• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbaikan Disain Proses Penyulingan MInyak Akar Wangi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbaikan Disain Proses Penyulingan MInyak Akar Wangi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

Gambar

Gambar 3. Volume minyak akar wangi hasil peningkatan tekanan ketel bertahap (2 - 3 bar) beberapa laju distilat (I - 2 literl(jam.kg bahan))

Referensi

Dokumen terkait

Dari data pengujian Tabel 1 menggunakan alat suling/destilasi yang didesain dan Tabel 2 menggunakan alat suling/destilasi yang oleh pengerajin selama ini rendemen naik dari 2

TeknoJogi penyulingan yang digunakan untuk meningkatkan mutu minyak akar wangi adalah dengan penyulingan uap atau menggunakan boiler serta keteJ yang terbuat dari

Proses deodorisasi minyak sawit merah yang dilakukan dengan kondisi proses pada suhu moderat (130, 140, dan 150 o C), laju alir N 2 20 liter per jam, dan tekanan 20 mmHg

Untuk laju alir 3 L/jam, perolehan minyak akar wangi hasil hidrodistilasi dengan buffer tidak menunjukkan hasil yang berbeda jauh, volume total yang diperoleh cenderung

Untuk laju alir 3 L/jam, perolehan minyak akar wangi hasil hidrodistilasi dengan buffer tidak menunjukkan hasil yang berbeda jauh, volume total yang diperoleh cenderung

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu potong, tekanan, laju panas, dan waktu kesetimbangan yang tepat untuk conditioning alat sebelum proses pemisahan

Penulis menyelesaikan sripsi yang berjudul Pengaruh Kepadatan Akar Pada Penyulingan Dengan Kenaikan Tekanan Uap Bertahap Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Akar

Interpretasi dari kedua regresi polinomial tersebut adalah tekanan uap panas yang dihasilkan dari kayu bakar untuk proses penyulingan daun nilam lebih stabil daripada bdket batu bara