Kedudukan ahli waris dalam Sistem Peradilan di Indonesia (Studi Kasus Ali Waris Beda Agama di Pengadilan Negeri Makassar
Teks penuh
Dokumen terkait
meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan perkawinan dengan pewaris, beragama Islam dan tidak terhalang karena hukum untuk menjadi ahli waris ”1. 6
Dalam Kompilasi Hukum Islam hal ini dijelaskan dalam buku II ketentuan umum Pasal 171 poin (c), ?ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah
Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 171 huruf c Kompilasi Hukum Islam (KHI), dimana didalammya disebutkan yang dimaksud dengan ahli waris adalah orang yang pada saat
Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 171 huruf c, menyatakan ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau hubungan
Hal ini telah ditegaskan pula dalam Pasal 185 ayat (1) KHI yang menyatakan bahwa ahli waris yang meninggal terlebih dahulu daripada pewaris maka kedudukannya dapat
Ahli waris dalam KHI disebutkan dalam pasal 171 ayat (c): “Ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan darah atau perkawinan
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 171 huruf (c) Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa ahli waris adalah orang yang pada saat meninggal dunia mempunyai hubungan
KEDUDUKAN AHLI WARIS PENGGANTI BILAMANA AHLI WARIS LEBIH DULU MENINGGAL DUNIA MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA Pande Putu Keke Surya Dewantari A.A.Sagung Wiratni Darmadi