• Tidak ada hasil yang ditemukan

YOLANDA FRANSISKA 21020110120083 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "YOLANDA FRANSISKA 21020110120083 BAB IV"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA ISTANO BASA

PAGARUYUNG

[TYPE THE DOCUMENT TITLE] 56 BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

4.1.Kesimpulan

Dengan melihat uraian yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kabupaten Tanah Datar memiliki banyak objek pariwisata yang sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut dapat memberi prospek yang baik pada masa yang akan datang khususnya dalam bidang bisnis.

2. Wisatawan domestik yang mengunjungi objek wisata terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun tetapi tidak dampingi dengan fasilitas dan akomodasi yang memadai karena jumlah hotel khususnya hotel resort tidak mengalami pertumbuhan. Maka untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan hotel resort yang dapat mengakomodasi objek wisata.

3. Perencanaan dan perancangan hotel resort memanfaatkan potensi cagar budaya, alam dan pemperhatikan pengunjung (baik yang normal maupun yang mempunyai keterbatasan mobilitas dan fisik) serta arahan strategi dan kebijakan pemerintah tentang tata ruang.

4. Istano Basa Pagaruyung dan tempat wisata disekitarnya mengalami pengembangan yang cukup signifikan sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengembangan dengan sarana penunjang sampai bidang perhotelan dengan pemandangan alam sebagai daya tarik

pengunjung.

4.2.Batasan

Batasan-batasan pembahasan pada perencanaan dan perancangan Hotel Resort di Kawasan Wisata Istano Basa Pagaruyung dengan Konsep Arsitektur Neo Vernakular ini adalah sebagai berikut :

1. Lokasi berada di Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

2. Peraturan bangunan dan penentuan lokasi yg digunakan mengacu pada peraturan daerah setempat yang tercantum dalam Rencana Detail Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tegal

3. Sasaran hotel resort di kawasan wisata Istano Basa Pagaruyung adalah wisatawan lokal

dan mancanegara

4. Perhitungan prediksi kapasitas pengunjung adalah sampai dengan 10 tahun mendatang. 5. Perencanaan hotel resort menitikberatkan pada ilmu arsitektur. Pembahasan diluar

bidang tersebut sejauh masih sebagai faktor yang mendasari dan berkaitan dengan pertimbangan faktor perencanaan dilakukan dengan pendekatan logika dan asumsi tanpa pembuktian mendalam.

6. Pemilihan lokasi dan tapak berdasarkan pada potensi yang ada dan arah pengembangan kota dan kebijakan Pemerintah Daerah sesuai dengan Revisi RTRW.

(2)

HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA ISTANO BASA

PAGARUYUNG

[TYPE THE DOCUMENT TITLE] 57 8. Titik berat perencanaan dan perancangan adalah pada masalah-masalah arsitektural,

dengan demikian permasalahan di bidang sosial, ekonomi, politik, dan di bidang lain di luar bidang arsitektur tidak akan dibahas.

4.3.Anggapan

Pada penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan arsitektur diperlukan adanya suatu anggapan, yaitu:

1. Lokasi perencanaan dan perancangaan termasuk dalam jalur wisata yang telah ada

2. Lahan untuk hotel resort di Kabupaten Tanah Datar ini dianggap tidak ada masalah. 3. Data yang digunakan dalam perencanaan hotel ini dianggap telah memenuhi persyaratan

perencanaan sampai dengan tahun 2022, termasuk perhitungan kamar.

4. Penyediaan lahan dianggap tersedia sesuai kebutuhan dengan tidak terdapat permasalahan yang menyangkut pembebasan tanah dan sebagainya

5. Tapak terpilih dianggap telah memenuhi syarat dan siap digunakan sesuai dengan

batas-batas yang ada. Tapak dalam kondisi siap diolah atau dibangun

6. Situasi, kondisi, dan daya dukung tanah kawasan yang digunakan termasuk jaringan utilitas serta sarana infrastruktur yang lain dianggap siap untuk mengantisipasi pengembangan hotel resort di kawasan wisata Istano Basa Pagaruyung

7. Keadaan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang mungkin berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung dianggap telah diatasi dengan baik.

Referensi

Dokumen terkait

d) Tersedianya Sarana dan Prasarana : Server Data, Jaringan M- PLIK melalui VSAT dan modem GPRS, Infrastruktur jaringan Pemerintah Provinsi Riau (Jaringan Fiber Optik

Dalam penataan kawasan wisata Goa Kreo, fasilitas sarana. dan prasarana yang

 Tersedia sarana, prasarana, serta jaringan utilitas dan infrastruktur kota yang memadai, seperti : jaringan listrik, telepon, air bersih dan drainase kota yang cukup baik,

Terbatasnya jumlah dan kualitas infrastruktur khususnya jalan, yang menghambat pengembangan usaha dan pelayanan publik serta mengganggu daya dukung jaringan jalan

Kawasan permukiman harus dilengkapi dengan sistem utilitas lingkungan, antara lain, alat dan sistem alarm kebakaran, alat pemadam kebakaran, jaringan –jaringan air bersih,

Beberapa kendala dalam upaya peningkatan investasi di Provinsi Jambi, antara lain: belum efisien dan efektifnya birokrasi, Lemahnya daya dukung infrastruktur, masih

Perencanaan dan perancangan program Hotel Resort di Kawasan Wisata Istano Basa Pagaruyung sebagai sebuah hotel resort yang terletak di daerah wisata yang dapat

3) pemanfaatan RDB bersifat kewilayahan dan/atau hanya melintasi kawasan lindung, seperti jaringan utilitas wilayah dan jaringan transportasi wilayah dan khusus pada