• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM DI DESA SRIBASUKI KECAMATAN BATANGHARI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM DI DESA SRIBASUKI KECAMATAN BATANGHARI "

Copied!
111
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka fokus penelitian ini adalah “Bagaimana pelaksanaan pendidikan anak dalam agama Islam di Desa Sribasuki Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian Robeah Ferawati dengan judul: Pendidikan Anak Dalam Keluarga Menurut Al-Qur'an (kajian analitik QS. Luqman ayat 12-12).

LANDASAN TEORI

Pengertian Anak

Wawancara dengan Ibu Hayatik (petani/pekebun) mengatakan bahwa: “Mengenai pelaksanaan pendidikan anak dalam Al-Qur’an tentang tanggung jawab pendidikan iman, cara yang saya lakukan adalah memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang rukun iman dan memberikan pendidikan agama untuk anak, dan mengajarkan anak untuk membaca kalimat tauhid dan mengajarkan anak bahwa semua tindakan kita diawasi oleh Allah SWT. Wawancara dengan Pak Purnomo mengatakan bahwa: “Cara saya bertanggung jawab untuk pendidikan jasmani untuk anak-anak adalah dengan mengajar anak-anak dalam memperhatikan kesehatan tubuhnya, tidak telat makan, menyuruh anak rajin berolahraga dan membiasakan anak bangun pagi.” 85. Wawancara dengan Pak Midi mengatakan, bahwa: “Cara saya menerapkan tanggung jawab olahraga kepada anak adalah dengan memperhatikan kesehatan anak, membawa anak ke posyandu dan selalu memperhatikan tumbuh kembang anak”.

Wawancara dengan Ny. Hayatik mengatakan bahwa: “Cara saya bertanggung jawab dalam pendidikan sosial kepada anak adalah dengan memberikan contoh cara bersosialisasi, menyuruh anak untuk selalu menjadi individu yang mudah bergaul dengan mengajarkan anak untuk bersosialisasi. Wawancara dengan Bpk. Riyadi mengatakan bahwa: “Cara saya mempertanggung jawabkan pendidikan sosial anak adalah dengan membiarkan anak bergaul dengan siapa saya, tetapi harus diawasi oleh orang tua.”91. Wawancara dengan ibu Suwarti mengatakan bahwa: “Cara saya bertanggung jawab atas pendidikan sosial bagi anak-anak adalah dengan mendidik anak-anak saya berperilaku baik di masyarakat, mendidik anak-anak saya untuk tidak takut dan berani menghadapi sesuatu jika itu benar. ” 92.

Wawancara dengan Pak Midi mengatakan bahwa: “Ketika saya mengajarkan tanggung jawab sosial kepada anak saya, saya selalu membimbing anak saya untuk menjadi orang yang baik. Tanggung jawab pendidikan jasmani dalam Islam adalah tanggung jawab yang dipikul oleh orang tua untuk selalu menyadari kondisi fisik anak mereka.

Karakteristik Anak

Batasan usia anak

Fase Perkembangan Anak

Berdasarkan tahapan perkembangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini merupakan masa kritis dalam sejarah perkembangan manusia. Masa usia dini ini terjadi pada anak usia 0-6 tahun atau sampai anak mengikuti pendidikan pada jenjang PAUD atau pra sekolah.

Perkembangan Agama Pada Anak

Berdasarkan pernyataan di atas, penulis dapat memahami bahwa dalam proses perkembangan agama pada anak untuk memperoleh pemahaman tentang agamanya, yaitu melalui tiga tingkatan, yang pertama adalah tingkat petualangan, tingkat realitas dan tingkat pemahaman individu, dimana Pada Dari setiap tingkatan tersebut, orang tua harus sebagai guru dalam mendidik anak dapat mengetahui tingkatan yang terjadi pada anak.

Anak dalam pandangan Islam

Artinya: sesungguhnya harta dan anak adalah cobaan (ujian), dan di sisi Allah ada pahala yang besar. Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, namun amal kebaikan yang kekal lebih dibalas oleh Tuhanmu dan lebih baik dijadikan harapan (Q.S al-Kahfi 46).17.

Pendidikan Islam

  • Pengertian Pendidikan Islam
  • Tujuan Pendidikan Islam
  • Landasan Pendidikan Islam

Dimana dengan pendidikan Islam akan tercapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat dan pendidikan Islam yang bersumber dari nilai-nilai ajaran Islam harus mampu menanamkan atau membentuk kepribadian muslim yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tujuan yang dimaksud diarahkan pada kemampuan siswa untuk berfungsi secara kognitif, afektif dan psikomotorik dari hasil pendidikan yang diperoleh, sesuai dengan yang telah ditentukan. Pendidikan dalam perspektif yang sebenarnya adalah sistem pendidikan yang memungkinkan manusia menjalani kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam sehingga dengan mudah membentuk kehidupannya sesuai dengan ajaran Islam.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa peran dan tanggung jawab orang tua adalah mendidik, mengasuh dan memajukan setiap anak-anaknya agar anak-anak tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntunan agama Islam. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran pokok (asas-asas dasar) mengenai segala aspek kehidupan manusia yang selanjutnya dapat dikembangkan menurut nalar masing-masing bangsa dan dapat hadir secara fungsional setiap saat untuk memecahkan persoalan-persoalan umat manusia. Bahkan dia akan mengikuti hawa nafsu dan bisikan setan sesuai dengan karakter, fisik, hawa nafsu dan tuntutan rendahnya.

Jenis dan Sifat Penelitian

Karena penelitian ini merupakan penelitian yang akan mengungkap fenomena dengan deskripsi bahasa nonstatistik yang komprehensif54. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek apa adanya. 56 Dengan demikian penelitian yang akan penulis lakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan gejala-gejala yang tampak dari subjek yang diteliti sesuai dengan apa yang ada dan pencarian fakta-fakta terutama yang berkaitan dengan masalah yang penulis lakukan. akan mengkaji dalam kajian ini yaitu “Implementasi Pendidikan Anak dalam Agama Islam di Desa Sribasuki Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur”.

Sumber Data

Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, tindakan, selebihnya merupakan data tambahan, seperti dokumen dan lain-lain.57 Sumber data terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data. 58 Definisi lain dari data primer adalah “data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau pejabatnya) dari sumber pertama”. 59. Narasumber adalah orang tua, anak usia 2 sampai 12 tahun, dan tokoh agama di Desa Sribasuki, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur.

Sumber sekunder bisa juga disebut sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. Data sekunder dalam penelitian ini adalah Al Quran, kitab-kitab pendukung dan hasil dokumentasi yang dilakukan di Desa Sribasuki Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur.

Teknik Pengumpulan Data

Dari ketiga jenis metode wawancara tersebut, penulis menggunakan metode wawancara semi terstruktur/bebas terbimbing yang ditujukan kepada orang tua dan tokoh agama. Penulis menggunakan metode wawancara ini untuk memperoleh data pelaksanaan pendidikan anak dalam agama Islam di Desa Sribasuki Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur. Observasi diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian. 63 Observasi adalah pengamatan yang disengaja dan sistematis terhadap fenomena sosial dengan gejala psikis untuk kemudian direkam. 64 Pengertian lain observasi adalah “pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian 65 Teknik ini dilakukan dengan cara mengamati langsung objek penelitian di lapangan dan pelaksanaan pendidikan yang dilakukan oleh orang tua siswa. Desa Sribasuki Kecamatan Batang Hari dilakukan untuk mendapatkan data terkait pelaksanaan pendidikan anak dalam agama Islam.

Metode dokumentasi adalah mencari data tentang hal-hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Teknik yang digunakan untuk memeriksa keabsahan data adalah triangulasi, “triangulasi diartikan sebagai teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain”.68 Jadi, ada triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti dalam penelitian ini akan menggunakan triangulasi teknis dan triangulasi waktu. Misalnya data yang diperoleh melalui wawancara kemudian dicek dengan observasi atau dokumentasi.69 Selain itu, peneliti juga akan mengecek kembali informasi yang diperoleh, yang awalnya peneliti peroleh dari observasi.

Triangulasi waktu dilakukan dengan cara “memeriksa kembali dengan wawancara, observasi, atau teknik lain pada waktu atau situasi yang berbeda sehingga akan memberikan data yang lebih valid dan terpercaya”. .

Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis data model Milles dan Huberman dengan tahapan teknis analisis yaitu “reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi”. Reduksi data adalah proses pemilihan dan pemusatan perhatian untuk menyederhanakan, mengabstraksi dan mentransformasikan data mentah yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Reduksi data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan orang tua terkait pelaksanaan pendidikan anak dalam Islam, dan setelah mendapatkan data, penulis menyederhanakan data hasil wawancara untuk kemudian dikembangkan secara terorganisir untuk menarik kesimpulan.

Data yang ditampilkan adalah data yang penulis peroleh dari data mentah (data tereduksi) yang kemudian penulis lengkapi melalui pengembangan data wawancara yang disederhanakan. Verifikasi adalah kesimpulan yang ditarik oleh peneliti setelah mendapatkan hasil reduksi data, yang kemudian diolah dengan data screen yang membutuhkan makna dari setiap gejala yang diperoleh selama penelitian. Teknik analisis ini memiliki tahapan yaitu mulai dari pengumpulan data, dimana data yang diperoleh dari lapangan sangat banyak, maka perlu dilakukan reduksi data yaitu penelitian, pemilihan dan fokus data yang akan digunakan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Diskripsi Singkat

Pada masa kepemimpinan Abu Yahya pada tahun 1988, Desa Sribasuki membagi wilayah dusun dari tiga dusun menjadi empat dusun.

Table 2  Jenis Kelamin
Table 2 Jenis Kelamin

Gambaran Umum Tentang Implementasi Pendidikan Anak

Wawancara dengan Bpk. Purnomom (Pedagang) berkata: “Saya bertanggung jawab atas pendidikan agama anak-anak dengan memberikan anak-anak wawasan tentang agama dan selalu mengajarkan mereka bahwa hidup di dunia hanya sementara dan kita harus selalu berbuat baik dan menitipkan pendidikan agama anak saya di pendidikan agama. institusi, seperti Tpq dan lainnya.” 75. Wawancara dengan Bpk. Kepada Riyadi (pekerja/istri TKW) beliau mengatakan: “Di keluarga saya, dalam hal tanggung jawab dan pelaksanaan pendidikan agama bagi anak-anak, saya mendidik anak-anak dengan pendidikan agama Islam dan mengajari mereka mengaji. dan selalu yakinkan anak-anak ini bahwa setiap kita melakukan sesuatu, kita harus dikendalikan oleh Allah SWT agar anak-anak dapat menanamkan keimanan mereka.” 76. Tanggung jawab pendidikan jasmani di Desa Sribasuki Kecamatan Batanghari dipikul oleh orang tua terhadap anaknya hanya sebagai anjuran untuk berolahraga sesuai bidang yang disukai anaknya, tanpa memberikan pembinaan dan perawatan khusus terhadap kesehatan anaknya.

Wawancara dengan Bapak Riyadi mengatakan, “Cara saya bertanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan jasmani pada anak adalah dengan mengajak anak untuk aktif mengikuti kegiatan olahraga baik di sekolah maupun di rumah, karena menurut saya olahraga tidak bisa dilakukan sendiri untuk memberikan kesehatan pada tubuh. tubuh tetapi juga dapat memberikan rasa Wawancara dengan Ibu Suwarti mengatakan: Cara saya menerapkan tanggung jawab fisik kepada anak-anak adalah dengan melibatkan anak-anak dalam kompetisi olahraga dan memberikan dukungan dan motivasi penuh kepada anak-anak saya untuk selalu berusaha mencapai yang terbaik.”87 Wawancara dengan Pak Purnomo mengatakan, “Cara saya memenuhi tanggung jawab pengasuhan sosial terhadap anak adalah dengan mengajak anak ke tempat-tempat sosial, dan membiasakan anak untuk berinteraksi dengan seseorang, dan anak memungkinkan untuk berinteraksi dengan seseorang tanpa membatasi usianya dengan catatan pengawasan orang tua.”90 .

Kesimpulan

Saran

Gambar

Table 2  Jenis Kelamin

Referensi

Dokumen terkait

Menerapkan Sistem Pendidikan Dini Berkaitan dengan peran orang tua dalam membentuk karakter anak di Desa Kedaton Induk peneliti melakukan wawancara Yanti orang tua beliau mengatakan