R/373.AGA/5.2/2011
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan See the Accompanying Notes which are
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini an Integral part of these Financial Statements
d1/June 28, 2011 1 paraf:
PT RENUKA COALINDO Tbk PT RENUKA COALINDO Tbk
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM INTERIM STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Per 31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit), As of March 31, 2011, December 31, 2010 (audited),
dan 31 Maret 2010 (tidak diaudit) andMarch 31, 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
ASET ASSETS
Catatan/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/ Note March 31, 2011 December 31 March 31
Rp Rp Rp
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan Bank 2.b, 2.l, 3, 22 1,194,384,592 7,837,056,753 324,249,342 Cash on Hand and in Banks
Piutang Usaha 2.l, 4 Accounts Receivable
Pihak Hubungan Istimewa 2.m, 10.a Related Parties
(Setelah dikurangi penyisihan penurunan (Net of allowance for impairments nilai sebesar Rp 26.626.877.058 pada tanggal of Rp 26,626,877,058 as of
31 Maret 2010) -- -- -- March 31, 2010)
Pihak Ketiga Third Parties
(Setelah dikurangi penyisihan penurunan (Net of allowance for impairments nilai sebesar Rp 26.626.877.058 pada tanggal of Rp 26,626,877,058 as of 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2010) 7,975,353,840 -- -- March 31, 2011 and December 31, 2010)
Piutang Lain-lain 2.l, 5 Other Receivables
(Setelah dikurangi penyisihan penurunan (Net of allowance for impairments
nilai sebesar Rp 3.200.000.000 pada tanggal of Rp 3,200,000,000 as of
31 Maret 2011 dan 31 Desember 2010) -- -- -- March 31, 2011 and December 31, 2010)
Biaya Dibayar di Muka 2.c 560,640,245 518,876,600 -- Prepaid Expenses
Uang Muka Pembelian dan Lainnya 7 7,033,713,707 8,297,521,574 1,759,150,635 Advances for Purchases and Others
Jumlah Aset Lancar 16,764,092,384 16,653,454,927 2,083,399,977 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON CURRENT ASSETS
Aset Pajak Tangguhan 2.i, 6.b 5,128,432,282 5,384,746,116 -- Deferred Tax Assets
Aset Tetap 2.d, 8 Fixed Assets
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar (Net of accumulated depreciation of Rp 1.056.656.625 pada 31 Maret 2010) -- -- 892,603 Rp 1,056,656,625 as of March 31, 2010) Aset Tidak Digunakan dalam Usaha - Bersih 2.f, 9 -- -- 23,005,315,164 Unutilized Assets in Operations - Net
Aset Tidak Lancar Lainnya 135,009,462 5,000,000 90,025,000 Other Non Current Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 5,263,441,744 5,389,746,116 23,096,232,767 Total Non Current Assets
JUMLAH ASET 22,027,534,128 22,043,201,043 25,179,632,744 TOTAL ASSETS
R/373.AGA/5.2/2011
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan See the Accompanying Notes which are
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini an Integral part of these Financial Statements
d1/June 28, 2011 2 paraf:
PT RENUKA COALINDO Tbk PT RENUKA COALINDO Tbk
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM INTERIM STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Per 31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit), As of March 31, 2011, December 31, 2010 (audited),
dan 31 Maret 2010 (tidak diaudit) and March 31, 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND STOCKHOLDERS'
Catatan/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/ EQUITY
Note March 31, 2011 December 31 March 31
Rp Rp Rp
LIABILITAS JANGKA PENDEK SHORT TERM LIABILITIES
Hutang Usaha 11 Accounts Payable
Pihak-pihak Berelasi 2.m, 10.a -- 40,306,653 -- Related Parties
Pihak Ketiga 81,618,430 -- 673,814,303 Third Parties
Hutang Lain-lain 12 Other Payables
Pihak Ketiga 1,991,206,250 2,236,840,325 -- Third Parties
Hutang Pajak 2.i, 6.c 69,754,020 66,583,287 1,859,285 Taxes Payable
Biaya yang Masih Harus Dibayar 253,750,620 131,248,075 720,163,628 Accrued Expenses
Jumlah Liabilitas Lancar 2,396,329,320 2,474,978,340 1,395,837,216 Total Current Libilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG LONG TERM LIABILITIES
Hutang Pihak-pihak Berelasi 10.a -- -- 11,543,084,796 Due to Related Parties
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar -- -- 11,543,084,796 Total Non Current Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 2,396,329,320 2,474,978,340 12,938,922,012 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS STOCKHOLDERS' EQUITY
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik: Equity Attributable to Owners:
Modal Saham: Capital Stock:
Saham Biasa - nilai nominal Rp 250 per saham Common Stock - Rp 250 per share
Modal dasar - 724.800.000 saham Authorized capital - 724,800,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid in capital
-301.200.000 saham 14 75,300,000,000 75,300,000,000 75,300,000,000 301,200,000 shares Tambahan Modal Disetor 15 1,307,573,645 1,307,573,645 1,307,573,645 Additional Paid in Capital
Defisit (56,976,368,837) (57,039,350,942) (64,366,862,913) Deficit
Jumlah Ekuitas 19,631,204,808 19,568,222,703 12,240,710,732 Total Stockholders' Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN TOTAL LIABILITIES AND
EKUITAS 22,027,534,128 22,043,201,043 25,179,632,744 STOCKHOLDERS' EQUITY 2010
R/373.AGA/5.2/2011
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan See the Accompanying Notes which are
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini an Integral part of these Financial Statements
d1/June 28, 2011 3 paraf:
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF INTERIM STATEMENTS OF COMPREHENSIVE
INTERIM INCOME
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada For the Three- Month Periods Ended
31 Maret 2011 (Diaudit) dan 2010 (Tidak Diaudit) March 31, 2011 (Audited) and 2010 (Unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
Catatan/ 2011 2010
Note (3 Bulan/Months) (3 Bulan/Months)
Rp Rp
PENJUALAN 2.h, 16 34,640,228,160 -- SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN 2.h, 17 33,227,375,509 -- COST OF GOODS SOLD
LABA KOTOR 1,412,852,651 -- GROSS PROFIT
BEBAN USAHA 2.h, 18 1,085,681,823 251,590,669 OPERATING EXPENSES
LABA (RUGI) USAHA 327,170,828 (251,590,669) GAIN (LOSS) FROM OPERATIONS
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH OTHER INCOME (CHARGES) - NET
Laba (Rugi) Selisih Kurs 2.b (2,008,443) 164,435,507 Gain (Loss) on Foreign Exchange
Pendapatan Bunga 11,926,886 -- Interest Income
Beban dari Aset yang Tidak Digunakan 19 -- (486,729,173) Expense on Unused Assets
Lain-lain - Bersih (17,793,331) (1,114,978) Others-Net
Jumlah Beban Lain-lain - Bersih (7,874,889) (323,408,644) Total Other Charges - Net
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 319,295,939 (574,999,313) INCOME (LOSS) BEFORE INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2.i INCOME TAX EXPENSES
Pajak Kini -- -- Current Tax
Pajak Tangguhan 6.b (256,313,834) -- Deferred Tax
Jumlah Beban Pajak Penghasilan (256,313,834) -- Total Income Tax Expenses
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN 62,982,105 (574,999,313) INCOME (LOSS) FOR THE PERIOD
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN -- -- OTHER COMPREHENSIVE INCOME
JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF YANG TOTAL OF COMPREHENSIVE INCOME
DIATRIBUSI KEPADA PEMILIK ENTITAS 62,982,105 (574,999,313) ATTTRIBUTABLE TO EQUITY HODERS
R/373.AGA/5.2/2011
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan See the Accompanying Notes which are
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini an Integral part of these Financial Statements
d1/June 28, 2011 4 paraf:
PT RENUKA COALINDO Tbk PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM INTERIM STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDER’S EQUITY
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada For the Three- Month Periods Ended
31 Maret 2011 (Diaudit) dan 2010 (Tidak Diaudit) March 31, 2011 (Audited) and 2010 (Unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
Catatan/ Modal Tambahan Modal Defisit/ Jumlah
Note Ditempatkan dan Disetor/ Deficit Ekuitas/
Disetor Penuh/ Additional Total
Issued and Fully Paid in Stockholders'
Paid in Capital Capital Equity
Rp Rp Rp Rp
Saldo Per 31 Desember 2009 75,300,000,000 1,307,573,645 (63,791,863,600) 12,815,710,045 Balance as of December 31, 2009
Rugi Komprehensif (tidak diaudit) -- -- (574,999,313) (574,999,313) Comprehensive Loss (unaudited)
Saldo Per 31 Maret 2010 (tidak diaudit) 75,300,000,000 1,307,573,645 (64,366,862,913) 12,240,710,732 Balance as of March 31, 2010 (unaudited)
Saldo Per 31 Desember 2010 (diaudit) 75,300,000,000 1,307,573,645 (57,039,350,942) 19,568,222,703 Balance as of December 31, 2010 (audited)
Laba Komprehensif -- -- 62,982,105 62,982,105 Comprehensive Income
R/373.AGA/5.2/2011
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan See the Accompanying Notes which are
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini an Integral part of these Financial Statements
d1/June 28, 2011 5 paraf:
PT RENUKA COALINDO Tbk PT RENUKA COALINDO Tbk
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
LAPORAN ARUS KAS INTERIM INTERIM STATEMENTS OF CASH FLOWS
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada For the Three- Month Periods Ended
31 Maret 2011 (Diaudit) dan 2010 (Tidak Diaudit) March 31, 2011 (Audited) and 2010 (Unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
Catatan/ 2011 2010
Note (3 Bulan/Months) (3 Bulan/Months)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari Pihak Pelanggan 26,664,874,320 -- Cash Received from Customers
Pembayaran Kepada Pemasok (26,495,465,800) -- Cash Paid to Suppliers
Pembayaran untuk Beban Usaha dan Cash Paid for Operating Expense and
Pihak Ketiga Lainnya (938,354,192) (136,098,069) Other Third Parties
Pembayaran pada Karyawan (232,131,152) (96,696,788) Cash Paid to Employees
Penerimaan Bunga 11,926,886 -- Interest Received
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Net Cash Flows Used in Operating
Operasi (989,149,938) (232,794,857) Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Uang Muka Perabotan Kantor (408,681,000) -- Advance Purchase of Office Furnitures
Pembayaran Uang Muka Penyertaan Saham (5,000,000,000) -- Advance Payment to Acquire Share
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Net Cash Flows Used in Investing
Investasi (5,408,681,000) -- Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Pembayaran kepada Pihak Hubungan Istimewa-Bersih -- (849,181,933) Cash Paid to Related Parties
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Net Cash Flows Used in
Aktivitas Pendanaan -- (849,181,933) Financing Activities
PENURUNAN BERSIH KAS DAN NET DECREASE CASH ON HAND
BANK (6,397,830,938) (1,081,976,790) AND IN BANKS
EFFECTS OF FLUCTUATION IN
PENGARUH SELISIH KURS ATAS EXCHANGE RATES ON
KAS DAN BANK (244,841,224) -- CASH ON HAND AND IN BANKS
SALDO KAS DAN BANK PADA CASH ON HAND AND IN BANKS AT THE
1 JANUARI 7,837,056,753 1,406,226,132 JANUARY 1
SALDO KAS DAN BANK PADA CASH ON HAND AND IN BANKS AT THE
31 MARET 3 1,194,384,592 324,249,342 MARCH 31
Kas dan Bank pada 31 Maret 3, 23 Cash on Hand and in Banks at March 31
terdiri dari: period consist of:
Kas 13,354,400 2,018,685 Cash on Hand
Bank 1,181,030,192 322,230,657 Cash in Banks
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM STATEMENTS
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
6
1. Umum 1. General
1.a. Pendirian Perusahaan
PT Renuka Coalindo Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Sanex Qianjiang Motor International berdasarkan Akta Notaris Rachmat Santoso, SH, No. 180 tanggal 21 Maret 2000. Akta Pendirian Perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-15018 HT.01.01TH.2000 tanggal 24 Juli 2000 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 12 tanggal 16 Pebruari 2004, Tambahan No. 1566. Berdasarkan Akta Notaris Leolin Jayayanti, SH, No. 2 tanggal 9 Januari 2008, Perusahaan mengubah namanya menjadi PT Allbond Makmur Usaha Tbk yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.06610. AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 11 Pebruari 2008. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Notaris Firdhonal, SH, No. 14 tanggal 6 Desember 2010 mengenai perubahan tahun buku Perusahaan yang dimulai pada 1 April tahun berjalan dan berakhir sampai 31 Maret pada tahun berikutnya dan perubahan nama Perusahaan menjadi PT Renuka Coalindo Tbk. Akta perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-04753.AH.01.02. Tahun 2011 tanggal 28 Januari 2011.
1.a. The Company’s Establishment
PT Renuka Coalindo Tbk (the Company) was incorporated under the name PT Sanex Qianjiang Motor International based on Notarial Rachmat Santoso, SH, No. 180 dated March 21, 2000. The Company’s Deed of Association was approved by the Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia in his Decree No. C-15018 HT.01.01TH.2000 July 24, 2000 and published in the State Gazette No. 12 dated February 16, 2004, Supplement No. 1566. Based on Notarial Deed of Leolin Jayayanti, SH. No.2 dated January 9, 2008, the Company changed its name to PT Allbond Makmur Usaha Tbk which was approved by the Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia No. AHU.06610.AH.01.02. Tahun 2008 dated February 11, 2008. The articles of Association have been amended several times, most recently by Notarial Deed of Firdhonal, SH. No. 14 dated December 6, 2010 concerning changes in the Company fiscal Year begining on April 1 of the current year up to March 31 next year ended and the change Company Name to PT Renuka Coalindo Tbk. Those amendments have been approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia by letter No. AHU-04753.AH.01.02.Tahun 2011 dated January 21, 2011.
Kantor Perusahaan berlokasi di UOB Plaza, Lantai 35, Jl. MH Thamrin Kav. 10, Jakarta.
The Company’s office is located at UOB Plaza, 35th Floor, Jl. MH. Thamrin Kav. 10, Jakarta.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang perdagangan dan pertambangan.
In accordance with article 3 of the Articles of Association, the scope of its activities is mainly enganged in the areas of trading and mining.
Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 2010. Saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan batubara.
The Company started its commercial operations in 2010. Currently, the Company is engaged in trading of coal.
1.b. Penawaran Umum
Pada tanggal 30 Juni 2004, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-1991/PM/2004 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana saham kepada masyarakat sejumlah 120.000.000 saham dengan nilai nominal dan harga penawaran sebesar Rp 250 per saham.
1.b. Initial Public Offering
On June 30, 2004, the Company obtained a Registration Statement Effective Letter for Stock Issuance No. S-1991/PM/2004 from the Chairman of the Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) for its Initial Public Offering of 120,000,000 shares with par value and offering price of Rp 250 per share.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 7
paraf:
Pada tanggal 31 Maret 2011, seluruh saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
On March 31, 2011, all of the Company's shares were listed on the Indonesia Stock Exchange.
1.c. Karyawan, Direksi dan Komisaris
Pada tanggal 31 Maret 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Maret 2010 susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
1.c. Employees, Directors and Commissioners
The Company’s Commissioners and Directors as of March 31, 2011, December 31, 2010 and March 31, 2010 are as follows:
31 Maret/March 31, 2011/ 31 Desember/December 31, 2010
31 Maret/March 31, 2010
Dewan Komisaris: Board of Commissioners:
Komisaris Utama Vishwanath Mathur Kong Tju Yun President Commissioner
Komisaris Independen Finsa Noorcahyo Eliawati Hadiwardoyo Independent Commissioner
Dewan Direksi: Board of Directors:
Direktur Utama Ganesh Ramchandra Mane Benny Suwandy President Director
Direktur Tidak Terafiliasi Fenny Medika Tohir Yohanes Mudjita Non Affiliated Director Jumlah gaji dan tunjangan Direksi dan Komisaris
Perusahaan adalah masing-masing sebesar Rp 164.912.400 dan Rp 48.000.000 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2011 dan 2010. Pada 31 Maret 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Maret 2010, Perusahaan memiliki pegawai tetap masing-masing 4, nihil dan nihil karyawan (tidak diaudit).
Total remuneration for Commissioners and Directors is Rp 164,912,400 and Rp 48,000,000 for the three-months period ended March 31, 2011 and 2010, respectively.
As of March 31, 2011, December 31, 2010 and March 31, 2010, the Company employed 4, nil and nil permanent employees (unaudited).
2. Iktisar Kebijakan Akuntansi 2. Summary of Accounting Policies
2.a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini disajikan sesuai dengan stándar akuntansi keuangan di Indonesia, yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, dan Peraturan Bapepam No. VIII.G.7 (revisi 2000) tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perdagangan sesuai dengan Surat Edaran Ketua Bapepam No. SE-02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002.
2.a. Basis of Measurement and Preparation of Financial Statements
These financial statements are prepared in financial accounting standards in Indonesia, which is Statements of Financial Accounting Standard (SFAS) established by the Indonesian Institute of Accountants, and Capital Market Supervisory Board (Bapepam) regulations No. VIII.G.7 (revised 2000) concerning “the Guidelines for Presentation of Financial Statements” and guidelines for Presentation and Disclosure of Financial Statements for Public Listed Company engaged in Trading Industry in accordance with circular letter of Head of Bapepam No. SE-02/PM/2002 dated December 27, 2002.
Laporan keuangan interim untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2011 telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan”, dan PSAK No. 3 (Revisi 2010), “Laporan Keuangan Interim”.
The interim financial statements for the three-month period ended March 31, 2011 have been prepared in accordance with the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 1 (Revised 2009), “Presentation of Financial Statements”, and PSAK No. 3 (Revised 2010), “Interim Financial Reporting”.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 8
paraf:
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost) kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
The basis of measurement in the preparation of financial statements is historical cost concept. The financial statements are prepared by using accrual method except for certain accounts which are measured on the basis decribed in the related accounting policies, except for the statements of cash flows.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The statements of cash flows are prepared using direct method by categorizing cash flows into operating, investing and financing activities.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah.
The reporting currency used in the preparation of the financial statements is Indonesian Rupiah.
2.b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dikonversikan ke dalam Rupiah dengan kurs rata-rata wesel ekspor Bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Maret 2010 adalah sebagai berikut:
2.b. Transactions and Balances in Foreign Currencies Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheets date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are converted using the average rate of export bill of Bank of Indonesia prevailing at March 31, 2011, December 31, 2010 and March 31, 2010 as follows:
Mar/ Mar 2011 Rp Des/ Dec 2010 Rp Mar/ Mar 2010 Rp 1 USD 8,709.00 8,991.00 9,075.00 1 USD
Laba atau rugi kurs dibebankan pada laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Resulting gain or losses are charged to the current year statements of income.
2.c. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
2.c. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods by using the straight line method.
2.d. Aset Tetap
Aset tetap, setelah pengakuan awal, dipertanggungjawabkan dengan metode biaya dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan penyesuaian penurunan nilai aset. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
2.d. Fixed Assets
Fixed assets, after initial recognition, are accounted by using cost model and carried at cost less their accumulated depreciation and impairment losses. Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:
Tahun/Year
Bangunan 20 Building
Mesin dan Peralatan 4 Machinery and Equipment
Fasilitas Pabrik 4 Factory Facility
Instalasi Mesin Pabrik 4 Factory Machinery Installation
Peralatan dan Perabotan Kantor 4 – 8 Furniture and Fixtures
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 9
paraf:
Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke laporan laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut, sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aset tetap dihapus atau dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutan asset tersebut dikeluarkan dari pencatatannya sebagai aset tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
The cost of maintenance and repairs is charged to statements of income as incurred, while significant renewals and betterment are capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current statement of income.
2.e. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Jumlah aset yang diperoleh kembali seharusnya diestimasi pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan mengindikasikan Bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai aset diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi, sesuai dengan ketentuan PSAK no. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset”.
2.e. Impairment of Non-Financial Assets
The recoverable amount of asset shall be estimated whenever events and changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. The impairment of asset is recognized as an impairment loss in income statement based on PSAK no.48 concerning “Asset Impairment”.
2.f. Aset yang Tidak Digunakan dalam Usaha
Aset yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan pada saat direklasifikasi dan aset tersebut tetap disusutkan
2.f. Unutilized Assets in Operations
Unutilized assets in operations are carried at cost less their accumulated depreciation when reclassified and then are still depreciated.
2.g. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
2.g. Liabilities on Post Employee Benefits
Short-term employee benefits are recognized at undiscounted amount when an employee has rendered service to the Company during an accounting period.
Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit
Post-employment benefits are recognized at a discounted amount when an employee has rendered service to the Company during an accounting period. Liabilities and expenses are measured using actuarial techniques which include constructive obligation that arises from the Company's informal practices. In calculating the liabilities, benefits should be discounted by using projected unit credit method.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, perusahaan berkomitmen untuk:
(a) memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau
(b) menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.
Termination benefits are recognized when, and only when, the Company is demonstrably committed to either: (a) terminate an employee or group of employees before
the normal retirement date; or
(b) provide termination benefits as a result of an offer made in order to encourage voluntary redundancy.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada 31 Maret 2011 For the Three-Month Period Ended March 31, 2011
dan 2010 (Tidak Diaudit) and 2010 (Unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
10
Perusahaan tidak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja karena pada tahun 2010 tidak memiliki karyawan tetap, dan pada tahun 2011 dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan secara keseluruhan.
The Company do not recorded estimated liabilities on employee benefit since in 2010 the Company do not have permanent employee, and in 2011 the impact is not material to the financial statements.
2.h. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui setelah barang dikirim dan diterbitkannya faktur penjualan. Beban diakui pada saat terjadinya.
2.h. Revenue and Expense Recognition
Revenue is recognized after the goods were delivered and sales invoice was issued. The cost is recognized when incurred.
2.i. Pajak Penghasilan
Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode liabilitas (liability method). Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.
2.i. Income Tax
All temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying value for financial reporting purposes are recognized as deferred tax using the liability method. Currently enacted tax rates are used to determine deferred income tax.
Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Penilaian penyisihan dibentuk atas bagian aset pajak tangguhan yang diperkirakan tidak dapat direalisasi di masa yang akan datang. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Deferred tax assets relating to the carry forward of unused tax losses are recognized to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses can be utilized. A valuation allowance is provided for the portion of deferred tax assets which is not expected to be realized in the future. Amendment to taxation obligations is recorded when an assessment is received or, if appealed against, when the results of the appeal are determined.
Pajak kini diakui berdasarkan laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan, yang dihitung sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
Current tax is recognized based on taxable income for the year, which determined in accordance with the current tax regulations.
2.j. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun/periode bersangkutan.
2.j. Earning Per Share
Earnings per share are computed by dividing net income with weighted average number of shares outstanding during respective year/period.
2.k. Informasi Segmen
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas beroperasi.
2.k. Segment Information
Effective January 1, 2011, the Company applied PSAK No. 5 (Revised 2009), “Operating Segments”. The revised PSAK requires disclosures that will enable users of the financial statements to evaluate the nature and financial effects of the business activities in which the entity engages and the economic environments in which it operates.
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
A segment is a distingushables component of the Company that is engaged either in provising certain products (business segment), or in providing products within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are difference from those of other segments.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 11
paraf:
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.
2.l. Instrumen Keuangan
Perusahaan menerapkan PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, secara prospektif untuk laporan keuangan yang mencakup periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2010. Sebagai dampak penerapan PSAK tersebut adalah tambahan pengungkapan pada kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengungkapan Catatan 21 mengenai Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan. Perusahaan menentukan klasifikasi instrumen keuangan sebagai berikut:
2.l. Financial Instruments
The Company applies PSAK 50 (Revised 2006), “Financial Instruments: Presentation and Disclosure” and PSAK 55 (Revised 2006), “Financial Instruments: Recognition and Measurement”, prospectively for financial statements covering periods beginning on or after January 1, 2010. As the impact of applying PSAK is the additional disclosure in the Company's accounting policies and Note 21 regarding Financial Instrument and Financial Risk Management. The Company classifies financial instrument are as follows:
(i) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pinjaman yang diberikan dan piutang dikategorikan sebagai aset lancar, kecuali untuk yang
(i) Loans and Receivables
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Loans and receivables categorized as current assets, except for had due more than 12 months after balance
jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah tanggal neraca dikategorikan sebagai aset tidak lancar. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material.
sheet which categorized as non-current assets. At initial recognition, loans and receivables are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method, except short term receivables which interest recognition is not material.
Pada tanggal 31 Maret 2011, aset keuangan yang dikategorikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang adalah kas dan bank, piutang usaha dan uang muka lainnya.
On March 31 2011, financial asset that categorized as loan and receivables are cash on hand and in banks, accounts receivable and advance for others.
(ii) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi yang pada 31 Maret 2011 terdiri dari hutang usaha, hutang lain-lain dan biaya yang masih harus dibayar.
(ii) Financial Liabilities at Amortized Cost Financial liabilities not classified as financial liabilities at fair value through profit or loss are categorized and measured using amortized cost which at March 31, 2011 consisted of accounts payable, other payables and accrued expenses.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 12
paraf:
Metode Suku Bunga Efektif Effective Interest Method
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees on points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Income is recognised on an effective interest basis for financial instruments other than those financial instruments at fair value through profit and loss.
Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets
Penurunan nilai aset keuangan atas pinjaman yang diberikan dan piutang dievaluasi oleh manajemen secara individual. Pinjaman yang diberikan dan piutang diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan yang dapat diestimasi secara handal.
Impairment of financial assets of loans and receivables evaluated by management individually. Loans and receivables are impaired its value if there is objective evidence, as result of one or more events occur after the initial recognition, and those events will impact on estimated future cash flows that can estimate reliable.
Beberapa bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
Objective evidence of impairment are as follows: • kesulitan keuangan signifikan yang dialami
penerbit atau pihak peminjam;
• significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or
• pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;
• default or delinquency in interest or principal payments; or
• terdapat kemungkinan bahwa pihak pelanggan akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan; atau
• there is possibility that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation.
• peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit.
• increasing of late receipt from receivable from average credit period.
Nilai tercatat piutang diturunkan melalui penggunaan akun penyisihan piutang dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi.
The carrying amount of receivable is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 13
paraf:
Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi.
reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognised in statements of income.
Penghentian Pengakuan Aset dan Kewajiban Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan kewajiban terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Derecognition of Financial Assets and Liabilities The Company derecognises a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Company recognises its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company continues to recognise the financial asset and also recognises a collateralised borrowing for the proceeds received.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
The Company derecognises financial liabilities when, and only when, the Company’s obligations are discharged, cancelled or they expire.
2.m. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi 2.m. Transactions with Related Parties
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan.
Effective January 1, 2011, the Company applied PSAK No. 7 (Revised 2010), “Related party Disclosure”. The revised PSAK requires disclosure of related party relationship, transactions and outstanding balances, including commitments, in the financial statements. There is no significant impact of the adoption of the revised PSAK on the financial statements.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 14
paraf:
3. Kas dan Bank 3. Cash on Hand and Cash in Banks
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Kas Cash on Hand
Rupiah 13,354,400 21,549,300 1,253,645 Rupiah
US Dolar (Des 2010: USD 200; US Dollar (Dec 2010: USD 200;
Mar 2010: USD 84.30) -- 1,798,200 765,040 Mar 2010: USD 84.30)
13,354,400 23,347,500 2,018,685
Bank Cash in Banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 638,525,552 9,239,925 -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 540,000 -- 308,789,777 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk -- -- 5,910,717 PT Bank CIMB Niaga Tbk
639,065,552 9,239,925 314,700,494
US Dolar US Dollar
PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk
(Mar 2011: USD 61,242.41; (Mar 2011: USD 61,242.41;
Des 2010: USD 868,031.29) 533,360,148 7,804,469,328 -- Dec 2010: USD 868,031.29)
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
(Mar 2011: USD 988; Mar 2010: USD 829.77) 8,604,492 -- 7,530,163 (Mar 2011: USD 988; Mar 2010: USD 829.77) 541,964,640 7,804,469,328 7,530,163
Jumlah 1,194,384,592 7,837,056,753 324,249,342 Total
Seluruh bank adalah pihak ketiga. All of the banks is third party.
4. Piutang Usaha 4. Accounts Receivable
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Pihak-pihak Berelasi Related Parties
PT Sanex Motor Indonesia -- -- 26,484,563,081 PT Sanex Motor Indonesia
PT Sanex Agung Motor Indonesia -- -- 142,313,977 PT Sanex Agung Motor Indonesia
Pihak-pihak Berelasi (lihat Catatan 10) -- -- 26,626,877,058 Related Parties (see Note 10)
Pihak Ketiga Third Parties
PT Sanex Motor Indonesia 26,484,563,081 26,484,563,081 -- PT Sanex Motor Indonesia
PT Jambi Prima Coal (Mar 2011: USD 915,760) 7,975,353,840 -- -- PT Jambi Prima Coal (Mar 2011: USD 915,760) PT Sanex Agung Motor Indonesia 142,313,977 142,313,977 -- PT Sanex Agung Motor Indonesia
34,602,230,898 26,626,877,058 26,626,877,058
Dikurangi: Penyisihan Less : Allowance For
Penurunan Nilai Piutang (26,626,877,058) (26,626,877,058) (26,626,877,058) Impairment of Accounts Receivable
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 15
paraf:
Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut:
Aging schedule of accounts receivable since due date is as follows:
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Belum Jatuh Tempo: -- -- -- Not yet Due :
Telah Jatuh Tempo: Past Due :
0 - 30 hari 7,975,353,840 -- -- 0 - 30 days
31 - 60 hari -- -- -- 31 - 60 days
61 - 90 hari -- -- -- 61 - 90 days
> 90 hari 26,626,877,058 26,626,877,058 26,626,877,058 > 90 days
Sub Jumlah 34,602,230,898 26,626,877,058 26,626,877,058 Sub Total
Dikurangi: Penyisihan Less : Allowance For
Penurunan Nilai Piutang 26,626,877,058 26,626,877,058 26,626,877,058 Impairment of Accounts Receivable
Jumlah 7,975,353,840 -- -- Total
Mutasi Penyisihan Penurunan Nilai: Movement of Allowance for Impairment of Accounts Receivable: 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Saldo Awal 26,626,877,058 26,626,877,058 26,626,877,058 Beginning Balance
Penambahan Penurunan Nilai -- -- -- Addition of Allowance for Impairment
Saldo Akhir 26,626,877,058 26,626,877,058 26,626,877,058 Ending Balance
Perusahaan telah menyisihkan penurunan nilai untuk seluruh piutang usaha kepada PT Sanex Motor Indonesia dan PT Sanex Agung Motor Indonesia.
The Company has provided the allowance for impairment of all accounts receivable to PT Sanex Motor Indonesia and PT Sanex Agung Motor Indonesia.
5. Piutang Lain-lain 5. Other Receivables
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Pihak Ketiga Third Parties
Doddy Hendrawijaya 3,200,000,000 3,200,000,000 -- Doddy Hendrawijaya
Dikurangi: Penurunan Nilai Piutang (3,200,000,000) (3,200,000,000) -- Less: Impairment of Other Receivable
Jumlah - Bersih -- -- -- Total - Net
Piutang ini merupakan piutang atas pembayaran uang muka pembelian mangan.
This receivable represents of advance payment for purchase of manganesse.
Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan telah menyisihkan penurunan nilai untuk seluruh piutang lain-lain.
On March 31, 2011 and December 31, 2010, the Company has provided the allowance for impairment of all other receivable.
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 16
paraf:
6. Perpajakan 6. Taxation
a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan a. Income Tax Benefit (Expenses)
2011 2010
( 3 Bulan/Months) ( 3 Bulan/Months)
Rp Rp
Pajak Kini -- -- Current Tax
Pajak Tangguhan 256,313,834 -- Deferred Tax
Jumlah 256,313,834 -- Total
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial dengan laba (rugi) fiskal untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut:
Current Tax A reconciliation between income (loss) before income tax as shown in the commercial statements of income (loss) and taxable income for the three-months period ended March 31, 2011 and 2010 is as follows:
2011 2010
( 3 Bulan/Months) ( 3 Bulan/Months)
Rp Rp
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 319,295,939 (574,999,313) Income (Loss) Before Income Tax
Koreksi Fiskal Tax Correction
Sewa 82,553,855 -- Rent
Beban dan Denda Pajak -- 14,879,001 Tax Penalty
Pendapatan Bunga (11,926,886) -- Interest Income
Jumlah 70,626,969 14,879,001 Total
Laba (Rugi) Fiskal 389,922,908 (560,120,312) Tax (Loss) Gain
Rugi Fiskal - Tahun: Tax Loss for Years:
2006 (5,136,672,908) (6,329,000,000) 2006
2007 (15,842,673,752) (15,842,673,752) 2007
2008 (3,840,567,761) (3,840,567,761) 2008
2009 (1,491,721,746) (1,491,721,746) 2009
2010 (5,736,593,453) -- 2010
Akumulasi Rugi Fiskal (31,658,306,711) (28,064,083,571) Accumulated of Tax Loss b. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan laba rugi komersial dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Rincian dari aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
b. Deferred Tax Assets (Liabilities) Deferred tax is calculated based on temporary differences between the carrying value of total assets and liabilities according to financial statements and tax bases of assets and liabilities. Details of deferred tax assets are as follows:
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 17
paraf:
31 Des 2010/ Dibebankan 31 Mar 2011/
Dec 31, 2010 ke Laporan Mar 31, 2011
Laba Rugi/
Charged to Statement
of Income
Rp Rp Rp
Rugi Fiskal 8,310,139,178 (395,562,500) 7,914,576,678 Tax Loss
Estimasi Rugi Fiskal yang Estimated Unrecovered
Tidak Terpulihkan (2,925,393,062) 139,248,666 (2,786,144,396) Tax Loss
Jumlah 5,384,746,116 (256,313,834) 5,128,432,282 Total
c. Hutang Pajak c. Taxes Payable
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
PPh Pasal 21 11,014,187 8,753,707 900,000 Income Tax Article 21
PPh Pasal 23 1,463,093 552,840 959,285 Income Tax Article 23
PPh Pasal 4(2) - Final 57,276,740 57,276,740 -- Income tax Article 4(2) - Final
Jumlah 69,754,020 66,583,287 1,859,285 Total
7. Uang Muka Pembelian dan Lainnya 7. Advances for Purchases and Others
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Uang Muka Pembelian Persediaan Advance to Supplier
PT Duta Mulia Jambi 1,000,000,000 -- -- PT Duta Mulia Jambi
PT Blue Techno Projects 605,523,642 -- -- PT Blue Techno Projects
Renuka Energy Resource Holdings -- 8,296,121,574 -- Renuka Energy Resource Holdings
Manganese Ore -- -- 1,759,150,635 Manganese Ore
Deposit Pembelian Saham 5,000,000,000 -- -- Deposit for Share Purchase
Perabotan Kantor 408,681,000 -- -- Office Furnitures
Karyawan 15,709,065 1,400,000 -- Employee
Lain-lain 3,800,000 -- -- Others
Jumlah 7,033,713,707 8,297,521,574 1,759,150,635 Total
Deposit pembelian saham merupakan pembayaran uang muka kepada Machzum Baisa dan Ahmad Wildan sebagai jaminan terkait Nota Kesepahaman untuk membeli 55% saham PT Tri Tunggal Lestari Bersama. Deposit ini telah dikembalikan pada 5 April 2011 (lihat Catatan 24).
Deposit for share purchase represents advance payment to Machzum Baisa and Ahmad Wildan used as collateral related to Memorandum of Understanding to purchase 55% share of PT Tri Tunggal Lestari Bersama. This deposit has been returned back on April 5, 2011 (see Note 24).
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 18
paraf:
8. Aset Tetap 8. Fixed Assets
1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1 Additions Deductions Reclassification/ December 31
Koreksi/ Correction
Rp Rp Rp Rp Rp
Nilai Perolehan Acquisition Cost
Peralatan dan Perabotan Kantor 1,057,549,228 -- 1,057,549,228 -- -- Furniture and Fixtures 1,057,549,228 -- 1,057,549,228 --
--Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Peralatan dan Perabotan Kantor 1,056,656,625 -- 1,056,396,843 (259,782) -- Furniture and Fixtures 1,056,656,625 -- 1,056,396,843 (259,782)
--Nilai Tercatat 892,603 -- Carrying Value
1 Januari/ Penambahan/ Pengurangan/ 31 Maret/
January 1 Additions Deductions March 31
Rp Rp Rp Rp
Nilai Perolehan Acquisition Cost
Peralatan dan Perabotan Kantor 1,057,549,228 -- -- 1,057,549,228 Furniture and Fixtures
1,057,549,228 -- -- 1,057,549,228
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Peralatan dan Perabotan Kantor 1,056,396,843 259,782 -- 1,056,656,625 Furniture and Fixtures 1,056,396,843 259,782 -- 1,056,656,625
Nilai Tercatat 1,152,385 892,603 Carrying Value
31 Maret/March 2010
Perusahaan telah menjual aset tetap dengan nilai buku sebesar Rp 1.152.385 yang dijual secara bersamaan dengan penjualan aset tidak digunakan di bulan Mei 2010.
Beban penyusutan aset tetap dicatat sebagai beban operasi masing-masing sebesar nihil dan Rp 259.782 pada 31 Maret 2011 dan 2010.
The Company has been sold fixed assets with net book value of Rp 1,152,385 were sold in conjunction with the sale of assets not used in May 2010
Depreciation expense of fixed assets amounting to nil and Rp 259,782 is recorded as operating expenses on March 31, 2011 and 2010.
9. Aset yang Tidak Digunakan dalam Usaha 9. Unutilized Assets in Operations
Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
Balance Balance
Rp Rp Rp Rp
Nilai Perolehan Acquisition Cost
Tanah 6,954,695,100 -- 6,954,695,100 -- Land
Bangunan 28,741,369,144 -- 28,741,369,144 -- Buildings
Mesin dan Peralatan 368,805,514 -- 368,805,514 -- Machineries and Equipments
Fasilitas Pabrik 362,514,554 -- 362,514,554 -- Factory Facilities
Instalasi Mesin Pabrik 6,025,943,469 -- 6,025,943,469 -- Factory Machineries Instalation
42,453,327,781 -- 42,453,327,781
--Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan 12,694,104,706 119,755,704 12,813,860,410 -- Buildings
Mesin dan Peralatan 365,449,888 506,169 365,956,057 -- Machineries and Equipments
Fasilitas Pabrik 362,514,554 -- 362,514,554 -- Factory Facilities
Instalasi Mesin Pabrik 6,025,943,469 -- 6,025,943,469 -- Factory Machineries Instalation 19,448,012,617 120,261,873 19,568,274,490
--Nilai Tercatat 23,005,315,164 -- Carrying Value
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 19
paraf:
Saldo Awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Saldo Akhir/
Beginning Additions Deductions Ending
Balance Balance
Rp Rp Rp Rp
Nilai Perolehan Acquisition Cost
Tanah 6,954,695,100 -- -- 6,954,695,100 Land
Bangunan 28,741,369,144 -- -- 28,741,369,144 Buildings
Mesin dan Peralatan 368,805,514 -- -- 368,805,514 Machineries and Equipments
Fasilitas Pabrik 362,514,554 -- -- 362,514,554 Factory Facilities
Instalasi Mesin Pabrik 6,025,943,469 -- -- 6,025,943,469 Factory Machineries Instalation
42,453,327,781 -- -- 42,453,327,781
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan 12,334,837,594 359,267,112 -- 12,694,104,706 Buildings
Mesin dan Peralatan 364,970,509 479,379 -- 365,449,888 Machineries and Equipments
Fasilitas Pabrik 362,514,554 -- -- 362,514,554 Factory Facilities
Instalasi Mesin Pabrik 6,025,943,469 -- -- 6,025,943,469 Factory Machineries Instalation 19,088,266,126 359,746,491 -- 19,448,012,617
Nilai Tercatat 23,365,061,655 23,005,315,164 Carrying Value
31 Maret/March 2010
Beban penyusutan aset tetap yang tidak digunakan masing-masing sebesar nihil dan Rp 359.746.491 pada 31 Maret 2011 dan 2010 dicatat di beban atas operasi dalam penghentian dalam pendapatan (beban) lain-lain (lihat Catatan 19).
Depreciation expenses of unutilized asset in operation amounting to nil and Rp 359,746,491 as of March 31, 2011 and 2010, respectively, recorded in discontinued operation expenses in Other Incomes (Charges) (see Note 19).
Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 10 tanggal 21 Mei 2010 dari Notaris Leolin Jayayanti, SH, Perusahaan menjual aset tetap kepada PT Pelangi Indah Sejahtera tanah seluas 78.954 m2. Berdasarkan Akta Pengikatan Jual Beli No. 11 tanggal 24 Mei 2010 dari Notaris Leolin Jayayanti, SH, Perusahaan menjual aset tetap kepada PT Pelangi Indah Sejahtera tanah seluas 3.330 m2.
Based on the Notarial Deed of Sale and Purchase No. 10 dated May 21, 2010 of Notary Leolin Jayayanti, SH, the Company sold the assets to PT Pelangi Indah Sejahtera land area of 78,954 sqm. Based on the Notarial Deed of Sale and Purchase No. 11 dated May 24, 2010 of Notary Leolin Jayayanti, SH, the Company sold the assets to PT Pelangi Indah Sejahtera land area of 3,330 sqm.
10. Saldo Transaksi Kepada Pihak-pihak
Berelasi
10. Transactions and Balances with Related Parties
a. Rincian akun-akun dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. The details accounts and transactions with the related parties are as follows:
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010 March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp % % %
Piutang Usaha Accounts Receivable
PT Sanex Motor Indonesia * -- -- 26,484,563,081 -- -- 105.18 PT Sanex Motor Indonesia *
PT Sanex Agung Motor Indonesia * -- -- 142,313,977 -- -- 0.57 PT Sanex Agung Motor Indonesia *
dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Less : Allowance For Impairment of
Piutang -- -- (26,626,877,058) -- -- (105.75) Accounts Receivable
Jumlah -- -- -- -- -- -- Total
Hutang Usaha Accounts Payable
Shree Renuka Energy Limited -- 40,306,653 -- -- 1.63 -- Shree Renuka Energy Limited
Jumlah -- 40,306,653 -- -- 1.63 -- Total Jumlah Aset/ Percentage to Liabilities/Sales Persentase Terhadap Kewajiban/Penjualan Total Assets/
PT RENUKA COALINDO TBK PT RENUKA COALINDO TBK
(d/h PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk) (formerly PT ALLBOND MAKMUR USAHA Tbk)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE INTERIM FINANCIAL
INTERIM (Lanjutan) STATEMENTS (Continued)
31 Maret 2011, 31 Desember 2010 (diaudit) dan March 31, 2011, December 31, 2010 (audited) and
31 Maret 2010 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan March 31, 2010 (unaudited) and for the Three-Month Period
yang berakhir pada 31 Maret 2011 (diaudit) dan Ended March 31, 2011(audited) and
2010 (tidak diaudit) 2010 (unaudited)
(Dalam Rupiah Penuh) (In Full Rupiah)
d1/June 28, 2011 20
paraf:
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/ 31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010 March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp % % % Jumlah Aset/ Percentage to Liabilities/Sales Persentase Terhadap Kewajiban/Penjualan Total Assets/
Hutang Pihak-pihak Berelasi Due to Related Parties
PT Sanex International * -- -- 4,938,433,500 -- -- 38.17 PT Sanex International *
Benny Suwandy -- -- 3,487,909,281 -- -- 26.96 Benny Suwandy
PT Elga * -- -- 2,400,000,000 -- -- 18.55 PT Elga *
PT Sanex Electronic * -- -- 716,742,015 -- -- 5.54 PT Sanex Electronic *
Jumlah -- -- 11,543,084,796 -- -- 89.21 Total
Penjualan -- Sales
Renuka Energy Resource Holdings (FZE) 10,190,446,934 -- -- 29.42 -- -- Renuka Energy Resource Holdings (FZE)
Jumlah 10,190,446,934 -- -- 29.42 -- -- Total
b. Sifat Pihak-pihak Berelasi b. Nature of Related Parties
Pihak-pihak Berelasi/ Related Parties Sifat Hubungan/ Nature of Relationship Transaksi/ Transaction
PT Sanex Motor Indonesia * Pengurus yang Sama/The Same of Management
Penjualan Barang Jadi/Sale of Finished Goods PT Sanex Agung Motor Indonesia * Pengurus yang Sama/The Same of
Management
Penjualan Barang Jadi/Sale of Finished Goods Shree Renuka Energy Limited Pengurus yang Sama/The Same of
Management
Hutang Usaha/Accounts Payable
Renuka Energy Resource Holdings (FZE) Perusahaan Induk/Holding Company Penjualan Barang Jadi/Sale of Finished Goods
Benny Suwandy Direksi/Director Pinjaman/Loan
* Merupakan pihak-pihak berelasi sebelum kepemilikan saham beralih ke Renuka Energy Resource Holdings (FZE) (lihat Catatan 14).
* Related parties before the ownership are transferred to Renuka Energy Resource Holdings (FZE) (see Note 14).
11. Hutang Usaha 11. Accounts Payable
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Pihak-pihak Berelasi (lihat Catatan 10) -- 40,306,653 -- Related Parties (see Note 10)
Pihak Ketiga Third Party
PT Nan Riang 81,618,430 -- -- PT Nan Riang
Wenling Qianjiang Imp. & Exp. Co., Ltd -- -- 673,814,303 Wenling Qianjiang Imp. & Exp. Co., Ltd
Jumlah 81,618,430 40,306,653 673,814,303 Total
12. Hutang Lain-lain 12. Other Payables
31 Maret/ 31 Desember/ 31 Maret/
March 2011 December 2010 March 2010
Rp Rp Rp
Pajak PPh Final Pasal 4(2) atas Penjualan Aset Tetap 1,991,206,250 1,688,955,000 -- Final Tax Article 4(2) on Asset Disposal
PT Ganesha Minerals Jaya -- 519,644,700 -- PT Ganesha Minerals Jaya
Sucofindo -- 28,240,625 -- Sucofindo