• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Referensi Pada Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Persepsi Pemustaka Terhadap Layanan Referensi Pada Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

KUESIONER PENELITIAN

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN REFERENSI PADA PERPUSTAKAAN UMUM PEMERINTAH KABUPATEN

LABUHAN BATU Petunjuk Pengisian :

1. Penelitian ini bertujuan untuk penyusunan skripsi, untuk itu dimohon kesediaan dan kejujuran anda untuk mengisi kuesioner dengan jawaban yang anda anggap sesuai.

2. Berilah tanda silang (X) atau pilihan dapat dengan dilingkari (O) pada salah satu jawaban yang paling sesuai.

3. Khusus pada pertanyaan No.15 (*) (Dijawab oleh Masyarakat Umum, PNS, dan Karyawan Swasta), Pada pertanyaan No.16 (**) (Dijawab oleh Mahasiswa), Pada pertanyaan No.17 (***) (Dijawab oleh Pelajar/SMA). Nb: Ruang layanan referensi = Ruang baca umum.

1. Apakah kebutuhan anda akan informasi dan ilmu pengetahuan pada layanan referensi sudah terpenuhi ?

a. Sangat Terpenuhi b. Terpenuhi

c. Kurang Terpenuhi d. Tidak Terpenuhi

2. Bagaimanakah menurut anda mengenai fasilitas ruang layanan referensi ? a. Sangat Memadai

b. Memadai

c. Kurang Memadai d. Tidak Memadai

(2)

3. Bagaimanakah menurut anda mengenai fasilitas pendukung ruang layanan referensi ?

a. Sangat Memadai b. Memadai

c. Kurang Memadai d. Tidak Memadai

4. Bagaimanakah menurut anda mengenai kebersihan dan kenyamanan ruang layanan referensi ?

a. Sangat Memuaskan b. Memuaskan

c. Kurang Memuaskan d. Tidak Memuaskan

. 5. Berapakah intensitas kunjungan anda pada layanan referens dalam seminggu ? a. 5 Kali

b. 4 Kali c. 3 Kali d. 2 Kali

6. Bagaimanakah menurut anda mengenai sistem pelayanan pada layanan referensi ?

a. Sangat Baik b. Baik

(3)

7. Aktifitas apakah yang biasa anda lakukan saat di layanan referensi? a. Menggunakan Internet

b. Membaca Buku c. Mengerjakan Tugas d. Meneliti

8. Apakah koleksi referensi telah sesuai dengan kebutuhan anda akan informasi dan ilmu pengetahuan ?

a. Sangat sesuai b. Sesuai

c. Kurang Sesuai d. Tidak Sesuai

9. Apakah menurut anda koleksi referensi sudah bervariasi ? a. Sangat Bervariasi

b. Bervariasi

c. Kurang Bervariasi d. Tidak Bervariasi

10. Apakah koleksi referensi sudah Mendukung wawasan dan ilmu pengetahuan anda ?

a. Sangat Mendukung b. Mendukung

(4)

11. Apakah koleksi referensi selalu menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama bagi anda ?

a. Selalu b. Sering

c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

12. Apakah koleksi referensi yang tersedia sudah yang termutakhir ? a. Sangat mutakhir

b. mutakhir

c. Kurang mutakhir d. Tidak mutakhir

13. Koleksi referensi apa sajakah yang sering anda gunakan ? a. Ensiklopedia

b. Bibliografi c. Kamus

d. Sumber Biografi

14. Bagaimanakah cara anda memanfaatkan koleksi referensi ? a. Membaca

(5)

15. Berapakah jumlah koleksi referensi yang sering anda gunakan untuk keperluan pribadi/pekerjaan anda ? (*)

a. 5 Buku b. 4 Buku c. 3 Buku d. 2 Buku

16. Berapakah jumlah koleksi referensi yang sering anda gunakan untuk kegiatan pengerjaan tugas kuliah ? (**)

a. 5 Buku b. 4 Buku c. 3 Buku d. 2 Buku

17. Berapakah jumlah koleksi referensi yang sering anda gunakan untuk kegiatan pengerjaan tugas sekolah ? (***)

(6)

18. Apakah pustakawan serimg berkomunikasi secara langsung dengan anda untuk mengetahui kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan yang anda butuhkan ? a. Selalu

b. Sering

c. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

19. Bagaimanakah sikap pustakawan terhadap anda ? a. Sangat ramah

b. Ramah

c. Kurang ramah d. Tidak ramah

20. Apakah menurut anda perlu adanya penambahan pustakawan ? a. Sangat Perlu

b. Perlu

(7)

Lampiran II :

Tabulasi Jawaban Responden

No. Pilihan Jawaban Total

A B C D

F % F % F % F % F %

1. 41 45% 50 55% 0 0% 0 0% 91 100%

2. 0 0% 91 0% 0 0% 0 0% 91 100%

3. 0 0% 91 100% 0 0% 0 0% 91 100%

4. 91 100% 0 0% 0 0% 0 0% 91 100%

5. 10 11% 20 22% 50 55% 11 12% 91 100%

6. 0 0% 11 12% 60 66% 20 22% 91 100%

7. 11 12% 40 44% 30 33% 10 11% 91 100%

8. 31 34% 40 44% 20 22% 0 0% 91 100%

9. 0 0% 31 34% 60 66% 0 0% 91 100%

10. 20 22% 50 55% 21 23% 0 0% 91 100%

11. 0 0% 41 45% 50 55% 0 0% 91 100%

12. 0 0% 21 23% 70 77% 0 0% 91 100%

13. 20 22% 50 55% 11 12% 10 11% 91 100%

14. 37 41% 11 12% 10 11% 33 36% 91 100%

15. 10 11% 25 27% 40 44% 16 18% 91 100%

16. 0 0% 0 0% 60 66% 31 34% 91 100%

17. 66 73% 25 27% 0 0% 0 0% 91 100%

18. 0 0% 0 0% 11 12% 80 88% 91 100%

19. 0 0% 0 0% 21 23% 70 77% 91 100%

(8)

Lampiran III :

DOKUMENTASI PENELITIAN

Gambar 1 :

Peresmian Perpustakaan Umum (Daerah) Kabupaten Labuhan Batu <Pada 20-Mei 2013>

Oleh Bupati Labuhan Batu : Bapak. Dr. H.Tigor Panusunan Siregar Sp.Pd Gambar II :

(9)

Gambar III :

Rak khusus bagi koleksi layanan referensi (Total berjumlah 25 Rak) Gambar IV :

Meja khusus bagi petugas Perpustaan untuk menjaga dan mengawasi pengguna/responden yang berkunjung ke Perpustakaan.

Gambar V :

(10)

Gambar VI

(11)

Gambar VII :

Beberapa contoh bahan koleksi pada layanan referensi yang lainnya : Informasi mengenai daerah Kabupaten Labuhan Batu dan rak khusus bagi koleksi

(12)

Lampiran IV :

PROFIL PERPUSTAKAAN UMUM PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU

(13)

untuk Perpustakaan Daerah Labuhan Batu yang baru selesai dibangun. Pada tanggal 20 Mei 2013 “wajah baru” Dari Perpustakaan Daerah Pemkab Labuhan

Batu telah resmi berdiri dengan diresmikan oleh Bupati Labuhan Saat itu yaitu Dr. H. Tigor Panusunan Siregar, Sp.PD.”.

Pada saat ini Perpustakaan Daerah Labuhan Batu (yang telah) berganti nama menjadi Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhan Batu dengan “wajah baru” dan pengolahan yang jelas dan lebih baik dari Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu dibawah naungan Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Labuhan Batu (Januari 2017).

VISI DAN MISI

"Satu tekat bersama rakyat menuju sejahtera tahun 2020 labuhanbatu semakin hebat 2025" (Visi).

1. Menyelenggarakan pemerintahan yang tanggap dan peduli untuk melayani masyarakat secara profesional, berdedikasi, bersih dan berwibawa.

2. Menciptakan SDM berkualitas yang mampu menguasai dan menerapkan IPTEK yang mempunyai integritas, yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, mandiri dan berkarakter akhlakul karimah.

3. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjamin/assurance, terjangkau, merata dan berkeadilan sesuai dengan standar internasional.

4. Menjamin kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian rakyat, lapangan kerja, penguatan dan pelembagaan sentra-sentra ekonomi rakyat berupa badan usaha di perdesaan terutama bidang perkebunan, pertanian dan perikanan yang ditopang oleh tersedianya infrastruktur, lembaga keuangan dan koperas.

(14)

STRUKTUR ORGANISASI PERPUSTAKAAN UMUM PEMERINTAH KABUPATEN LABUHAN BATU

Kepala Kantor

Kepala Seksi

Koordinator Pengolahan Koordinator Keanggotaan Koordinator Pelayanan

Staf Staf Staf

H.M.IDRIS LUBIS (Eselon III/a)

ERMALIANI,SE (Eselon IV/ a)

Rugun,S.Sos KHAIRIL,SE IRWAN.N. SILALAHI

A.Md

Fitriana Hasibuan

SILVI AMANDA, A.Md

HASNAN ARIF NST, S.H

DEWI MARDIANI, ST

INDRA KESUMA, SE

NILA FRIDA HRP

LELI DAMAYANTI

DEWI SRI RAHAYU

RIDA AMRAN, Amd

IMAM MUNANDAR NIKMAH SAHARA

HARAHAP, S.Sos

AMIR HAMZAH, S.pd

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Darmono. 2001.Manajemen Dan Tata Kerja Perpustakaan. Jakarta: Gramedia. Handayani, dkk. 2007. Studi Korelasi Motivasi Pengguna dan Pemanfaatan

Koleksi CD-ROM di UPT Pusat Perpustakaan UII Yogyakarta.

Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan: USU Press.

Hermawan, Rachman dan Zulfikar Zen. 2006. Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.

Junaida. 2011. Pelayanan Referensi Di Perpustakaan. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1819/1/132303359%282% 29. pdf. (Diakses pada 10 Oktober 2016).

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005. Jakarta: Depdiknas.

Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer. 2002. Jakarta: Balai Pustaka. Lasa, HS. 1994-1995. Jenis-Jenis Pelayanan Informasi Di Perpustakaan.

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Martini, Nina, A. 2004. Materi Pokok Psikologi Perpustakaan: 1-9. Jakarta: Universitas Terbuka.

Muchdlor, Sjaifullah. 2012. Sistem Layanan Referensi Pada Perpustakaan Sekolah. Makalah disampaikan pada pelatihan perpustakaan kepada para guru di Kota Mojokerto, 5-7 Januari 2013. http://library.um.ac.id. (Diakses pada 10 Oktober 2016).

Muntashir. 2005. Pemanfaatan Jurnal Elektronik Oleh Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam Di Perpustakaan USU. Skripsi. Medan: Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Sastra USU. Murniaty. 2006. Promosi Jasa Pelayanan Referensi di Perpustakaan. Makalah

Penelitian. Medan: Usu Press.

Nazir, Moh. 2011. Metode Penelitian, Cetakan II. Jakarta: Ghalia Indonesia. Rahardjo, Arlinah Imam. 1996. Layanan Referensi di Perpustakaan. Makalah

disampaikan pada Pelatihan Terpadu Manajemen Perpustakaan Modern, September 1996 Universitas Kristen Petra.

(16)

Sjahrial-Pamuntjak, Rusina. 2000. Pedoman Penyelenggara Perpustakaan. Jakarta: Djambatan.

Sudarsono, Blasius. 2006. Mencari Akar Kepustakawanan Indonesia. Visi Pustaka.

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Kuntitatif Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. ________. 2006. Statistika Untuk Penelitian. Cetakan ketujuh Bandung:

CV. Alfabeta

________. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.

________. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kuanlitatif dan R & B. Bandung: CV. Alfabeta

Suhernik. 2006. Superior Dan Layanan Prima Sebagai Bentuk Kepribadian Dan Layanan Berkualitas Bagi Pustakawan Profesional. Surabaya: Perpustakaan Universitas Airlangga.

Sulistyo-Basuki, 1994. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suryatini, Heriyati. 2003. Kebutuhan Informasidan Motivasi Kognitif Penyuluh Pertanian serta Hubungannya dengan Penggunaan Sumber Informasi. Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol.12 No.2.

Sutarno, NS. 2006. Perpustakan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto. Suwarno, Wiji. 2009. Psikologi Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto.

Undang-Undang No. 43 Tahun 2007, Mengenai Perpustakaan. (Pengertian Pemustaka). Republik Indonesia.

Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Ed. 3, Cet. 1. Yogyakarta. Widyatun, Tri Rusmi. 2004. Sikap dan Perilaku. Jakarta: Infomedia.

Widyawan, Rosa. 2012. Pelayanan Referensi: Berawal dari Senyuman. Bandung: CV. Bahtera Ilmu.

Wikipedia Indonesia. 2004. Pengertian Perpustakaan Umum. (Diakses pada 11 Januari 2017).

(17)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Metode Penelitian adalah sebagai alat yang dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu dan untuk menyelesaikan masalah ataupun ilmu praktis.

Menurut Sugiyono (2005, 21), bahwa : “Suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas”.

Untuk itu penulis dalam penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut. Jenis penelitian yang dipilih adalah metode penelitian deskriptif, yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin tanpa perlakuan obyek yang diteliti. Penelitian ini bermaksud mendeskripsikan pemanfaatan layanan referensi di Perpustakaan. Penelitian ini menggambarkan tentang pemanfaatan layanan referensi sebagai sumber daya Perpustakaan dalam jasa layanan referensi Perpustakaan, dengan teknik pengumpulan data yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada pengunjung Perpustakaan Umum pada saat penelitian ini dilakukan.

3.2 Lokasi Penelitian

(18)

3.3 Populasi Dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi adalah keseluruhan obyek/subyek penelitian yang diperlukan dalam penelitian ini.

Menurut Sugiyono (2006, 90), bahwa populasi adalah : „wilayah generelasi yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh elemen masyarakat yang terdaftar sebagai anggota Perpustakaan Umum Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu, yang dimana menurut data yang diambil dari Perpustakaan Umum yaitu berjumlah 1.040 orang yang terdiri dari pelajar (SMA), mahasiswa, PNS/karyawan swasta, dan masyarakat umum.

3.3.2 Sampel

Mengingat jumlah populasi yang besar, maka peneliti membatasi jumlah populasi yang akan dijadikan sampel penelitian.

Menurut Sugiyono (2007, 91), menyatakan bahwa : “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi”.

Untuk menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan perhitungan dari Rumus Slovin yaitu :

n = __N__

(19)

Dimana :

N = Ukuran sampel N = Ukuran populasi

E = Taraf kesalahan sebesar 10%

Sesuai dengan Rumus Slovin, maka sampel penelitian ini adalah :

n = ____1040____ 1 + 1040 (0,1)² n = 1040

11,4 n = 91,22 n = 91

Maka jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 91 orang.

Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel dengan menggunakan Teknik Accidental Sampling.

Menurut Sugiyono (2007, 84-85), bahwa Teknik Accidental Sampling adalah : “Siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan

sebagai sampel“.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data penelitian, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah :

1. Kuesioner, yaitu memberikan daftar yang berisi pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian kepada responden.

2. Studi kepustakaan dan berkas, yaitu mengumpulkan buku, jurnal, majalah, berhubungan dengan masalah yang diteliti.

(20)

3.5 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data penelitian ini adalah :

1. Data Primer : Data yang diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner.

2. Data Sekunder : Data yang mendukung data primer yang bersumber dari jurnal, buku, majalah, laporan tahunan dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.

3.6 Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini, penulis menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang mewakili aspek-aspek yang akan diteliti.

Menurut Arikunto (2005, 101), bahwa Instrumen penelitian adalah : alat yang dipilih dan digunakan oleh penulis dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

3.7 Kisi-Kisi Kuesioner

Menurut Arikunto (2005, 138), bahwa kisi-kisi kuesioner adalah : “Sebuah tabel yang menunjukkan hubungan antara hal-hal yang disebutkan dalam baris dengan hal-hal yang disebutkan dalam kolom”.

(21)

TABEL 3.7 : Kisi-Kisi Kuesioner

Variabel Indikator Jumlah Item Jumlah

Pemanfaatan Layanan Referensi

Layanan Referensi 1,2,3,4,5,6 6

Koleksi Referensi 7,8,9,10,11,12,13,

14 8

Frekuensi Pemanfaatan

Koleksi 15,16,17 3

Peran Pustakawan 18,19,20 3

Jumlah 20

3.8 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisa data adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk angka-angka persentase, dan kemudian dijelaskan dan diinterpretasikan.

Menurut Sugiyono (2012, 199), bahwa teknik analisis data adalah :

(22)

Untuk menghitung persentase jawaban yang diberikan oleh responden, maka peneliti menggunakan rumus perhitungan persentase berikut :

p = f χ

100 %

n

Keterangan :

p = Persentase

f = Jumlah jawaban sementara n = Jumlah responden

Adapun parameter untuk penafsiran nilai persentase menurut Arikunto (2005. 57), adalah :

0 % = Tidak ada satupun 1,00 % - 24,99 % = Sebagian kecil 25,00 % - 49,99 % = Hampir setengah 50,00 % = Setengah

(23)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Identitas Responden

Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai persepsi pemustaka terhadap layanan referensi pada Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu yang berjumlah 20 buah pertanyaan. Kuesioner tersebut akan diajukan kepada responden, yang dimana responden tersebut berjumlah sebanyak 91 orang yang berasal dari kalangan Pelajar (SMA), Mahasiswa, PNS/Karyawan Swasta, dan Masyarakat Umum.

Untuk mengetahui mengenai identitas responden berdasarkan jenis kelamin, maka dapat dilihat dari Tabel 4.1 :

Tabel 4.1 : Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Responden Responden Jumlah Persentase (%)

1 Laki-Laki 55 60%

2 Perempuan 36 40%

Jumlah 91 100%

(24)

4.1.1 Karateristik Responden Berdasarkan Status/Pekerjaan

Untuk mengetahui mengenai karateristik responden berdasarkan status/pekerjaan dari responden, maka dapat dilihat dari Tabel 4.1.1 :

Tabel 4.1.1 : Karateristik Responden Berdasarkan Status/Pekerjaan

No.

Status/Pekerjaan Responden

Jumlah Responden

Persentase (%)

1 Masyarakat Umum 20 22%

2 PNS/Karyawan Swasta 20 22%

3 Mahasiswa 21 23%

4 Pelajar (SMA) 30 33%

Jumlah 91 100%

Berdasarkan Tabel 4.1.1 dapat diketahui bahwa karateristik reponden berdasarkan status/pekerjaan adalah, masyarakat umum 20 responden (22%), PNS/karyawan swasta 20 responden (22%), Mahasiswa 21 responden (23%), dan Pelajar/SMA) 30 responden (33%).

(25)

4.2 Layanan Referensi

4.2.1 Kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai manfaat layanan referensi dalam memenuhi kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan, maka dapat dilihat pada Tabel 4.2.1 :

Tabel 4.2.1 : Kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan

No. Kategori pada layanan referensi sudah terpenuhi ?

Berdasarkan Tabel 4.2.1 diketahui bahwa persepsi responden mengenai manfaat layanan referensi dalam memenuhi kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan adalah, 41 responden (45%) menjawab sangat terpenuhi dan sebanyak 50 responden (55%) menjawab terpenuhi. Tidak ada responden yang menjawab bahwa kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan pada layanan referensi tidak terpenuhi.

(26)

4.2.2 Fasilitas Ruang Layanan Referensi

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai fasilitas ruang layanan referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.2.2 :

Tabel 4.2.2 : Fasilitas ruang layanan referensi anda mengenai fasilitas ruang layanan referensi ?

Berdasarkan Tabel 4.2.2 diketahui bahwa persepsi responden mengenai fasilitas ruang layanan referensi adalah 91 responden (100%) menjawab sudah memadai. Tidak ada responden yang menjawab bahwa fasilitas ruang layanan referensi kurang memadai dan tidak memadai.

(27)

4.2.3 Fasilitas Pendukung Ruang Layanan Referensi

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai fasilitas pendukung ruang layanan referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.2.3 :

Tabel 4.2.3 : Fasilitas pendukung ruang layanan referensi anda mengenai fasilitas pendukung ruang layanan referensi ?

Berdasarkan Tabel 4.2.3 dapat diketahui bahwa persepsi responden mengenai fasilitas pendukung ruang layanan referensi adalah, 91 responden (100%) menjawab sudah memadai. Tidak ada responden yang menjawab bahwa fasilitas pendukung ruang layanan referensi kurang memadai dan tidak memadai.

(28)

4.2.4 Kebersihan Dan Kenyamanan Ruang Layanan Referensi

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai fasilitas ruang layanan referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.2.4 :

Tabel 4.2.4 : Kebersihan dan kenyamanan ruang layanan referensi

No. Kategori

Bagaimanakah menurut anda mengenai kebersihan dan kenyamanan ruang layanan referensi ?

Berdasarkan Tabel 4.2.4 dapat diketahui persepsi responden mengenai kebersihan dan kenyamanan ruang layanan referensi adalah 91 responden (100%) menjawab sudah memuaskan. Tidak ada responden yang menjawab bahwa kebersihan dan kenyamanan pada ruang layanan referensi tidak memuaskan.

(29)

4.2.5 Intensitas Kunjungan Dalam Seminggu

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai fasilitas ruang layanan referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.2.5 :

Tabel 4.2.5 : Intensitas Kunjungan Dalam Seminggu

Berdasarkan Tabel 4.2.5 diketahui bahwa persepsi responden mengenai intensitas kunjungan dalam seminggu pada layanan referensi adalah, 10 responden (11%) menjawab 5 kali berkunjung dalam seminggu. 20 responden (22%) menjawab 4 kali berkunjung dalam seminggu. 50 responden (55%) menjawab 3 kali berkunjung dalam seminggu, dan 11 responden (12%) menjawab 2 kali berkunjung dalam seminggu.

(30)

4.2.6 Sistem Pelayanan Referensi

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai sistem pelayanan pada layanan referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.2.6 :

Tabel 4.2.6 : Sistem pelayanan referensi

Bagaimanakah menurut anda mengenai sistem pelayanan pada layanan referensi ?

Berdasarkan Tabel 4.2.6 diketahui bahwa persepsi responden mengenai sistem pelayanan pada layanan referensi adalah. 11 responden (12%) menjawab sistem pelayanan referensi sudah baik, 60 responden (66%) menjawab sistem pelayanan referensi kurang baik,. dan 20 responden (22%) menjawab sistem pelayanan referensi tidak baik.

(31)

4.3 Koleksi Referensi

4.3.1 Aktifitas Saat Di Layanan Referensi

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai aktifitas saat di layanan referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.1 :

Tabel 4.3.1 : Aktifitas saat di layanan referensi

No. Pertanyaan Kategori Jawaban Kategori

Jawaban Responden

F %

7.

Aktifitas apakah yang biasa anda lakukan saat

Berdasarkan Tabel 4.3.1 diketahui bahwa persepsi responden mengenai aktifitas saat di layanan referensi adalah, 11 responden (12%) menjawab menggunakan internet, 40 responden (44%) menjawab membaca buku, 30 responden (33%) menjawab mengerjakan tugas, dan 10 responden (11%) menjawab meneliti.

(32)

4.3.2 Kebutuhan Akan Informasi Dan Ilmu Pengetahuan

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan pada koleksi referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.2 :

Tabel 4.3.2 : Kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan

No.

Apakah koleksi referensi telah sesuai dengan kebutuhan anda akan informasi dan ilmu

Berdasarkan Tabel 4.3.2 diketahui bahwa persepsi responden mengenai kebutuhan akan informasi dan ilmu pengetahuan pada koleksi referensi adalah, 31 responden (34%) menjawab sangat sesuai, 40 responden (44%) menjawab sesuai, dan 20 responden (22%) menjawab kurang sesuai. Tidak ada responden yang menjawab koleksi referensi tidak sesuai dengan kebutuhan responden akan informasi dan ilmu pengetahuan.

(33)

4.3.3 Variasi Koleksi Referensi

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai variasi koleksi referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.3 :

Tabel 4.3.3 : Variasi koleksi referensi koleksi referensi sudah bervariasi ?

Berdasarkan Tabel 4.3.3 diketahui bahwa persepsi responden mengenai variasi koleksi referensi adalah, 31 responden (34%) menjawab bahwa koleksi referensi sudah bervariasi dan sebanyak 60 responden (66%) menjawab koleksi referensi kurang bervariasi. Tidak ada responden yang menjawab bahwa koleksi referensi tidak bervariasi.

(34)

4.3.4 Pendukung Wawasan Dan Ilmu Pengoetahuan

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai koleksi referensi sebagai pendukung wawasan dan ilmu pengetahuan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.4 :

Tabel 4.3.4 : Pendukung wawasan dan ilmu pengetahuan

No. Kategori

Apakah koleksi referensi sudah mendukung wawasan dan ilmu pengetahuan anda ?

a. Sangat

Berdasarkan Tabel 4.3.4 diketahui bahwa persepsi responden mengenai pendukung wawasan dan ilmu pengetahuan adalah 20 responden (22%) menjawab koleksi referensi sangat mendukung wawasan dan ilmu pengetahuan, 50 responden (55%) menjawab koleksi referensi mendukung wawasan ilmu pengetahuan,, dan 21 responden (23%) menjawab koleksi referensi kurang mendukung wawasan dan ilmu pengetahuan. Tidak ada responden yang menjawab bahwa koleksi referensi tidak mendukung wawasan dan ilmu pengetahuan responden.

(35)

4.3.5 Sumber Informasi Dan Ilmu Pengetahuan Yang Terutama

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai koleksi referensi sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.5 :

Tabel 4.3.5 : Sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama

No. Pertanyaan Kategori Kategori Jawaban

Jawaban Responden

F %

11.

Apakah koleksi referensi selalu menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama bagi anda ?

a. Selalu 0 0%

Berdasarkan Tabel 4.3.5 diketahui persepsi responden mengenai sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama adalah, 41 responden (45%) menjawab koleksi referensi sering menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama, 50 responden (55%) menjawab bahwa koleksi referensi terkadang menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama. Tidak ada responden yang menjawab bahwa koleksi referensi tidak pernah menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terutama.

(36)

4.3.6 Koleksi Referensi Termutakhir

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai koleksi referensi yang termutakhir, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.6 :

Tabel 4.3.6 : Koleksi referensi termutakhir

Berdasarkan Tabel 4.3.6 diketahui bahwa persepsi responden mengenai koleksi referensi yang mutakhir adalah, 21 responden (23%) menjawab bahwa koleksi referensi sudah mutakhir dan sebanyak 70 responden (77%) menjawab koleksi referensi kurang mutakhir. Tidak ada responden yang menjawab bahwa koleksi referensi tidak mutakhir.

(37)

4.3.7 Koleksi Referensi Yang Sering Digunakan

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai jenis koleksi referensi yang sering digunakan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.7 :

Tabel 4.3.7 : Koleksi referensi yang sering dipergunakan

No. Kategori

Koleksi referensi apa sajakah yang sering anda

Berdasarkan Tabel 4.3.7 diketahui bahwa persepsi responden mengenai koleksi referensi yang sering digunakan adalah, 20 responden (22%) menjawab sering menggunakan ensiklopedia, 50 responden (55%) menjawab sering menggunakan kamus, 11 responden (12%) menjawab sering menggunakan bibliografi, dan 10 responden (11%) menjawab sering menggunakan sumber biografi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa jenis koleksi referensi yang sering digunakan adalah kamus, terutama kamus Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia yang sering digunakan oleh responden (pelajar/SMA dan mahasiswa) untuk kegiatan pengerjaan tugas sekolah dan tugas kuliah.

(38)

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai cara pemanfaatan koleksi referensi, maka dapat dilihat dari Tabel 4.3.8 :

Tabel 4.3.8 : Cara pemanfaatan koleksi referensi

No. Kategori

Pertanyaan

Kategori Jawaban

Jawaban Responden

F %

14. Bagaimanakah cara anda memanfaatkan koleksi referensi ?

a. Membaca 37 41%

b. Memfoto 11 12%

c. Memfotocopy 10 11% d. Mencatat 33 36%

Jumlah 91 100%

Berdasarkan Tabel 4.3.8 diketahui bahwa persepsi responden mengenai cara pemanfaatan koleksi referensi adalah, 37 responden (42%) menjawab dengan membaca, 11 responden (12%) menjawab dengan memfoto, 10 responden (11%) menjawab dengan memfotocopy, dan 33 responden (36%) menjawab dengan mencatat.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah responden berpendapat bahwa cara pemanfaatan koleksi referensi, yaitu dengan cara membaca. Membaca buku/bahan koleksi referensi lainnya diruangan lebih efisien lebih sering dilakukan oleh responden dibandingkan dengan difoto, difotocopy, dan dicatat pada buku catatan/buku notes.

(39)

4.4.1 Jumlah Koleksi Referensi Yang Sering digunakan (*)

Untuk mengetahui persepsi responden (PNS/karyawan swasta dan masyarakat umum) mengenai jenis koleksi referensi yang sering digunakan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.4.1 :

Tabel 4.4.1 : Jumlah koleksi referensi yang sering digunakan (*)

No.

Berapakah jumlah koleksi referensi yang sering anda pergunakan untuk keperluan pribadi/pekerjaan anda ? (*)

a. 5 Buku 10 11% b. 4 Buku 25 27% c. 3 Buku 40 44% d. 2 Buku 16 18%

Jumlah 91 100%

Berdasarkan Tabel 4.4.1 diketahui bahwa persepsi responden (PNS/karyawan swasta dan masyarakat umum) mengenai jumlah koleksi yang sering digunakan adalah, 10 responden (11%) menjawab menggunakan 5 buku, 25 responden (27%) menjawab menggunakan 4 buku, 40 responden (44%) menjawab menggunakan 3 buku, dan 16 responden (18%) menjawab menggunakan 2 buku.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah responden (PNS/karyawan swasta dan masyarakat umum) sering menggunakan 3 buku untuk kebutuhan pribadi dan pekerjaan sehari-hari, karena tidak banyaknya kebutuhan responden akan buku/koleksi referenssi lainnya, selain itu juga responden lebih memilih untuk menggunakan internet yang lebih efisien dan lebih lengkap untuk kebutuhan pribadi dan pekerjaan sehari-hari.

(40)

Untuk mengetahui persepsi responden (mahasiswa), mengenai jenis koleksi referensi yang sering digunakan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.4.2 :

Tabel 4.4.2 : Jumlah Koleksi Referensi Yang Digunakan (**)

No. Kategori

Berapakah jumlah koleksi referensi yang sering anda gunakan untuk kegiatan pengerjaan tugas kuliah ? (**)

a. 5 Buku 0 0% b. 4 Buku 0 0% c. 3 Buku 60 66% d. 2 Buku 31 34%

Jumlah 91 100%

Berdasarkan Tabel 4.4.2 diketahui bahwa persepsi responden (mahasiswa) mengenai jumlah koleksi yang sering digunakan untuk kegiatan pengerjaan tugas kuliah adalah, 60 responden (66%) menjawab mempergunakan 3 buku, 31 responden (34%) menjawab menggunakan 2 buku. Tidak ada responden (mahasiswa) yang menjawab menggunakan 5 buku dan menggunakan 4 buku. Tidak ada responden (mahasiswa) yang sering menggunakan 5 buku dan 4 buku.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden (mahasiswa) hanya mempergunakan 3 buah buku/koleksi referensi lainnya untuk kegiatan pengerjaan tugas kuliah, karena koleksi referensi yang kurang bervariasi dan kurang termutakhir untuk kegiatan pengerjaan tugas kuliah oleh responden (mahasiswa), dan responden (mahasiswa) lebih ingin/suka untuk mempergunakan internet untuk mencari/menelusur informasi untuk kegiatan pengerjaan tugas kuliah, karena lebih efisien dan lebih lengkap.

(41)

Untuk mengetahui persepsi responden (pelajar/SMA) mengenai jenis koleksi referensi yang sering digunakan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.4.3 :

Tabel 4.4.3 : Jumlah koleksi referensi yang sering digunakan (***)

No.

Berapakah jumlah koleksi referensi yang sering anda gunakan untuk kegiatan pengerjaan tugas sekolah ? (***)

a. 5 Buku 66 73% b. 4 Buku 25 27% c. 3 Buku 0 0% d. 2 Buku 0 0%

Jumlah 91 100%

Berdasarkan Tabel 4.4.3 diketahui bahwa persepsi responden mengenai jumlah koleksi yang sering digunakan untuk kegiatan pengerjaan tugas sekolah adalah, 66 responden (73%) menjawab menggunakan 5 buku, 25 responden (27%) menjawab menggunakan 2 buku. Tidak ada responden (pelajar/SMA) yang menjawab menggunakan 3 buku dan menggunakan 2 buku. Tidak ada responden yang sering menggunakan 3 dan 2 buku untuk pengerjaan tugas sekolah.

(42)

4.5.1 Intensitas Komunikasi Pustakawan

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai intensitas komunikasi pustakawan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.5.1 :

Tabel 4.5.1 : Intensitas komunikasi pustakawan

No.

Apakah pustakawan sering berkomunikasi secara langsung dengan anda untuk mengetahui kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan yang anda butuhkan ?

a. Selalu 0 0%

Berdasarkan Tabel 4.5.1 diketahui bahwa persepsi responden mengenai intensitas komunikasi pustakawan adalah, 11 responden (12%) menjawab pustakawan terkadang berkomunikasi secara langsung, dan 80 responden (34%) menjawab pustakawan tidak pernah berkomunikasi secara langsung. Tidak ada responden yang menjawab bahwa pustakawan berkomunikasi dengan responden untuk mengetahui kebutuhan informasi yang responden butuhkan.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya responden berpendapat bahwa pustakawan tidak pernah berkomunikasi kepada responden untuk mengetahui kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan yang responden butuhkan, dikarenakan sistem pelayanan pada layanan referensi yang kurang baik dan keterbatasan jumlah pustakawan yang bekerja di Perpustakaan Umum.

(43)

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai sikap seorang pustakawan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.5.2 :

Tabel 4.5.2 : Sikap seorang pustakawan

Bagaimanakah sikap pustakawan terhadap anda ?

Berdasarkan Tabel 4.5.2 diketahui bahwa persepsi responden mengenai sikap seorang pustakawan kepada responden adalah, 21 responden (23%) menjawab pustakawan bersikap kurang ramah, dan 70 responden (77%) menjawab pustakawan bersikap tidak ramah. Tidak ada responden yang menjawab bahwa pustakawan bersikap ramah kepada responden saat berkunjung ke Perpustakaan Umum.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden berpendapat bahwa pustakawan bersikap tidak ramah kepada responden, karena menurut responden bahwa pustakawan tidak pernah membimbing dan membina responden dan staff pegawai, tidak pernah bertanya kepada responden mengenai kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh responden.

(44)

Untuk mengetahui persepsi responden mengenai penambahan pustakawan, maka dapat dilihat dari Tabel 4.5.3 :

4.5.3 : Penambahan pustakawan

Berdasarkan Tabel 4.5.3 diketahui bahwa persepsi responden mengenai penambahan pustakawan adalah, 11 responden (12%) menjawab pustakawan sangat perlu ditambah, dan 80 responden (88%) menjawab pustakawan perlu ditambah. Tidak ada responden menjawab bahwa pustakawan kurang perlu ditambah dan pustakawan tidak perlu untuk ditambah.

(45)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian mengenai “Persepsi pemustaka terhadap layanan referensi pada Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu”, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Layanan referensi sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan responden akan informasi dan ilmu pengetahuan, fasilitas-fasilitas sudah memadai, kebersihan dan kenyamanan ruangan sudah bagus. Akan tetapi sistem pelayanan masih kurang baik.

2. Koleksi referensi masih belum bervariasi dan belum termutakhir, karena keterbatasan dana/anggaran dan kurangnya ruangan bagi layanan Perpustakaan Umum lainnya. akan tetapi secara keseluruhan responden berpendapat bahwa koleksi referensi sudah memadai untuk mendukung aktifitas, kebutuhan, dan pekerjaan responden.

(46)

4. Pustakawan kurang dalam berkomunikasi kepada responden karena kurangnya jumlah pustakawan, sehingga perlu adanya penambahan pustakawan, khususnya pustakawan yang bekerja di layanan referensi.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian mengenai “Peranan pemustaka

terhadap layanan referensi pada Perpustakaan Umum Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu”, maka peneliti menyampaikan saran-saran :

1. Diharapkan adanya perbaikan sistem pelayanan pada layanan referensi, agar sistem pelayanan pada layanan referensi menjadi lebih baik.

2. Diharapkan adanya penambahan jumlah koleksi referensi agar lebih bervariasi dan lebih mutakhir.

3. Diharapkan agar Perpustakaan Umum dapat menambah jumlah pustakawan yang bekerja di Perpustakaan Umum, khususnya pustakawan pada layanan referensi agar dapat melayani dan membimbing pengguna dengan baik.

4. Diharapkan agar Bapak pimpinan dapat lebih memperhatikan dan peduli ke Perpustakaan Umum, demi meningkatkan kinerja staff pegawai dan pustakawan demi memberikan pelayanan dan bimbingan yang baik dan bermutu kepada pengguna Perpustakaan Umum.

(47)

BAB II

KAJIAN TEORITIS 2.1 Perpustakaan Umum

2.1.1 Pengertian Perpustakaan Umum

Perpustakaan Umum adalah Perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan untuk melayani umum. Karateristik mendasar yang dimiliki oleh Perpustakaan Umum adalah bahwa umumnya didukung oleh pajak dan diatur oleh sebuah badan untuk melayani kepentingan pelayanan umum. Perpustakaan Umum terbuka untuk semua dan setiap anggota masyarakat umum dapat mengakses koleksi (Wikipedia Indonesia, 2004).

Menurut Sudarsono (2006, 301), pengertian Perpustakaan Umum adalah : Pusat informasi yang menyediakan beragam pengetahuan dan informasi bagi penggunanya. Layanan diberikan dengan dasar kesamaan akses bagi setiap orang tanpa membedakan umur, ras, agama, kebangsaan, jenis kelamin maupun status sosial.

Sedangkan menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000, 3), Perpustakaann Umum adalah : “Perpustakaan yang menghimpun koleksi buku, bahan cetakkan serta bahan lainnya untuk kepentingan masyarakat umum”.

(48)

Pendapat lainnya yang dikemukakan oleh Hasugian, Joner (2009, 77), bahwa Perpustakaan Umum adalah :

Sebuah Perpustakaan atau sistem Perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumber daya Perpustakaan dan layanan gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebagian dari dana masyarakat.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa Perpustakaan Umum memberikan kesempatan dan kebebasan kepada seluruh kalangan masyarakat, baik yang berasal dari kalangan tua-muda, pria dan wanita, untuk mencari dan memperoleh berbagai tambahan informasi dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan Umum didanai dari sumber pendanaan yang berasal dari masyarakat pajak dan retribusi tanpa membedakan latar belakang, status sosial, agama, suku, pendidikan, dan sebagainya.

2.1.2 Tujuan Perpustakaan Umum

Perpustakaan Umum tentunya memiliki tujuan sesuai dengan jenis Perpustakaannya dan masyarakat yang dilayani. Begitu juga dengan Perpustakaan Umum memiliki tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini ada beberapa tujuan Perpustakaan Umum menurut para ahli antara lain :

Dalam Buku Manifesto Perpustakaan Umum UNESCO, yang dikutip oleh Sulistyo-Basuki (1993, 46), bahwa Perpustakaan Umum memiliki empat tujuan utama, yaitu :

1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan kehidupan yang lebih baik.

(49)

3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka fungsi ini disebut fungsi pendidikan seumur hidup.

4. Bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Perpustakaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara menyelenggarakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film, dan penyediaan informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan, kegemaran dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya. Sedangkan menurut Hermawan dan Zen (2006, 31), tujuan Perpustakaan Umum adalah :

1. Memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk menggunakan bahan pustaka dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesejahteraan.

2. Menyediakan informasi yang murah, mudah, cepat dan tepat yang berguna bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

3. Membantu dalam pengembangan dan pemberdayaan komunitas melalui penyediaan bahan pustaka dan informasi.

4. Bertindak sebagai agen kultural sehingga menjadi pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.

5. Memfasilitasi masyarakat untuk belajar sepanjang masa.

Pendapat lain yang dikemukakan oleh Yusuf (1996, 18), secara umum disebutkan tujuan Perpustakaan Umum adalah sebagai berikut :

1. Mengembangkan minat baca serta mendayagunakan semua bahan pustaka yang tersedia di Perpustakaan Umum.

2. Mengembangkan kemampuan mencari, mengelola dan memanfaatkan informasi yang tersedia di Perpustakaan Umum.

3. Mendidik masyarakat agar dapat memanfaatkan Perpustakaan secara efektif dan efisien.

4. Meletakkan dasar-dasar ke arah belajar mandiri.

5. Memupuk minat baca dan menumbuhkan daya apresiasi dan imajinasi masyarakat.

(50)

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa tujuan Perpustakaan Umum adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapat dan menggunakan sumber informasi dan sumber ilmu pengetahuan secara murah, mudah, cepat, dan tepat dalam meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan kesejahteraan untuk menciptakan masyarakat yang berbudaya dan terampil bagi kehidupan masyarakat disekitarnya.

2.1.3 Fungsi Perpustakaan Umum

Perpustakaan Umum sebagai pusat informasi yang melayani seluruh lapisan masyarakat umum dan berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengembangkan. Perpustakaan Umum memiliki tugas dan tujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memelihara, dan mendayagunakan bahan pustaka untuk kepentingan masyarakat. Perpustakaan Umum memiliki beberapa fungsi yang dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu :

Dalam Buku Panduan Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (1992, 5), Perpustakaan Umum berfungsi sebagai pusat untuk :

1. Menyediakan bahan pendidikan (edukatif).

2. Menyediakan dan menyebarluaskan informasi (informative).

3. Menyediakan bahan-bahan yang digunakan bagi rekreasi (rekreatif). 4. Menyediakan petunjuk, pedoman dan rujukan bagi anggota masyarakat 5. Melestarikan bahan-bahan dan hasil budaya bangsa untuk dapat

dimanfaatkan masyarakat umum (preservatif, konservatif). 6. Menyediakan layanan penelitian (riset kualitatif dan kuantitatif).

Dalam Buku Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (2000, 6), Perpustakaan Umum berfungsi untuk :

1. Pengkajian kebutuhan pemakai dalam hal informasi dan bahan bacaan. 2. Penyediaan bahan pustaka yang diperkirakan diperlukan melalui

(51)

3. Pengolahan dan penyiapan setiap bahan pustaka. 4. Penyimpanan dan Pemeliharaan koleksi

5. Pendayagunaan koleksi.

6. Pemberian layanan kepada warga masyarakat baik yang datang langsung ke Perpustakaan maupun yang menggunakan telepon, faximil, dan lain-lain.

7. Pengkajian dan pengembangan semua aspek kepustakawanan

8. Pelaksanaan koordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah, tokoh-tokoh masyarakat mitra kerja lainnya.

9. Menjalin kerjasama dengan Perpustakaan lain dalam rangka pemanfaatan koleksi bersama dan sarana/prasarana.

10. Pengelolaan dan ketatausahaan Perpustakaan.

Sedangkan menurut Yusuf (1996, 21), bahwa fungsi Perpustakaan Umum dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Fungsi Edukatif.

Perpustakaan Umum menyediakan berbagai jenis bahan bacaan berupa karya cetak dan karya rekam untuk dapat dijadikan sumber belajar dan menambah pengetahuan secara mandiri. Budaya mandiri dapat membentuk masyarakat yang belajar seumur hidup dan gemar membaca. 2. Fungsi Informatif.

Perpustakaan Umum sama dengan berbagai jenis perpustakaan lainya, yaitu menyediakan buku-buku referensi. Bacaan ilmiah populer berupa buku dan majalah ilmiah serta data-data penting lainya yang diperlukan pembaca.

3. Fungsi Kultural.

Perpustakaan Umum menyediakan berbagai bahan pustaka sebagai hasil budaya bangsa yang direkam dalam bentuk tercetak/ terekam. Perpustakaan merupakan tempat penyimpanan dan terkumpulnya berbagai karya budaya manusia yang setiap waktu dapat diikuti perkembangannya melalui koleksi perpustakaan.

4. Fungsi Rekreasi.

(52)

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa fungsi dan peranan Perpustakaan Umum adalah sebagai tempat untuk mengumpulkan, mengolah, melestarikan, menyebarluaskan informasi, mengembangkan kebiasaan membaca dan mempromosikan kebudayaan dan juga sebagai fungsi edukatif, fungsi informatif, fungsi kultural, serta fungsi rekreasi seluruh masyarakat.

2.2 Persepsi

Persepsi merupakan pandangan atau anggapan seorang terhadap suatu objek yang dapat diukur melalui pengalaman dan panca indera. Persepsi akan mempengaruhi reaksi seseorang terhadap suatu objek. Jika yang timbul adalah persepsi yang bersifat positif, maka kemungkinan timbulnya sikap dan tingkah laku yang bersifat mendukung. Sebaliknya jika yang timbul persepsi yang bersifat negative, maka kemungkinan timbulnya penolakan atau tidak adanya dukungan.

Menurut Widyatun (2004, 110), bahwa persepsi adalah : “Tanggapan atau proses mental yang terjadi pada diri manusia yang akan menunjukkan bagaimana kita akan melihat, mendengar, merasakan, member serta meraba (kerja panca

indera) disekitar kita”.

Sedangkan menurut Suwarno (2009, 52), bahwa persepsi adalah :

Proses diterimanya rangsangan berupa objek, kualitas antar gejala, maupun peristiwa sampai rangsangan itu disadari dan dimengerti. Jadi persepsi dapat didefinisikan sebagai suatu proses membuat penilaian atau membangun kesan mengenai berbagai macam hal yang terdapat didalam lapangan pengindraan seseorang.

(53)

2.2.1 Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Menurut Miftah Toha, yang dikutip oleh Martini (2004, 154), bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah :

1. Faktor Internal : Perasaan, sikap dan kepribadian individu, prasangka, keinginan atau harapan, perhatian (fokus), proses belajar, keadaan fisik, gangguan, kejiwaan, nilai dan kebutuhan, minat, dan motivasi.

2. Faktor Eksternal : latar belakang keluarga, sumber informasi, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, intensitas, ukuran, hal-hal yang baru dan familiar atau ketidakasingan akan suatu objek.

2.2.2 Proses Persepsi

Menurut Widyatun (2004, 111), bahwa proses terjadinya persepsi adalah : Karena objek atau stimulus yang merangsang untuk ditangkap oleh panca indera, kemudian objek atau stimulus tadi dibawa ke otak menjadi adanya respon yang berupa kesan atau respon yang dibalikkan kembali lagi ke panca indera menjadi berupa tanggapan atau persepsi atau hasil kerja panca indera berupa pengalaman dari hasil otak.

2.2.3 Syarat Terjadinya Persepsi

Menurut Sunaryo, yang dikutip oleh Walgito (2004, 98), bahwa syarat-syarat terjadinya sebuah persepsi adalah :

1. Adanya objek yang dipersepsi.

2. Adanya perhatian yang merupakan langkahpertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan persepsi.

3. Adanya alat indera/reseptor, yaitu alat untuk menerima stimulus.

(54)

2.3 Pemustaka

Pemustaka adalah pengguna sebuah Perpustakaan yang berasal dari kalangan masyarakat, baik dari kalangan tua, muda, pria, dan wanita tanpa membedakan perbedaan golongan agama, ras, suku, bangsa dan tingkat sosial dari masyarakat.

Menurut Suwarno (2009, 80), pemustaka adalah : “Pengguna fasilitas yang disediakan oleh Perpustakaan, baik koleksi maupun buku/bahan pustaka maupun

fasilitas lainnya”.

Berdasarkan UU. No. 43, Tahun 2007 pasal 1 ayat 9, Pemustaka adalah :

“Pengguna dari Perpustakaan yaitu perseorangan, kelompok, orang, masyarakat,

atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan Perpustakaan”.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa pemustaka adalah orang yang memanfaatkan jasa layanan yang telah disediakan oleh Perpustakaan Umum.

2.4 Layanan Referensi

Layanan referensi merupakan salah satu kegiatan pokok di Perpustakaan

untuk mendayagunakan koleksi referensi kepada pengguna. Perpustakaan Umum

menyediakan pelayanan referensi agar pengguna dapat mengakses informasi yang dibutuhkan dengan gratis, mudah, cepat dan akurat.

(55)

Sedangkan menurut Murniaty (2006, 5), yang dikutip dari American Library Association (ALA) bahwa :

“Reference service is part of the library service that is directly associated with the user in providing information and use of the library for the benefit of study and research”.

(Pelayanan referensi merupakan bagian dari pelayanan Perpustakaan yang secara langsung berhubungan dengan pengguna didalam menyediakan informasi dan pemanfaatan Perpustakaan untuk kepentingan studi dan riset). Dan pendapat lain yang dikemukakan oleh Sutarno (2006, 89), bahwa layanan referensi adalah : “Layanan yang hanya dapat diberikan terbatas di Perpustakaan karena berbagai pertimbangan, misalnya keterbatasan koleksi”.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa layanan referensi adalah suatu kegiatan untuk membantu pengguna dalam menemukan informasi secara langsung yang berhubungan dengan pengguna dalam memberikan informasi dan untuk kepentingan studi dan penelitian.

2.4.1 Tujuan Layanan Referensi

Setiap kegiatan pelayanan di Perpustakaan Umum bertujuan untuk membantu pengguna untuk mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan. Layanan referensi memiliki tujuan dalam pelaksanaannya.

Menurut Rahayuningsih (2007, 104), bahwa pelayanan referensi mempunyai tujuan sebagai berikut :

1. Memungkinkan pengguna menemukan informasi secara cepat dan tepat. 2. Memungkinkan pengguna menelusur informasi dengan pilihan yang lebih

luas.

(56)

Sedangkan menurut Widyawan (2012, 5), tujuan layanan referensi adalah : Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka mencakup pencarian informasi, menggunakan sumber informasi yang ada di Perpustakaan dan memberikan layanan secara adil dan tidak memihak, serta mempromosikan nilai informasi untuk pemecahan masalah kesenjangan informasi.

Pendapat lain oleh Murniaty (2006, 6), bahwa tujuan layanan referensi antara lain sebagai berikut :

1. Mengarahkan pengguna Perpustakaan menemukan informasi yang ia butuhkan dengan cepat dan tepat.

2. Mengusahakan pengguna Perpustakaan menelusuri informasi dengan menggunakan berbagai pilihan sumber informasi yang lebih luas.

3. Mengusahakan pengguna Perpustakaan menggunakan setiap koleksi referensi dengan lebih tepat guna.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa, tujuan layanan referensi adalah membantu pengguna menelusur informasi dan menggunakan koleksi secara gratis, mudah, cepat dan tepat.

2.4.2 Fungsi Layanan Referensi

Dalam pencapaian tujuan dari layanan referensi, layanan referensi harus menjalankan fungsinya dengan baik.

Menurut Rahayuningsih (2007, 104), bahwa fungsi layanan referensi yaitu : 1. Informasi.

Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau kebutuhan pengguna Perpustakaan akan informasi.

2. Bimbingan.

Memberikan bimbingan untuk menemukan bahan pustaka yang tepat sesuai dengan minat pengguna.

3. Pengarahan/instruksi.

(57)

Sedangkan menurut Murniaty (2006, 7), bahwa fungsi pelayanan referensi : 1. Fungsi pengawasan.

Maksud dari pengawasan tersebut adalah untuk mengamati kebutuhan informasi yang diperlukan oleh pengguna Perpustakaan.

2. Fungsi informasi.

Memberikan jawaban atas pertanyaan pengguna, dan sesegera mungkin menyampaikan informasi yang memang segera harus diketahui oleh pengguna.

3. Fungsi bimbingan.

Memberikan bimbingan kepada pengguna Perpustakaan untuk mencari atau menemukan bahan pustaka dalam kelompok koleksi referensi yang tepat sesuai dengan bidang masing-masing dan bagaimana cara menggunakannya, serta untuk mencari atau menemukan informasi yang dikehendaki.

4. Fungsi instruksi.

Memberikan pengarahan dan petunjuk bagaimana cara memanfaatkan Perpustakaan.

5. Fungsi bibliografi.

Mengenalkan kepada pengguna daftar bacaan yang menarik dan hal ini akan bermanfaat bagi pengguna yang sedang melakukan penelitian.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa fungsi dari layanan referensi adalah sebagai fungsi informasi, fungsi bimbingan, fungsi pengarahan, fungsi pengawasan, dan fungsi bibliografi.

2.5 Jenis Layanan Referensi 2.5.1 Sistem Pelayanan referensi

(58)

2.5.1.1 Sistem Pelayanan Terbuka

Sistem pelayanan terbuka adalah sistem pelayanan yang ada di Perpustakaan, dimana memungkinkan/memperbolehkan dan memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mencari dengan sendirinya,membaca, dan meminjam bahan koleksi yang diinginkan/dibutuhkan.

Menurut Darmono (2001, 139), bahwa sistem layanan terbuka adalah :

“Sistem yang memungkinkan para pengguna secara langsung dapat memilih, menemukan dan mengambil sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi Perpustakaan”.

Sedangkan menurut Darmono (2001, 140), Ada beberapa keunggulan yang dapat diambil apabila Perpustakaan menggunakan sistem layanan terbuka yaitu :

1. Pemakai dapat melakukan pengambilan sendiri bahan pustaka yang dikehendaki dari jajaran koleksi.

2. Pemakai dilatih untuk dapat dipercaya dan diberi tanggung jawab terhadap terpeliharanya koleksi yang dimiliki Perpustakaan.

3. Pemakai akan merasa lebih puas karena ada kemudahan dalam menemukan bahan pustaka dan alternatif lain jika yang dicari tidak ditemukan.

4. Dalam sistem ini tenaga Perpustakaan yang bertugas untuk mengambil bahan pustaka tidak diperlukan sehingga bisa diberikan tanggung jawab dibagian lain.

Selain Kelebihan dari sistem layanan terbuka, menurut pendapat Darmono (2001, 140). sistem layanan terbuka juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu :

1. Ada kemungkinan pengaturan buku di rak penempatan (jajaran) menjadi kacau balau karena ketikan mereka melakukan browsing. Buku yang sudah 2. dicabut dari jajaran rak dikembalikan lagi oleh pemakai secara tidak tepat. 3. Ada kemungkinan buku yang hilang relatif lebih besar bila dibandingkan

dengan sistem yang bersifat tertutup.

(59)

5. Membutuhkan keamanan yang lebih baik agar kebebasan untuk mengambil sendiri bahan pustaka dari jajaran koleksi tidak menimbulkan berbagai akses seperti peningkatan kehilangan atau perobekan bahan pustaka.

2.5.1.2 Sistem Pelayanan Tertutup

Sistem pelayanan tertutup adalah sistem yang dimana pengguna tidak diperbolehkan dengan sendirinya/dengan bebasnya mengambil bahan koleksi Perpustakaan dari dalam rak, melainkan harus dibanru oleh petugas/pegawai untuk mengambilnya, sementara bahan koleksi tersebut tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang.

Menurut Lasa (1994, 5), Sistem layanan tertutup adalah : “Suatu layanan yang tidak memungkinkan pengguna untuk memilih dan mengambil sendiri bahan koleksi Perpustakaan. Koleksi yang ingin dipinjam melalui daftar/katalog yang tersedia, koleksinya akan diambil oleh petugas”.

Sedangkan menurut Lasa (1995, 4), ada beberapa keuntungan sistem layanan tertutup antara lain :

1. Daya tampung koleksi lebih banyak, karena jajaran rak satu dengan yang lain lebih dekat.

2. Susunan buku akan lebih teratur dan tidak mudah rusak.

3. Kerusakan dan kehilangan koleksi lebih sedikit bila dibandingkan dengan sistem layanan terbuka.

4. Tidak memerlukan meja baca.

Pendapat lainnya oleh Lasa (1995, 5), selain keuntungan, sistem layanan tertutup mempunyai beberapa kelemahan antara lain :

1. Banyak energi yang tersedia di bagian sirkulasi

2. Terdapat sejumlah koleksi yang tidak pernah keluar/dipinjam

3. Sering menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya salah pengertian antara petugas dan peminjam

(60)

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa, sistem layanan terbuka merupakan sistem yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mencari, memilih, dan mengambil sendiri koleksi yang diinginkan dari jajaran koleksi, sistem layanan tertutup merupakan sistem layanan yang tidak memperbolehkan pengguna mencari dan mengambil sendiri koleksi yang dibutuhkan dari jajaran koleksi.

2.5.2 Unsur-Unsur Layanan Referensi

Layanan referensi sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan pengguna dilihat unsur-unsur layanannya.

Menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000, 108-112), ada tiga unsur layanan referensi yaitu :

1. Pertanyaan yang diajukan, maksudnya seorang pustakawan layanan referensi harus sabar dan bersikap sopan dalam menanyakan kembali pertanyaan pemustaka yang masih kabur sehingga pertanyaan tersebut jelas dan dimengerti oleh pustakawan. Pustakawan perlu mencatat setiap pertanyaan agar bias dijadikan rujukan untuk layanan selanjutnya.

2. Bantuan dalam penelusuran, maksudnya seorang pustakawan mengembangkan teknik untuk mewawancarai pemustaka, lalu menganalisa maksud pertanyaan pemustaka, dan selanjutnya melakukan penelusuran didekat pemustaka. Jika hasil penelusuran belum memenuhi kebutuhan informasi pemustaka maka pustakawan mencarikan informasi pada pusat-pusat informasi.

(61)

Sedangkan menurut Eilen Abel, yang dikutip moleh Widyawan (2012, 13), bahwa unsur-unsur layanan referensi adalah sebagai berikut :

1. Pemustaka merupakan unsur layanan yang perlu diperhatikan perkembangannya mulai dari golongan umur, latar belakang yang beragam, dan pemustaka generasi digital native. Interaksi yang bisa dilakukan oleh pemustaka 24 jam dengan adanya tersedia fasilitas interaktif, para pemustaka tidak hanya berperan sebagai pengguna informasi melainkan telah berperan aktif sebagai pencipta informasi. 2. Sumber informasi merupakan unsur yang tidak kalah penting untuk

diikuti perkembangannya pada era informasi yang melimpah-limpah pada saat ini. Banyak penjaja/penjual (vendor), yang menyediakan situs web dan pangkalan data utuh (full text), yang bisa diakses gratis sehingga perkembangan sumber informasi semakin bervariasi seperti hypertext dan hypermedia.

3. Teknologi merupakan unsur yang mesti diikuti oleh Perpustakaan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Kecanggihan teknologi telah banyak dirasa oleh semua jasa pelayanan informasi seperti penggunaan jasa internet untuk kelangsungan layanannya. Pada saat ini telah banyak Perpustakaan yang menyediakan fasilitas teknologi nirkabel sehingga mendorong pemustaka untuk berkunjung dengan adanya kemudahaan akses internet.

4. Perpustakaan merupakan unsur penyimpanan, pengolahan, dan pelestarian sumber-sumber informasi atau koleksi baik dalam bentuk cetak/non cetak. Perkembangan informasi dan sumber-sumber informasi yang semakin pesat yang sulit untuk diatasi jumlahnya maka perpustakaan harus mampu menghadapi masalah ruangan penyimpanan koleksi tercetak dan perubahan bentuk penyimpanan koleksi karena perkembangan teknologi.

5. Pustakawan merupakan unsur perantara antara sumber-sumber informasi dengan pemustaka intermediary. Pustakawan haruslah luwes dan selalu siaga dalam menghadapi perubahan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pustakawan referensi :

a. Pemanfaat Web 2.0 untuk membuat revitalasasi layanan jarak jauh. b. Skenario information commons untuk medapatkan energi dan

pandangan untuk memandu strategi.

c. Menjadi mitra para pengembang e-learning dan memberi bantuan dalam perkuliahan.

d. Keikutsertaan dalam pembentukan tim atau kelompok pengembangan intranets guna menggambarkan kebutuhan informasi masing-masing kelompok.

(62)

Pendapat lain oleh Muchdlor (2012, 2), bahwa unsur-unsur dari layanan referensi adalah :

1. Tata ruang referensi dipisahkan dari ruang layanan lain, pintuk masuk tersendiri untuk menjaga keamanan koleksi, dan dekat pintu masuk tersedia meja pustakawan referensi secara langsung bias memberi bantuan pada pemustaka dalam penelusuran.

2. Koleksi yang berada di ruangan referensi dan ruangan layanan lainnya bisa digunakan pustakawan referensi guna memenuhi kebutuha pemustaka. 3. Pustakawan referensi merupakan perantara ataupun penghubung koleksi

dengan pemustaka maka pustakawan harus memenuhi standar kompetensi pustakawan referensi.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan disimpulkan bahwa, unsur-unsur layanan referensi adalah pemustaka Perpustakaan, bantuan penelusur, sumber informasi, bahan pustaka, informasi, teknologi, dan pustakawan referensi.

2.5.3 Jenis-Jenis Koleksi Layanan Referensi

Koleksi layanan referensi merupakan koleksi rujukan yang menjawab persoalan-persoalan yang sering muncul dalam berbagai bidang ilmu.

Koleksi layanan referensi tidak hanya terbatas hanya buku saja, tetapi juga meliputi segala macam bentuk tercetak dan elektronik.

Menurut Murniaty (2006, 7), koleksi referensi meliputi: “Ensiklopedia, kamus, direktori, buku tahunan, buku pegangan, almanak, bibliografi, indeks,

(63)

Sedangkan menurut Lasa (2011, 4), yang dikutip oleh junaida, bahwa jenis-jenis koleksi layanan referensi antara lain :

1. Kamus (Dictionary), adalah kumpulan kata-kata. Kamus memberikan pertolongan pembaca yang menemukan kesulitan tentang kata. Sebab koleksi ini berisi daftar kata yang disusun alfabetis, tiap kata dianalisis dan diolah menurut asal kata, ucapannya, artinya maupun cara penggunaanya juga sering diberikan sinonim, lawan kata. Kadang diberi foto, grafik maupun gambar untuk memperjelas arti. Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

2. Ensiklopedi (Encyclopedia), merupakan salah satu koleksi referensi yang banyak dipergunakan pemakai. Jenis karya ini merupakan karya universal, menyeluruh yang berisi ukuran ringkas tentang berbagai cabang ilmu atau bidang ilmu pengetahuan. Entri-entrinya disusun alfabetis seperti pada kamus dan uraiannya dalam bentuk artikel-artikel yang terpisah. Contoh : Americana, Brittanica, Colliers dan World Book”.

3. Bibliografi (Bibliography), terdiri dari kata ”bibliografi” yang berasal dari bahasa Yunani kuno/Greek ”Biblion” yang berarti buku dan ”Grapheine” berarti menulis. Kemudian arti ini berkembang menjadi pengertian menulis tentang buku. Juga dapat diartikan sebagai daftar pustaka yag disusun menurut aturan maupun pola tertentu.

4. Sumber Biografi, berasal dari kata “Bio” berarti hidup, dan “Grapheine” yang berarti menulis dan mencatat. Maka biografi diartikan catatan maupun tulisan-tulisan tentang riwayat hidup seseorang atau beberapa orang sejak kecil sampai dewasa yang ditulis seobjektif mungkin. Riwayat hidup ini ditulis sendiri atau ditulis oleh orang lain. Riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh pelakunya disebut autobiografi. Contoh : Biografi nasional (Biografi yang mencantumkan sejumlah nama, tokoh dalam bidangnya dalam suatu negara), dan Biografi khusus (Biografi yang hanya mencantumkan nama-nama orang yang ahli atau tokoh dalam bidang tertentu).

5. Indeks (Index), dapat diartikan sebagai tanda atau petunjuk indikasi. Misalnya; IP (indeks prestasi/Index Prestation), berarti menunjukkan prestasinya juga misalnya indeks bahan makanan, indeks harga dan lain sebagainya.

6. Abstrak (Abstrac), adalah uraian yang dipadatkan dari suatu karangan atau artikel yang biasannya bersifat ilmiah.

Gambar

Gambar 1 :
Gambar III :
        Gambar VI
Gambar VII :
+4

Referensi

Dokumen terkait

PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI PATI BIJI MANGGA (Mangifera indica) DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN.. ANI

Bencana yang terjadi memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat zona merah terutama untuk masyarakat Desa Berastepu.. Dampak yang dirasakan masyarakat

data-data tersebut sesuai dengan fokus penelitian. Kegiatan analisis pada tahap ketiga adalah menarik kesimpulan. dan verifikasi. Sejak pengumpulan data peneliti berusaha

[r]

pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan, pada tempat- tempat yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli

skripsi ini dengan baik yang berjudul “Tinjauan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Hunian Tetap Desa Berastepu di Hamparan Desa Gajah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten

oleh Barat, dan didukung serta diperkuat dengan perangkat media masa yang mereka miliki. Tersebarnya narkotika dengan segala jenis dan perkembangan

Hal ini memiliki arti bahwa setelah menonton sinetron tersebut persepsi dan pendapat anak terhadap sinetron Anak Jalanan kurang baik karena pada adegan tayangan