• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU MODUL BLOK KEDOKTERAN KOMUNITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BUKU MODUL BLOK KEDOKTERAN KOMUNITAS"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

I. Pengenalan Modul Blok Kedokteran Komunitas

Modul Blok Kedokteran Komunitas merupakan blok pembelajaran penting dalam kurikulum Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Modul ini dirancang untuk melengkapi pembelajaran mahasiswa tahun keempat, setelah mereka menyelesaikan ilmu kedokteran dasar dan klinis. Fokus utama modul ini adalah penerapan ilmu kedokteran dalam konteks masyarakat, mencakup sistem pelayanan kesehatan, bencana, epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, dan penyakit tidak menular. Pendekatan pembelajaran aktif, terintegrasi, dan berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) diutamakan, melibatkan berbagai kegiatan seperti tutorial, pelatihan keterampilan, praktikum, pengalaman lapangan, kuliah pakar, pembelajaran mandiri, dan diskusi pleno. Akses terhadap sumber belajar seperti internet dan e-learning juga difasilitasi untuk mendukung pembelajaran yang efektif.

II. Struktur dan Kandungan Modul

Modul ini terbagi menjadi tiga modul utama: Modul A (Sistem Pelayanan Kesehatan dan Bencana), Modul B (Epidemiologi, Promosi Kesehatan, dan Kesehatan Lingkungan), dan Modul C (Penyakit Tidak Menular). Setiap modul menggabungkan teori dan praktik melalui skenario kasus yang relevan. Terdapat lima skenario dalam tiga modul, satu diantaranya dalam bahasa Inggris, yang dirancang untuk mendorong pemahaman konseptual dan aplikasi praktis materi pembelajaran. Kurikulum ini dirancang sedemikian rupa untuk membangun area kompetensi mahasiswa yang terintegrasi, meliputi profesionalisme, mawas diri, komunikasi efektif, pengelolaan informasi, landasan ilmiah, keterampilan klinis, dan pengelolaan masalah kesehatan. Integrasi antar materi blok kedokteran tropis, kardiovaskular, kedokteran keluarga dan metodologi penelitian juga ditekankan.

III. Objektif Pembelajaran dan Hasil Belajar (Learning Outcomes)

Objektif pembelajaran modul ini difokuskan pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menangani permasalahan kesehatan masyarakat yang beragam. Hasil belajar yang diharapkan meliputi kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kesehatan menggunakan berbagai pendekatan ilmiah, termasuk penerapan prinsip-prinsip epidemiologi, promosi kesehatan, dan manajemen penyakit. Mahasiswa diharapkan mampu berkomunikasi efektif dengan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan lain, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kemampuan untuk merencanakan dan melaksanakan program kesehatan di tingkat individu, keluarga, dan masyarakat juga menjadi fokus utama, termasuk kemampuan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan pasien dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

IV. Strategi Pembelajaran dan Pengalaman Belajar

Strategi pembelajaran yang diterapkan menekankan pada pembelajaran aktif dan partisipatif. Mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan, seperti tutorial berbasis skenario, praktikum laboratorium, dan pengalaman lapangan di Puskesmas dan Posyandu. Kuliah pakar dari berbagai bidang keahlian juga turut dilibatkan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan terkini. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, termasuk penggunaan aplikasi seperti Epi Info dan Excel untuk analisis data kesehatan. Penilaian pembelajaran dilakukan secara formatif dan sumatif, meliputi tugas harian, kuis, ujian tertulis (MCQ), dan OSCE (Objective Structured Clinical Examination) untuk memastikan penguasaan kompetensi yang terukur.

V. Penilaian dan Evaluasi

Sistem penilaian menggabungkan penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilakukan melalui observasi partisipasi mahasiswa dalam tutorial, laporan tertulis, dan kuis. Penilaian sumatif dilakukan melalui ujian tertulis (MCQ) yang menyumbang 50% nilai akhir, tutorial 30%, dan OSCE serta praktikum laboratorium yang menyumbang 20% nilai akhir. Kriteria kelulusan ditentukan oleh nilai minimal 60 untuk MCQ, OSCE, dan nilai akhir secara keseluruhan. Sistem ini memastikan pencapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif dan terukur, selaras dengan objektif pembelajaran yang telah ditetapkan.

VI. Kesimpulan

Modul Blok Kedokteran Komunitas di UMY dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat. Pendekatan pembelajaran yang komprehensif dan terintegrasi, yang memadukan teori, praktik, dan pengalaman lapangan, memastikan mahasiswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan praktik kedokteran yang profesional dan berorientasi pada masyarakat. Integrasi dengan sumber daya dan teknologi informasi juga mendukung pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan.

Gambar

Tabel kompetensi ketrampilan dan tingkatnya dalam kedokteran komunitas (IKM/IKK)
Tabel 4. Deskripsi kasus diare berdasarkan rukun tetangga tempat tinggal dan attack ratenya
Tabel . Jenis-Jenis Diagram Dan Fungsinya Jenis Kualitatif
Gambar 1.Distribusi kasus diare di Dusun Senden Desa Sidorejo Kecamatan Lendah menurut minggu tahun 2012 Contoh diagram
+3

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk unit pelayanan institusional adalah pelayanan kesehatan jiwa komunitas berbasis Rumah Sakit dan unit pelayanan kesehatan jiwa komunitas

Selama melaksanakan tugas Kepaniteraan Klinik Madya (KKM) di Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan (KM-KP) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dokter

Badan Kerja Sama bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat - Ilmu Kedokteran Pencegahan - Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran se Indonesia (BKSIKMIKPIKKFKI) mempunyai tujuan

Landasan ilmiah ilmu kedokteran (Medical Knowledge) Menerapkan pengetahuan biomedik untuk tatalaksana masalah pasien Mampu menjelaskan pengetahuan neuro emergensi dan

Bentuk unit pelayanan institusional adalah pelayanan kesehatan jiwa komunitas berbasis Rumah Sakit dan unit pelayanan kesehatan jiwa komunitas

Bentuk unit pelayanan institusional adalah pelayanan kesehatan jiwa komunitas berbasis Rumah Sakit dan unit pelayanan kesehatan jiwa komunitas

KESIMPULAN Keterbatasan materi Ilmu Kedokteran Forensik pada tahap akademik Program Studi Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, UGM dapat

AREA PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL Lulusan perawat mampu: Menerapkan ilmu biomedik, ilmu humaniora, ilmu Keperawatan, dan ilmu kesehatan masyarakat yang terkini untuk mengelola