• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Profitabilitas dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Menurut Luas dan Status Kepemilikan Lahan (Studi Kasus Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Profitabilitas dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Menurut Luas dan Status Kepemilikan Lahan (Studi Kasus Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Ketersediaan dan Keperluan Beras Indonesia Periode 1990-2001
Gambar 1.  Kerangka Pemikiran Operasional
Tabel 3. Komposisi Penduduk Desa Karacak Berdasarkan Kelompok Umur, 2004
Tabel 4. Komposisi Mata Pencaharian Penduduk Desa Karacak, 2004
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani padi sawah di Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten

Analisis pendapatan dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani responden usahatani padi sawah di Desa Sidondo 1

Jika dilihat dari analisis struktur biaya dan pendapatan petani pada usahatani padi sawah yang dilakukan oleh ketiga etnis petani yaitu petani etnis Lampung, etnis Jawa, dan

Hasil penelitian menunjukkan kontribusi terbesar pendapatan usahatani yang diperoleh petani berturut-turut adalah padi sawah sebesar 46 persen, itik petelur sebesar 30 persen,

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada usahatani padi sawah di Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten

Pendapatan usahatani padi sawah irigasi adalah penerimaan yang diperoleh petani setelah dikurangi biaya yang dikeluarkan selama proses produksi yang diukur dalam satuan

Pengaruh Status Penguasaan Lahan Terhadap Pendapatan Petani Padi Di Desa Tumani, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan.. Karakteristik Petani Berlahan Sempit Di Desa Tolok

Pendapatan petani pada usahatani padi sawah di Kelurahan Tenilo Kabupaten Gorontalo yang diperoleh petani responden dengan penerimaan rata-rata/petani Rp.19.671.376 dan biaya total