• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH HUKUM PIDANA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SEJARAH HUKUM PIDANA INDONESIA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH HUKUM PIDANA INDONESIA

Hukum pidana Indonesia yang berlaku sekarang ini, belumlah merupakan hukum yang asli lahir dibuat oleh bangsa kita sendiri, melainkan masih dapat dikatakan merupakan warisan bangsa Belanda dahulu. KUHP kita sekarang ini masih terjemahan dari KUHP Belanda (Wetboek van Strafrecht). Adapun riwayat hukum pidana kita adalah sebagai berikut:

Tahap I

Sebelum masuknya Belanda ke wilayah nusantara kita,di Kepulauan nusantara (Indonesia) pada waktu iu pada bidang kepidanaan yang baru adalah hukum Pidana adat yang merupakan hukum tak tertulis dan berlaku dalam isi, tempat/ golongan ang berbeda-beda (pluralistis atau berbhineka.hanya sebagian kecil saja hukum pidana yang tertulis pada waktu itu, tetapi hanya berlaku secara lokal didalam wilayah kerajaan yang membuatnya.

Tahap II

Setelah Belanda masuk dan bercokol di nusantara, maka di negeri kita terjadi dualisme hukum pidana yakni adanya diferensiasi atau pembedaan perlakuan antara 2 hukum pidana yaitu:

a. Hukum pidana yang berlaku bagi orang- orang Belanda dan orang-orang Eropa lainya serta dipersamakan dengan mereka dalam hal mereka berada di Nusantara kita ini, yang termuat dalam Wetboek van Strafrecht voor de Eropeanen.

b. Hukum pidana yang berlaku bagi orang-orang bumi putera (pribumi Indonesia ) dan golonga timur asing (Arab, India, Cina, dan sebagainya) yang termuat dalam Wetboek van Strafrecht .

Kedua hukum pidana di atas diadakan oleh pemerintah Belnda dengan bersumber pada hukum pidana Perancis yakni Cde Penal Prancis yang lahir pada masa Napoleon Bonaparte. Disamping itu pengaruh hukum pidana Romawi pun masih terasa besar dalam tahap ini.

Tahap III

Pada tahun 1915 diumumkan adanya KUHP yang baru. KUHP tersebut baru berlaku pada tanggal 1 Januari 1918 bagi semua penduduk Indonesia dengan menghapus dua KUHP yang telah disebutkan pada tahap II di atas. Dengan demikian pada saat itu unifikasi dalam hukum pidana kita telah tercapai mengakhiri dualisme yang ada sebelumnya (dengan adanya WvS voor Nederlandsche Indie). KUHP 1918 yang tunggal ini bukan lagi turunan dari Code Penal Prancis sebagaimana sebelumnya, tetapi sudah bersumber langsung(merupakan turunan) dari KUHP nasional Belanda yang telah ada sejak tahun 1866, melalui beberapa perubahan , tambahan/ penyelarasannya untuk diberlakukan di Indonesia (asas concordansi).

Tahap IV

Pada 8 Maret 1942 Jepang masuk ke Indonesia setelah berhasil mengalahkan Belanda. Pada waktu itu WvS voor Nederlandshe Indie 1918masih tetap berlaku. Hanya saja untuk

(2)

Tahap V

pada tanggal 17 A gustus 1945 negara kita memproklamasikan kemerdekaannya.dengan pasal II aturan peralihan UUD 1945 yang mulai berlaku sejak tanggal 18 Agusus 1945, dotetapkan bahwa segala lembaga negara dan peraturan hukum yang ada pada waktu itu (WvS voor Nederlandshe Indie dan ketentuan-ketentuan hukum pidana Jepang) masih berlaku sepanjang masih belum digantikan dengan baru menurut UUD 1945 itu sendiri.

Tahap VI

Dengan adanya UU No. 1 tahun 1946 ditetapkan bahwa hukum pidana Indonesia ialah hukum pidana yang termuat dalam WvS voor Nederlandshe Indie 1918 saja, sehingga unifikasi hukum pidana kita terwujud kembali.

Tahap VII

Selanjutnya Belanda setelah Indonesia merdeka ternyata masih mencoba menjajah kembali Indonesia. Melaui agresi militer dan berbagai terornya untuk sementara waktu Belanda berhasil menduduki Indonesia kembali dengan membawa serta hukum pidananya yang dulu , tetapi denan nama yang sudah diubah yakni WvS voor Indonesia dengan isi 570 pasal

(melalaui berbagai penambahan dan pemberatan hukum). Akibatnya kembali adanya dualisme hukum pidana yakni WvS voor Nederlandshe Indie(569 pasal) dan WvS voor Indonesia (570).

Tahap VIII

Dualisme ini segera berakhir dengan dikeluarkannya UU No. 73 tahun 1958 yang

Referensi

Dokumen terkait

10.Ilmu Hukum Pidana.. Ilmu Hukum Pidana adalah ilmu pengetahuan normatif yang mengkaji hukum pidana positif, termasuk sanksi dan asas-asas hukumnya. Ilmu hukum pidana

Dalam Pasal 1 ditentukan bahwa UU Nomor 1 Tahun 1946 dinyatakan berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.Dengan demikian, permasalahan dualisme KUHP yang diberlakukan

Hasil penelitian ini adalah dasar hukum yang digunakan untuk menjerat para pelaku tindak pidana terorisme yakni dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mana terdapat dalam

Hukum pada dasarnya, dalam hal ini hukum pidana mengenal tiga konsep, sebagaimana yang dikemukakan oleh Herber L. Packer bahwa, “Hukum pidana pada dasarnya didasarkan kepada

Karya pertama yang perlu ditinjau adalah skripsi yang disusun oleh Maman Abdul Rahman dengan judul “Pertanggungjawaban Pidana anak Menurut Hukum Pidana Islam dan Undang-undang

Dari segi tujuannya konsep hukum pidana Indonesia dan hukum pidana Islam memiliki persamaan melindungi saksi yaitu berupaya melindungi para saksi dari ancaman baik secara

Perumusan tindak pidana dalam Bab II Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jika dihubungkan dengan subjek hukum yang dikenal dalam Undang-Undang Pemberantasan

Dalam rangka pembangunan hukum perlu lebih ditingkatkan upaya pembaharuan hukum secara terarah dan terpadu, antara lain melalui kodifikasi dan unifikasi bidang-bidang hukum