• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN BOKASI TERHADAP KELIMPAHAN FITOPLANKTON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN BOKASI TERHADAP KELIMPAHAN FITOPLANKTON"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PEMBERIAN BOKASI TERHADAP KELIMPAHAN

FITOPLANKTON

Oleh: SUPRIADI ( 00930042 )

Animal Fishery

Dibuat: 2007-01-31 , dengan 3 file(s).

Keywords: BOKASI, Fitoplankton

Penelitian initelah dilaksanakan pada bulan 2 September – 28 Oktober 2005 di BPBAT Umbulan

Pasuruan Jawa Timur.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi terhadapkelimpahan Fitoplankton dan untukmengetahui penggunaan bokasi ya ng terbaik.

Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah bokasi meliputi bokasi basah 100%,bokasi kering 100% serta bokasi kering 50% dan bokasi basah 50%. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperiment, dengan cara melakukan serangkaian percobaan untuk melihat hasil. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan perbandingan atau biasa disebut dengan uji T.

Hasil penelitian yang didapat adalah Perlakuan yang tertinggi kelimpahan fitoplanktonnya berdasarkan uji BNT adalah perlakuan A yaitu 1374267 sel/ml dan yang terendah adalah

perlakuan C yaitu 407467 sel/ml, sedangkan perlakuan B dan D kelimpahannya diatas perlakuan C namun dibawah perlakuan A yaitu 515067 sel/ml dan 430400 sel/ml sedangkan nilai indeks keanekaragaman yang terbesar adalah perlakuan D (1.76976) disusul perlakuan B dan C yaitu (1.4922), (0.81062. Sedangkan perlakuan A memiliki indeks keanekaragaman terendah yaitu (0.1062).

Kelimpahan fitoplankton yang tinggi belum tentu bagus jika didominasi oleh spe sies yang sedikit dan kurang menguntungkan, tetapi kelimpahan fitoplankton yang tidak terlalu tinggi dengan spesies yang berfariasi atau dengan indeks keanekaragaman yang tinggi serta terdiri dari spesies yang menguntungkan maka lebih bagus tidak terjadi dominasi spesies tertentu atau disebut bloming.

Jenis plankton yang ditemukan ada lima phylum yaitu Cyanophyta (5 spesies), Chlorophyta ( spesies), phylum Chrysophyta ( 7 spesies), phylum Phyprophyta (1 spesies), phylum

Desmidiacae (1 spesies).

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan perlakuan yang berada pada durasi tidur standart adalah perlakuan A2 dengan pemberain dekok akar tanaman kava-kava 3mg/ml yang memiliki rerata durasi tidur 15,01,

Ketiga, metoda yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan membandingkan jumlah sel darah putih sesudah perlakuan dengan sebelum perlakuan pada tiap kelompok

Hasil Uji jarak berganda Duncan pada hari kelima kandungan klorofil-b tertinggi diperoleh pada perlakuan D yang berbeda dengan perlakuan C dan Y namun berbeda

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Pemberian dosis bertingkat madu, yaitu kelompok perlakuan 1 dosis 0,2 ml, perlakuan 2 dosis 0,4 ml, dan perlakuan 3

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Pemberian dosis bertingkat madu, yaitu kelompok perlakuan 1 dosis 0,2 ml, perlakuan 2 dosis 0,4 ml, dan perlakuan 3

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian amoniak dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp, menentukan kepadatan sel maksimum

Nilai rerata jumlah sel T CD4 + sebelum dan sesudah perlakuan mengalami peningkatan, namun jika diolah dengan paired T-test, disimpulkan bahwa peningkatan

Dari hasil analisis usaha tani maka yang direkomendasikan yaitu perlakuan 1 dengan pemberian tepung temulawak 12 gram + 40 ml air karena dilihat dari analisis usahanya keuntungan, R/C