• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode psikoterapi al-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Metode psikoterapi al-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PSIKOTERAPI AL-QUR'AN DALAM

MENCEGAH

DAN IVIENGAT ASI KENAKALAN

RE MAJ A

OLEH

MUHAMMAD ARWANI

89 190 16 122

FAKUL TAS PSIKOLOGI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

(2)

MENCEGAH DAN MENGAT AS! KENAKALAN

REIVIAJA

Sl-:ripsi

Diajukan kepada Fakultas Psikologi Untuk Memenuhi Syarat-syarat Mencapai Gelar Sarjana Psikologi

Oleh:

MUHAMMAD ARWANI NIM: 99 190 16 122

DI Bawah Bimbingan

Pembimbing I Pembim ing II

Ors. . Choliluddin, AS. MA ayah, M. Si

FAKULTAS PSIKOLOGI

UIN SYARIF

HIDAYATULLAH JAKARTA

(3)

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi yang berjudul "METODE PSIKOTERAPI AL-QUR'AN DALAM MENCEGAH DAN MENGATASI KENAKALAN REMAJA" telah diujikan c!alam Sidang Munaqasyah Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 07 Juni 2004.Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi Program Strata Satu (S-1) pada Fakultas Psikologi.

Jakarta, 07 ,Juni 2004

Sidang Munaqasyah

Anggota, Penguji I

Ors. H. oliluddin AS. MA. NIP.

,-0 . . Choliluddin, AS. MA. NIP.

Pembimbing II

/

Ora. Zahra NIP.

(4)

セ@

_)\

0.=.

_)\

"'3J I

セ@

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpal1kan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, sehingga pada saat ini penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang berjudul "Metode Psikoterapi Al-Quran Dalam Mencegal1 Dan Mengatasi Kenakalan Remaja" ini, telah disusun dengan sungguh-sungguh sehingga memenuhi salah satu syarat guna rnemperoleh gelar Sarjana Strata I (satu) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bimbingan dan saran-saran dari berbagai pihak sehingga penyusunan skripsi ini dapat terealisasikan. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. lbu Pembantu Dekan Bidang Akademik, sekaligus Dosen Pembimbing, ibu Ora. Hj. Zahrotun Nihayah, M.Si, atas persetujuan dan petunjuk-petunjuk beliau.

2. Bapak Ors. H. Choliluddin, AS, MA selaku Pembimbing Skripsii dengan sabar memberi bimbingannya.

(5)

Akhirnya penulis menyadari bahwa periyusunan skripsi ini jauhn mencapai kesempurnaan dalam arti sebenarnya, namun penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan para pembaca umumnya.

Jakarta, Juni 2004

Penulis

(6)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti pada kenakalan remaja yang sudah mencapai taraf yang sangat meresahkan masyarakat. Kenakalan remaja yang identik dengan hura-hura, miras , narkoba sampai pergaulan bebas sudah menjadi penyakit di kalangan masyarakat.Sebuah fenomena yang ditangkap peneliti bahwa mereka (remaja) sebenarnya sebuah pribadi yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Orang tua yang sibuk dengan urusan materi lupa dengan kewajiban bahwa anak juga perlu mendapat prioritas perhatian dan kasih sayang. Tak heran para remaja cenderung mencari perhatian yang dapat mengisi hari-harinya yang kurang mendapat perhatian orang tua. Namun di sisi lain remaja yang berangkat dari keluarga yang harmonis (sakinah) terbentuk pribadi remaja yang bertanggungjawab, tidak membuang-buang waktunya untuk hura-hura dan sangat taat dalam menjalani kegiatan agamanya. Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah metode psikoterapi al-Quran dalam mencegah kenakalan remaja. (2) Bagaimanakah metode psikoterapi al-Qur'an dalam mengatasi kenakalan remaja.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, dilakukan kepada empat orang remaja: ( 1) Dua remaja berasal dari keluarga harmonis dan (2) Dua

remaja berasal dari keluarga tidak harmonis. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam serta observasi selama wawancara berlangsung.Dari hasil pengolahan data, Secara garis besar keempat responden dibagi dalam dua kategori yang menekankan masalah upaya prefentif dan kuratif dalam

mencegah dan mengatasi kenakalan remaja.

Dua responden pertama yang mempunyai keluarga sakinah akan banyak mengupayakan pencegahan akan kenakalan remaja sebagai bagian dari langkah prefentif dalam mendidik anak. Anak aari keluarga sakinah akan cenderung memperoleil berbagai perhatian keluarga,mulai saat masih janin sampai anak tersebut memasuki masa baligh. Sedangkan dua responden

lainnya yang lahir dari keluarga yang broken home tentunya tidak (kurang), mendapatkan perhatian dari orang tuanya yang sibuk memikirkan egonya

masing-masing. lni mengakibatkan responden mengalami gegar (perlakuan minus) kasih sayang dari kedua orang tuanya. Maka tak heran jika mereka cenderung memilik sifat yang nakal dan lebih b1 utal. Selain di akibatkan oleh kurangnya prefentif dari kedua orang tuanya, juga lebih disebabkan adanya

(7)
(8)

KAT A PEN GANT AR ... . . . . I

ABSTRAK ... . . ... Ill

DAFTAR ISi... ... .. . . . . ... . . ... v

DAFT AR LAMPIRAN ... ... . . ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN ... . ... 1-9 1. 1. La tar Belakang.. . . . . ... . . .... 1

1.2. Perumusan dan Pembatasan Masalah. .. .. .. ... . . ... 7

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... . ... 7

1.4. Sistematika Penulisan ... .. .. . . . .. .. .. .... ... .. .. .. . .. .. . ... 8

BAB 2 LANDASAN TEORI ... . ... 10-47 2.1. Al-Qur'an Sebagai Metode Psikoterapi... .. .. . .. .. . . ... 1 O 2.1.1. Pengertian Al-Qur'an ... 13

2.1.2. Metode Psikoterapi Dalam Al-Qur'an ... . ... 14

2.1.3. Langkah-Langkah Preventif Kenakalan Remaja Melalui Metode Psikoterapi Al-Qur'an ... 20

2.1.4. Langkah-Langkah Kuratif Kenakalan Remaja Melalui Metode Psikoterapi Al-Qur'an ... 31

(9)

BAB 3

BAB 4

BAB 5

2.2.1. Pengertian Kenakalan Remaja . ... 39

2.2.2. Sebab-Sebab Psikologis KenakalaRemaja ... .42

2.3.2. Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja... . ... 43

2.3. Metode Psikoterapi Al-Qur'an Dan Kaitannya Dengan Remaja .. METODOLOGI PENELITIAN . .. . . . .. . . . .. 3.1. Subyek Penelitian . 3.2. Teknik Pengumpulan Data ... . 3.3. Prosedur Penelitian . 3.4. Teknik Analisis Data ... . HASIL PENELITIAN. 4.1. Deskripsi Hasil Penei1t1an .. 4 .1. 1 . Kasus I . 4.1.2. Kasus II. 4.1.3. Kasus Ill . 4.1.4. Kasus IV ... 4.2. Analisis Kasus .... ... .45

.48-55 . ... 50

. ... 51

··· ... 52

. ... 53

... 56-79 . ... 56

. ... 56

. ... 60

. .. 63

. ... 67

. ... .75

(10)

5.3. Saran.

DAFTAR PUSTAKA LAMPI RAN

";;

(11)

Pedoman Wawancara Pedoman Observasi Surat lzin Penelitian

DAFTAR LAMPIRAN

(12)
(13)

1.1. Latar Belakang

BAB 1

PENDAHULUAN

Pada saat ini sering didengar, bahkan dilihat secara langsung penyimpangan-penyimpangan sikap dan moral rernaja yang sangat memprihatinkan sernua pihak, baik para orang tua, masyarakat, maupun instansi pemerintahan terkait. Hal ini perlu dicegah dan diatasi secepatnya, sebelum penyirnpangan tersebut semakin meningkat dan meluas

pengaruhnya di kalangan remaja lain. Masa re1·,1aja menjadikan sikap dan pendirian mereka sering rnudah terpengaruh oleh angan-angan yang bersifat khayali yang tak sesuai degan kenyataan, sehingga keadaan atau hal-hal yang bersifat negatif sangat mudah rnempengaruhi tingkah lakunya. Anak pada masa remaja cenderung untuk melakukan

penyimpangan-penyimpangan terhadap norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik norma-norma agama maupun norma-norma hukum. Perbuatan tersebut sering disebut sebagai "Kenakalan Remaja"

(14)

penyakit "Kenakalan Remaja", karena jelas sangat merugikan dan

membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu para orang tua, tokoh agama, para guru, dan masyarakat hendaknya berhati-hati terhadap pendidikan dan pembinaan yang harus diberikan kepada mereka dalam rangka mencegah dan mengatasi penyakit "Kenakalan Remaja". Salah

satu media yang dapat digunakan untuk mendidik dan membina remaja dalam rangka mengantisipasi dan menanggulangi kenakalan remaja adalah dengan metode al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan wahyu Allah Swt. yang diantaranya berisikan informasi-informasi dari-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. untuk kemudian

disampaikan kepada umatnya sebagai tuntunan dalam menjalankan

kehidupan sehari-hari. Selama dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh dua hari lamanya, ayat-ayat al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw dan para sal1abatnya tiada henti-hentinya

mengajarkan al-Qur'an dan membimbing umatnya untuk menuju masyarakat yang didalamnya terpadu ilmu dan iman, nur dan hidayah (Adlani, 2000).

Dalam hal kehidupan keluarga al-Quran dapat memecahkan setiap persoalan keluarga. Sedemikian cermatnya, Sehinqqa seseorang mesti mengakui bahwa tidak ada cara lain yang lebih baik dari pemecahan dengan

(15)

J

masalah yang besar dan segera dicari solusinya adalah masalah anak, terutama masalah kenakalan anak usia remaja. Syariat Islam menegaskan,

bahwa anak adalah termasuk bagian dari penghias kehidupan manusia. Dalarn al-Quran disebutkan:

( i

"\ "

セ@

JI\)

セi@

,.

0 • • •

Mセ@ . ..>fi.J

Artinya : "Harta dan anak-anak ada/ah perhiasan kehidupan di dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik

pahalanya di sisi Tuhanmu serta ie/Jih bciik untuk menjadi harapan"(QS. al-kahfi: 46).

Dalarn surat yang lain, Allah Swt juga rnernerintahkan kepada orang tua untuk rnenjaga anakanya agar tidak rnelakukan tindak kenakalan dan kejahatan :

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan

keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Swt terhadap apa yang di perintahkan-Nya kepada mereka dan sela/u mengerjakan apa yang di perintahkan"(AQ.

(16)

Syariat Islam juga telah mengajarkan, bahwa anak adalah termasuk bagian dari sumber kebajikan dan kemanfaatan bagi kedua orang tua, baik ketika masih hidup maupun sesudah mati. Dalam hal ini Rasulullah Saw. telah bersabda : "Ada seorang hamba yang derajatnya diangkat yang lebih tinggi.

Lalu dia berkata : "Ya Tuhan, kenapa derajatku diangkat yang lebih tinggi seperti ini?" Kemudian Allah Swt: "lni berkat lstighfar yang selalu

dimohonkan olel1 anakmu sepeninggalanmu" (lbnu Qayyim, 2000).

Oalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abi Hurairah diterangkan, bahwa Rasulullah Saw telah bersabda :

<1.J ' ··:.•' -セセ@ '

I ;;,.::

G..

4j.i..c., · セIャGNj@ '.·

';ii

セ@

·•

1...:;',\ .

::ii

'.·'I

セcN@

I ::i1

• - セ@ セ@ ..9 , ..

.->

. ,

. ,

\..);"

,

セM

r

v.

,

cjNセ@

0

1-9.J)

.AJ

セセ@

cJL.o

!-9

31

Artinya : "Apabila manusia meningga/, maka terputus/ah semua amalnya, kecuali tiga perkara: Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih senantiasa mendoakan orangtuanya".

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa anak ter·utama usia remaja

(17)

dilakukan untuk menanggulanginya, Namun kerawanan sosial yang bersumber dari kenakalan remaja, tetap menduduki rating yang tinggi. Menu rut Singgih, 0. Gunarsa ( 1998) istilah kenakalan remaja sama halnya dengan kenakaian anak. Maka istilah kenakalan mempunyai arti khusus, misalnya : remaja yang sering berkumpul mengobrol dan tertawa keras-keras, bagi orang tua hal ini sudah dianggap kenakalan mereka akhirnya kekurangan waktu untuk belajar dan menyebabkan nilai rapor akhir semester banyak angka merah.

Selanjutnya Hurlock (1999) dalam membahas akibat fisik pada remaja, mengutip pendapat Tanner mengatakan :

Beberapa pakar Psikologi berpendapat kenakalan remaja adalah sumber dari malapetaka dimasa depan. Hal ini selain disebabkan bahwa kenakalan

remaja merupakan awal dari kenakalan kedewasaan, kenakalan remaja juga merupakan kunci dari berbagai persoalan yang ada dimasyarakat..

(18)

metode al-Quran untuk mengatasi kenakalan remaja. Didalam pola

pendidikan pondok pesantren terdapat lingkungan pendidikan yang kondusif untuk mengatasi masalah kenakalan remaja. Karena selain dididik secara intensif melalui metode-metode pendidikan agama seperti yang tercantum dalam kitab Ta'lim Muta'allim Thariqul Muta'alimi (kitab yang menerangkan pola sisitem pendidikan yang tidak hanya berkutat masalah pengajaran tetapi juga masalah moral agama). Selain itu lingkungan pondok pesantren yang independen dari berbagai pengaruh lingkungan sekitar menjamin pola pendidikan moral agama tidak tercemar dengan lingkungan sekitar yang bermasalah. Misalnya : perjudian, miras, dugem yang sekarang melanda kaum remaja. Harapannya dengan memasuki dunia pondok pesantren kenakalan remaja dapat dinetralisasikan atau paling tidak diminimalkan.

Berangkat dari masalah tersebut, peneliti tertarik meneliti : Bagaimana

menanggu/angi kenakalan remaja. Mengingat, peneliti sebagai seorang

muslim yang berangkat dari sebuah studi Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, maka peneliti mencoba mengungkapkan sebuah metode yang termaktub dalam kitab Suci al-Qur'an tentang bagaimana cara menanggulangi

(19)

1.2. Perumusan dan

Pembatasan Masalah

Berdasarkan fenomena yang telah dikemukakan dalam tatar belakang, maka peneliti mencoba untuk membuat rumusan atas penelitian yang berjudul Metode psikoterapi at-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi kenakatan Remaja, adalah: Bagaimana Metode Psikoterapi at-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja.

Untuk menghindarkan adanya pertuasan masatah maka peneliti memberi batasan pada penelitian ini, yaitu:

1. Subjek yang diambil yakni empat orang santri Pondok Pesantren Tahfidh Remaja Yanbu'ut Qur'an f<abupaten Kudus

7

2. Masalah yang akan diteliti hanya terbatas pada remaja yang sedang belajar di Ponpes Tahfidh Remaja Yanbu'ul Qur'an Kudus

3. Untuk mengetahui Kebenaran metode al-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi k.enakatan remaja.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran metode al-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Adapun manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah diharapakan dapat memberikan

(20)

aspek psikologi. Selanjutnya, l1asil penelitian ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi bagi penanggulangan kenakalan remaja yang dewasa ini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

1.4. Sistematika Penulisan

Adapun pembahasan dalam skripsi ini terdiri dari lima bab, ringkasnya sebagai berikut :

BAB 1: Pendahuluan yang meliputi latar belakang penulisan, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

(21)

BAB 3 : Metodologi penelitian yang terdiri dari subyek penelitian, teknik pengumpulan data, prosedur penelitian, tel<nik analisis data.

BAB 4 : Menjelaskan deskripsi hasil penelitian, analisis kasus dari hasil penelitian.

BAB 5 : Merupakan bagian Penutup yang berisi kesimpulan, diskusi dan saran dari hasil penelitian.

(22)
(23)

BAB 2

LANDASAl\I TEORI

Dalam bab dua ini disajikan penjelasan tentang landasan teori yang terdiri pengertian al-Qur'an, metode psikoterapi dalam al-Our'an, langka-langkah preventif dan kuratif kenakakalan remaja melalui metode psikoterapi al-Qur'an, Penjelasan tentang kenakalan remaja, sebab psikologis kenakalan remaja, bentuk-bentuk kenakalan remaja. Dan uraian tentang bagaiman metode psikoterapi al-Our'an dan kaitanya dengan kenakalan remaja

2.1. Al-Qur'an Sebagai

Metode Psikoterapi

2.1.1. Pengertian al-Qur'an

Quran secara harfiah adalah bacaan sempurna. Memahami kandungan Al-Quran adalah merupakan kewajiban kita selaku umat Muhammad Saw. yang telah beriman kepada Allah Swt. dan rasulnya hal mana usaha kearah itu selalu diusahakan dan di tingkatan yang antara lain usaha yang dimaksud

berupa mempelajari terjemahan dan tafsirnya disamping mempelajari bacaanya.

(24)

Telah menjadi kenyataan bagi seluruh umat islam di manapun berada, bahwa kitab suci al-Quran itu adalah kitab suci terakhir yang di turunkan Allah Swt. untuk seluruh umat manusia,disampaikan oleh malaikat Jibril As.kepada Nabi Muhammad Saw. dalam bahasa yang bermutu tinggi, guna menjadi pedoman hidup bagi umat manusia (Adlani, 2000)

v

JAl-Qur'an adalah cahaya yang terang benerang yang berisi kebenaran yang nyata, yang dapat menyinari dunia dan manusia di seantero jagad, yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan, dibawa kepada cahaya yang terang, yaitu kebenaran yang sejati dan abadi.

Al-Qur'an diturunkan dari Lauhil Mahfuzh sekaligus pada suatu tempat di langit dunia, kemudian diturunkan oleh malaikat Jibril As. secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad Saw. yakni satu ayat atau lebih, dalam waktu yang berbeda dan berlain-lainan, yang lamanya sekitar 21 tahun ( riwayat lbnu Abbas)

Menurut Muqatil: al-Qur'an itu di turunkan dari Lauhil Mahfuzh setiap tahun

V

(25)

12

'Al-Quran sebagai kalc.m Allah s.w.t yang merupakan mu'jizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. Dan membacanya merupakan ibadah, al-Qur'an tersusun dalam 30 juz yang terdiri dari 114 surat dan 6236 ayat.

Al-Qur'an menu rut Amir Syarifuddin ( 1997), secara etimologis adalah bentuk v mashdar dari kata qa-ra-a sewazan dengan kata fu'lan, artinya: bacaan,

berbicara tentang apa yang tertulis padanya, atau melihat dan menelaah. · Dalam pengertian ini, kata Qur'an berarti Maqru' yaitu isim maf'ul (objek) dari qa-ra-a. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt :

Artinya: "Sesungguhnya

alas

tanggungan Kami-lah mengumpulkan (di

dadamu), dan (membantu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai mambacanya maka ikutilah bacaanya itu" (QS al-Qiyamah: 17-18)

Arti al-Qur'an secara terminologis ditemukan dalam beberapa rumusan definisi sebagai berikut:

(26)

Al-Syaukani mengartikan Al-Qur'an dengan: "Ka/am Allah Swt. yang

diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. tertulis da/am mushaf, dinukilkan

secara mutawatir".

Menurut al-Sarkhisi, al-Qur'an adalah: "Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf, diturunkan dengan huruf yang tujuh

yang masyhur dan dinuki/kan secara mutawatir"

' Adapun fungsi pokok al-Qur'an sebagai pedoman dan petunjuk seluruh umat manusia dalam menjalankan kehidupanya (Syarifuddin, 1997) Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an:

セ|

. ··...:w

LLセ@ . . . 1•11 \..ill , , •. セN@

-\')1'\

セ@

.

J

·1 •i .l.l MMセ|N@ ᄋセ@ , . . . . ' ' .. ••

i..S U" ;-.-.i ... ..3

,_y: ' .

<..S

u

. ...

.Y

'-?..

u

..)

...>%-'"

(

•;;

. セ@ MセNi|I@ .I..)

セッ@ .?' NセQ|G@ ..3

Artinya: "Pada bu/an Ramadlan diturunkan padanya al-Qur'an guna menjadi petunjuk bagi manusia dan memberikan penjelasan daripada petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang bathil" (QS. al-Baqarah: 185).

RNセ@ .2. Metode Psikoterapi Oalam Al-Qur'an

(27)

maupun kehidupan, menuntun merel<a kepada perilaku positif dan benar yang memuat kebaikan individu maupun kemaslahatan sosial dan

mengarahkan mereka kepada cara-cara yang benar mengenai pendidikan maupun pemeliharaan jiwa secara sistematis menuju pencapaian

kesempurnaan insani yang akan merealisasikan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sebagaimana Allah Saw

Artinya: "Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang

Mukmin yang menge1jakan amal sa/eh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar" (QS. al-lsra': 9) 'v

i..5

セ@

j .)3.i....a.\\

セ@

w ..

セ@

3

セNI@

j<>

:\.he.

)-"

セゥ@

..

L,...J1

ゥNyG|NNゥN|セ|@

\-:!

(oV:

セSZAI@

セケゥャャ@

セNIj@

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya le/ah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuhan bagi penyakit-penyakil yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang

yang beriman" (QS. Yunus : 57).

(28)

juga telah membentuk sebagian diantara mereka sebagai individu yang membpunyai prinsip, teladan, serta nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dan menciptakan masyarakat yang bersatu, teroganisir, dan saling tolong menolong (Najati,2001)

Meskipun masyarakat modern telah mengerahkan segenap kemampuanya dalam lapangan pendidikan dan pengajaran untuk mengarahkan,

mengajarkan, dan menuntun mereka agar menjadi warga negara yang baik, namun tidak juga membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Kriminalitas dan perbuatan-perbuatan melanggar hukum yang menjangkiti segenap lapisan masyarakat merupakan bukti nyata kegagalan sistem (konsep) pedidikan modern sekaligus bukti kelemahannya menciptakan warga negara yang baik (Mazhahiri, 1999).

·- Al-Qur'an turun untuk mengubah pikiran-pikiran manusia, kecenderungan-kecenderungan mereka dan perilaku mereka dan untuk memberi mereka petunjuk serta mengubah kesesatan dan kebodohan, mengarahkan kepada apa yang mendatangkan kemaslahatan dan kebaikan, membantu dengan pikira-pikiran baru tentang tabiat manusia daan misinya dalam hidup, serta tentang nilai-nilai dan pekerti-pekerti baru serta suri teladan yang tinggi bagi

(29)

Al-Qur'an telah meraih kesuksesan yang luar biasa dalam mempengaruhi kepribadian-kepribadian manusia, dan dalam mengubahnya dengan perubahan yang besar, yang memiliki hasil-hasil yang jauh pengaruhnya dalam peletakan baru bagi sistem hidup manusia yang berkepribadian dan bagi sistem hubungan kemanusiaan, baik dalam intern keluarga ataupun dalam masyarakat umum. Keberhasilan yang telah dicapai oleh Al-Qur'an adalah keberhasilan yang tiada bandinganya diantara semua seruan

keagamaaan di sepanjang masa dalam menciptakan perubahan-pewbahan yang besar pengaruhnya bagi pribadi-pribadi Muslim dan masyarakat Islam. _ Dalam waktu singkat al-Qui-'an ber·hasil membentuk pribadi yang

berinterigitas tinggi, yang bijaksana, yang terpercaya dan tenteram yang dengan kemampuanya yang besar, yarng timbul dari perubahan itu, mampu mengancungkan alam semesta dan mengubah perjalanan sejarah

(Najati,2001 ).

°"""

Adapun bagian dari metode psikoterapi dalam al-Qur'an adalah:

Iman

I 6

Keimanan dengan akidah tauhid merupakan langkah pertama dalam menciptakan perubahan besar pada kepribadian seseorang. la melahirkan dalam diri manusia kekuatan spiritual yang besar yang mengubah

(30)

makna baru bagi hidup dan misinya dalam menjalani hidup, memenuhi kalbunya dengan kecintaan kepada Allah Swt, Rasulnya, dan manusia di sekelilngnya. Dan juga bagi kemanusian secara umum serta membangkitkan perasaan aman dan tenteram pada dirinya sendiri (Najati,2001 )'Al-Qur'an telah menggambarkan apa yang di timbulkan oleh keimanan dalam jiwa manusia berupa rasa aman dan tenteram, dengan firman Allah Swt.

Takwa

: · '

セL@

' ' • - '." t:\1

GセGL@ 1 セ@

i

セ@ i'L:. , ' ' -. G,.j\

I ' ·

.i-. Pセ@

r

I ·-

I

>

u:ill

. HNI⦅Iセ@ セ@ _) I.)"' セ@ - .J ,..,...,. セ@ .. , Y"":'-';!

'.J

_JlA ...

-( 1\

セ@

rW';/1)

Artinya: "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adala/J orang-orang yang

mendapat petunjuk" (QS. al-An'am: 82) "

Takwa adalah seseorang memelihara dirinya dari murka Allah Swt dan

(31)

mengandung penghinaan motivasi-motivasi fitrahnya, bahkan hanya

mengandung pengekangan dan pengontrolanya, serta pemenuhanya dalam batas-batas yang di perkenankan menu rut syariat (Najati,2001 ).

J

Hal tersebut selalu mendorong seseorang untuk memperbaiki dirinya sendiri serta mengembangkan kemampuanya dan pengetahuanya guna

18

mengantarkan pekerjaanya selalu dalam bentuk yang terbaik. Sesungguhnya

..-takwa dengan makna ini menjadi kekuatan yang mengarahkan seseorang kepada perilaku yang paling utama dan paling baik. Juga kepada

pengembangan jati diri serta peningkatanya, dan menjahui perilaku yang buruk atau menyimpang dan asing.Takwa, jika demikian maka ia merupakan bagian dari faktor-faktor yang prinsipil, yang mengantarkan kepada

kematangan kepribadian, integritasnya, dan keseimbangan dirinya. Juga dengan seseorang mendorong kepada peningkatan jati dirinya dengan memandang kepada pencapaian kesempurnaan manusiawi (Najati,2001 ). Sebagaimana Allah Swt berfirman:

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman kepada para rasul, bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan berimanlah

(32)

Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pengampun /agi Maha Penyayang".(QS. al-Hadid: 28)

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jfka ka/ian bertakwa kepada

Allah Subhanahu wa Ta'ala nfscaya dia akan memberikan kepada

kalian furqon dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang

besar''. (QS. al-Anfa/:29)

/bad ah

Al-Qur'an dalam pendidikanya bagi kepribadian manusia dan dalam

mengubah peri\aku mereka mengikuti cara bekerja dan pembiasaan praktis bagi pikiran-pikiran dan kebiasaan-kebiasaan perilaku yang hendak di tanamnya dalam jiwa-jiwa mereka. Untuk itu, Allah Swt menetapakan dan

mewajibkan ibadah-ibadah yang berbeda seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Dalam al-Qur'an disebutkan :

( "\ · . '1\) · '

-0

· ' BjZZセMM i

J ' .

セ@

·I\ \ ' I \'

セ@ QUNセN@

I\ \

·T

セセ|@

\ '

·t

. ..JY- .

u.Y'-"'-

Y セ@ Y-" Y セ@ 3 Y

.J-l

3 セ@ .J ...

Artinya: "Dan dirikanlah sholat, tunaikan/ah zakat dan taatlah Rasul

supaya kamu mendapat rah mat". (QS. an-Nur: 56)

(33)

yang penuh, sebagaimana pula ia mengajarkan kepada orang Mukmin untuk bersabar. Juga memikul kesusahan dengan ketabahan, melawan nafsunya, dan mengontrol keinginan-keinginannya serta syahwat-syahwatnya,

sebagaimana pula ia mengajarkannya untuk mencintai dalam dirinya sendiri jiwa kooperatif dan solidaritas sosial (Najati,2001 ).

Kesemua sifat terpuji tersebut, yakni kepribadian yang lurus, matang dan sempurna, dikarakteriskan, hingga tidal< diragukan bahwa pelaksanaan orang-orang Mukmin dengan ibadah ini melalui keihklasan mengartakan dirinya memperoleh sifat-sifat terpuji dan menenpurnakan baginya unsur-unsur pokok kesehatan atau psikologis yang sehat. Juga membantunya memelihara dirinya dari berbagai penyakit kejiwaan, sebagaimana akan jelas bagi kita dari penjelasankami berikut untuk pengaruh ibadah-ibadah dalam kepribadian seseorang Muslim (Najati, 2001 ).

2.1.3. Langkah-langkah Preventif Kenakalan Remaja Melalui Metode Psikoterapi al-Qur'an

Al-Quran lebih mendetail dan lebih berhati-hati dalam membentuk

(34)

bertanggung jawab. Sehingga timbulnya kenakalan remaja dapat segera diantisipasi dengan metode yang paling tepat dalam mengatasi dan

menyelesaikan kenakalan remaja semua diatur dalam al-Quran (Najati,2001 ).

Di dalam ilmu Psikologi perkembangan pula, tidak !1anya memperhatikan studi tentang periode-periode pertumbuhan anak semenjak kelahirannya saja, akan tetapi juga mempelajari periode-periode pertumbuhanya sebelum kelahirannya, yakni pada saat sang calon anak masih berbentuk janin dalam perut ibunya. Demikian pula dengan berbagai faktor turunan maupun

lingkungan yang memungkinkan baginya untuk memberi pengaruh dalam pembentukan janin dan pertumbuhanya (Najati, 2001 ).

Adapun langkah-langkah preventif kenkalan remaja melalui metode psikoterapi al-Qur'an adalah:

Sebelum Kelahiran

(35)

22

"' ,-.. <-. \-

セ@

.

セ@ セセ@

,, ,-

b '.-

4.J'.)L._., ,_

>

L.lilJI

Ulli.. '.J'.9T

ri

MセNI@

y

セ@

. ri

.;.>.!- LY'< I.);"

u

< _}

オセ@

t..Q,y

セQQGMNGウj[Lセ@ セ@ セQ@ セ@

A:9..b

jNウG「セLQQ@

Liili..

. . . ' . 'I) :-

Nセ@ IL;j\ '.- : \

41\\

セ@ Gセ@

- -. \

\.Sr;.. ;

GLl:wl , '

セ@

'

lb.,J\

. UY-"'__,...

·

セ@ セ@

__, ·

..?--

r1

f"

-(\£_\\

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami le/ah menciptakan manusia dari suatu saripati yang berasa/ dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu kami jadi/\an segumpal darah. Latu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tu fang belulang. Latu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makh/uk yang berbentuk lain. Maka Mahasuci Allah Subhanahu wa Ta'ala, pencipta yang paling

baik"(QS.al-Mu'minun · 12-14).

Dalam ayat al-Qur'an tersebut menunjukan periode-periode pertumbuhan janin dalam rahim, semenjak permulaan kehamilan. Yaitu, pada saat salah

(36)

Imam Al-Qurthubi dala111 111emberikan Tafsir tentang firman Allah Swt.

Artinya: "Dan ketika kamu masih menjadi janin dalam perut ibumu". (QS.an-Najm : 32)

Masa ini cukup penting karena pada saat inilah terbentuknya potensi-potensi manusia dimana potensi merupakan ke111a111apuan seseorang

menge111bangkan dirinya sendiri (Shafiyyarrahman,2001 ).

Beberapa hal penting pada masa pra lahir yang mempengaruhi perke111bangan seseorang antara lain:

Gizi

Gizi yang buruk yang diderita oleh seseorang mengakibatkan jumlah sel otak jari janin lebih sedikit daripada janin yang induknya tidak mengalami gizi yang

buruk (Darajat, 1989). Sesuai dengan fir111an Allah Swt.

(37)

Artinya: "Makanlah yang baik-baik yang le/ah kami berikan kepadamu. Dan mereka its tidal< menganingaya dirinya sendiri" (QS. al-Baqarah:

57)

Demikian pula, hendaknya ibu yang hamil menghindari makanan yang

haram. Adapun apabila terdapat syubhat pada makanan, maka hendaknya ia berlindung diri kepada Allah Swt. dengan tawassul, do'a, merendahkan diri, dan membaca basmalah agar terhindar dari pengaruh yang mer·ugikan dan kemungkinan bahaya pada janin yang dikandung (Mazhahiri, 1999).

Perangsangan

Janin telah menunjukan reaksi terhdap berbagai perangsanagan seperti, prabaan, tekanan, perubahan suhu, suara. cah3ya, perangsangan kimia atau obat-obatan dan sebagainya (Atmodiwirjo, 1989).

Sedangkan dalam a/-Qur'an perangsangan pada janin dapat di lakukan seringnya orang tua ca/on bayi membaca ayat-ayat al-Qur'an. Sa/ah satu ayat yang dibaca tatkala mengandung adalah surat Yusuf juz 12 dan surat Maryam Juz 16 yang bertujuan untuk keselamatan dan kebagusan sang bayi

(38)

Orang tua yang membaca surat Yusuf mengharapkan kelak bayi yang dilahirkan apabila lelaki mempunyai rupa yang menawan dan baik budi pekertinya seperti rupa Nabi Yusuf As. Begitu pula orang tua yang sering membaca surat Maryam berharap agar bayi yang dikandungnya apabila perempuan mempunyai rupa yang cantik dan bagus budi pekertinya seperti

rupa Maryam.

Emosi ibu

Emosi ibu sangat penting bagi perfkembangan janin yang dikandungnya tekanan apapun secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi

(39)

26

( \ Io:

c.

Ll\) . \

ェセ@

;_)

lセセ|@

\

jxJ'{i

)\3 ...

Artinya: "Maka jangan/ah kalian mengikuti hawa nafsu /<arena ingin menyimpang dari kebenaran (QS. an-Nisa: 135)

Artinya: "Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah Swt. "(QS. as-Shad: 26)

Dan dalam keadaan mengandung, bila melalui jalan do'a, tawassul, dan tawakkal dalam menghadapi berbagai problem, maka disamping ia tidak terobsesi oleh rasa sakit dan kesedihan jiwanya ia pun bergerak tanpa

memberikan pengaruh negatif pada janin yang berada dalam perutnya pada kondisi semacarn ini (Mazhahiri, 1999)

Setelah kelahiran

Anak di lahirkan dalam keadaan lemah, sangat membutuhkan orang yang menjaganya dan memperhatikannya sampai ia tumbuh dan besar.

(40)

Adzan dan iqamat

Di dalam al-Qur'an saat bayi yang baru lahir adalah peristiwa sangat penting bagi perjalanan bayi itu selanjutnya. Sehingga begitu bayi lahir al-Qur'an menganjurkan untuk segera mengumandangkan adzan ditelinga ditelinga kanan dan iqamat ditelinga sebelah kiri (Shafiyarrahman,2003).

Adzan artinya pemberitahuan, sedangkan iqamat adalah berdiri. Baik adzan maupun iqamat harus segera dikumandangkan sewaktu bayi baru lahir, sehingga kata-kata yang pertama kali di dengar oleh seorang anak yang baru lahir itu adalal1 perkataan yang baik/kalimat Uththaibah (Darajat, 1995), sedangkan menurut Hadiyan Shafiyarral1man (2003), Hikmah Adzan adalah untuk pertama kalinya menjadikan pendengaran anak yang baru lahir

mendengar kalimat-kalimat yang mengandung sifat kebesaran Allah Swt dan persaksian yang dijadikan dasar utama bagi orang-yang mau masuk islam. Untuk itu, tuntutan dalam syariat islam bila ada kelahiran anak disunatkan untuk diadzani dan di iqamati.

(41)

28

Rafi' telah memberikan keterangan: "Aku pernah melihat Rasululloh Saw. mengadzani dan mengqomati telinga Hasan bin Ali ketika Fathimah melahirkannya". (Hadis oleh Imam Abu Dawud dalam kitab al-Adab)

Pemberian AS/

Setelah bayi dikumandangkan adzan dan iqamat di lanjutkan dengan menyusui anaknya. Air susu ibu dianggap sebagai makanan yang lengkap bagi anak, yang memenuhi syarat-syarat keselamatan dan kesehatan. Lantaran itu seorang ibu hendaknya menyusui anaknya dari air susunya (Mazhahiri, 1999) Sesuai firman Allah S1ivt.

Artinya: "lbu-ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya" (QS.Al-Baqarah:233).

(42)

Pemberian nama

Al-Qur'an juga menuntun orang tua untuk memberi nama-nama yang bagus pada bayi. Nama yang dalam bahasa arab disebut dengan Al-ismu adalah sesuatu tanda yang melekat pada seseorang hingga orang itu menjadi dipanggil dengan sebutan itu (Hadiyan, 2000). Ketika tujuan dari memberi

nama adalah untuk dikenali dan dibedakan dari yang lain maka sebenarnya satu nama saja sudah cukup. Nama yang lebih singkat lebih baik tentunya.

Namun demikian tidak ada larangan untuk memberi nama lebih dari satu (ibnu Qoyyim, 2000). Pemberian nama yang bail< merupakan hak anak yang harus diberikan pada orang tua. Orang tua yang mengerti akan manfaat memberi nama yang baik bagi anak akan mencari dan memberikan anak dengan nama yang baik. Karena nama yang baik mengandung doa yang berpengaruh bagi keadaan anak kelak (Suheri, 1998). Nabi Muhammmad Saw. bersabda :

Hセ@

Artinya: "Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggi/

dengan nama-nama ka/ian dan nama-nama bapak-bapak kalian, malw baguskanlah nama-namamu.

Melaksanakan aqiqah

(43)

30

itu berasal dari kata yang bera1ii rambut yang tumbuh dikepala jabang bayi saat dilahirkan (Suheri, 1998). Dalam Al-Qur'an dasar firman Allah Swt. tentang pelaksanaan aqiqah terdapat pada kisah Nabi Ismail As. yang menegaskan:

( \ . V

ZキセuiI@

Mセ@

セセ@

セZゥゥj@

...

Artinya: "Kemudian Kami tebus dia dengan sembelihan kibas yang besar" (QS. Ash.Shafat 107)

Menurut lbnu Mas'ud (2000), disebutkan Dari Samurah, ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda bahwa: "setiap anak adalah jaminan

dengan aqiqahnya. Karena pada l1ari ke 7 dari kelahirannya dia dipotongkan hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya" diriwayatkan oleh Imam Tarmizi. Dari Siti Aisyah mengatakan :

0

e;,_,

A..J

GJ\

ᄋセ@ ... .. j .

Artinya. "Bahwa Rasu/ul/ah Shallal/ahu 'Afaihi wa Sal/am

memerintahkan kepada kami supaya menyembelih akikah untuk !aki-laki dua ekor kambing dan untuk perempuan satu ekor kambing".

Menghilankan

(44)

Hadist "Aku telah memotong kulit kemaluan anak laki laki, juga memotongnya pada anak perempuan". Ada juga istilah lain tetapi khusus untuk anak laki laki yakni l'dzar, sehingga orang yang belum di ldzar berarti kemaluanya masih terbungkus atau masih ada kulit qulfnya. Orang yang tidak berkhitan, maka bertolaklah menjadi imam bagi umat manusia (lbnul Oayyim, 2000). Perintah untuk menghitankan anak sesuai dengan firman Allah Swt.

.. 1 ·1• U=>..JJ

1) :·

. l ) ...

.s.

セ@

-''·'.11 :-

J.A :·13; i.J

s;

.J ... セ@

·

セ@

1· '1

Y.c

:ij_.,,

(? i.J

"1

·I

セQ@ •'

tr,:;,,.'\'"'

c •' . )

ri

( \

'<

r

Artinya: "Kemudian kami wahyukan kepadamu Muhammad ikutilah agama Ibrahim" (QS. An-Nahl: 123).

2.1.4. Langkah-langkah Kuratif Kenakalan Remaja Melalui Metode Psikoterapi al-Qur'an

Segi Sosiologis

Dalam segi sosiologis ini meliputi beberapa bagian yaitu :

Lingkungan keluarga

Sesungguhnya pengaruh lingkungan keluarga sangat besar terhadap remaja. Akan tetapi, pengaruh itu tidaklah terbatas kepRda waktu ia telah menjadi

(45)

Untuk memperoleh keluarga yang diberkahi oleh Allah Swt. atau keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah per·lu beberapa persiapan dan ilmu pengetahuan yang cukup. Semua itu harus dipunyai seseorang yang akan

berumah tangga baik pihak lelaki maupun pihak wanitanya, sehingga masing-masing tahu akan hak dan kewajiban serta posisinya jika sudah berkeluarga. Sehingga keluarga sakinah, mawaddah, warahmah akan terbentuk. Adapun sifat keluarga yang dikehendaki oleh fitrah manusia dan agama termaktub dalam al-Qur'an :

Artinya. "Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya, Dia menciptakan untuk kamu isteri dari jenismu supaya kamu tenteram bersamanya. Dan Dia menjadikan cinta dan kasih sayang di antara kamu.

Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang betiikir" (QS. ar-Rum:21).

Kaluarga sakinah yang dikehendaki fitrah manusia dan agama ialah

(46)

menumpahkan perasaan dan segala kesuliatan, maka remaja tidak akan menjadi nakal, karena yang dihadapinya dapat diatasinya dengan cara yang wajar dan masuk aka! sehat. Remaja tidak perlu memaksakan keinginannya dengan kekerasan.

Lingkungan Sekolah

Sistem pendidikan banyak sekali memberikan pengaruh pada remaja. Pendidikan hendaknya mendorong remaja untuk dapat hidup dan mencari hidup dengan kekuatannya sendiri, tanpa bergantung pada bantuan orang lain. Untuk itu tugas guru atau ustad sebagai pendidik harus lebih memegang peranan yang penting. Guru di sekolah atau ustadz di pesantren mempunyai peranan penting dalam membantu remaja dalam mengatasi kesulitannya, yang kadang-kadang kurang mampu memusatkan perhatiannya terhadap pelajaran, mudah tersinggung atau condong bertengkar dengan temannya. Keterbukaan hati guru menerima remaja demikian, akan menjadikan remaja sadar akan sikap dan tingkah lakunya kurang baik (Oarajat, 1990).

Dalam bukunya yang lain Zakiah Darajat (1979) mengungkapkan pendidikan agama merupakan alat pembinaan yang sangat ampuh bagi remaja. Agama

(47)

34

dorongan-dorongan yang kurang baik, serta membantunya dalam

menghadapi berbagai masalah kehidupan pada umumnya. Agama Islam sangat menghargai orang-orang yang berilmu pengetahuan, sehingga hanya

mereka sajalah yang pantas mencapai taraf ketinggian dan keutuhan hidup. Dalam al-Qur'an disebutkan:

:· 1·'..,

l..i

:uir

wb.' ::i

·_1_·11

I

.t

t ·.

JI'

'.!::'..

I ,. \ .. JI :ull " .

i.Jy.=-> - 3 ' . _) \'::"-'

y

3 <.);!. 3 セ@ 3-'-" <.);!. セ@

.>.!

( \ \ :

ZゥjNjセiI@

.

'.'.».;;.

Artinya: "Allah Subhanahu \Na Ta'ala akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". (QS. al-Mujadalah: 11)

Masyarakat

Menurut Zakiah Darajat (1979) Masyaral,at turut serta memikul tanggung jawab pendidikan. Secara sederhana masyarakat dapat diartikan sebagai

kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara,

kebudayaan dan agama. Setiap masyarakat mempunyai cita-cita, peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. Semua anggota masyarakat memikul tanggung jawab membina, memakmurkan, memperbaiki, mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, melarang yang mungkar di mana tanggung jawab manusia melebihi perbuatan-perbuatannya yang khas, perasaannya, pikiran-pikirannya, keputusan-keputusannya dan

(48)

sekitar yang mengelilingnya. Islam tidak membebaskan manusia dari

tanggung jawab tentang apa yang berlaku pada masyrakatnya dan apa yang terjadi di sekelilingnya atau terjadi dari orang lain. Terutama jika orang lain itu termasuk orang yang berada di bawah perintah dan pengawasannya seperti istri, anal< dan lain-lain (Darajat, 1994). Firman Allah Swt.

Artinya: "Hendaklah ada segolongan di antara kamu yang

mengajak kepada kebaikan dan memerintahkan yang makruf dan melarang dari yang mungkar. Mereka itulah orang yang

berbahagia" (QS. ali-lmran: 104)

.

.

.

.

.. . , I . . ,

. ' .• --

· ''.y..:J.

Li . ··

'L..

' . '

G.l' \. '" ' . '

w..,.·

'j'.J' . . '

''}JI.

' I o.Li.l 0 '-.'1 0 • I O \-" , \.""-1t..J (:. O セc@ ' C>Y.J \...) O • I •-'-"' O

uセNNNj@ • ....I • U...;...r· •• U > .--...; r • • ....I UJ"O- ....1

Artinya: "Orang mukmin, lelaki dan perempuan, sebagiannya menjadi pemimpin bagi yang lain. Mere/<:a memerintahkan yang makruf dan me/a rang yang mungkar." (QS. at-Taubah: 71)

(49)

36

dan mencegah jangan sampai remaja kita pada suatu ketika menjadi nakal, maka faktor dan masalah-masalah mulai dari rumah tangga, sekolah dan masyarakat harus kita perbaiki (Darajat, 1994)

Segi Religius

Segi religius juga ada beberapa bagian yaitu:

lstighfar

Cara yang termudah untuk menghapus kesalahan yang pernah kita perbuat adalah dengan beristighfar. Karena dengan beristighfar, maka kita dapat menyesalkan berbagai perbuatan yang pernah dilakukan dan mengganti dengan perbuatan yang lebih baik. Malahan sebagaian dari ulama

berpendapat bahwa beristighfar haruslah berjanji untuk meningkatkan amal ibadah dari perbuatan salah menjadi kebajikan. Penyesalan ini tentu akan bermanfaat bagi kita apabila dibarengi dengan niat yang tulus untuk tidak mengulanginya (Najati, 2001). Dalam al-Qur'an disebutkan:

( \ \ • : f.

WI)

Artinya: "Dan barang siapa yang mengetjakan kejahatan dan

(50)

Tobat

Artinya: Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampui batas

terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu putus asa dari rahmat

Allah, Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia/ah yang Malla Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az-Zumar: 53)

Al-Qur'an membantu kita dengan metode tersendiri dan sukses dalam mengobati perasaan dosa, yakni metode tobat. Taubat berarti kembali

(51)

Zikir

Artinya: "Wahai orang orang yang beriman, bertoballah dengan lobal yang semurni murninya karena Allah Swt. "(QS. At-Tahrim: 8).

Artinya: "Sesungguhnya tobal disisi Allah Swt. hanyalah tobal bagi orang-orang yang mengetjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang dilerima Allah Swt. tobalnya, dan Allah Swt. Maha Mengelahui /agi Mahabijaksana"(QS. An-Nisa: 17).

38

Sesungguhnya ketekunan seorang untuk berzikir menyebut nama Allah Swt. dengan bertasbih, bertakbir, beristighfar, berdo'a, dan membaca al-Qur'an, akan mengantar kepada penyucian jiwanya kejernihanya dan perasaan-perasaanya akan rasa aman dan tenang. Sebagaimana Allah Swt. berfirman:

·. セ|@ セ@ QセゥQ@ "· ,· 1 ,.

<ll\

x::i..,

';I\

<ll\

x::i.., ' ' ' Qセ@ 1 ..

,:.1_:.:

\ ,. \"

Nセ|@

l..);l. . •

>'"""

セ@

J-'. . . J-'. • セセ@ セNI@

Ji-"

l..);l

HャG|M|Q|ZセjiI@

Nセlゥセェ[NNNjセIZNセ「NjgN。NQQ@

|セェlセ|@

Artinya: "Orang-orang yang beriman dan hali mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allahv Swt. lngal/ah hanya dengan

(52)

Di saat seorang seorang tekun dalam dalam berzikir kepada Allah Swt. sesungguhnya ia merasakan bahwasanya ia dekat dengan Allah Swt. dan bahwasanya ia berada dalam perlindungan-Nya dan penjagaan-Nya, dan hal

itu bangkit dalam dirinya perasaan-perasaan dengan keyakinan dan kekuatan, dan persaan-perasaan dengan aman, temteram, dan bahagia (Najati, 2001 ).

Berzikir kepada Allah Swt. membangk1tkan rasa aman dan tenteram dalam jiwa, tidak di ragukan ia pelipur bagi kegelisahan yang di rasakan seseorang di saat mendapati dirinya lemal1 tidak berdaya di hadapan tekanan-tekanan hidup.

2.2. Kenakalan Remaja

2.2.1. Pengertian Kenakalan Remaja

Dalam al-Quran dan al-Hadits banyak mengupas penekanan pada hak-hak dan kewajiban orang tua dalam mengasuh anak. Hal ini dikarenakan selain hati nurani orang tua merupakan sumber kasih sayang bagi anaknya, kecintaan ini juga merupakan darah kehidupan orang tua.

(53)

40

gejala awal timbulnya kenakalan remaja. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist disebutkan:

B|NwiセG@

-

';1-

'(j

;J_'jl..J

セ@ セM

,'' ;.-

0-

."La 1'....

'.lj''

:i' 1" -

tJS

.3 -- セ@

.3-!

-

.

Y-:1

セ@ Gセ@

(.,;-"-'

.3:l '

y

Y'

(

セ|@

y,.bjl

o

I

.J->) .

セ|GNLL_M\Q@

")

セ|@

'_J',

,.,\'.1

Artinya: "Setiap bayi dilahirl<an dengan membawa fitrah sel1ingga lidahnya dapat berkata-kata, maka kedua orang tuanya dapat menjadikanya Yahudi, Nasrani, atau Majusi (HR. Ath Thabrani yang bersumber dari Al Aswad).

Masalah remaja adalah suatu masalah yang sangat menarik sekali untuk dibicarakan, karena remaja merupakan cikal bakal pewaris bangsa dimasa depan. Baik burukya suatu bangsa terletak pada remaja. Untuk itu remaja harus kita pantau agar tidak terjerumus kedalam masalah negatif. Maka tak heran jika akhir akhir ini banyak perbuatan negatif yang melibatkan kaum remaja membuat masyarakat cemas. Karena kehancuran bagian remaja ltu akan membawa kehancuran remaja itu sendiri maupun masyarakat pada umumnya.

Paham kenakalan remaja dalam arti luas meliputi perbuatan-perbuatan anak remaja yang bertentangan dengan kaedah-kaedah hukum tertulis baik yang terdapat dalam kitab Undang-Undang Hukum Pidana diluar KUH Pidana (Sudarsono, 1990), Selanjutnya Fuad Hasan merumuskan definisi

(54)

anak remaja yang bilamana dilakukan orang dewasa dikualifikasikan sebagai tindak pidana (Simanjuntak, 1975). Paradigma kenakalan remaja lebih

banyak luas cakupannya dan lebih dalam bobot isinya. Kenakalan remaja tersebiut meliputi perbuatan-perbuatan yang sering menimbulkan keresahan dilingkungan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Contoh yang paling

simple dalam hal ini antara lain pencurian oleh remaja, perkelahian

dikalangan pelajar, menghisap ganja, mengedarkan pornografis dan coret-coret tembok pagar yang tidak pada tempatnya.

Masa remaja menurutAli Syahbana (1980) adalah dimulai kira-kira umur 12 tahun bagi anak gadis dan umur ·14 tahun bagi anak laki-laki dan biasanya berlangsung selama 6 sampai 9 tahun. Saat mulainya berbeda karena bersamaan dengan waktu kemasakan seksuil yang datangnya lebih pada anak gadis. Sedangkan menurut Hurlock (1990) Peaget (121) mengatakan:

Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana indivisu berinteragasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. lntegrasi dalam masyarakat dewasa mempunyai banyaj aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber, termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok.

Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini

(55)

dewasa, yang kenyataanya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini. (Hurlock, 2000)

2.2.2. Sebab-sebab Psikologis Kenakalan Rernaja

42

Sebab-sebab kenakalan remaja bila kita tinjau dari segi psikologis, maka kelal<uan-kelakuan atau tindakan-tindakan yang mengganggu ketenangan orang lain dipandang sebagai manifestasi dari gangguan jiwa akibat tekanan-tekanan batin yang tak dapat diungkapkan dengan wajar. Dengan kata lain

bahwa kenakalan remaja adalah ungkapan dari ketegangan perasaan (tension), kegelisahan dan kecemasan atau tekanan batin (frustration). Misalnya, seorang remaja orang kaya mencuri, maka kejahatan yang

dilakukan remaja itu bukanlah karena ia kekurangan uang tetapi merupakan ungkapan dari rasa tidak puas, kecewa atau rasa tertekan, kurangnya perhatian, dan kasih sayang orang tua dan sebagainya. Di samping itu, perbuatan tersebut ditujukan untuk melakukan pembalasan terhadap perlakuan orang tua yang tidak menyenangkan. Kenakalan yang dilakukan oleh remaja, tidak saja menyakiti orang lain, tetapi mungkin pula menyakiti dirinya sendiri. Dengan demikian, kenakalan remaja yang dipandang sebagai perbuatan dosa, maupun ungkapan perasaan tidak puas merupakan

(56)

2.2.3. Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

Kenakalan Bersifat A-moral dan A-sosial dan tidak diatur oleh UU

sehinggatidak dapat atau sulit digo/ong/<an pe/angaran hukum.

Berdasarkan sumber dari Singgih, D. Gunarsa (1998) gejala kenakalan remaja remaja yang bersifat A-moral dan A- sosial antara lain: membohong, membolos, kabur, keluyuran, memiliki dan membawa benda yang

membahayakan orang lain, sehingga mudah terangsang untuk

menggunakannya, misalkan: pisau, pistol. Bergaul dengan teman yang memberi pengaruh buruk, sehingga mudah terjerat dalam perkara yang benar-benar kriminal, berpesta pora semalam suntuk tanpa pengawasan sehingga mudah tindakan- tindakan yang kurang bertanggung jawab, Membaca buku-buku cabul dan kebiasaan rnempergunakan bahasa yang tidak sopan,tidak senonoh seolah-olah rnenggambarkan kurang perhatian dan pendidikan dari oarang dewasa, Secara berkelompok makan di rumah makan tanpa membayar dan naik bus tanpa membelim karcis, pelacuran atau rnelacurkan diri baik dengan tujuan kesulitan ekonomi maupun tujuan lainnya.

Kenakalan yang melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan

undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar

(57)

44

Gejala kenakalan remaja seperli ini, Menurut Singgih, D. Gunarsa (1998) Perjudian dan segala macam bentuk perjudian yang mempergunakan uang, pencurian dengan kekerasan maupun tanpa kekerasan misal

pencopetan,perampasan, penjambretan, penggelapan uang, penipuan dan pemalsuan, pelanggaran tata susila, menjual gambar-gambar porno dan film

porno, pemerkosaan, pemalsuan uang, tidakan-tindakan anti sosial

(perbuatan yang merugikan orang lain, percobaan pembunuhan, tindakan menyebabkan kematian orang, turut tersangkut dalam pembunuhan, pembunuhan , pengguguran kandungan).

Gejala-gejala tersebut saat ini sudah pada taraf yang mengkhawatirkan. Setiap hari baik melalui media elektronik maupun media jurnalis tindak

kriminal yang melibatkan remaja merupakan menu setiap hari. Jika menilik kebelakang kenakalan remaja tersebut bersumber dari beberapa aspek. Kemungkinan berpangkal pada si remaja sendiri, kemungkinan pula

berpangkal pada lingkungannya. Kenakalan remaja yang disebabkan pada diri remaja sendiri antara lain disebabkan kekurangan penampungan emosional, kelemahan dalam mengendalikan dorongan-dorongan dan

(58)

2.3. Metode Psikoterapi

Al-Qur'an Dan

Kaitanya Dengan

Kenakalan remaja

Seperti yang telah di jelaskan dalam ur·aian teoritis diatas, dapat diketahui bahwa metode psikoterapi al-Qur'an merupakan sebuah metode psikoterapi yang berdasarkan sumber kitab suci al-Our'an dimana memberikan sebuah metode psikoterapi tentang mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Hal

ini dapat di lakukan dengan langkah pr-eventif dan kuratif. Selain dengan mengatasi kenkalan remaja yang banyak di kemukakan dalam berbagai metode-metode populer untuk mengatasi kenakalan remaja, al-Qur'an juga memuat prespektif uraian pencegahan(preventif) untuk mencegah kenakalan remaja. Selain lebih efektif dalam mencegah kenakalan remaja, metode pencegahan atau preventif akan membuat hubungan psikologis yang sangat erat antara orang tua dengan anak sehingga akan bermanfaat secara

langsung ataupun tidal< langsung pada proses pendewasaan anak tersebut.

Kemudian dari uraian tentang manfaat metode psikotrapi dapat di simpulkan bahwa metode psikoterapi al-Qur'an akan membuat seseorang anak

(59)

46

terpengaruh kenakalan anak lainya. Hal inilah yang tentunya diharapkan oleh orang tua dan masyarakat tei-hadap penanggulanagan kenakalan remaja.

Metode Psikoterapi al- Qur'an akan berimplikasi terhadap hubungan

psikologis anak dan orang tua yaitu timbulnya rasa kasih sayang antar orang tua dengan anak, timbulnya rasa hormat antara anak dengan orang tua dan munculnya prestasi yang luar biasa dari anak dimasa mendatang karena sejak kecil sudah terjalin hubungan psikologi orang tua dengan anak yang dilakukan dengan pemenuhan gizi, perangsangan, dan emosi ibu.

Selain itu metode psikoterapi al-Qur'an akan membuat anak terhindar dari berbagai macam bentuk kenakalan remaja karena dalam kehidupan kesehariannya telah terisi dengan berbgai macam kegiatan yang positif

misalnya mendapatkan pendidikan agama yang mendasar dari keluarga, mendapatkan pengajaran agama di sekolah dan masyarakat sehingga anak tersbut memiliki visi hidup yang jelas dan terarah. Metode psikoterapi al-Qur'an juga memiliki implikasi terhadap perkembangan jiwa anak tersebut

karena sejak usia dini telah mendapatkan perlakuan khusus dari orang tua, yaitu pembacaan adan dan iqamat saat tersebut baru lahir, pemberian ASI yang merupakan nota bene dari pemberian gizi dari anak tersebut,

(60)

dari yang lain, pengaqiqohan terhadap anak merupakan manifesatsi dari kegembiraan orang tua terhadap anak yang dikemudian hari dapat menjdi kebanggan anak karena orang tuanya sangat menyayaginya di banding perlakuan orang tua dengan anak pada keluarga lainnya. Selain itu penghitanan merupakan kebanggaan anak dimana proeses masa

pubertasnya di rayakan bersama msyarakat sekitar melalui prosesi yang religius. Sehingga anak yang mendapatkan perlakuan dan pendidikan metoe pskoterapi al-Qur'an akan senantiasa memanfaatkan waktu sebak mungkin dan tidak mudah berhayal dalam melakukan aktivitasnya sehingga anak tersebut secara dini lebih berpotensi dibanding anak lainnya.

Metode psikoterapi al-Qur'an juga akan berimlipkasi terhadap prilaku seorang anak dalam proses pendewasaan diri karena secara preventif maupun kuratif ariak tersebut telah di bekali konsep penolakan diri terhadap berbagai prilaku yang menyimpang yang di kategorikan masyarakat sebagai kenakalan

remaja. Jika hal tersebut berlanjut sampai usia pendewasaan diri maka anak tersebut akan mudah mengembangkan potensi yang dimilikinya dan

menghindari segala bentuk pengaruh negatif di masyarakat sehigga dia akan menjadi anak yang berprestasi dan senantiasa meningkatkan amal

(61)
(62)

METODOLOG! PENELIT!AN

Masalah krusial yang paling rnenonjol peranannya dalarn setiap penelitian adalah rnasalah penentuan rnetode penelitian. Secara garis besar pada ilrnu psikologi dikenal dua metode penelitian, yakni kualitatif dan kuantitatif. Dalam

penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dapat menampilkan kedalaman dan detail, karena fokusnya rnernang

penyelidikan yang mendalarn pada sejumlah kasus. Dengan demikian untuk rnenggali informasi yang mendalarn mengenai metode Al-Qur'an dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja, maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan studi k'lsus. Menurut Patton seperti yang dikutip oleh E. Kristi Poerwandari ( 1998), studi kasus sang at bermanfaat ketika peneliti merasa perlu memahami suatu kasus spesifik, orang-orang tertentu, kelompok dengan karakteristik tertentu, ataupun situasi unik secara mendalam. Sejumlah kecil kasus tersebut dapat memberi contoh tepat mengenai fenomena yang di pelajari.

Studi kasus merupakan uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi

(komunitas), suatu program, atau suatu studi sosial. Studi kasus berupaya

(63)

menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti, dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu, suatu kelompok atau suatu kejadian, disini peneliti memberikan pandangan yang lengkap dan mendalam mengenai subyek yang diteliti (Mulyana, 2002).

49

Karena pada penelitian ini, peneliti lebih menekankan pada pertanyaan bagaimana cara mencegah dan mengatasi kenakalan remaja menurut metode Al-Qur'an, maka studi kasus lebih cocok bila pokok pertanyaan

berkenaan dengan "how" atau "why". Selain itu karena peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki, dan fokus penelitian hanya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) maka studi kasus merupakan pendekatan yang tepat (Yin, 2002).

Sebagai suatu metode kuaJitatif, studi kasus mempunyai beberapa

keuntungan. Lincoln dan Buba seperti yang dikutip oleh Dedi Mulyana (2002), mengemukakan bahwa keistimewaan studi kasus meliputi hal-hal berikut :

1. studi kasus merupakan sarana utama bagi penelitian yang menyajikan pandangan subjek yang diteliti.

. 2. Studi kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

(64)

4. Studi kasus memberikan "uraiana tebal" yang diperlukan bagi penilaian atas transferabilitas.

5. Studi kasus terbuka bagi penilaian alas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan alas fenomena dalam konteks tersebut. (Mulyana,

2002)

3.1.

Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah Empai responden yang sedang nyantri di Ponpes Tal1fidh Remaja Yanbu'ul Qur'an yang beralamat di daerah Menara Kudus Kulon Kabupaten Kudus. Pilihan tempat ini mengacu pada beberapa pertimbangan tertentu seperti lokasinya yang mudah dijangl<au. Selain itu,Kabupaten Kudus merupakan daerah kelahiran penulis sehingga memudahkan penulis dalam melakukan penelitian.

(65)

belakang dan kejadian tertentu betul-betul diupayakan tersajikan sebagai informasi penting dalam suatu penelitian (Alwasilah, 2000).

3.2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian kali ini adalah :

:; I

1. Interview (wawancara) digunakan sebagai metode utama dalam

penelitian kali ini. Wawancara adalah bentuk komunikasi antara empat orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan

berdasarkan tujuan tertentu (Mulyana, 2002). Wawancara secara garis besar dibagi dua, yakni wawancara tak terstruktur dan wawancara terstruktur. Wawancara tak terstruktur sering juga disebut wawancara

mendalam, wawancara intensif, wawancara kualitatif, dan wawancara terbuka (open ended iterview), wawancara etnografi. Sedangkan wawancara terstruktur sering juga disebut wawancara baku

(standarized interview) yang susunan pertanyaannya sudah ditetapkan sebelumnya (biasanya tertulis) dengan pilihan-pilhan jawaban yang juga disediakan (Mulyana, 2002). Pada kesempatan kali ini peneliti

(66)

terbuka mengungkapkan apa yang sedang dialaminya, narnun semua itu berpedoman pada pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat oleh peneliti.

2. Observasi digunakan pada penelitian kali ini berfungsi untuk me/engkapi data yang terkumpul melalui proses wawancara.

3.3. Prosedur Penelitian

(67)

Untuk mencari subyek penelitian yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan maka peneliti mengadakan pre-research yaitu suatu tahap untuk mencari subyek penelitian yang sesuai dengan cara menghubungi teman-teman dekat peneliti maupun orang-orang yang mempunyai akses untuk mencari subyek penelitian tersebut (Pengurus Ponpes Tahfidh Remaja Yanbu'ul Qur'an Kudus).

3.4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penelitian melalui proses wawancara yang mendalam dan observasi adalah kata kata yang perlu dianalisis sehingga dapat ditarik suatu generalisasi. Milles dan Huberman mengungkapkan ada tiga tahap dalam kegiatan yang bersifat Hirarkis dalam proses analisis data yaitu mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Mathew, 1992)

Reduksi data merupakan prose pemilihan, pemusatan perhatian,

(68)

tersebut dapat diorganisir dengan baik informasi yang diperlukan dan

informasi yang dibuang karena informasi tersebut tidak diperlukan, sehingga dalam melakukan generalisasi penulis tidak mendapat kesukaran. Untuk

mempermudah proses penggolongan data, maka data yang dibutuhkan diberi code (coding) pada setiap kategori yang telah ditentukan.

Tahap selanjutnya adalah penyajian data. Semua data hasil wawancara dan pengamatan di lapangan setelah mengalami reduksi kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan penguraian secara kasus perkasus sesuai dengan yang dialami oleh subyek penelitian. Menurut Niles dan Hubermen, penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang tersusun dan memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulandan pengambilan tindakan.

Setiap kasus dirincikan dengan berdasarkan pada kategori-kategori yang telah ditentukan oleh peneliti sebelum yang kemudian diberi penjelasan

(69)

Pada tahap penarikan kesimpulan, seorang peneliti dapat dikatakan telah menghasilkan suatu teori yang baru. Berkaitan dengan ha! ini, Chaedar Alwasilah (2002), mengemukakan bahwa teori dibangun berdasarkan

berbagai kategori atau konsep dan mencari hubungan diantaranya sehingga menjadi suatu generalisasi. Lebih lanjut dia mengemukakan bahwa teori adalah komposisi yang muncul dengan membangun seperangkat proposisi atau generalisasi yang berhubungan secara sistematis. Teori memiliki dua unsur penting, yaitu ciri dan sifat yang menjelelaskan kategori dan hipotesis, yakni unsur yang menghubungkan kategori dan properti. Dengan teori seorang ilmuwan dapat berspekulasi tentang apa yang akan terjadi dimasa mendatang berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan penelitian (Alwasilah, 2002).

(70)
(71)

BAB4

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

Penelitian ini melibatkan empat orang subjek penelitian. Berikut ini penulis kemukakakan gambaran umum mengenai diri dan pengalaman subjek dalam bentuk deskripsi hasil penelitian.

4,1.1. Kasus I

Nam a Umur

Jenis Kelamin Status

Pendidikan

: NB : 16 tahun : Laki-laki : Pelajar

MTs Swasta

NB berasal dari Keluarganya yang terpandang, karena orang tua NB adalah seorang saudagar meubel yang sukses sebagai salah satu eksportir papan atas. Apapun keinginan NB selalu dituruti oleh kedua orang tuannya.

Meskipun kaya raya, namun keluarga NB adalah keluarga yang taat kepada ajaran agama. Bahkan, kekayaan yang diperolehnya digunakan oleh kedua

(72)

orang NB untuk membiayai aktivitas dakwah agama. Maka tak heran jika rutinitas keagamaan dilingkungan NB berjalan dengan bagus. Malahan menjadi barometer bagi lingkungan disekitarnya dalam masalah pengamalan

agama. Hal ini menjadikan kedua orang tua NB ditokohkan masyarakat sekitar sebagai pemimpin agama, namun hal ini bukan menjadi keluarga NB menjadi sombong, namun tetap menampakkan sebagai masyarakat biasa pada umumnya.

Saat kelahiran NB, merupakan momentum yang sangat membahagia kan sehingga dirayakan dengan besar besaran. Mengingat, kedua orang tua NB adalah seorang yang Shalh, maka berbagai ritual agamapun dilaksanakan dengan baik. Pembacaan adzan dan iqomahpun direkam dengan peralatan elektronik yang mentereng sehingga dapat dilih

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa manfaat bersepeda disampaikan oleh Oja et al., (2011), diantaranya adalah : 1) Kegiatan mengayuh pada bersepeda menyebabkan tidak tertekannya lutut oleh karena

Penirisan dilakukan secara tradisional dengan menggukanan tempat traditional (nampan). Oleh karena itu, keripik tempe yang diproduksi tidak bisa sepenuhnya tiris

pembelajaran menulis, salah satunya dalam penelitian sebelumnya metode STAD digunakan dalam jurnal berjudul “Penerapan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada

Sehingga banyak remaja berpikir bahwa apa yang mereka pikirkan lebih baik dari pada apa yang dipikirkan orang dewasa, hal tersebut yang menjadi penyebab banyak remaja sering

Tanggung renteng tidak selamanya sesuai dengan tujuan kelompok dan LKM oleh karena itu dibuatlah kriteria supaya tanggung renteng berjalan secara efektif dengan

Hasil Uji Statistik dan uji F dapat dijelaskan bahwa etos kerja, budaya organisasi, dan beban kerja berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap kinerja

Guru mata pelajaran al-Qur‟an Ḥad ṡ mengemukakan bahwasanya metode yang beliau gunakan dalam pembelajaran al-Qur‟an Ḥad ṡ adalah metode ceramah, tanya jawab dan

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Induksi Kalus Akasia ( Acacia mangium ) Dengan