• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hidup Selibat Pada Komunitas Calon Biarawan (Studi kasus: Komunitas Calon Biarawan di Biara ST. Fransiskus Asisi Seminari Tinggi Filsafat Teologi ST. Yohanes Kab. Simalungun Pematang Siantar)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Hidup Selibat Pada Komunitas Calon Biarawan (Studi kasus: Komunitas Calon Biarawan di Biara ST. Fransiskus Asisi Seminari Tinggi Filsafat Teologi ST. Yohanes Kab. Simalungun Pematang Siantar)"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Lena Mariana Br Haloho
  • Pengajar:
    • Drs. Muba Simanihuruk, M. Si
    • Dr. Badaruddin, M. Si
    • Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Sosiologi
  • Topik: Hidup Selibat Pada Komunitas Calon Biarawan
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian tentang hidup selibat di kalangan calon biarawan di Seminari Tinggi ST. Yohanes. Penulis mengemukakan pentingnya pemahaman diri dalam konteks spiritual dan sosial, serta bagaimana selibat sebagai pilihan hidup mempengaruhi interaksi individu dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang motivasi dan tantangan yang dihadapi oleh para calon biarawan dalam menjalani hidup selibat, serta bagaimana mereka mengatasi konflik yang muncul dalam komunitas mereka.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang membahas kebutuhan manusia untuk memahami diri dan bagaimana hal ini berhubungan dengan panggilan hidup sebagai biarawan. Penulis merujuk pada pandangan Driyakara dan Thomas Merton mengenai pentingnya pengenalan diri untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Fokus utama adalah pada kewajiban hidup selibat yang ditetapkan oleh Gereja Katolik sebagai syarat bagi calon imam.

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah mencakup dua pertanyaan utama: faktor-faktor apa yang mempengaruhi calon biarawan dalam menjalani hidup selibat dan jenis konflik apa yang mereka hadapi. Ini bertujuan untuk memberikan kerangka penelitian yang jelas dan terfokus pada isu-isu yang relevan dalam konteks hidup selibat.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan calon biarawan untuk menjalani hidup selibat serta untuk memahami konflik yang mereka alami. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika kehidupan komunitas biarawan.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori: teoritis, praktis, dan bagi penulis. Secara teoritis, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi kajian ilmiah yang berguna bagi calon biarawan dan masyarakat luas. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian serupa di masa depan. Bagi penulis, penelitian ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademis.

1.5 Definisi Konsep

Bagian ini menjelaskan beberapa konsep kunci yang digunakan dalam penelitian, termasuk selibat, komunitas, biarawan, dan konflik. Definisi ini penting untuk memastikan pemahaman yang konsisten sepanjang penelitian dan untuk memberikan konteks yang jelas bagi pembaca.

II. KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka ini menyajikan literatur yang relevan terkait dengan respon agama terhadap globalisasi, definisi agama menurut sosiologi, serta tipe-tipe keagamaan. Ini bertujuan untuk memberikan landasan teori yang kuat bagi penelitian mengenai hidup selibat dan tantangan yang dihadapi oleh para calon biarawan.

2.1 Respon Agama Terhadap Globalisasi

Bagian ini membahas bagaimana globalisasi mempengaruhi kehidupan beragama dan kesadaran umat terhadap pluralitas agama. Penulis menekankan pentingnya refleksi kritis terhadap asumsi yang ada dan bagaimana globalisasi dapat menjadi tantangan bagi identitas keagamaan.

2.2 Definisi Agama Menurut Sosiologi

Definisi agama dalam konteks sosiologi dijelaskan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana agama berfungsi dalam masyarakat. Ini membantu dalam memahami peran agama dalam kehidupan para calon biarawan dan komunitas mereka.

2.3 Tipe-Tipe Keagamaan dan Fungsi Agama

Berbagai tipe keagamaan dan fungsi agama dalam masyarakat diuraikan untuk menunjukkan kompleksitas hubungan antara agama dan kehidupan sosial. Ini memberikan konteks tambahan untuk memahami motivasi dan tantangan yang dihadapi oleh calon biarawan.

2.4 Dasar dan Pedoman Hidup Selibat

Bagian ini membahas dasar-dasar teologis dan hukum yang mendasari kehidupan selibat dalam Gereja Katolik. Penjelasan ini penting untuk memahami mengapa hidup selibat dianggap sebagai panggilan suci dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankannya.

2.5 Konflik Dalam Hidup Membiara

Konflik yang dihadapi oleh calon biarawan dalam komunitas mereka dijelaskan, termasuk penyebab dan dampaknya. Penulis menyoroti pentingnya memahami dinamika konflik untuk menjaga keutuhan hidup selibat dan keharmonisan dalam komunitas.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam penelitian, termasuk jenis penelitian, lokasi, dan teknik pengumpulan data. Ini memberikan gambaran tentang bagaimana penelitian dilakukan dan validitas hasil yang diperoleh.

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman dan pandangan para calon biarawan dalam menjalani hidup selibat.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian di Seminari Tinggi ST. Yohanes dipilih karena relevansinya dengan topik penelitian. Penulis menjelaskan konteks geografis dan sosial dari lokasi penelitian untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang subjek yang diteliti.

3.3 Unit Analisa dan Informan

Unit analisa dalam penelitian ini adalah para calon biarawan di Seminari Tinggi ST. Yohanes. Penulis menjelaskan kriteria pemilihan informan dan bagaimana mereka berkontribusi pada hasil penelitian.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Penulis menjelaskan bagaimana setiap teknik digunakan untuk memperoleh data yang relevan dan valid.

3.5 Interpretasi dan Analisa Data

Bagian ini menjelaskan bagaimana data yang dikumpulkan dianalisis dan diinterpretasikan. Penulis menekankan pentingnya analisis yang sistematis untuk menghasilkan temuan yang dapat dipercaya.

3.6 Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan penelitian diuraikan untuk memberikan gambaran tentang timeline penelitian. Ini membantu pembaca memahami proses penelitian dari awal hingga akhir.

IV. DESKRIPSI dan INTERPRETASI DATA LAPANGAN

Bagian ini menyajikan hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan, termasuk deskripsi lokasi penelitian, profil informan, dan makna hidup selibat. Penulis menyajikan data secara sistematis untuk memberikan gambaran yang jelas tentang temuan penelitian.

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

Deskripsi lokasi penelitian mencakup sejarah dan konteks Seminari Tinggi ST. Yohanes. Penulis menjelaskan bagaimana lokasi ini berkontribusi pada pengalaman hidup selibat calon biarawan.

4.2 Profil Informan

Profil informan memberikan gambaran tentang latar belakang para calon biarawan yang terlibat dalam penelitian. Ini penting untuk memahami perspektif mereka dalam menjalani hidup selibat.

4.3 Makna dan Arti Selibat

Makna hidup selibat dijelaskan dari sudut pandang teologis dan sosial. Penulis menekankan bagaimana calon biarawan memahami dan menghayati pilihan hidup ini dalam konteks iman mereka.

4.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Calon Biarawan Menjalani Hidup Selibat

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan calon biarawan untuk menjalani hidup selibat diuraikan, termasuk motivasi internal dan eksternal. Penulis menjelaskan bagaimana faktor-faktor ini saling berinteraksi.

4.5 Konflik Yang Dihadapi Calon Biarawan Yang Menjalani Hidup Selibat Di Seminari Tinggi ST. Yohanes

Konflik yang dihadapi oleh calon biarawan di Seminari Tinggi ST. Yohanes dijelaskan secara rinci. Penulis membedakan antara konflik besar dan kecil serta menyajikan analisis tentang penyebab dan dampaknya.

V. PENUTUP

Bagian penutup merangkum temuan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk calon biarawan dan pihak terkait lainnya. Penulis menekankan pentingnya dukungan dan pemahaman dalam menjalani hidup selibat.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan menyajikan ringkasan temuan utama dari penelitian ini. Penulis menekankan bahwa hidup selibat adalah pilihan yang memerlukan motivasi dan dukungan yang kuat untuk mengatasi tantangan yang ada.

5.2 Saran

Saran diberikan untuk calon biarawan dan lembaga pendidikan agar dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dalam menjalani hidup selibat. Penulis menekankan pentingnya komunikasi dan pemahaman dalam komunitas.

Referensi Dokumen

  • Sosiologi Agama ( Agus, Bustanudin )
  • Perihal Selibat Imamat ( Eddy, Kristiyanto )
  • Hidup Murni : Budaya Indah dan Tradisi Kitab suci ( Darmawijaya )
  • Selibat Imam ( Hardawiryana )
  • Metodologi Penelitian Kualitatif ( Moleong, Lexy, J. )

Gambar

Tabel. I.1.1
Tabel I.1.2
Tabel I.1.3
Gambar 1  Biara Santo Bonaventura (BITORA)
+7

Referensi

Dokumen terkait