• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lagi, FK UMM Gandeng Pemerintah Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Lagi, FK UMM Gandeng Pemerintah Daerah"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Muhammadiyah Malang

Arsip Berita

www.umm.ac.id

Lagi, FK UMM Gandeng Pemerintah Daerah

Tanggal: 2011-03-23

Rektor UMM Dr. Muhadjir Effendy, MAP berjabat tangan dengan Wali kota Kediri, dr. Syamsul Azhar, Sp.PD. Usai penandatanganan naskah kerjasama.

Acara penandatanganan naskah kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Pemerintah Kota Kediri di UMM Dome, Rabu (23/03) diwarnai suasana akrab. Bagaimana tidak, wali kota Kediri, dr. Syamsul Azhar, Sp.PD, dipertemukan dengan beberapa teman seangkatan ketika di bangku kuliah. Beberapa teman walikota itu sekarang menjadi dosen di UMM, termasuk dekan FK UMM, dr. Irma Suswati, M.Kes. Tak hanya itu, Syamsul juga bertemu dengan dosennya yang kini menjadi guru besar FK UMM, Prof. Dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD.KPTI.

Syamsul mengaku kehadirannya ke UMM merupakan momentum berkesan karena selain bisa bekerjasama dengan kampus bergengsi, juga bisa bertemu lagi dengan teman-teman lamanya. Dia berharap kerjasama di bidang kesehatan itu berkembang dan semakin kuat dari hari kehari dan bermanfaat bagi kedua belah fihak. “Bagi Kota Kediri, kerjasama ini merupakan kebutuhan untuk melayani kesehatan masyarakat lebih baik lagi,” kata walikota.

Bagi FK UMM, kerjasama dengan Pemkot Kediri merupakan perkembangan dari kerjasama-kerjasama dengan pihak pemerintah yang sudah lebih dulu dijalinnya. Sebelumnya, UMM juga menandatangani kerjasama dengan RS Polri, Pemkab Jombang, Pemkab Beureun NAD, dan beberapa rumah sakit pemerintah seperti RSJ Lawang.

Rektor, Dr. Muhadjir Effendy, MAP, berharap kerjasama dengan Pemkot Kediri tak hanya pada bidang kesehatan saja. Masih banyak peluang yang bisa dikerjakan bersama antara UMM dengan Pemkot, misalnya, bidang pemberdayaan masyarakat sebagaimana yang sudah dijalin dengan pemerintah-pemerintah daerah lainnya. “Insyaallah kerjasama dengan UMM akan bisa bermanfaat besar bagi masyarakat,” kata rektor.

Usai menandatangani naskah kerjasama, Walikota memberi kuliah tamu yang diikuti 400 mahasiswa FK UMM. Kuliah tersebut berlangsung menarik karena walikota memancing interaksi dengan imbalan doorprize berupa bingkisan, bahkan uang. Puluhan bingkisan hadiah diberikan kepada mahasiswa dan dosen yang berhasil berdialog dengan walikota.

Menariknya, seorang mahasiwa FK peraih IP 4,00, Resha Ardianto, memperoleh kejutan dari walikota setelah menjawab pertanyaannya. Secara spontan walikota membuka dompet dan memberikan sejumlah uang tunai. Kontan aksi ini membuat seluruh audiens bertepuk tangan. “Saya tahu, sangat sulit mendapatkan nilai sempurna di kedokteran, jadi prestasi ini patut mendapatkan apresiasi dari mana saja. Mudah-mudahan yang pintar-pintar seperti Resha ini dapat direkrut menjadi dosen UMM,” kata Syamsul disambut tepuk tangan.

Pada hari yang sama, FK UMM juga menandatangani kerjasama dengan RSUD Gambiran Kediri. Naskah kerjasama ditandatangani Dekan FK UMM, dr. Irma Suswati, M.Kes dengan Direktur RSUD Gambiran, dr. H. Sentot Imam Prasetyo, MM. (nas)

Referensi

Dokumen terkait

Press.. Sejalan dengan tujuan otonomi daerah dan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka menarik untuk dikaji kebijakan apa saja yang

bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Lahat Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Pengambilan dan Pengolahan Bahan Galian Golongan C sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan dan

Perjanjian kerjasama yang mendasari terjadinya Kontrak antara Pemerintah Kota atau Daerah dengan pihak Investor dapat di jadikan sebagai dasar hukum dalam melaksanakan isi kontrak

ABSTRAK : a. Bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 10 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa, sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan

Ker- jasama ini sebagai awal yang baik bagi beberapa pihak Australia yang ingin bekerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan, mengingat kerjasama AIFDR dan

bahwa ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Jum’at Khusyu’ (Lembaran Daerah Kabupaten Bima Tahun 2003 Nomor 4) sudah tidak sesuai dengan perkembangan