SSK PEMUTAKHIRAN
KOTA PADANG PANJANG 2016
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i DAFTAR GAMBAR ... iii DAFTAR TABEL ... iv BAB I PENDAHULUAN ... I - 1 1.1. Latar Belakang ... I - 1 1.2. Metodologi Penyusunan ... I - 4 1.3. Dasar Hukum ... I - 6 1.4. Sistematika Penulisan ... I - 11
BAB II PROFIL SANITASI SAAT INI ... II - 1 2.1. Gambaran Wilayah ... II - 1
2.1.1. Kondisi Administrasi ... II - 1
2.1.2. Kependudukan ... II - 3
2.1.3. Sosial Budaya ... II - 8
2.1.4. Iklim Kota Padang Panjang ... II - 9
2.1.5. Hidrologi Kota Padang Panjang ... II - 10
2.1.6. Topografi Kota Padang Panjang ... II - 10
2.1.7. Geologi Kota Padang Panjang ... II - 11
2.1.8. Perekonomian ... II - 11
2.1.9. Kelembagaan Pemerintah Daerah ... II - 13
2.2 Kemajuan Pelaksanaan SSK ... II - 22 2.2.1 Air Limbah Domestik ... II - 22 2.2.2 Pengelolaan Persampahan ... II - 24 2.2.3 Drainase Perkotaan ... II - 26 2.3 Profil Sanitasi Saat Ini ... II - 27 2.3.1. Air Limbah Domestik ... II - 27 2.3.2 Persampahan ... II - 38 2.3.3 Drainase Perkotaan ... II - 54 2.4 Area Berisiko Dan Permasalahan Mendesak Sanitasi ... II - 62
2.4.1 Area Berisiko Dan Permasalahan Mendesak Untuk Air Limbah Domestik ... II - 63
SSK PEMUTAKHIRAN
KOTA PADANG PANJANG 2016
ii 2.4.2 Area Berisiko Dan Permasalahan Mendesak Untuk
Persampahan ... II - 65 2.4.3 Area Berisiko Dan Permasalahan Mendesak Untuk Drainase
Perkotaan ... II - 68
BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI ... III - 1 3.1 Visi Dan Misi Sanitasi ... III - 1 3.2 Pentahapan Pengembangan Sanitasi ... III - 2 3.2.1 Pentahapan Pengembangan Air Limbah Domestik ... III - 3
3.2.2. Tahapan Pengembangan Sektor Persampahan ... III - 7
3.2.3 Pentahapan Pengembangan Drainase ... III - 10
3.3 Tujuan Dan Sasaran Pembangunan Sanitasi ... III - 12 3.3.1. Tujuan Dan Sasaran Pembangunan Air Limbah Domestik ... III - 12 3.3.2. Tujuan Dan Sasaran Pembangunan Persampahan ... III - 13 3.3.3. Tujuan Dan Sasaran Pembangunan Drainase ... III - 13 3.4 Skenario Pencapaian Sasaran ... III - 14 3.5 Kemampuan Pendanaan Sanitasi Daerah ... III - 14
BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI ... IV- 1 4.1. Air Limbah Domestik ... IV-1 4.2. Pengelolaan Persampahan ... IV-4 4.3. Drainase Perkotaan ...IV-7
BAB V PROGRAM KEGIATAN DAN INDIKASI PENDANAAN SANITASI ... V- 1 5.1 Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi ... V- 1 5.2 Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi dengan Sumber
Pendanaan Pemerintah ... V- 2 5.3 Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi dengan Sumber
Pendanaan Non Pemerintah ... V- 3 5.4 Antisipasi Funding Gap ... V- 4
BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK ... VI - 1 6.1 Air Limbah Domestik ... VI - 1 6.2 Persampahan ... VI - 8 6.3 Drainase ... VI - 19
SSK PEMUTAKHIRAN
KOTA PADANG PANJANG 2016
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Peta Administrasi Kota Padang Panjang ... II - 2 Gambar 2. 2 Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kota Padang Panjang ... II - 13 Gambar 2. 3 Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang Panjang ... II - 14 Gambar 2. 4 Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang... II - 14 Gambar 2. 5 Struktur Organisasi Kantor Lingkungan Hidup Kota Padang Panjang .. II - 15 Gambar 2. 6 Peta Rencana Pusat pelayanan Kota ... II - 20 Gambar 2. 7 Peta Rencana Pola Ruang Kota Padang Panjang ...II - 21 Gambar 2. 8 Grafik Tempat Buang Air Besar Masyarakat ... II - 29 Gambar 2. 9 Grafik Tempat Pembuangan Akhir Tinja ... II - 30 Gambar 2. 10 Grafik Usia Tengki Septik ... II - 30 Gambar 2. 11 Grafik Tengki Septik Dikosongkan ... II - 31 Gambar 2. 12 Peta Cakupan Pelayanan Air Limbah Domestik ... II - 36 Gambar 2. 13 Aspek-Aspek Pengelolaan Persampahan ... II - 38 Gambar 2. 14 Cara Pemilahan Sampah Rumah Tangga ... II - 39 Gambar 2. 15 Grafik Pengelolaan Sampah Rumah Tangga ... II - 39 Gambar 2. 16 Sistem Pengelolaan Sampah Di Kota Padang Panjang ... II - 40 Gambar 2. 17 Peta Cakupan Akses Dan Sistem Layanan Persampahan ... II - 50 Gambar 2. 18 Frekwensi Banjir ... II - 57 Gambar 2. 19 Kondisi Banjir ... II - 57 Gambar 2. 20 Peta Area Beresiko Sanitasi (Air Limbah) Kota Padang Panjang ... II - 64 Gambar 2. 21 Peta Area Beresiko Sanitasi (Sampah) ... II - 67 Gambar 2. 22 Peta Area Beresiko Sanitasi (Drainase Perkotaan) ... II - 69
Gambar 3. 1 Peta Zona Pengembangan Air Limbah Domestik Kota Padang Panjang ... III - 6
Gambar 3. 2 Zona Pengembangan Persampahan Kota Padang Panjang ... III - 9 Gambar 3. 3 Zona Pengembangan Drainase Kota Padang Panjang ... III - 11 Gambar 4. 1 Posisi Pengelolaan Air Limbah Kota Padang Panjang ... IV- 1 Gambar 4. 2 Posisi Pengelolaan Persampahan Kota Padang Panjang ... IV- 4 Gambar 4. 3 Posisi Pengelolaan Drainase Kota Padang Panjang ... IV- 7
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Luas Wilayah per Kelurahan (Ha) Tahun 2014 ... II- 3 Tabel 2. 2 Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Penduduk Kota Padang Panjang
Tahun 2014 ...II- 4 Tabel 2. 3 Jumlah penduduk Kota Padang Panjang Tahun 2015-2020 ... II- 5 Tabel 2. 4 Jumlah Kepala Keluarga Kota Padang Panjang Tahun 2015-2019... II- 6 Tabel 2. 5 Tingkat pertumbuhan penduduk dan kepadatan Kota Padang Panjang
Tahun 2015-2021 ... II- 7 Tabel 2. 6 Fasilitas pendidikan yang tersedia di Kota Padang Panjang tahun 2014 .... II- 8 Tabel 2. 7 Jumlah KK Miskin Di Kota Padang Panjang Tahun 2015 ... II- 8 Tabel 2. 8 Lokasi Pemukiman dan Kawasan Kumuh di Kota Padang Panjang Tahun
2015 ... II- 9 Tabel 2. 9 PDRB Kota Padang Panjang Tahun 2010 – 2014 ... II- 11 Tabel 2. 10 Rencana dan Realisasi Penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Menurut Sumber Penerimaan Kota Padang Panjang ... II- 12 Tabel 2. 11 Tabel Kemajuan Pelaksanaan Air Limbah Domestik Kota
Padang Panjang ... II- 22 Tabel 2. 12 Tabel Kemajuan Pelaksanaan Pengelolaan Persampahan Kota Padang
Panjang ... II- 24 Tabel 2. 13 Tabel Kemajuan Pelaksanaan Drainase Perkotaan
Kota Padang Panjang ... II- 26 Tabel 2. 14 Diagram Sistim Sanitasi Pengelolaan Air Limbah Domestik ... II- 32 Tabel 2. 15 Tabel Diagram Sistem Sanitasi Pengolahan Air Limbah Domestik Kota
Padang Panjang Jangka Panjang ... II- 33 Tabel 2. 16 Cakupan Layanan Air Limbah Domestik Saat Ini di
Kota Padang Panjang ... II- 34 Tabel 2. 17 Kondisi Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota
Padang Panjang ... II- 35 Tabel 2. 18 Sarana Pengumpulan Sampah Kota Padang Panjang ... II- 41
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
v Tabel 2. 19 Lokasi Kegiatan 3R Kota Padang Panjang... II- 43 Tabel 2. 20 Diagram Sistim Sanitasi Pengelolaan Persampahan ...II- 45 Tabel 2. 21 Timbulan Sampah Per Kecamatan Di Kota Padang Panjang ... II- 46 Tabel 2. 22 Diagram Sistim Sanitasi Pengelolaan Persampahan ... II- 47 Tabel 2. 23 Cakupan Akses Dan Sistem Layanan Persampahan Per Kecamatan ... II- 48 Tabel 2. 24 Kondisi Prasarana Dan Sarana Persampahan ... II- 49 Tabel 2. 25 Lokasi Genangan Dan Perkiraan Luas Genangan Kota Padang Panjang . II- 58 Tabel 2. 26 Kondisi Sarana dan Prasarana Drainase Perkotaan di
Kota Padang Panjang ... II- 59 Tabel 2. 27 Kondisi Saluran Drainase Kota Padang Panjang ... II- 60 Tabel 2. 28 Hasil Penentuan Area Berisiko Sanitasi Untuk Air Limbah Domestik... II- 63 Tabel 2. 29 Permasalahan Terkait Pengelolaan Air Limbah Domestik ... II- 65 Tabel 2. 30 Hasil Penentuan Area Berisiko Sanitasi Persampahan ... II- 65 Tabel 2. 31 Permasalahan terkait pengelolaan persampahan ... II- 68 Tabel 2. 32 Area berisiko sanitasi untuk Drainase Perkotaan ... II- 68 Tabel 2. 33 Permasalahan terkait pengelolaan Drainase Perkotaan ... II- 70 Tabel 3. 1 Visi Misi Sanitasi Kota Padang Panjang ... III-1 Tabel 3. 2 Zona area beresiko sangat tinggi Air Limbah Domestik ... III-4 Tabel 3. 3 Zona area beresiko tinggi Air Limbah Domestik ... III-4 Tabel 3. 4 Zona area beresiko rendah Air Limbah Domestik ... III-5 Tabel 3. 5 Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik Kota Padang Panjang ...III-7 Tabel 3. 6 Tahapan Pengembangan PersampahanKota Padang Panjang ... III-8 Tabel 3. 7 Tahapan Pengembangan Drainase Kota Padang Panjang ... III-10 Tabel 3. 8 Tujuan dan Sasaran Pengembangan Air limbah Domestik ... III-12 Tabel 3. 9 Tujuan dan sasaran pembangunan persampahan kota Padang Panjang . III-13 Tabel 3. 10 Tujuan dan sasaran pembangunan drainase Kota Padang Panjang ... III-14 Tabel 3. 11 S kenario pencapaian sasaran sektor sanitasi Kota Padang Panjang ... III-14 Tabel 3. 12 Perhitungan Pertumbuhan Pendanaan APBD Kota Padang Panjang
Untuk Sanitasi ... III-15 Tabel 3. 13 Perkiraan Besaran Pendanaan Sanitasi Ke Depan ... III-16
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
vi Tabel 3. 14 Perkiraan Besaran Pendanaan Sanitasi Ke Depan Perhitungan
Pertumbuhan Pendanaan APBD Kota Padang Panjang Untuk
Operasional/Pemeliharaan Dan Investasi Sanitasi ... III-16 Tabel 3. 15 Perkiraan Besaran Pendanaan APBD Kota Padang Panjang Untuk
Kebutuhan Operasional/Pemeliharaan Aset Sanitasi Terbangun Hingga Tahun 2020 ... III-17 Tabel 3. 16 Tabel Perkiraan Kemampuan APBD Kota Padang Panjang Dalam
Mendanai Program/Kegiatan SSK ... III-18 Tabel 4. 1 Matriks SWOT Merumuskan Strategi Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota
Padang Panjang ... IV-2 Tabel 4. 2 Strategi Air Limbah Domestik Kota Padang Panjang ... IV-3 Tabel 4. 3 Matriks SWOT Merumuskan Strategi Pengelolaan Persampahan Kota Padang
Panjang ... IV-5 Tabel 4. 4 Strategi Pengelolaan Persampahan Kota Padang Panjang ... IV-6 Tabel 4. 5 Matriks Swot Merumuskan Strategi Pengelolaan Drainase
Kota Padang Panjang ... IV-8 Tabel 4. 6 Strategi Pengelolaan Drainase Perkotaan Kota Padang Panjang... IV-9 Tabel 5. 1 Ringkasan Indikasi Kebutuhan Biaya Dan Sumber Pendanaan Dan/Atau
Pembiayaan Pengembangan Sanitasi Untuk 5 Tahun ... V-1
Tabel 5. 2 Rekapitulasi Indikasi Kebutuhan Biaya Pengembangan Sanitasi untuk 5 tahun ... V-1
Tabel 5. 3 Tabel Rekapitulasi dengan Sumber Pendanaan APBD Kota Padang Panjang ... V-2
Tabel 5. 4 Tabel Rekapitulasi dengan Sumber Pendanaan APBD Provinsi Sumatera Barat ... V-3
Tabel 5. 5 Rekapitulasi dengan Sumber Pendanaan APBN ... V-3
Tabel 5. 6 Rekapitulasi Pendanaan Sanitasi Partisipasi Swasta/CSR ... V-3
Tabel 5. 7 Rekapitulasi Pendanaan Sanitasi Partisipasi Masyarakat ... V-4
Tabel 5. 8 Funding Gap ... V-4 Tabel 6. 1 Capaian Stratejik Air Limbah ... VI - 1 Tabel 6. 2 Capaian Kegiatan Air Limbah ... VI -5
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
vii Tabel 6. 3 Evaluasi Air Limbah ... VI -7 Tabel 6. 4 Pelaporan Monev Implementasi SSK Air Limbah ... VI -8 Tabel 6. 5 Capaian Stratejik Persampahan ... VI -8 Tabel 6. 6 Capaian Kegiatan Persampahan ... VI - 14 Tabel 6. 7 Evaluasi Persampahan ... VI -17 Tabel 6. 8 Pelaporan Monev Implementasi SSK Persampahan ... VI -19 Tabel 6. 9 Capaian Stratejik Drainase ... VI -19 Tabel 6. 10 Capaian Kegiatan ... VI -22 Tabel 6. 11 Evaluasi Drainase ... VI -23 Tabel 6. 12 Pelaporan Monev Implementasi SSK Drainase ... VI -24
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sektor sanitasi merupakan salah satu sektor pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan kesehatan masyarakat. Rendahnya kualitas sanitasi menjadi salah satu faktor bagi menurunnya derajat kesehatan masyarakat.
Sanitasi secara umum mengacu pada penyediaan fasilitas dan layanan untuk pembuangan urin dan tinja yang aman. Sanitasi yang tidak memadai adalah penyebab utama penyakit diseluruh dunia dan sanitasi yang baik diketahui memiliki dampak positif bagi kesehatan baik di lingkungan rumah tangga dan di masyarakat pada umumnya. Kata ‘Sanitasi’ juga mengacu pada kemampuan menjaga kondisi higienis, melalui layanan
pengumpulan sampah dan pembuangan air limbah (WHO,
http://www.who.int/topics/sanitation/en/. Diakses pada 30 November 2011).
Sektor sanitasi merupakan sektor yang termasuk tertinggal jika dibandingkan dengan sektor lain di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis oleh UNDP dalam Asia Pacific MDGs Report 2010, disampaikan bahwa akses sanitasi layak di Indonesia baru menempati angka ke 8 dari 10 negara di Asia Tenggara dan termasuk dalam kategori terlambat. Kondisi ini merupakan salah satu alasan bagi Pemerintah untuk secara nasional melaksanakan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) adalah program nasional pembangunan sanitasi di Indonesia yang digagas oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) dengan mempromosikan Strategi Sanitasi Kota (SSK). SSK merupakan dokumen cetak biru berisi pembangunan sanitasi sebuah kabupaten/kota yang komprehensif. Program ini diresmikan tahun 2009 oleh Wakil Presiden Budiono dalam deklarasi yang dikeluarkan pada Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) II.
PPSP diarahkan pada 3 sasaran, yakni:
1. Menghentikan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di perkotaan dan pedesaan.
2. Pengurangan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 2
Program PPSP bertujuan untuk memprioritaskan pembangunan sanitasi melalui pendekatan penyusunan dokumen perencanaan sanitasi sebelum pelaksanaan tahap implementasi. Adapun dokumen perencanaan yang disusun oleh kabupaten/kota terdiri dari 3 rangkaian dokumen yaitu :
1. Buku Putih Sanitasi (BPS)
2. Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) 3. Memorandum Program Sanitasi (MPS)
Buku Putih Sanitasi berisi kondisi eksisting sanitasi di suatu kabupaten/kota yang selanjutnya akan dijadikan sebagai titik awal rencana pembangunan ke depan, sedangkan
Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota adalah strategi pembangunan sanitasi yang ditetapkan untuk memecahkan permasalahan sanitasi seperti yang tertera dalam BPS, dan
Memorandum Program Sanitasi merupakan dokumen rencana tindak tahunan pembangunan sanitasi. Dokumen BPS dan SSK disusun dalam jangka waktu 1 (satu) tahun anggaran dan dokumen MPS disusun di tahun berikutnya.
PPSP diharapkan bisa menjadi payung bagi berbagai aktivitas terkait pembangunan sektor sanitasi yang berlangsung. Setiap kabupaten/kota mengimplementasikan pembangunan sanitasi dengan mengacu kepada SSK yang telah mereka buat. Adapun pelaku utama dalam penyusunan dokumen perencanaan sanitasi tersebut yaitu Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Pokja Sanitasinya.
Khusus untuk Kota Padang Panjang, tidak memadainya sistem sanitasi berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan lingkungan. Hal tersebut mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kondisi sanitasi melalui pendekatan menyeluruh berskala kota. Pendekatan ini dimulai dengan pembentukan Tim Pokja Sanitasi Kota Padang Panjang.
Salah satu tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk mensinergikan kerja dinas-dinas yang berkaitan dengan sanitasi (Air Limbah Domestik, Drainase, Persampahan dan PHBS) dalam satu wadah guna memperbaiki kinerja dan konsep sanitasi di masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, Tim Sanitasi Kota Padang Panjang melakukan pertemuan rutin untuk mengumpulkan, mengkaji serta menganalisa data dalam rangka memetakan kondisi sanitasi Kota Padang Panjang.
Penyediaan sarana dan prasarana sanitasi yang memadai merupakan suatu prasyarat bagi kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Namun demikian dalam pelaksanaannya masih sering ditemukan kendala dan permasalahan, terutama disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah :
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 3 Perencanaan sanitasi yang relatif masih parsial dan sektoral, kurang terintegrasi antar
subsektor air limbah, persampahan, dan drainase.
Koordinasi dan kinerja antar pihak-pihak yang berkepentingan dengan sanitasi masih kurang terpadu;
Tingkat kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan yang terkait sanitasi masih relatif rendah, dan kurang tegasnya sanksi atas pelanggaran tersebut;
Keterbatasan anggaran dan investasi, dimana sektor sanitasi masih belum menjadi skala prioritas;
Investasi sektor swasta masih terbatas, karena masih dinilai kurang layak;
Partisipasi swasta masih relatif terbatas, karena kurangnya sosialisasi dan edukasi
Pada periode RPJMN 2015-2019 Pemerintah Indonesia menetapkan target 100 persen (universal access) akses sanitasi layak di akhir tahun 2019. Tim Pokja Sanitasi Kota Padang Panjang tahun 2013 telah menyusun dokumen BPS dan SSK, dan tahun 2014 menyusun dokumen Memorandum Sektor Sanitasi (MPS). Pada tahun 2016, sebagai upaya turut serta mencapai target nasional Kota Padang Panjang mengikuti program PPSP pada kategori penyusunan dokumen Pemutakhiran Strategi Sanitasi Kota yang berisi penggabungan 3 (tiga) dokumen yaitu BPS, SSK, dan MPS dalam satu dokumen yang implementatif untuk mencapai target universal akses. Disamping dokumen tersebut, pemutakhiran dokumen Strategi Sanitasi Kota Padang Panjang sangat berkaitan dengan berbagai dokumen perencanaan pembangunan, baik tingkat nasional, provinsi, maupun kota/kabupaten. Oleh karena itu, Strategi Sanitasi Kota Padang Panjang disusun dengan memperhatikan keterkaitan, keselarasan, dan keterpaduan dengan berbagai dokumen yang dimaksud.
Adapun hubungan SSK dengan dokumen perencanaan lainnya cukup strategis, antara lain:
1. Memperhatikan RPJPN dan RPJMN dilakukan melalui penyelarasan kebijakan, strategi dan program pembangunan sanitasi Kota Padang Panjang dengan arah, kebijakan umum dan prioritas pembangunan nasional dan pembangunan kewilayahan. 2. Memperhatikan RPJPD dan RPJMD Provinsi Sumatra Barat dilakukan melalui
penyelarasan kebijakan, strategi dan program pembangunan sanitasi Kota Padang Panjang dengan kebijakan, strategi dan program pembangunan Provinsi Sumatra Barat.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 4
3. Berpedoman pada RPJMD dan RTRW Kota Padang Panjang dilakukan dengan: (1)penyelarasan kebijakan, strategi dan program pembangunan sanitasi Kota Padang Panjang dengan visi, misi, arah, kebijakan pembangunan jangka menengah daerah; dan (2) penyelarasan kebijakan, strategi dan program pembangunan sanitasi Kota Padang Panjang dengan pemanfaatan struktur dan pola ruang Kota Padang Panjang. Selain itu agar pada saat pengendalian pemanfaatan ruang wilayah terlaksana pula implementasi dari Strategi Sanitasi Kota.
4. Berpedoman pada Renstra SKPD terkait Sanitasi Kota Padang Panjang dilakukan dengan penyelarasan kebijakan, strategi dan program pembangunan sanitasi Kota Padang Panjang dengan rencana dan strategi SKPD.
1.2. Metodologi Penyusunan
Metode yang digunakan dalam pemutakhiran penyusunan dokumen Strategi Sanitasi Kota Padang Panjang ini adalah studi dokumen dan pengumpulan data sekunder yang ada di masing-masing SKPD terkait, dan didukung dengan observasi objek yang relevan serta disusun berdasarkan karakteristik daerah, kapasitas kebijakan, melibatkan sebanyak mungkin pelaku dari berbagai unsur dan kepentingan berdasarkan kemampuan riil daerah, kesepakatan masyarakat, kepentingan daerah serta aturan perundang-undangan yang berlaku.
SSK yang dimuthakirkan ini merupakan penjabaran operasional dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Padang Panjang khususnya yang berkaitan dengan pembangunan sanitasi yang besifat lintas sektor, komprehensif, berkelanjutan dan partisipatif sesuai dengan konsep dasar pemikiran RPJMD
Metode yang digunakan dalam penyusunan pemutakhiran SSK ini menggunakan beberapa pendekatan dan alat bantu, secara bertahap untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang lengkap. Metode penyusunan pemutakhiran
Metode pemutakhiran penyusunan Strategi Sanitasi Kota Padang Panjang, terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut :
a. Melakukan penilaian dan pemetaan kondisi sanitasi Kota Padang Panjang. Menganalisa kondisi sanitasi yang ada saat ini dan permasalahan mendesak yang ada dalam pengelolaan layanan sanitasi yang meliputi: air limbah domestik,
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 5
persampahan, drainase dan PHBS terkait sanitasi. Penentuan area berisiko sanitasi digunakan analisa kualitatif persepsi SKPD, analisa kuantitatif hasil studi EHRA, dan data sekunder.
b. Melakukan penilaian terhadap kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan. Analisis kesenjangan digunakan untuk menentukan isu strategis dan kendala, tantangan serta hambatan yang mungkin akan dihadapi dalam mencapai tujuan.
c. Menetapkan kondisi sanitasi yang diinginkan yang akan dituangkan kedalam visi dan misi sanitasi kota serta merumuskan tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi dengan tetap mengacu pada RTRW dan RPJMD Kota Padang Panjang serta dokumen perencanaan lainnya.
d. Merumuskan strategi sanitasi kota yang menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan sanitasi kota jangka menengah 5 tahunan dengan menggunakan alat analisis SWOT.
Untuk lebih memahami proses dan kegiatan penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK) ini secara menyeluruh, akan disajikan beberapa hal penting yang berkaitan dengan aspek metodologi yang digunakan dalam penulisan ini yang secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Sumber Data
a. Arsip dan dokumen yang berkaitan dengan aktivitas program masing-masing dinas/kantor terkait, baik langsung maupun tidak langsung, misalnya yang berupa data statistik, proposal, laporan, foto dan peta.
b. Narasumber, yang terdiri dari beragam posisi yang berkaitan dengan tugas dinas/kantor terkait untuk klarifikasi data-data, pihak swasta, masyarakat sipil, dan tokoh masyarakat.
Untuk mendukung data sekunder tersebut juga dilakukan beberapa kajian terkait dengan pengelolaan sanitasi seperti: Enviromental Health Risk Assesment (EHRA), kajian peran serta swasta dalam penyedia layanan sanitasi, kajian kelembagaan dan keuangan, kajian komunikasi dan media, kajian peran serta masyarakat, dan kajian sanitasi sekolah.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 6
Proses seleksi dan kompilasi data sekunder berada dalam tahap ini. Teknik kajian dokumen dipergunakan tim untuk mengkaji data. Banyak dokumen kegiatan program yang mampu memberikan informasi mengenai apa yang terjadi di masa lampau yang erat kaitannya dengan kondisi yang terjadi pada masa kini.
Pengumpulan data menggunakan berbagai teknik antara lain : - Kajian Literatur
- Observasi / wawancara responden - Forum Diskusi, lokakarya dan sebagainya 3. Jenis Data
a. Data primer; yaitu data yang bersumber dari survey atau observasi lapangan yang dilakukan Pokja. Data primer dapat berupa rekaman hasil wawancara maupun potret/dokumentasi kondisi eksisting di lapangan.
b. Data sekunder; yang diperoleh dari dokumen yang dimiliki tiap dinas/ SKPD yang terlibat dalam Pokja Sanitasi Kota Padang Panjang secara umum.
1.3. Dasar Hukum
Kegiatan pengembangan sanitasi di Kota Padang Panjang didasarkan pada peraturan dan produk hukum yang meliputi :
Undang-Undang
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah;
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; 6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah;
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 7
9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
10. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alami Hayati dan Ekosistemnya;
11. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan;
12. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; 13. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
14. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
1. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2001 Tentang Retribusi Daerah;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan badan layanan Umum;
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2007 tentang Mutu Air Limbah;
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Kewenangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 8
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2008 tentang Air Tanah (Air tanah harus dikelola secara terpadu, menyeluruh dan berwawasan lingkungan hidup);
13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 tentang Kawasan Industri;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Perkotaan;
15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang;
17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai; 18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
19. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang;
Keputusan dan Peraturan Presiden Republik Indonesia
1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 Tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan;
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 Tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air;
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2002 Tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 Tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air;
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
5. Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2011 tentang Kebijakan Nasional Pengeloaan Sumber Daya Air;
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 185 Tahun 2014 Tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi;
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 9
Keputusan dan Peraturan Menteri Republik Indonesia
1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri; 2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor
Kep-51/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri; 3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor
Kep-52/MENLH/10/1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel;
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 58 Tahun1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit;
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1998 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri;
6. Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Republik Indonesia Nomor 403 Tahun 2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (Rs SEHAT);
7. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik;
8. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1205/Menkes/Per/X/2004 tentang Pedoman Persyaratan Kesehatan Pelayanan Sehat Pakai Air (SPA);
9. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2006 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan Rumah Pemotongan Hewan;
10. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21 Tahun 2006 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan persampahan;
11. Keputusan Menteri PU Republik Indonesia Nomor 16/PRT/M Tahun 2008 tentang Kebijakan Strategi Nasional Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman;
12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852 Tahun 2008 tentang Kebijakan Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat;
13. Peraturan Menteri PU Republik Indonesia nomor 45/PRT/1990 tentang Pengendalian Mutu Air Pada Sumber-Sumber Air;
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 10
14. Peraturan Menteri PU Republik Indonesia nomor 16/PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman (KSNP-SPALP);
15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Penyusunan Pola Sumber Daya Air,
16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 33 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Persampahan;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2010 tentang Pedoman Standar Pelayanan Perkotaan;
18. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank sampah;
19. Peraturan Menteri PU Republik Indonesia nomor 19/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah; 20. Peraturan Menteri PU Republik Indonesia nomor 3/PRT/M/2013 tentang
Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga;
21. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Peraturan Daerah
1. Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Kota Padang Panjang (Lembaran Daerah Kota Padang Panjang Nomor 12 Tahun 2008 Seri E.3) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Daerah Kota Padang Panjang Nomor 3 Tahun 2012 Seri E.2);
2. Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Padang Panjang tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Padang Panjang Tahun 2009 Nomor 11 Seri E.6);
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 11
3. Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 7 tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang Panjang tahun 2013 – 2018
4. Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang Panjang Tahun 2012-2032.
5. Perda No 8 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga
6. Perda No 12 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum (termasuk retribusi pelayanan persampahan dan penyedotan kakus)
7. Perda No 4 Tahun 2012 Tentang Perubahan atas Perda Padang Panjang No 10 Tahun 2010 Tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum
8. Perda No 4 Tahun 2016 Tentang Bangunan Gedung
Surat Edaran Menteri
1. SE Mendagri Nomor 050/2020/SJ tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah;
2. SE Mendagri Nomor 660/4919/SJ tentang Pedoman Pengelolaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Di Daerah.
1.4. Sistematika Penulisan
Seusai dengan pedoman Pemutakhiran SSK yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, susunan penulisan dokumen pemutakhiran SSK ini terdiri dari 6 (enam) bab yang meliputi:
Bab - I Pendahuluan
Bab ini memuat uraian tentang latar belakang, metodologi penyusunan, dasar hukum dan sistimatika penulisan.
Bab - II Profil Wilayah dan Sanitasi Saat ini
Menjelaskan secara rinci gambaran wilayah Kota Padang Panjang, kemajuan pelaksanaan SSK ,profil sanitasi saat ini berdasarkan hasil pengisian instrumen profil dan peta area berisiko sanitasi.
Bab - III Kerangka Pengembangan Sanitasi
Merupakan arah pengembangan sanitasi lima tahun ke depan yang mencakup; visi dan misi sanitasi Kota Padang Panjang, pentahapan pengembangan sanitasi
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
I - 12
sesuai dengan zona dan sistem sanitasi yang direkomendasikan serta analisis kemampuan pendanaan sanitasi Kota Padang Panjang.
Bab - IV Strategi Pengembangan Sanitasi
Memuat strategi pengembangan air limbah domestik, pengelolaan persampahan, drainase perkotaan, perilaku hidup bersih dan sehat berdasarkan hasil analisis SWOT.
Bab - V Program, Kegiatan dan Indikasi Pendanaan Sanitasi
Menyajikan tentang ringkasan program dan anggaran, kebutuhan biaya pengembangan sanitasi dengan sumber pendanaan pemerintah, kebutuhan biaya pengembangan sanitasi dengan sumber pendanaan non pemerintah dan antisipasi funding gap.
Bab – VI Monitoring dan Evaluasi Capaian SSK
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II - 1
BAB II
PROFIL SANITASI SAAT INI
2.1.
Gambaran Wilayah
2.1.1. Kondisi Administrasi
Secara geografis, Kota Padang Panjang terletak 0026 48,30’ Lintang Selatan sampai dengan 0029’ 31,94 Lintang Selatan dan 100 020’ sampai dengan 100 0 dan
berada pada ketinggian 550-900 meter di atas permukaan laut (dpl). Secara administrasi Kota Padang Panjang memiliki Luas ± 23,00 km setara dengan± 2.300 Ha (Data BPS)
Secara administrasi batas Kota Padang Panjang adalah sebagai berikut:
1. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan X Koto (Kabupaten Tanah Datar) 2. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Batipuh (Kabupaten Tanah Datar) 3. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan X Koto (Kabupaten Tanah
Datar) dan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam (Kabupaten Padang Pariaman)
4. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan X Koto (Kabupaten Tanah Datar)
Kota Padang Panjang terdiri dari 2 kecamatan yaitu Padang Panjang Barat dengan luas daerah 975 Ha dan Padang Panjang Timur dengan luas 1.325 Ha (Data BPS). Dari kedua kecamatan tersebut masing-masing memiliki 8 (delapan) kelurahan. Berarti Kota Padang Panjang memiliki 16 (enam belas) kelurahan. Kelurahan Kampung Manggis adalah kelurahan dengan luas wilayah terbesar di Kota Padang Panjang dengan luas 316 Ha, sedangkan Kelurahan Pasar Baru adalah kelurahan dengan luas wilayah terkecil, luasnya hanya 23 Hektar. Sebagian besar wilayah Kota Padang Panjang merupakan lahan pertanian yaitu seluas 1.428 hektar atau sekitar 62,09 persen dari luas Kota Padang Panjang secara keseluruhan. Luas lahan pertanian terluas adalah lahan sawah yaitu 630 hektar atau mencapai 27,39 persen dari luas Kota Padang Panjang. Sedangkan luas lahan bukan pertanian (jalan, pemukiman, perkantoran, sungai, dan lahan pertanian bukan sawah yang tidak diusahakan lebih dari dua tahun luasnya mencapai 37,91 persen dari luas wilayah Kota Padang Panjang.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II - 2 Sumber: RTRW Kota padang Panjang, Dalam Rencana Induk Persampahan
gambar 2. 1 Peta Administrasi
Kota Padang Panjang
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -3 Tabel 2. 1
Luas Wilayah per Kelurahan (Ha) Tahun 2014
No Nama Kecamatan/ Kelurahan
Luas Wilayah (Ha)
ADMINISTRASI TERBANGUN Luas (Ha) % Thd Total Ha % Thd Total I Kecamatan Padang Panjang Barat 975 42,39 231 24
1 Kel. Silaing Bawah 261 11,35 57 22
2 Kel. Silaing Atas 54 2,35 13 24
3 Kel. Pasar Usang 59 2,57 32 54
4 Kel. Kampung Manggis 316 13,74 37 12
5 Kel. Tanah Hitam 72 3,13 20 28
6 Kel. Pasar Baru 23 1,00 14 61
7 Kel. Bukit Surungan 121 5,26 32 26
8 Kel. Balai-balai 69 3,00 26 38
II Kecamatan Padang Panjang Timur 1.325 57,61 189 14
1 Kel. Koto Panjang 133 5,78 31 23
2 Kel. Koto Katik 101 4,39 11 11
3 Kel. Ngalau 145 6,30 22 15
4 Kel. Ekor Lubuk 280 12,17 13 5
5 Kel. Sigando 140 6,09 9 6
6 Kel. Ganting 310 13,48 34 11
7 Kel. Guguk Malintang 190 8,26 57 30
8 Kel. Tanah Pak Lambik 26 1,13 11 42
Jumlah 2.300 100 420 18
Sumber: Padang Panjang Dalam Angka 2015 dan hasil analisa
2.1.2. Kependudukan
Penduduk merupakan aset pembangunan bila mereka dapat diberdayakan secara optimal. Sekalipun demikian, jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya maka justru akan menjadi beban pembangunan. Jumlah penduduk Kota Padang Panjang tahun 2014 adalah sebesar 50.208 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,59% per tahun. Jumlah penduduk terbanyak dan paling sedikit yaitu di daerah Kecamatan Padang Panjang Timur. Dimana jumlah penduduk terbanyak di Kelurahan Guguk Malintang dengan jumlah penduduk sebesar 6.158 jiwa dan jumlah penduduk paling sedikit yaitu di Kelurahan Koto Katik yaitu sebesar 864 jiwa.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -4 Kepadatan penduduk Kota Padang Panjang pada tahun 2014 mencapai 21,83 jiwa/km2. Kecamatan Padang Panjang Barat dengan kepadatan sebesar 29,25 jiwa/km2 memiliki angka yang lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Padang Panjang Timur yang hanya sebesar 16,37 jiwa/km2. Dari 16 kelurahan yang ada di Kota Padang Panjang, kelurahan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kelurahan Balai-Balai yang mencapai 77,04 jiwa/km2. Sedangkan kelurahan dengan tingkat kepadatan terendah adalah Kelurahan Ganting dengan tingkat kepadatan penduduk 6,80 jiwa/km2
Untuk lebih jelasnya jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan jumlah kepala keluarga per kelurahan di Kota Padang Panjang dapat dilhat dari tabel 2.2
berikut.
Tabel 2. 2
Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Penduduk Kota Padang Panjang Tahun 2014
No Kecamatan / Kelurahan Luas (Ha)
Penduduk (Jiwa) Kepadatan (Jiwa/Ha) Laki-Laki Perempuan JML
I
Kecamatan Padang Panjang
Barat 975 14.168 14.355 28.523 29,25
1 Kel. Silaing Bawah 261 2.425 2.577 5.002 19,16 2 Kel. Silaing Atas 54 1.082 964 2.046 37,89 3 Kel. Pasar Usang 59 1.807 2.136 3.943 66,83 4 Kel. Kampung Manggis 316 2.842 2.659 5.501 17,41 5 Kel. Tanah Hitam 72 1.582 1.598 3.180 44,17 6 Kel. Pasar Baru 23 678 637 1.315 57,17 7 Kel. Bukit Surungan 121 1.139 b 1.081 2.220 18,35 8 Kel. Balai-balai 69 2.613 2.703 5.316 77,04
II
Kecamatan Padang Panjang
Timur 1.325 10.851 10.834
21.685
16,37
1 Kel. Koto Panjang 133 2.181 2.069 4.250 31,95 2 Kel. Koto Katiak 101 435 429 864 8,55 3 Kel. Ngalau 145 1.379 1.385 2.764 19,06 4 Kel. Ekor Lubuk 280 1.161 1.115 2.276 8 ,13 5 Kel. Sigando 140 744 721 1.465 10,46 6 Kel. Ganting 310 1.029 1.079 2.108 68 7 Kel. Guguk Malintang 190 2.988 3.170 6.158 32,41 8 Kel. Tanah Pak Lambik 26 934 866 1.800 69,23
JUMLAH 2014 2.300 25.019 25.189 50,208 21,83 Sumber : Padang Panjang dalam angka tahun 2015 dan hasil analisa
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -5 Tabel 2. 3
Jumlah penduduk Kota Padang Panjang Tahun 2015-2020
NO NAMA KECAMATAN 2014 PROYEKSI PENDUDUK JIWA R (%) WILAYAH PERKOTAAN TAHUN 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 I Kecamatan Padang Panjang Barat 28.523 28.896 29.274 29.658 30.046 30.440 30.838 31.243
1 Kel. Silaing Bawah 5.002 1,25 5.065 5.128 5.192 5.257 5.323 5.389 5.456 2 Kel. Silaing Atas 2.046 1,25 2.072 2.097 2.124 2.150 2.177 2.204 2.232 3 Kel. Pasar Usang 3.943 1,25 3.992 4.042 4.093 4.144 4.196 4.248 4.301 4 Kel. Kampung Manggis 5.501 1,25 5.570 5.639 5.710 5.781 5.854 5.927 6.001 5 Kel. Tanah Hitam 3.180 1,25 3.220 3.260 3.301 3.342 3.384 3.426 3.469 6 Kel. Pasar Baru 1.315 1,25 1.331 1.348 1.365 1.382 1.399 1.417 1.434 7 Kel. Bukit Surungan 2.220 2,00 2.264 2.310 2.356 2.403 2.451 2.500 2.550 8 Kel. Balai-balai 5.316 1,25 5.382 5.450 5.518 5.587 5.657 5.727 5.799
II Kecamatan Padang
Panjang Timur 21.685 22.105 22.534 22.970 23.416 23.870 24.333 24.805
1 Kel. Koto Panjang 4.250 2,00 4.335 4.422 4.510 4.600 4.692 4.786 4.882
2 Kel. Koto Katik 864 2,00 881 899 917 935 954 973 992
3 Kel. Ngalau 2.764 2,00 2.819 2.876 2.933 2.992 3.052 3.113 3.175 4 Kel. Ekor Lubuk 2.276 2,00 2.322 2.368 2.415 2.464 2.513 2.563 2.614 5 Kel. Sigando 1.465 2,00 1.494 1.524 1.555 1.586 1.617 1.650 1.683 6 Kel. Ganting 2.108 2,00 2.150 2.193 2.237 2.282 2.327 2.374 2.421 7 Kel. Guguk Malintang 6.158 2,00 6.281 6.407 6.535 6.666 6.799 6.935 7.074 8 Kel. Tanah Pak Lambik 1.800 1,25 1.823 1.845 1.868 1.892 1.915 1.939 1.964
Jumlah 50.208 51.001 51.808 52.628 53.462 54.310 55.172 56.048 Sumber : Padang Panjang dalam angka tahun 2015 dan hasil analisa
Catt:
Laju Pertumbuhan Penduduk Berdasarkan RPJPD Kota Padang Panjang
r pada Kelurahan yang padat dan ketersediaan ruang rendah = 1,25% (Kecamatan Padang Panjang Barat, kecuali Kel. Bukit Surungan)
r pada Kelurahan yang tidak padat dan ketersediaan ruang besar = 2% (Kecamatan Padang Panjang Timur, kecuali Kel. Tanah Pak Lambik).
Metode proyeksi yang digunakan adalah metode matematik dengan rumus yang digunakan sebagai berikut:
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -6 Pt = Po (1 + r)t
Keterangan:
Po = jumlah penduduk tahun dasar , Pt = jumlah penduduk akhir (tahun proyeksi) r = laju pertumbuhan penduduk (%) , t = waktu (tahun)
Tabel 2. 4
Jumlah Kepala Keluarga Kota Padang Panjang Tahun 2015-2019
No Nama Kecamatan
2014 Proyeksi Kepala Keluarga Jiwa r (%) Wilayah Perkotaan Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 I Kecamatan Padang Panjang Barat 28.523 5.779 5.855 5.932 6.009 6.088 6.168 6.249
1 Kel. Silaing Bawah 5.002 1,25 1.013 1.026 1.038 1.051 1.065 1078 1091
2 Kel. Silaing Atas 2.046 1,25 414 419 425 430 435 441 446
3 Kel. Pasar Usang 3.943 1,25 798 808 819 829 839 850 860
4 Kel. Kampung Manggis 5.501 1,25 1.114 1.128 1.142 1.156 1.171 1185 1200
5 Kel. Tanah Hitam 3.180 1,25 644 652 660 668 677 685 694
6 Kel. Pasar Baru 1.315 1,25 266 270 273 276 280 283 287
7 Kel. Bukit Surungan 2.220 2,00 453 462 471 481 490 500 510 8 Kel. Balai-balai 5.316 1,25 1.076 1.090 1.104 1.117 1.131 1145 1160 II Kecamatan Padang
Panjang Timur 21.685 4.421 4.507 4.594 4.683 4.774 4.867 4.961
1 Kel. Koto Panjang 4.250 2,00 867 884 902 920 938 957 976
2 Kel. Koto Katik 864 2,00 176 180 183 187 191 195 198
3 Kel. Ngalau 2.764 2,00 564 575 587 598 610 623 635
4 Kel. Ekor Lubuk 2.276 2,00 464 474 483 493 503 513 523
5 Kel. Sigando 1.465 2,00 299 305 311 317 323 330 337
6 Kel. Ganting 2.108 2,00 430 439 447 456 465 475 484
7 Kel. Guguk Malintang 6.158 2,00 1.256 1.281 1.307 1.333 1.360 1387 1415 8 Kel. Tanah Pak Lambik 1.800 1,25 365 369 374 378 383 388 393
Jumlah 50.208 10.200 10.362 10.526 10.692 10.862 11.034 11.210 Sumber : Padang Panjang dalam angka tahun 2015 dan hasil analisa (asumsi 1 KK = 5 jiwa)
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -7 Tabel 2. 5
Tingkat pertumbuhan penduduk dan kepadatan Kota Padang Panjang Tahun 2015-2021
N
O NAMA KECAMATAN
LUAS (HA) R %
PROYEKSI PENDUDUK (JIWA) KEPADATAN PENDUDUK (JIWA/HA)
TAHUN TAHUN
2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 I Padang Panjang Barat 975 28.896 29.274 29.658 30.046 30.440 30.838 31.243 30 30 30 31 31 32 32
1 Kel. Silaing Bawah 261 1,25 5.065 5.128 5.192 5.257 5.323 5.389 5.456 19 20 20 20 20 21 21 2 Kel. Silaing Atas 54 1,25 2.072 2.097 2.124 2.150 2.177 2.204 2.232 38 39 39 40 40 41 41 3 Kel. Pasar Usang 59 1,25 3.992 4.042 4.093 4.144 4.196 4.248 4.301 68 69 69 70 71 72 73 4 Kel. Kampung Manggis 316 1,25 5.570 5.639 5.710 5.781 5.854 5.927 6.001 18 18 18 18 19 19 19 5 Kel. Tanah Hitam 72 1,25 3.220 3.260 3.301 3.342 3.384 3.426 3.469 45 45 46 46 47 48 48 6 Kel. Pasar Baru 23 1,25 1.331 1.348 1.365 1.382 1.399 1.417 1.434 58 59 59 60 61 62 62 7 Kel. Bukit Surungan 121 2,00 2.264 2.310 2.356 2.403 2.451 2.500 2.550 19 19 19 20 20 21 21 8 Kel. Balai-balai 69 1,25 5.382 5.450 5.518 5.587 5.657 5.727 5.799 78 79 80 81 82 83 84
II Padang Panjang Timur 1.325 22.105 22.534 22.970 23.416 23.870 24.333 24.805 17 17 17 18 18 18 19
1 Kel. Koto Panjang 133 2,00 4.335 4.422 4.510 4.600 4.692 4.786 4.882 33 33 34 35 35 36 37 2 Kel. Koto Katik 101 2,00 881 899 917 935 954 973 992 9 9 9 9 9 10 10 3 Kel. Ngalau 145 2,00 2.819 2.876 2.933 2.992 3.052 3.113 3.175 19 20 20 21 21 21 22 4 Kel. Ekor Lubuk 280 2,00 2.322 2.368 2.415 2.464 2.513 2.563 2.614 8 8 9 9 9 9 9 5 Kel. Sigando 140 2,00 1.494 1.524 1.555 1.586 1.617 1.650 1.683 11 11 11 11 12 12 12 6 Kel. Ganting 310 2,00 2.150 2.193 2.237 2.282 2.327 2.374 2.421 7 7 7 7 8 8 8 7 Kel. Guguk Malintang 190 2,00 6.281 6.407 6.535 6.666 6.799 6.935 7.074 33 34 34 35 36 36 37 8 Kel. Tanah Pak Lambik 26 1,25 1.823 1.845 1.868 1.892 1.915 1.939 1.964 70 71 72 73 74 75 76
Jumlah 2.300 51.001 51.808 52.628 53.462 54.310 55.172 56.048 22 23 23 23 24 24 24
Sumber: Padang Panjang Dalam Angka 2015 dan hasil analisis 2016 Catt: nilai r tetap sesuai dengan RPJPD Kota Padang Panjang.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -8 2.1.3. Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya menggambarkan keadaan prasarana pendidikan, jumlah penduduk miskin, serta kawasan kumuh yang terdapat di wilayah Kota Padang Panjang
Tabel 2. 6
Fasilitas pendidikan yang tersedia di Kota Padang Panjang tahun 2014 2.
NAMA JENIS SEKOLAH
SD SLTP SMA SMK
Sekolah 39 18 15 5
Guru 536 556 547 231
Murid 7.211 5.301 5.160 2.444
Sumber: Padang Panjang dalam angka tahun 2015
Berdasarkan data PPLS jumlah KK miskin di Kota Padang Panjang pada tahun 2015 berjumlah 2.093 KK. Dimana Kecamatan Padang Panjang Barat 924 KK dan Kecamatan Padang Panjang Timur 1.169 KK. Kelurahan yang memiliki KK miskin paling banyak yaitu Kelurahan Kampung Manggis dengan jumlah 231 KK dan Kelurahan Bukit Surungan memiliki KK miskin paling sedikit yaitu 47 KK`
Tabel 2. 7
Jumlah KK Miskin Di Kota Padang Panjang Tahun 2015
NO NAMA KECAMATAN JIWA
I Kecamatan Padang Panjang Barat 924
1 Kel. Silaing Bawah 155
2 Kel. Silaing Atas 52
3 Kel. Pasar Usang 81
4 Kel. Kampung Manggis 231
5 Kel. Tanah Hitam 185
6 Kel. Pasar Baru 48
7 Kel. Bukit Surungan 47
8 Kel. Balai-balai 125
II Kecamatan Padang Panjang Timur 1.169
1 Kel. Koto Panjang 228
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -9
NO NAMA KECAMATAN JIWA
3 Kel. Ngalau 151
4 Kel. Ekor Lubuk 181
5 Kel. Sigando 130
6 Kel. Ganting 150
7 Kel. Guguk Malintang 168
8 Kel. Tanah Pak Lambik 52
Jumlah 2.093
Sumber : data PPLStahun 2015
Tabel 2. 8
Lokasi Pemukiman dan Kawasan Kumuh di Kota Padang Panjang Tahun 2015
No. KEL TINGKAT
KEKUMUHAN RT LUAS (HA)
LEGALITAS LAHAN
1
PASAR USANG kumuh sedang RT 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11
8,253 Legal kumuh Tinggi RT 9 0,110 Legal
2
TANAH HITAM kumuh sedang RT 1, 2, 3, 4, 5,6, 7, 9, 10, 11, 12, 13 ,14
13,206 Legal
3
KAMPUNG MANGGIS kumuh sedang RT 8, 18 2,804 Legal kumuh Tinggi RT 1 0,165 Legal 4
PASAR BARU kumuh sedang RT 4 0,003 Legal kumuh sedang RT 1, 2, 4, 5 1,355 Legal
5
BALAI-BALAI kumuh sedang RT 6, 23, 20, 9, 22, 11, 10, 12, 18, 24
10,762 Legal
6 GUGUK MALINTANG kumuh sedang RT 16, 20 1,998 Legal 7
TANAH PAK LAMBIK kumuh Tinggi RT 7 0,153 Legal kumuh rendah RT 6, 7, 3 2,122 Legal 8
BUKIT SURUNGAN kumuh Tinggi RT 7 0,100 Legal kumuh rendah RT 1, 2, 3, 4, 5, 6 7,758 Legal 9 EKOR LUBUK kumuh rendah RT 10 0,660 Legal 10 PASAR BARU kumuh Tinggi RT 1, 2, 4, 5 1,346 Legal 11 SIGANDO kumuh rendah RT 3 2,273 Legal
Sumber: Keputusan Walikota Padang Panjang Nomor :050//Wako-Pp/2014 Tanggal: September 2014 Tentang:Penetapan Lokasi Perumahan Dan Permukiman Kumuh Kota Padang Panjang
2.1.4. Iklim Kota Padang Panjang
Kota Padang Panjang terletak pada kawasan pegunungan (Gunung Marapi, Singgalang dan Tandikat), sehingga udaranya sejuk dan mempunyai curah hujan
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -10 yang tinggi atau sering disebut sebagai kota hujan. Periode Januari – Desember 2008, curah hujan tercatat sekitar 3.775,20 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 252 hari, lebih rendah dari tahun 2007 yang tercatat sekitar 4.762,00 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 268 hari. Sedangkan suhu udara rata-rata adalah 21,880C dengan kelembaban udara adalah 88,03%. Adapun untuk penyinaran matahari rata-rata adalah 45,75% dengan Kecepatan Angin rata-rata-rata-rata 12 knot dan tingkat penguapan rata-rata 2,9 mm.
2.1.5. Hidrologi Kota Padang Panjang
Secara regional (konteks Provinsi), Kota Padang Panjang termasuk dalam 2 wilayah sungai (WS) yaitu WS Akuaman pada bagian barat dan WS Indragiri pada bagian timur. Adapun secara lokal, Kota Padang Padang Panjang terbagi atas 4 daerah aliran sungai (DAS) meliputi :DAS Batang Anai berlokasi dibagian barat seluas ± 380,80 Ha, DAS Sungai Andok berlokasi dibagian tengah seluas ± 931,46 Ha, DAS Batang Rupit berlokasi dibagian tengah seluas ± 939,47 Hadan DAS Batang Sikakeh berlokasi di bagian timur seluas ± 721,81 Ha. Kemudian tahun 2008 terdapat 10 sungai di Kota Padang Panjang dengan total panjang 28,73 Km dan sebagian besar berlokasi di Kecamatan Padang Panjang Timur. Adapun sungai yang terpanjang adalah sungai Sungai Talang yaitu 5,82 Km dan terpendek adalah sungai Air Mangiang yaitu 0,65 Km.
2.1.6. Topografi Kota Padang Panjang
Kota Padang Panjang terletak pada ketinggian berkisar antara 550-900 meter di atas permukaan laut.Berdasarkan peta kemiringan lahannya, maka dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1. Kemiringan lahan 0-2%terdapat di bagian barat dan tengah Kota Padang Panjang dengan luas sekitar 66,49 Ha atau 2,30% dari seluruh luas wilayah Kota Padang Panjang.
2. Kemiringan lahan 2-15% membentang dari barat ke timur di bagian tengah Kota Padang Panjang dengan luas sekitar 479,70 Ha atau 16,13% dari seluruh luas wilayah Kota Padang Panjang.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -11 3. Kemiringan Lahan 15-40% membentang dari barat ke timur dengan luas
sekitar 1.072,31 Ha atau 36,06% dari seluruh wilayah Kota Padang Panjang. 4. Kemiringan Lahan >40% membentang dari utara ke selatan dengan Luas
lahan sekitar 1.353, 04 Ha atau 45,50% dari seluruh wilayah Kota Padang Panjang.
2.1.7. Geologi Kota Padang Panjang
Hasil Kajian Penilaian Resiko Bencana Gempa Bumi dan Bahaya Gunung Berapi di Kota Padang Panjang tahun 2006 (Pusat Survei Geologi dan Bappeda Kota Padang Panjang), maka secara umum formasi Geologi Kota Padang Panjang terdiri dari batuan malihan (± 1.362,77 Ha), batuan tufaan aliran piroklastik (± 911,87 Ha), batuan tufaan (± 455,99 Ha), dan lahar II (± 69,48 Ha). Kemudian dari struktur geologinya terdapat satu sesar aktif yang melewati Kota Padang Panjang yaitu sesar Bukit Jarat dan satu lagi berdekatan dengan Kota Padang Panjang (pada bagian timur) yaitu Sesar Sumatera.
2.1.8. Perekonomian
Perekonomian Kota Padang Panjang pada tahun 2014 mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan tahun – tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan PDRB Kota Padang Panjang tahun 2014 sebesar 6,10 %, sedangkan tahun 2013 mencapai 6,31 %. Untuk lebih jelasnya nilai PDRB, pendapatan perkapita dan laju pertumbuhan PDRB tahun 2010 -2014 di Kota Padang panjang dapat dilihat pada tabel 2.9 dibawah ini.
Tabel 2. 9
PDRB Kota Padang Panjang Tahun 2010 – 2014
No D e s k r i p s i Tahun
2010 2011 2012 2013 2014
1 PDRB harga konstan (struktur perekonomian) (Rp.) 1.535.88 3,9 1.632.84 6,9 1.730.27 6,4 1.839.3 93,1 1.951.67 4,2 2 Pendapatan Perkapita Kota atas dasar
harga berlaku (Rp.)
32,54 36,03 38,99 42,30 47,09
3 Laju Pertumbuhan PDRB harga konstan (%) 6,38 6,31 5,97 6,31 6,10
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -12 Anggaran penerimaan pendapatan daerah pada rencana anggaran pendapatan daerah Kota Padang Panjang pada tahun 2014 sebesar 478,22 milyar rupiah, sedangkan realisasinya mencapai 475,21 milyar rupiah. Dengan angka tersebut, terlihat bahwa realisasi APBD Kota Padang Panjang belum sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Rencana anggaran yang tidak mencapai target adalah anggaran pemerintah pusat dana perimbangan pendapatan asli daerah Kota Padang Panjang yaitu pada dana alokasi khusus (DAK), dimana targetnya 31,84 milyar rupiah tetapi hanya tercapai 23,88 milyar rupiah.
Walapun demikian, secara umum Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direalisasikan pada tahun 2014 sebesar 51,53 milyar rupiah telah berhasil mencapai target PAD yang telah ditetapkan yaitu sebesar 46,72 milyar rupiah. Perkembang pendapatan asli daerah Kota Padang Panjang selama kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Kontribusi terbesar terhadap PAD adalah pendapatan asli daerah yang sah sebesar 10,65% berasal dari hasil pajak daerah.
Tabel 2. 10
Rencana dan Realisasi Penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Menurut Sumber Penerimaan Kota Padang Panjang
No Sumber Penerimaan Rencana Target Realisasi
1. Pendapatan Asli Daerah
a. Hasil Pajak Daerah b. Hasil Retribusi Daerah
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
d. Lain lain PAD yang sah
46.724.333.148,00 5.051.000.000,00 4.307560.000,00 4.495.824.848,00 32.869.948.300,00 51.601.386.498,33 5.388.058.175,00 4.602.131.527,34 4.453.824.848,00 37.157.371.947,99 2. Dana Perimbangan
a. Bagi hasil pajak dan bukan pajak b. Bagi Hasil Sumber Daya Alam c. Dana Alokasi Umum
d. Dana Alokasi Khusus
386.554.096.950,00 12.971.223.950,00 - 341.743.153.000,00 31.839.720.000,00 378.738.216.086,00 13.115.273.086,00 - 341.743.153.000,00 23.879.790.000,00 3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah
a. Dana Pendapatan hibah
b. Dana bagi hasil pajak dan propinsi dan pemerintah daerah lain
c. Dana penyesuaian dan otonomi khusus
d. Bantuan keuangan dan propinsi atau daerah pemerintah daerah lain
44.941.186.073,00 - 13.595.551.073,00 30.186.585.000,00 1.159.050.000,00 44.941.186.073,00 - 13.595.551.073,00 30.186.585.000,00 1.159.050.000,00 4. Pembiayaan Daerah 81.4022.082.735,64 81.4022.082.735,64 Jumlah 2014 478.219.616.171,00 475.208.466.032,33 2013 428.074.239.360,00 427.022.210.581,00 2012 404.519.816.396,00 368.633.931.845,00 Sumber : Padang Panjang dalam angka tahun 2015
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -13 2.1.9. Kelembagaan Pemerintah Daerah
Kelembagaan Pemerintah Kota Padang Panjang dapat dilihat dalam struktur organisasi, sebagaimana tersebut dalam Perda Nomor 9 Tahun 2011. Kelembagaan pemerintah daerah yang disajikan dalam buku ini adalah struktur organisasi Satuan Perangkat Kerja Daerah yang terkait dengan pengelolaan sanitasi.
Gambar 2. 2
Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kota Padang Panjang
Sumber: Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kota Padang Panjang 2015
Pembangunan sanitasi dilaksanakan oleh beberapa SKPD di Kota Padang Panjang, terutama oleh dinas Pekerjaan Umum, Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -14 Gambar 2. 3
Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang Panjang
Sumber: Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kota Padang Panjang 2015 Gambar 2. 4
Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -15
Gambar 2. 5
Struktur Organisasi Kantor Lingkungan Hidup Kota Padang Panjang
Sumber: Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kota Padang Panjang 2015 2.1.10 Kebijakan Penataan Ruang
A. Tujuan Penataan Ruang Kota Padang Panjang
Hasil peninjauan terhadap visi dan misi pembangunan wilayah Kota Padang jangka panjang (RPJPD 2005 - 2025), maka kata kunci yang dapat dijadikan sebagai muatan dasar untuk tujuan penataan ruang Kota Padang Panjang adalah sebagai berikut:
1. Kota yang maju, lestari dan islami
2. Mewujudkan Lingkungan yang Asri dan Lestari
3. Mewujudkan Daya Dukung dan Kualitas Pelayanan Prasarana Dan Sarana Berdasarkan visi dan misi, karakteristik wilayah serta isu strategis, maka ada lima aspek yang menjadi kata kunci utama dalam perumusan tujuan penataan ruang Kota Padang Panjang yaitu lingkungan, islami, pendidikan, kesehatan, wisata dan mitigasi bencana.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -16 B. Kebijakan Dan Strategi Penataan Ruang Kota Padang Panjang
Berdasarkan Tujuan penataan ruang wilayah, karakteristik wilayah dan kapasitas sumber daya wilayah Kota Padang Panjang serta ketentuan peraturan perundang-undangan terkait, maka kebijakan dan strategi penataan ruang Kota Padang Panjang adalah sebagai berikut :
Kebijakan pengembangan Struktur Ruang, meliputi :
1. Peningkatan pusat-pusat pelayanan kegiatan yang merata dan berhirarki dengan strategi sebagai berikut :
a. Mengembangkan pusat-pusat pelayanan baru pada wilayah bagian timur kota.
b. Meningkatkan keterkaitan antar pusat-pusat kegiatan.
c. Mengoptimakan fungsi pusat-pusat kegiatan yang sudah ada.
2. Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan transportasi, telekomunikasi, energi, sumber daya air, serta prasarana dan sarana perkotaan yang terpadu dan merata di seluruh kawasan dengan strategi sebagai berikut :
a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas jaringan dan mewujudkan keterpaduan pelayanan transportasi regional dan lokal serta keterpaduan antar moda.
b. Mendorong pengembangan jaringan telekomunikasi terutama pada wilayah bagian timur kota.
c. Meningkatkan jaringan energi/listrik terutama pada wilayah bagian timur kota dan mengembangkan sistem pembangkit listrik berbasis sumber daya air.
d. Meningkatkan kualitas jaringan prasarana dan mewujudkan keterpaduan sistem jaringan sumber daya air baik untuk kegiatan perkotaan maupun untuk kegiatan non perkotaan (pertanian).
e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana perkotaan yang meliputi air minum, air limbah, drainase, persampahan dan pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektor informal, dan jalur evakuasi bencana.
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -17
Kebijakan Pengembangan Pola Ruang
1. Kebijakan Pengembangan Kawasan Lindung meliputi :
a. Pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi kawasan lindung. b. Pencegahan dampak negatif kegiatan manusia yang dapat
menimbulkan kerusakan kawasan lindung.
2. Kebijakan Pengembangan Kawasan Budidaya meliputi :
a. Perwujudan kawasan budidaya yang berbasis mitigasi bencana.
b. Perwujudan dan peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budi daya.
c. Pengendalian perkembangan kawasan budi daya agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan.
A. Pusat Pelayanan
Struktur pusat pelayanan Kota Padang Panjang yang direcanakan adalah berupa Pusat Jamak/Polisentrik (Pusat lebih dari satu). Dimana untuk Kawasan Simpang Gunung yang berlokasi di Kelurahan Ekor Lubuk dengan skala kota sebagai Sub Pusat Utama (Sub Pusat Pelayanan Kota), sedangkan secara umum/skala kelurahan menjadi Pusat Lingkungan.
B. Rencana Pola Ruang Kota Padang Panjang
Rencana Kawasan Lindung Di Kota Padang Panjang
Rencana kawasan lindung di Kelurahan ekor Lubuk dalam RTRW Kota Padang Panjang adalah meliputi : Kawasan Lindung setempat bagi seluruh aliran sungai yang ada, yaitu sebersar 10-15 Meter dari tepi sungai, Sempadan Mata Air, Sempadan Listrik, Sempadan Rel KA, dan sebagai fungsi RTH.
Rencana Kawasan Budidaya Di Kota Padang Panjang
Rencana kawasan budidaya di Kelurahan ekor Lubuk sesuai RTRW Kota Padang Panjang meliputi :
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -18 1. Kawasan Perumahan berlokasi tersebar pada setiap Kelurahan dengan luas ± 504,05 Ha dengan arahan kepadatan sesuai dengan arahan kepadatan penduduk dimana Perumahan kepadatan rendah berlokasi pada kawasan yang tidak termasuk kawasan sekitar pusat pelayanan kota dimana secara administrasi termasuk dalam wilayah Kelurahan Silaing Bawah, Pasar Usang, Bukit Surungan, Guguk Malintang, Ganting, Sigando, Ekor Lubuk, Ngalau, Ekor Lubuk, Koto Panjang, Tanah Hitam dan Kampung Manggis
2. Kawasan Perdagangan dan Jasa; Seluruh kawasan koridor Jalan Arteri Sekunder yang melewati Pusat Kota sampai ke batas kota.
3. Kawasan Industri terdiri dari : Industri rumah tangga berlokasi tersebar pada setiap Kelurahan dan menyatu dengan kawasan perumahan.
4. Kawasan peruntukan pariwisata alam meliputi: Kawasan Hutan Wisata di Kelurahan Ekor Lubuk;
5. Ruang Terbuka Non Hijau adalah berupa :
a. Perkerasan yang berbentuk koridor sebagai ruang pajalan kaki berlokasi disepanjang jalur jalan arteri dan jalan kolektor serta pada kawasan yang diidentifikasi akan menimbukan bangkitan pergerakan pejalan kaki.
b. Lapangan olahraga yang diperkeras berlokasi sesuai dengan kondisi eksisting saat ini dan juga dikembangkan pada setiap pusat lingkungan.
c. Ruang terbuka biru berlokasi pada kawasan Perikanan
6. Ruang Evakuasi Bencana
Potensi bencana di Kota Padang Panjang adalah berupa gempa bumi dan longsor serta kebakaran (kawasan pusat kota). Adapun beberapa kriteria yang dapat dipergunakan dalam penentuan ruang evakuasi bencana tersebut adalah sebagai berikut :
SSK PEMUTAKHIRAN
Kota Padang Panjang 2016
II -19 a. Ruangan-ruangan yang bersifat public seperti
lapangan-lapangan terbuka, kawasan parkir, tegalan ataupun area pertanian kering
b. Terletak tidak lebih dari 1 km dari konsentrasi penduduk yang harus diselamatkan
c. Tidak terletak pada daerah permukiman padat ataupun kawasan terbangun yang padat
d. Terletak pada jaringan jalan yang aksesibel/mudah dicapai dari semua arah dengan berlari/berjalan kaki
e. Tidak terletak pada daerah yang termasuk zona kerentanan gempa tinggi dan longsor
f. Diperkirakan setiap orang akan membutuh kanruang minimum 2 m², sehingga daya tampung ruang penyelamatan dapat dihitung.
g. Lokasi untuk evakuasi bencana dapat dikembangkan sebagai multi layer space, dimana pada waktu terjadi bencana alam dapat berfungsi sebagai ruang evakuasi dan pada waktu tidak terjadi bencana berfungsi sebagai ruang terbuka publik (baik berupa ruang terbuka hijau maupun ruang terbuka non hijau).