• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual terhadap Konsumsi Energi Populasi Risiko Sindrom Metabolik di Wilayah Kerja Puskesmas Turi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual terhadap Konsumsi Energi Populasi Risiko Sindrom Metabolik di Wilayah Kerja Puskesmas Turi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Karakteristik Responden Populasi Risiko Tinggi Sindrom Metabolik   di Wilayah Kerja Puskesmas Turi 2017 (n=80)
Tabel 2. Perbandingan Pre dan Post-test Asupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Serat dan Kolesterol  pada Kelompok Kontrol dan Perlakuan di Wilayah Kerja Puskesmas Turi 2017(n=80)

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 18 menunjukkan bahwa ibu hamil yang mempunyai tingkat konsumsi protein defisit berat cenderung mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) yaitu sebesar 72,7%

Berdasarkan hasil analisis diperoleh tidak terdapat perbedaan karakteristik; tingkat konsumsi energi; tingkat konsumsi karbohidrat; tingkat konsumsi lemak; keluhan

Tidak terdapat hubungan antara usia, konsumsi air, kebiasaan minum kopi, konsumsi energi, karbohidrat, protein, lemak, purin, status gizi, aktivitas fisik dan kebiasaan olahraga

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan vitamin D, kalsium, energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan aktivitas

Kadar trigiliserida berhubungan secara signifikan dengan pola makan, walaupun demikian, konsumsi yang baik pada nilai kesehatan makanan lebih banyak dibandingkan

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan konsumsi zat gizi yang meliputi energi, karbohidrat, lemak, protein, zat besi, vitamin A, dan seng, status gizi

Tingkat konsumsi zat gizi makro Berdasarkan hasil pengumpulan data tingkat konsumsi zat gizi makro energi, protein, lemak, dan karbohidrat pada sampel, diperoleh hasil yaitu rata-rata

KESIMPULAN Terdapat hubungan diantara tingkat konsumsi makan energi, lemak dan karbohidrat terhadap status gizi, akan tetapi diantara tingkat konsumsi protein dan aktivitas fisik