ABSTRACT
THE IMPLEMENTATION OF BID ASK SPREAD, TRADING VOLUME AND MARKET VALUE TOWARDS PERIODS OF OWNERSHIP SHARES (HOLDING PERIOD) (Studies On The Company Recorded In Index
Business-27 The Periods 2012-2014)
By
APRIANA DWIFONI PUTRI
The purpose of this research is to know the effect of bid ask spread, trading volume and market value towards holding period. The technique sampling of this research is using purposive sampling method and obtained twenty one companies that was recorded in index Business-27. Data analysis technique that used is multiple regression panel data models and using instrument analysis program Eviews 7. Based on result of test-t (partial) indicating that variable bid ask spread not effect and have the positive relationships towards holding period, variable trading volume effect and have the negative relationships towards holding period and variable market value not effect and have the negative relationships towards holding period. Based on result of test F (simultaneous) indicating that variable bid ask spread, trading volume and market value have effect towards holding period.
ABSTRAK
IMPLEMENTASIBID ASK SPREAD, VOLUME PERDAGANGAN DAN NILAI PASAR TERHADAP PERIODE KEPEMILIKAN SAHAM (HOLDING PERIOD) (Studi pada Perusahaan yang Tercatat dalam Indeks
Bisnis-27 Periode 2012-2014)
Oleh
APRIANA DWIFONI PUTRI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar terhadapholding period. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 21 perusahaan yang tercatat dalam indeks Bisnis-27. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda model panel data dan menggunakan alat analisis programEviews 7.Berdasarkan hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel bid ask spreadtidak berpengaruh dan memiliki arah hubungan yang positif terhadap holding period, serta variabel volume perdagangan berpengaruh dan memiliki arah hubungan yang negatif terhadap holding period dan variabel nilai pasar tidak berpengaruh dan memiliki arah hubungan yang negatif terhadap holding period. Berdasarkan uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabelbid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar berpengaruh terhadapholding period.
IMPLEMENTASIBID ASK SPREAD, VOLUME PERDAGANGAN DAN NILAI PASAR TERHADAP PERIODE KEPEMILIKAN SAHAM (HOLDING PERIOD) (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT DALAM INDEKS BISNIS-27
PERIODE 2012-2014)
Oleh
Apriana Dwifoni Putri
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA ADMINISTRASI BISNIS
Pada
Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG
IMPLEMENTASIBID ASK SPREAD, VOLUME PERDAGANGAN DAN NILAI PASAR TERHADAP PERIODE KEPEMILIKAN SAHAM (HOLDING PERIOD) (Studi pada Perusahaan yang Tercatat dalam Indeks
Bisnis-27 Periode 2012-2014)
(Skripsi)
Oleh
APRIANA DWIFONI PUTRI
ILMU ADMINISTRASI BISNIS
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
ii
4.3 Analisis Statistik Deskriptif ... 95
iii
4.7 Pembahasan ... 106
4.7.1 Pengaruh Bid Ask Spread Terhadap Holding Period ... 106
4.7.2 Pengaruh Volume Perdagangan Terhadap Holding Period 108 4.7.3 Pengaruh Nilai Pasar Terhadap Holding Period ... 111
4.7.4 Hubungan Bid Ask Spread, Volume Perdagangan Dan Nilai Pasar Terhadap Holding Period ... 113
4.8 Keterbatasan Penelitian ... 115
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 116
5.2 Saran ... 117
DAFTAR PUSTAKA ... 118
i
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
1. Daftar Sampel Perusahaan dalam Indeks Bisnis-27 Periode 2012-2014 121
2. Data Jumlah Saham Beredar pada Akhir Tahun, Volume Perdagangan
Akhir Tahun dan Holding Period Saham Perusahaan Periode ...
2012-2014 ... 122
3. Data Bid Ask Spread Perusahaan Sampel Periode 2012-2014 ... 125
4. Data Volume Perdagangan Perusahaan Periode 2012-2014 ... 128
5. Data Closing Price, Jumlah Saham Beredar Akhir Tahun dan Nilai ... Pasar Perusahaan Periode 2012-2014 ... 129
6. Data Holding Period, Bid Ask Spread, Volume Perdagangan dan Nilai Pasar Perusahaan Periode 2012-2014 ... 132
7. Hasil Analisis Deskriptif ... 135
8. Pooled Least Square (PLS) ... 136
9. Fixed Effect Model (FEM) ... 137
10. Random Effect Model (REM) ... 138
11. Chow-test atau Likelihood Ratio Test ... 139
12. Uji Hausman ... 140
13. Tabel t ... 141
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Holding Period Saham pada Beberapa Perusahaan yang Terdaftar di
Indeks Bisnis-27 Periode 2012-2014 ... 5
2. Penelitian Terdahulu ... 30
3. Sampel Penelitian ... 37
4. Definisi Operasional... 41
5. Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi ... 48
6. Hasil Perhitungan Holding Period ... 88
7. Hasil Perhitungan Bid Ask Spread ... 90
8. Hasil Perhitungan Volume Perdagangan ... 92
9. Hasil Perhitungan Nilai Pasar ... 94
10. Hasil Analisis Statistik Deskriptif ... 96
11. Chow-test atau Likelihood Ratio Test ... 99
12. Uji Hausman ... 100
13. Hasil Statistik Model Random Effect ... 100
14. Uji Determinasi (R2) ... 102
15. Hasil Perhitungan Uji t ... 103
MOTO
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan
hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS Surah Al-Insyirah 94 : 5-8)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendaoat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat
siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (QS Surah Al-Baqarah : 286)
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
PERSEMBAHAN
Alhamdulilah segala puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga karya ini dapat diselesaikan. Shalawat serta
salam selalu dicurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Karya ini ku persembahkan sebagai tanda cinta dan kasih ku kepada:
Kedua orang tuaku tercinta Ayahanda Soewarto dan Ibunda Juriah, yang selalu menjadi penyemangatku, terimakasih untuk doa, cinta, kasih sayang, pengorbanan dan keikhlasan yang selalu diberikan. Terima kasih ayah dan ibu
kalian adalah motivator dan inspirator terbesar dalam hidupku.
Kakak-kakakku tercinta Eka Apritriasa Koco Sunyoto, Erfindo Febriyanto dan Rara Septiandari serta kakak-kakak iparku Fitria Fatimah, Mizam Rizki dan Endriyana Andang Prihantono dan keponakan-keponakan kecilku Azka Alvino
Avinki dan Ibnatya Qudwatul Sakhi Ratifah terimakasih atas doa, dukungan, keceriaan, kasih sayang yang telah diberikan selama ini.
Semua keluarga, sahabat dan orang yang menyayangiku terimakasih telah memberikan doa, dukungan dan motivasi sehingga karya ini dapat terselesaikan.
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Apriana Dwifoni Putri, lahir di Metro, 22
April 1994. Penulis merupakan anak keempat dari empat
bersaudara dari pasangan Bapak Soewarto dan Ibu Juriah.
Penulis memiliki tiga orang kakak bernama Eka Apritriasa
Koco Sunyoto, Erfindo Febriyanto dan Rara Septiandari.
Latar belakang pendidikan yang telah dijalani oleh penulis adalah menyelesaikan
pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di TK Pertiwi Metro pada tahun 2000,
Sekolah Dasar (SD) di SD Pertiwi Teladan Metro pada tahun 2006, Sekolah
Menengan Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Metro pada tahun 2009 dan Sekolah
Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Metro pada tahun 2012.
Tahun 2012, penulis terdaftar sebagai mahasiswi Jurusan Ilmu Administrasi
Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung melalui jalur
SNMPTN Tertulis. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif tergabung pada
organisasi. Pada bulan Januari 2015 penulis melakukan Kuliah Kerja Nyata
SANWACANA
Alhamdullilah segala puji bagi Allah atas segala limpahan rahmat dan
karunia-Nya yang telah diberikan dan shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW yang
selalu dinantikan syafa’atnya di Yaumul akhir sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Skripsi dengan judul “Implementasi Bid Ask Spread, Volume Perdagangan dan Nilai Pasar Terhadap Periode Kepemilikan Saham (Holding Period) (Studi pada Perusahaan yang Tercatat dalam Indeks Bisnis-27 Periode 2012-2014)” disusun
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis
(S.A.B) di Universitas Lampung.
Selama proses penyusunan skripsi penulis menyadari keterbatasan kemampuan
yang dimiliki maka, selama penulisan skripsi ini penulis banyak mendapatkan
bimbingan, bantuan, dukungan serta arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu
dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah SWT karena berkat limpahan rahmat, karunia serta nikmatNya saya
dapat menyelesaikan Tugas Akhir/Skripsi ini.
2. Bapak Drs. Hi. Agus Hadiawan, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial
3. Bapak Drs. A. Effendi, M.M., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan
Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
4. Bapak Ahmad Rifa’i, S.Sos., M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi
Bisnis, Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menyampaikan
masukkan, kritik dan saran dalam penyelesaian skripsi ini.
5. Bapak Suprihatin Ali, S.Sos., M.Sc selaku Sekretasis Jurusan Ilmu
Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Lampung atas bimbingan dan motivasinya.
6. Bapak Dr. Suripto, S.Sos., M.A.B selaku Dosen Pembimbing Utama dan
Dosen Pembimbing Akademik yang telah banyak meluangkan waktu,
bimbingan, motivasi, dukungan, arahan, masukan, nasihat, saran dan kritik
dan memberikan banyak pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan Skripsi ini.
7. Bapak Mohammad Machrus, S.E., M.Si selaku Dosen Pembahas/Penguji
yang telah banyak memberikan nasihat, masukan dan saran yang membantu
penulis dalam menyelesaikan Skripsi ini.
8. Ibu Mertayana selaku Staff Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis yang telah banyak membantu, mendukung serta memberikan motivasi penulis selama
perkuliahan dan selama menyelesaikan Skripsi.
9. Seluruh Bapak/Ibu Dosen dan Staff Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung terima kasih atas ilmu, bantuan dan bimbingannya
10. Kedua Orang Tuaku tercinta Bapak Soewarto dan Ibu Juriah yang telah
menjadi motivator dan inspirator terbesar dalam hidup, terima kasih atas
segala doa, kasih sayang serta dukungan dari Bapak dan Ibu.
11. Kakak-kakakku Eka Apritriasa Koco Sunyoto, Ervindo Febriyanto dan Rara
Septiandari serta kakak-kakak iparku Fitria Fatimah, Mizam Rizki dan
Endriyana Andang Prihantono dan keponakan-keponakan kecilku Azka
Alvino Avinki dan Ibnatya Qudwatul Sakhi Ratifah terima kasih untuk doa,
semangat, dukungan dan keceriaan yang telah diberikan, kalian yang terbaik.
12. Untuk kakak, sekaligus sahabat terbaik A. Ivan Sanjaya yang terus
memberikan dukungan, semangat, motivasi dan selalu mendampingi dalam
menyelesaikan skripsi ini sampai selesai, terimakasih untuk segalanya ^^
13. Sahabat-sahabat terbaik, tercinta dan tersayang Anjar Mubasitoh, Riza
Merinda, Nani Dwi Nurjanah, Fitria Purwaningsih, Ika Aprilia Rahma
Fusolekah, Eka Novia Harningsih, Yulia Asnita terutama Vina Astika dan
Nona Rivanty Umica terima kasih kalian telah menemani hari-hariku dalam
suka dan duka selama ini semoga persahabatan kita akan terus terjaga sampai
nanti dan selamanya.Love you guys ^^
14. Teman-teman terbaik Ahmad Nasirul Huda, Abdul Malik, Arif Rachman, I
Made Widiyana, Aan Novianto, Rohmanudin, Muhammad Sulaiman dan Dwi
Prasetyo terima kasih telah memberikan semangat dan dukungan semoga
15. Teman-teman seperjuangan Lestarida, Radisty Noorfizir, Noferawati, Ika
Nofiyanti, Gaby Rodorea Agrippina, Yunita Dwi Andayani, Amelia Diana
Sari, Wiwin Rahayu, Rida Lidiawati, Fitri Aningsih dan seluruh teman-teman
ABI 2012 yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu terima kasih atas
kebersamaannya selama ini.
16. Teman-teman satu bimbingan May Audina Sihombing, Sayu Linda
Anggraeni dan Lily Oktaviani terima kasih untuk waktu kebersamaanya,
waktu diskusi dan dukungannya, sukses selalu untuk kalian.
17. Sahabat-sahabatku sejak SMA Chairani Salamah, Nadya Hani’ Mari’a dan
Puji Rahmania terima kasih atas semangat, doa, motivasi dan dukungannya
selama ini walaupun jarak memisahkan kita semoga persahabatan kita akan
terus terjalin sampai nanti.Love you kalian ^^
18. Sahabat-sahabatku sejak SMP Hanifia Zahra Rahmawati, Ine Olivia dan Juli
Sekar Arum terima kasih untuk semangat, doa dan dukungannya walaupun
jarak dan waktu menjadi penghalang semoga persahabatan kita teteap terjaga
dan terus terjalin sampai kapanpun.Love yoi PIZA ^^
19. Keluarga KKN Desa Sri Tunggal, Kec. Buay Bahuga Kab. Way Kanan
Bapak Suherman beserta keluarga, Mas Supriyanto dan teman-teman KKN
Afsani Saputri, Dwi Asih Cahya Ningrum, Erna Maya Sari, Mahfudin,
Rohmadani Tanjung, Batinta O. P. S. M dan Thariq Perdana Putra, terima
kasih untuk pengalaman luar biasa selama 40 harinya semoga tali silaturahmi
20. Seluruh keluarga yang telah mendukung dan memberikan doa untukku tante
Lina, Bulek Iping, Mas Agung, Mba Dian, Om, Bude dan Pakde semuanya
terima kasih atas semangat yang telah diberikan.
21. Almamater tercinta Universitas Lampung yang penuh kenangan suka maupun
duka
Akhir kata penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan, akan tetapi sedikit harapan semoga skripsi ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Bandar Lampung, Desember 2015 Penulis
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang
dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa
datang. Seorang investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan
memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen di
masa yang akan datang, sebagai imbalan atas waktu dan risiko yang terkait
dengan investasi tersebut. Secara umum investasi dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu investasi pada aset-aset finansial (financial asset) dan investasi pada aset-aset riil (real asset). Investasi pada aset-aset keuangan dapat dilakukan baik melalui pasar uang maupun pasar modal. Melalui pasar uang, investasi dapat
berupa sertifikat deposito, commercial paper, dan surat berharga pasar uang lainnya. Sedangkan melalui pasar modal, investasi dapat berupa saham, obligasi,
waran, opsi, dan sebagainya. Investasi pada aset-aset riil dapat berupa pembelian
aset-aset yang berbentuk fisik seperti emas, tanah, maupun bangunan (Sunariyah,
2006). Namun dalam penelitian ini investasi yang digunakan adalah investasi pada
2
Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Investor pada
umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu investor individual
(individual/retail investors) dan investor institusional (institutional investors). Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas
investasi. Sedangkan investor institusional biasanya terdiri dari
perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpanan dana (bank dan lembaga simpan
pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi. Ketika melakukan
kegiatan investasi, investor memiliki kebebasan dalam memilih jenis investasi
yang ada di dalam pasar modal.
Pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor untuk berinvestasi
pada aset-aset finansial. Dimana pasar modal memiliki peran untuk menjembatani
pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana. Selain memiliki
kebebasan dalam menentukan jenis saham, investor juga memiliki kebebasan
dalam menentukan jumlah lembar saham yang ingin dimiliki serta rentang waktu
atau lamanya memegang saham tersebut. Menentukan rentang waktu memegang
saham, investor harus mempertimbangkan risiko yang akan muncul dan
pengembalian yang hendak didapat. Jika investor memprediksikan bahwa saham
perusahaan yang dibelinya tersebut dapat menguntungkan, maka investor akan
cenderung menahan sahamnya dalam jangka waktu yang lebih lama, tentunya
dengan harapan bahwa harga jual saham tersebut akan lebih tinggi di masa yang
akan datang. Sebaliknya, investor akan segera melepas saham yang telah
dibelinya, jika diprediksikan bahwa harga saham tersebut akan mengalami
penurunan. Hal itu dilakukan oleh investor untuk mengurangi risiko tertentu demi
3
Menurut Jones (2000) dalam Purnaningputri (2014) lamanya waktu yang diperlukan investor untuk berinvestasi dengan sejumlah uang yang bersedia
dikeluarkan atau dengan kata lain rata-rata panjangnya waktu investor menahan
saham perusahaan selama jangka waktu atau periode tertentu disebut Holding Period. Holding Period merupakan rata-rata lamanya investor dalam menahan atau memegang saham suatu perusahaan selama periode waktu. Fenomena
holding period tampak jelas diamati pada perusahaan-perusahaan dengan perdagangan saham yang aktif di bursa saham. Di Indonesia saham-saham LQ45
merupakan perusahaan-perusahaan yang memiliki likuiditas saham yang paling
besar. Likuiditas saham ditunjukkan dengan aktivitas perdagangan saham yang
tinggi. Faktor-faktor yang memengaruhi investor dalam memutuskan lamanya
memegang saham antara lainbid ask spread,volume perdagangan dan nilai pasar.
Bid ask spread adalah selisih antara harga beli tertinggi dimana investor bersedia untuk membeli saham dengan harga jual terendah dimana investor bersedia untuk
menjual sahamnya. Bid ask spread merupakan cerminan dari biaya transaksi. Biaya transaksi (transaction cost) dapat didefinsikan sebagai biaya yang diperlukan untuk melaksanakan strategi investasi, merupakan bagian dari proses
investasi dan berdampak langsung terhadap kinerja suatu investasi. Investor akan
menahan saham yang dimilikinya sampai pada tingkat harga tertentu, untuk
menutup biaya yang timbul dari transaksi saham yang dilakukan dan memperoleh
4
Bagi seorang investor pemegang saham biasa, besarnyaspread atau selisih antara bid price dan ask price akan sangat mempengaruhi lamanya seorang investor dalam menahan atau memegang aset yang dimilikinya. Perbedaan harga jual
saham (ask price) dan harga beli saham (bid price) mempengaruhi tingkat likuiditas saham tersebut. Semakin kecil selisih (spread) harga saham, maka semakin likuid saham tersebut, sehingga akan diminati oleh pasar, dan pada
akhirnya dapat meningkatkan harga saham pada periode selanjutnya. Penelitian
sebelumnya mengenai pengaruh bid ask spread terhadap holding period pernah dilakukan oleh Wisayang (2011) pada saham LQ 45 yang menghasilkan bid-ask spread berpengaruh positif dan signifikan terhadap holding period. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusumayanti (2015) yang menghasilkan
bid ask spreadtidak berpengaruh terhadapholding period.
Nilai pasar saham (market value) menunjukkan nilai sebuah perusahaan, semakin besar nilai pasar suatu perusahaan, semakin lama pula investor akan menahan.
Nilai pasar saham merupakan harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat
tertentu akibat aktivitas transaksi di pasar bursa (mekanisme pasar). Penelitian
sebelumnya mengenai pengaruh nilai pasar terhadap holding period pernah dilakukan oleh Kusumayanti (2015) yang menghasilkan market value berpengaruh positif dan signifikan terhadap holding period. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Wisayang (2011) yang menghasilkan market value mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadapholding period.
Volume perdagangan (trading volume) merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui parameter
5
yang dilakukan oleh Haryani (2011) hasil penelitian membuktikan bahwa secara parsial variabel bid ask spread dan nilai pasar berpengaruh positif secara signifikan terhadap holding period. Sedangkan volume perdagangan berpengaruh negatif signifikan terhadap holding period. Hasil penelitian ini juga diperoleh bukti bahwa bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar secara simultan bersama-sama berpengaruh terhadap holding period saham. Berikut ini adalah tabel holding period saham pada beberapa perusahaan yang terdaftar di Indeks Bisnis-27 periode 2012-2014:
Tabel 1.Holding PeriodSaham pada beberapa Perusahaan yang terdaftar di Indeks Bisnis-27 periode 2012-2014 (satuan hari)
No Kode Saham 2012 2013 2014
1 ASII 7,604 5,236 5,008
2 BBCA 8,353 8,059 7,304
3 BBNI 3,188 2,946 2,992
4 PGAS 4,147 3,869 4,946
5 TLKM 4,379 1,542 0,838
Rata-rata 5,5342 hari 4,3304 hari 4,2176 hari Sumber :www.idx.co.id(data diolah 2015)
Menentukan lamanya investor menahan atau memegang saham dapat dihitung
dari saham yang beredar pada perusahaan dan volume perdagangan atau volume
transaksinya. Pada tabel dapat dilihat rata-rata holding period dari tahun 2012 sampai 2014 mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2012 rata-rata holding period sebesar 5,4 hari kemudian pada tahun 2013 rata-rata holding period mengalami penurunan yaitu sebesar 4,2 hari sedangkan di tahun berikutnya tahun
2014 holding period tidak mengalami penurunan atau kenaikan yaitu sebesar 4,2 hari. Investor yang akan berinvestasi pada suatu perusahaan pasti akan mencari
informasi terlebih dahulu tentang perusahaan yang akan di investasikan
6
Sesuai dengan teori asimetri informasi dimana seorang investor memiliki
informasi yang lebih dibandingkan dengan investor lain, dengan memiliki
informasi yang lebih akan memudahkan investor untuk mengambil keputusan
dalam menentukan perusahaan mana yang akan dipilih untuk ditanamkan
sahamnya, dapat meminimalisir risiko yang mungkin terjadi serta dapat
menentukan periode kepemilikan saham pada perusahaan sehingga mendapat
keuntungan yang diharapkan. Jika informasi yang diperoleh oleh investor tidak
sesuai dengan yang dibutuhkan maka investor tidak dapat mengambil keputusan
dengan baik untuk menginvestasikan sahamnya sehingga bisa berdampak buruk
dan menyebabkan kerugian bagi investor.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dapat dilihat bahwa variabel-variabel yang
digunakan memiliki arah pengaruh dan signifikansi yang berbeda-beda tentang
holding period saham. Untuk itu penulis tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh variabel bid-ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar terhadap periode kepemilikan saham (holding period). Obyek penelitian yang dipilih yaitu pada Indeks Bisnis-27 periode 2012-2014. Sehingga judul yang diambil dalam
penelitian ini adalah “Implementasi Bid Ask Spread, Volume Perdagangan Dan Nilai Pasar Terhadap Periode Kepemilikan Saham (Holding Period) (Studi pada Perusahaan yang Tercatat dalam Indeks Bisnis-27 Periode
7
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah bid ask spread berpengaruh signifikan terhadap holding period pada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27 ?
2. Apakah volume perdagangan berpengaruh signifikan terhadapholding period pada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27 ?
3. Apakah nilai pasar berpengaruh signifikan terhadap holding period pada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27 ?
4. Apakah bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar secara simultan bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap holding period pada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27 ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diajukan maka tujuan dari penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui dan menganalisis pengaruh bid ask spread terhadap holding periodpada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27
2. Mengetahui dan menganalisis pengaruh volume perdagangan terhadap
holding periodpada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27
8
4. Mengetahui dan menganalisis pengaruh bid-ask spread,volume perdagangan dan nilai pasar secara simultan terhadapholding periodpada perusahaan yang tercatat pada Indeks Bisnis-27
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak,
diantaranya:
1. Bagi Investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang lamanya atau
waktu yang baik dalam menaham saham, sehingga dapat memperoleh
keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.
2. Bagi Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan ilmiah dan dengan menggunakan teori asimetri informasi
seseorang dapat memperoleh informasi yang lebih dibandingkan yang lain
sehingga dapat mengambil keputusan dengan tepat.
3. Bagi Individu
Penelitian ini sebagai pendalaman ilmu yang telah didapatkan penulis selama
duduk dibangku perkuliahan dan sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Teori Asimetri Informasi
Konflik kepentingan terus meningkat karena pihak principal tidak dapat memonitor aktivitas agent sehari-hari untuk memastikan bahwa agent bekerja sesuai dengan keinginan para pemegang saham. Sebaliknya, agent sendiri memiliki banyak informasi penting mengenai kapasitas diri, lingkungan kerja, dan
perusahaan secara kesleuruhan. Hal ini lah yang memicu timbulnya
ketidakseimbangan informasi antara principal dan agent. Kondisi ini dinamakan dengan asimetri informasi.
Menurut Rahmawati (2006) dalam Pertiwi (2015) asimetri informasi merupakan sebuah keadaan dimana manajer mempunyai akses informasi atas prospek
perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar perusahaan. Menurut Sartono
(2006) manajer umumnya tidak memiliki pengetahuan yang lebih tentang pasar
saham dan tingkat bunga di masa datang, tetapi mereka umumnya lebih
10
prospek perusahaan lebih baik dari analis atau investor maka muncul apa yang di
sebutasymmetric information.
Asimetri informasi timbul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan
prospek perusahaan di masa depan dibandingkan pemegang saham atau
stakeholderslainnya. Dengan demikian beberapa konsekuensi tertentu hanya akan diketahui pihak lain yang juga memerlukan informasi tersebut. Asimetri informasi
dapat terjadi di antara dua kondisi ekstrim yaitu perbedaan informasi yang kecil
sehingga tidak mempengaruhi manajemen atau perbedaan yang sangat signifikan
sehingga sangat berpengaruh terhadap manajemen dan harga saham. Dampak
potensial asimetri informasi adalah timbulnya kegagalan pasar.
Ketidaksamaan informasi (asymmetric information) adalah asumsi dimana investor dan manajer memiliki informasi yang berbeda (yang lebih baik)
mengenai prospek perusahaan dari pada yang dimiliki oleh investor. Telah
diketahui bahwa manajer perusahaan pasti lebih mengetahui tentang informasi
berkaitan dengan kondisi dan prospek perusahaan dibandingkan dengan investor
atau analis. Ada dua tipe asimetri informasi yaitu:
1. Adverse selection adalah jenis asimetri informasi di mana satu pihak atau lebih yang melangsungkan atau akan melangsungkan suatu transaksi usaha,
dan transaksi usaha potensial memiliki informasi lebih atas pihak-pihak lain.
Adverse selection terjadi karena beberapa orang seperti manajer perusahaan dan para pihak dalam (insiders) lainnya lebih mengetahui kondisi kini dan prospek ke depan suatu perusahaan dari pada investor. Cara yang dapat
11
kelebihan informasi atas beban pihak-pihak luar seperti dengan pembiasan
atau pengelolan informasi yang disampaikan kepada investor. Jika para
investor mengetahui bahwa informasi yang disampaikan adalah informasi
bias, maka mereka akan berhati-hati dalam membeli sekuritas perusahaan,
yang berakibat bahwa pasar modal dan pasar manajer tidak berfungsi
sebagaimana seharusnya.
2. Moral hazard yaitu permasalahan yang muncul jika agent tidak melaksanakan hal-hal yang telah disepakati bersama dalam kontrak kerja.
Dapat terjadi karena adanya pemisahan pemilikan dengan pengendalian yang
merupakan karakteristik kebanyakan perusahaan besar dimana pihak
manajemen lebih mengetahui dibandingkan pihak lain.
Ketidakseimbangan informasi pada umumnya dapat terjadi karena adanya
transaksi jual beli antara para broker dan investor, dimana broker mengalami kekurangan informasi dan dilain pihak investor memiliki banyak informasi.
Disamping itu, ketidakseimbangan informasi juga dapat terjadi apabila saham
perusahaan dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah dari nilai pasarnya.
2.1.2 Investasi
2.1.2.1 Pengertian Investasi
Investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang
dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa
datang (Tandelilin, 2010). Menurut Jogiyanto (2003) investasi merupakan
penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan didalam produksi yang efisien
12
Istilah investasi bisa berkaitan dengan berbagai macam aktivitas.
Menginvestasikan sejumlah dana pada aset real (tanah, emas, mesin atau bangunan) maupun aset financial (deposito, saham ataupun obligasi) merupakan aktivitas investasi yang umumnya dilakukan. Bagi investor yang lebih pintar dan
lebih berani menanggung risiko, aktivitas investasi yang mereka lakukan juga bisa
mencakup investasi pada aset-aset finansial lainnya yang lebih kompleks seperti
warrants, optiondanfuturesmaupun ekuitas internasional.
2.1.2.2 Tipe Investasi
Investasi ke dalam aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung dan investasi
tidak langsung. Investasi langsung dilakukan dengan membeli langsung aktiva
keuangan dari suatu perusahaan baik melalui perantara atau dengan cara yang
lain. Sebaliknya investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli saham dari
perusahaan investasi yang mempunyai portofolio aktiva-aktiva keuangan dari
perusahaan-perusahaan lain. Tipe-tipe investasi yaitu (Jogiyanto, 2003):
1. Investasi Langsung
Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang
dapat diperjualbelikan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market). Investasi langsung juga dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang tidak dapat diperjualbelikan.
Aktiva keuangan yang tidak dapat diperjualbelikan biasanya diperoleh melalui
13
2. Investasi Tidak Langsung
Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat berharga dari
perusahaan investasi. Perusahaan investasi adalah perusahaan yang
menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya ke publik dan
menggunakan dana yang diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam
portofolionya. Perusahaan investasi dapat diklasifikasikan sebagai unit investment trust, closed-end investment companies dan open-end investment companies.
2.1.2.3 Tujuan Investasi
Menurut Tandelilin (2010) ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan
investasi, antara lain sebagai berikut:
1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang. Seseorang
yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari
waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan
tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang
akan datang.
2. Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam pemilikan
perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko
penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi.
3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak
melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di
masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang
14
2.1.2.4 Proses Investasi
Menurut Tandelilin (2010) proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar
keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses
keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah
pemahaman hubungan antarareturnharapan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return harapan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linier. Artinya, semakin besar return harapan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus di pertimbangkan. Ada beberapa proses investasi yaitu
(Tandelilin, 2010):
1. Dasar Keputusan Investasi
Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return harapan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko. Berikut ini akan dibahas masing-masing dasar keputusan investasi:
a. Return
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan.
Pada konteks manajemen investasi, tingkat keuntungan investasi disebut
15
b. Risiko
Sudah sewajarnya jika investor mengharapkan returnyang setinggi-tingginya dari investasi yang dilakukannya. Tetapi, ada hal penting yang
harus selalu dipertimbangkan yaitu berapa besar risiko yang harus
ditanggung dari investasi tersebut. Umumnya semakin besar risiko, maka
semakin besar pula tingkatreturnharapan.
c. Hubungan Tingkat Risiko danReturnHarapan
Hubungan tingkat risiko dan return harapan merupakan hubungan yang bersifat searah dan linier. Artinya, semakin besar risiko suatu aset, semakin besar pulareturnharapan atas aset tersebut, demikian sebaliknya.
2. Proses Keputusan Investasi
Proses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang
berkesinambungan (going process). Proses keputusan investasi terdiri dari lima tahap keputusan yang berjalan terus-menerus sampai tercapai keputusan
investasi yang terbaik. Tahap-tahap keputusan investasi meliputi lima tahap
keputusan, yaitu:
a. Penentuan Tujuan Investasi
Tujuan investasi masing-masing investor bisa berbeda-beda tergantung pada
investor yang membuat keputusan tersebut. Investor biasanya lebih
menyukai investasi pada sekuritas yang mudah diperdagangkan ataupun
pada penyaluran kredit yang lebih berisiko tetapi memberikan harapan
16
b. Penentuan Kebijakan Investasi
Tahapan ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset (asset allocation decision). Keputusan ini menyangkut pendistribusian dana yang dimiliki pada berbagai kelas aset yang tersedia (saham, obligasi sekuritas
luar negeri).
c. Pemilihan Strategi Portofolio
Strategi portofolio yang dipilih harus konsisten dengan dua tahap
sebelumnya. Ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih, yaitu strategi
portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi portofolio aktif
meliputi kegiatan penggunaan informasi yang tersedia dan teknik-teknik
peramalan secara aktif untuk mencari kombinasi portofolio yang lebih baik.
Strategi portofolio pasif meliputi aktivitas informasi pada portofolio yang
seiring dengan kinerja indeks pasar.
d. Pemilihan Aset
Setelah strategi portofolio ditentukan, tahap selanjutnya adalah pemilikan
aset-aset yang akan dimasukkan dalam portofolio. Tahap ini memerlukan
pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukkan dalam portofolio.
Tujuan tahap ini adalah untuk mencari kombinasi portofolio yang efisien,
17
e. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Portofolio
Jika tahap pengukuran dan evaluasi kinerja telah dilewati dan ternyata
hasilnya kurang baik, maka proses keputusan investasi harus dimulai lagi
dari tahap pertama, demikian seterusnya sampai dicapai keputusan investasi
yang paling optimal.
2.1.3 Saham
Menurut Sihombing (2008) saham merupakan tanda penyertaan modal seseorang
atau pihak tertentu (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Dengan memiliki saham, seseorang atau sekumpulan orang atau sebuah
perusahaan berarti ikut memiliki perusahaan tersebut. Saham merupakan salah
satu dari bermacam-macam surat berharga (efek) yang umum diperjualbelikan
melalui bursa efek. Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang
paling populer. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang
banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat
keuntungan yang menarik.
Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (stock). Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini disebut
dengan saham biasa (common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya, suatu perusahaan mungkin juga mengeluarkan kelas lain dari saham, yaitu yang
disebut dengan saham preferen (preferred stock). Saham preferen mempunyai hak-hak prioritas lebih dari saham biasa. Dan yang terkahir adalah saham treasuri
18
1. Saham Preferen
Menurut Jogiyanto (2003) saham preferen merupakan saham yang
mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Seperti obligasi
yang membayarkan bunga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan
hasil yang tetap berupa dividen preferen. Seperti saham biasa, dalam hal
likuidasi, klaim pemegang saham preferen dibawah klaim pemegang
obligasi. Dibandingkan dengan saham biasa, saham preferen mempunyai
beberapa hak, yaitu hak atas dividen tetap dan hak pembayaran terlebih
dahulu jika terjadi likuidasi. Oleh karena itu, saham preferen dianggap
mempunyai karakteristik ditengah-tengah antara obligasi dan saham biasa.
2. Saham Biasa
Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini
biasanya dalam bentuk saham biasa (common stock). Pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk
menjalankan operasi perusahaan. Sebagai pemilik perusahaan, pemegang
saham biasa mempunyai beberapa hak yaitu hak kontrol, hak menerima
pembagian keuntungan dan hak preemptive (hak mendapat presentasi pemilikan yang sama).
3. Saham Treasuri
Saham treasuri (treasury stock) adalah saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh
19
2.1.4 Pasar Efisien
2.1.4.1 Definisi Pasar Efisien
Konsep pasar yang efisien lebih ditekankan pada aspek informasi, artinya pasar
yang efisien adalah pasar di mana harga semua sekuritas yang diperdagangkan
telah mencerminkan semua informasi yang tersedia. Dalam hal ini, informasi yang
tersedia bisa meliputi semua informasi yang tersedia baik informasi di masa lalu,
maupun informasi saat ini, serta informasi yang bersifat sebagai pendapat/opini
rasional yang beredar di pasar yang bisa mempengaruhi perubahan harga
(Tandelilin, 2010). Menurut Jogiyanto (2003) secara detail, efisiensi pasar dapat
didefinisikan dalam beberapa macam definisi, yaitu:
1. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Nilai Intrinsik Sekuratis
Konsep awal dari efisiensi pasar yang berhubungan dengan informasi laporan
keuangan berasal dari praktek analis sekuritas yang mencoba menemukan
sekuritas-sekuritas dengan harga yang kurang benar (mispriced). Sekuritas-sekuritas yang dihargai kurang benar (mispriced) merupakan sekuritas-sekuritas yang harganya menyimpang dari nilai intrinsiknya atau nilai
fundamentalnya. Untuk konteks seperti ini, maka efisiensi pasar (market efficiency) diukur dari seberapa jauh harga-harga sekuritas menyimpang dari
nilai intrinsiknya.
2. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Akurasi dari Ekspektasi Harga
20
yang tersedia. Definisi dari Fama menekankan pada dua aspek, yaitu “fully reflect” dan “information available”. Pengertian dari “fully reflect”
menunjukkan bahwa harga dari sekuritas secara akurat mencerminkan
informasi yang ada. Pasar dikatakan efisien menurut Fama ini jika dengan
menggunakan informasi yang tersedia (information available), investor-investor secara akurat dapat mengekspektasi harga dari sekuritas bersangkutan.
3. Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Distribusi Informasi
Definisi efisiensi pasar sebelumnya yang hanya menekankan pada akurasi
harga akibat informasi yang tersedia mengabaikan distribusi dari informasinya.
Beaver (1989) dalam Jogiyanto (2013) memberikan definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada distribusi informasi yaitu pasar dikatakan efisien
terhadap suatu informasi, jika harga-harga sekuritas bertindak seakan-akan
setiap orang mengamati sistem informasi tersebut. Definisi ini secara implisit
mengatakan bahwa jika setiap orang mengamati suatu sistem informasi yang
menghasilkan informasi, maka setiap orang dianggap mendapatkan informasi
yang sama. Definisi Beaver ini mempunyai arti bahwa pasar dikatakan efisien
terhadap satu set informasi yang spesifik (dihasilkan dari suatu sistem
informasi) jika harga yang terjadi setelah informasi diterima oleh pelaku pasar
sama dengan harga yang akan terjadi jika setiap orang mendapatkan set
informasi tersebut atau disebut denganfull-information price.
4. Definisi Efisiensi Pasar Didasarkan pada Proses Dinamik
Awal dari literatur efisiensi pasar mengasumsikan bahwa kecepatan
21
informasi yang ada terjadi dengan seketika. Konsep terbaru dari efisiensi pasar
tidak mengharuskan kecepatan penyesuaian harus terjadi dengan seketika,
tetapi terjadi dengan cepat (quickly) setelah informasi disebarkan untuk tersedia bagi semua orang. Jones (1995) dalam Jogiyanto (2003) memberikan definisi pasar efisien yang memasukkan unsur dari kecepatan penyesuaian
yaitu suatu pasar yang efisien adalah pasar yang harga-harga sekuritasnya
secara cepat dan penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia terhadap
aktiva tersebut.
3.1.4.2 Bentuk-Bentuk Pasar Efisien
Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaan informasinya saja atau
dapat dilihat tidak hanya dari ketersediaan informasi, tetapi juga dilihat dari
kecanggihan pelaku pasar dalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari
informasi yang tersedia. Pasar efisien yang ditinjau dari sudut informasi saja
disebut dengan efisiensi pasar secara informasi (informationally efficient market) sedangkan pasar efisien yang ditinjau dari sudut kecanggihan pelaku pasar dalam
mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia disebut dengan
efisiensi pasar secara keputusan (decionally efficient matket). Bentuk-bentuk dijelaskan sebagai berikut:
1. Efisiensi Pasar Secara Informasi
Kunci utama untuk mengukur pasar yang efisien adalah hubungan antara
22
bentuk dari informasi, yaitu informasi masa lalu, informasi sekarang yang
sedang dipublikasikan dan informasi privat sebagai berikut:
a. Efisiensi Pasar Bentuk Lemah (weak form)
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas
tercermin secara penuh (fully reflect) informasi masa lalu. Informasi masa lalu ini merupakan informasi yang sudah terjadi. Bentuk efisiensi pasar
secara lemah ini berkaitan dengan teori langkah acak (random walk theory) yang menyatakan bahwa data masa lalu tidak berhubungan dengan nilai
sekarang. Jika pasar efisien secara bentuk lemah, maka nilai-nilai masa lalu
tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang. Berarti bahwa
untuk pasar yang efisien bentuk lemah, investor tidak dapat menggunakan
informasi masa lalu untuk mendapatkan keuntungan yang tidak normal.
b. Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat (semistrong form)
Pasar dikatakan efisien setengah kuat jika harga-harga sekuritas secara
pernuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all publicly available information) seperti earning, dividen, pengumuman stock split, penerbitan saham baru, kesulitan keuangan yang dialami perusahaan, dan peristiwa-peristiwa terpublikasi lainnya yang berdampak
pada aliran kas perusahaan di masa mendatang termasuk informasi yang
23
c. Efisiensi Pasar Bentuk Kuat (strong form)
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara
penuh mencerminka (fully reflect) semua informasi yang tersedia termasuk informasi yang privat. Jika pasar efisien dalam bentuk ini, maka tidak ada
individual investor atau grup dari investor yang dapat memperoleh
keuntungan tidak normal (abnormal return) karena mempunyai infomasi yang privat.
Tujuan dari Fama membedakan ke dalam tiga macam bentuk pasar efisien ini
adalah untuk mengklasifikasikan penelitian empiris terhadap efisiensi pasar.
Ketiga bentuk pasar efisien ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Hubungan
ketiga bentuk pasar efisien ini berupa tingkatan yang kumulatif, yaitu bentuk
lemah merupakan bagian dari bentuk setengah kuat dan bentuk setengah kuat
merupakan bagian dari bentuk kuat.
2. Efisiensi Pasar Secara Keputusan
Pembagian efisiensi pasar oleh Fama ini didasarkan pada ketersediaan
informasi, sehingga efisiensi pasar secara informasi (informationally efficient market). Untuk informasi yang tidak perlu diolah lebih lanjut, seperti misalnya informasi tentang pengumuman laba perusahaan, pasar akan mencerna
informasi tersebut dengan cepat. Akan tetapi untuk informasi yang masih perlu
diolah lebih lanjut, ketersediaan informasi saja tidak menjamin pasar akan
efisien. Misalnya informasi tentang pengumuman merjer oleh suatu perusahaan
emiten. Efisiensi pasar secara keputusan juga merupakan efisiensi pasar bentuk
24
Perbedaannya adalah, jika efisiensi pasar secara informasi hanya
mempertimbangkan sebuah faktor saja yaitu ketersediaan informasi, sedangkan
efisiensi pasar secara keputusan mempertimbangkan dua buah faktor yaitu
ketersediaan informasi dan kecanggihan pelaku pasar.
2.1.5 Holding Period
Holding period adalah periode waktu perkiraan atau riil dimana sebuah investasi diatribusikan kepada investor tertentu. Lamanya kepemilikan saham oleh investor
dikenal dengan holding period. Menurut Jones (2000) dalam Purnaningputri (2014)holding periodadalah lamanya waktu yang dibutuhkan oleh investor untuk berinvestasi dengan sejumlah uang yang mereka keluarkan atau dengan kata lain
rata-rata panjangnya waktu investor menahan saham perusahaan selama periode
tertentu.
Holding period adalah jangka waktu kepemilikan surat berharga yang anda beli. Dengan mengetahui berapa lama jangka waktu kepemilikan, perkiraan dividen
yang akan diterima, dapat diketahui secara teoritis berapa harga saham yang anda
miliki bila dijual kelak (Manurung, 2009). Holding period merupakan variabel yang memberikan indikasi tentang rata-rata panjangnya waktu investor untuk
menahan saham suatu perusahaan. Investor dalam berinvestasi selalu
mempertimbangkan risiko, oleh karena itu selalu memilih risiko sampai tingkat
tertentu untuk mendapatkan gain yang maksimal. Pengurangan risiko dapat dilakukan dengan memilih jenis saham yang berkinerja baik.
25
setiap investor tidak mungkin memiliki waktu yang sama dalam memegang
saham. Holding period ditunjukkan melalui perbandingan antara jumlah saham beredar dengan volume transaksi saham. Angka yang ditunjukkan dari holding periodbukan berarti seorang investor menahan sahamnya selama itu dengan pasti, namun angka tersebut menunjukkan bahwa semakin besar angka tersebut maka
semakin lama jangka waktu seorang investor dalam menahan atau memegang
sahamnya.Holding perioddihitung dengan rumus:
=
2.1.6 Bid Ask Spread
Menurut Guinan (2010) ask adalah harga yang diinginkan penjual untuk sebuah surat berharga juga dikenal sebagai harga penawaran (offer price). Askmerupakan lawan kata bid atau harga yang diinginkan pembeli untuk sebuah surat berharga. Kata-katabiddanaskhampir digunakan pada semua pasar keuangan didunia, baik itu pasar saham, obligasi, mata uang maupun derivatif. Bid adalah harga yang diajukan oleh investor, pedagang, atau perantara untuk membeli sebuah surat
berharga. Bid mencantumkan harga dan jumlah surat berharga yang akan di beli. Bid adalah kebalikan dari ask, penetapan harga yang ingin diterima oleh penjual untuk surat berharga dan jumlah surat berharga yang akan di jual pada harga
tersebut.
26
dan biaya peluang. Menurut Jones (2000) dalam Purnaningputri (2014) bid ask spread merupakan selisih antara ask price dan bid price. Bid price merupakan harga beli tertinggi dimana investor bersedia untuk membeli saham, sedangkan
ask price merupakan harga jual terendah dimana investor bersedia untuk menjual sahamnya. Investor memperoleh keuntungan darispreadkedua harga tersebut.
Formulasi perhitunganbid ask spreadadalah sebagai berikut:
=
( + )/2
Keterangan :
= rata-ratabid ask spreadsaham perusaaniselama tahunt = jumlah hari transaksi saham perusahaaniselama tahunt
= harga jual terendah yang menyebabkan investor setuju untuk menjual
saham perusahaanipada harit
= harga beli tertinggi yang menyebabkan investor setuju untuk membeli
saham perusahaanipada harit
2.1.7 Volume Perdagangan
Menurut Abdul dan Nasuhi (2000) dalam Dewi (2015) volume perdagangan diartikan sebagai jumlah lembar saham yang diperdagangkan pada hari tertentu.
Perdagangan suatu saham yang aktif, yaitu dengan volume perdagangan yang
besar menunjukkan bahwa saham tersebut di minati oleh para investor. Besarnya
variabel volume perdagangan diketahui dengan mengamati kegiatan perdagangan
27
Volume Activity (TVA) merupakan suatu indikator yang digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui parameter pergerakan aktivitas
volume perdagangan.
2.1.8 Nilai Pasar
Menurut Tandelilin (2010) nilai pasar adalah harga saham yang terjadi di pasar
bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ini
ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham bersangkutan di pasar bursa.
Nilai pasar didefinisikan sebagai harga saham yang terjadi di pasar bursa pada
waktu tertentu yang dilakukan oleh pelaku pasar (Wisayang, 2011). Nilai pasar
dapat diukur dengan mengalikan jumlah saham beredar dengan harga saham
penutupan pada hari ke-t. Berdasarkan besarnya jumlah saham yang beredar dan
harga saham, dapat dilihat ukuran suatu perusahaan. Semakin banyak jumlah
saham yang beredar dan semakin tingginya harga saham menunjukkan semakin
besar ukuran sebuah perusahaan.
Kebanyakan investor menganggap bahwa perusahaan besar memiliki kestabilan
keuangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan kecil, selain itu di
perusahaan besar memiliki analisis keuangan yang kompeten sehingga
menghasilkan informasi keuangan yang lebih akurat yang dapat memperpendek
jarak antara pengharapan investor dengan yang sebenarnya terjadi di perusahaan.
Menurut Atkins dan Dyl (1997) dalam Purnaningputri (2014) nilai pasar merupakan harga saham yang terjadi di pasar bursa pada waktu tertentu yang
dilakukan oleh pasar. Semakin besar nilai pasar berarti semakin besar ukuran
28
=
Keterangan :
= rata-rata nilai pasar saham perusahaaniselama tahunt N = jumlah hari transaksi sahama perusahaaniselama tahunt
= harga penutupan saham perusahaanipada harit
= jumlah saham perusahaani yang beredar selama tahunt
2.2 Penelitian Terdahulu
Berbagai penelitian mengenai lamanya investor menahan sahamnya atau holding period telah dilakukan. Beberapa penelitian tersebut telah menjadi acuan dalam penelitian ini, diantaranya:
1. Penelitian oleh Rosdiana Dewi (2015) berjudul “Implikasi Market Value, Varian Retun, Laba per Saham, Volume Perdagangan Dan Dividen TerhadapBid-Ask Spread Pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ 45 Periode 2010-2012”. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan yang
masuk dalam indeks LQ 45 selama periode 2010-2012 yaitu sebanyak 22
perusahaan.
Hasil penelitian ini adalah secara parsial variabelvarian returnberpengaruh signifikan dan memiliki arah hubungan yang positif, kemudian variabel
market valuedan variabel dividen berpengaruh tidak signifikan dengan arah hubungan yang negatif, sedangkan variabel laba per saham dan volume
29
terhadapbid ask spread saham perusahaan yang terdaftar di indeks LQ 45 2010-2012. Secara simultan variabel varian return, market value, laba per saham, volume perdagangan dan dividen berpengaruh signifikan terhadap
bid ask spreadsaham perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ 45 2010-2012.
2. Penelitian oleh Dira Kusumayanti (2015) berjudul “Pengaruh Bid-Ask Spread, Market Value, Variance Of Returndan Dividen Payout Ratio Terhadap Holding Period Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Periode 2011-2013”. Penelitian ini menggunakan uji
regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini adalah bid ask spread tidak berpengaruh terhadap holding period saham dengan nilai t hitung sebesar 0,633 dan nilai signifikansi sebesar 0,533. Penelitian market valueberpengaruh positif dan signifikan terhadap holding period saham dengan nilai t hitung bernilai positif sebesar 6,678 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Penelitian
variance of returntidak berpengaruh terhadapholding periodsaham dengan hasil uji t sebesar -0,352 dan nilai signifikansi sebesar 0,728. Penelitian
30
3. Penelitian oleh Vinsensia Retno Widi Wisayang (2011) berjudul “Analisis
Pengaruh Bid-Ask Spread, Market Value Dan Varian Return Saham Terhadap Holding Period Pada Saham LQ45 (Studi Di BEI Periode Februari 2008-Januari 2009)”. Penelitian ini dilakukan dengan analisis
regresi linier berganda.
31
Sumber : Berbagai skripsi dan jurnal, data diolah 2015
2.3 Kerangka Pemikiran
Seorang investor melakukan investasi tentu ingin mendapatkan return yang maksimal. Tidak hanya mempertimbangkan keuntungan dari perubahan harga
saham tetapi juga investor harus mempertimbangkan risiko dari perubahan harga
saham. Untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi seorang investor dalam
melakukan investasi memerlukan informasi yang sesuai mengenai saham pada
perusahaan tertentu sehingga investor dapat memilih dengan baik saham atau
32
Dipasar modal investor menghadapi kondisi yang di sebut asimentri informasi
yaitu dimana pelaku pasar memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan
pelaku pasar lainnya. Oleh karena itu, untuk mengurangi ketidakseimbangan
informasi maka para pelaku pasar harus mencari informasi yang banyak dan
kemudian informasi ini dijadikan bahan pertimbangan sebagai pengambilan
keputusan saham. Dengan adanya informasi ini investor dapat menentukan jenis
dan jumlah lembar saham yang akan dimiliki selain itu investor juga dapat
menentukan rentang waktu atau lamanya memegang saham tersebut (holding period).
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya investor dalam memegang
saham yaitu bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar. Bid ask spread merupakan selisih harga beli tertinggi dimana investor bersedia untuk membeli
saham dengan harga jual terendah dimana investor bersedia untuk menjual
sahamnya. Setiap kenaikan bid ask spread menyebabkan holding period yang lama dan setiap penuruan bid ask spread menyebabkan holding period yang pendek. Semakin kecil selisih (nilai spread) berarti semakin likuid suatu saham dan periode kepemilikan saham semakin lama sebaliknya semakin besar selisih
(nilaispread) berarti semakin tidak likuid suatu saham dan menyebabkan periode kepemilikan saham yang pendek.
Volume perdagangan yang tinggi menandakan jumlah saham yang beredar
semakin banyak. Hal ini menunjukkan saham pada perusahaan tersebut diminati
oleh investor dan tentu investor akan menahan sahamnya lebih lama pada
33
seorang investor akan menahan sahamnya begitu juga sebaliknya semakin kecil
nilai sebuah perusahaan maka makin pendek pula seorang investor menahan
sahamnya dalam perusahaan tersebut.
Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu mengenaiholding period dengan variabel bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar. Untuk itu peneliti akan melakukan pengujian sejauh mana pengaruh variabel bebas tersebut terhadap
holding period, sehingga kerangka pemikiran teoritis dalam penelitian ini dapat digambarkan seperti pada gambar 1 berikut ini:
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Investasi
Investor
Volume Perdagangan
Nilai Pasar Bid Ask Spread
Holding Period
34
2.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk
kalimat pertanyaan (Sugiyono, 2013). Berdasarkan kerangka pemikiran yang
dijabarkan di atas maka dapat disusun hipotesis sebagai berikut:
Ha1 =Bid ask spreadberpengaruh signifikan terhadapholding period
Ho1 =Bid ask spreadberpengaruh tidak signifikan terhadapholding period
Ha2 = Volume perdagangan berpengaruh signifikan terhadapholding period
Ho2 = Volume perdagangan berpengaruh tidak signifikan terhadap holding period
Ha3 = Nilai pasar berpengaruh signifikan terhadapholding period
Ho3 = Nilai pasar berpengaruh tidak signifikan terhadapholding period
Ha4 = Bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar secara simultan berpengaruh signifikan terhadapholding period
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk ke dalam explanatory research (penelitian eksplanatori). Menurut Usman (2008) dalam Dewi (2015) explanatory research adalah penelitian pengujian hipotesis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis
sehingga termasuk dalam metode eksplanasi ilmu, menyatakan hubungan satu
variabel yang menyebabkan perubahan variabel lainnya. Penelitian ini
ditunjukkan untuk menjelaskan hubungan antara variabel-variabel penelitian dan
pengujian hipotesis yang dirumuskan. Variabel dependen dalam penelitian ini
yaitu holding period dan variabel independennya yaitu bid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar.
3.2 Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (secondary data). Penelitian sekunder menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah
yang diteliti (Sarwono, 2006). Data sekunder merupakan data yang diperoleh
6
perantara. Data ini diperoleh melalui studi kepustakaan. Data sekunder dalam
penelitian ini meliputi data-data bid price dan ask price, volume perdagangan (trading volume), jumlah saham beredar dan harga penutupan saham. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia yaitu
www.idx.co.id, www.britama.com dan website perusahaan terkait dari tahun 2012 sampai tahun 2014.
3.3 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013). Populasi dalam
penelitian ini adalah perusahaan yang masuk ke dalam Indeks Bisnis-27 selama
periode 2012-2014.
3.4 Sampel
Menurut Sugiyono (2013) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang diambil dari populasi harus
betul-betul representatif (mewakili). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini dengan menggunakan purposive sampling yang merupakan bagian dari teknik non-probability sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2013). Kriteria untuk mendapatkan
sampel yaitu sebagai berikut:
1. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten selama
✁ ✂
2. Perusahaan masuk saham yang aktif di perdagangkan di bursa atau yang
tidak pernah keluar dari perhitungan yang tercatat dalam indeks Bisnis-27
selama periode 2012-2014 secara konsisten.
3. Tersedia data bid price dan ask price, volume perdagangan (trading volume), jumlah saham beredar dan harga penutupan saham selama periode 2012-2014.
Dari hasil penentuan sampel, perusahaan yang memenuhi kriteria persyaratan di
atas berjumlah 21 perusahaan sebagai berikut:
Tabel 3. Sampel Penelitian
3 BBCA Bank Central Asia Tbk.
4 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 5 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
6 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.
7 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.
8 BMTR Global Mediacom Tbk.
9 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk.
10 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
11 EXCL XL Axiata Tbk.
12 INCO Vale Indonesia Tbk.
13 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
14 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk.
15 KLBF Kalbe Farma Tbk.
16 LPKR Lippo Karawaci Tbk.
17 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
18 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. 19 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.
20 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
21 UNTR United Tractors Tbk.
✄8
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan dokumentasi. Dokumentasi
yang dilakukan adalah mengumpulkan data sekunder yang dipublikasikan oleh
www.idx.co.id, www.britama.com dan website perusahaan terkait untuk tahun 2012-2014 yang digunakan dalam penelitian ini.
3.6 Definisi Operasional
Menurut Sugiyono (2013) definisi operasional yaitu bahasan pengertian tentang
variabel yang diteliti yang di dalamnya adalah cerminan dari indikator-indikator
yang akan digunakan untuk mengukur indikator-indikator yang
bersangkutan.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalahbid ask spread, volume perdagangan dan nilai pasar sebagai variabel independen dan holding periodsebagai variabel dependen.
3.6.1 Variabel Independen
3.6.1.1Bid Ask Spread
Menurut Jones (2000) dalam Purnaningputri (2014) bid-ask spread merupakan selisih antara ask price dan bid price. Bid price merupakan harga beli tertinggi dimana investor bersedia untuk membeli saham, sedangkan ask pricemerupakan harga jual terendah dimana investor bersedia untuk menjual sahamnya. Investor
memperoleh keuntungan darispreadkedua harga tersebut. Formulasi perhitungan bid-ask spreadadalah sebagai berikut:
=