ANALISIS PERKEMBANGAN DANA PIHAK KETIGA
DENGAN METODE COMMON SIZE VERTICAL PADA PT.
BANK PERKREDITAN RAKYAT TRISURYA MARGA
ARTHA
(PERIODE TAHUN 2009-2011)
Analysis Of Third Party Funds Development
With Common Size Vertical Method at PT. Bank Perkreditan
Rakyat Trisurya Marga Artha
(Period 2009-2011)
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Sidang Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya
Program Studi Keuangan dan Perbankan
Oleh:
MITA SRI BADRIYATI 21509028
PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
v ABSTRAK
Mita Sri Badriyati. 21509028. Analisis Perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha. Dibawah bimbingan Linna Ismawati, SE., M. Si.
Tujuan penelitian ini adalah melihat perkembangan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha dengan menggunakan Analisis Common Size.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah laporan dana pihak ketiga PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha dengan sampel laporan DPK tahun 2009-2011. Analisis yang digunakan adalah Common Size Vertical dengan menyatakan nilai komponen dalam bentuk persentase. Sehingga perkembangan secara volume rupiah dan persentase ditunjukan dalam bentuk persen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya dana pihak ketiga yang dihimpun pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan yang signifikan terutama pada tahun 2011. Hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah penghimpunan simpanan deposito dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh banyaknya nasabah yang memilih untuk menyimpan dananya di simpanan deposito karena bunga yang diberikan pihak bank pada tahun ini lebih besar dibandingkan dengan bunga simpanan tabungan. Dilihat dari segi volume, perkembangan untuk simpanan tabungan mengalami peningkatan pada tahun 2010 sedangkan penurunan pun terjadi pada tahun 2011 sebesar. Sedangkan pada volume simpanan deposito terjadi peningkatan yang signifikan dari jumlah deposito tahun 2011. Dari sisi CSV, kedua sumber dana mengalami kenaikan dan penurunan persentase. Pada tahun 2010, perkembangan yang sigifikan terjadi pada simpanan tabungan. Untuk tahun 2011 persentase tabungan mengalami penurunan dan deposito mengalami kenaikan.
iv ABSTRACT
Mita Sri Badriyati. 21509028. Analysis of Third Party Funds Development with Common Size Vertical Method at PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha. Under the guidance of Linna Ismawati, SE., M.Si.
The purpose of this studyis to see the development of third party funds that have been collected PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha using Common Size Analysis.
The method usedin this research is descriptive quantitative. The unit of analysis in this studyis the third-party funding reports PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha with a sample report third-party funding years 2009-2011. The analysis used the Common Size Vertical by stating the value of the component as a percentage. So that the volume growth in dollars and percentages shown in percentages.
The results showed that the amount of funds collected by a third party in the year 2009-2011has increased significantly, especially in the year2011. This is due to the increased amount of accumulation of deposits over the previous year. This increase is caused by the many customers who choose to save their money in savings deposits due to interest granted by the bank this year is greater than the savings deposit rates. In terms of volume, for the development of savings deposits increased in 2010 while the decline ensued in 2011 of. While the volume of deposits in a significant increase of total deposits in 2011. Of the CSV, the two sources of funding to increase and decrease the percentage. In 2010, sigifikan development occurs in savings deposits. For the year 2011 decreased the percentage of savings and deposits have increased.
vi
KATA PENGANTAR
Assalamualaikumwr.wb.
Puji syukur alhamdulilah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Dalam Tugas Akhir ini penulis mengambil judul “Analisis Perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha”.Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh jenjang D3 dan
ujian sidang guna memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Keuangan
Perbankan.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan Tugas Akhir, diantaranya yaitu kepada :
1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto selaku Rektor Universitas Komputer
Indonesia.
2. Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si. selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.
3. Linna Ismawati, SE., M.Si. selaku Ketua Program Studi Keuangan Dan
Perbankan Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia. Sekaligus
Dosen Pembimbing dalam penyusunan Tugas Akhir ini yang penuh ikhlas
telah membimbing serta mengarahkan penulis sejak awal hingga
vii
4. Windi Novianti, SE., MM, selaku Penguji 1 Sidang Tugas Akhir dan
Dosen Wali kelas KP-1 Program Studi Keuangan dan Perbankan Fakultas
Ekonomi Universitas Komputer Indonesia
5. Oman Sukirman, SE., MM selaku Penguji 2 Sidang Tugas Akhir
6. Seluruh Dosen Keuangan dan Perbankan yang telah memberikan ilmu
yang sangat bermanfaat bagi penulis.
7. Hidayat Wirasuwanda selaku Direktur Utama yang telah memberikan ijin
kepada penulis untuk melakukan penelitian pada PT. Bank Perkreditan
Rakyat Trisurya Marga Artha
8. Seluruh karyawan dan karyawati PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya
Marga Artha yang telah membantu penulis dalam pengumpulan data
9. Ayah, Bunda, Adik serta orang-orang tercintayang telah memberikan
dorongan dan doa yan tak ternilai besarnya.
10.Sahabat terbaikku, Agustina, Dindong, Adiw, Isna, Henri,Yudis, Adi dan
Diki yang selalu memberikan semangat, doa, kebersamaan dan canda tawa
hingga tersusunnya Tugas Akhir ini.
Dengan ini penulis berharap, semoga amal baik yang telah mereka berikan
mendapat balasan dari Allah SWT.Amin
Wassalamualaikumwr.wb.
Bandung, Juli 2012
Penulis
viii DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN……… i
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN………. ii
MOTTO………... iii
ABSTRACT……… iv
ABSTRAK... v
KATA PENGANTAR………..….. vi
DAFTAR ISI………... viii
DAFTAR GAMBAR... xii
DAFTAR TABEL……….. xiii
DAFTAR LAMPIRAN………. xiv
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Penelitian……… 1
1.2Identifikasi dan Rumusan Masalah………. 3
1.2.1 Identifikasi Masalah……… 3
1.2.2 Rumusan Masalah………... 4
1.3Maksud dan Tujuan Penelitian………... 4
1.3.1 Maksud Penelitian……….. 4
1.3.2 Tujuan Penelitian……… 4
1.4Kegunaan Penelitian……….. 5
ix
1.4.2 Kegunaan Akademis……….. 5
1.5Lokasi dan Waktu Penelitian………. 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1Kajian Pustaka………... 8
2.1.1 Bank………... 8
2.1.1.1Pengertian Bank………... 8
2.1.1.2Fungsi Bank………. 8
2.1.1.3Jenis Bank……….... 9
2.1.2 Sumber Dana Bank……… 9
2.1.2.1Pengertian Sumber Dana Bank……… 9
2.1.2.2Jenis-jenis Sumber Dana Bank……… 9
2.1.2.3Dana Pihak Ketiga……….... 11
2.1.3 Analisis Laporan Keuangan………... 15
2.1.3.1Pengertian Laporan Keuangan………. 15
2.1.3.2Jenis Analisis Laporan Keuangan……… 15
2.1.4 Analisis Common Size Vertical………. 17
2.2Kerangka Pemikiran……….... 19
x
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1Objek Penelitian……… 21
3.2Metode Penelitian………. 21
3.2.1 Desain Penelitian………... 22
3.2.2 Operasionalisasi Variabel……….. 24
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data………. 25
3.2.3.1Sumber Data……….... 25
3.2.3.2Teknik Penentuan Data………... 25
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data……… 26
3.2.5 Rancangan Analisis………... 27
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Gambaran Umum Perusahaan………... 30
4.1.1 Sejarah Perusahaan……….... 30
4.1.2 Srtuktur Organisasi PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha……… 33
4.1.3 Job Description PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya MargaArtha………. 34
4.1.4 Aktivitas Perusahaan………. 36
4.2Hasil Penelitian dan Pembahasan……….. 36
xi
4.2.2 Perkembangan Jumlah Dana Pihak Ketiga pada PT. Bank
Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha dengan Metode
Common Size Vertical……….. 39
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1Kesimpulan………... 43
5.2Saran………. 44
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Perkembangan perekonomian tidak terlepas dari peranan sektor perbankan.
Berdasarkan UU Perbankan No.10 Tahun 1998 pasal 1, bank adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Industri perbankan saat ini
mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dilihat dari sisi volume usaha,
pergerakan dana masyarakat maupun pemberian kredit. Dengan bertambah
banyaknya jumlah bank, maka persaingan untuk menarik dana dari masyarakat
semakin meningkat, sehingga bank harus melakukan pendekatan operasional sampai
berhasil menghimpun dana-dana tersebut, karena dana merupakan inti dari sebuah
bank sehingga tanpa dana bank tidak dapat berfungsi. Dana tersebut dapat diperoleh
dari berbagai sumber antara lain dari pemegang saham, dana pinjaman likuiditas dari
bank sentral, dan dana simpanan dari masyarakat. Dana yang dihimpun dari
masyarakat disebut sebagai dana pihak ketiga yang merupakan sumber dana terbesar
yang bisa mencapai 80% dari keseluruhan dana yang terdapat pada bank.
Sumber dana pihak ketiga berasal dari masyarakat baik individu maupun
perusahaan. Dana yang dikumpulkan dapat berbentuk simpanan tabungan, giro dan
2
yang dimaksudkan sebagai rekening penampung kelebihan dana nasabah setelah
digunakan untuk konsumsi atau untuk operasional usaha. Rekening tabungan
biasanya bersifat perseorangan, namun adakalanya rekening tabungan dibuka untuk
menampung dana lembaga yang bukan perorangan. Sedangkan giro atau rekening
koran adalah produk perbankan dengan kemanfaatan sebagai penampung dana dan
sekaligus pencatat aliran dana masuk dan keluar. Media untuk mentransaksikan
rekening giro adalah bilyet giro dan cek. Dan dana pihak ketiga lainnya adalah
deposito yaitu produk bank yang ditujukan untuk menampung kelebihan dana
masyarakat untuk suatu jangka waktu tertentu. Sebelum jangka waktu yang disepakati
(jatuh tempo) deposito tidak bisa dicairkan kecuali dengan suatu penalti.
Dalam penghimpunan dana pihak ketiga, bank mengalami perkembangan baik
peningkatan maupun penurunan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya
kurangnya promosi penjualan jasa bank, rendahnya bunga atas simpanan nasabah,
berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap bank.
Sama halnya dengan PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha
yang mengalami perkembangan pada jumlah dana pihak ketiga yang dihimpunnya.
Untuk mengetahui perubahan tersebut, dapat dilakukan analisis dengan menggunakan
metode Common Size Vertical (AnalisisVertikal). Dengan metode ini kita dapat
mengetahui apakah dana kita dalam suatu aktiva melebihi batas-batas yang umum
berlaku tidak terlalu kecil atau pun terlalu besar. Dengan demikian untuk periode
berikutnya kita dapat mengambil kebijakan-kebijakan agar hasilnya sesuai dengan
3
Tabel 1.1 Dana Pihak Ketiga
PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha Periode 2009-2011
(ribuan Rp)
Tahun Tabungan Deposito Berjangka
Total
DPK
2009 416.729 17.526.700 17.943.429
2010 732.479 18.376.700 19.109.179
2011 806.911 24.368.750 25.175.661
Sumber: Laporan Neraca PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha
Berdasarkan uraian diatas mengenai data dana pihak ketiga, maka penulis
akan membahasnya dan menuangkan hasilnya dalam bentuk laporan yang berjudul “Analisis Perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha”.
1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah
Dana pihak ketiga merupakan sumber dana yang paling penting dalam usaha
perbankan. Tingkat perkembangan dana pihak ketiga sangat perlu dicermati dan
dianalisis oleh bank itu sendiri untuk mengetahui jumlah perkembangan dana yang
dihimpun. Dan berdasarkan latar belakang diatas dan untuk mengetahui gambaran
yang benar mengenai kondisi dana pihak ketiga dan perkembangannya dengan
4
1.2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis akan mengidenifikasi masalah
masalah yang akan dibahas diantaranya sebagai berikut:
1. Berapa besar Dana Pihak Ketiga yang dihimpun oleh PT. Bank Perkreditan
Rakyat Trisurya Marga Artha.
2. Bagaimana perkembangan Jumlah Dana Pihak Ketiga pada PT. Bank
Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha dengan Metode Common Size
Vertical.
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mencari, mengumpulkan
data-data dan mendapatkan informasi sebagai bahan dalam penelitian yang
berkenaan dengan Analisis Perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode
Common Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga
Artha.
1.3.2. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui besarnya Dana Pihak Ketiga yang dihimpun oleh PT.
5
2. Untuk mengetahui perkembangan Jumlah Dana Pihak Ketiga pada PT. Bank
Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha dengan Metode Common Size
Vertical.
1.4. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1.4.1 Kegunaan Praktis a) Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan tolak ukur dan
membantu perusahaan dalam mengetahui perkembangan jumlah dana yang
dimilikinya.
1.4.2 Kegunaan Akademis a) Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan
serta pengalaman yang beharga dalam mempelajari, memahami dan
mengimplementasikan ilmu perbankan yang khususnya berkaitan dengan
dana pihak ketiga.
6
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai
bahan referensi dalam pengembangan ilmu pada bidang yang tekait tanpa
mengurangi kebenaran dan manfaat dari ilmu tersebut.
c) Bagi Pihak Lain
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan, menambah
wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat umum yang ingin melakukan
7
1.5. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga
Artha yang beralamat di Jl. Moh.Toha No. 30-34 Kota Bandung. Waktu penelitian
dimulai dari bulan Maret 2012 sampai bulan Juli 2012.
Tabel 1.2 Jadwal Penelitian
NO Kegiatan
Bulan / Tahun
Maret April Mei Juni Juli
2012 2012 2012 2012 2012
1 Pra Survei
2 Usulan Penelitian
3 Pengambilan Data
4 Analisis Data
5 Bimbingan
8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1. Kajian Pustaka 2.1.1 Bank
2.1.1.1 Pengertian Bank
Pengertian Bank menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang
Perbankan, pada Pasal 1 ayat (2) menjelaskan bahwa:
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau dalam bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak.
2.1.1.2 Fungsi Bank
Fungsi utama Bank adalah menghimpun dan menyalurkan dana
masyarakat. Dana yang dihimpun oleh bank merupakan simpanan yang
dipercayakan oleh masyarakat kepada bank. Dana tersebut kemudian disalurkan
kembali oleh bank kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit ataupun
penyediaan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan. Dalam hal ini
bank berfungsi sebagai intermediasi atau penghubung antara pihak defisit dengan
9
2.1.1.3 Jenis Bank
Jenis bank di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a) Bank Umum
Adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau
berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran. Bank umum berfungsi untuk mengumpulkan dana masyarakat
dalam bentuk giro maupun dalam bentuk simpanan simpanan lainnya seperti
deposito dan tabungan dalam bentuk lain.
b) Bank Perkreditan Rakyat
Adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau
berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam
lalu lintas pembayaran.
2.1.2 Sumber Dana Bank
2.1.2.1 Pengertian Sumber Dana Bank
Sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam
rangka membiayai kegiatan operasinya.
2.1.2.2 Jenis-jenis Sumber Dana Bank
Dana yang dimiliki oleh bank besal dari dana-dana sebagai berikut:
10
Dana pihak kesatu adalah dana yang berasal dari modal sendiri yang
terdiri atas setoran modal dari pemegang saham, cadangan-cadangan bank
dan laba bank yang belum dibagi.
2. Dana Pihak Kedua
Dana pihak kedua merupakan sumber dana yang relative lebih mahal dan
sifatnya hanya sementara waktu saja yaitu berupa pinjaman dari pihak
luar. Dana pihak kedua biasanya diperoleh dari:
a. Kredit Likuiditas dari bank Indonesia
Kredit yang diberikan BI kepada bank-bank yang sedang
mengalami kesulitan likuiditas.
b. Pinjam antar bank (Call Money)
Pinjaman yang diberikan kepada bank-bank yang mengalami kalah
kliring di dalam lembaga kliring. Pinjaman ini bersifat jangka
pendek dengan bunga yang relatif tinggi.
c. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
d. Pinjaman dari bank-bank luar negeri.
e. Agio saham.
3. Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga merupakan sumber dana yang berasal dari masyarakat
11
2.1.2.3 Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga atau dana dari masyarakat merupakan sumber dana
yang paling penting bagi bank. Dana masyarakat dianggap berasal dari surplus
unit yang menyerahkan kelebihan dananya sebagai unsur bagi bank. Selanjutnya
dana tersebut disalurkan kembali oleh bank dalam bentuk pemberian pinjaman
kepada pihak yang defisit. Penghimpunan dana pihak ketiga relatif lebih gampang
bila dibandingkan dengan sumber dana lainnya asal dapat memberikan bunga dan
fasilitas yang menarik bagi nasabah sehingga sumber dana ini termasuk sumber
dana mahal dibandingkan sumber dana lainnya. Sumber dana ini merupakan
sumber dana yang paling dominan diantara keseluruhan sumber dana yang
dimiliki bank.
Dana pihak ketiga ini diperoleh dari 3 sumber sebagai berikut:
a. Simpanan Giro (Demand Deposit)
Pengertian Giro menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 adalah
Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau
dengan cara pemindahbukuan.
Sedangkan menurut Sentot Imam Wahjono (2010:91) Giro adalah
produk bank dengan kemanfaatan sebagai penampung dana dan sekaligus
pencatat aliran dana masuk dan keluar.
Simpanan Giro terdiri dari 3 jenis, yaitu:
12
Instansi-instansi pemerintah/lembaga-lembaga negara dan
organisasi masyarakat yang tidak merupakan perusahaan.
Rekening Perorangan
Rekening atas nama pribadi masuk kedalam rekening ini yang
tidak termasuk dalam golongan atas nama badan tetapi menggunakan
nama dagang.
Rekening Gabungan
Rekening atas nama beberapa orang (pribadi), beberapa badan dan
atau campuran keduanya.
Sarana penarikan simpanan giro adalah cek (surat perintah tanpa
syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro, untuk
membayar uang kepada pihak yang disebutkan didalamnya atau kepada
orang yang memegang cek tersebut) dan bilyet giro (surat perintah dari
nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut
untuk memindah bukukan sejumlah uang dari yang bersangkutan kepada
pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank
lainnya). Rekening Giro sering disebut juga dengan rekening koran yang
dapat digunakan untuk menatausahakan kredit yang diberikan dalam
bentuk giro. Sebagai penampung dana, rekening giro bersifat sangat likuid
dan memungkinkan untuk keluar masuk dengan frekuensi yang sering.
b. Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998,
13
dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati tetapi tidak dapat
ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan
dengan itu.
Sedangkan menurut Sentot Imam Wahjono (2010:92) tabungan
adalah produk bank yang dimaksudkan sebagai rekening kelebihan dana
nasabah setelah digunakan untuk konsumsi atau untuk operasional usaha.
Rekening tabungan bersifat tidak terlalu likuid dan perputaran keluar
masuk dananya tidak begitu sering. Ada batasan maksimal pengambilan
baik dalam jumlah maupun dalam frekuensi.
Rekening tabungan bersifat perseorangan, namun adakalanya
rekening tabungan dibuka untuk menampung dana lembaga yang bukan
perseorangan. Atas pembukaan rekening tabungan, bank akan menerbitkan
buku tabungan yang akan menampung seluruh catatan keluar masuk dana
dalam rekening tabungan tersebut. Tabungan dapat ditarik dengan
menggunakan buku tabungan, slip penarikan dan kartu yang terbuat dari
plastik (kartu ATM). Tabungan lebih ditujukan untuk maksud berjaga-jaga
atau keamanan dana oleh masyarakat luas.
c. Simpanan Deposito (Time Deposit)
Pengertian Deposito menurut Undang-Undang Perbankan Nomor
10 tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah penyimpan
14
Sedangkan menurut Sentot Imam Wahjono (2010:94), deposito
adalah produk bank yang ditujukan untuk menampung kelebihan dana
masyarakat untuk suatu jangka waktu tertentu.
Simpanan Deposito terdiri dari 3 jenis, yaitu:
Deposito Berjangka
Diterbitkan menurut jangka waktu tertentu (1, 2, 3, 6, 12, 18 dan
24 bulan). Bunga deposito dapat ditarik setiap bulan atau setelah jatuh
tempo sesuai dengan jangka waktunya, baik ditarik tunai maupun nontunai
dan dikenakan pajak.
Setifikat Deposito
Diterbitkan dengan jangka waktu 2, 3, 6, 12 dan 24 bulan.
Sertifikat ini diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat dan dapat
diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain. Bunga
deposito dapat dicairkan dimuka secara tunai maupun nontunai.
Deposito on Call
Diterbitkan atas nama dan biasanya dalam jumlah yang besar, tetap
berada di bank selama deposan belum menggunakannya dan penarikannya
hanya dapat dilakukan dengan syarat pemberitahuan sebelumnya.
Deposito ini berjangka waktu minimal 7 hari dan paling lama kurang dari
15
2.1.3 Analisis Laporan Keuangan 2.1.3.1 Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian laporan keuangan menurut Hery (2012:4) adalah hasil dari
proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan
data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun
perkembangan perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu pihak internal seperti
manajemen perusahaan dan karyawan, serta pihak eksternal seperti pemegang
saham, kreditur, pemerintah, dan masyarakat.Sehingga dapat disimpulkan bahwa
laporan keuangan merupakan alat informasi yang menghubungkan perusahaan
dengan pihak-pihak yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan
keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan.
2.1.3.2 Jenis Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
1. Analisis Laporan Keuangan Komparatif (Analisis Horizontal)
Meliputi penelaahan atas perubahan saldo tiap-tiap akun dari tahun yang
satu ke tahun berikutnya, atau selama beberapa tahun. Melalui analisis
laporan komparatif, dapat diperoleh informasi mengenai kecenderungan
atau tren saldo akun dari tahun ke tahun atau selama beberapa tahun.
Analisis laporan keuangan komparatif dibagi menjadi dua, yaitu:
16
Pada analisis ini, perbandingan dilakukan dalam periode yang
relatif pendek (dua atau tiga tahun) untuk tiap-tiap akun yang
dinyatakan dalam angka mutlak maupun persentase.
Analisis Kecenderungan Angka Indeks
Analisis ini digunakan untuk perbandingan tren jangka panjang.
Dan memerlukan pemilihan tahun dasar untuk seluruh akun, yang
diberi angka indeks 100. Tahun dasar sebaiknya adalah tahun
dimana kondisi bisnis normal karena tahun dasar akan menjadi
rujukan untuk semua perbandingan.
2. Analisis Laporan Keuangan Common Size
Analisis dengan menyatakan seluruh akun dalam persentase dan tidak
ditunjukkan jumlah moneternya, dengan salah satu akun ditetapkan
patokan 100%. Akun yang ada dalam kelompok tersebut selanjutnya
dinyatakan sebesar persentase tertentu dari total jumlah kelompok yang
bersangkutan. Selanjutnya untuk mengetahui perkembangan common size
per akun dilakukan dengan pembagian volume akun tersebut pada tahun
bersangkutan terhadap tahun dasar.
3. Analisis Rasio
Analisis rasio dapat diterapkan pada tiga area penting analisis laporan
keuangan, yaitu:
1) Analisis Kredit (Analisis Resiko)
17
Rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
b. Rasio Struktur Modal dan Solvabilitas
Rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang.
2) Analisis Profitabilitas
a. Rasio Tingkat Pengembalian atas Investasi
Rasio yang digunakan untuk menilai kompensasi finansial atas
penggunaan aktiva atau ekuitas terhadap laba.
b. Rasio Kinerja Operasi
Rasio yang digunakan untuk mengevaluasi marjin laba dari
aktivitas operasi (penjualan).
c. Rasio Pemanfaatan Aktiva
Rasio yang digunakan untuk menilai efektivitas dan intensitas
aktiva dalam menghasilkan penjualan, yang disebut juga
sebagai perputaran.
3) Rasio Ukuran Pasar (Penilaian)
Rasio yang digunakan untuk mengestimasi nilai intrinsik
perusahaan (saham).
2.1.4 Analisis Common Size Vertical
Analisis Common Size Vertical adalah analisis atas laporan keuangan
18
yang telah diinvestasikan dalam masing-masing jenis aktiva. Dengan mempelajari
laporan dengan persentase ini dan memperbandingkan dengan rata-rata industri
sebagai keseluruhan dari perusahaan yang sejenis, akan dapat diketahui apakah
investasi kita dalam suatu aktiva melebihi batas-batas umum yang berlaku (over
investment) atau justru masih terlalu kecil (under investment), dengan demikian
untuk periode berikutnya kita dapat mengambil kebijaksanaan - kebijaksanaan
yang perlu, agar investasi kita dalam suatu aktiva tidak terlalu kecil ataupun
terlalu besar.
Jadi perubahan dari tahun ketahun tidak menunjukan secara pasti adanya
perubahan dalam data absolut. Laporan dalam persentase per komponen dalam
hubungannya dengan laporan rugi-laba, menunjukan jumlah atau persentase dari
penjualan netto atau net sales yang diserap tiap –tiap individu biaya dan
persentase yang masih tersedia untuk income. Oleh karena itu Common Size
analysis banyak digunakan oleh perusahaan dalam hubungannya dengan income
statement. Dalam laporan persentase per komponen (Common Size statement)
semua komponen atau pos dihitung persentasenya dari jumlah totalnya, tetapi
untuk lebih meningkatkan atau menaikan mutu atau kualitas data maka
masing-masing pos atau komponen tersebut tidak hanya persentase dari jumlah totalnya
tetapi juga dihitung persentase dari masing-masing komponen terhadap sub
totalnya.
1. Tentukan pos tertentu sebagai pos standar 100%.
2. Bandingkan pos lainnya dengan pos standar 100% untuk memperoleh
19
x 100%
3. Perhitungan persenase perkomponen dilakukan terhadap tiap pos pada
dasar dan tahun bersangkutan.
4. Tentukan volume tiap pos untuk memperoleh persentase perkembangan
pos tersebut dengan dilihat dari nilai atau isi pos tersebut dengan rumus
5. Tentukan angka perkembangan common size tiap pos dengan rumus :
2.2 Kerangka Pemikiran
2.2.1 Analisis Perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common Size Vertical.
Dalam menjalankan peran bank sebagai perantara keuangan, maka
penghimpunan dana merupakan aktifitas utama yang dilakukan sebelum
menyalurkan dana kepada masyarakat. Dalam penghimpunan dana, bank akan
mengalami perkembangan baik negatif maupun positif. Ini dapat disebabkan oleh
banyak faktor, diantaranya rendahnya bunga simpanan bagi nasabah,
berkurangnya kepercayaan masyarakat pada bank tersebut, dll.
Untuk mengetahui seberapa besar perkembangan dana pihak ketiga yang
dihimpun bank, dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan dengan
metode common size vertical untuk suatu periode tertentu dengan cara
20
dilakukan dengan menggunakan persentase dimana salah sau pos ditetapkan
patokan 100%. Dengan metode ini, dapat diketahui kontribusi masing-masing pos
terhadap total asset.
Sehingga kita dapat mengetahui kontribusi dari tiap pos dana pihak ketiga
(tabungan, giro dan deposito) terhadap nilai keseluruhan dana pihak ketiga
21 BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian menurut Husein Umar dalam Umi Narimawati (2010:29): “Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek
penelitian. Juga dimana dan kapan penelitian dilakukan. Bisa juga diambahkan
hal-hal lain jika dianggap perlu”.
Objek dalam penelitian ini adalah Analisis Perkembangan Dana Pihak
Ketiga dengan Metode Common Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat
Trisurya Marga Artha.
3.2 Metode Penelitian
“Metode penelitian merupakan cara penelitian yang digunakan untuk
mendapatkan data untuk mencapai tujuan tertentu” (UmiNarimawati, 2010 :29).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pengertian
dari Metode Deskriptif menurut Sugiyono dalam Umi Narimawati (2010:29)
adalah sebagai berikut :
“Metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu
hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih
luas”.
Menurut Syamrilaode dalam
22
“Metode kuantitatif merupakan pendekatan yang menyangkut pendugaan
parameter, pengujian hipotesis, pembentukan selang kepercayaan, dan hubungan
antara dua sifat (peubah) atau lebih bagi parameter-parameter yang mempunyai
sebaran (distribusi normal) tertentu yang diketahui”.
Data-data yang diperoleh berhubungan dengan apa yang akan dijadikan
sebagai bahan pokok permasalahan untuk diolah menjadi suatu informasi atau
data yang dapat dipertanggung di kemudian hari.
Data-data yang diperoleh berhubungan dengan apa yang akan dijadikan
sebagai bahan pokok permasalahan untuk diolah menjadi suatu informasi atau
data yang dapat dipertanggung di kemudian hari.
Tujuan penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi,
gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.
3.2.1 Desain Penelitian
Untuk menerapkan metode ilmiah dalam praktek penelitian maka
diperlukan suatu desain penelitian yang sesuai dengan kondisi, seimbang dengan
dangkal dalamnya penelitian yang dikerjakan. Desain penelitian adalah semua
proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Moh.
Nazir dalam Narimawati Umi,2010:30).
Langkah-langkah desain penelitian menurut Umi Narimawati adalah:
1. Menetapkan permasalahan sebagai indikasi dari fenomena penelitian,
23
2. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi;
3. Menetapkan rumusan masalah;
4. Menetapkan tujuan penelitian;
5. Menetapkan hipotesis penelitian, berdasarkan fenomena dan dukungan
teori;
6. Menetapkan konsep variabel sekaligus pengukuran variabel penelitian
yang digunakan.
7. Menetapkan sumber data, teknik penentuan sampel dan teknik
pengumpulan data.
8. Melakukan analisis data.
9. Melakukan pelaporan hasil penelitian.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat digambarkan desain dari
penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
Table 3.1
T-1 Descriptive Descriptive dan Survey
Dana
PihakKetiga
Cross
Sectional
T-2 Descriptive Descriptive dan Survey
Dana
PihakKetiga
Cross
24
Dan penelitian ini pada dasarnya adalah ingin menguji seberapa besar
perkembangan dana pihak ketiga dengan menggunakan metode common size
vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha.
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Operasional variabel menurut Nur Indriantoro dalam Umi Narimawati
(2010:31) adalah sebagai berikut:
“Penentuanconstructsehingga menjadi veriabel yang dapat diukur. Definisi
operasional menjelaskan cara tertentu dapat digunakan oleh peneliti dalam
mengoperasionalkan construct. Sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain
untuk melakukan replika pengukuran dengan cara yang sama atau
mengembangkan cara pengukuran constructyang lebih baik.”
Variabel yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Analisis
Perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common Size Vertical pada
PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha, maka operasionalisasi
25
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala Sumber Data
Dana Pihak Ketiga
“Sumber dana terpenying dalam kegiatan operasisuatu bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini sebab sumber dana dari masyarakat merupakan sumber dana yang paling utama bagi
3.2.3 Sumber dan Tehnik Penentuan Data 3.2.3.1 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekunder.
Menurut Sugiyono dalam Umi Narimawati (2010:37) sumber data sekunder
adalah Sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Penulis menggunakan data sekunder karena peneliti menumpulkan informasi dari
data yang telah diolah oleh pihak lain, yaitu informasi mengenai data-data terkait
dengan Laporan Neraca PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha.
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data
Adapun teknik penentuan data terbagi menjadi dua bagian, yaitu populasi
dan sampel.
26
Menurut Umi Narimawati (2010: 37) populasi adalah
”Objek atau subjek yang memiliki karakterisik tertentu sesuai informasi
yang ditetapkan oleh peneliti, sebagai unit analisis penelitian”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka populasi dalam penelitian ini adalah
laporan dana pihak ketiga PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga
Artha.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih untuk menjadi unit
pengamatan dalam penelitian (Umi Narimawati,2008: 38). Penarikan sampel
dilakukan dengan menggunakan statified random sampling. Statified random
sampling menurut Vincent Gaspersz dalam Umi Narimawati (2010:38)
adalah metode penarikan sampel dengan terlebih dahulu mengelompokkan
populasi kedalam strata-strata berdasarkan kriteria tertentu kemudian memilih
secara acak sederhana setiap stratum.
Dengan demikian, sampel dalam penelitian ini adalah laporan dana
pihak ketiga PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Arha periode
tahun 2009-2011.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian lapangan (Field Research) yang dilakukan dengan cara mengadakan
27
primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui teknik-teknik sebagai
berikut:
a. Observasi (Pengamatan Langsung)
Melakukan pengamatan secara langsung dilokasi untuk memperoleh data
yang diperlukan. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan yang
berhubungan dengan variabel penelitian. Hasil dari observasi dapat
dijadikan data pendukung dalam menganalisis dan mengambil keputusan.
b. Wawancara atau Interview
Teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan
kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Penulis
mengadakan hubungan langsung dengan pihak-pihak yang dianggap dapat
memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan.
3.2.5 Rancangan Analisis
Rancangan Analisis menurut Umi Narimawati (2010:41) adalah
“proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang telah diperoleh dari
hasil observasi lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data
kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun
kedalam pola, memilih mana yang lebih penting dan yang akan dipelajari, dan
membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain”.
Dalam menganalisis data penulis menggunakan analisis deskriptif. Data
28
memberikan gambaran yang cukup jelas tentang perkembangan dana pihak ketiga
pada PT, Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Arha dengan menggunakan
metode common size vertical.
Setelah data selesai dikumpulkan secara lengkap, langkah selanjutnya
yang ditempuh adalah melakukan analisis data. Dalam menganalisis data ini,
metode yang penulis gunakan dalam menyusun penelitian ini adalah analisis
deskriptif, yaitu metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian sebagai
suatu upaya untuk memecahkan masalah atau menjawab permasalahan yang
dihadapi dalam situasi tertentu sehingga menjadi informasi baru yang dapat
digunakan untuk menganalisa mengenai masalah yang sedang diteliti.
Pada penelitian ini, digunakan satu jenis analisis yaitu analisis deskriptif
dengan variabel yang bersifat kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk
melihat penyebab dari permasalahan dan upaya yang akan dilakukan.
1. Langkah pertama yaitu merumuskan masalah dan sasaran peneltian.
Penelitian yang bermanfaat bagi PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya
Marga Artha harus didasarkan atas permasalahan keputusan yang dihadapi
oleh PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha. Dalam hal ini
penulis merumuskan masalah yaitu, bagaimana untuk mengetahui
perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common Size Vertical
di PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha.
2. Menentukan suatu informasi yang dibutuhkan dengan cara yang efisien.
29
sekunder. Dari penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan
pengumpulan data sekunder.
3. Mengumpulkan data dan informasi dengan cara penulis mendatangi
langsung objek penelitian dan mewawancara secara langsung salah satu
pegawai atau pihak yang berwenang di PT. Bank Perkreditan Rakyat
Trisurya Marga Artha.
4. Menganalisis perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode Common
Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha
dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
olume NilaiNilaipospostahuntahunbersangkutandasar 100
nalisis ommon i e olume tahun bersangkutan olume tahun dasar
5. Menarik kesimpulan perkembangan Dana Pihak Ketiga dengan Metode
Common Size Vertical pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga
43 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada PT. Bank
Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
1. Besarnya dana pihak ketiga yang dihimpun pada tahun 2009-2011 mengalami
peningkatan yang signifikan terutama pada tahun 2011. Hal ini dikarenakan
meningkatnya jumlah penghimpunan simpanan deposito dibandingkan tahun
sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh banyaknya nasabah yang
memilih untuk menyimpan dananya di simpanan deposito karena bunga yang
diberikan pihak bank pada tahun ini lebih besar dibandingkan dengan bunga
simpanan tabungan.
2. Dana pihak ketiga pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha
selama tahun 2010-2011 mengalami perkembangan baik positif maupun
negatif. Dilihat dari segi volume, perkembangan untuk simpanan tabungan
mengalami peningkatan pada tahun 2010 sedangkan penurunan pun terjadi
pada tahun 2011. Sedangkan pada volume simpanan deposito terjadi
peningkatan yang signifikan dari jumlah deposito tahun 2011.
Dari sisi CSV, kedua sumber dana mengalami kenaikan dan penurunan
44
simpanan tabungan. Untuk tahun 2011 persentase tabungan mengalami
penurunan dan deposito mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan oleh
kecilnya dana yang dihimpun pada simpanan tabungan. Karena sebagian besar
nasabah memilih untuk pindah dari tabungan ke deposito sebab bunga
simpanan yang diberikan lebih besar.
5.2 Saran
Setelah melakukan penelitian, pembahasan, dan merumuskan kesimpulan dari
hasil penelitian, maka penulis memberikan beberapa saran yang berkaitan dengan
penelitian yang telah dilakuka nuntuk dijadikan masukan dan bahan pertimbangan
yang berguna bagi pihak PT. Bank Perkreditan Rakyat Trisurya Marga Artha:
1. Berdasarkan besarnya dana DPK periode tahun 2009-2011, khususnya
simpanan tabungan besarnya jumlah dana jauh lebih kecil dibandingkan
deposito. Penulis menyarankan agar bank atau khususnya divisi
penghimpunan DPK untuk lebih meningkatkan kinerja dalam penghimpunan
tabungan. Dengan cara meningkatkan tingkat suku bunga tabungan, membuka
jenis tabungan baru agar jenis tabungan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat
Trisurya Marga Artha menjadi lebih bervariatif, melakukan promosi yang
yang lebih ditingkatkan baik melalui media cetak maupun elektronik.
Sehingga diharapkan kepercayaan masyarakat menjadi tumbuh untuk menjadi
nasabah dan dana yang terhimpun pun menjadi lebih besar, khususnya pada
45
2. Dengan melakukan penelitian perkembangan DPK periode tahun 2009-2011
menggunakan metode Common Size Vertical, telah diketahui bahwa terjadi
perkembangan dari segi persentase volume maupun CSV baik positif maupun
negatif. Penulis menyarankan kepada pihak bank untuk lebih melakukan
penghimpunan DPK lebih banyak agar dana yang terkumpul tiap tahunnya
DAFTAR PUSTAKA
Hery.(2012). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara.
Syamrilaode.http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2131804
pengertian-metode-kuantitatif/#ixzz207y7AjbJ
Umi, Narimawati., Dewi, Anggadini., & Linna, Ismawati. (2010). Penulisan Karya
: Panduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir Fakultas Ekonomi
UNIKOM. Bekasi: Genesis.
Sentot,Imam Wahjono. (2010). Manajemen Pemasaran Bank. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
CURICULUM VITAE
I. Data Pribadi
Nama : Mita Sri Badriyati
Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 6 Februari 1991
Umur : 20 Tahun
JenisKelamin : Wanita
Agama : Islam
Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl.Minatu No.157 Rt 03/01 Lembang 40391
II. Pendidikan Formal
1. Taman Kanak-kanak Bunga Anggrek Tahun 1996.
2. Sekolah Dasar Negeri Pancasila Lembang Tahun 1997-2003.
3. Sekolah Menengah Pertama Negeri1 Lembang Tahun 2003-2006.
4. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lembang Tahun 2006-2009.
5. Terdaftar sebagai mahasiswi Universitas Komputer Indonesia
Fakultas Ekonomi Program Diploma III (D3) Program Studi
Keuangan dan Perbankan Tahun 2009.
Bandung, Januari 2012 Yang bersangkutan,