• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Lembar Kerja Siswa berbasis keterampilan proses sains pada konsep larutan penyangga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan Lembar Kerja Siswa berbasis keterampilan proses sains pada konsep larutan penyangga"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS

KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP LARUTAN

PENYANGGA

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Pendidikan (S.Pd)

Oleh

Muhammad Iskandar Fauzi 109016200036

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

MUHAMMAD ISKANDAR FAUZI (NIM: 109016200036). PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA KONSEP LARUTAN PENYANGGA

Penelitian ini merupakan penelitian tentang pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Keterampilan Proses Sains pada Konsep Larutan Penyangga, artinya LKS yang dikembangkan memuat aspek-spek Keterampilan Proses Sains yaitu aspek observasi, klasifikasi, prediksi, interpretasi, membuat pertanyaan, berhipotesis, merancang percobaan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep dan berkomunikasi. LKS ini dikembangkan pada materi larutan penyangga berdasarkan analisis SKKD dalam KTSP. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan LKS berbasis Keterampilan Proses Sains pada Konsep Larutan Penyangga. Penelitian ini mencakup pengembangan produk dan produk akhirnya diuji coba kepada 30 responden yaitu siswa kelas XI MA Jamiyyah Islamiyah Tangerang Selatan. LKS dikembangkan melalui 4 tahap yaitu: (1) penentuan tujuan instruksional, (2) pengumpulan materi, (3) penyusunan elemen, (4) pemeriksaan dan penyempurnaan melalui proses validasi isi LKS yang dilakukan peneliti sebelum LKS diuji coba. Dari hasil penelitian diperoleh data mengenai proses pengembangan produk LKS berupa data deskriptif meliputi langkah-langkah pengembangan LKS berbasis Keterampilan Proses Sains pada Konsep Larutan Penyangga, data hasil uji coba produk LKS dan data hasil validasi LKS dengan rincian penilaian sebagai berikut: (1) Kelayakan isi 91,67%, (2) Kebahasaan 95%, (3) Penyajian 95%, (4) Kegrafikan 100%, (5) aspek-aspek Keterampilan Proses Sains 74,90%. Persentase rata-rata sebesar 91,31%. Hasil ini menunjukkan bahwa Pengembangan LKS berbasis Keterampilan Proses Sains pada Konsep Larutan Penyangga memenuhi kriteria sangat baik.

(6)

ii ABSTRACT

MUHAMMAD ISKANDAR FAUZI (NIM: 109016200036). DEVELOPMENT STUDENT WORKSHET BASED ON SCIENCE PROCESS SKILL IN THE CONCEPT OF BUFFER SOLUTION.

This research was about the development of student worksheet based on the science process skills In the concept of buffer solution, in significance this worksheet contains aspect of science process skills i.e. aspect of observation, classification, prediction, interpretation, making the question, hypotheses, design experiments, using tools and materials, applying concepts and communicate. This worksheet was developed in the concept of reaction rate based on the analyses of SK and KD in KTSP. The purpose of this research was to develop the worksheets based on science process skill in the concept of buffer solution. This research were include the development of the product and the product was tested by 30 students class XI MA Jamiyyah Islamiyah, South Tangerang. This worksheet developed through four phases: (1) determination of instructional objectives, (2) collecting the material, (3) the preparation of elements, (4) the examination and improvement through content validation process conducted by researcher before the worksheet is being tested. The research produce results about the data of product development process in the form of worksheets descriptive data comprising the steps of the development of science process skills worksheets in the concept of buffer solution, the result of the test and validation have assessment as follow: (1) Eligibility contents 91.67%, (2) Linguistic 95%, (3) Presentation of 95%, (4) Graphic content 100%, (5) aspects of science process skills 74.90%. The average percentage is 91.31%. The result shows that the development of the worksheets based on science process skills in the concept of buffer solution meets the criteria very well.

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, karunia, dan kesehatan lahir dan bathin, serta hidayah-Nya kepada penulis selama menjalani kegiatan penelitian dan penulisan skripsi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengembangan LKS Berbasis Keterampilan Proses Sains pada Konsep Larutan Penyangga”.

Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan kepada kita umatnya semoga kita mendapat syafaatnya di hari kiamat nanti. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat meraih gelar sarjana pendidikan (S.Pd) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:

1. Ibu Nurlena Rifa’i, M.A, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Ibu Baiq Hana Susanti, M.Sc. selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPA-FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Bapak Dedi Irwandi, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kimia sekaligus selaku pembimbing I

4. Bapak Tonih Feronika, M.Pd. selaku pembimbing II.

(8)

6. Segenap keluarga besar MA Jamiyyah Islamiyah, yang telah memberikan bantuan serta bimbingan selama proses penelitian berlangsung.

7. Segenap Dosen, Staf dan Karyawan Jurusan Pendidikan IPA, khususnya Prodi pendidikan Kimia.

8. Orang tua dan keluarga penulis yang telah memberikan dukungan moril dan materiil

9. Bapak Iwan Setiawan, S.Pd. Selaku laboran Laboratorium Kimia dan Biologi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Atas segala ilmu, saran, dan kebaikannya selama penulis menuntut ilmu di Program Studi Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

10.Segenap keluarga besar laboratorium Kimia-Biologi FITK UIN Syarif Hidayatullah.

11.Bangga Praharja, Dani Kurnia Wibisono, Zainal Mustakim dan Adi Ilhami sahabat seperjuangan yang menjadi tempat berbagi suka dan duka selama mengarungi perjuangan menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 12.Keluarga besar pendidikan Kimia 2009 atas kerja sama, bantuan dan kebaikan

selama menempuh studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada pada diri penulis, penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini. Atas segala kerendahan hati, penulis menerima kritik dan saran yang dapat menjadikan skripsi ini menjadi lebih baik.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Semoga Allah SWT melimpahkan ilmu, berkah, hidayah dan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.

Jakarta, November 2014

(9)

v

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Pembatasan Masalah ... 3

D. Perumusan Masalah ... 4

E. Tujuan Penelitian ... 4

F. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II DESKRIPSI TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR ... 5

A. Hakikat Lembar Kerja Siswa ... 5

1. Pengertian Lembar Kerja Siswa ... 5

2. Fungsi Lembar Kerja Siswa ... 6

3. Tujuan Penyusunan Lembar Kerja Siswa ... 6

4. Penyusunan LKS ... 7

5. Struktur LKS ... 11

6. Langkah-langkah membuat Lembar Kerja Siswa ... 12

7. Langkah-langkah Pengembangan Lembar Kerja Siswa ... 13

8. Variabel Pemeriksaan dan Penyempurnaan Pengembangan (P3) LKS ... 16

B. Keterampilan Proses Sains ... 17

(10)

2. Kemampuan dalam Keterampilan Proses ... 18

3. Penerapan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran ... 22

4. Penilaian Keterampilan Proses ... 23

C. Lembar Kerja Siswa berbasis Keterampilan Proses Sains ... 23

D. Larutan Penyangga ... 24

1. Pengertian Larutan Penyangga ... 24

2. Komponen Larutan penyangga ... 24

3. Perhitungan pada Larutan Penyangga ... 25

E. Kerangka Berpikir ... 25

F. Hasil Penelitian Relevan ... 28

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29

A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 29

B. Metode Penelitian... 29

C. Desain Penelitian ... 29

1. Tahap Pendefinisian ... 30

a. Analisis Kesesuaian Materi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ... 30

b. Analisis Kebutuhan Lembar Kebutuhan Siswa... 30

c. Menentukan Tujuan Pembelajaran ... 31

2. Tahap Perancangan ... 31

a. Pengumpulan materi... 31

b. Penyusunan Elemen ... 31

3. Tahap Pengembangan. ... 31

a. Validasi LKS yang sudah dikembangkan. ... 31

b. Uji Coba Terbatas ... 31

D. Teknik Pengumpulan Data ... 33

E. Instrumen Penelitian... 33

(11)

2. Lembar Observasi ... 34

F. Teknik Analisis Data ... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36

A. Hasil Penelitian ... 36

1. Data Proses Penyusun Lembar Kerja Siswa ... 36

a. Tahap Pendefinisian ... 36

1) Analisis Kebutuhan ... 36

2) Data Hasil Analisis SK dan KD ... 38

3) Menentukan tujuan pembelajaran yang akan diturunkan dalam Lembar Kerja Siswa ... 40

b. Tahap Perancangan ... 42

1) Pengumpulan Materi ... 42

2) Penyusunan Elemen ... 43

c. Tahap Pengembangan. ... 43

1) Validasi Lembar Kerja Siswa ... 43

a) Validasi awal ... 44

b) Validasi akhir ... 46

2) Data hasil Uji Coba Produk ... 47

a) Hasil Analisis Keterampilan Proses Sains pada LKS ... 48

b) Hasil Observasi Kegiatan Praktikum ... 49

c) Hasil Angket ... 52

B. Pembahasan ... 55

1. Berdasarkan Hasil Validasi Produk ... 55

2. Berdasarkan Hasil Uji Coba Produk . ... 58

3. Berdasarkan Data Angket Respon Siswa ... 63

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. ... 66

(12)

B. Saran . ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 68

(13)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Angket Analisis Kebutuhan LKS ... 30

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket Validitas Isi LKS ... 33

Tabel 3.3 Kriteria Interpretasi Skor ... 34

Tabel 4.1 Analisis Kebutuhan LKS ... 35

Tabel 4.2 Analisis Standar Kompetensi ... 38

Tabel 4.3 Analisis Indikator LKS ... 40

Tabel 4.4 Materi yang akan Dimuat di dalam LKS ... 41

Tabel 4.5 Penentuan desain LKS yang dibuat ... 42

Tabel 4.6 Hasil Validasi Awal LKS ... 43

Tabel 4.7 Hasil Validasi Akhir LKS ... 45

Tabel 4.8 Hasil Analisis KPS yang tertuang pada LKS ... 47

(14)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Alur Analisis Penyusunan Bahan Ajar ... 27

Gambar 4.1 Diagram Hasil Validasi Awal ... 45

Gambar 4.2 Diagram Hasil Validasi Akhir ... 46

Gambar 4.3 Hasil Analisis KPS yang Terdapat di Dalam LKS ... 48

(15)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Analisis Kebutuhan Bahan Ajar ... 63

Lampiran 2 Analisis Standar Kompetensi... 66

Lampiran 3 Hasil Pengembangan Bahan Ajar ... 68

Lampiran 4 Hasil Analisis Validasi Awal ... 77

Lampiran 5 Hasil Analisis Validasi Akhir ... 80

Lampiran 6 Hasil Analisis Aspek KPS dalam LKS ... 83

Lampiran 7 Hasil Analisis Aspek KPS yang Diobservasi ... 84

Lampiran 8 Lembar Validitas LKS ... 85

Lampiran 9 Rubrik Angket Penilaian Lembar Validitas... 91

Lampiran 10 Lembar Observasi Aspek KPS ... 96

Lampiran 11 Rubrik Lembar Observasi.. ... 99

Lampiran 12 Rubrik Penilaian Produk. ... 105

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Ilmu pengetahuan alam merupakan pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah, dengan ciri: objektif, metodik, sistematis, universal, dan tentatif. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar memahami dan menjelajahi alam sekitar secara ilmiah.1

Dalam konteks ini, siswa perlu dibantu untuk mengembangkan sejumlah keterampilan ilmiah yang meliputi keterampilan mengamati, menggunakan alat dan bahan, merencanakan eksperimen, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesa, melakukan percobaan, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan temuan. Agar siswa dapat mengembangkan keterampilan – keterampilan tersebut, maka pada pembelajaran sains (kimia) perlu digunakan pendekatan Keterampilan Proses Sains.2 Pendekatan

keterampilan proses dapat mengembangkan kemampuan siswa baik secara intelektual, manual, dan sosial sehingga pengalaman belajarnya semakin bermakna.3

Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya,

1 Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga

Penelitian Uin Jakarta, 2009) cet. 1 h. 46

2 Gebi Dwiyanti, Keterampilan Proses Sains Siswa Smu Kelas Ii Pada Pembelajaran Kesetimbangan Kimia Melalui Metode Praktikum, (Bandung: UPI)

(17)

serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yang didasarkan pada metode ilmiah.4

“Learning science is something that students do, not something that is done to them. “Hands –on“ activities, while essential, are not enough. Student must have” minds-on” experiences as well. “Science as process” in which students learn skills such as observing, inferring and experimenting and inquiry which are very important for science learning.”5

Dalam melakukan eksperimen, agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan maka perlulah dibuat LKS yang berfungsi sebagai pedoman dalam melakukan eksperimen. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan bahan ajar cetak yang satu ini. Lembar kegiatan siswa atau biasa disingkat LKS pada umumnya dibeli dan bukan dibuat sendiri oleh guru. Padahal, LKS sebenarnya bisa dibuat sendiri oleh guru yang bersangkutan. Sehingga LKS dapat lebih menarik serta lebih konstekstual dengan situasi dan kondisi sekolah.6

Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah ada, lembar kegiatan siswa yang telah dimiliki oleh peserta didik selama ini belum mampu membantu dalam menemukan konsep, karena hanya berisi materi dan soal-soal. LKS yang seperti itu sangat kurang sekali dalam mendidik atau mengembangkan beberapa kecerdasan yang dimiliki siswa.7

“The text or worksheets for learning science must be based on subject matter, strategies, and must develop the student process skills as well as

4 Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga

Penelitian Uin Jakarta, 2009) cet. 1 h.48

5Poppy K. Devi, D.A.R.Ts Using Work Sheets for Developing Process Skills and Critical

Thinking with Pencil and Paper Tasks An Experiment Study In Chemistry Senior High School at “Colligative Properties Concept”, (Widyaiswara PPPPTK IPA. Indonesia, t.t. ), h.2

6 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press, 2011), cet. 1, h. 203

(18)

critical thinking”.8 Yang memiliki pengertian ialah lembar kerja untuk pembelajaran sains harus berdasarkan pada subyek masalah, strategi fdan juga harus mengembangkan keterampilan proses sains.

Pembelajaran IPA bukan hanya sekedar produk saja tapi juga merupakan proses. Maka salah satu metode yang dapat digunakan dalanm pembelajaran kimia khususnya pada materi larutan penyangga adalah dengan metode eksperimen, karena dengan metode eksperimen siswa diharapkan memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode Ilmiah dan dapat mengembangkan keterampilan proses sains yang mereka miliki.

Dengan demikian, perlu dikembangkan Lembar kegiatan siswa yang mampu mengembangkan keterampilan proses sains yang dimiliki siswa. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:

1. Lembar kegiatan siswa yang telah dimiliki oleh peserta didik selama ini belum mampu membantu dalam menemukan konsep, karena hanya berisi materi dan soal-soal.

2. Pembelajaran IPA bukan hanya sekedar produk saja tapi juga merupakan proses.

C. Batasan Masalah

Agar penelitian lebih terfokuskan, maka penelitian ini dibatasi pada: 1. Pada bahasan sifat-sifat larutan penyangga.

2. Penelitian ini hanya sebatas untuk membuat LKS berbasis keterampilan proses sains pada materi larutan penyangga yang kemudian dilakukan penilaian oleh ahli.

(19)

3. Pengujian LKS pada siswa bertujuan untuk melihat sejauh mana keterampilan proses sains siswa dapat termunculkan dengan menggunakan LKS ini.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka akan dikembangkan “Bagaimana mengembangkan LKS yang dapat membangun keterampilan proses sains siswa pada materi larutan penyangga?

Adapun secara khusus rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana membuat LKS berbasis Keterampilan Proses Sains pada materi larutan penyangga?

2. Seberapa besarkah aspek Keterampilan Proses Sains siswa yang dapatg termunculkan dengan penggunaan LKS ini?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa yang mampu mengembangkan keterampilan proses sains (science process skill) siswa pada materi larutan penyangga.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari peneliti ini adalah:

1. Menambah pengetahuan bagi peneliti dalam mengembangkan lembar kegiatan siswa (LKS).

2. Dikembangkannya lembar kegiatan siswa yang mampu mengembangkan keterampilan proses sains bagi siswa khususnya pada materi laju reaksi. 3. Mampu mengembangkan lembar kegiatan siswa yang sesuai dengan

(20)

5 BAB II

KAJIAN TEORITIS

A. Hakikat lembar kerja siswa

1. Pengertian Lembar Kerja Siswa

Dalam Pedoman umum Pengembangan Bahan ajar (Diknas, 2004), lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Lembar kegiatan biasanya berupa petunjuk atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Dan tugas tersebut haruslah jelas kompetensi dasar yang akan dicapai.1 LKS bukan merupakan singkatan dari Lembar Kegiatan Siswa, akan tetapi Lembar Kerja Siswa, yaitu materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa, sehingga peserta didik diharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri.2 Dalam LKS, peserta didik akan mendapatkan materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi. Selain itu, peserta didik juga dapat menemukan arahan yang terstruktur untuk memahami materi yang diberikan. Dan pada saat yang bersamaan, peserta didik diberi materi serta tugas yang berkaitan dengan materi tersebut.3 Lembar kegiatan biasanya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas dan tugas tersebut dapat berupa teoritis dan atau tugas-tugas praktis.4

Lembar kegiatan siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar kegiatan siswa dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk

1 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press,

2011), cet. 1, h. 203-204

2 Ibid h. 204 3 Ibid h. 204

4 Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru,

(21)

eksperimen atau demonstrasi.5 Lembar kegiatan siswa merupakan sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan siswa, baik berupa teoritis maupun praktis untuk memaksimalkan pemahaman dan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.6

Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dipaparkan, maka LKS merupakan panduan bagi siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah, LKS tersebut dapat berupa panduan untuk mengembangkan semua aspek pembelajaran meliputi, aspek kognitif dan aspek pembelajaran dalam bentuk eksperimen atau demonstrasi.

2. Fungsi Lembar Kerja Siswa

Berdasarkan pengertian dan penjelasan awal mengenai LKS yang telah kita singgung pada bagian sebelumnya, dapat kita ketahui bahwa LKS memiliki setidaknya empat fungsi sebagai berikut:7

a) Sebagai bahan ajar yang lebih meminimalkan peran pendidik, namun lebih mengaktifkan peserta didik;

b) Sebagai bahan ajar yang memepermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan;

c) Sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih; serta d) Memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.

3. Tujuan penyusunan Lembar Kerja Siswa

Dalam hal ini, paling tidak terdapat empat poin yang menjadi tujuan penyusunan LKS, yaitu:8

a) Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan;

5 Trianto, Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam KTSP,

(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), h. 111.

6 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press,

2011), cet. 1, h. 204

(22)

b) Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan;

c) Melatih kemandirian belajar peserta didik; dan

d) Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari penggunaan lembar kegiatan siswa adalah sebagai berikut:9

a. Siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. b. Membantu pesrta didik dalam mengembangkan konsep.

c. Melatih peserta didik menemukan dan mengembangkan keterampilan proses.

d. Sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran.

e. Membantu siswa memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar.

f. Membantu siswa menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.

4. Penyusunan LKS

Lembar kegiatan siswa sebagai bahan ajar harus memperhatikan prinsip penyusunana bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:10

a. Prinsip relevansi atau keterkaitan, yaitu relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.

b. Prinsip konsistensi atau keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus, dikuasai siswa empat macam maka bahan ajar yang akan diajarkan juga harus meliputi empat macam.

c. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang akan

(23)

diajarkan. materi tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

Untuk dapat mengembangkan LKS sendiri, seorang pendidik harus mamapu memahami langkah-langkah dalam penyusunananya. Berikut ini merupakan langkah-langkah penyusunana LKS:11

a. Menganalisis kurikulum

Analisis kurikulum merupakan langkah pertama dalam penyusunan LKS. Langkah ini dimaksudkan untuk menentukan materi-materi mana yang memerlukan bahan ajar LKS. Umumya, penentuan materi dilakukan berdasarkan materi pokok, pengalaman belajar, serta materi yang akan diajarkan. selain itu harus pula dicermati kompetensi apa yang harus dimiliki peserta didik.

b. Menyusun peta kebutuhan LKS

Penyusunan peta kebutuhan sangat diperlukan untuk mengetahui jumlah LKS yang harus dibuat serta melihat urutan LKS-nya. Urutan LKS sangat dibutuhkan guna menentukan prioritas penulisan. Langkah ini biasanya diawali dengan analisis kurikulum dan analisis sumber belajar.

c. Menentukan judul LKS

Penentuan judul LKS dilakukan berdasarkan kompetensi dasar, materi pokok, atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum. Jika judul LKS telah ditentukan, langah selanjutnya adalah penulisan. d. Penulisan LKS

(24)

Untuk menulis LKS langkah pertama yang harus dilakukan adalah merumuskan kompetensi dasar. Perumusan kompetensi dasar biasanya diturunkan langsung dari kurikulum uang berlaku. Sebagai contoh Standar kompetensi 3.1 Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

Langkah kedua, yaitu menentukan alat penilaian dimana penilaiannya didasarkan pada penguasaan kompetensi.

Langkah berikutnya adalah menyusun materi. Dalam penyusunan materi, hal penting yang harus diperhatikan adalah materi yang tertuang dalam LKS harus sesuai/menunjang kompetensi dasar yang akan dicapainya. Materi LKS dapat berupa informasi pendukung seperti gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajari. Materi dapat diambil dari berbagai sumber, seperti buku, majalah, internet, jurnal penelitian atau sumber lain yang relevan. Terakhir, adalah struktur LKS. Struktur LKS harus benar-benar dipahami, karena jika salah satu dari struktur itu hilang LKS tidak akan terbentuk dengan baik. Adapun struktur tersebut terdiri dari enam komponen, yaitu judul, petunjuk belajar (petunjuk siswa), kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, tugas-tugas dan langkah-langkah kerja, serta penilaian. Dalam penulisannya, keenam komponen itu harus ada.

Lembar kegiatan siswa merupakan bahan ajar berbasis cetak, karena itu dalam penyusunannya harus memperhatikan bahan ajar atau materi pembelajaran cetak. Adapun hal yang harus diperhatikan antara lain:12 a. Konsistensi

Dalam penyusunananya harus menggunakan konsistensi format dari halaman ke halaman. Jarak spasi antar judul dan baris pertama serta

12 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), Cet.

(25)

garis samping harus sama, begitu pula dengan jarak spasi antara judul dan teks utama. Perbedaan spasi akan membuat hasil cetakan menjadi tidak rapih.

b. Format

Terdapat tiga hal utama yang harus diperhatikan, pertama, Jika lebih banyak menggunakan paragraf panjang, akan lebih sesuai dibuat satu kolom. Kedua isi yang berbeda harus dipisahkan dan dilabel secara fisual. Ketiga, strategi pembelajaran yang berbeda sebaiknya dipisahkan dan diberi label secara visual.

c. Organisasi

Upayakan untuk selalu menginformasikan kepada siswa sejauh mana teks yang sedang dibacanya. Siswa harus mampu melihat secara sepintas berada di bab mana atau bagian apa yang sedang dibacanya. Teks harus disusun sedemikian rupa sehingga informasi mudah diperoleh. Selain itu dapat pula digunakan kotak untuk memisahkan bagian-bagian teks.

d. Daya tarik

Perkenalan setiap bab atau bagian baru harus dengan cara yang berbeda. Dengan ddemikian, diharapkan siswa dapat termotivasi untuk terus membaca.

e. Ukuran Huruf

Ukuran huruf harus dipilih sesuai dengan siswa, pesan, dan lingkungannya. Ukuran huruf yang baik untuk buku teks biasanya adalah 12 poin. Selain itu harus dihindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks. Hal ini akan membuat proses membaca menjadi sulit.

f. Ruang (spasi) kosong

(26)

pada titik-titik tertentu pada saat matanya bergerak menyusuri teks. Ruang kosong dapat berbentuk ruang kosong sekitar judul, batas tepi (margin), spasi antar kolom, permulaan paragraf diindentasi, serta penyesuaian spasi antar baris atau antar paragraf.

Spasi antar baris atau antar paragraf dapat membantu meningkatkan tingkat keterbacaan.

Untuk membuat teks lebih interaktif, informasi harus disajikan dalam jumlah yang selayaknya dapat dicerna, diproses dan dikuasai. Semakin kompleks informasi, maka semakin sedikit jumlah butir yang ditampilkan dalam sekali penyajian.

Pertimbangan hasil pengamatan dan hasil analisis kebutuhan siswa, harus disiapkan latihan yang sesuai untuk kebutuhan tersebut. Berikan kesempatan siswa untuk latihan tambahan, menyiapkan contoh-contoh atau menyarankan bacaan tambahan. Memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar sesuai kemampuan dan kecepatan mereka. Menggunakan beragam jenis latihan dan evaluasi.13

5. Struktur LKS

Adapun struktur LKS yang umum adalah sebagai berikut:14 a) Judul, Mata Pelajaran, Semester, Tempat

b) Petunjuk belajar

c) Kompetensi yang akan dicapai d) Indikator

e) Informasi pendukung

f) Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja g) Penilaian

13Ibid., h. 90-91

14 Ali Mudhofir, Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: PT

(27)

6. Langkah-langkah membuat LKS

Keberadaan LKS yang inovatif dan kreatif menjadi harapan semua peserta didik. Karena LKS yang inovatif dan kreatif akan menciptakan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.15

Untuk bisa membuat LKS sendiri, maka kita perlu memahami langkah-langkah penyusunan lembar kegiatan siswa menurut Diknas (2004),yaitu:16

a) Melakukan analisis kurikulum b) Menyusun peta kebutuhan LKS c) Menentukan judul-judul LKS d) Penulisan LKS

Menurut ali mudhofir dalam bukunya, aplikasi pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan, langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut:17

a) Melakukan analisis kurikulum: SK, KD, indikator, dan materi pembelajaran

b) Menyusun peta kebutuhan LKS c) Menentukan judul LKS

d) Menulis LKS

e) Menentukan alat penilaian

Keberadaan LKS memberi pengaruh yang cukup besar dalam proses belajar mengajar, sehingga penyusunan LKS harus memenuhi berbagai persyaratan yaitu syarat didaktik, syarat konstruksi, dan syarat teknik.18

a) Syarat- syarat didaktik, mengatur tentang penggunaan LKS yang bersifat universal dapat digunakan dengan baik untuk siswa yang lamban atau

15 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press,

2011), cet. 1, h. 211

16 Andi Prastowo, Ibid, h. 212-214

17 Ali Mudhofir, Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: PT

Raja Grafindo Persada, 2011), cet. 1, hal.149

(28)

yang pandai. LKS lebih menekankan pada proses untuk menemukan konsep, dan yang terpenting dalam LKS ada variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa. LKS diharapkan mengutamakan pada pengembangan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika. Pengalaman belajar yang dialami siswa ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa.

b) Syarat konstruksi berhubungan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan dalam LKS.

c) Syarat teknis menekankan penyajian LKS, yaitu berupa tulisan, gambar dan penampilannya dalam LKS

7. Langkah-langkah pengembangan LKS

Untuk mengembangkan lembar kegiatan siswa yang kaya manfaat, maka kita harus membuat lembar kegiatan siswa yang menarik. Dengan demikian lembar kegiatan siswa akan digunakan secara maksimal dalam pembelajaran oleh peserta didik. Adapun langkah-langkah dalam pengembangan lembar kegiatan siswa adalah sebagai berikut:19

a. Menentukan tujuan pembelajaran yang akan di-breakdown dalam LKS Pada langkah ini, kita harus menentukan desain menurut tujuan pembelajaran yang kita acu. Perhatikan variabel ukuran, kepadatan halaman, penomoran halaman, dan kejelasan. Sebagai contoh, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah “Mahasiswa dapat melakukan penyusunan instrumen penilaian pembelajaran X”. Sebagai simulasi, mari kita tentukan bahwa berdasarkan tujuan tersebut, ukuran LKS adalah A4 (karena dalam rencana penelitian diperlukan bagan). Untuk memaksimalkan penggunaan halaman, maka desain LKS akan dibuat sebagai berikut:

19 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva Press,

(29)

b. Pengumpulan materi

Dalam pengumpulan materi, hal yang perlu dilakukan adalah menentukan materi dan tugas yang akan kita masukkan ke dalam LKS. Oleh karena itu, pastikan bahwa materi dan tugas yang harus dilaksanakan peserta didik sejalan dengan tujuan pembelajaran. Kumpulkan bahan atau materi dan buat rincian tugas yang harus dilaksanakan oleh peserta didik kita. bahan yang akan dimuat dalam LKS dapat kita kembangkan sendiri atau kita dapat memanfaatkan materi yang sudah ada. Selain itu, tambahkan pula ilustrasi atau bagan untuk memperjelas penjelasan naratif yang kita sajikan.

Contoh konkretnya sebagai berikut, berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pada langkah pertama, kita menentukan materi “Konsep Dasar Penilaian” dalam LKS. Dari materi terebut tentukan rincian tugas yang harus dikerjakan peserta didik, contohnya seperti berikut:

c. Penyusunan elemen atau unsur-unsur

Pada bagian inilah, saatnya kita mengintrgrasikan desain (hasil dari langkah pertama) dengan tugas (sebagai tugas dari langkah kedua). Sebagai hasilnya, kita dapat lihat pada contoh berikut.

Ukuran kertas: A4 Pengorganisasian 1. Penjelasan cara menghadapi LKS 2. Uraian materi

3. Kegiatan/kerja siswa

1. Mahasiswa menjelaskan pengertian penilaian 2. Mahasiswa menjelaskan tujuan penilaian

(30)

LEMBAR KEGIATAN SISWA Tugas

1. Baca materi “teknik penyusunan instrumen penilaian pembelajaran X” yang ada dalam LKS ini!

2. Garis bawahi kata atau kalimatt yang menurut kalian penting! 3. Buat ringkasan pada tempat yang sudah disebiakan!

4. Tulis paling sedikit empat pertanyaan pada kotak yang suda disediakan! 5. Baca kembali materi sambil menjawab pertanyaan yang kalian buat! 6. Tuliskan jawaban pada tempat yang sudah disediakan!

7. Jawab soal yang diberikan dalam latihan!

1

KONSEP DASAR PENILAIAN

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

A. Pengertian Penilaian

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

B. Tujuan Penilaian

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb.

C. Prinsip-Prinsip Penilaian

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb.

D. Ringkasan

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaa.

(31)

d. Pemeriksaan dan penyempurnaan

Apabila kita telah berhasil menyelesaikan langkah ketiga, bukan berarti LKS dapat dibagikan langsung kepada peserta didik. Sebelum memberikannya kepada peserta didik kita perlu melakukan pemeriksaan kembali terhadap LKS yang sudah kita kembangkan tersebut.

8. Variabel Pemeriksaan dan Penyempurnaaan Pengembangan LKS

Terdapat empat variabel yang perlu dicermati sebelum LKS dapat dibagikan ke peserta didik. Keempat variabel terebut adalah sebagai berikut:

a. Kesesuaian desain dengan tujuan pembelajaran yang berangkat dari kompetisi dasar

Pastikan bahwa desain yang kita tentukan dapat mengakomodasi pencapaian tujuan pembelajaran.

b. Kesesuaian materi dan tujuan pembelajaran

Pastikan bahwa materi yang dimasukkan dalam LKS (baik materi yang kita kembangkan sendiri maupun materi yang kita dapatkan dari

E. Pertanyaan

F. Jawaban Pertanyaan

4

G. Latihan

Buatlah review tentang konsep dasar penilaian!

(32)

bahan yang sudah ada) sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan.

c. Kesesuaian elemen dengan tujuan pembelajaran

Pastikan bahwa tugas dan latihan yang kita berikan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran.

d. Kejelasan penyampaian

Pastikan apakah LKS mudah dibaca dan tersedia cukup ruang untuk mengerjakan tugas yang diminta.

B. Keterampilan proses sains

1. Pengertian

Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan keterampilan-keterampilan yang biasa dilakukan ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan. KPS dibangun dari tiga keterampilan manual, intelektual, dan sosial. Sesuai dengan karakteristik sains yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, bukan hanya fakta, konsep, prinsip saja namun menekankan pada penemuan. Kemampuan siswa dalam menemukan konsep perlu dibekalkan dengan kegiatan pembelajaran yang berorientasi proses.20 Pengertian lain dari pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa.21

Science process skills are defined as the adaptation of the skills used by scientists for composing knowledge, thinking of problems and making conclusions.22 Science process skills also defined science process skills as facilitating basic activities in regards to learning science, gaining research

20 Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga

Penelitian UIN Jakarta, 2009) cet. 1 h. 51-52

21 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), cet. 12 h. 149 22 Fethiye Karsli dan Çigdem Sahin, Developing Worksheet based on Science Process Skills:

(33)

method and techniques, helping students to be active and to make learning permanent. Science process skills are classified as basic (observation, testing, classification, relating: number with space, and recording data), causal (prediction, determination of variables, and drawing a conclusion) and experimental (making a hypothesis, modeling, doing the experiment, changing and testing the variables, and making a decision).23

Berdasarkan dari pengertian keterampilan proses sains diatas dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains adalah pendekatan pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang berdasarkan pada orientasi kemampuan.

2. Kemampuan dalam Keterampilan Proses.

Berdasarkan pengertian diatas keterampilan proses sebagai suatu pendekatan dalam proses pembelajaran mengarah pada pengembangan kemampuan fisik dan mental yang mendasar sebagai pendorong untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi pada diri siswa.

Adapun kemampuan proses yang dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran menurut Oemar hamalik antara lain:24

a) Mengamati

Siswa harus mampu menggunakan seluruh alat indera seperti: melihat, mendengar, meraba, mencium dan merasa. Dengan kemampuan ini siswa dapat mengumpulkan data atau informasi yang relevan dengan kepentingan belajarnya.

b) Menggolongkan/ mengklasifikasikan

Siswa harus terampil mengenal perbedaan dan persamaan atas hasil pengamatan atas hasil pengamatannya terhadap suatu objek, serta mengadakan klasifikasi berdasarkan ciri khussus, tujuan, atau

23Ibid.

(34)

kepentingan tertentu. Dalam pengklasifikasian tersebut. diperlukan kecermatan selama proses pengamatan.

c) Menafsirkan

Siswa harus memiliki kemampuan menafsirkan fakta, data, informasi, atau peristiwa. Keterampilan ini diperlukan untuk melakukan percobaan atau penelitian sederhana

d) Meramalkan

Siswa harus memilki keterampilan menghubungkan data, fakta dan informasi. Siswa juga dituntu terampil mengantisipasi atau meramalkan kegiatan atau peristiwa yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang.

e) Menerapkan

Siswa harus mampu menerapkan konsep yang sudah dipelajari dan dikuasai kedalam situasi dan kondisi yang baru. Keterampilan ini digunakan untuk menjelaskan mengenai apa yang akan terjadi dan dialami oleh siswa dalam proses belajarnya.

f) Merencanakan penelitian

Siswa harus memnetukan masalah dan variabel-variabel yang akan diteliti, tujuan, dan ruang ligkup penelitian. Siswa harus menentukan langkah-langkah kerja, pengumpulan dan pengolahan data serta prosedur melakkukan penelitian.

g) Mengkomunikasikan

Siswa harus mamapu menyusu laporan ssecara sistematis dan menyampaikan hasilnya kepada orang lain.

Adapun menurut Ratna Wilis Dahar, Keterampilan proses yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran IPA antara lain:25

a) Mengamati

25 Ratna Wilis Dahar, Pengelolaan Pengajaran Kimia, (Jakarta: Universitas Terbuka, 1986),

(35)

b) Menafsirkan pengamatan c) Meramalkan

d) Menggunakan alat dan bahan e) Menerapkan konsep

f) Merencanakan percobaan/penelitian g) Berkomunikasi

h) Mengajukan pertanyaan

Adapun kemampuan atau keterampilan mendasar dalam keterampilan proses antara lain:26

a) Mengobservasi dan mengamati b) Menghitung

c) Mengukur d) Mengklasifikasi

e) Mencari hubungan ruang dan waktu f) Membuat hipotesis

g) Merencanakan penelitian h) Mengendalikan variabel i) Menafsirkan data

j) Menyusun kesimpulan sementara k) Meramalkan

l) Menerapkan

m) Mengkomunikasikan

Sedangkan menurut Nuryani Y. Rustaman aspek Keterampilan Proses Sains meliputi:27

a) Mengamati atau observasi

- Menggunakan sebanyak mungkin indera

26 Conny Semiawan, Pendekatan Ketrampilan Proses, (Jakarta: PT. Gramedia, 1988), cet. 4 h.

17-18

27 Rustaman, Nuryani Y., Strategi Belajar Mengajar Biologi, (Malang:UM Press, 2005), cet.1

(36)

- Mengumpulkan atau menggunakan fakta yang relevan b) Klasifikasi

- Mencatat setiap pengamatan secara terpisah - Mencari perbedaan, persamaan

- Mengontraskan cirri-ciri - Membandingkan

- Mencari dasar pengelompokan

- Menghubungkan hasil-hasil pengamatan c) Interpretasi

- Menghubungkan hasil-hasil pengamatan - Menemukan pola dalam suatu seri pengamatan - Menyimpulkan

d) Prediksi

- Menggunakan pola-pola hasil pengamatan

- Mengemukakan apa yang mungkin terjadi pada keadaan yang belum diamati

e) Mengajukan pertanyaan

- Bertanya apa, bagaimana dan mengapa - Bertanya untuk meminta penjelasan

- Mengajukan pertanyaan yang berlatar belakang hipotesis f) Berhipotesis

- Mengetahui bahwa ada lebih dari satu kemungkinan penjelasan dari satu kejadian

- Menyadari bahwa suatu penjelasan perlu diuji kebenarannya dengan memperoleh bukti lebih banyak atau melakukan cara pemecahan masalah

g) Merencanakan percobaan

(37)

- Menentukan apa yang diukur, diamati, dicatat

- Menentukan apa yang akan dilaksanakan berupa langkah kerja h) Menggunakan alat bahan

- Memakai alat/ bahan

- Mengetahui alasan mengapa menggunakan alat/ bahan - Mengetahui bagaimana menggunakan alat/ bahan i) Menerapkan Konsep

- Menggunakan konsep yang telah dipelajari dalam situasi baru

- Menggunakan konsep pada pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi

j) Berkomunikasi

- Mengubah bentuk penyajian

- Menggambarkan data empiris hasil percobaan atau pengamatan dengan grafik atau tabel atau pengamatan

- Menyusun dan menyampaikan laporan secara sistematis - Menjelaskan hasil percobaan atau penelitian

- Membaca grafik atau tabel atau diagram

- Mendiskusikan hasil kegiatan suatu masalah atau suatu peristiwa 3. Penerapan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran

(38)

kesimpulan. Dengan kata lain, pemecahan masalah menuntut kemampuan memproses informasi untuk membuat keputusan tertentu.28

4. Penilaian keterampilan proses

Penilaian merupakan usaha untuk memperoleh informasi tentang perolehan belajar siswa secara menyeluruh, baik pengetahuan, konsep, sikap, nilai, maupun keterampilan proses. Untuk menilai keterampilan proses dapat digunakan cara non tes dengan menggunakan lembar pengamatan.29

C. Lembar kerja siswa berbasis keterampilan proses sains

LKS merupakan panduan bagi siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah, LKS tersebut dapat berupa panduan untuk mengembangkan semua aspek pembelajaran meliputi, aspek kognitif dan aspek pembelajaran dalam bentuk eksperimen atau demonstrasi.

Salah satu manfaat dari LKS adalah untuk melatih peserta didik menemukan dan mengembangkan keterampilan proses.30

Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan keterampilan-keterampilan yang biasa dilakukan ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan. KPS dibangun dari tiga keterampilan manual, intelektual, dan sosial. Sesuai dengan karakteristik sains yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, bukan hanya fakta, konsep, prinsip saja namun menekankan pada penemuan.

Adapun beberapa keterampilan proses antara lain mengamati, menggolongkan atau mengklasifikasikan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, dan mengkomunikasikan.

28 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), cet.12

h.151-`152

29 Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008),

cet. 22 h. 44

30 Marno, Bahan Ajar PLPGPengembangan Bahan Ajar, (Jakarta: Ditpais, 2012), cet.2

(39)

Jadi, LKS berbasis keterampilan proses sains merupakan panduan bagi siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah guna mengembangkan keterampilan proses sains melalui kegiatan eksperimen atau demonstrasi.

D. Larutan Penyangga

1. Pengertian Larutan Penyangga

Larutan penyangga atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat. Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.

2. Komponen larutan penyangga

Larutan penyangga tersdiri dari:

 Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH<7). Untuk mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun cara lainnya yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah berlebih. Campuran akan menghasilkan garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang digunakan seperti natrium (Na), kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.

 Larutan penyangga yang bersifat basa

(40)

mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.

3. Perhitungan pada larutan penyangga

Bila larutan penyangga bersifat asam rumus menghitung pH seperti:

Bila larutan penyangga bersifat basa rumus menghitung pH seperti:

E. Kerangka berpikir

LKS merupakan panduan bagi siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah, LKS tersebut dapat berupa panduan untuk mengembangkan semua aspek pembelajaran meliputi, aspek kognitif dan aspek pembelajaran dalam bentuk eksperimen atau demonstrasi. Salah satu manfaat dari LKS adalah untuk melatih peserta didik menemukan dan mengembangkan keterampilan proses.

(41)

Adapun keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan keterampilan-keterampilan yang biasa dilakukan ilmuwan untuk memperoleh pengetahuan. KPS dibangun dari tiga keterampilan manual, intelektual, dan sosial. Sesuai dengan karakteristik sains yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, bukan hanya fakta, konsep, prinsip saja namun menekankan pada penemuan.

(42)

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

Lembar kegiatan siswa merupakan sekumpulan kegiatan mendasar yang harus dilakukan siswa, baik berupa teoritis maupun praktis untuk memaksimalkan pemahaman dan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.

Unsur-unsur penyusun LKS antara lain:

a) Judul, Mata

Pelajaran,

Semester, Tempat b) Petunjuk belajar c) Kompetensi yang

akan dicapai

Pengembangan LKS berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Konsep Larutan Penyannga

3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.

3.1 Mendeskripsikan

pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang

mempengaruhi laju reaksi.

1. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi (konsentrasi, luas permukaan , suhu, dan katalis) melalui percobaan. 2. Menafsirkan grafik dari data

percobaan tentang faktor-faktor yang mempenagruhi laju reaksi.

3. Interpretasi 2. Klasifikasi 1.Observasi alat dan bahan

9. Berkomunikasi

(43)

F. Hasil penelitian relevan

1. Hasil penelitian Fethiye Karsli dan Çigdem Sahin dalam jurnal Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching, Volume 10, Issue 1, Article 15, p.1 berjudul “Developing Worksheet based on Science Process Skills: Factors affecting Solubility”, dengan kesimpulan Jurnal ini memberi gambaran untuk mengajarkan faktor yang mempengaruhi kelarutan berdasarkan prespektif sains guru untuk mengembangkan lembar kegiatan siswa berbasis keterampilan proses sains siswa. Namun masih harus dikembangkan pada topik-topik lain untuk aktifitas laboratorium dalam fisika, kimia, dan biologi sehingga efektifitas lembar kegiatan dapat diselidiki.

2. Hasil penelitian Poppy K. Devi dalam jurnal yang berjudul “D.A.R.Ts Using Work Sheets For Developing Process Skills And Critical Thinking With Pencil And Paper Tasks An Experiment Study In Chemistry Senior High School At “Colligative Properties Concept”.”, dengan kesimpulan Jurnal ini memberikan kenaikan yang cukup signifikan untuk siswa dalam memahami konsep, keterampilan proses, dan kemampuan berfikir kritis.

(44)

29

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian

Untuk mengetahui sejauh mana lembar kegiatan siswa yang dikembangkan dapat melatih keterampilan proses sains siswa, maka lembar kegiatan siswa akan harus diuji cobakan. Uji coba dilaksanakan di MA Jamiyyah Islamiyah, pada tahun ajaran 2013/2014.

B. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan mengembangkan lembar kegiatan siswa. Penelitian ini terdiri dari 4 tahapan pengembangan yang lebih dikenal dengan metode 4-D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate.1

C. Desain Penelitian

Penelitian dimulai dengan menentukan kriteria penilaian lembar kegiatan siswa. Tahap berikutnya adalah tahap perencanaan, dan pelaksanaan. Selanjutnya pada tahap penilaian produk, dilakukan penilaian oleh praktisi yang diwakili oleh guru serta ahli/pakar yang diwakili oleh dosen kimia untuk mengetahui kualitas lembar kegiatan siswa. Serta untuk mengetahui sejauh mana aspek keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan dalam LKS ini dilakukan uji coba produk, penilaian dilakukan berdasarkan data hasil analisis dari LKS yang diisi oleh siswa dan hasil observasi kegiatan siswa.

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan dan tahap pengembangan.

a. Tahap pendefinisian

Dalam tahap pendefinisian terdapat 3 langkah yaitu analisis kebutuhan LKS, analisis kesesuaian materi dengan SK dan KD dan merumuskan tujuan pembelajaran

1 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-progresif, (Jakarta: Kencana, 2009), cet. 6 h.

(45)

1) Analisis kesesuaian materi dengan SK dan KD.

Pemilihan materi larutan penyangga sebagai materi yang akan diangkat dalam LKS yang dikembangkan, didasarkan pada analisis kesesuaian materi dengan SK dan KD. Analisis tersebut dilihat dari ragam pengetahuan prinsip dan prosedur.

2) Analisis kebutuhan LKS

Dalam analisis kebutuhan ini instrumen yang akan digunakan adalah observasi dan wawancara. Observasi yang akan digunakan merupakan studi dokumen dengan bantuan penilaian rubrik sebagai acuan nanti dalam tahapan pengembangan instrumen penilaian.

Tabel 3.1 Kisi-kisi angket analisis kebutuhan LKS.

No Komponen Indikator Nomor

pernyataan Jumlah 1 Kelayakan Isi Sesuai

4 Kegrafisan Tampilan

(46)

3) Menentukan tujuan pembelajaran

Untuk menentukan tujuan pembelajaran yang akan diperinci dalam LKS, peneliti mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berkaitan dengan materi laju reaksi. Kemudian peneliti menentukan desain LKS dan pengorganisasian (sistematika) LKS. b. Tahapan perancangan

Dalam tahap pengembangan ini peneliti melakukan dua tahapan, yaitu: 1) Pengumpulan materi

Dalam tahap ini, peneliti melakukan proses pengumpulan materi sebagai berikut:

a. Menentukan materi akan dimuat dalam LKS (terdiri dari materi apersepsi dan wacana).

b. Menentukan alat dan bahan yang dapat siswa pilih untuk digunakan dalam eksperimen.

2) Penyusunan elemen

Pada tahap penyusunan elemen, peneliti menyatukan desain dengan materi dan tugas.

c. Tahapan pengembangan

1) Penilaian LKS yang sudah dikembangkan atau validasi LKS.

Setelah elemen tersusun secara sistematis, peneliti melakukan validasi terhadap LKS yang sudah dikembangkan dengan pertimbangan pakar/ahli (dosen kimia) dan praktisi (guru kimia). 2) Uji coba terbatas atau uji coba produk.

(47)

dari tugas-tugas yang diberikan diperiksa dengan bantuan rubrik penilaian LKS.

Gambar 3.1 Desain Penelitian Tahap

Pendefinisian

Analisis Kebutuhan LKS

Analisis Kesesuaian Materi dengan SK dan KD

Uji Coba terbatas Tahap Perancangan

Menentukan tujuan Pembelajaran

Pengumpulan Materi

Penyusunan Elemen

(48)

D. Teknik Pengumpulan Data

Data proses pengembangan lembar kegiatan siswa berupa data deskriptif meliputi data perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian produk. Penelitian dimulai dengan menentukan kriteria penilaian lembar kegiatan siswa, dilanjutkan dengan tahap perencanaan, dan pelaksanaan.

Pada tahap penilaian produk, penilaian/validitas isi dilakukan oleh guru kimia dan dosen ahli (pembimbing), dimana untuk penilaiannya menggunakan angket, untuk mengetahui sejauh mana aspek keterampilan proses sains dapat dikembangkan, dilakukan uji coba produk dimana penilaian dilakukan berdasarkan data hasil belajar menggunakan lembar kegiatan siswa. E. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan adalah angket yang telah diverifikasi. Dalam penelitian ini indikator kerja yang meliputi beberapa aspek, meliputi: Segi tampilan, penyajian materi yang runtut, dan desain LKS

Selain angket digunakan juga lembar observasi untuk mengetahui tingkat keterampilan proses siswa.

1. Angket

Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien jika peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang tidak bisa diharapkan dari responden. Angket sebagai teknik pengumpulan data sangat cocok untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar.2

Tabel 3.2 Kisi-kisi angket validitas isi LKS

No Komponen Indikator Nomor

pernyataan Jumlah

(49)

1 Kelayakan Isi Sesuai

SK/KD 5 1

Kebutuhan

Siswa 6, 9, 10 3

Kebutuhan

bahan ajar 7, 8 2

2 Kebahasaan Dapat dibaca

dengan baik 11, 12 2 Kebahasaan

yang baik 13, 14, 15 3

3 Sajian Sajian

lengkap 17, 18, 20 3 Kemampuan

siswa 19 1

Kejelasan

tujuan 16 1

4 Kegrafisan Tampilan

yang baik 21, 22, 23, 24 4

Tabel 3.2 merupakan kisi-kisi dari angket validitas isi LKS dimana di dalam angket validitas isi ini terbagi menjadi empat komponen penililaian yaitu, kelayakan isi, kebahasaan, sajian, dan kegrafisan.

2. Lembar Observasi

Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono, mengemukakan bahwa,3

“Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.”

F. Teknik Analisis Data

Data yang telah diperoleh ditabulasikan dan dicari presentasinya kemudian dianalisis. Perhitungan presentase menggunakan rumus:

Analisis data yang telah dipresentasekan dikonversi ke dalam bentuk predikat agar lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan sehingga dapat dibuat

(50)

kesimpulan apakah LKS yang dibuat dapat mengembangkan aspek keterampilan proses sains dalam kategori sangat baik, baik, cukup, kurang atau sangat kurang berdasarkan pedoman penilaian yang diadaptasi dari pedoman penilaian Riduwan Sunarto,

Tabel 3.3 Kriteria Interpretasi Skor4 No Interval Skor Kategori

1 81-100 % Sangat baik

2 61-80 % Baik

3 41-60 % Cukup

4 21-40 % Kurang

5 1-20 % Sangat kurang

Tabel 3.3 merupakan tabel Kriteria Interpretasi Skor yang nantinya akan digunakan dalam pengkategorian hasil ketercapaian dari aspek keterampilan proses sains dan hasil validitas isi.

(51)

36

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kegiatan siswa berbasis keterampilan proses sains pada konsep larutan penyangga. Berdasarkan penelitian yang telah diperoleh data mengenai proses pengmbangan produk LKS berbasis keterampilan proses sains dan data hasil uji coba produk LKS terhadap pengguna.

1. Data Proses Penyusunan LKS a. Tahap pendefinisian

1) Analisis kebutuhan

Analisis kebutuhan ini dilakukan dengan menilai LKS-LKS yang sudah digunakan dalam sekolah-sekolah dilingkungan tangerang selatan. Dalam analisis kebutuhan ini LKS yang digunakan sebanyak tiga buah, adapun yang menjadi aspek penilaian dalam analisis kebutuhan ini meliputi aspek struktur LKS dan aspek keterampilan proses sains, yang dimana data hasil analisis kebutuhan LKS tertuang pada lampiran 1, yang akan disederhanakan dalam tabel 4.1 dibawah ini:

Tabel 4.1 Analisis Kebutuhan LKS

No. Pernyataan Presentase Rata-rata Keterangan KELAYAKAN ISI

1 LKS sesuai dengan Standar

Kompetensi dan Kompetensi Dasar 75 Baik

2 LKS sesuai dengan kebutuhan siswa 50 Cukup

3 LKS sesuai dengan kebutuhan bahan

ajar 50 Cukup

4 LKS sesuai dengan substansi materi 65 Baik

5 LKS mampu menambah wawasan

(52)

6 LKS memiliki kegiatan yang memungkinkan siswa dapat mengkomunikasikan pendapat dan hasil kerja

8 LKS memiliki informasi yang jelas 50 Cukup

9 LKS sesuai dengan Kaidah Bahasa

Indonesia 50 Cukup

10 LKS menggunakan bahasa yang

efektif dan efisien 25 Kurang

11 LKS menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kemampuan

siswa 50

Cukup

Rata-rata 45 Cukup

SAJIAN

12 LKS memiliki tujuan kegiatan yang

jelas 75 Baik

13 LKS memiliki struktur yang lengkap 40 Kurang

14 LKS sudah memiliki sistematika

yang runut 50 Baik

15 LKS memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat

kemampuan siswa 40

Kurang

16 LKS memiliki informasi yang

lengkap 50 Cukup

Rata-rata 51 Cukup

KEGRAFISAN

17 LKS menggunakan jenis dan ukuran

huruf yang baik dan menarik 50 Cukup

18 LKS memiliki lay out/ tata letak

yang menarik 40 Kurang

19 LKS memiliki ilustrasi/gambar/foto yang baik dan berhubungan dengan

konsep 25

Kurang

20 LKS memiliki desain tampilan yang

menarik 25 Kurang

Rata-rata 27.5 Kurang

ASPEK KETERAMPILAN PROSES

(53)

22 LKS memuat aspek klasifikasi 0.16 Sangat kurang

23 LKS memuat aspek interpretasi 0 Sangat kurang

24 LKS memuat aspek prediksi 0 Sangat kurang

25 LKS memuat aspek membuat

pertanyaan 0 Sangat kurang

26 LKS memuat aspek hipotesis 0 Sangat kurang

27 LKS memuat aspek merancang

percobaan 0 Sangat kurang

28 LKS memuat aspek menggunakan

alat dan bahan 0 Sangat kurang

29 LKS memuat aspek

mengkomunikasikan 0 Sangat kurang

30 LKS memuat aspek menerapkan

konsep 75 Baik

Rata-rata 14.71 Sangat Kurang

Tabel 4.1 adalah tabel analisis kebutuhan dimana pada tabel ini didapatkan bahwa untuk aspek keterampilan proses sains yang tertuang pada LKS masih sangat kurang, hanya untuk indikator observasi dan menerapkan konsep saja yang sudah dapat dikategorikan baik.Untuk aspek kelayakan isi mendapatkan presentase rata-rata sebesar 53.75% sehingga dapat dikategorikan Cukup, untuk aspek kebahasaan mendapatkan 45% sehingga dapat dokategorikan Cukup, untik aspek sajian mendapatkan presentase sebesar 51% sehingga dapat dikategorikan cukup, untuk aspek kegrafisan mendapatkan sebesar 27.5% sehingga dikategorikan kurang.

2) Data hasil analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Pada tahap ini, langkah yang dilakukan peneliti adalah

menjabarkan kompetensi kedalam beberapa indikator

(54)

kompetensi dasar tersebut. Disamping itu, ditentukan pula keterampilan proses sains yang akan dituliskan dalam LKS.

Adapun Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang digunakan adalah sebagai berikut:

Pada SK 4 Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya, terdapat enam kompetensi dasar tetapi peneliti hanya menggunakan KD 4.4 Melakukan percobaan untuk mendeskripsikan sifat larutan penyangga serta peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan menghitung pH-nya.

Dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah ditentukan, peneliti merumuskan indikator dan materi pokok yang akan dimuat dalam LKS yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Analisis Standar Kompetensi Standar Kompetensi Kompetensi

Dasar

Indikator Materi

Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran

- Mengetahui cara kerja

larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari.

- Membuktikan sifat

larutan penyangga

- Peranan Larutan

penyangga.

- Sifat larutan penyangga.

SK : 4 Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode

pengukuran dan terapannya

(55)

tubuh makhluk hidup dan menghitung pH-nya.

melalui percobaan.

- Menghitung pH

larutan

- pH larutan

Tabel 4.2 merupakan tabel penjabaran dari SK dan KD yang menghasilkan beberapa indikator yang harus dicapai. Terdapat tiga buah indikator yang akan menjadi acuan yang akan dikembangkan dalam LKS berbasis keterampilan proses sains.Untuk mengetahui secara lebih jelas hasil analisis SK/KD terdapat pada lampiran 2.

3) Menentukan Tujuan Pembelajaran yang akan diturunkan dalam LKS

Untuk menentukan tujuan pembelajaran yang akan digunakan di dalam LKS, langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah melakukan analisis satandar isi untuk menentukan standar kompetenssi dan kompetensi dasar. Setelah standar kompetensi dan kompetensi dasar ditentukan peneliti merumuskan indicator dan materi pokok yang akan dituangkan dalam LKS. Selanjutnya indikator tersebut diintegrasikan dengan sepuluh aspek keterampilan proses. Dimana kesepuluh aspek tersebut diuraikan dalam kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah analisis indikator LKS yang diintegrasikan dengan aspek keterampilan proses,

Tabel 4.3 Analisis Indikator LKS

Indikator Aktifitas Siswa Indikator KPS

Mengetahui cara kerja larutan penyangga dalam tubuh makhluk

Mengeksplorasi wacana yang terdapat di dalam LKS. Menjawab pertanyaan dalam

- Observasi

(56)

hidup dan kehidupan sehari-hari

LKS - Prediksi

Membuktikan sifat larutan penyangga melalui percobaan

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Merancang percobaan

Memasukkan larutan sampel Menggunakan

alat dan bahan Menguji pH larutan pada tabung

reaksi pertama dengan cara yang tertera didalam LKS

Meneteskan 1 tetes larutan HCl pada tabung kedua

Menguji larutan yang terdapat pada tabung reaksi kedua sesuai dengan langkah yang tertera pada LKS

Meneteskan 1 tetes larutan NaOH pada tabung reaksi ketiga Menguji larutan yang terdapat pada tabung reaksi ketiga sesuai dengan langkah yang tertera pada LKS

Meneteskan 1 tetes aquades pada tabung keempat

Menguji larutan yang terdapat pada tabung reaksi keempat sesuai dengan langkah yang tertera pada LKS

Mencatat pH yang diamati dalam tabel yang telah

- Mengkomunikasi

(57)

disediakan

Membuat grafik hubungan antara pH dengan volume larutan

- Mengkomunikasi

kan

Menghitung pH larutan Menjawab pertanyaan yang tertera dalam LKS

- Menerapkan

Konsep

Tabel 4.3 merupakan tabel hasil analisis indikator LKS yang telah diintegrasikan dengan aspek keterampilan proses. Analisis indikator tersebut merupakan kerangka acuan yang akan digunakan dalam membuat LKS berbasis keterampilan proses sains

b. Tahap Perancangan 1) Pengumpulan materi

Materi yang akan dimuat di dalam LKS berbasis keterampilan proses sains ini yaitu:

Tabel 4.4 Materi yang akan dimuat dalam LKS

Indikator Materi

Mengetahui cara kerja larutan

penyangga dalam tubuh

makhluk hidup dan kehidupan sehari-hari

Peranan larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari

Membuktikan sifat larutan penyangga melalui percobaan

Sifat larutan penyangga

Menghitung pH larutan pH larutan asam basa

Gambar

Gambar 2.1 Alur Analisis Penyusunan Bahan Ajar ..................................................
Gambar 2.1 Kerangka Berfikir
Tabel 3.1 Kisi-kisi angket analisis kebutuhan LKS.
Gambar 3.1 Desain Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan bahwa H 02 ditolak dan H a2 diterima bahwa variabel independen alignment (X2) secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen biaya

Apabila dicermati, transaksi perdagangan internasional Indonesia (ekspor dan impor) dengan negara Thailand sebagai mitra dagang telah mengalami perubahan dan

Batasan masalah yang akan di bahas pada penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana pengaruh luas lahan, jumlah produksi, tingkat pendidikan, dan kebijakan pemerintah terhadap

Setelah dilakukan penelitian terhadap kadar sisa klorin pada sampel air PDAM di Perumnas Talang Kelapa Palembang berdasarkan jarak sebanyak 25 sampel, jarak 50 m dari bak penampungan

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan subjek perempuan diperoleh informasi mengenai pemahaman subjek pada masalah kalimat matematika yaitu

menggunakan angket untuk memperoleh data minat belajar siswa. Sebelum angket digunakan dalam penelitian untuk memperoleh

Ikatan sosial adalah ikatan yang didasarkan pada hubungan personal antara penyedia layanan dan pelanggan. Ikatan sosial mencerminkan kebanggaan atau kepuasan dalam

Firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka