Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di 5 Posyandu Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan Karawang Tahun 2013
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Andarini, S., Asmika., dan Noviana A., Hubungan antara status gizi dan tingkat konsumsi energi, protein, dengan frekuensi kejadian infeksi salura n pernapasan akut (ISPA)
Menganalisis hubungan faktor kegiatan di rumah meliputi anggota keluarga merokok di dalam rumah, bahan bakar untuk memasak, penggunaan obat anti nyamuk,
Berdasarkan hasil penelitian dilapanagan tidak ada hubungan bermakna antara penggunaan bahan bakar untuk memasak dengan kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut
Untuk mengetahui hubungan kondisi rumah (ventilasi, kelembaban dan kepadatan hunian kamar tidur) dan sumber polusi udara dalam ruangan (bahan bakar untuk memasak, kebiasaan
Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, kebiasaan merokok, jumlah penghuni rumah dan status gizi dengan kejadian ISPA pada pasien di Rumah Sakit Umum
82 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Status Gizi, Status Imunisasi, Pengetahuan dan Keberadaan Perokok di Poliklinik
KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA Dengan Kekambuhan ISPA Pada Balita, maka dapat ditarik
Menunjukan bahwa variabel dari faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah Puskesmas Naibonat adalah pengetahuan ibu p=0,002, status gizi p=0,004, kebiasaan