Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
INTERVENSI DINI BERSUMBER DAYA KELUARGA
Departemen PENDIDIKAN KHUSUS
Fakultas ilmu pendidikan
Universitas pendidikan indonesia
i
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
kATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt., karena berkat rahmat dan karuniaNya buku ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Buku berjudul INTERVENSI DINI BERSUMBER DAYA KELUARGA ini diajukan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Media Pembelajaran semester ganjil yang dibina oleh Zaenal Alimin, M.Ed.
Buku ini berisi hasil asesmen anak yang terindikasi mengalami hambatan perkembangan, program yang dilaksanakan, dan evaluasi dari program tersebut.
Dibuatnya buku ini salah satunya untuk menawarkan solusi dalam menangani hambatan perkembangan anak, khususnya dalam hal pelatihan keterampilan toilet.
Penulis berterima kasih kepada semua pihak yang turut berperan dalam penyusunan buku ini, baik dalam bentuk materil maupun moril yang tidak mampu disebutkan satu persatu. Terima kasih banyak, semoga Allah Swt., memberikan ganjaran dengan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.
Penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat khususnya bagi pembaca, dan umumnya bagi era baru dunia pendidikan.
Terdapatnya kesalahan dalam tulisan ini ialah hal yang wajar sebagai konsekuensi logis dari proses pembelajaran. Karena itu penulis sangat terbuka untuk menerima kritik yang membangun.
Bandung, Desember 2014
1
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR —
i
DAFTAR ISI —
ii
1.
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
—
1
RUMUSAN MASALAH
—
1
TUJUAN PENULISAN
—
2
2.
ANALISIS KASUS
PROFIL ANAK DAN KELUARGA
—
3
PROGRAM INTERVENSI UNTUK ANAK DAN KELUARGA
—
42
PELAKSANAAN PROGRAM
—
45
EVALUASI PROGRAM
—
46
3.
PENUTUP
KESIMPULAN
—
49
REKOMENDASI
—
49
1
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
1
|
Pendahuluan
Latar Belakang
Keluarga adalah lingkungan pendidikan informal yang harus fungsional bagi seorang anak. Peran keluarga sangat menentukan keberhasilan perkembangan anak. Keberhasilan itu akan diperoleh dengan baik jika keluarga memahami tugas dan kewajibannya. Ketidakpahaman akan peran sebagai anggota keluarga terhadap pendidikan anaknya dapat menimbulkan hambatan terhadap perkembangan anak. Salah satunya adalah kemandirian, hambatan pada kemandirian anak sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari anak. Maka dari itu pengadaan program Intervensi Bersumber Daya Keluarga memiliki fungsi sebagai penyediaan dukungan dan sumber daya yang ditujukan kepada keluarga. Sebab sehebat apapun pendidikan eksternal yang anak peroleh, bila tidak ada dukungan dari keluarga, hal itu takkan berdampak banyak terhadap perkembangan anak. Khususnya bagi seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sebuah tindakan intervensi takkan berjalan dengan baik tanpa kesinambungan dari pendidikan keluarga.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi anak dan keluarganya?
2. Program intervensi apa yang sesuai untuk menolong anak dan keluaraga?
2
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Tujuan Penulisan
1. Mengetahui kondisi anak dan keluarga, termasuk hambatan yang dialami anak dan keluarga
2. Mengetahui tindakan intervensi yang sesuai untuk mengoptimalkan perkembangan anak dan keterampilan keluarga dalam menjalankan fungsinya.
3
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
2
|
analisis kasus
Profil Anak dan Keluarga
IDENTITAS ANAK
Nama lengkap : Zahrannisa Nama panggilan : Zahra
TTL : Bandung, 7 Juli 2011 Jenis Kelamin : Perempuan
Anak ke : Satu
Berat Badan : 35 kg
Alamat : Jl. Sindang Sirna 111 No. 69 Bandung Riwayat Penyakit : - Alergi ikan (2012 - sekarang)
- Obesitas (2012 - sekarang) - Diare (2012)
KONDISI ANAK (ASESMEN PERKEMBANGAN ANAK)
A.
Kognitif (Jean Piaget)
Kisi-Kisi Instrumen
TAHAP KEMAMPUAN SUB KEMAMPUAN Pra operasional
(2-7 Tahun)
1. Fungsi Simbolis
(kemampuan berfikir secara simbolik) a.Egosentris
(membedakan perspektif orang lain dengan dirinya)
1) Membedakan objek berdasarkan warna, bentuk dan ukuran 2) Membedakan
gambar berdasarkan bentuk
4
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
5) Animisme 1) Mengenal benda milik
orang lain 2) Mampu
menyampaikan pesan 2. Fungsi Intuitif
a.Konservasi
1) Menyebutkan letak benda
2) Memahami jumlah, isi, luas
Butir Instrumen
SUB KEMAMPUAN BUTIR INSTRUMEN KEMAMPUAN KETERANGAN
M MB TM
1. Membedakan Obyek
berdasarkan Warna
a. Berikan pada anak obyek warna minta anak untuk mengelompokan dengan obyek yang berwarna dan asesor
meminta lihat sini, coba ambilkan warna yang sama dengan obyek ini (dengan
menunjuk obyek) anak mampu mengambil obyek warna yang sama dengan yang diperintah b. Memberikan anak
satu warna, kemudian minta anak menemukan pasangan
warnanya
Anak mampu memberikan warna yang sesuai dengan pasangannya
2. Membedakan Obyek
a. Berikan obyek berbentuk
5
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
berdasarkan bentuk
segitiga,lingkaran dan persegi pada anak. Lalu
perlihatkan obyek lain yang sama. Minta anak mengelompokan obyek tersebut sesuai bentuk
lihat bentuk ini anak melihatnya dan ketika
dimintai ambilkan bentuk yang sama anak mamou mengambil bentuk yang sesuai, yaitu lingkaran, persegi dan segitiga b. Memberikan anak
satu bentuk, kemudian minta anak menemukan pasangan
bentuknya
Anak mampu menunjukkan bentuk yang sesuai dengan pasangannya.
3. Membedakan obyek
berdasarkan ukuran
3.1.Perlihatkan obyek ukuran pada anak, sedotan dengan ukuran dari yang
6
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
membantunya dengan
memberitahu selanjutnya yang se- anak
menjawab sedang lalu anak mengurutkannya 3.2.Perlihatkan obyek
ukuran berupa lingkaran yang terkecil hingga terbesar minta anak
mengurutkan obyek tersebut
anak tidak mampu mengurutkan, ketika dibantu asesor dengan member informasi beberapa kali seperti ini baso kecil, sedang dan besar. Ketika mengurutkan dari yang terkecil asesor
membantunya dengan
memberitahu selanjutnya baso se-- anak
menjawab sedang lalu anak mengurutkannya 4. Menggambar
Orang
4.1.Berikan kertas pada anak lalu minta anak untuk menggambar orang
Ketika diminta untuk
7
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
menginformasikan untuk
menggambar indera inderanya dan asesor perlu mencontohkan gambarnya 5. Mengenal
barang milik temannya
5.1. Berikan benda milik
temannya/sepupu tanyakan pada anak milik siapa barang itu
Ketika anak ditanya tentang barang milik siapa ini, anak hanya menunjukan bahwa barang itu punya orang lain 6. Mampu
menyampaikan pesan
6.1.Sampaikan pesan ini pada anak minta anak mengulangin pesan tersebut 6.1.1.ibu akan
memasak 6.1.2.Kakak tidak
bisa keluar 6.1.3.ayah tidak punya uang
Anak mampu menyampaikan pesan yang diperintah dengan
mengulang kata kata
7. Menyebutkan letak benda
8
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
mengangkat tangan kiri 8. Memahami
jumlah isi
8.1. Diletakan 3 benda dikanan dan kiri, pada kanan benda ditupuk,
sedangkan pada kiri benda
disusun dengan jarak yang jauh. Minta anak untuk menanyakan apakah jumlah benda sama
Anak mampu menjawab bahwa jumlah benda di kiri dan kanan sama
8.2 Perlihatkan pada anak 2 gelas gelas yang berisi air (takaran sama) alu
perlihatkan lagi ketika air pada gelas atu ditumpahkan kedalam mangkuk. Tanyakan pada anak apakah jumlah air yang dimangkuk dan gelas sama
Anak mampu menjawab bahwa jumlah benda di kiri dan kanan sama
Data Kuantitatif Hasil Asesmen
Mampu : 16
24× 100% = 66.7% Dengan Bantuan : 2
12 x 100% = 16,7%
9
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Dari hasil asesmen perkembangan kognitif sebagian besar tes dapat dikatakan mampu. Anak mampu membedakan warna, ketika anak diperlihatkan dengan obyek yang berwarna dan asesor meminta, “lihat sini, coba ambilkan warna yang sama dengan obyek ini! (sambil menunjuk obyek)” anak mampu mengambil obyek warna yang sama dengan yang diperintah. Pada saat aspek membedakan bentuk pun anak mampu membedakan dengan mengandalkan visualnya, ketika diperlihatkan bentuk, dan meminta mengambil bentuk yang sama anak menunjuk bentuk yang sama. Anak mampu dengan bantuan pada saat dipinta untuk mengurutkan berdasarkan ukuran. Awalnya anak dapat mengurutkan berdasarkan ukuran ketika diminta untuk mengurutkan kembali, anak salah mengurutkan dengan dua kali pengulangan. Asesor kemudian membantu anak untuk mengurutkan dengan menginformasikan bahwa ukuran seperti pendek, sedang, dan panjang. Ketika dimintai untuk mengurutkan kembali anak mengambil urutan yang terpendek, kemudian asesor membantu dengan memberitahu “sesudah pendek, se-…” anak
kemudian berkata “sedang” dan mengambil ukuran yang sedang.
Namun pada saat anak diminta menyebutkan posisi benda anak mengalami kesulitan, seperti posisi kiri dan kanan. Ketika posisi benda berada di kanan anak, anak menjawab kiri dan begitu sebaliknya. Setelah ditanya coba tangan kanan angkat, anak mengangkat tangan kiri.
0 20 40 60 80
KOGNITIF
10
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
B.
Bahasa (Djamarah)
Kisi-Kisi Instrumen
Butir Instrumen
SUB
KEMAMPUAN BUTIR INSTRUMEN
KEMAMPUAN
KETERANGAN M MB TM
1. Melakukan Percakapan
Melakukan percakapan dengan menjawab 1.1. Siapa
namamu?
Anak
memahami pertanyaan dan
menjawab
‘Ade” ASPEK KEMAMPUAN SUB KEMAMPUAN
1. Pemahaman a. Kemampuan memahami makna ucapan orang lain
1) Melakukan percakapan
2. Pengembang-an Kata
a. Mengembangkan pembendaharaan kata yang telah diketahui.
1) Menyebutkan anggota keluarganya
2) Menyebutkan benda yang ada disekitarnya 3. Penyusunan
kata menjadi kalimat
a. Kemampuan
menyusun kata-kata menjadi kalimat
1) Menyayikan lagu-lagu
4. Ucapan a. Kemampuan
mengucapkan kata-kata melalui imitasi
1) Mengulang kata yang diperintah
2) Menyebutkan huruf vokal dan konsonan 3) Mengikuti nyanyian 4) Menyebutkan kembali
11
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
1.2. Sudah makan belum?
Anak
menjawab sudah sama baso
dengan baso 2.
Menyebut-kan Anggota Keluarga
2.1.Menyebutkan anggota
3.1. Menyebutkan benda- benda yang
diperlihatkan
Anak
menjawab sendok, pensil, playdoh namun anak tidak
bernyanyi ketika tidak ada yang anak dengan bernyayi
bersama-sama
5.1. ibu ke pasar Anak mampu
12
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
5. Mengulang kata yang diperintah
kata yang disebutkan
5.2. Ayah pergi Anak mampu
mengulang kata yang disebutkan
5.3. Saya lapar Anak mampu
mengulang kata yang disebutkan 6. Mengikuti
nyayian
6.1. Mengikuti nyayian
Anak
mengikuti nyayian yaitu bernyayi burung kaka tua
7. Menyebut-kan kembali bilangan
7.1. Menyebutkan kembali bilangan
Anak
menyebutkan bilangan yang diperintah
Data Kuantitatif Hasil Asesmen
Mampu : 20
22 x 100% = 90,9%
Dengan Bantuan : 1
11 x 100% = 0.91%
13
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Pada Perkembangan Bahasa anak sama sekali tidak
mengalami
hambatan.
Anak
mampu
menunjukan
perkembangan perkembangan bahasa seperti melakukan
perkcakapan. Dalam melakukan percakapan anak mampu
menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan seperti,
“siapa namanya? Anak menjawab”ade, ade Zahra”. Anak pun
mampu menyebutkan benda benda di sekitanrnya seperti
sendok, pensil, dan playdoh. Sebagian besar tes mampu anak
selesaikan dengan tepat dan menunjukan Perkembangan
Bahsa yang bagus.
Namun ada salah satu yang anak mampu dengan
bantuan yaitu, ketika anak diminta bernyanyi anak tidak
bernyanyi, namun ketika asesor menyanyi, anak mengikuti
nyanyiannya.
C.
Motorik (Hurlock dan Suntrock)
Kisi-Kisi Instrumen
0 50 100
Bahasa
14
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
KEMAMPUAN SUB
KEMAMPUAN BUTIR INSTRUMEN TUJUAN MOTORIK
KASAR
0-2 tahun (sensori-motor)
1. Kemampuan telungkup
1.1 Telungkup 1.2 Menopang
dengan dua tangan
Mengetahui kemampuan keterampilan otot-otot lengan, kaki anak
2. Kemampuan berguling
2.1 Dari posisi telungkup mampu berguling ke kiri dan kanan 3. Kemampuan
menopang sebagian berat
dengan kaki
3.1 Berdiri dengan satu kaki 5.2 Berjalan
MOTORIK KASAR
2-7 tahun (pra operasional)
1. Kemampuan Menangkap dan
melempar bola
3.1 Menangkap bola
3.2 Melempar bola
2. Kemampuan mengangkat objek
2.1 Mengangkat boneka 2.2 Mengangkat
tas
3. Kemampuan Mendaki
15
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
4. Kemampuan
1. Kemampuan genggaman palmer (menggeng-gam dengan seluruh 1.3.Meremas
plastisin
Mengetahui kemampuan keterampilan otot kecil
2. Kemampuan genggaman pengapit (menggeng-gam dengan ibu jari dan jari telunjuk)
2.1. Memegang sendok 2.2. Menyikat gigi 2.3. Memegang
sendok
3. Kemampuan menjangkau benda
3.1.Meraih benda di atas meja dalam posisi duduk
4. Kemampuan menirukan suatu garis / gambar
4.1.Membuat garis horizontal 4.2.Membuat
garis vertikal 4.3.Membuat
lingkaran 5. Menggunting 5.1.Menggunting
sesuai pola 6. Kelenturan
tangan
6.1.Meremas kertas 6.2.Membentuk
16
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Butir Instrumen
SUB KEMAMPUAN BUTIR INSTRUMEN
KEMAMPUAN
KET M MB TM
1. Kemampuan telungkup
1.3 Telungkup √ Anak mampu
telungkup meskipun tidak mampu
bertahan lama karena sesak 1.4 Menopang
dengan dua tangan
√ Anak mampu duduk
dengan topangan tangannya
2. Kemampuan berguling
2.1 Dari posisi telungkup mampu berguling ke kiri dan kanan
√ Anak mampu
berguling dari arah mana saja
3. Kemampuan menopang sebagian berat
dengan kaki
3.1 Berdiri dengan satu kaki bergantian
√ Anak mampu berdiri
dengan satu kaki secara bergantian namun ketika mencoba untuk berdiri dengan satu kaki anak perlu dibantu dengan pegangan sebagai pemulaan
4. Duduk tanpa ditopang
4.1 Duduk √ Anak mampu duduk
di mana saja dengan sesuai
5. Berdiri 5.1 Berdiri √ Anak mampu berdiri
17
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
5.2 Berjalan √ Anak mampu
berjalan dengan seimbang
6. Kemampuan Menangkap dan
melempar bola
6.1 Menangkap bola
√ Anak mampu
menangkap bola dengan tepat 6.2 Melempar
bola
√ Anak mampu
melempar bola sebagaimana menangkapnya 7. Kemampuan
mengangkat obje
7.1 Mengangkat boneka
√ Anak mampu
mengangkat boneka 7.2 Mengangkat
tas
√ Anak mampu
mengangkat tas
8. Kemampuan Mendaki
8.1 Naik tangga √ Anak mampu
menaiki tangga tanpa bantuan
8.2 Turun tangga √ Anak mampu
menuruni tangga dengan seimbang 9. Kemampuan
Berlari
9.1 Berlari √ Anak mampu berlari
dengan baik 10. Kemampuan
genggaman
menggenggam botol dengan mantap 10.2
Menggeng-gam bola
√ Anak mampu
menggenggam bola dengan mantap 10.3Meremas
plastisin
√ Anak hanya
meremas remas plastisin kemudian asesor
18
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
11. Kemampuan genggaman pengapit (menggengg am dengan ibu jari dan jari telunjuk)
11.1 Memegang sendok
√ Anak mampu
menggenggam sendok dengan mantap
11.2 Menyikat gigi √ Anak mampu
menyikat gigi dengan sesuai 11.3 Memegang
garpu
√ Anak mampu
menggenggam garpu dengan mantap
12. Kemampuan menjangkau benda
12.1Meraih benda di atas meja dalam posisi duduk
√ Anak mampu meraih
benda dengan tepat dalam posisi duduk
13. Kemampuan menirukan suatu garis / gambar
13.1Membuat garis horizontal
√ Anak mampu
membuat garis horizontal meskipun tidak terlalu lurus 13.2Membuat
garis vertikal
√ Anak mampu
membat garis vertikal meskipun tidak terlalu lurus
13.3Membuat lingkaran
√ Anak mampu
menggambar lingkaran, namun perlu dibantu 14. Menggunting 14.1Menggunting
sesuai pola
√ Anak mampu
menggunting pola sederhana tanpa garis lengkung 15. Kelenturan
tangan
15.1Meremas kertas
√ Anak hanya mampu
melipat kertas, asesor membantu
19
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kuantitatif Hasil Asesmen A.Motorik Kasar:
Mampu : 26
30 x 100% = 86.7% Dengan Bantuan : 2
15 x 100% = 13.3% Tidak Mampu : 0
B. Motorik Halus
Mampu : 20
28 x 100% = 71.4%
0 10 20 30 40
Motorik
36,7
13,3
0
Mampu Dengan Bantuan Tidak Mampu
kertas dan anak melanjutkannya 15.2Membentuk
Plastisin
√ Anak mampu
membentuk plastisin dengan dibantu, ketika diberi plastisin anak hanyan
20
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Dengan Bantuan :4
14 x 100% = 28.6%
Tidak Mampu : 0
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Sebagian Besar anak mampu melaksanakan perintah yang menggunakan kemampuan motorik kasar seperti, berjalan, berdiri, naik turun tangga, melempar bola dan lain-lain. Pada motorik kasar anak mampu melakukan dengan bantuan saat mengangkat satu kaki, anak mampu melakukan jika dibantu dengan memegang tangan dan menahan agar tidak terjatuh.
Begitu halnya dengan motorik halus, anak mampu ketika melaksanakan perintah seperti mengegngam botol, memegang sisir, menggambar garis vertikal dan horizontal. Namun ada beberapa perintah yang anak bisa mengerjakannya dengan dibantu seperti membentuk plastisin, asesor membantu menekan tangan anak agar plastisinnya dapat terbentuk. Sama halnya pada saat meremas kertas anak memerlukan bantuan untuk meremas kertas. Awalnya anak hanya melipat lipat kertas, ketika asesor membantu dengan memegang tangan anak dan meremasnya, anak pun melanjutkan meremas kertas tersebut.
0 20 40 60 80
Motorik
71,4
28,6
0
21
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
C.
Sosial Emosi
Kisi-kisi Instrumen
ASPEK INDIKATOR ITEM 1. Sosial 1.1 Membaur dengan
teman
1.1.1 Mengajak temannya untuk bermain
1.1.2 Menjawab pertanyaan teman 1.1.3 Bekerjasama dalam permainan
kelompok
1.1.4 Mengenal mainan milik temannya
1.1.5 Mau berbagi dengan temannya
1.2 Respon positif terhadap stimulus yang diberikan
1.2.1 Tersenyum sebagai respon terhadap perhatian yang diberikan orang lain kepadanya
1.2.2 Menghampiri bila dipanggil namanya
1.2.3 Menghargai orang lain
2. Emosi 2.1 Marah 2.1.1 Mengamuk pada situasi tertentu
2.1.2 Menunjukkan sikap marah bila keinginannya tidak dipenuhi 2.1.3 Menunjukan sikap marah
apabila aktivitasnya diganggu 2.2 Senang 2.2.1 Tersenyum bila mendapat
barang/benda yang disukainya 2.2.2 Ikut senang ketika teman
senang
22
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
2.3.2 Menunjukan sikap takut pada suatu rangsangan atau
sentuhan tertentu
2.4 Sedih 2.4.1 Menunjukkan sikap sedih bila kehilangan orang atau benda yang disayangi
2.5 Kasih sayang 2.5.1 Menunjukkan rasa sayang terhadap anggota
keluarganya
Butir Instrumen
A. Sosial
INDIKATOR ITEM PERNYATAAN/
PERTANYAAN
a. Mengajak temannya untuk bermain
Apakah anak mampu mengajak temannya bermain?
Anak
mengajak temannya bermain
b. Menjawab
23
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
membantu teman sekelompoknya atau tidak
coba bantu temnnya orang lain
“Ini mainan punya siapa?” (Anak) “Playdoh punya siapa ini?” (milik orang lain
Anak sedang
memakan kue. “De, teteh boleh minta kuenya?” Anak sedang mewarnai. “Pensil warnanya boleh dipinjam tidak?”. “Pinjam masih egois
2. Respon
a. Tersenyum sebagai orang lain kepada-nya
Anak diberi
perhatian dengan memuji anak. Asik gambarnya bagus” “Ye Zahra wangi sudah mandi ya?”
Anak
24
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
B. Emosi
c. Meng-hargai orang lain
a) Salam ketika kami datang
b) Salam ketika pulang.
c) Mengikuti instruksi.
Anak
mengetahui dasar tata krama
INDIKATOR ITEM PERNYATAAN/
PERTANYAAN YA TDK KET
1. Marah a. Mengamuk pada situasi tertentu
1) Apakah anak mengamuk ketika kehilangan barang kesukaannya?
√ Anak mencari barang yang hilang dan nampak gusar saat tidak menemukan-nya
2) Apakah anak mengamuk ketika tidak betah di suatu tempat asing?
√ Anak merengek untuk kembali pulang
3) Apakah anak mengamuk ketika ingin sesuatu?
√ Anak
berteriak-teriak jika tidak diberikan susu sebelum tidur b.
Menun-jukkan sikap marah bila keinginan-nya tidak dipenuhi
1) Apakah anak marah ketika ingin sesuatu namun belum terpenuhi?
sebelum tidur 2)
Menun-jukan sikap marah
1) Apakah anak merasa terganggu ketika
25
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
apabila aktivitasnya diganggu
sedang main, lalu disuruh makan? 2) Apakah anak merasa
terganggu ketika asik bermain namun disuruh melakukan hal lain oleh ibunya?
√ Anak merasa terusik ketika diganggu di tengah benda yang disukainya
1) Apakah anak tersenyum ketika diberikan makanan kesukaannya?
√ Anak nampak senang ketika diberikan yang diinginkan 2) Apakah anak
tersenyum ketika diberi mainan baru?
√ Anak tersenyum tanda
bahagia akan mainan
3) Apakah anak senang, ketika melihat
temannya senang?
√ Anak sering ikut tertawa ketika sepupunya tampak senang 3. Takut a.
Menun-jukkan sikap takut pada suatu objek, orang atau bunyi tertentu
i. Anak beri stimulus lagu yang ke dekat telinganya. Anak diberi gambar binatang buas.
√ Anak
menunjukkan ketidaknya-manan saat dilekukan hal tersebut
b. Menun-jukan sikap takut pada
Anak diberi usapan pada kulitnya.
26
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kuantitatif Hasil Asesmen A. Sosial 4. Sedih a.
Menunjuk-kan sikap sedih bila kehilangan orang atau benda yang disayangi
Menyembunyikan mainan kesukaannya dan menanyakan, mana mainanmu? (lihat ekspresinya) Apakah merasa sedih ketika ibu atau
bapaknya atau orang yang disayanginya pergi?
√ Selain marah, anak juga sedih dan gelisah saat kehilangan jukkan rasa sayang terhadap anggota keluarganya
ii. Apakah anak manja pada ibunya?
Apakah anak pernah mencium ibunya? Apakah anak manja pada kakaknya? Apakah anak pernah menggandeng tangan Ibunya bila berjalan di luar rumah?
27
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
B.
Emosi
Ya : 100%
Tidak : 0
0 20 40 60 80
Sosial
75
25
0
Mampu Dengan Bantuan Tidak Mampu
0 20 40 60 80 100
Emosi
100
0
28
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Pada Aspek Perkembangan Sosial anak mampu memperlihatkan sosialisasi dengan baik seperti ketika ditanya namanya siapa, anak mampu menjawab dengan mengatkaan namanya ade (panggilan dir umahnya). Anak pun mampu menjawab pertanyaan di rumah ada siapa saja? Anak menjawab, “ada mamah, mayang (neneknya dipanggil “mamah eyang”). Ketika anak diberi apresiasi
seperti “Zahra wangi sudah mandi ya” anak merespon dengan senyuman. Ketika anak menggambar dan diberi aspresiasi “ye Zahra
hebat “ anak tersenyum dan bertepuk tangan. Namun ada beberapa
tes yang anak memerlukan bantuan seperti menolong temannya, anak hanya terdiam melihat, ketika melihat temannya jatuh, namun ketika distimulus, Zahra baru mau membantu temannya. Anak juga belum mampu sepenuhnya berbagi dengan temannya. Pada perkambangan emosinya anak mampu menunjukan emosi-emosi pada umunya, seperti jika barangnya rusak dia nampak sedih.
ASESMEN KETERAMPILAN ADL (ACTIVITY DAILY LIVING)
A.
Motorik Berkaitan Dengan Keterampilan Menolong Diri (Allen,
Coley, dan Leach)
Kisi-Kisi Instrumen
USIA KETERAMPILAN
6 – 9 bulan Mulai menegakkan badan
Berguling dari telentang ke telungkup Duduk sendiri tanpa bantuan
9 bulan – 1 tahun Merangkak dengan baik Merayap
Dapat berpindah dari sisi ke sisi dalam posisi duduk
Koordinasi tubuh yang baik ketika meraih obyek yang dekat
1 – 1,5 tahun Menggunakan tangan yang berlawanan untuk membantu dirinya meraih obyek
29
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
2 – 2,5 tahun Mampu meniru gerakan sederhana menggunakan lengan dan kaki
3 – 4 tahun Mampu duduk dengan dorongan punggung
Butir Instrumen
KETERAMPILAN KEMAMPUAN KET M MB TM
Mulai menegakkan badan √ Anak dapat
duduk, berdiri dengan tegak Berguling dari telentang ke
telungkup
√ Anak cukup
kesulitan saat berguling
karena obesitas yang
dialaminya
Duduk sendiri tanpa bantuan √ Anak dapat
duduk mandiri
Merangkak dengan baik √ Anak dapat
merangkak dengan baik
Merayap √ Anak merasa
sesak karena perutnya terapit dengan lantai Dapat berpindah dari sisi ke sisi
dalam posisi duduk
√ Anak merasa sesak ketika harus bergeser dari posisi duduk Koordinasi tubuh yang baik
ketika meraih obyek yang dekat
√ Anak mampu
meraih benda dengan tepat Menggunakan tangan yang
berlawanan untuk membantu dirinya meraih obyek
√ Anak mampu
30
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
untuk meraih benda Meraih obyek dengan satu
tangan tanpa bantuan tangan lain
√ Anak mampu
memegang obyek dengan tangan mana pun
Mampu meniru gerakan sederhana menggunakan lengan dan kaki
√ Anak mampu
meniru dengan baik
Mampu duduk dengan dorongan punggung
√ Anak mampu
duduk dengan punggung sebagai penopang
Data Kuanitiatif Hasil Asesmen
Mampu : 1622 x 100% = 72,7%
Dengan Bantuan : 1
11 x 100% = 9%
Tidak Mampu : 18,3%
0 20 40 60 80
Motorik (Menolong Diri)
72,7
9
18,3
31
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Secara umum anak mampu melaksanakan instruksi motorik sehari-hari, seperti duduk, menyangga tubuh, gerakan tangan, dan berbagai gerakan yang membutuhkan koordinasi otot-otot tertentu. Namun dikarenakan obesitas yang dialaminya, anak kesulitan melakukan aktivitas motorik yang mengapit otot-ototnya. Kesulitan itu adalah ketidakmampuannya merayap dan berpindah tempat (bergeser) dalam posisi duduk, serta perlu bantuan saat berguling dari posisi tengkurap ke telentang maupun sebaliknya.
B. Keterampilan Makan (Allen, Coley, dan Leach)
USIA KEMAMPUAN
6 – 9 bulan Mampu memegang botol sendiri dan memasukkannya ke mulut
Mampu memegang dan memakan kue kering sendiri 9 bulan – 1
tahun
Mengontrol air liur
Daerah bibir, lidah, dan rahang lebih terkontrol Mengunyah dengan baik dan benar
Memegang cangkir dengan pegangan dan mengangkatnya ke mulut untuk dihisap Mulai menggunakan sedotan
Mengunyah makanan dengan mulut rapat Makan dari sendok dengan sedikit kesalahan Minum dari gelas dengan sedikit kesalahan Memegang cangkir dengan satu tangan 2 – 2,5
tahun
Memegang garpu dan mulai menusuk makanan
3 – 4 tahun Tidak berbicara sebelum selesai mengunyah dan menelan makanan
32
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Butir Instrumen
KETERAMPILAN KEMAMPUAN KET M MB TM
Mampu memegang botol sendiri dan
memasukkannya ke mulut
√ Anak mampu
menggunakan botol
Mampu memegang dan memakan kue kering sendiri
√ Anak mampu
memakan kue
Mengontrol air liur √ Air liur tidak selalu
mengucur Daerah bibir, lidah, dan
rahang lebih terkontrol
√ Anak mampu
mengontrol daerah mulut
Mengunyah dengan baik dan benar
√ Anak mampu
mengunyah dengan baik
Memegang cangkir dengan pegangan dan mengangkatnya ke mulut untuk dihisap
√ Anak mampu
menggunakan cangkir
Mulai menggunakan sedotan
√ Anak mampu
menggunakan sedotan
Mengunyah makanan dengan mulut rapat
√ Anak mampu makan
dengan mulut rapat Makan dari sendok dengan
sedikit kesalahan
√ Jika disuapi anak
mampu makan dengan rapi Makan dari gelas dengan
sedikit kesalahan
√ Anak mampu
menggunakan gelas dengan baik
Memegang cangkir dengan satu tangan
√ Anak mampu
33
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Memegang garpu dan mulai menusuk makanan
√ Anak mampu
menggunakan sendok
Tidak berbicara sebelum selesai mengunyah dan menelan makanan
√ Anak mampu
menahan pembicaraan sebelum selesai mengunyah Mulai menyuapi diri
menggunakan jari
√ Anak mampu makan
dengan jari tapi masih berantakan Memegang sendok dengan
jari-jari
√ Anak mampu
memegang sendok
Data Kuanitiatif Hasil Asesmen
Mampu : 2830 x 100% = 93,3%
Dengan Bantuan : 1
15 x 100% = 6.7%
Tidak Mampu : 0
0 20 40 60 80 100
Keterampilan Makan
93,3
6,7
0
34
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Keterampilan makan secara umum sudah mampu anak lakukan, seperti keterampilan yang berkaitan dengan mengunyah, mengendalikan air liur, menjangkau dan memegang peralatan makan. Kesulitan yang anak hadapi adalah yang berkaitan dengan kemandirian, yaitu menyuapkan makanan untuk dirinya sendiri, baik menggunakan sendok maupun tidak. Ketidakmampuan ini membuat anak harus selalu disuapi, sehingga anak semakin tidak tertarik untuk melakukannya sendiri. Sesekali anak diminta melakukannya sendiri, namun yang terjadi adalah anak melakukannya dengan berantakan dan mengotori pakaian serta lantai dan sekitarnya. Membiarkan anak makan sendiri, menurut ibunya malah menambah beban pekerjaan (karena harus membersihkan pakaian dan lantai) sehingga ibunya pun tidak berusaha membiasakannya makan sendiri.
C. Keterampilan Menggunakan Toilet (Allen, Coley, dan Leach)
Kisi-kisi Instrumen
USIA KEMAMPUAN
1 – 1,5 tahun Mulai memberi tanda ketika buang air terjadi 1,5 – 2 tahun Menunjukkan komunikasi keinginan ke toilet 2 – 2,5 tahun Kandung kemih terkontrol sepanjang hari 2,5 – 3 tahun Mulai rutin dan terjadwal dalam buang air
Mendudukkan diri di toilet
Berusaha membersihkan diri setelah buang air 3 – 4 tahun Selalu kering pada malam hari
Menyesuaikan pakaian selama buang air
Butir Instrumen
KETERAMPILAN KEMAMPUAN KET M MB TM
Mulai memberi tanda ketika buang air terjadi
√ Anak menunjukkan
35
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Mulai duduk di dudukan toilet
√ Anak mampu duduk di
toilet Menunjukkan
komunikasi keinginan ke toilet
√ Anak masih harus
diingatkan dan ditanya:
“apakah ingin buang air?”
Kandung kemih terkontrol sepanjang hari
√ Anak masih
mengandalkan diapers yang dikenakannya sehingga tidak berusaha menahan untuk buang air jika tidak dilepas diapersnya
Mulai rutin dan
terjadwal dalam buang air
√ Anak masih harus
diingatkan pada waktu tertentu
Mendudukkan diri di toilet
√ Anak dapat mandiri
duduk di toilet Berusaha
membersihkan diri setelah buang air
√ Anak berupaya
membersihkan diri seteah buang air Selalu kering pada
malam hari
√ Anak selalu merengek untuk minum sebelum tidur sehingga selalu mengompol ketika tidur Menyesuaikan pakaian
selama buang air
√ Anak mampu
mengangkat pakaian selama buang air di toilet
Data Kuanitiatif Hasil Asesmen
Mampu : 1018 x 100% = 55,6%
Dengan Bantuan :3
9 x 100% = 33,3%
36
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Secara garis besar anak mampu menggunakan toilet dengan baik. Masalahnya, anak tidak tahu kapan, dan mengapa Ia harus menggunakan toilet dikarenakan tidak pernah dibiasakan oleh orang tuanya. Hal ini menyebabkan ketergantungan yang parah terhadap diapers yang digunakannya. Anak pun tidak termotivasi untuk belajar mengguanakan toilet.
Berdasarkan hasil observasi, anak masih harus diingatkan dan
ditanya, “apakah hendak ke toilet?” karena belum ada inisiatif untuk ke
toilet setiap merasa ingin buang air. Ternyata anak dapat belajar menggunakan peralatan toilet dengan cepat ketika diajak ke toilet, tapi sekali lagi, tidak ada motivasi yang kuat baginya untuk belajar menahan buang air dan menggunakan toilet.
D. Keterampilan Berpakaian dan Merawat Diri (Allen, Coley, dan Leach) USIA KEMAMPUAN
9 bulan – 1 tahun
Mengeluarkan tangan melalui lubang lengan pakaian
1 – 1,5 tahun Melepas sepatu Melepas kaos kaki Memakai sepatu
1,5 – 2 tahun Mencari lubang lengan yang lebar
Menunjukkan ketertarikan pada pakaian tertentu 2 – 2,5 tahun Mulai memasang kancing besar
0 10 20 30 40 50 60
Keterampilan Menggunakan Toilet
55,6
33,3
11,1
37
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
2,5 – 3 tahun Menyeka hidung menggunakan tisu 3 – 4 tahun Mencuci dan mengeringkan tangan
Mengatur penggunaan handuk dan tisu Mandi sendiri dengan pengawasan minimum Menggosok gigi dan menggunakan pasta gigi Mencoba menyisir rambut
Berpakaian dengan bantuan minimum Mulai memakai sepatu tali
Membedakan bagian depan dan belakang pakaian Memasang rangkaian kancing
Memasang ikat pinggang
Butir Instrumen
KETERAMPILAN KEMAMPUAN KET M MB TM
Mengeluarkan tangan melalui lubang lengan pakaian
√ Anak mampu
mengeluarkan tangannya pada lubang tangan yang sesuai
Melepas sepatu √ Anak mampu melepas
sepatunya sendiri
Melepas kaos kaki √ Anak mampu melepas
kaos kakinya sendiri Mencoba memakai
sepatu
√ Anak baru mampu
menggunakan sendal, kalau sepatu masih
kesulitan karena tidak kuat bertahan dalam gerakan memakaikan sepatu ke kakinya yang
membuatnya sesak (karena obesitas) Menunjukkan
ketertarikan pada pakaian tertentu
√ Anak tertarik pada baju
38
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Mulai memasang kancing besar
√ Anak masih kesulitan,
belum memahami bagaimana cara
memasang sebelum diberi contoh
Menyeka hidung menggunakan tisu
√ Anak masih dibantu untuk
membersihkan hidungnya Mencuci dan
mengeringkan tangan
√ Anak mampu
mengeringkan tangan Mengatur penggunaan
handuk dan tisu
√ Anak mengetahui cara
menggunakan handuk dan tisu
Mandi sendiri dengan pengawasan minimum
√ Anak masih dimandikan orang tuanya
Menggosok gigi dan menggunakan pasta gigi
√ Anak menggosok gigi
dengan pasta
Mencoba menyisir rambut
√ Anak masih dibantu
dalam memegang sisir yang baik
Berpakaian dengan bantuan minimum
√ Anak masih butuh
bantuan dalam berpakaian Mulai memakai sepatu
tali
√ Anak belum mampu
mengikat tali sepatu Membedakan bagian
depan dan belakang pakaian
√ Anak belum paham ada bagian depan dan belakang baju Memasang rangkaian
kancing
√ Anak belum mampu
memasang kancing Memasang ikat
pinggang
√ Anak belum mampu
39
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Data Kuanitiatif Hasil Asesmen
Mampu : 1434 x 100% = 41%
Dengan Bantuan : 5
17 x 100% = 29,4%
Tidak Mampu : 29,6%
Data Kualitatif Hasil Asesmen
Dalam hal berpakaian anak baru mampu memakai pakaian instan yang tidak terdapat kancing atau alat-alat lainnya. Anak sudah mampu mengeluarkan tangannya ke lubang lengan pakaian meskipun masih harus dibantu karena ukuran tangannya yang besar cukup menyulitkannya. Anak juga mampu menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai sendal serta sepatu sederhana.
Dalam hal merawat diri, sebagian besar masih belum mampu seperti mandi sendiri dan menyisir rambut.
Grafik Potential Ability (mampu dengan bantuan) Perkembangan Dasar dan Keterampilan ADL
0 20 40 60
Keterampilan Berpakaian
41
29,4 29,6
Mampu Dengan Bantuan Tidak Mampu
16,7
0,91 13,3
28,6 25
4,5 6,7 33,3
29,4
0 10 20 30 40
40
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Berdasarkan hasil asesmen, asesor menyimpulkan untuk mengintervensi anak pada aspek ADL yaitu dalam hal keterampilan menggunakan toilet, dengan persentase potential ability tertinggi dibandingkan keterampilan lainnya yakni 33%.
IDENTITAS
Nama lengkap : Betrian Muamanah Nama panggilan : Betri
TTL : Bandung, 30 Oktober 1992
Jenis Kelamin : Perempuan Tinggi Badan : 160
Berat Badan : 70 kg
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Alamat : Jl. Sindang Sirna 111 No. 69 Bandung Riwayat Penyakit : Alergi makanan laut
KONDISI KELUARGA (PENERIMAAN DAN KOMPETENSI ORANG TUA)
Sebelumnya perlu diketahui bahwa Zahra adalah seorang anak tunggal dan sudah tidak memiliki ayah. Ada pun tim intervensionis tidak berhasil memeroleh biodata ayah kandung Zahra.
Hasil Wawancara
ASPEK PERTANYAAN JAWABAN
Penerimaan Berapa jam dalam sehari meluangkan waktu untuk anak?
Karena bekerja, punya waktu dengan anak selama 4 jam dalam sehari, sisanya diasuh oleh neneknya Apa harapan orang tua
terhadap perkembangan anak?
Berharap anak dapat mandiri sebagaimana saudara dan anak-anak lain seusianya
Berapa kali dalam sepekan orang tua membawa anak keluar?
41
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Bagaimana orang tua menyikapi respon kerabat terhadap hambatan anak?
Biasa saja karena
memang menganggap anak belum mampu dan akan mampu dengan sendirinya Apakah orang tua
berusaha memberi pemahaman tentang kebutuhan anak pada orang lain?
Tidak, karena merasa tidak terlalu penting
Kompetensi Apakah kebutuhan yang anak miliki?
Masih belum mandiri
Layanan macam apa yang dibutuhkan anak?
Latihan kemandirian
Apakah orang tua
berusaha memahamkan anak tentang
hambatannya? Jika iya, bagaimana caranya?
Berusaha sedikit demi sedikit dengan cara menjelaskan bahwa seharusnya hanya anak bayi yang masih
memakai diapers Apakah orang tua
berusaha melatih kemandirian anak? Jika iya, bagaimana caranya?
Belum benar-benar berusaha karena sibuk bekerja, memberikan diapers pada anak dianggap praktis
Deskripsi
42
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Program Intervensi untuk Anak dan Keluarga
PROGRAM INTERVENSI ANAK DALAM HAL PENGGUNAAN TOILET
KEMAMPUAN HAMBATAN KEBUTUHAN AKTIVITAS INTERVENSI
1. Mampu
menggunakan toilet jongkok 2. Mampu
memakai dan melepas diapers sendiri 3. Anak mampu asikan ingin buang air tapi belum
memahami kapan seharusnya mengatakan ingin buang air. Anak malah
mengatakan hal tersebut ketika sudah buang air b. Anak belum
paham
sepenting apa toilet training itu
c. Anak memiliki ketergantung an yang tinggi terhadap diapers yang dikenakannya. Anak
menghabiskan sedikitnya 6 diapers dalam sehari.
1) Pemahaman bahwa
“ingin buang air” itu
2) Pelatihan tata cara penggunaan toilet
-Orang tua memberi pemahaman pada anak kapan
seharusnya Ia mengatakan ingin buang air atau ingin ke toilet. Berilah istilah-istilah yang mewakilinya, seperti buang air kecil
dengan “pipis”, dan
air besar dengan
“poop”
-Orang tua
mengajarkan anak bagaimana tata cara penggunaan toilet, mulai dari duduk,
membersihkan diri, hingga mencuci tangan kembali -Menaruh anak setiap
30 menit sekali di atas kloset selama
beberapa menit, yakinkan anak bahwa itu adalah saatnya Ia buang air. Biarkan anak kembali beraktivitas setelah Ia buang air atau Ia tampak yakin bahwa Ia tidak ingin buang air
-Orang tua
43
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
membuat pencapaian, pemberian reward dapat dilakukan dengan cara:
Memberikan makanan kesukaan
Membuat papan reward, anak mendapatkan
“hadiah utama”
jika sudah berhasil selama sekian kali -Orang tua tidak
berhenti memotivasi anak, jika anak melakukan
kesalahan dalam toilet training ini yakinkan bahwa anak mampu dan kesalahan itu hanyalah sebuah kecelakaan kecil.
PROGRAM INTERVENSI ORANG TUA DALAM HAL PENGGUNAAN
TOILET BAGI ANAK
KEMAMPUAN MASALAH KEBUTUHAN AKTIVITAS INTERVENSI
A.Penerimaan 1. Orang tua
sudah menerima kondisi dan kebutuhan anak 2. Sering
membawa anak berjalan-jalan kelua
Ibu terlalu sibuk bekerja sehingga hanya memiliki waktu 4 jam dalam sehari untuk
menangani anak, anak lebih sering diasuh oleh neneknya
Bimbingan untuk lebih memanfaatkan waktu yang tersedia bagi anak
44
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
B. Kompetensi 1. Ada upaya untuk tidak selalu
memanjakan anak
2. Memberikan apa yang anak inginkan hanya jika anak sudah menangis
a.Jika anak bertengkar dengan saudaranya, orang tua tidak melerai
melainkan membiarkan keduanya berkelahi di dalam kamar terkunci
b.Orang tua selalu menyediakan diapers sehingga anak tidak
terlatih dalam hal tolieting
c. Orang tua hampir selalu mengabulkan permintaan anak yang ingin
makan dan minum di malam hari sehingga anak selalu mengompol di tengan malam
1) Bimbingan emosional bahwa untuk menunjukkan kasih sayang pada anak tidak selalu ditunjukkan melalui pemenuhan seluruh
keinginan anak 1) Bimbingan
ekonomi, dengan mengkalkulasi pengeluaran perbulan khusus diapers anak
-Meyakinkan orang tua untuk mengurangi frekuensi
bantuan tolieting pada anak secara bertahap -Mensosialisasikan
keuntungan yang diperoleh jika anak bisa lebih mandiri, baik dari segi ekonomi maupun dari segi kesehatan dan
perkembangan anak
-Memberikan pengetahuan pada orang tua untuk memberi pemahaman pada anak tentang tata cara
penggunaan toilet
-Bersama anak menyepakati
“isyarat” yang
tepat bagi anak untuk
menyampaikan
“ingin buang air”
-Meyakinkan orang tua untuk bersabar jika terjadi
“kecelakaan”
45
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
mengompol saat tidak memakai diapers.
Pelaksanaan Program Intervensi
HARI, TANGGAL TUJUAN HASIL
Kamis, 27 November 2014
Sosialisasi kepada Orangtua/wali tentang pelaksanaan program
Program yang
disosialisasikan berupa program toileting. Dari mulai menempatkan anak ke toilet selama 30 menit sekali dan
dampaknya terhadap pengurangan jumlah diapers
Jumat, 5 Desember 2014
Pelaksanaan Program Toileting dan modelling
Menempatkan anak di toilet tiap 30 menit sekali, sebanyak 50% dari
jumlah percobaan anak berhasil buang air pada tempatnya. Selama program dilaksanakan, diapers anak dilepas. Kamis, 11 Desember
2014
Bersama orang tua melaksanakan Program Toileting dan mulai pengalihtanganan
Anak mengatakan ingin ke toilet pada orang tua. Orang tua mengantar anak sampai pintu toilet dan mengawasi apakah anak meggunakan toilet dengan baik dan benar. 12-14 Desember
2014
Pelaksanaan toileting oleh orang tua disertai monitoring harian
Terdapat perkembangan terhadap kemandirian anak, meskipun terjadi
“kecelakaan” pada
46
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Kamis, 25 Desember 2014
Testimoni dan evaluasi program
Kemandirian anak berdampak pada pegurangan jumlah diapers, dari 6 menjadi 3 diapers saja. Anak baru mampu mandiri pada siang hari, sedangkan pada malam hari masih mengompol karena belum bisa lepas dari makan dan minum sebelum tidur.
Evaluasi Program Intervensi
Setelah program selesai dijalankan, tim intervensionis bersama anak dan keluarga melakukan evaluasi dan testimoni dari keluarga yang
bersangkutan. Ada pun hasil evaluasinya adalah sebagai berikut:
SASARAN
PROGRAM PROGRAM EVALUASI
Anak Orang tua memberi
pemahaman pada anak kapan seharusnya Ia
mengatakan ingin buang air atau ingin ke toilet. Berilah istilah-istilah yang
mewakilinya, seperti buang
air kecil dengan “pipis”, dan air besar dengan “poop”
Kalimat yang disepakati
adalah “mau pipis” dan “mau poop”. Anak sudah lebih peka saat hendak buang air keci dan besar dan mampu
mengkomunikasikannya dengan baik
Orang tua mengajarkan anak bagaimana tata cara penggunaan toilet, mulai dari duduk, membersihkan diri, hingga mencuci tangan kembali
Kemampuan penggunaan toilet anak semakin
47
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
memasukkan tangannya ke dalam bak air
Menaruh anak setiap 30 menit sekali di atas kloset selama beberapa menit, yakinkan anak bahwa itu adalah saatnya Ia buang air. Biarkan anak kembali
beraktivitas setelah Ia buang air atau Ia tampak yakin bahwa Ia tidak ingin buang air
Dari beberapa percobaan, sebanyak 50% percobaan anak berhasil buang air di toilet dan mulai
membiasakan menggunakan peralatan toilet
Orang tua memberikan reward setiap kali anak membuat pencapaian, pemberian reward dapat dilakukan dengan cara:
Memberikan makanan kesukaan
Membuat papan reward, anak mendapatkan
“hadiah utama” jika
sudah berhasil selama sekian kali
Reward cukup berpengaruh untuk memotivasi anak menggunakan toilet, reward yang diberikan adalah berupa makanan ringan (coklat) dan penempelan stiker di papan reward
Orang tua tidak berhenti memotivasi anak, jika anak melakukan kesalahan dalam toilet training ini yakinkan bahwa anak mampu dan kesalahan itu hanyalah sebuah kecelakaan kecil.
48
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
Orang tua
Mengajak orang tua untuk terlibat dalam toilet training, diharapkan orang tua mampu lebih meluangkan waktunya selama proses intervensi
Orang tua bersedia terlibat dalam kegiatan intervensi, waktu yang diluangkan adalah ketika sedang menunggu warung
eyangnya dan di hari libur. Meyakinkan orang tua
bahwa sudah saatnya anak mandiri sehingga perlu mengurangi frekuensi
bantuan toileting pada anak secara bertahap
Orang tua setuju bahwa sudah saatnya anak mandiri, dan mau belajar untuk memandirikan anak.
Mensosialisasikan
keuntungan yang diperoleh jika anak bisa lebih mandiri, baik dari segi ekonomi maupun dari segi kesehatan dan perkembangan anak
Orang tua sudah menyadari keuntungan yang diperoleh jika anak tidak lagi
menggunakan diapers dari segi ekonomi, sedangkan dari segi kesehatan dan perkembangan anak, orang tua baru mengetahuinya. Memberikan pengetahuan
pada orang tua untuk
memberi pemahaman pada anak tentang tata cara penggunaan toilet
Orang tua memberi pemahaman tentang penggunaan toilet dengan cara membiarkan anak mempraktekkannya langsung di toilet dan menginstruksikan serta menegur bila anak melakukan kesalahan Bersama anak menyepakati
pesan yang tepat bagi anak
untuk menyampaikan “ingin buang air”
Orang tua berhasil
menyepakati pesan yang akan disampaikan jika ingin buang air
Meyakinkan orang tua untuk bersabar jika terjadi
“kecelakaan” berupa anak
mengompol saat tidak memakai diapers.
49
Laporan intervensi dini bersumber daya keluarga
3
|
penutup
Kesimpulan
Berdasarkan kondisi anak yang dilihat dari hasil asesemen, pada dasarnya anak mengalami perkembangan yang baik hanya saja kemandirian anak kurang sesuai dengan perkembangan pada usianya. Salah satunya dari hasil asesmen ADL (Activity Daily Living) anak menunjukan masih mampu dengan bantuan pada aspek toileting. Sedangkan kondisi orangtua pada dasarnya sudah memiliki kompetensi yang bagus dalam bagaimana dia harus berperan, hanya saja karena kesibukannya orangtua kurang berperan penuh pada kegiatan toileting anak dan lebih memilih untuk memakaikan diapers pada anak sehingga memudahkan anak untuk buang air. Dapat disimpulkan bahwa program intervensi bersumber daya keluarga ini lebih memusatkan pada orangtua bagaimana seharusnya mengajarkan anak toilet training.