berada pada