• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyidikan Tersangka Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Twitter Di Polresta Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyidikan Tersangka Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial Twitter Di Polresta Malang"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

I. BAB I PENDAHULUAN

Bab Pendahuluan ini menyajikan latar belakang permasalahan yang relevan dengan konteks pendidikan hukum, khususnya terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan implikasinya terhadap tindak pidana, khususnya pencemaran nama baik melalui media sosial Twitter. Latar belakang ini menjelaskan evolusi teknologi komunikasi dari telegraf hingga internet dan media sosial, menekankan bagaimana kemudahan akses internet dan media sosial seperti Twitter telah memunculkan modus operandi baru dalam kejahatan. Penulis memberikan beberapa contoh kasus pencemaran nama baik melalui Twitter, baik di Indonesia maupun internasional, untuk memperkuat argumennya dan menunjukkan relevansi penelitian ini dengan isu-isu terkini. Bagian ini juga merumuskan masalah penelitian yang terfokus pada tindakan penyidik dan kendala yang dihadapi dalam mengungkap kasus pencemaran nama baik melalui Twitter di Polresta Malang. Tujuan penelitian, manfaat penelitian (baik teoritis maupun praktis bagi masyarakat, pemerintah, akademisi, dan penyidik), dan kegunaan penelitian juga dijelaskan secara rinci, menunjukkan kegunaan praktis dan akademis dari penelitian ini.

1.1 Latar Belakang

Bagian latar belakang mengkaji perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menunjukkan bagaimana hal tersebut berdampak pada munculnya modus operandi baru dalam kejahatan. Penulis menghubungkan perkembangan ini dengan peningkatan akses internet dan popularitas media sosial, khususnya Twitter. Contoh kasus yang diberikan berfungsi sebagai ilustrasi yang memperkuat argumen, sekaligus menunjukkan urgensi penelitian terhadap upaya penegakan hukum dalam dunia digital. Penggunaan sitasi dari berbagai sumber, termasuk Wikipedia, menunjukkan usaha penulis dalam membangun landasan teoritis yang kuat dan relevan.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diajukan bersifat spesifik dan terarah, bertanya tentang tindakan penyidik Polresta Malang dalam mengumpulkan bukti dalam kasus pencemaran nama baik melalui Twitter dan kendala yang dihadapi. Rumusan masalah ini menunjukkan fokus penelitian yang jelas dan terukur, sekaligus mengarahkan pembaca pada inti permasalahan yang akan dikaji. Rumusan masalah yang baik merupakan landasan penting dalam penelitian ilmiah, membantu peneliti untuk tetap fokus pada tujuan penelitian dan menghindari penyimpangan.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang dirumuskan sejalan dengan rumusan masalah, menunjukkan keinginan penulis untuk memahami dan menganalisis tindakan penyidik dalam mencari dan mengumpulkan bukti serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Tujuan ini bersifat terukur dan dapat dievaluasi melalui hasil penelitian. Dengan tujuan yang jelas, penelitian dapat menghasilkan temuan yang bermakna dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum dan penegakan hukum di Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan manfaat penelitian secara rinci, baik manfaat teoritis (bagi pengembangan ilmu hukum) maupun praktis (bagi masyarakat, pemerintah, akademisi, dan penyidik). Manfaat teoritis menekankan kontribusi penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis menjelaskan implikasi temuan penelitian bagi praktik penegakan hukum dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan menjelaskan manfaat secara menyeluruh, penulis memperkuat signifikansi dan relevansi penelitian.

1.5 Kegunaan Penelitian

Bagian ini menjelaskan kegunaan praktis penelitian, fokus pada pemberian informasi yang lebih mendalam tentang tindakan penyidik dalam mencari bukti pencemaran nama baik melalui Twitter dan dorongan kepada pemerintah untuk meningkatkan teknologi dan sistem informasi kepolisian. Ini menunjukkan relevansi penelitian terhadap kebijakan publik dan peningkatan kualitas penegakan hukum di Indonesia. Penekanan pada aspek praktis memperkuat relevansi penelitian terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah.

1.6 Metode Penelitian

Penulis menggunakan metode pendekatan yuridis-empiris, menggabungkan analisis hukum dengan data empiris dari lapangan. Sumber data meliputi data primer (observasi di Polresta Malang), data sekunder (UU, KUHAP, peraturan kepolisian), dan data tersier (kamus hukum). Metode pengumpulan data mencakup studi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data bersifat deskriptif analitis, menggambarkan tindakan penyidik dan kendala yang dihadapi. Penjelasan metode penelitian yang rinci menjamin validitas dan reliabilitas temuan penelitian.

1.7 Sistematika Penulisan

Bagian ini menjelaskan secara singkat isi setiap bab, menunjukkan alur dan struktur penulisan skripsi. Penjelasan ini memudahkan pembaca memahami isi dan urutan pembahasan dalam skripsi. Struktur yang logis dan sistematis menunjang kejelasan dan koherensi penulisan.

II. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab Tinjauan Pustaka ini memberikan landasan teori yang komprehensif untuk menganalisis permasalahan penelitian. Bagian ini membahas teori-teori yang relevan dengan penyidikan, termasuk pengertian penyidikan, tugas dan wewenang penyidik, teknik penyidikan, pengertian tersangka dan hak-haknya, serta teori tentang tindak pidana dan pencemaran nama baik. Pembahasan juga meliputi media sosial, khususnya Twitter, sebagai konteks utama penelitian. Dengan landasan teori yang kuat, penelitian dapat memberikan analisis yang lebih dalam dan komprehensif.

III. BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini merupakan inti dari penelitian, menyajikan analisis data dan temuan penelitian. Penulis memaparkan hasil penelitian tentang tindakan penyidik Polresta Malang dalam mencari dan mengumpulkan bukti dalam perkara pencemaran nama baik melalui Twitter, menjelaskan langkah-langkah penyidikan yang dilakukan. Penulis juga membahas kendala yang dihadapi penyidik, seperti kesulitan melacak pelaku yang menggunakan fasilitas umum atau akun anonim. Analisis ini disajikan secara deskriptif analitis, memberikan gambaran lengkap dan interpretasi atas data yang diperoleh. Penggunaan gambar atau diagram dapat memperjelas alur penyidikan dan memperkuat presentasi data.

IV. BAB IV PENUTUP

Bab Penutup ini merangkum seluruh isi penelitian dan memberikan kesimpulan berdasarkan temuan yang diperoleh. Kesimpulan ini menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah diajukan. Penulis juga memberikan saran yang konstruktif, menawarkan solusi atau rekomendasi untuk mengatasi kendala yang dihadapi penyidik dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum dalam kasus pencemaran nama baik melalui media sosial. Saran dapat ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait, seperti kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

sebagai aparat penegak hukum dalam rangka pencegahan terhadap tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial elektronik di wilayah Klaten dengan melakukan

Perbuatan-perbuatan yang bersifat immoral menjunjung budaya timur, perbuatan yang mengandung pencemaran nama baik seperti menghina, memfitnah atau yang serupa dengan

Menganalisa tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial di kota samarinda tidak terlepas dari kebijakan hukum pidana yang digunakan di kepolisian

Dalam hal ini tidak dikemukakan apa isi dari penghinaan, melainkan bagaimana pernyataan yang bersangkutan itu dikeluarkan. Bentuk dan caranya yang merupakan

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, termasuk pencemaran nama baik,

Pencemaran nama baik melalui media sosial ataupun media elektronik lainnya merupakan perbuatan pencemaran nama baik yang telah diatur dalam KUHP Pasal 310 Ayat (1)

Adapun contoh dari kasus pencemaran nama baik yang dilakukan seseorang melalui media sosial adalah berupa tulisan dari seorang individu yang kemudian menyebarkan postingan tersebut di

Salah satu hambatan tersebut adalah kurangnya ahli bahasa, bahwa ketika penyidik menerima laporan mengenai adanya tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial tentu tidak