• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN MATERI FISIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RINGKASAN MATERI FISIKA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN MATERI FISIKA

(2)

RINGKASAN MATERI

BAB VI : RANGKAIAN LISTRIK BOLAK BALIK

Pengertian Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Arus dan tegangan listrik bolak-balik atau alternating current (AC) yaitu arus dan tegangan listrik yang arahnya selalu berubah-ubah secara kontinu/periodik terhadap waktu dan dapat mengalir dalam dua arah. Arus bolak-balik (AC) digunakan secara luas untuk penerangan maupun peralatan elektronik. Dalam zaman modern sekarang ini kebutuhan akan energi listrik merupakan kebutuhan yang sangat pokok. Pada saat ini hampir semua perkantoran dan industri menggunakan energi listrik yang jumlahnya semakin lama semakin besar. Pemerintah pun berusaha untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dengan membangun pembangkit tenaga listrik. Dewasa ini telah banyak dibangun proyek-proyek untuk Pembangkit Tenaga Listrik Negara dengan berbagai sumber tenaga yang digunakan untuk menjalankannya, misalnya PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel), PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Panas Bumi), PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), dan sebagainya.

Sumber Arus Dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai alat-alat seperti dinamo sepeda dan generator. Kedua alat tersebut merupakan sumber arus dan tegangan listrik bolak-balik. Arus bolak-balik atau alternating current (AC) adalah arus dan tegangan listrik yang besarnya berubah terhadap waktu dan dapat mengalir dalam dua arah. Arus bolak-balik (AC) digunakan secara luas untuk penerangan maupun peralatan elektronik.

(3)

tegangan listrik bolak-balik yang dihasilkan oleh generator yang digerakkan dengan energi yang berasal dari sumber daya alam.

Arus dan tegangan listrik bolak-balik yaitu arus dan tegangan listrik yang arahnya selalu berubah-ubah secara kontinu/periodik. Seperti telah dijelaskan pada bab terdahulu dalam hukum Faraday bahwa adanya perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan akan menyebabkan timbulnya ggl induksi pada ujung-ujung kumparan dan jika antara ujungujung kumparan tersebut dihubungkan dengan sebuah kawat penghantar akan mengalir arus listrik melalui penghantar tersebut. Berdasarkan prinsip hukum Faraday inilah dibuat sebuah generator atau dinamo, yaitu suatu alat yang digunakan untuk mengubah energi mekanik (energi gerak) menjadi energi listrik.

Tegangan listrik dan arus listrik yang dihasilkan generator berbentuk tegangan dan arus listrik sinus soidal, yang berarti besarnya nilai tegangan dan kuat arus listriknya sebagai fungsi sinus yang sering dinyatakan dalam diagram fasor (fase vektor). Diagram fasor adalah menyatakan suatu besaran yang nilainya berubah secara kontinu, fasor dinyatakan dengan suatu vektor yang nilainya tetap berputar berlawanan dengan putaran jarum jam.

Rangkaian Arus Dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Sumber arus bolak-balik adalah generator arus bolak-balik yang prinsip kerjanya pada perputaran kumparan dengan kecepatan sudut ω yang berada di dalam medan magnetik. Sumber ggl bolak-balik tersebut akan menghasilkan tegangan sinusoida berfrekuensi f. Apabila generator tersebut dihubungkan dengan suatu penghantar R dan menghasilkan tegangan maksimum sebesar Vmax,

(4)

Tegangan sinusoida dapat dituliskan dalam bentuk persamaan tegangan sebagai fungsi waktu, yaitu :

Tegangan yang dihasilkan oleh suatu generator listrik berbentuk sinusoida. Dengan demikian, arus yang dihasilkan juga sinusoida yang mengikuti persamaan :

Dengan :

V = Tegangan Listrik AC I = Arus Listrik AC

Vmax = Tegangan maksimum

Imax = Arus maksimum

ω = Kecepatan sudut (2πf)

Pengertian Sudut Fase dan Beda Fase Dalam Arus Bolak-Balik

Arus dan tegangan bolak-balik (AC) dapat dilukiskan sebagai gelombang sinussoidal, jika besarnya arus dan tegangan dinyatakan dalam persamaan :

V = Vmax sin ωt

I = Imax sin (ωt + 90o)

Di mana ωt atau (ωt + 90o) disebut sudut fase yang sering ditulis dengan

lambang θ. Sedangkan besarnya selisih sudut fse antara kedua gelombang

(5)

arus listrik tersebut dapat dikatakan bahwa antara tegangan dan kuat arus listrik terdapat beda fase sebesar 90o dan dikatakan arus mendahului tegangan dengan beda fase sebesar 90o. Apabila dilukiskan dalam diagram fasor dapat digambarkan sebagai berikut :

Grafik arus dan tegangan sebagai fungsi waktu dengan beda fase 90o

Nilai Efektif Arus dan Tegangan Listrik Bolak-Balik

Nilai tegangan dan arus bolak-balik selalu berubah secara periodik sehingga menyebabkan, kesulitan dalam mengadakan pengukurannya secara langsung. Oleh karena itu, untuk mengukur besarnya tegangan dan kuat arus listrik bolak balik (AC = Alternating Current) digunakan nilai efektif. Yang dimaksud dengan nilai efektif arus dan tegangan bolak balik yaitu nilai arus dan tegangan bolak-balik yang setara dengan arus searah yang dalam waktu yang sama jika mengalir dalam hambatan yang sama akan menghasilkan kalor yang sama. Semua alat-alat ukur listrik arus bolak-balik menunjukkan nilai efektifnya. Hubungan antara nilai efektif dan nilai maksimum dapat dinyatakan dalam persamaan :

dan

Nilai Rata-Rata Arus Listrik Bolak-Balik

(6)

waktu yang sama pada sebuah penghantar yang sama. Hubungan antara nilai arus dan tegangan listrik bolak-balik dengan nilai arus dan tegangan maksimumnya dinyatakan dalam persamaan :

di mana :

Ir = kuat arus rata-rata

Imax = kuat arus maksimum

Rangkaian Arus Bolak-Balik

Rangkaian arus bolak-balik memiliki perbedaan-perbedaan jika dibandingkan dengan rangkaian arus searah. Perbedaan tersebut bukan hanya pada komponen besaran-besarannya yang ditinjau secara vektor, tetapi juga pada adanya perbedaan fase antara arus dan tegangannya. Berikut ini adalah rangkaian arus bolak-balik.

Resistor Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik

Rangkaian resistif adalah rangkaian yang hanya mengandung hambatan (R) saja. Perhatikan gambar berikut.

(7)

Diagram fasor pada rangkaian resistif ditunjukkan pada gambar diatas.

Besarnya kuat arus yang melalui hambatan dapat dinyatakan dari hukum Ohm yaitu :

Jika maka I= Imaxsin ωt

Induktor Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik

Rangkaian induktif adalah rangkaian yang hanya terdiri atas induktor (kumparan) dengan mengabaikan hambatan pada kawat kumparan. Bagan rangkaian induktif ditunjukkan pada gambar berikut.

Besarnya tegangan pada ujung-ujung induktor sama dengan tegangan sumber, sehingga berlaku :

VL = V = Vmax sin ωt

IL = sin (ωt – )

(8)

IL = Imax sin (ωt– ) atau IL = Imax sin (ωt – 90o)

Apabila kita lihat antara persamaan IL (kuat arus dalam induktor) dengan V

(tegangan sumber) terlihat bahwa arus listrik dengan tegangan listrik terjadi

selisih sudut fase sebesar 90o atau di mana kuat arus ketinggalan terhadap tegangan dengan selisih sudut fase 90o.

Perbedaan fase antara kuat arus dan tegangan pada induktor dapat digambarkan dengan diagram fasor sebagai berikut :

Apabila kita perhatikan persamaan = Imax identik dengan I = pada hukum

Ohm, di mana ωL merupakan suatu hambatan yang disebut dengan reaktansi induktif yang diberi lambang XL yang besarnya dinyatakan :

XL= ωL = 2πƒL

di mana :

XL= reaktansi induktif (Ohm = Ω)

L = induktansi diri induktor (Henry = H)

ω = frekuensi anguler/sudut (rad/s) f = frekuensi linier (Hertz = Hz)

Dalam rangkaian induktor jika I menyatakan kuat arus yang mengalir pada induktor, XL menyatakan reaktansi induktif, Vmax menyatakan tegangan

maksimum, dan Vef menyatakan tegangan efektif tegangan sumber arus AC

(9)

Kapasitor Pada Rangkaian Arus Bolak-Balik

Dalam suatu rangkaian arus AC yang terdiri atas kapasitor mempunyai sifat bahwa antara tegangan dan arus memiliki beda fase, di mana arus mendahului

tegangan dengan beda sudut fase sebesar 90o atau .

Rangkaian kapasitor dengan sumber tegangan AC.

Besarnya kuat arus listrik yang mengalir dalam kapasitor dapat dinyatakan dengan laju perpindahan muatan listrik pada keping kapasitor tersebut yang dinyatakan :

I = di mana q = CV, sehingga

I = = CVmax = cos ωt = CVmaxcos ωt

Di mana cos ωt = sin (ωt + 90o) = sin (ωt + )

(10)

Jika sin (ωt + ) = ± 1 maka Imax = . Hal ini identik dengan hukum Ohm

bahwa I = . Di mana identik dengan sebuah hambatan yang disebut dengan reaktansi kapasitif yang dilambangkan XC yang besarnya dinyatakan :

di mana :

XC = reaktansi induktif (Ohm = Ω)

C = kapasitas kapasitor (Farad = F)

ω = frekuensi anguler/sudut (rad/s) f = frekuensi linier (Hertz = Hz)

Dalam rangkaian kapasitor pada arus AC mempunyai sifat bahwa arus mendahului tegangan dengan beda sudut fase sebesar 90o atau dan berlaku hubungan :

Imax =

Grafik arus dan tegangan serta diagram fasor kapasitor pada rangkaian arus bolak-balik

Rangkaian Seri RLC Pada Arus Bolak-Balik

(11)

beberapa bagian, yaitu adalah rangkaian seri RL, rangkaian seri RC dan rangkaian seri RLC.

Rangkaian Seri RL Pada Arus Bolak-Balik

Gambar di bawah ini menggambarkan sebuah rangkaian seri hambatan dan induktor yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC sebesar V, yang disebut rangkaian seri RL.

Jika VR menyatakan tegangan pada

ujung-ujung hambatan (R), VL menyatakan tegangan pada ujung-ujung induktor,

maka dalam rangkaian ini nilai VR sefase dengan arus listrik, sedangkan VL

mendahului arus sebesar 90o. Sehingga besarnya tegangan V dapat dicari dengan menjumlahkan nilai VR dan VL secara vektor (fasor) yaitu :

V = Sedangkan :

VR = I R

VL = I IL

Maka : V =

V =

(12)

Z =

Besarnya pergeseran fase antara arus dan tegangan dinyatakan:

Besarnya sudut pergeseran antara arus dan tegangan pada rangkaian seri RL tidak lagi sebesar 90o, melainkan kurang dari 90o, di mana tegangan mendahului arus.

Rangkaian Seri RC Pada Arus Bolak-Balik

Gambar di bawah ini menggambarkan sebuah rangkaian seri hambatan dan kapasitor yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC sebesar V, yang disebut rangkaian seri RC.

Apabila VR menyatakan tegangan pada ujung-ujung hambatan (R), VC menyatakan

tegangan pada ujung-ujung induktor, maka dalam rangkaian ini nilai VR sefase

dengan arus listrik, sedangkan VC tertinggal arus sebesar 90o. Sehingga besarnya

tegangan V dapat dicari dengan menjumlahkan nilai VR dan VC secara vektor

(fasor) yaitu :

V = Sedangkan :

VR = I R

VL = I XC

Maka :

(13)

V = I

Sesuai dengan hukum Ohm V = I.R bahwa nilai merupakan suatu jenis hambatan dalam rangkaian AC yang disebut impedansi, dilambangkan Z dan ditulis:

Z =

Besarnya pergeseran fase antara arus dan tegangan dinyatakan:

Besarnya sudut pergeseran antara arus dan tegangan pada rangkaian seri RC tidak lagi sebesar 90o, melainkan kurang dari 90o di mana tegangan tertinggal terhadap arus.

Rangkaian Seri RLC Pada Arus Bolak-Balik

Rangkaian seri RLC yaitu rangkaian yang terdiri atas hambatan, induktor dan kapasitor yang dihubungkan seri, kemudian dihubungkan dengan sumber tegangan AC. Telah diterangkan bahwa pada rangkaian hambatan arus tegangan sefase, sedangkan pada induktor tegangan mendahului arus, dan pada kapasitor arus mendahului tegangan.

Besarnya tegangan jepit pada rangkaian seri RLC dapat dicari dengan menggunakan diagram fasor sebagai berikut :

VR = Imax R sin ωt = Vmaxsin ωt

VL = Imax XLsin (ωt + 90o) = Vmaxsin (ωt + 90o)

(14)

Jika sudut ωt kita pilih sebagai sumbu x, maka diagram fasor untuk I, VR, VL, dan

VC dapat digambarkan dengan gambar diatas. Dan besarnya tegangan jepit pada

rangkaian seri RLC dapat dicari dengan menjumlahkan fasor dari VR, VL, dan VC

menjadi :

V = di mana :

V = tegangan total/jepit susunan RLC (volt) VR = tegangan pada hambatan (volt)

VL = tegangan pada induktor (volt)

VC = tegangan pada kapasitor (volt)

Dari gambar diagram fasor terlihat bahwa antara tegangan dan arus terdapat beda sudut fase sebesar θ yang dapat dinyatakan dengan :

Besarnya arus yang melewati rangkaian RLC adalah sama, sehingga besarnya tegangan pada masing masing komponen R, L, dan C dapat dinyatakan : VR = I R ,

VL = I XL dan VC = I XC

Berdasarkan hukum Ohm bahwa = R, akan tetapi dalam rangkaian arus AC

besaran = Z yang disebut dengan impedansi rangkaian RLC yang disusun seri dinyatakan :

(15)

di mana :

Z = impedansi rangkaian seri RLC (Ω)

R = hambatan (Ω)

XL= reaktansi induktif (Ω)

XC = reaktansi kapasitif (Ω)

Pada rangkaian seri RLC dapat mempunyai beberapa kemungkinan yaitu :

a. Jika nilai XL > XC maka rangkaian akan bersifat seperti induktor, yaitu disebut resonansi deret/seri yang besarnya frekuensi resonansi dapat

dicari yaitu :

Penggunaan rangkaian seri RLC pada rangkaian bolak-balik dapat kita temuai pada rangkaian pengatur nada.

Faktor Daya

Faktor daya atau sering disebut cos θ adalah perbandingan daya sesungguhnya

(16)

perangkat sumber tegangan listrik nilai faktor daya ini sangat penting, karena faktor daya menyatakan tingkat efisiensi dari daya listrik yang dihasilkan. Semakin tinggi nilai faktor daya dari perangkat pengahsil sumber tegangan listrik maka perangkat tersebut memiliki kualitas yang lebih baik.

Nilai Faktor Daya

Besarnya daya pada rangkaian arus bolak-balik antara teori dengan hasil sesungguhnya dari hasil pembacaan alat ukur tidak sama, hal ini disebabkan adanya hambatan semu yang berasal dari induktor (XL) dan kapasitor (XC) yang

disebut reaktansi induktif dan reaktansi kapasitif. Daya sesungguhnya yang timbul pada rangkaian arus listrik hanyalah pada hambatan murni saja (R). Perbandingan antara daya sesungguhnya (Pss) dan daya semu yang menurun (Psm)

disebut faktor daya yang dinyatakan dalam persamaan :

di mana : Pss = I2 R (daya sesungguhnya) dan

Psm = I2Z (daya semu)

(17)

Faktor Daya Rangkaian AC

Jadi daya sesungguhnya dalam rangkaian arus AC dapat dinyatakan sama dengan hasil perkalian daya hasil perhitungan teoritis dengan faktor daya yang secara umum dapat dituliskan :

Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan (lihat juga tabel dan awalan SI):

Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi, hasilnya kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz

Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz

Panjang gelombang dikalikan dengan energi per foton adalah 1.24 μeVm

(18)

gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)[1].

sifat-sifat gelombang elektromagnetik yaitu: a. Dapat merambat dalam ruang hampa, b. Merupakan gelombang transversal, c. Dapat mengalami polarisasi,

d. Dapat mengalami pemantulan (refleksi), e. Dapat mengalami pembiasan (refraksi), f. Dapat mengalami interferensi,

g. Dapat mengalami lenturan atau hamburan (difraksi),

h. Merambat dalam arah lurus.Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan Maxwell,

(19)

Macam-macam gelombang elektromagnet dan manfaatnya; 1. Gelombang radio

Gelombang radio merupakan gelombang yang memiliki frekwensi paling kecil atau panjang gelombangnya paling panjang. Gelombang radio berada dalam rentang frekwensi yang luas meliputi beberapa Hz sampai gigahertz. Gelombang radio ini banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi, siaran TV, radio, dan jaringan seluler menggunakan gelombang radio ini pula. Sistem telekomunikasi menggunakan gelombang radio ini sebagai pembawa sinyal informasi yang pada dasarnya terdiri dari antenna pemancar dan antena penerima.

2. Gelombang Mikro

Gelombang mikro adalah gelombang radio dengan frekwensi paling tinggi yaitu diatas 3Ghz, jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada benda itu. Maka gelombang mikro ini dapat dimanfaatkan dalam microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis. Gelombang mikro juga dapat dimanfaatkan pada pesawat RADAR (radio detection and ranging), berarti RADAR mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang mikro.

3. Sinar Inframerah

Sinar infra merah meliputi daerah frekwensi 1011Hz sampai 1014Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. sinar infra merah ini dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena benda dipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar infra merah. 4. Cahaya Tampak

(20)

mata kita. Dengan adanya sinar tampak, mata kita dapat melihat benda-benda di sekeliling kita dan dapat dibedakan macam-macam warnanya.

5. Sinar Ultraviolet

Sinar ultraviolet mempunyai frekwensi dalam daerah 1015Hz sampai 1016Hz atau dalam daerah panjang gelombang 10-8m – 10-7m, gelombang ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam nyala listirk. Sinar ultraviolet dapat digunakan untuk membunuh mikroorganisme, membantu pertumbuhan tubuh manusia, dan juga dapat digunakan untuk mengetahui unsur-unsur dalam suatu bahan dengan teknik spektroskopi.

c) Dapat mengionkan gas karena memiliki energi tinggi d) Dapat menembus logam tipis

e) Tidak dapat dibelokkan olehmedanlistrik maupunmedanmagnet f) Dipancarkan ketika sinar katoda menumbuk logam

g) Dapat mengeluarkan elektron-elektron foto dari permukaan logam yang ditumbukkan

(21)

suatu bahan sehingga dapat digunakan untuk menentukan struktur bahan tersebut.

7. Sinar gamma

Gambar

Grafik arus dan tegangan sebagai fungsi waktu dengan beda fase 90o
Grafik arus dan tegangan serta diagram fasor kapasitor pada rangkaian arus
Gambar di bawah ini menggambarkan sebuah rangkaian seri hambatan dan
Gambar di bawah ini menggambarkan sebuah rangkaian seri hambatan dan

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (a) karakteristik demografi migran perempuan, (b) karakteristik sosial ekonomi dari rumahtangga migran perempuan yang

untuk menganalisi pengaruh perilaku birokrasi terhadap kinerja ASN melalui komitmen organisasi pada kantor camat kecamatan sungai penuh menggunakan jenis peneletian

LEMBAR PENGESAHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI JENIS DAN SUMBER DAYA ALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS 4 MI MAMBAUL ULUM

Berdasarkan hasil dari analisis data yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karangan narasi dengan media gambar animasi siswa kelas VII

Uji heteroskedastisitas dalam software SPSS versi 23 akan dilakukan dengan Glejser Test, dimana akan dicari nilai absolute residual dari data yang digunakan untuk

Mendiskusikan unsur-unsur tata unsur-unsur tata letak berupa garis# letak berupa garis# ilustrasi# tipogra$i# ilustrasi# tipogra$i# arna# gelap- arna# gelap- terang# tekstur#

Hydrocarbon Assimilation and Biosurfactant Production in Pseudomonas aeruginosa Mutants.. Microbial Emulsifier and de Emulsifier

Dapatkah anak menendang bola kecil (sebesar bola tenis) Gerak kasar ke depan tanpa berpegangan pada apapun? Mendorong tidak ikut dinilai. Bila diberi pensil, apakah anak