• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA Di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Malang Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "GAMBARAN BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA Di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Malang Tahun 2015"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

i

GAMBARAN BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT

LANSIA DENGAN DEMENSIA

Di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Malang Tahun 2015

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh:

SITI CHOTIJAH

(NIM : 201210300511038)

PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(2)

GAMBARAN BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT

LANSIA DENGAN DEMENSIA

Di Wilayah Puskesmas Pandanwangi Malang Tahun 2015

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah

Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Ahli Madya Keperawatan

Oleh:

SITI CHOTIJAH

(NIM : 201210300511038)

PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

(3)
(4)
(5)
(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah senantiasa

memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga saya dapat

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini sebagai tugas akhir saya. Penulisan Karya

Tulis Ilmiah ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan serta untuk

memenuhi salah satu syarat dalam mencapai gelar Ahli Madya Keperawatan pada

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Selama penulisan

Karya Tulis Ilmiah ini, saya menyadari bahwa semuanya tidak semudah yang

dibayangkan.Tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah

sulit bagi saya dalam menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Oleh karena

itu, dalam kesempatan ini, saya mau mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep. Sp. Kom selaku Dekan Fakultas Ilmu

Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

2. Ibu Reni Ilmiasih, M.Kep, Sp. Kep.An Kaprodi Diploma III Keperawatan

3. Ibu Ni Wayan, S.Kep selaku pembimbing di lahan Puskesmas

4. Bapak Sunardi, M.Kep sebagai dosen pembimbing I yang telah bijaksana

dalam membimbing penulis dengan sabar, dan cermat dalam memberikan

masukan, bimbingan dan arahan selama proses penyusunan karya tulis ilmiah

ini.

5. Bapak Rohma Susanto, S.Kep., Ns. Sebagai dosen pembimbing II yang

memberikan arahan dan bimbingan bagi penulis dalam penyusunan karya tulis

ilmiah ini.

6. Orang tuasaya Ibu Rumani dan Bapak Mukmin yang selalu senantiasa

memberikan kasih sayang, doa, motivasi, dukungan secara moral maupun

material kepada saya selama ini.

7. Teman-teman seangkatan 2012 D-3 Keperawatan dan Sahabat-sahabatku

terutama Kiki, Reni, Tami, Dhea, Zahra, Novita dan Novi Wijayanti (Memey)

yang selalu memberikan semangat dan telah banyak membantu dalam

(7)

vii

8. Lelakiku (Achmad Fariszal) yang selalu memberikan perhatian, dukungan, dan

support kepada saya dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

9. Responden yang bersedia untuk menjadi bahan untuk penelitian karya tulis

ilmiah ini.

Semoga bantuan serta dukungan yang telah diberikan kepada penulis,

mendapat balasan dari Allah SWT. Besar harapan penulis agar Karya Tulis Ilmiah

ini bias bermanfaat bagi pembaca nanti nya.

Malang, 14 Agustus 2015

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... ...i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... ...iii

LEMBAR PERNYATAAN ... iv

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 LatarBelakangMasalah... 1

1.2 RumusanMasalah ... 3

1.3 TujuanPenelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 KonsepKeluarga ... 5

2.1.1 PengertianKeluarga ... 5

2.1.2 FungsiKeluarga ... 5

2.1.3 Tugas Kesehatan Keluarga ... 6

2.1.4PerandanFungsiKeluargaSebagai Caregiver ... 8

2.1.5Pengertian Beban Keluarga ... 9

2.1.6 Jenis-jenis Beban Keluarga ... 10

2.2 Konsep Lansia ... 11

2.2.1 Definisi Lansia ... 11

2.2.2 Klasifikasi Lansia ... 11

2.2.3 Tipe Lansia ... 12

2.3KonsepDemensia ... 12

2.3.1 Pengertian Demensia ... 12

2.3.2Etiologi ... 13

2.3.3ManifestasiKlinis ... 13

2.3.4PencegahandanPerawatanDemensia ... 16

BAB 3 METODE PENELITIAN ... 17

3.1 DesainPenelitian ... 17

3.2 TempatdanWaktuPenelitian ... 17

3.3 Setting Penelitian ... 17

3.4 SubjekPenelitian/Partisipan ... 18

3.5 MetodePengumpulan Data ... 18

(9)

ix

3.7 MetodeAnalisa Data ... 19

3.8 EtikaPenelitian ... 20

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 21

4.1 InformasiUmumPartisipan ... 21

4.2 HasilPenelitian ... 22

4.2.1 Tema 1 ... 22

Subtema 1 ... 22

Subtema 2 ... 23

Subtema 3 ... 23

4.2.2Tema2 ... 24

Subtema ... 24

4.3 Pembahasan ... 24

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 27

5.1 Kesimpulan ... 27

5.2 Saran ... 27

5.2.1 Bagi Keluarga Yang Merawat ... 27

5.2.2 Bagi Institusi Kesehatan ... 28

5.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya ... 28

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran1.Transkrip data wawancara

Lampiran 2. Hasil Analisa Data

Lampiran3.Persetujuanmenjadiresponden (Informed Consent)

Lampiran4.Daftar pertanyaan untuk keluarga

(11)

xi

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Z. (2010). Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC

Arikunto, S. (2006) Prosedur penelitian, Suatu Pendektan Edisi revisi VI. Jakarta: PT.Rineka Cipta.

Bruce. (2003). Physical Disability Contributes to Caregiver Stress in Dementia Caregivers. http://biomed.gerontologyjournals.org, diperoleh 20 Agustus 2015).

Depkes RI. (2003). Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta : Depkes RI.

Efendi, Ferry & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Etters, L., Goodall, D., & Harrison, B.E. (2008) Caregiver burden among dementia patient caregiver: A review of the literatur. Journal of the American Academy of Nurse Practitioners,20, 423-428

Friedman, Bowden & Jones. (2003). Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik Edisi 3.Jakarta : EGC.

Ghony, & Almanshur,F. (2012) Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Ar-Ruzz Media

Grayson, C. (2004). All About Alzherimer.

http://webmd.com/content/article/71/81413.htm.

Maryam,Siti R, Ekasari,Fatma M, Rosidawati, Jubaedi, A & Batubara,I. (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika. Miller, C.A. (2004). Nursing for wellness in Older adult : Theory and Practice, 4

th edition. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins.

Mubarak,W I & Chayatin, N. (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikasi. Jakarta : Penerbit Salemba Medika.

Muharyani, & Putri, W. (2010). Demensia dan Gangguan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) Lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 1 ( 1 ) : 76-81.

Nugroho,W.(2006). Keperawatan gerontik. Jakarta:EGC

Potter, P A. & Anne, G P. (2009). Fundamental Keperawatan Buku 1 Ed. 7. Jakarta: Salemba Medika.

(12)

Sudiharto. (2007). Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan Transkultural. Jakarta: EGC

Sugiono, (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sumijatun, Pudjiati & Nurhalimah .(2006). Gambaran Kebutuhan Dasar Manusia pada Lansia di Kelurahan Cawang Jakarta.

Streubert, H. & carpenter, D. (1999). Qualitative Research In Nursing : Advancing the Humanistic Imperative. Philadelphia : Lippincott

Touhy, T. (2005). Gerontological Nursing & Healthy Aging. 2nd edition. Philadelphia: Mosby, Inc.

WHO. (2012). “Dementia a public health priority”. Inggris: World Health Organization Tersedia dari: www.who.int/- mental-health. Diakses pada tanggal 8 juli 2015

Widyastuti, Rita, H., Sahar, J. & Permatasari, H. (2011). Pengalaman Merawat

Lansia dengan Demensia. Jurnal Ners Indonesia, 1 ( 2 ) : 34-39.

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Demensia merupakan suatu gangguan fungsi daya ingat yang

terjadi perlahan-lahan dan dapat mengganggu kinerja dan aktivitas

kehidupan sehari-hari orang yang terkena. Gangguan kognitif (proses

berpikir) tersebut adalah gangguan mengingat jangka pendek dan

mempelajari hal-hal baru, gangguan kelancaran berbicara (sulit

menyebutkan nama benda dan mencari kata-kata untuk diucapkan), keliru

mengenai tempat, waktu, orang atau benda, sulit hitung menghitung, tidak

mampu lagi membuat rencana, mengatrur kegiatan, mengambil keputusan,

dan lain-lain (Sumijatun dkk, 2006).

Demensia merupakan penyebab kematian ke-4 pada lansia setelah

penyakit jantung, kanker dan stroke. Jumlah lansia yang mengalami

demensia di dunia sebesar 30 juta jiwa dan di Indonesia sebesar 15 % dari

jumlah lansia yang mengalami demensia. Indonesia adalah salah satu yang bergabung dalam Alzheimer’s Disease International (ADI) (Muharyani, 2010). Diperkirakan terdapat 35,6 juta orang di dunia yang menderita

demensia pada tahun 2010. 9 negara dengan angka kejadian demensia

terbanyak di dunia pada tahun 2010 adalah Cina (5,4 juta orang),

Amerika Serikat (3,9 juta orang), India (3,7 juta orang), Jepang (2,5

juta orang), Jerman (1,5 juta orang), Rusia (1,2 juta orang), Perancis

(1,1 juta orang), Italia (1,1 jutaorang), dan Brasil (1 juta orang) (WHO,

2012). Peningkatan angka kejadian demensia terjadi seiring bertambahnya

usia. Pravelensi demensia meningkat dua kali setiap pertambahan usia 5

tahun setelah melewati usia 60 tahun. Terdapat 7,2% populasi lansia yang

berusia 60 tahun keatas pada tahun 2010 di Indonesia. Belum ada data

(14)

2

Peningkatan insiden dan pravelensi demensia merupakan tantangan

bagi pemberi layanan kesehatan di indonesia khusunya, karena dampak

demensia yang menimbulkan perubahan perilaku pada lansia. Kondisi ini

menyebabkan lansia demensia memerlukan perhatian dan perawatan yang

khusus dari keluarganya (Miller, 2004). Perawatan lansia demensia dapat

menimbulkan dampak pada keluarga berupa beban yang terjadi karena

lansia demensia memerlukan pendampingan yang terus-menerus. Hal ini

dapat menimbulkan beban (Zarit 1995 dalam Miller 2004).

Beban keluarga dalam merawat lansia merupakan pengalaman

yang sangat unik karena lansia seringkali menunjukkan beberapa

gangguan dan perubahan pada tingkah laku seharinya (behavioral

symptom) yang menganggu atau tidak menganggu. Realita yang dihadapi

tersebut akan mempengaruhi arti, makna seseorang dan kondisi yang dapat

menimbulkan dampak bagi keluarga yang merawatnya. Memberi

perawatan pada lansia dengan penyakit kronis menimbulkan perasaan

burden atau strain pada caregiver yang dapat memberikan pengaruh

terhadap kualitas hidup keluarga (Sales, 2003). Caregiver burden adalah

respon multidemensi terhadap stresor fisik, psikologis, sosial dan

finansialyang dihubungkan dengan pengalaman caregiver dalam merawat

klien (kazuya, Polgar-Bailey, & Takeuchi, 2000 dalam Etters, Goodall, &

Harrison, 2008).

Keluarga yang merawat lansia dengan demensia memberikan

dampak yang besar. Hal ini dapat menimbulkan beban keluarga seperti

yang diungkapkan oleh (Zarit 1995 dalam Miller 2004). Pendapat ini

didukung oleh penelitian yang menggambarkan 50% keluarga mengalami

gangguan psikiatrik selama merawat lansia dengan demensia (Yaffe,

2008). Penelitian lain menyebutkan bahwa selama merawat lansia

demensia dengan ketidakmampuan fisik , keluarga menyatakan 76,9 %

mengalami stres, 72.4% menderita penyakit fisik dan 67% menggunakan

obat-obatan (Bruce, 2003). Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi

(15)

3

1) Melakukan aktifitas pengalihan yang dapat menghilangkan stress atau

tekanan emosi merupakan salah satu bentuk koping yang efektif. Aktifitas

pengalihan dapat mengontrol diri yang dapat mencegah dari kepanikan dan

tindakan yang merugikan dalam situasi yang mengancam, kontrol diri

merupakan respon yang sangat membantu dalam menemukan kekuatan

diri, 2) Berdoa dan mengingat Tuhan dapat menurunkan beban keluarga

merawat lansia. Kegiatan berdoa dan mengingat Tuhan dilakukan agar

merasa tenang dan mampu beradaptasi dengan kondisi lansia (Kozier,

2004).

Survey awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan

wawancara pada lima pengunjung puskesmas yang merawat lansia dengan

demensia menyatakan keluarga merasa cemas karena tingkah laku lansia.

Keluarga juga menyatakan bahwa mereka merasa kelelahan dan frustasi

karena kondisi lansia, mereka selama 24 jam secara terus-menerus

merawat lansia sedangkan lansia tidak mengenal yang merawatnya.

Kondisi ini menyebabkan dampak negatif berupa beban pada keluarga

yang merawatnya. Beban keluarga dalam merawat lansia dengan demensia

merupakan pengalaman yang sangat unik. Berdasarkan latar belakang

diatas peneliti tertarik untuk mengambil judul “Gambaran Beban Keluarga

Dalam Merawat Lansia Dengan Demensia”.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah beban

keluarga dalam merawat lanjut usia dengan demensia di wilayah kerja

puskesmas Pandanwangi ?

1.3 Tujuan Penelitian

Mendapatkan gambaran mengenai beban keluarga dalam

merawat lanjut usia dengan demensia di wilayah kerja puskesmas

(16)

4

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi institusi

Memberikan masukan dan bahan dokumentasi ilmiah dalam

pengembangan ilmu pengetahuan tentang beban keluarga dalam merawat

lanjut usia dengan demensia.

1.4.2 Bagi Responden

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu membuka

wawasan dan pengetahuan tentang beban keluarga dalam merawat lanjut

usia dengan demensia.

1.4.3 Bagi perawat

Sebagai pengalaman belajar yang nyata dan menambah

ilmu pengetahuan terhadap penelitian sehingga dapat menjadi

pedoman dalam penelitian selanjutnya.

1.4.4 Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan

mutu pelayanan kesehatan khususnya tentang beban keluarga

dalam merawat lanjut usia dengan demensia di wilayah kerja

Referensi

Dokumen terkait

bahwa peran keluarga dalam melakukan perawatan ISPA pada balita yang. cenderung baik sebanyak 36% dan upaya yang cenderung buruk sebanyak

Keluarga merupakan sistem pendukung utama untuk memberi perawatan langsung pada setiap keadaan (sehat- sakit) klien oleh karena itu tugas keluarga dalam bidang

Tujuan umum penulisan karya tulis ini adalah: Laporan ini disusun untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga Tn.P dengan pendekatan proses keperawatan dengan masalah utama:

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan survei yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap keluarga tentang konsumsi makan buah dan sayur

Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas, Jakarta: Salemba Medika.. Perawatan Masa Nifas,

Bagi institusi/universitas penelitian ini bisa di jadikan kontributor literatur keperawatan yang berhubungan dengan dukungan keluarga, kesehatan lansia dan motivasi

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dan dukungan keluarga lansia dalam

viii ABSTRAK “ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KLIEN DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG JOANG BALIKPAPAN TAHUN 2021” Pendahuluan : Hipertensi adalah suatu