SITUASI USAHA
SITUASI USAHA
DALAM PASAR YANG
DALAM PASAR YANG
BERSAING
BERSAING
Company (Perusahaan
Kita)
Competitor (Perusahaan
Pesaing) Consumer
KUNCI SUKSES
KUNCI SUKSES
USAHA
USAHA
Produk dan layanan perusahaan Sesuai dengan harapan pembeli dan
lebih baik dari yang ditawarkan pesaing
Produk dan layanan perusahaan Sesuai dengan harapan pembeli dan
A
Keluaran Anda
(produk & service)
B
Permintaan Pelanggan (Apa yg dibutuhkan &
Atau harapkan)
Versus
A = B
Puas
KEPUASAN DIPEROLEH MANAKALA PRODUK
DAN LAYANAN SESUAI DENGAN HARAPAN
Jendela Konsumen
Jendela Konsumen
(ABROR Inc.)
(ABROR Inc.)
Attention Bravo
Don’t worry be happy Cut or communicate
Tidak diperoleh Diperoleh Diinginkan
MENGUKUR KEPUASAN KONSUMEN
MENGUKUR KEPUASAN KONSUMEN
Sistem keluhan dan saran
Sistem keluhan dan saran
Ghost shopping
Ghost shopping
Lost Customer analyses
Lost Customer analyses
CUSTOMER IS KING
Konsumen adalah orang yang paling penting bagi perusahaan
Konsumen tidak tergantung pada perusahaan, tetapi perusahaan bergantung kepada konsumen
Konsumen tidak mengganggu perusahaan, tetapi justru membantu perusahaan
Konsumen adalah manusia, bukan barang mati (perlu diperhatikan)
Konsumen bukan lawan berdebat, tetapi kawan yang membantu Konsumen mempercayakan keinginannya kepada perusahaan, karena itu harus dipenuhi
Konsumen memberikan keuntungan kepada perusahaan Konsumen adalah jiwa dari perusahaan
PENTINGNYA MUTU
PENTINGNYA MUTU
Dalam era global, persaingan menjadi makin Dalam era global, persaingan menjadi makin
tajam. Hanya perusahaan yang dapat
tajam. Hanya perusahaan yang dapat
menghasilkan kualitas barang atau jasa yang
menghasilkan kualitas barang atau jasa yang
sesuai dengan tuntutan pelanggan yang dapat
sesuai dengan tuntutan pelanggan yang dapat
memenangkan persaingan
memenangkan persaingan
Mutu merupakan salah satu kebijaksanaan Mutu merupakan salah satu kebijaksanaan
penting dalam meningkatkan daya saing produk
penting dalam meningkatkan daya saing produk
yang harus memberi kepuasan melebihi atau
yang harus memberi kepuasan melebihi atau
paling tidak sama dengan produk pesaing
paling tidak sama dengan produk pesaing
Mutu produk merupakan salah satu unsur utama Mutu produk merupakan salah satu unsur utama
dalam bauran pemasaran yang dapat
dalam bauran pemasaran yang dapat
meningkatkan volume penjualan dan memperluas
meningkatkan volume penjualan dan memperluas
pangsa pasar
APA ITU MUTU ?
APA ITU MUTU ?
Mutu adalah Mutu adalah kecocokankecocokan penggunaan produk penggunaan produk
(fitness for use) untuk memenuhi kebutuhan dan
(fitness for use) untuk memenuhi kebutuhan dan
kepuasan pelanggan (Juran)
kepuasan pelanggan (Juran)
Mutu adalah conformance to requirement, yaitu Mutu adalah conformance to requirement, yaitu
sesuai dengan yg disyaratkan/distandarkan
sesuai dengan yg disyaratkan/distandarkan. . Standar mutu meliputi bahan baku, proses,
Standar mutu meliputi bahan baku, proses,
produk jadi (Crosby)
produk jadi (Crosby)
Mutu adalah Mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan kesesuaian dengan kebutuhan
pasar/konsumen
MUTU ?
MUTU ?
Mutu adalah
Mutu adalah
kepuasan pelanggan
kepuasan pelanggan
sepenuhnya (
sepenuhnya (
full customer satisfaction
full customer satisfaction
).
).
Suatu produk bermutu apabila dapat
Suatu produk bermutu apabila dapat
memberi kepuasan sepenuhnya kepada
memberi kepuasan sepenuhnya kepada
konsumen (Feigenbaum)
konsumen (Feigenbaum)
Mutu adalah suatu kondisi
Mutu adalah suatu kondisi
dinamis
dinamis
yang
yang
berhubungan dengan produk, manusia,
berhubungan dengan produk, manusia,
proses dan tugas serta lingkungan yang
proses dan tugas serta lingkungan yang
memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
MUTU ?
• Meskipun tidak ada definisi mengenai
mutu yang diterima secara universal,
namun dari kelima definisi di atas
terdapat beberapa persamaan, yaitu
dalam elemen-elemen sebagai berikut:
–
Mutu mencakup usaha memenuhi atau
Mutu mencakup usaha memenuhi atau
melebihi harapan pelanggan
melebihi harapan pelanggan
–
Mutu mencakup produk, tenaga kerja,
Mutu mencakup produk, tenaga kerja,
proses dan lingkungan
proses dan lingkungan
–
Mutu merupakan kondisi yang selalu
Mutu merupakan kondisi yang selalu
berubah
DIMENSI MUTU
DIMENSI MUTU
Performa
Performa
Keistimewaan (
Keistimewaan (
feature
feature
)
)
Keandalan (
Keandalan (
reliability
reliability
)
)
Konformasi (
Konformasi (
conformance
conformance
)
)
Daya tahan (
Daya tahan (
durability
durability
)
)
Kemampuan pelayanan (
Kemampuan pelayanan (
service ability
service ability
)
)
Estetika
Estetika
PERSPEKTIF MUTU
PERSPEKTIF MUTU
Transcendental approach
Transcendental approach
Product-based approach
Product-based approach
User based approach
User based approach
Manufacturing based approach
Manufacturing based approach
Evolusi Mutu
Evolusi Mutu
Budaya Non Mutu
Budaya Non Mutu
Inspeksi Mutu
Inspeksi Mutu
Pengendalian Mutu
Pengendalian Mutu
Jaminan Mutu
Jaminan Mutu
Perkembangan Organisasi
Perkembangan Organisasi
Mekanistik
Mekanistik
Organism
Organism
Culture
Culture
TQM (Total Quality
TQM (Total Quality
Mekanistik
Mekanistik
Sistem Tertutup, batasan antara
Sistem Tertutup, batasan antara
organisasi dan lingkungan jelas,
organisasi dan lingkungan jelas,
Pekerja dianggap sebagai mesin
Pekerja dianggap sebagai mesin
Struktur organisasi, hirarki yang
Struktur organisasi, hirarki yang
vertikal
vertikal
Organism
Organism
Organisasi adalah unit yang berinteraksi
Organisasi adalah unit yang berinteraksi
dengan lingkungannya (sistem terbuka)
dengan lingkungannya (sistem terbuka)
Karyawan diberi kebebasan untuk membuat
Karyawan diberi kebebasan untuk membuat
keputusan yang sesuai dengan situasi yang
keputusan yang sesuai dengan situasi yang
dihadapi, tetapi masih dibatasi.
dihadapi, tetapi masih dibatasi.
Menekankan pada koordinasi dan
Menekankan pada koordinasi dan
rasionalitas organisasi.
rasionalitas organisasi.
Organisasi harus beradaptasi dengan
Organisasi harus beradaptasi dengan
kekuatan
lingkungan-kekuatan lingkungan-
membangun proses
membangun proses
mencari dan belajar
Cultural
Cultural
Organisasi dipandang sebagai kumpulan
Organisasi dipandang sebagai kumpulan
individu-individu
individu-individu
Anggota organisasi didorong secara aktif untuk
Anggota organisasi didorong secara aktif untuk
membentuk harapan pelanggan, membina
membentuk harapan pelanggan, membina
hubungan jangka panjang dengan supliernya
hubungan jangka panjang dengan supliernya
Perkembangan adalah proses dimana individu
Perkembangan adalah proses dimana individu
meningkatkan kemampuan dan keinginan
meningkatkan kemampuan dan keinginan
mereka untuk memuaskan kebutuhan diri dan
mereka untuk memuaskan kebutuhan diri dan
orang lain, yang tidak dapat dilakukan pada
orang lain, yang tidak dapat dilakukan pada
organism.
TQM ; Cara berfikir baru dalam
TQM ; Cara berfikir baru dalam
manajemen organisasi
manajemen organisasi
Suatu cara memperbaiki kinerja total
Suatu cara memperbaiki kinerja total
organisasi dan kualitas
organisasi dan kualitas
Dalam paradigma ini, organisasi
Dalam paradigma ini, organisasi
menjadi;
menjadi;
customer
customer
oriented
oriented
,
,
diorganisasikan berdasarkan proses,
diorganisasikan berdasarkan proses,
dijalankan oleh tim kerja dan
dijalankan oleh tim kerja dan
diarahkan secara harmonis
Perkembangan Manajemen yang Berpengaruh
Perkembangan Manajemen yang Berpengaruh
Terhadap Organisasi
Terhadap Organisasi
Manajemen Generasi Pertama (Pre
Manajemen Generasi Pertama (Pre
Personnel Management) , akhir tahun
Personnel Management) , akhir tahun
1800.
1800.
Manajemen generasi Kedua (Personnel
Manajemen generasi Kedua (Personnel
Management), 1940 – 1950
Lanjutan
Lanjutan
Manajemen Generasi Ketiga (Human
Manajemen Generasi Ketiga (Human
Resources Management), 1960-1970
Resources Management), 1960-1970
Manajemen Generasi Keempat (Strategic
Manajemen Generasi Keempat (Strategic
Human Resources Management), 1980
Human Resources Management), 1980
an
an
Manajemen Generasi Kelima (Brainware
Manajemen Generasi Kelima (Brainware
Management), dekade 1990 an
Manajemen generasi kelima
Manajemen generasi kelima
Manajemen
Manajemen
sedang
sedang
mengalami
mengalami
transformasi yang radikal dengan
transformasi yang radikal dengan
memasuki era manajemen generasi
memasuki era manajemen generasi
kelima
(The
5
kelima
(The
5
ththGeneration
Generation
Management). Manajemen generasi
Management). Manajemen generasi
kelima , merupakan karakteristik
kelima , merupakan karakteristik
terkini fenomena globalisasi yang
terkini fenomena globalisasi yang
menuntut keunggulan organisasi.
Lanjutan
Lanjutan
Terjadi perubahan dari model
Terjadi perubahan dari model
tradisional yang menekankan
tradisional yang menekankan
pada
pada
command and control
command and control
model
model
dan bergeser pada organisasi yang
dan bergeser pada organisasi yang
berorientasi pada kualitas untuk
berorientasi pada kualitas untuk
menghadapi tantangan-tantangan
menghadapi tantangan-tantangan
Lanjutan
Lanjutan
Tantangan persaingan global
Tantangan persaingan global
mengharuskan perusahaan lebih
mengharuskan perusahaan lebih
adaptif dan berupaya
adaptif dan berupaya
mengembangkan kapabilitas
mengembangkan kapabilitas
organisasi sebagai alat
organisasi sebagai alat
kompetitif melalui keunggulan
kompetitif melalui keunggulan
organisasi.
Total Quality Management
Total Quality Management
(TQM)
Salah satu ilmu yang berorientasi pada
Salah satu ilmu yang berorientasi pada
kualitas dan merancang ulang sistem
kualitas dan merancang ulang sistem
organisasi dalam mencapai tujuannya adalah
organisasi dalam mencapai tujuannya adalah
Total Quality Management (TQM).
Total Quality Management (TQM).
TQM
TQM
menandakan terjadinya perubahan
menandakan terjadinya perubahan
paradigma tentang bagaimana menyusun
paradigma tentang bagaimana menyusun
suatu organisasi dan mengelola orang
suatu organisasi dan mengelola orang
didalam organisasi tersebut.
didalam organisasi tersebut.
TQM
TQM
merupakan seperangkat prinsip
merupakan seperangkat prinsip
manajemen yang
manajemen yang
memfokuskan pada
memfokuskan pada
peningkatan kualitas sebagai kekuatan
peningkatan kualitas sebagai kekuatan
pendorong dalam semua bidang fungsional
pendorong dalam semua bidang fungsional
Prinsip-prinsip TQM
Prinsip-prinsip TQM
(a)
(a)
Fokus pada konsumen
Fokus pada konsumen
(b)
(b)
Top manajemen harus mengem-
Top manajemen harus
bangkan kepemimpinan untuk
bangkan kepemimpinan untuk
kualitas
kualitas
(c)
Lanjutan
Lanjutan
(d)
(d) Kualitas adalah Kualitas adalah tanggung jawab seluruhtanggung jawab seluruh
karyawankaryawan pada semua tingkatan organisasi pada semua tingkatan organisasi
(e)
(e) S Semua fungsi organisasi harus memfokuskan emua fungsi organisasi harus memfokuskan pada peningkatan kualitas secara terus menerus
pada peningkatan kualitas secara terus menerus
untuk mencapai tujuan strategis
untuk mencapai tujuan strategis
(f)
(f) Masalah kualitas dipecahkan melalui kerjasama Masalah kualitas dipecahkan melalui kerjasama antara karyawan dan manajemen
Lanjutan
Lanjutan
(g
(g)) Peningkatan kualitas yang terus menerus Peningkatan kualitas yang terus menerus (Continuous improvement)
(Continuous improvement)
(h)
(h) Latihan dan pendidikan bagi semua karyawan Latihan dan pendidikan bagi semua karyawan merupakan dasar untuk meningkatkan kualitas
merupakan dasar untuk meningkatkan kualitas
yang terus menerus.
yang terus menerus.
Peran Manajemen
Peran Manajemen
Banyak Banyak organisasi organisasi secara secara mencolok mencolok
menempatkan tujuan mutu, misalnya “
menempatkan tujuan mutu, misalnya “
Kerjakan hal yang benar
Kerjakan hal yang benar
”, “”, “Kerjakan sejak
Kerjakan sejak
awal secara benar
awal secara benar
” dan ” dan“Puaskanlah
“Puaskanlah
Pelanggan”
Pelanggan”
. . Bila tak seorangpun berangkat kerja dengan Bila tak seorangpun berangkat kerja dengan
rencana untuk membuat kesalahan dan
rencana untuk membuat kesalahan dan
membuat pelanggan marah, mengapa hal itu
membuat pelanggan marah, mengapa hal itu
begitu sering terjadi?
begitu sering terjadi?
JawabannyaJawabannya mungkin eksekutif tidak berhasil mungkin eksekutif tidak berhasil
memfokuskan organisasi.
Lanjutan
Lanjutan
Artinya sebagian besar karyawan mengira
Artinya sebagian besar karyawan mengira
mereka melakukan apa yang diinginkan
mereka melakukan apa yang diinginkan
oleh manajemen untuk dikerjakan.
oleh manajemen untuk dikerjakan.
Tampaknya eksekutif mempunyai masalah
Tampaknya eksekutif mempunyai masalah
mengenai cara mengkomunikasikan secara
mengenai cara mengkomunikasikan secara
effektif apa yang mereka inginkan.
effektif apa yang mereka inginkan.
Komunikasi yang tak effektif dapat terjadi
Komunikasi yang tak effektif dapat terjadi
karena eksekutif tak memiliki visi yang
karena eksekutif tak memiliki visi yang
jelas bagi organisasi.
Lanjutan
Lanjutan
Manajemen tidak dapat mengungkapkan
Manajemen tidak dapat mengungkapkan
apa
yang
mereka
harapkan
dari
apa
yang
mereka
harapkan
dari
karyawannya. Hanya manajemen puncak
karyawannya. Hanya manajemen puncak
yang dapat dan harus menentukan arah.
yang dapat dan harus menentukan arah.
Manajemen harus terlibat sejak awal
Manajemen harus terlibat sejak awal
dalam proses mutu, dimulai dari
dalam proses mutu, dimulai dari
mencanangkan pernyataan visi, misi dan
mencanangkan pernyataan visi, misi dan
nilai organisasi.
Quality sebagai Strategi
Quality sebagai Strategi
Perusahaan global ; Motorolla dan Mc DonaldPerusahaan global ; Motorolla dan Mc Donald
Pendekatan manajemen baru (productivity, Pendekatan manajemen baru (productivity,
Innovation, problem solving, customer
Innovation, problem solving, customer
satisfaction, change)
satisfaction, change)
TQM dan strategi perusahaan (empowerment, TQM dan strategi perusahaan (empowerment,
organizational learning, innovation)
Bagaimana TQM bekerja?
MANFAAT TQM
P E R B A I K A N M U T U P E R B A I K A N M U T U Memperbaiki Posisi persaingan Memperbaiki Posisi persaingan Meningkatkan Pangsa pasar Meningkatkan Pangsa pasar Harga yg Lebih tinggiHarga ygLebih tinggi Meningkatkan penghasilan Meningkatkan penghasilan Mengurangi Biaya operasiMengurangi
Langkah – langkah TQM
1. Komitmen CEO/Pimpinan
2. Diklat untuk Top Management 3. Membentuk Steering Committee
4. Menetapkan visi, misi dan prinsip-prinsip
5. Buat diagram alir proses-proses di perusahaan
6. Fokus pada konsumen eksternal dan lakukan survey 7. Anggap karyawan sebagai pelanggan internal
8. Buat program pelatihan mutu untuk karyawan 9. Bentuk Tim Perbaikan Mutu
Langkah 1 dan 2
Langkah 1 adalah komitmen secara total,
keterlibatan dan leadership dari pimpinan
Langkah 2, adalah pendidikan terhadap Top
Management agar dapat melakukan:
Pelatihan mutu Menyiapkan resources yang diperlukan
Mengembangkan visi, misi, tujuan dan prinsip-prinsip
Aktif sebagai SC
Peran pimpinan menciptakan Budaya
Organisasi
Informasi Kualitas digunakan untuk
perbaikan mutu, bukan untuk menghukum
Wewenang = tanggung jawab
Penghargaan kepada yg berprestasi
Karyawan merasa aman
Iklim kerja yg fair
Peran SC
Review dan evaluasi survey pelanggan
Menentukan proses yang harus diperbaiki
Mengangkat Tim Perbaikan Mutu
Langkah 3 (Visi, Misi)
Kepuasan pelanggan
Meningkatkan keselamatan
Menghilangkan kesalahan dan cacat
Doing thing right at the first time
Perbaikan terus menerus
Langkah 6 (Fokus pada konsumen
eksternal)
Perbaikan didasarkan atas dasar perhatian
konsumen
6 elemen prinsip dari kepuasan pelanggan;
Penyampaian produk dan layanan Prestasi dari produk dan layanan Citra umum perusahaan
Kinerja petugas
Perbandingan antara harga dan nilai dari produk dan
layanan
Langkah 7 (Karyawan sbg pelanggan
internal)
Langkah-langkah untuk proses internal
Inventarisir/daftar pelanggan internal
Pilih 1 atau beberapa pelanggan internal sbg
fokus perhatian dari perbaikan
Tentukan output (produk, layanan, informasi) yg
harus disediakan
Tentukan proses untuk menghasilkan output
Pelajari apa yg diharapkan pelanggan internal
Langkah 8 (Prog. Pelatihan Mutu)
Karyawan yg harus dilatih
Materi
Pelatih
Langkah 9 (Tim Perbaikan Mutu)
Tugas
Identifikasi pelanggan dari suatu proses
Defifinisikan harapan pelanggan
Buat Flowchart dari suatu proses
Identifikasi semua input
Tinjau secara sistematis prosedur yg ada
Kumpulkan data dan analisis
Identifikasi masalah
Tentukan akar masalah
Tentukan potensi penyelesaian masalah
Perkembangan TQM
Perkembangan TQM
Deming
Deming
Bound
Bound
Juran
Juran
Crosby
Crosby
Gootsch & Davids
Gootsch & Davids
Feigenbaum
Feigenbaum
Ishikawa
Ishikawa
Malcolm Baldrige National Quality Award
Malcolm Baldrige National Quality Award
ISO 9000 dan 14000
UNSUR TQM
(Bound)
Strategi nilai pelanggan
(Manfaat yg diperoleh pelanggan: produk dan pelayanan)
Sistem organisasional
(Penyediaan nilai bagi pelanggan: TK, proses, arus informasi, pengambilan keputusan)
Perbaikan kualitas berkelanjutan (diperlukan untuk menghadapi lingkungan yang selalu berubah
UNSUR UTAMA TQM (Gootsch dan Davids)
Fokus pada pelanggan
Pendekatan ilmiah
Perbaikan sistem berkesinambungan Obsesi terhadap mutu
Komitmen jk panjang
Kerja sama tim
Pendidikan & Latihan
Kebebasan terkendali
Kesatuan tujuan
METODE TQM
Metode W.E.Deming
Siklus Deming
Act 4
Plan 1
Do 2 Check
•
Metode Josep M. Juran
Juran’s three basic steps to progress
Mencapai perbaikan terstruktur atas dasar
kesinambungan
Mengadakan program pelatihan secara luas
Membentuk komitmen dan kepemimpinan
•Juran’s ten step to quality improvement
Membentuk kesadaran terhadap kebutuhan akan perbaikan dan
peluang untuk melakukan perbaikan
Menetapkan tujuan perbaikan
Mengorganisasikan ut mencapai tujuan yg telah ditetapkan Menyediakan pelatihan
Melaksanakan proyek-proyek yang ditujukan ut pemecahan masalah Melaporkan perkembangan
Memberikan penghargaan
Mengkomunikasikan hasil-hasil yang dicapai
Menyimpan dan memperhatikan hasil yang dicapai
Memelihara momentum dengan melakukan perbaikan dalam sistem
•
The Juran Trilogy
Perencanaan mutu
Menentukan siapa pelanggan
Identifikasi kebutuhan pelanggan Mengembangkan produk
Mengembangan sistem dan proses
Menyebarkan rencana kepada level operasional
Pengendalian mutu
Menilai kinerja mutu aktual
Membandingkan kinerja dengan tujuan
Bertindak berdasarkan perbedaan kinerja dan tujuan
Perbaikan mutu
Mengembangkan infrastruktur
•
Metode Philip B. Crosby
Dalil Manajemen Mutu
Definisi mutu adalah sama dengan
persyaratan
Sistem mutu adalah pencegahan
Kerusakan nol (
zero defect
) merupakan
standar kinerja yang harus digunakan
Ukuran mutu adalah
price of
-
Crosby’s quality vaccine
Determinasi : Sikap manajemen ut tidak
menerima proses, produk, jasa yg tidak
memenuhi persyaratan, seperti
reject,
scrap, wrong shipment
Pendidikan
Penyiapan vaksinasi
IntegritasIntegritas
Sistem
Sistem
Komunikasi
Komunikasi
Operasi
Operasi
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-43
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Tools for TQM
Tools for TQM
Quality Function Deployment
Quality Function Deployment
–
House of Quality
House of Quality
Pareto charts
Pareto charts
Process charts
Process charts
Cause-and-effect diagrams
Cause-and-effect diagrams
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-44
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Quality Function Deployment
Quality Function Deployment
(QFD)
(QFD)
Determines what will satisfy the
Determines what will satisfy the
customer
customer
Translates those customer desires
Translates those customer desires
into the target design
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-45
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Quality Function Deployment
Quality Function Deployment
Product design process using
Product design process using
cross-functional teams
cross-functional teams
– Marketing, engineering, manufacturingMarketing, engineering, manufacturing
Translates customer preferences into
Translates customer preferences into
specific product characteristics
specific product characteristics
Involves creating 4 tabular ‘Matrices’ or
Involves creating 4 tabular ‘Matrices’ or
‘Houses’
‘Houses’
– Breakdown product design into increasing Breakdown product design into increasing
levels of detail
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-46
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
To Build House of Quality
To Build House of Quality
Identify customer
Identify customer
wants
wants
Identify
Identify
how
how
the good/service will satisfy
the good/service will satisfy
customer wants
customer wants
.
.
Relate the customer’s
Relate the customer’s
wants
wants
to the
to the
product’s
product’s
how
how
s
s
.
.
Identify relationships between the firm’s
Identify relationships between the firm’s
how
how
s
s
.
.
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-47
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
House of Quality Sequence
House of Quality Sequence
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-48
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
You’ve been
You’ve been
assigned
assigned
temporarily to a
temporarily to a
QFD team. The goal
QFD team. The goal
of the team is to
of the team is to
develop a new
develop a new
camera design.
camera design.
Build a House of
Build a House of
Quality.
Quality.
© 1984-1994 T/Maker Co.
House of Quality Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-49
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
High relationship Medium relationship Low Relationship
Customer Requirements
Customer Importance
Target Values
House of Quality Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-50
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
House of Quality Example
House of Quality Example
High relationship Medium relationship Low Relationship
Customer Requirements
Customer Importance
Target Values Light weight Easy to use Reliable
What the customer desires (‘wall’)
Aluminum Parts
Auto Focus
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-51
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
House of Quality Example
House of Quality Example
High relationship Medium relationship Low Relationship
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-52
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
House of Quality Example
House of Quality Example
High relationship Medium relationship Low Relationship
Customer Requirements Customer Importance Target Values Light weight Easy to use Reliable Aluminum Parts Auto Focus Auto Exposure
3
2
1
Relationship between customer attributes &Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-53
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
House of Quality Example
House of Quality Example
High relationship Medium relationship Low Relationship
Customer Requirements Customer Importance Target Values Light weight Easy to use Reliable Aluminum Parts Auto Focus Auto Exposure
3
2
1
5
1
1
Target values for engineering characteristics (‘basement’);
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-54
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
House of Quality Example
House of Quality Example
High relationship Medium relationship Low Relationship
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-62
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Pareto Analysis of Wine Glass
Pareto Analysis of Wine Glass
Defects
Defects
54 12 5 4 2 0 10 20 30 40 50 60 70Scratche s Porosity Nicks Contamination Misc
Causes, by percent of total defects
F
re
qu
en
cy
(
nu
m
be
r)
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-63
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Shows sequence of events in process
Shows sequence of events in process
Depicts activity relationships
Depicts activity relationships
Has many uses
Has many uses
–
Identify data collection points
Identify data collection points
–Find problem sources
Find problem sources
–
Identify places for improvement
Identify places for improvement
–
Identify where travel distances can be
Identify where travel distances can be
reduced
reduced
Process Chart
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-64
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
SUBJECT: Request tool purchase
Dist (ft) Time (min) Symbol Description
D Write order On desk
75 D
To buyer
D Examine
¡ = Operation;
ð
= Transport; o = Inspect; D = Delay; Ñ = StorageProcess Chart Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-65
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Used to find problem sources/solutionsUsed to find problem sources/solutions Other namesOther names
– Fish-bone diagram, Ishikawa diagramFish-bone diagram, Ishikawa diagram
StepsSteps
– Identify problem to correctIdentify problem to correct
– Draw main causes for problem as ‘bones’Draw main causes for problem as ‘bones’ – Ask ‘What could have caused problems in Ask ‘What could have caused problems in
these areas?’ Repeat for each sub-area.
these areas?’ Repeat for each sub-area.
Cause and Effect Diagram
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-66
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Too many defects Too many
defects
Problem
Cause and Effect Diagram
Cause and Effect Diagram
Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-67
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Method Manpower
Material Machinery
Too many defects Too many
defects
Main Cause Main Cause
Cause and Effect Diagram
Cause and Effect Diagram
Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-68
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Method Manpower Material Machinery Drill Drill Drill Drill Over Over Over Over Time Time Time Time Steel SteelSteel Steel Wood Wood Wood Wood Lathe Lathe Lathe Lathe Too many defects Too many defects Sub-Cause
Cause and Effect Diagram
Cause and Effect Diagram
Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-69
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Method Manpower Material Machinery Drill Drill Drill Drill Over Over Over Over Time Time Time Time Steel Steel Steel Steel Wood Wood Wood Wood Lathe Lathe Lathe Lathe Too many defects Too many defects Tired Tired Tired Tired Old Old Old Old Slow Slow Slow Slow
Cause and Effect Diagram
Cause and Effect Diagram
Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-70
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Uses statistics & control charts to tell when to Uses statistics & control charts to tell when to
adjust process
adjust process
Developed by Shewhart in 1920’sDeveloped by Shewhart in 1920’s InvolvesInvolves
– Creating standards (upper & lower limits)Creating standards (upper & lower limits) – Measuring sample output (e.g. mean wgt.)Measuring sample output (e.g. mean wgt.) – Taking corrective action (if necessary)Taking corrective action (if necessary)
Done while product is being producedDone while product is being produced
Statistical Process Control (SPC)
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-71
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Produce Good Provide Service
Stop Process
Yes No
Assign. Causes? Take Sample
Inspect Sample
Find Out Why Create
Control Chart Start
Statistical Process Control
Statistical Process Control
Steps
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-72
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
UCL
UCL
LCL
LCL
Control Chart Example
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-73
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Involves examining items to see if an item is Involves examining items to see if an item is
good or defective
good or defective
Detect a defective productDetect a defective product
– Does not correct deficiencies in process or Does not correct deficiencies in process or
product
product
IssuesIssues
– When to inspectWhen to inspect
– Where in process to inspectWhere in process to inspect
Inspection
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-74
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
When and Where to Inspect
When and Where to Inspect
At the supplier’s plant while the supplier is At the supplier’s plant while the supplier is
producing
producing
At your plant upon receipt of goods from the At your plant upon receipt of goods from the
supplier
supplier
Before costly or irreversible processesBefore costly or irreversible processes
During the step-by-step production processesDuring the step-by-step production processes When production is completeWhen production is complete
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-75
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Bank
Bank Teller stationTeller station Speed, courtesySpeed, courtesy Checking
Checking AccuracyAccuracy Store
Store StockroomsStockrooms Stock rotationStock rotation Display areas
Display areas AttractivenessAttractiveness Counters
Counters Courtesy, Courtesy, knowledge
knowledge
Business
Business
Where
Where
Variable
Variable
When and Where to Inspect
When and Where to Inspect
in Services
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-76
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Service quality is more difficult to measure than Service quality is more difficult to measure than
for goods
for goods
Service quality perceptions depend on Service quality perceptions depend on
– Expectations vs. realityExpectations vs. reality – Process & outcomeProcess & outcome
Types of service qualityTypes of service quality
– Normal: Routine service deliveryNormal: Routine service delivery
– Exceptional: How problems are handledExceptional: How problems are handled
TQM In Services
Transparency Masters to accompany Operations
Management, 5E (Heizer & Render) 4-77
© 1998 by Prentice Hall, Inc. A Simon & Schuster Company Upper Saddle River, N.J. 07458
Under-standing
Tangibles
Reliability
Communication
Credibility
Security
Responsiveness
Competence
Courtesy
Access
© 1995 Corel Corp.
Service Quality Attributes
Pengendalian Mutu Statistik ( SQC )
Pengendalian Mutu Statistik ( SQC )
Pengendalian mutu dengan menggunakan
Pengendalian mutu dengan menggunakan
metode statistik, dalam memeriksa sampel/
metode statistik, dalam memeriksa sampel/
pengujian mutu, untuk mengetahui adanya
pengujian mutu, untuk mengetahui adanya
variasi, sebab-akibat, untuk mempertahankan
variasi, sebab-akibat, untuk mempertahankan
konsistensi dan melakukan perbaikan.
konsistensi dan melakukan perbaikan.
Alat – alat kendali mutu statistik:
Alat – alat kendali mutu statistik:
Sumbang-
Sumbang-saran, Diagram afinitas, Diagram
saran, Diagram afinitas, Diagram
Sebab-Akibat, Diagram Pohon, Bagan Pareto, Bagan
Akibat, Diagram Pohon, Bagan Pareto, Bagan
Arus Berurutan, Bagan Arus Proses, Diagram
Arus Berurutan, Bagan Arus Proses, Diagram
Tebar, Run Chart, Peta Kendali dan Histogram.
Histogram
Histogram
Pengertian dan Tujuan
Pengertian dan Tujuan
Histogram
Histogram
adalah bagan batang jenis
adalah bagan batang jenis
khusus yang dapat digunakan untuk
khusus yang dapat digunakan untuk
Menyampaikan informasi mengenai
Menyampaikan informasi mengenai
variasi dalam suatu proses
variasi dalam suatu proses
Mengambil keputusan dengan
Mengambil keputusan dengan
memusatkan perhatian pada upaya
memusatkan perhatian pada upaya
perbaikan
Cara Membuat Histogram
Cara Membuat Histogram
Kumpulkan data dan tabulasikanKumpulkan data dan tabulasikan
Hitung datanya, misal N = 100 Hitung datanya, misal N = 100
Bagilah data ke dalam group, misal 10 group Bagilah data ke dalam group, misal 10 group
Catat nilai paling tinggi dalam setiap group Sebagai Catat nilai paling tinggi dalam setiap group Sebagai XL dan nilai yang paling kecil sebagai XS. Kemudian XL dan nilai yang paling kecil sebagai XS. Kemudian catat XL dari kesemua itu. Diperoleh XL = 3,68 dan catat XL dari kesemua itu. Diperoleh XL = 3,68 dan XS = 3,30
Tebalnya batang logam (dalam mm)
Tebalnya batang logam (dalam mm)
Data
Data xxLL xxSS
3.56
3.56 3.463.46 3.483.48 3.53.5 3.423.42 3.433.43 3.523.52 3.493.49 3.443.44 3.53.5 3.563.56 3.423.42 3.48
3.48 3.563.56 3.53.5 3.523.52 3.473.47 3.483.48 3.463.46 3.53.5 3.563.56 3.383.38 3.41
3.41 3.373.37 3.473.47 3.493.49 3.453.45 3.443.44 3.53.5 3.493.49 3.463.46 3.463.46 3.55
3.55 3.523.52 3.443.44 3.53.5 3.453.45 3.443.44 3.483.48 3.463.46 3.523.52 3.463.46 3.48
3.48 3.483.48 3.323.32 3.43.4 3.523.52 3.343.34 3.463.46 3.433.43 3.33.3 3.463.46 3.59
3.59 3.633.63 3.593.59 3.473.47 3.383.38 3.523.52 3.453.45 3.483.48 3.313.31 3.463.46 3.4
3.4 3.543.54 3.463.46 3.513.51 3.483.48 3.53.5 3.683.68 3.63.6 3.463.46 3.523.52 3.48
3.48 3.53.5 3.563.56 3.53.5 3.523.52 3.463.46 3.483.48 3.463.46 3.523.52 3.563.56 3.52
3.52 3.483.48 3.463.46 3.453.45 3.463.46 3.543.54 3.543.54 3.483.48 3.493.49 3.413.41 3.41
2. Hitung kisaran dan lebar interval
2. Hitung kisaran dan lebar interval
Tentukan range ( R ), R = XL – XS = 0,38
Tentukan range ( R ), R = XL – XS = 0,38
Tentukan jumlah kelas (K), misal K = 10
Tentukan jumlah kelas (K), misal K = 10
Tentukan interval kelas
Tentukan interval kelas
h =
h =
XL – XS
XL – XS
=
=
0,38
0,38
= 0,038 0,04
= 0,038 0,04
K 10
K 10
untuk memudahan dibulatkan jadi 0,5
untuk memudahan dibulatkan jadi 0,5
Tentukan batas –batas kelas
Tentukan batas –batas kelas
Buat garis horizontal dan vertikal
Buat garis horizontal dan vertikal
Petakan data
Kekerapan
Kekerapan
No kelas
No kelas Batas-batas Batas-batas kelaskelas Nilai tengahNilai tengah KekerapanKekerapan
1
1 3.275-3.3253.275-3.325 3.33.3 33 2
2 3.325-3.3753.325-3.375 3.353.35 33 3
3 3.375-3.4253.375-3.425 3.43.4 99 4
4 3.425-3.4753.425-3.475 3.453.45 3232 5
5 3.475-3.5253.475-3.525 3.53.5 3838 6
6 3.525-3.5753.525-3.575 3.553.55 1010 7
7 3.575-3.6253.575-3.625 3.63.6 33 8
8 3.625-3.6753.625-3.675 3.653.65 11 9
9 3.675-3.7253.675-3.725 3.73.7 11
Diagram Pareto
Diagram Pareto
Pengertian dan Tujuan
Pengertian dan Tujuan
Diagram Pareto merupakan grafik batang
Diagram Pareto merupakan grafik batang
khusus yang dapat digunakan sebagai alat
khusus yang dapat digunakan sebagai alat
interpretasi dalam :
interpretasi dalam :
Menentukan frekuensi atau tingkat
Menentukan frekuensi atau tingkat
kepentingan relatif dari berbagai
kepentingan relatif dari berbagai
persoalan atau sebab
persoalan atau sebab
Memfokuskan pada pokok persoalan
Memfokuskan pada pokok persoalan
vital dengan cara mengurutkan
vital dengan cara mengurutkan
Cara Membuat Diagram Pareto
Cara Membuat Diagram Pareto
1.Mengidentifikasi kategori
1.Mengidentifikasi kategori
masalah/sebab yang akan
masalah/sebab yang akan
dibandingkan
dibandingkan
2.Tentukan periode waktu untuk
2.Tentukan periode waktu untuk
dipelajari
dipelajari
3.Mengumpulkan dan meringkas data
3.Mengumpulkan dan meringkas data
4.Menggambar sumbu horizontal dan
4.Menggambar sumbu horizontal dan
vertikal
vertikal
5.Memetakan batang – batang Diagram
5.Memetakan batang – batang Diagram
Pareto
Daftar
Daftar
Kesalahan
Kesalahan
Kode
Kode Unsur RusakUnsur Rusak KerusakanKerusakanJumlah Jumlah
Jumlah
Jumlah
Kumulatif
Kumulatif
Kerusakan
Kerusakan PersentasePersentase
Jumlah Jumlah presentase presentase Kumulatif Kumulatif Kerusakan Kerusakan 1
1 MendempulMendempul 198198 198198 47.6047.60 47.647.6
2
2 MemasangMemasang 103103 301301 24.7624.76 72.3672.36
3
3 MenyambungMenyambung 7272 373373 17.3117.31 89.6689.66
4
4 Putaran tidak sempurnaPutaran tidak sempurna 2525 396396 6.016.01 95.6795.67
5
5 MelubangiMelubangi 1818 414414 4.334.33 100.00100.00
Diagram Sebab Akibat
Diagram Sebab Akibat
Pengertian dan Tujuan
Pengertian dan Tujuan
Diagram Sebab-Akibat merupakan
Diagram Sebab-Akibat merupakan
alat analisa yang dapat digunakan
alat analisa yang dapat digunakan
untuk:
untuk:
Mengkategorikan berbagai sebab
Mengkategorikan berbagai sebab
potensial dari suatu masalah
potensial dari suatu masalah
Menganalisis apa yang sesungguhnya
Menganalisis apa yang sesungguhnya
Cara Membuat Diagram Sebab-Akibat
Cara Membuat Diagram Sebab-Akibat
1.Mengidentifikasi akibat
1.Mengidentifikasi akibat
2.Mengidentifikasi berbagai kategori sebab
2.Mengidentifikasi berbagai kategori sebab
utama
utama
3.Menghubungkan sebab-sebab potensial
3.Menghubungkan sebab-sebab potensial
yang berhubungan dengan sebab utama
yang berhubungan dengan sebab utama
4.Mengkaji kembali setiap kategori sebab
4.Mengkaji kembali setiap kategori sebab
utama
utama
5.Menetapkan sebab-sebab yang paling
5.Menetapkan sebab-sebab yang paling
mungkin
Diagram Sebab-Akibat
Diagram Sebab-Akibat
Lap.Akhir Bulan Terlambat Prosedur
Manusia Kebijakan
Sistem Tempat
Tdk ada Protap
Rumit
Ketinggalan Zaman
Tdk mengikuti Prosedur
Bagan Kendali
Bagan Kendali
Pengertian dan Tujuan
Pengertian dan Tujuan
Peta Kendali merupakan grafik jenis
Peta Kendali merupakan grafik jenis
khusus yang dapat digunakan untuk :
khusus yang dapat digunakan untuk :
Menginterpretasikan data suatu proses
Menginterpretasikan data suatu proses
dengan cara membuat gambar
dengan cara membuat gambar
batasan-batasan variasi yang diperbolehkan
batasan variasi yang diperbolehkan
Secara objektif menentukan apakah
Secara objektif menentukan apakah
suatu proses ada “dalam kendali” atau
suatu proses ada “dalam kendali” atau
“di luar kendali”
Cara Membuat Bagan Kendali
Cara Membuat Bagan Kendali
1.
1. Menentukan apa yang diukurMenentukan apa yang diukur 2.
2. Mengumpulkan dataMengumpulkan data 3.
3. Memetakan dataMemetakan data 4.
4. Menghitung batas – batas kendaliMenghitung batas – batas kendali
Macam – macam Bagan Kendali
Macam – macam Bagan Kendali
BAGAN KENDALI X
BAGAN KENDALI X
UCL = 13,69
CL = 12,93
LCL = 12,16
BIAYA MUTU
BIAYA MUTU
BIAYA MUTU
Biaya mutu adalah biaya-biaya yang
Biaya mutu adalah biaya-biaya yang
diperlukan untuk menghasilkan produk yang
diperlukan untuk menghasilkan produk yang
bermutu dan biaya-biaya yang timbul
bermutu dan biaya-biaya yang timbul
sebagai akibat produk tidak bermutu. Jadi
sebagai akibat produk tidak bermutu. Jadi
biaya mutu adalah biaya yang berhubungan
biaya mutu adalah biaya yang berhubungan
dengan penciptaan mutu, pengidentifikasian
dengan penciptaan mutu, pengidentifikasian
mutu, perbaikan mutu dan pencegahan
mutu, perbaikan mutu dan pencegahan
produk tidak memenuhi mutu
Biaya mutu dapat digolongkan menjadi
Biaya mutu dapat digolongkan menjadi
empat golongan, yaitu:
empat golongan, yaitu:
1.
1.
Biaya pencegahan (prevention cost)
Biaya pencegahan (prevention cost)
Biaya untuk meninjau produk baruBiaya untuk meninjau produk baru Biaya perencanaan mutuBiaya perencanaan mutu
Biaya pelatihan untuk memelihara Biaya pelatihan untuk memelihara
performa mutu
performa mutu
Biaya audit mutuBiaya audit mutu
Biaya pengendalian prosesBiaya pengendalian proses
Biaya untuk mengoperasikan sistem data Biaya untuk mengoperasikan sistem data
mutu
mutu
2. Biaya kegagalan internal
2. Biaya kegagalan internal
ReworkRework
Pengujian kembaliPengujian kembali Penghentian operasiPenghentian operasi Bahan sisaBahan sisa
Penghasilan yang hilangPenghasilan yang hilang
Lembur akibat kerusakan produkLembur akibat kerusakan produk
3. Biaya Penelaahan mutu
3. Biaya Penelaahan mutu
Biaya inspeksiBiaya inspeksi Biaya pengujianBiaya pengujian Perbaikan alat ujiPerbaikan alat uji
4. Biaya kegagalan eksternal
4. Biaya kegagalan eksternal
Complaint adjustmentComplaint adjustmentBUDAYA MUTU
APA BUDAYA
APA BUDAYA
MUTU ITU ?
MUTU ITU ?
Budaya mutu adalah sistem nilai organisasi
Budaya mutu adalah sistem nilai organisasi
yang menciptakan lingkungan yang kondusif
yang menciptakan lingkungan yang kondusif
untuk keberlangsungan perbaikan mutu
untuk keberlangsungan perbaikan mutu
yang berkesinambungan. Budaya mutu
yang berkesinambungan. Budaya mutu
terdiri dari nilai – nilai, tradisi, prosedur dan
terdiri dari nilai – nilai, tradisi, prosedur dan
harapan tentang promosi mutu
APA TUJUAN BUDAYA MUTU ?
APA TUJUAN BUDAYA MUTU ?
Membentuk suatu lingkungan organisasi
Membentuk suatu lingkungan organisasi
yang memiliki sistem nilai, tradisi, dan
yang memiliki sistem nilai, tradisi, dan
aturan – aturan yang mendukung untuk
aturan – aturan yang mendukung untuk
mencapai perbaikan mutu secara terus
mencapai perbaikan mutu secara terus
menerus
KARAKTERISTIK ORGANISASI
KARAKTERISTIK ORGANISASI
YANG MEMILIKI BUDAYA MUTU
YANG MEMILIKI BUDAYA MUTU
Berorientasi terhadap kepuasan konsumenBerorientasi terhadap kepuasan konsumen Obsesi terhadap perbaikan terus menerusObsesi terhadap perbaikan terus menerus
Keinginan yang tulus akan masukan dan umpan balikKeinginan yang tulus akan masukan dan umpan balik Pendekatan kerja tim terhadap masalah dan prosesPendekatan kerja tim terhadap masalah dan proses Kemitraan internal yang saling mendukungKemitraan internal yang saling mendukung
Rekan kerja dipandang sebagai konsumen internalRekan kerja dipandang sebagai konsumen internal Pelibatan dan pemberian wewenang karyawan Pelibatan dan pemberian wewenang karyawan
secara luas
secara luas
Pendidikan dan pelatihan disediakan untuk karyawan Pendidikan dan pelatihan disediakan untuk karyawan
pada semua level
pada semua level
KONVERSI
KONVERSI
BUDAYA MUTU
BUDAYA MUTU
( GOETCH & DAVIS )
( GOETCH & DAVIS )
Identifikasi kebutuhan perubahanIdentifikasi kebutuhan perubahan
Menuangkan perubahan yang direncanakan Menuangkan perubahan yang direncanakan
secara tertulis
secara tertulis
Mengembangkan rencana untuk perubahanMengembangkan rencana untuk perubahan
Memahami proses transisi emosiMemahami proses transisi emosi
Identifikasi orang-orang kunci dan membujuk Identifikasi orang-orang kunci dan membujuk
mereka untuk mendukung perubahan
mereka untuk mendukung perubahan
Gunakan pendekatan akal dan dari hati ke hatiGunakan pendekatan akal dan dari hati ke hati
Lakukan perubahan dengan “mesra”Lakukan perubahan dengan “mesra”
GUGUS KENDALI MUTU
APAKAH GKM ITU ?
APAKAH GKM ITU ?
GKM adalah kelompok – kelompok kecil karyawan
GKM adalah kelompok – kelompok kecil karyawan
(4 – 8 orang) yang melakukan kegiatan
(4 – 8 orang) yang melakukan kegiatan
pengendalian dan peningkatan mutu secara
pengendalian dan peningkatan mutu secara
teratur, sukarela dan berkesinambungan dalam
teratur, sukarela dan berkesinambungan dalam
bidang–bidang pekerjaannya dengan menerapkan
bidang–bidang pekerjaannya dengan menerapkan
prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengendalian mutu
prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengendalian mutu
Ciri – ciri GKM
Ciri – ciri GKM
Bertujuan untuk melakukan perbaikanBertujuan untuk melakukan perbaikan Keanggotaan sukarelaKeanggotaan sukarela
Jumlah anggota 4 – 8 orangJumlah anggota 4 – 8 orang
Melakukan pertemuan di luar jam kerjaMelakukan pertemuan di luar jam kerja
Menghasilkan risalah GKM dengan konsep PDCAMenghasilkan risalah GKM dengan konsep PDCA
Pemecahan masalah dimulai dengan data dan diakhiri Pemecahan masalah dimulai dengan data dan diakhiri
dengan data
dengan data
MAKSUD GKM
MAKSUD GKM
Memberikan saran perbaikan dan Memberikan saran perbaikan dan
pengembangan perusahaan
pengembangan perusahaan
Menghargai harkat manusiaMenghargai harkat manusia
Memperlihatkan kemampuan pribadi sebagai Memperlihatkan kemampuan pribadi sebagai
manusia seutuhnya
manusia seutuhnya
Menciptakan suasana kerja yang bergairah dan Menciptakan suasana kerja yang bergairah dan
terarah
TUJUAN GKM
TUJUAN GKM
Terciptanya suasana kerja yang kondusifTerciptanya suasana kerja yang kondusif
Terciptanya peningkatan pengembangan diri Terciptanya peningkatan pengembangan diri
dan kelompok
dan kelompok
Terselenggaranya hubungan kerja yang Terselenggaranya hubungan kerja yang
harmonis
harmonis
Terbinanya kemampuan kerja yang lebih positif Terbinanya kemampuan kerja yang lebih positif
dan konkrit
MANFAAT GKM
MANFAAT GKM
Membiasakan berbicara dengan data dan sistematisMembiasakan berbicara dengan data dan sistematis
Melaksanakan pengendalian PDCAMelaksanakan pengendalian PDCA
Merangsang membiasakan diri untuk berbicara, Merangsang membiasakan diri untuk berbicara,
mengemukakan pendapat
mengemukakan pendapat
Melatih diri untuk bersikap terbuka dan tidak Melatih diri untuk bersikap terbuka dan tidak
memaksakan kehendak
memaksakan kehendak
Mebiasakan diri untuk bersikap sadar akan waktu, Mebiasakan diri untuk bersikap sadar akan waktu,
biaya serta mutu
biaya serta mutu
Melatih diri untuk berinisiatif, kreatif, serta proaktifMelatih diri untuk berinisiatif, kreatif, serta proaktif
Menghayati dan melaksanakan konsep marketMenghayati dan melaksanakan konsep market
Merasa dirinya berada dalam suatu kesatuan sistem Merasa dirinya berada dalam suatu kesatuan sistem
total
KUNCI KEBERHASILAN GKM
KUNCI KEBERHASILAN GKM
Komitmen pimpinan
Komitmen pimpinan
Pembinaan
Pembinaan
Apresiasi
Apresiasi
Partisipasi
Partisipasi
LANGKAH – LANGKAH GKM
LANGKAH – LANGKAH GKM
1.
1.
Menentukan tema dan judul
Menentukan tema dan judul
2.
2.
Mencari penyebab masalah
Mencari penyebab masalah
3.
3.
Menentukan penyebab dominan
Menentukan penyebab dominan
4.
4.
Membuat rencana perbaikan dan
Membuat rencana perbaikan dan
melaksanakan perbaikan
melaksanakan perbaikan
5.
5.
Meneliti hasil
Meneliti hasil
6.
6.
Standardisasi
Standardisasi
7.
CONTOH MASALAH YANG DIPECAHKAN
CONTOH MASALAH YANG DIPECAHKAN
GKM
GKM
Penurunan waktu proses
Penurunan waktu proses
Peningkatan mutu produk
Peningkatan mutu produk
Penyederhanaan proses
Penyederhanaan proses
Peningkatan produktivitas
Peningkatan produktivitas
Penurunan scrap
Penurunan scrap
Penurunan pengerjaan ulang
Penurunan pengerjaan ulang
Penurunan biaya
Penurunan biaya
STRUKTUR ORGANISASI GKM
STRUKTUR ORGANISASI GKM
Anggota berjumlah 4 – 8 orangAnggota berjumlah 4 – 8 orang
Berasal dari bidang/unit kerja yang samaBerasal dari bidang/unit kerja yang sama
Terdiri dari seorang ketua dan sisanya anggotaTerdiri dari seorang ketua dan sisanya anggota Ketua bertindak sebagai koordinator saja, dalam Ketua bertindak sebagai koordinator saja, dalam
peran