25
BAB III
SOLUSI BISNIS
3.1. Alternatif Solusi Bisnis
Pada proyek akhir ini telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa PT. Trimitra Sejati Pratama memiliki beberapa masalah yang bersumber dari internal perusahaan dan eksternal perusahaan yang mengakibatkan sampai saat ini kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama masih belum dapat memenuhi kepuasan dari setiap
stakeholder. Pemenuhan kepuasan dari setiap stakeholder menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar perusahaan dapat bertahan dan terus berkembang. Oleh karena itu, untuk memenuhi kepuasan dari setiap stakeholder dapat dituangkan dalam sistem manajemen kinerja.
Sistem manajemen kinerja merupakan suatu alat untuk mengukur kemajuan program atau aktivitas yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam rangka pemenuhan kepuasan dari setiap stakeholder. Sistem manajemen kinerja juga merupakan suatu pendekatan sistematik untuk memperbaiki kinerja perusahaan melalui proses yang berkelanjutan dan berjangka panjang yang meliputi kegiatan penetapan strategi, pengukuran kinerja, serta analisa dan pelaporan data kinerja untuk digunakan dalam perbaikan berkelanjutan (Mahmudi,2005).
Sampai saat ini telah banyak diperkenalkan kerangka sistem manajemen kinerja yang dapat digunakan oleh berbagai macam perusahaan. Beberapa yang sangat terkenal adalah Malcolm Baldridge National Quality Award (Department of Commerce, USA, 1987), The Balanced Scorecard (Kaplan & Norton, 1996) dan
Prism (Neely & Adam, 2002). Setiap kerangka manajemen kinerja mempunyai kelebihan dan kekurangan masing–masing. Pada projek akhir ini, alternatif kerangka sistem manajemen kinerja yang akan digunakan adalah sistem manajemen kinerja yang berbasis Integrated Performance Measurement System
26
3.1.1. Pembatasan Masalah
Untuk memperoleh pemecahan masalah yang tepat dan tidak melebar dari pembahasannya, pada proyek akhir ini ditetapkan pembatasan masalah sebagai berikut :
• Penelitian hanya difokuskan pada perancangan sistem manajemen kinerja saja. • Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh dari data–data yang disediakan oleh perusahaan didukung dengan wawancara langsung dengan pihak manajemen. Sedangkan data sekunder dapat diperoleh melalui internet dan literatur–literatur lainnya yang masih berhubungan dengan proyek akhir ini.
• Memberi masukan/usulan strategi dalam pencapaian target untuk peningkatan kinerja berdasarkan sistem manajemen kinerja yang dirancang
3.1.2. Metodologi Pemecahan Masalah
Metodologi yang digunakan dalam pemecahan masalah pada proyek akhir ini adalah dengan menggunakan perancangan system manajemen kinerja IPMS (Integrated Performance Measurement System), dimana metodologi perancangan sistem manajemen kinerja tersebut dikemukakan oleh Dermawan Wibisono Ph.D dalam bukunya “Manajemen Kinerja : Konsep, Desain dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan“ (Tahun 2006:25). (IPMS). Langkah–langkah yang dilakukan dalam penelitian ini digambarkan sebagai berikut :
27 Gambar 3.1 Tahap Pelaksanaan Proyek Akhir
3.1.3. Sistem Manajemen Kinerja IPMS
Konsep IPMS lebih sederhana daripada konsep–konsep sistem manajemen kinerja lainnya. Konsep IPMS hanya meliputi tiga aspek pengukuran, yaitu keluaran organisasi, proses internal dan kemampuan sumber. IPMS mampu
Pengumpulan dan Pengolahan Data
Data Primer diperoleh dari interview dengan salah satu pemilik perusahaan dan beberapa staf PT.Trimitra Sejati Pratama dan laporan perusahaan.
Data sekunder diperoleh dari internet dan literature lainnya
Analisis Lingkungan Makro
Analisis lingkungan makro meliputi analisis lingkunganpolitik dan regulasi,analisis lingkungan ekonomi makro,analisis sosial dan analisis teknologi sehingga diketahui situasi bisnis yang
terjadi yang mempengaruhi perusahaan
Analisis SWOT
Analisis SWOT diperoleh dari hasil diskusi dengan salah satu pemilik perusahaan untuk mengetahui aspek internal dan eksternal
perusahaan
Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
Metodologi perancangan sistem manajemen kinerja dengan konsep IPMS dari Dermawan Wibisono (2006)
Rekomendasi
Usulan strategi dalam rangka peningkatan kinerja berdasarkan system manajemen kinerja yang dirancang
Identifikasi Masalah
Kinerja PT.Trimitra Sejati Pratama yang masih belum memenuhi kepuasan seluruh stakeholder yang disebabkan oleh beberapa dalam bidang manajemen,operasional dan
keuangan
Tujuan Penelitian
Merancang Sistem Manajemen Kinerja pada PT. Trimitra Sejati Pratama dengan pengukuran variable yang tepat sehingga diharapkan kinerja PT.Trimitra Sejati Pratama dapat memuaskan
stakeholdersnya
Studi Pustaka
Literatur/referensi: Konsep Integrated Performance Measurement System dari Dermawan Wibisono 2006
28
menterjemahkan visi perusahaan menjadi strategi yang dijadikan objektif bagi setiap divisi pada level operasional, sehingga pihak manajemen dapat memonitor dan mengontrol apakah strategi yang selama ini diterapkan sudah mampu mencapai visi perusahaan. Dampak yang ditimbulkan adalah perusahaan dapat bersaing dan terus bertahan. Konsep IPMS dapat diterapkan di berbagai model industri manufaktur maupun jasa baik milik pemerintah maupun swasta.
Adapun tahapan Perancangan Sistem Manajemen Kinerja dengan konsep IPMS oleh Dermawan Wibisono Ph.D (2006) adalah seperti gambar di bawah ini :
Gambar 3.2 Tahap Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
Telah disebutkan dalam pembatasan masalah bahwa dalam Proyek Akhir ini hanya difokuskan pada tahap perancangan saja.
3.2. Analisa Solusi Bisnis
Dalam menyusun suatu kerangka sistem manajemen kinerja, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar kerangka yang dirancang dapat memenuhi kepuasan dari setiap stakeholders. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah perusahaan harus mengetahui keinginan dan kebutuhan dari setiap
stakeholders kemudian dicocokan dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan sehingga tidak terjadi pertentangan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah ukuran kinerja harus sesuai dengan strategi, proses dan kemampuan dari perusahaan untuk
29 memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Dengan kata lain pengukuran kinerja harus dilakukan pada variabel yang tepat.
Dalam sistem manajemen kinerja yang berbasis Integrated Performance Measurement System membagi variabel kinerja dalam tiga perspektif, yaitu keluaran organisasi, proses internal dan kemampuan sumber daya. Ketiga perspektif ini merupakan model pendekatan yang cocok diterapkan di Indonesia karena berdasarkan pengalaman penerapan di beberapa perusahaan di Indonesia, rancangan ini memiliki aspek kepraktisan dan nilai tambah.
Ketiga perspektif dan aspeknya dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3.1 Perspektif Sistem Manajemen Kinerja
Perspektif Aspek
Keluaran Organisasi Finansial Non Finansial Proses Internal
Inovasi Proses Operasi Pemasaran
Pelayanan purna jual Kemampuan Sumber
Daya
Sumber Daya Insani Sumber Daya Teknologi Sumber Daya Organisasi
Pengukuran kinerja sangat penting bagi perusahaan karena perusahaan dapat mengetahui apa yang telah dicapai selama ini secara terukur. Dalam melakukan pengukuran kinerja dapat diketahui pula hal apa yang perlu diperhatikan secara khusus sehingga memudahkan dalam pengolahannya. Dapat dikatakan bahwa pengukuran kinerja merupakan alat untuk mengkaji ulang manajemen stratejik yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen (Wibisono,2006).
PT. Trimitra Sejati Pratama merupakan salah satu perusahaan swasta penyedia alat-alat perminyakan di Indonesia. Sebagai perusahaan swasta, PT. Trimitra Sejati Pratama lebih berorientasi pada perolehan profit. Tetapi untuk mencapai profit yang diinginkan PT. Trimitra Sejati Pratama tidak hanya melihat aspek keuangan saja melainkan juga harus memperhatikan aspek-aspek kinerja lainnya, seperti aspek non finansial, inovasi, proses operasi, sumber daya insani, sumber daya teknologi dan sumber daya organisasi.
30
3.2.1. Variabel Kinerja Aspek Finansial
Pengukuran kinerja keuangan merupakan salah satu aspek yang penting. PT. Trimitra Sejati Pratama sebagai perusahaan swasta sangat memperhatikan kondisi keuangan perusahaannya. Aspek keuangan perusahaan penting untuk kelangsungan perusahaan dalam menjalankan proses bisnisnya. Kondisi keuangan perusahaan dapat diketahui melalui analisis laporan keuangan, yaitu neraca dan laporan rugi laba. Neraca keuangan memberikan informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu, biasanya pada akhir tahun anggaran. Sedangkan laporan rugi/laba memberikan informasi mengenai hasil kegiatan operasional perusahaan pada periode tertentu.
Kinerja keuangan dapat diketahui dengan mengukur variabel yang berupa rasio keuangan. Analisis rasio keuangan dapat mengevaluasi situasi saat ini dan memprediksi kondisi keuangan di masa mendatang (Rangkuti, 2006). Rasio yang diukur pada PT. Trimitra Sejati Pratama adalah rasio keuntungan, rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio solvabilitas. Tujuan dari pengukuran rasio–rasio tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.2 Tujuan Pengukuran Rasio Keuangan
Jenis Rasio Tujuan Contoh
Rasio Keuntungan (Profitability Ratio)
Mengukur efektivitas keseluruhan manajemen yang dapat dilihat dari keuntungan yang dihasilkan
ROA, ROE, ROI, Profit margin on sales
Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek
Current Ratio, Quick Ratio, Inventory to working capital Rasio Aktivitas
(Activity Ratio)
Mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber dana perusahaan
Inventory turnover, Collection period, Fixed asset turnover Rasio
Solvabilitas (Solvability Ratio)
Mengukur kemampuan perusahaan memanfaatkan struktur kapital terutama pinjaman, dan kemampuan membayar bunga dan cicilan.
Debt ratio, Debt equity ratio, Time interest earned
Dalam rancangan sistem manajemen kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama variable kinerja keuangan, tolak ukur dan standar yang ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
31 Tabel 3.3 Variabel Kinerja Aspek Finansial
PERSPEKTIF ASPEK TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
KELUARAN FINANSIAL F1: Peningkatan keuntungan Profitability Profit Margin Net Income 0.2 Laporan rugi/laba Per tahun -0.006 -0.02 0.15 ♦
ORGANISASI Ratio on sales Sales
ROE
Net Income N/A Neraca & Laporan rugi/laba
Per tahun -0.39 -0.015 N/A ♦
Total Equity ROI EBIT N/A Neraca & Laporan rugi/laba
Per tahun 0.42 -0.01 N/A ×
Total Investment
Working Ratio
Operating Expense 0.5 Laporan
rugi/laba Per tahun
-1.09 -74.01 0.7 × Operating Revenue F2: Efisiensi penggunaan dana Activity Assets Turnover Sales 0.5 Neraca & Laporan rugi/laba Per tahun 63.79 0.97 0.5 ×
Ratio Total Assets
Collection Periode Account Receivable 30 Neraca & Laporan rugi/laba Per tahun 45 45 30 ♦ (Sales/365) after delivery
32
Tabel 3.3 Variabel Kinerja Aspek Finansial (Lanjutan)
PERSPEKTIF ASPEK TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
F3: Peningkatan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek Liquidity Quick Ratio Current Assets - inventory 2 Neraca Per tahun 0.98 159.4 N/A ♦
Ratio Current Liabilities
F4: Efektivitas pemanfaatan modal pinjaman Solvability Debt Ratio
Total Debt 0.5 Neraca Per tahun 0.77 2.24 N/A ♦
Ratio Total Assets
Time Interest Earned
EBIT - Depreciation 2 Neraca & Per tahun N/A N/A N/A N/A
Interest laporan rugi/laba Debt Equity Ratio
Long-term Debt 0.5 Neraca Per tahun 0.79 1.81 N/A ♦
33
3.2.2. Variabel Kinerja Aspek Non Finansial
Sama dengan variabel finansial, pengelolaan variabel non finansial ditujukan untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Akan tetapi sering kali terjadi perbedaan dalam kebutuhan dari setiap stakeholder sehingga membuat perusahaan melakukan
trade-off dalam memenuhi kebutuhan setiap stakeholder seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 3.3 Bagan stakeholder yang memegang peranan penting
Kepuasan pelanggan terhadap layanan PT.Trimitra Sejati Pratama dapat diukur dengan menggunakan survey kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan survey tersebut PT. Trimitra Sejati Pratama dapat mengetahui apa yang diinginkan oleh para pelanggannya. Sebagai perusahaan penyedia alat-alat perminyakan PT. Trimitra Sejati Pratama tidak hanya terfokus pada pelanggan yang selama ini telah menggunakan jasanya melainkan juga kepada pelanggan-pelanggan yang masih belum bisa dijangkau oleh pihak PT. Trimitra Sejati Pratama. Oleh karena itu, PT. Trimitra Sejati Pratama harus berfokus dengan kepuasan pelanggan melalui penyediaan barang yang sesuai dengan requirement dari pelanggan, peralatan yang berteknologi tinggi, mempunyai safety factor yang tinggi, ramah terhadap
34
lingkungan sekitar dan harga yang kompetitif. Sedangkan bagi pelanggan– pelanggan yang belum terjangkau PT. Trimitra Sejati Pratama harus lebih sering melakukan site visit kepada perusahaan–perusahaan tersebut.
Kelompok stakeholder lain yang harus diperhatikan adalah pegawai. Pemenuhan kepuasan pegawai dapat diketahui melalui survey kepuasan pegawai. Dari survey ini dapat diketahui apa yang menjadi kebutuhan pegawai. Pengukuran variabel ini juga penting untuk mengetahui apakah kompensasi yang diberikan perusahaan selama ini seperti gaji, bonus dan kesejahteraan telah memenuhi kepuasan karyawannya. Dengan memenuhi kepuasan pegawai diharapkan dapat meningkatkan motivasi pegawai untuk memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan. Selain itu dapat menarik pegawai yang kompeten dan berkualitas untuk bergabung. Sedangkan pegawai yang sudah bergabung dan memiliki kompetensi, kualitas, karakter dan memberikan hasil yang baik bagi perusahaan dapat dipertahankan.
Untuk kelompok pemerintah variabel yang dapat diukur adalah aspek hukum dan aturan. Adanya aturan pemerintah melalui BP Migas yang ditetapkan dalam Pedoman Tata Kerja BP Migas No. 007/PTK/VI/2004 mengenai petunjuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) BP Migas.
Kelompok lain yang terkait dengan PT. Trimitra Sejati Pratama adalah mitra kerja. Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT. Trimitra Sejati Pratama memiliki mitra kerja untuk mendukung opersional pelayanan kepada pelanggan. Hubungan ini dilakukan agar PT. Trimitra Sejati Pratama dapat fokus pada bisnis intinya, yaitu penyedia alat-alat perminyakan. Mitra kerja yang terlibat dalam mendukung operasional PT. Trimitra Sejati Pratama dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.4 Mitra Kerja PT. Trimitra Sejati Pratama
Bidang Kerja Mitra Kerja
Penerimaan Pembayaran Bank Bukopin
Bank BNI
Bank BTN Syariah
Pendanaan Perusahaan Bank BTN Syariah
Principal Arena International Pte.Ltd
A&M Industrial
Allendorph Specialties, Inc
35
Arvine Pipe & Supply Co
Budi Arta Sakti, PT
BOPC Inc
BGPS, Inc
Bulldog Specialties, Ltd
BOP Products, LLC
Brannco Oilfield Products
Carter Tool Co.Inc
CPV Industrial Supply PTE, Ltd
Challenger Equipment & Tools Supply
D.K. Jones Limited Piping Products
D&D Tongs
Demay Internasional
Double Life Corporation
Ener-tex Internasional
indrill Supply of Texas
King Valve Inc
LK Oilfield Products,Inc
Melco
Mallard Oilfield Equipment, Inc
MCM Oil Tools
Oilfield Bearing Industries
O'drill, Inc
Petroleum Elastomers, Inc
S&K Supply
Soon Supply Internasional PTE,Ltd
Stuckey's Speciality Tools
T3 Energy Services
Texas Internasional Oilfield
Transerve Cabins PTE,Ltd
Transmark Fcx PTE.Ltd
Triomandiri Lestarijaya, PT
Tuff Parts
UD.Multi Sarana Tehnik
Valveworks USA
Vetcogray Controls PTE.Ltd
West Coast B.O.P product, Inc
Winches, Inc
Secara lengkap variabel kinerja non finansial yang diukur dapat dilihat pada tabel berikut ini :
36
Tabel 3.5 Variabel Kinerja Aspek Non Finansial
PERSPEkTIF ASPEK TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR
FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
KELUARAN NON N1: Peningkatan pelayanan customer Tingkat kepuasan Indeks kepuasan customer
Quality Assurance (memenuhi standar teknis)
Puas
Sales &
Marketing Per tahun
N/A N/A N/A N/A
ORGANISASI FINANSIAL customer (CSI 65.1%
- 80%) Cakupan layanan % cakupan layanan Jml pelanggan terlayani X 100% 75% Sales &
Marketing Per tahun
30% 45% 75% ♦ Jml total customer N2: Peningkatan kepuasan karyawan Tingkat kepuasan karyawan Indeks kepuasan karyawan
Survei kepuasan karyawan Puas HRD Per tahun N/A N/A N/A (ESI 65.1% - 80%) N/A N3: Peningkatan kepuasan pemerintah Aspek hukum dan aturan Penerapan Local Content
Dilakukan penerapan Local Content
Local content
30%
Pengawas
(BP Migas) Per tahun Ada Ada Ada √
N4: Peningkatan kepuasan bank Tingkat kepuasan bank Indeks kepuasan Bank
Pengembalian pinjaman tepat
waktu & bagi hasil N/A Keuangan Per tahun N/A N/A N/A N/A
N5:
Peningkatan
kemitraan mitra kerja
jumlah mitra kerja
jumlah mitra kerja
N/A
Manajemen Per tahun
N/A N/A N/A N/A
N6: Peningkatan kepuasan principal Tingkat kepuasan principal Indeks kepuasan principal
survey kepuasan principal
Puas
Sales, Marketing,
Finance
Per tahun
N/A N/A N/A N/A
37
3.2.3. Variabel Kinerja Aspek Inovasi
Aspek Inovasi merupakan bagian dari perspektif proses internal. Aspek inovasi merupakan salah satu hal yang penting untuk diukur dalam kinerja perusahaan. Efektivitas, efisiensi dan kecepatan dalam melakukan inovasi pada suatu perusahaan dapat menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan dengan kemahiran operasi sehari-hari (Kaplan&Norton, 1996). Aspek inovasi yang diukur pada PT. Trimitra Sejati Pratama antara lain pengembangan principal baru, pengembangan peralatan yang ditawarkan dan pengembangan pasar yang baru. Dengan mengukur variabel inovasi tersebut, maka PT. Trimitra Sejati Pratama dapat meningkatkan proses pelayanan dengan menyediakan alat-alat perminyakan yang sesuai dengan requirement dari pelanggan sehingga dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan secara tidak langsung akan memperbaiki kinerja keuangan.
Pada PT. Trimitra Sejati Pratama inovasi yang telah dilakukan adalah inovasi dalam hal pengembangan principal baru, pengembangan freight forwarder baru dan pengembangan peralatan perminyakan yang ditawarkan. Pengembangan
principal baru dilakukan dengan melakukan site visit dan seminar baik yang diadakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan harapan dari site visit dan mengikuti seminar tersebut PT. Trimitra Sejati Pratama dapat memperoleh
principal baru untuk bekerja sama dalam menyediakan alat-alat perminyakan yang sesuai dengan requirement dari pelanggan. Sedangkan inovasi dalam hal pengembangan produk secara otomatis dapat diperoleh dari pengembangan
principal baru. Dengan dukungan principal-principal yang baru dan produk baru yang lebih kompetitif dan sesuai dengan requirement pelanggan diharapkan pula PT. Trimitra Sejati Pratama dapat memperluas marketnya dengan memasuki segmen yang baru yaitu Engineering Procurement and Construction (EPC). Dengan inovasi tersebut maka dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan juga memberikan kepuasan kepada pelanggan. Secara ringkas variabel inovasi yang diukur pada PT. Trimitra Sejati Pratama dapat dilihat pada tabel berikut :
38
Tabel 3.6 Variabel Kinerja Aspek Inovasi
PERSPEKTIF ASPEK TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
PROSES INOVASI V1: Pengembangan Inovasi Produk Jml produk baru yang dikeluarkan Jml produk baru yang dikeluarkan Ada Sales & Marketing
Per tahun Ada Ada Ada √
Inovasi yang INTERNAL Mendukung proses bisnis Pengembangan principal baru Jml penambahan principal baru Jml penambahan principal baru Ada Sales & Marketing
Per tahun Ada Ada Ada √
Pengembangan Freight Forwarder Jml penambahan freight forwarder baru Jml penambahan freight forwarder baru Ada Sales & Marketing
Per tahun Ada Ada Ada √
39
3.2.4. Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi
Aspek kedua yang diukur pada proses internal adalah proses operasi. Proses operasi didefinisikan sebagai proses konversi material, energi dan informasi menjadi produk atau layanan dalam skala tertentu guna memenuhi kebutuhan pelanggan (Basu dan Wright,1997). Proses operasi yang dilakukan oleh PT. Trimitra Sejati Pratama merupakan hal yang krusial dalam strategi organisasi. Salah satu penyebab utama rendahnya kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama adalah proses operasi yang dilakukan masih belum memenuhi ekspektasi dari stakeholders
khususnya pelanggan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran kinerja atas aspek proses operasi sehingga dapat diketahui hasil yang sudah dicapai dan yang masih belum tercapai. Sehingga dengan adanya perbaikan proses operasi dapat membangun keunggulan PT. Trimitra Sejati Pratama secara berkelanjutan.
Dalam menentukan variabel kinerja pada PT. Trimitra Sejati Pratama perlu adanya identifikasi yang menyebabkan PT. Trimitra Sejati Pratama masih sering menawarkan produk yang belum sesuai dengan requirement yang diinginkan pelanggan. Sampai saat ini kinerja proses operasi PT. Trimitra Sejati Pratama dalam penyediaan produk masih kurang oleh karena itu perlu diadakan perbaikan proses operasi dalam hal pemenuhan kualitas produk ketersediaan akan produk yang ditawarkan. Variabel-variabel kinerja yang diukur dapat dilihat pada tabel berikut :
40
Tabel 3.7 Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi
TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR
FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
P1: kualitas barang Kualitas barang yang ditawarkan Kualitas barang yang sampai ke setiap pelanggan harus memenuhi requirementnya
Standar tiap tipe
Sesuai dengan requirement pelanggan principal & customer Per tahun Kualitas barang memenuhi standar&sesuai dengan requirement pelanggan Kualitas barang memenuhi standar&sesuai dengan requirement pelanggan Kualitas barang memenuhi standar&sesuai dengan requirement pelanggan ♦ yang ditawarkan P2: Peningkatan jmlh Produktivitas tenaga penjual Pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan avarage sales turnover per employee
20.000us$/sales sales & marketing
Per tahun 16.000us$/sales 22.000us$/sales 35.000us$/sales ♦
penjualan
41 Tabel 3.7 Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi (Lanjutan)
TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR
FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
P3: Peningkatan layanan bank Ketepatan waktu payment ke principal Waktu payment ke principal
Term of payment principal
Wire transfer with order
Finance Per tahun N/A N/A N/A N/A
P4: Peningkatan kehandalan Jml enquiry yang menjadi quotation % enquiry yang menjadi quotation
Jml enquiry yg menjadi quatation
X100% 50% Managerial Per tahun 35% 45% 60%
♦
pelayanan Jml total enquiry
Jml quotation yang menjadi PO % quotation yang menjadi PO
Jml quotation yang menjadi PO X100%
40% Managerial Per tahun 20% 25% 50% ♦
42
Tabel 3.7 Variabel Kinerja Aspek Proses Operasi (Lanjutan)
TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR
FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
Kecepatan
layanan
Waktu pengiriman
Waktu yang diperlukan untuk
Depend on client
Sales & marketing
Per tahun N/A N/A
Depend on client
N/A
pengiriman
barang
Barang pengiriman barang
Kemudahan
layanan
Sistem
Pembayaran Sistem Pembayaran Telegraphic Transfer
Sales &
marketing Per tahun Ada Ada Ada √
pembayaran
invoice
Invoice
P5: Penurunan biaya operasi
Biaya operasi Biaya
operasi/ PO Jml biaya operasi
N/A Sales &
marketing Per tahun
N/A N/A N/A N/A
(unit cost) Jml PO P6: Pengembangan kapabilitas principal Kualifikasi principal % principal yang Jml pemasok memenuhi kualifikasi X100% 80% Sales &
marketing Per tahun 15% 30% 80% ♦
memenuhi kualifikasi Jml total supplier P7: Peningkatan kapabilitas freight forwarder Kualifikasi freight forwarder % freight forwarder yang Jml freight forwarder yg menjadi vendor yg memenuhi
kualifikasi X 100% 80% Sales & marketing Per tahun 15% 30% 80% ♦ memenuhi kualifikasi
Jml total freight forwarder
43
3.2.5. Variabel Kinerja Aspek Insani
Aspek insani merupakan bagian dari perspektif kemampuan sumber daya. Sumber Daya Manusia merupakan intangible asset yang penting bagi perusahaan. Ada pemahaman yang menyebutkan bahwa intangible asset akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan sebesar 75% sedangkan tangible asset hanya mampu mempresentasikan kurang dari 25% (Wibisono, 2006). Sumber daya insani merupakan sumber daya yang menjadi tulang punggung dari seluruh sistem yang dirancang, metode yang diterapkan dan teknologi yang digunakan. Oleh karena itu pengukuran terhadap variabel ini sangatlah penting dalam rangka pengembangan sumber daya insani untuk mencapai kesuksesan perusahaan. Pada rancangan sistem manajemen kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama ini variabel yang akan diukur meliputi kualifikasi pegawai, kualitas pegawai dan produktivitas pegawai. Pengukuran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
44
Tabel 3.8 Variabel Kinerja Aspek Insani
TUJUAN VARIABEL TOLOK UKUR FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
S1: Kualifikasi
karyawan
yang tinggi Tingkat pendidikan
% Komposisi pegawai yang sesuai dengan kompetensi yang
dibutuhkan
% Komposisi pegawai yang
sesuai N/A HRD
Per tahun
N/A N/A N/A N/A
karyawan dengan kompetensi yang
dibutuhkan S2: Peningkatan kualitas karyawan Training&seminar karyawan % Jml training&seminar yg sesuai dengan kebutuhan pegawai & perusahaan Jml training&seminar yg sesuai dengan kebutuhan
X100% N/A HRD
Per tahun
N/A N/A N/A N/A
Jml total training&seminar yg diadakan
site visit Jml site visit Jml site visit/tahun N/A HRD Per tahun N/A N/A N/A N/A
S3: Peningkatan produktivitas
karyawan Tingkat keselamatan
Jml kecelakaan kerja
Jml kecelakaan kerja / tahun 0 HSE
Per tahun
N/A N/A N/A
N/A
45
3.2.6. Variabel Kinerja Aspek Teknologi
Perkembangan tekonologi yang sangat pesat sangat berpengaruh terhadap perusahaan. Sumber daya teknologi yang dimiliki perusahaan akan mempengaruhi proses operasi dan hasil yang diharapkan para stakeholders. Selain itu usia dan kondisi dari sumber teknologi yang dimiliki perusahaan juga akan mempengaruhi efisiensi dan efektifitas dalam hal penyediaan produk dan layanan. Oleh karena itu pengukuran variabel sumber daya teknologi juga merupakan aspek yang penting dalam rancangan sistem manajemen kinerja dalam rangka perbaikan kinerja perusahaan dan pencapaian objektif perusahaan.
Sumber daya teknologi yang telah digunakan oleh PT. Trimitra Sejati Pratama dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.9 Sumber Daya Teknologi Yang Digunakan PT. Trimitra Sejati Pratama
Bidang Sarana dan Sistem Teknologi
Pengolahan Data Sistem pengolahan data Komputerisasi Hubungan Pelanggan Sistem pembayaran
On line system (Telegrphic transfer)
Pencarian pelanggan dan
principal On line system
Variabel kinerja sumber daya teknologi pada PT. Trimitra Sejati Pratama yang akan diukur dapat dilihat pada tabel berikut :
46
Tabel 3.10 Variabel Kinerja Aspek Teknologi
ASPEK TUJUAN VARIABEL TOLOK
UKUR FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
TEKNOLOGI
T1: Efektivitas penggunaan
teknologi
Technical data Technical requirement customer Technical requirement customer requirement customer Principal&customer
Per tahun Ada Ada Ada √
Umur spare part Rata-rata
umur spare part
Umur spare part > 2 th Customer
Per tahun
N/A N/A < 5 th N/A
Umur Main equipment Rata-rata umur main equipment Umur main equipment >20 th Customer Per tahun
N/A N/A N/A N/A
T2: Pengembangan sistem IT yg terintegrasi Teknologi Penggunaan teknologi informasi Sistem pembayaran dan pencarian pelanggan&principal Sistem pembayaran melalui Telegraphic transfer dan melalui website Keuangan & principal
Per tahun Ada Ada Ada √
informasi
47
3.2.7. Variabel Kinerja Aspek Organisasi
Selain sumber daya insani dan teknologi, aspek lain yang perlu diperhatikan adalah sumber daya organisasi. Sumber daya organisasi penting bagi perusahaan karena memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan intangible asset agar dapat dipergunakan sama baiknya dengan tangible asset, dimana pada akhirnya kedua asset tersebut dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi.
Proses pembangunan sumber daya organisasi harus memperhitungkan komponen modal organisasi. Menurut Wibisono (2006) terdapat empat komponen modal organisasi yang terdiri dari budaya (culture), kepemimpinan (leadership), keselarasan (alignment), kerja sama tim (teamwork) dan membagi ilmu pengetahuan (knowledge sharring). Variabel-variabel pada sumber daya organisasi dapat dilihat pada tabel berikut :
48
Tabel 3.11 Variabel Kinerja Aspek Organisasi
PERSPEKTIF ASPEK TUJUAN VARIABEL TOLAK
UKUR FORMULASI STANDAR SUMBER PERIODE 2005 2006 TARGET STATUS
KEMAMPUAN ORGANISASI O1: Pengembangan budaya untuk perbaikan berkelanjutan Mission & Vision awareness % Jml pegawai yg memahami visi & misi perusahaan
Jml pegawai yg memahami visi
& misi X100% N/A Manajemen Per tahun N/A N/A N/A N/A SUMBER DAYA Jml total karyawan O2: Pengembangan kompetensi kepemimpinan Efektivitas kepemimpinan Indeks efektivitas kepemimpinan Survei efektivitas
kepemimpinan N/A Manajemen Per tahun N/A N/A N/A N/A
O3: Pengembangan organisasi yang tersusun rapih Kelengkapan dokumen kerja Ketersedian SOP di setiap unit kerja perusahaan Ketersedian SOP di setiap unit kerja perusahaan Ada dilaksanakan
Manajemen Per tahun Ada Ada Ada dilaksanakan
√
49
3.2.8. Keterkaitan Antar Variabel Kinerja
Dalam struktur organisasi perusahaan pada umumnya terdapat empat level yang berkaitan dengan manajemen kinerja, yaitu level korporat (corporate level), unit bisnis perusahaan (business level unit), manajemen operasi (operation management) dan operasi sehari-hari (shopflor level). Untuk saling mendukung dalam membangun kemajuan perusahaan maka tiap level perlu adanya keterkaitan antar variabel kinerja.
Dengan memiliki keterkaitan data variabel kinerja, maka proses perbaikan variabel kinerja yang belum mencapai standar menjadi lebih mudah. Keterkaitan variabel kinerja sangatlah penting dalam suatu manajemen kinerja.
Keterkaitan antar variabel kinerja pada sistem manajemen kinerja PT. Trimitra Sejati Pratama secara lengkap dapat dilihat pada tabel berikut :
50
Gambar 3.4 Keterkaitan Antar Variabel Kinerja
Terpenuhinya kebutuhan pelanggan akan peralatan perminyakan melalui pemenuhan requirement pelanggan
Keterkaitan Antar Variabel
P ro s e s i n te rn a l K e m a m p u a n S u m b e r D a y a K e lu a ra n O rg a n is a s i Kualifikasi karyawan yg tinggi Peningkatan kualitas karyawan Pengembangan efektivitas kepemimpinan Peningkatan produktivitas karyawan Pengembangan budaya utk perbaikan berkelanjutan Pengembangan organisasi tersusun rapi Efektivitas Penggunaan Teknologi Pengembangan IT terintegrasi Penurunan biaya operasional Peningkatan kehandalan pelayanan Peningkatan kemitraan Peningkatan kepuasan karyawan Peningkatan kepuasan pemerintah Peningkatan pelayanan pelanggan Peningkatan kepuasan principal Peningkatan keuntungan Peningkatan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek Efisiensi penggunaan dana Efektivitas pemanfaatan modal pinjaman Peningkatan kapabilitas freight forwarder Peningkatan kualitas barang Peningkatan kapabilitas principal Peningkatan jumlah penjualan Peningkatan layanan bank Pengembangan inovasi Peningkatan kepuasan bank