commit to user
PERANCANGAN PROMOSI BATIK DAKON MAS
MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL
Diajukan Untuk Menempuh Ujian Tugas Akhir Sebagai Syarat Guna Mencapai Gelar Ahli Madya
D3 Desain Komunikasi Visual
Oleh :
MALIA BUDI ESTY C9507106
PROGRAM STUDI D3 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010
commit to user
Pengantar Karya Tugas Akhir dengan judul:
PERANCANGAN PROMOSI BATIK DAKON MAS M
ELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL
Telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan penguji:
Telah disetujui dan diterima untuk dipertahankan dihadapan penguji.
Pembimbing Tugas Akhir I Pembimbing Tugas Akhir II
Andreas S. Widodo S.Sn ., M.Hum Ercilia R. O c tavia , S.Sn NIP. 19751201 200112 1 002 NIP. 19801011 200812 2 001
Koordinator TA
Arief Imam Santoso, S.Sn NIP. 19790327 200501 1 002
LEMBAR PENGESAHAN
Diterima dan Disetujui oleh Panitia Tugas Akhir Jurusan Seni Rupa Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta
commit to user 1. Ketua Sidang Ujian Tugas Akhir
Drs. Ahmad Kurnia W. ( )
NIP. 19430726 198003 1 001
2. Sekretaris Sidang Ujian Tugas Akhir
Arief Imam Santoso, S.Sn ( )
NIP. 19790327 200501 1 002
3. Penguji I
Andreas S. Widodo, S.Sn., M.Hum ( )
NIP. 19751201 200112 1 002 4. Penguji II
Ercilia R Octavia, S.Sn ( )
NIP. 19801011 200812 2 001
Mengetahui
Dekan Fakultas Sastra dan Seni Rupa Ketua Program
Universitas Sebelas Maret D3 Desain Komunikasi Visual
Drs. Sudarno, MA Andreas S. Widodo, S.Sn., M.Hum NIP. 19530314 198506 1 001 NIP. 19751201 200112 1 002
commit to user
“Berusahalah terus dengan kemampuan yang kamu miliki” ( Ayahanda )
“Demi ibu, aku pasti bisa” ( Penulis )
commit to user
Tugas akhir ini kupersembahkan:
“Orang Tua Saya Yang Saya Hormati dan Sayangi, Para Pembimbing Saya, dan Keluarga Saya”
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta segala karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Perancangan Promosi Batik Dakon Mas Melalui Media Komunikasi Visual”, Adapun Tugas Akhir ini disusun guna meraih gelar Ahli Madya program D3 Desain Komunikasi Visual Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta.
commit to user
Maret.
2. Andreas S. Widodo, S.Sn., M.Hum selaku Ketua Program D3 Desain Komunikasi Visual dan selaku pembimbing I Tugas Akhir.
3. Ercilia R Octavia, S.Sn, selaku pembimbing II Tugas Akhir. 4. Hermansyah Muttaqin, S.Sn, selaku pembimbing Akademik. 5. H. Muhammad Afrosim, selaku pemilik Batik Dakon Mas. 6. Segenap petugas TU D3 DKV
7. Semua pihak mulai dari keluarga hingga semua teman dan sahabat yang tidak bisa disebutkan satu persatu oleh penulis sehingga Tugas Akhir dapat terselesaikan.
Disadari sepenuhnya bahwa konsep Tugas Akhir ini jauh dari sempurna, maka dari itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritiknya. Supaya untuk maju kedepannya bisa lebih diterima dan bermanfaat bagi kita semua, amin.
Surakarta, Oktober 2010
commit to user
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Perancangan ... 4
BAB II IDENTIFIKASI DATA (...) 5
commit to user
BAB III KONSEP PERANCANGAN (...) 24
A. Konsep Karya ... 24
BAB IV VISUALISASI KARYA (...) 57
A. Logo ... 57
commit to user
E. Merchandise ... 77
BAB V PENUTUP (...) 82
1. Kesimpulan ... 82
2. Saran ... 82 DAFTAR PUSTAKA
commit to user
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Indonesia kaya akan hasil budaya, salah satunya adalah batik. Batik merupakan salah satu hasil budaya yang juga merupakan ladang usaha masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Banyak orang Indonesia ataupun Warga Negara Asing yang sangat tertarik dengan batik, maka dari itu, banyak dari penduduk Indonesia menjadikan batik sebagai lapangan kerja, dengan demikian batik makin lestari.
Bisa dilihat, masyarakat Indonesia terutama yang bertempat tinggal di wilayah Kota Solo, banyak yang menggantungkan hidupnya pada usaha batik. Salah satunya warga Kampung Kauman, hampir semua masyarakatnya berprofesi sebagai pembuat dan pedagang batik.
commit to user
bekal keahlian yang diberikan tersebut masyarakat Kauman dapat menghasilkan karya batik yang langsung mengaplikasikan motif-motif batik yang sering dipakai oleh keluarga keraton ke dalam kain mori (www.indotoplist.com).
Pada mulanya para abdi dalem ulama hanya bekerja sebagai abdi dalem
saja, istrinya bekerja sambilan membatik di rumahnya untuk konsumsi keraton. Seiring berjalannya waktu usaha rumah tangga tersebut kemudian berkembang menjadi usaha batik, dan kerja rangkap ini berhasil menaikkan taraf ekonomi masyarakat. Usaha inilah yang antara lain menyebabkan masyarakat Kauman dapat membangun rumah yang megah atau indah pada awal tahun 1800 sampai dengan pertengahan tahun 1900 (th penelitian 1998. www.indotoplist.com).
Kampung tersebut menjadi makmur karena hidupnya usaha batik yang mendominasi kehidupan masyarakat pada masa itu. Bahkan menurut penelitian Wiwik setyaningsih (pada tahun 2000. www.indotosplit.com), keberhasilan ini menarik minat para pendatang untuk tinggal di wilayah Kauman dan menjadi
kawula dalem yang bekerja memenuhi segala kebutuhan keraton seperti menjahit (Kampung Gerjen), membuat kue (Kampung Baladan), membordir (Kampung Blodiran), dan sebagainya. Suksesnya dengan usaha batik itulah yang membuat masyarakat Kauman hingga sekarang banyak bahkan bertambah jumlahnya yang menjadikan batik tak hanya sebagai budaya, tapi juga sebagai ladang usaha mereka. Seperti Batik Dakon Mas misalnya.
commit to user
berkeliling kampung dan dipasarkan di pasar tradisional. Butuh waktu bertahun-tahun, hingga akhirnya Batik Dakon Mas menjadi perusahaan batik yang sukses. Di zaman orde baru, Batik Dakon Mas mengalami perkembangan yang sungguh pesat dengan kain santungnya. Bahkan Batik Dakon Mas berhasil memiliki rumah produksi sendiri yang juga berada di kawasan Kampung Kauman. Batik Dakon Mas mempunyai banyak klien tersebar di seluruh nusantara, bahkan pernah satu kali mengadakan hubungan kerja sama dengan Negara Malaysia (kerjasama ekspor kemeja batik, pada tahun 2004). Batik Dakon Mas selalu bisa mencapai target penjualannya, bahkan lebih dari yang ditargetkan. Kesuksesan memasarkan produk batik tidak hanya dialami Batik Dakon Mas saja, tetapi seluruh pedagang batik yang berada di Kampung Kauman.
Kendala yang dihadapi sekarang, Batik Dakon Mas mengalami penurunan permintaan oleh konsumen dan klien-klien tetap semenjak perekonomian Asia Tenggara mengalami krisis global. Bersamaan dengan itu, bahan Batik Dakon Mas sedang melakukan diversifikasi produk, yang semula hanya dari santung saja, menjadi produk batik dengan berbagai macam jenis kain. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi baru yang lebih unik, menarik, dan komunikatif untuk mengembalikan minat masyarakat yang dulu, terhadap produk Batik Dakon Mas yang sekarang.
commit to user
Berdasar uraian tersebut dapat dirumuskan bahwa masalah yang dihadapi untuk memromosikan industri Batik Dakon Mas antara lain :
1. Bagaimana merancang media komunikasi visual yang unik, menarik, dan
komunikatif sehingga dapat mengembalikan minat masyarakat yang dulu terhadap Batik Dakon Mas yang sekarang?
2. Bagaimana memilih media promosi yang efektif dan efisien untuk
memromosikan industri Batik Dakon Mas?
C.
Tujuan Perancangan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari perancangan Desain Komunikasi Visual sebagai media promosi Batik Dakon Mas adalah sebagai berikut :
1. Merancang desain yang menonjolkan keunggulan dan keunikan Batik
Dakon Mas untuk menimbulkan minat konsumen yang dulu terhadap Batik Dakon Mas yang sekarang.
2. Memilih media promosi yang efektif dan efisien sehingga dapat tepat
commit to user
BAB II
IDENTIFIKASI DATA
A.
Data Batik Dakon Mas
1. Sejarah Berdiri dan Latar Belakang
Batik Dakon Mas merupakan salah satu dari sekian banyak industri batik yang ada di Kampung Kauman. Awal kemunculannya sekitar 24 tahun yang lalu oleh Bapak H. Muhammad Afrosim. Pada awal berdirinya, Batik Dakon Mas tidak langsung dipasarkan dengan membuka showroom di rumah ataupun mengontrak kios di pasar tetapi, Bapak Afrosim memperkenalkan batik hasil karyanya dengan cara berkeliling dari showroom ke showroom dan dari pasar ke pasar.
Setelah berjalan empat tahun lebih, Bapak Afrosim bersama istrinya mengembangkan sayap karirnya dengan membuka showroom di rumah dan memiliki pabrik pribadi yang berada di Jalan Cakra Gang 3 Nomor 11 Kauman Surakarta. Selain itu Batik Dakon Mas juga menyewa kios di Pasar Klewer Lantai Dasar Los D No 15, yang berkawasan di Jalan Dokter Rajiman Solo.
commit to user
kerja sama Negara Malaysia, yaitu berupa kerjasama dalam bentuk ekspor kemeja batik ke Malaysia, dan itu terjadi pada tahun 2004. Semenjak memulai produksi santungnya hingga sekarang, Batik Dakon Mas telah menyediakan berbagai macam pakaian, seperti: hem laki-laki, atasan perempuan, abaya, daster, baju anak-anak, baju ABG, kaos, rok, celana panjang dan pendek, bahan, hingga tas batik. Batik Dakon Mas juga menerima pesanan mulai dari seragam batik, hingga mukena batik.
Sukses dengan kain santungnya, Batik Dakon Mas semakin meningkatkan produksi dengan menggunakan berbagai macam jenis kain sebagai bahan dasar/media batiknya, seperti jenis kain: rayon, katun, paris, dobi, sutra, mekao, blaco, lurik, dan fist cost.
2. Visi dan Misi
Industri Batik Dakon Mas memiliki visi, menjadi industri batik yang sukses, dan tetap menggunakan persaingan yang sehat dengan sesama industri batik lainnya. Misinya, ingin mempersembahkan karya-karya batik buatan sendiri dan yang sesuai dengan keinginan konsumen.
3. Omset perhari
commit to user
B.
Data Produk
Sejak Batik Dakon Mas menggunakan kain santung sebagai bahan dasar pembuatan kain batik, Batik Dakon Mas menyajikan produk-produknya tak hanya dalam bentuk jarik dan sarung saja. Masih dengan motif-motif batik lama, Batik Dakon Mas menambah variasi warna dan juga menjadikannya menjadi bermacam-macam busana, seperti: daster, kemeja, atasan, baju anak-anak, kaos, rok, abaya, bahan, celana, tas, dan mukena.
commit to user
Hem Bahan canting
Atasan Rok
Harga dari produk-produk Dakon Mas berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 300.000
Hem/Kemeja Atasan
commit to user
Pendek katun : Rp 40.000 Manohara : Rp 80.000 Pendek baru : Rp 85.000 Kombinasi : Rp 80.000
Gosongan : Rp 45.000 Sr xxxi : Rp 65.000
SBY Panjang : Rp 80.000 Tambal kerah : Rp 90.000 Santung : Rp 45.000 Pendek pakek lengan : Rp 55.000 Paris : Rp 80.000 Kelelawar : Rp 45.000 Canting : Rp 120.000
Ekspor : Rp 50.000 Katun : Rp. 120.000
Kaos : Rp 70.000 Santung : Rp 50.000
Jumbo lengan : Rp 55.000
Katun : Rp 65.000
Ibu pakek lengan : Rp 42.500 Ibu tanpa lengan : Rp 40.000
commit to user
Katun : Rp 135.000 Tempel abg : Rp 120.000
Halus : Rp 85.000 Hamil pita : Rp 160.000
Sarung : Rp 80.000 Pras : Rp 65.000
Fish cost : Rp 80.000 Batok : Rp 70.000
Rit dada : Rp 135.000 Pias : Rp 90.000
Colet : Rp 75.000 Lawasan : Rp 40.000
Paris : Rp 80.000 Kimono : Rp 75.000
Pelangi : Rp 155.000 Sarung : Rp 80.000
Sogan : Rp 52.500 Rempel : Rp 85.000
Jumbo : Rp 55.000 Duyung : Rp 60.000
Anak export : Rp 50.000 Sabuk : Rp 80.000
C.
Data Pemasaran
Batik Dakon Mas memasarkan produknya ke seluruh penjuru Indonesia. Batik Dakon Mas memiliki klien tetap di daerah Solo, Jakarta, Bandung, Madura, Surabaya, Pasuruan, Tuban, Situbondo, Lampung, Kalimantan, Pacitan, Delanggu, Jogjakarta, Bogor.
commit to user
D.
Data Konsumen
Konsumen Batik Dakon Mas dibagi menjadi dua bagian:
1. Konsumen Individu, yakni konsumen yang membeli produk-produk batik untuk kepentingan sendiri, seperti contohnya, untuk oleh-oleh atau untuk dikenakan sendiri.
Konsumen Individu ini biasanya dari kalangan konsumen yang telah dikenal maupun yang belum pernah dikenal.
Biasanya dari konsumen Individu, mereka terbagi menjadi 3 kelompok, a. Usia 3-14 tahun, mereka tidak terlalu terpancang motif batiknya, tapi
lebih ke bentuk desain bajunya.
b. Usia 15-25 tahun, mereka mencari pakaian yang tidak sepenuhnya batik. Konsumen seperti ini cenderung mencari pakaian batik yang tidak terlalu terlihat batik. Mereka juga mengejar desain bajunya.
c. Usia 25 tahun ke atas, mereka mencari batik dengan corak yang belum pernah ada sebelumnya dan dengan harga yang terjangkau.
commit to user
Produk yang sering menjadi pesanan: seragam untuk kantor.
E.
Promosi
Sejauh ini, dari pihak Batik Dakon Mas belum pernah mengadakan promosi besar seperti mengadakan pameran tunggal, mempromosikan melalui media koran, traficad, atau semacamnya. Batik Dakon Mas mempromosikannya dengan logo, nameboard, brosur, tas plastik, dan ticket. Batik Dakon Mas juga ikut serta dalam setiap event pameran kebudayaan yang diadakan di Kota Solo yang diadakan setiap bulannya, baik dari pihak Kampung Kauman maupun dari pameran yang diadakan oleh Pemerintah Solo, seperti misal Pameran Inacraft 2010 yang diadakan di Jakarta Convention Center..
commit to user
Name board brosur
commit to user
Dealer Help Label
F.
Target
1. Target Market
Target Market dari industri Dakon Mas dikelompokkan sebagai berikut: a. Segmen Geografis
Apabila ditinjau dari aspek geografisnya, maka target market dari Dakon Mas adalah wilayah Solo dan sekitarnya.
b. Segmen Demografis
Target market dari Dakon Mas berdasarkan aspek demografis adalah masyarakat yang terbagi menjadi 3 segi, yaitu:
1) Dari segi umur: Dari usia 20-50 tahun.
2) Dari segi pendidikan dan pekerjaan:
SMA, Mahasiswa, dan pekerja (karyawan dan atasan). 3) Dari segi agama:
commit to user
Dari aspek psikografis, Target Market dari Batik Dakon Mas adalah
1) Konsumen yang suka mengenakan batik baik untuk keseharian maupun untuk acara-acara tertentu.
2) Konsumen yang cinta batik sehingga menjadikan batik sebagai barang yang patut untuk dikoleksi.
3) Konsumen yang mengenakan batik karna batik sebagai identitas bangsa seperti misal, keharusan memakai batik di tempat kerja atau karna lingkungan sekitar yang mengharuskan menggunakan batik.
2. Target Audience
Target Market dari Industri Dakon Mas dikelompokkan sebagai berikut: a. Segmen Geografis
Apabila ditinjau dari aspek geografisnya, maka target audience dari Dakon Mas adalah wilayah Solo dan sekitarnya.
b. Segmen Demografis
Target audience dari Dakon Mas berdasarkan aspek demografis adalah masyarakat yang terbagi menjadi 3 segi, yaitu:
1) Dari segi umur: Dari usia 20-50 tahun.
2) Dari segi pendidikan dan pekerjaan:
SMA, Mahasiswa, dan pekerja (karyawan dan atasan). 3) Dari segi agama:
commit to user
c. Segmen Psikografis
Dari Segmen Psikografis, Target Audience dari Batik Dakon Mas adalah 1) Konsumen yang suka mengenakan batik baik untuk keseharian
maupun untuk acara-acara tertentu.
2) Konsumen yang cinta batik sehingga menjadikan batik sebagai barang yang patut untuk dikoleksi.
3) Konsumen yang mengenakan batik karna batik sebagai identitas bangsa seperti misal, keharusan memakai batik di tempat kerja atau karna lingkungan sekitar yang mengharuskan menggunakan batik.
G.
Kompetitior
1. Batik Gunawan Setiawan
a. Data Perusahaan
Pertama kali berdirinya sekitar tahun 1972, oleh Pak Muhammad, dan menggunakan nama Putra Mas untuk usaha batiknya. Turun ke generasi kedua terjadi perubahan nama perusahaan yang semula bernama Putra Mas, menjadi Batik Emhadi. Selang beberapa tahun, karna tidak begitu sukses dengan nama Emhadi, akhirnya diputuskan pada generasi ke empat nama perusahaan berganti lagi menjadi Batik Gunawan Setiwan. Kepemilikannya pun digantikan oleh Pak Gunawan Setiawan (putra dari Pak Muhammmad).
commit to user
batik tulis dan pembabarannya. Beberapa tahun kemudian Batik Gunawan meningkatkan produksi produknya dengan lebih beragam dan lebih variatif. Seperti misalnya seperti sekarang ini Batik Gunawan telah memproduksi batik tulis, batik klasik khas surakarta dan Batik Saudagaran yang memadukan gaya klasik dan tradisional, kesemuanya itu diproses secara alami menggunakan bahan pewarna alam yang diambil dari kaju teger, kaju tingi, kaju jambal dan bahan alami lain yang diperoleh dari alam Indonesia.
Layaknya sebuah perusahaan, Batik Gunawan juga memiliki visi dan misi. Visinya melestarikan kebudayaan batik, dan juga sebagai salah satu sumber menari nafkah. Misinya mensejahterakan keluarga, karyawan, dan masyarakat luas. Juga berguna bagi negara.
b. Data Produk
Batik Gunawan memproduksi mulai dari Kemeja, Blus, Jarik, Bahan cap, dan Kaos.
Harga :
commit to user
Blus bahan canting c. Data Pemasaran
Batik Gunawan Setiawan berhasil memasarkan produknya dari skala nasional hingga skala Internasional. Nasional: Solo, Jogja, Bandung, Jakarta, Surabaya, Padang, Semarang, dan wilayah wilayah Indonesia lainnya. Internasional: Singapore, Malaysia, Jepang (pernah satu kali). Sejauh ini, Batik Gunawan Setiawan belum memiliki cabang Showroom. Showrooom Batik Gunawan Setiawan terletak di Jalan Cakra Kampung Kauman.
d. Data Konsumen
commit to user
e. Promosi
Sejauh ini, promosi yang dilakukan oleh Batik Gunawan Setiawan cukup variatif, seperti Batik Gunawan Setiawan mengadakan program diskon, pameran-pameran yang selalu aktif diselenggarakan dari pemerintah Kota Solo di wilayah Solo maupun luar wilayah Kota Solo, iklan di Koran Radar Solo terbitan februari 2010, dan acara-acara Paguyuban (seperti pameran tiap hari minnggu baik di daerah ciwalk maupun ngarsopuro).
Promosi juga dilakukan dengan membuat logo, brosur, kartu nama, leaflet, name board, dealer help, packaging, paper bag, dan website
(www.gunawansetiawan.com)
commit to user
Dealer help Dealer help
Kartu nama packaging plastik
Paper bag sticker
2. Batik Soga
commit to user
Awal karir Batik Soga tidak jauh beda dengan Batik Gunawan, karena antara Batik Gunawan Setiawan dan Batik Soga masih saudara dekat. Batik Soga berdiri sekitar 4 tahun yang lalu. Yakni tahun 2006 didirikan oleh Bapak Muhidin. Bapak Muhidin ini sendiri adalah Kakak Kandung dari pemilik Batik Gunawan Setiawan.
Bedanya antara Batik Soga dengan Batik Gunawan Setiawan adalah, Batik Soga tidak memiliki rumah produksi sendiri untuk menghasilkan karya-karya produknya. Batik Soga sendiri lebih cenderung membeli dalam jumlah banyak produk orang lain, kemudian dijual kembali. Konsep dari Batik Soga sendiri diambil dari konsep salah satu batik yang ada di Jogjakarta. Pak Muhidin selaku pemilik dan pengelola Batik Soga ingin mengaplikasikan toko-toko batik yang ada di Jogja ke Kota Solo.
b. Data Produk
commit to user
Kemeja pria Kaos Kerah
c. Data Pemasaran
Batik Soga memasarkan Produknya masih dalam lingkup Jawa. Batik Soga sendiri berada di kawasan Jalan Trisula no 6 Kauman Surakarta. Batik Soga sendiri juga telah memiliki cabang di daerah Laweyan, dan juga menyewa kios di dalam Hotel Novotel.
d. Data Konsumen
Batik Soga memiliki konsumen tetap yang tersebar di wilayah Indonesia, ada yang membeli untuk keperluan pribadi, dan ada yang membeli untuk keperluan bersama.
e. Promosi
Promosi yang dilakukan Batik Soga mulai dari logo, kartu nama, paper bag, brosur, dan name board.
commit to user
Name board Logo
dealer help Kartu nama
commit to user
commit to user
menjadi media pemasaran paling potensial bagi siapapun. Kata iklan memang
relatif sama maknanya dengan reklame yang berasal dari bahasa Latin, re clamo. re berarti berulang-ulang sedangkan clamo berarti berseru. Iklan sendiri
berasal dari bahasa Inggris, advertisement, sehingga di Indonesia sangat popular istilah advertising atau periklanan.
Menurut Pujiriyanto (2005), ada beberapa definisi tentang iklan, antara
lain (Arya Pageh Wibawa Blog):
a. Iklan merupakan kekuatan yang menarik yang ditujukan kepada kelompok
pembeli tertentu dan dilakukan oleh produsen atau penjual agar
mempengaruhi penjualan barang untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
b. Iklan adalah tindakan-tindakan yang ditujukan untuk menarik perhatian
umum atas suatu jenis barang atau jasa dengan cara membangkitkan
keinginan calon pembeli untuk memiliki barang atau memakai jasa
tersebut.
c. Iklan adalah penyampaian pesan lewat media-media secara sugestif untuk
mengubah, menggerakkan tingkah laku atau minat masyarakat untuk
commit to user
(Arya Pageh Wibawa Blog)
Konsep kreatif memiliki makna yang tidak jauh beda dengan pendekatan
kreatif. Pendekatan kreatif sendiri itu tentang bagaimana strategi
mengakrabkan antara produk dengan calon konsumen. Seperti halnya Batik
Dakon Mas yang memerlukan pendekatan kreatif dalam mempromosikan
produk-produknya baik di mata masyarakat yang sudah menjadi konsumen
tetap, maupun yang masih menjadi target konsumen.
Ada berbagai macam pendekatan kreatif, di mana itu tergantung pada
strategi konsep periklanan serta siapa khalayak sasaran yang dituju. Adapun
penyampaian pesan dari iklan tersebut dilakukan dengan banyak alternatif,
apakah dengan hard sell, soft sell, information mouth to mouth, information
outdoor promotion, mengangkat citra, bersaing dengan kompetitor, dan sebagainya. Tujuan dari perancangan promosi kreatif dari Batik Dakon Mas ini
diharapkan dapat:
a. Membuat desain promosi yang unik, simpel, tapi tetap menarik dan
disesuaikan dengan karateristik target audiens sehingga hanya dengan
melihat desain promosinya target audiens tertarik untuk mencari tahu
tentang Batik Dakon Mas.
b. Membuat target audiens yang belum membeli maupun yang telah membeli
terus teringat dan loyal terhadap Batik Dakon Mas.
commit to user
d. Mengembalikan minat lama para konsumen terhadap citra Batik Dakon
Mas yang sekarang.
e. Menempatkan promosi-promosi Batik Dakon Mas di lokasi yang dekat
dengan target audiens sehingga bisa mempersuasi mereka untuk datang
berkunjung dan mengonsumsi produk Batik Dakon Mas
f. Menempati posisi paling utama di hati target audiens melalui identifikasi
USP dan penetapan positioning Batik Dakon Mas.
2. USP (Unique Selling Preposition)
Pada ranah periklanan dikenal dengan adanya strategi Unique Selling Preposition (USP), yang memiliki definisi pendekatan yang berorientasi pada
keunggulan atau kelebihan produk yang tidak dimiliki oleh produk saingannya,
(kutipan Suyanto, Aplikasi Desain Grafis untuk periklanan tahun 2004, dalam
www.google.com).
USP adalah sebuah keunikan yang dimiliki oleh suatu produk, yang di
mana keunikan itulah yang menjadi salah satu senjata terkuat dari suatu produk
untuk bersaing dengan produk lain, dan juga untuk mendapatkan pandangan
positif dari target audiens terhadap suatu produk itu sendiri.
Unique Selling Preposition menjadi salah satu faktor penting bagi produk
terlihat beda di mata konsumen dibandingkan dengan produk-produk
kompetitor. Adapun keunikan Batik Dakon Mas yang dimaksud itu adalah:
a. Memiliki desain yang bagus dan terkesan eksklusif dengan harga tetap
commit to user
b. Menjaga kepercayaan target audiens terhadap kualitas jahitan tiap
produknya yang rapi, halus, dan kuat.
c. Pada proses pewarnaan dari Batik Dakon Mas menggunakan warna jenis
Remasol dan direck, sehingga warna tidak luntur ketika dicuci.
d. Batik Dakon Mas lebih dominan menggunakan proses cap daripada proses
printing untuk menjaga keaslian warna dan keaslian kualitas kain meskipun telah dicuci berulang kali.
3. Positioning
Positioning adalah mencari ‘posisi’ di benak target audiens atas produk yang ditawarkan, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi
yang dipakai, dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai
di mana konsumen dalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa
yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang
dilakukan oleh suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya, (Kotler,
1997 : 262).
Positioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk, merek, perusahaan, individu atau apa saja dalam alam fikir mereka
yang dianggap sasaran atau konsumennya, (Rhenald Kasali, 1995 :157).
Positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi
pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu
commit to user
Setiap produk pasti membutuhkan positioning yang jelas di mata calon
konsumen. Melalui positioning itulah para konsumen tahu pasti untuk apa dan sebagai apa produk itu diciptakan, seperti hal nya Batik Dakon Mas.
Strategi penetapan positioning dapat ditetapkan melalui dua cara, yaitu:
a. Penetapan positioning dengan Kejujuran
Yaitu, strategi penetapan posisi yang dapat dilakukan melalui salah satu dari
empat pendekatan sebagai berikut:
1) Penetapan Posisi Melalui Ciri Produk
Strategi penetapan posisi yang paling banyak digunakan adalah
menghubungkan produk dengan ciri yang mudah dikenali seperti warna,
potensi, dan kelincahan.
2) Penetapan Posisi Melalui Harga dan Kualitas
Meskipun harga dan kualitas dapat dianggap sebagai ciri, keduanya
demikian penting sehingga perlu diperlakukan secara terpisah. Dalam
berbagai kategori produk, merek-merek tertentu yang menawarkan ciri
keunggulan, pelayanan atau kinerja yang lebih baik menggunakan harga
lebih mahal sebagai sugesti kepada konsumen agar mereka dipandang
sebagai warga masyarakat berkelas.
3) Penetapan posisi berdasarkan penggunaan
Dalam penetapan posisi berdasarkan penggunaan, perusahaan atau
pemasar berupaya memposisikan merek mereka sebagai produk yang
commit to user
4) Penetapan Posisi Berdasarkan Pengguna Produk
Dalam penetapan posisi berdasarkan pengguna produk, merek
dihubungkan dengan pengguna khusus untuk kelas pengguna dalam
masyarakat.
b. Penetapan positioning dengan Image.
Yaitu, strategi penetapan positioning dengan cara menciptakan kesan imajinasi di dalam fikiran target audience
Setiap produk pastinya akan dituntut untuk memiliki positioning ketika produk itu memang pada akhirnya akan dijual ke pasar dan bersaing dengan
banyak produk lain. Seperti halnya Batik Dakon Mas dimana industri ini harus
memiliki positioning yang jelas di mata konsumen sebagai pembeda atau pembanding antara produk industri lain. Dari dua cara strategi positioning yang
telah ditulis diatas, positioning dari Batik Dakon Mas yaitu, Batik Dakon Mas sebagai suatu industri batik yang menempatkan produk-produknya sebagai
diperlukan strategi promosi yang baik, entah itu melalui event yang diadakan
commit to user
kelompok, atau bisa juga hanya dengan alat-alat promosi yang tidak harus
mengikutsertakan perusahaan ke dalam event-event tertentu. Sebuah strategi
pengenalan produk terhadap konsumen baik melalui event-event tertentu
ataupun yang tidak melalui event apapun, tetap membutuhkan alat-alat promosi
agar khalayak tahu dan mengerti apa yang diinginkan dari produsen terhadap
produk mereka.
Batik Dakon Mas lebih memilih bentuk promosi yang tanpa harus
mengikut sertakan pada sebuah event-event tertentu. Cukup dengan alat-alat
promosi yang dirancang semenarik mungkin sesuai dengan karakter target
audience dan sesuai dengan positioning yang telah ditentukan. Penggunaan alat-alat promosi yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan
kebutuhan yang memang paling efektif dan efisien.
Setelah media-media promosi dipilih, desain awal menggunakan sket
kasar dengan beberapa alternatif desain sebelum akhirnya desain mana yang
akan digunakan. Setelah proses sket kasar selesai, desain dikerjakan melalui
komputer dan kemudian di cetak menggunakan cetak offset ataupun digital
print.
2. Strategi Visual Verbal
Copywriting
Copywriting adalah seni penulisan pesan penjualan. Copywriting
commit to user
ketertarikan (interest), keinginan (desire), keyakinan (conviction), dan
tindakan (action) sebagaimana yang diinginkan, maka pesan penjualan atau copy iklan itu telah gagal. Tentu saja, copy iklan itu harus didukung oleh
bentuk kreativitas lain seperti gambar, tipografi, dan mungkin juga warna. Namun, penulis iklan (copywriter) dalam menyusun pesan penjualan harus berfikir secara visual dan mengarahkan bentuk-bentuk kreativitas tersebut
guna meraih tujuannya.
Copywriting terdiri dari kepala berita/judul (headline), Sub headline,
teks inti (body copy), slogan (keyword), serta kalimat dasar (baseline) yang semuanya itu saling memperjelas satu sama lain.
a. Kepala berita / judul (headline)
Headline sering juga disebut dengan judul. Headline adalah bagian terpenting dari suatu iklan dengan dukungan typografi yang menonjol,
yang biasa dipakai sebagai penangkap perhatian utama (eye cather). Untuk image yang sudah ada mengutamakan kualitas serta harga yang
terjangkau. Kenyataan tersebut merupakan hal-hal yang paling relevan
dan yang paling ingin untuk ditonjolkan. Salah satu keberhasilan suatu
iklan adalah headline yang cukup menarik perhatian. Karena fungsi
utama dari headline adalah menarik perhatian konsumen ataupun para pembaca dengan cepat dan berusaha menarik keinginan konsumen
ataupun para pembaca dengan cepat dan berusaha menarik keinginan
commit to user
maka headline yang ingin digunakan harus memperhatikan faktor-faktor
dalam penyusunan sebuah headline:
1) Headline digunakan untuk memberikan pengertian yang singkat tetapi benar-benar mengena pada para pembaca agar berminat pada produk yang
ditawarkan. Oleh karena itu headline hendaknya benar-benar persuasif.
2) Dari headline diharapkan agar dari dalam diri pembaca timbul rasa
5) Hindari kata-kata yang bersifat negatif dalam sebuah headline.
Dalam pelakasanaan kegiatan promosi dan periklanan ini
menggunakan headline yang dirasa sesuai dengan pertimbangan di atas
yaitu dengan menggunakan kata-kata yang dapat menyentuh emosional
pembaca. Kata-kata/pesan yang disampaikan di dalam headline harus sesuai dengan apa yang sedang dirasakan/dibutuhkan di dalam benak
target market. Dengan membaca pesan yang dapat menembus benak
target market, langkah selanjutnya target market akan berusaha mencari
tahu tentang produk tersebut. Headline dari Batik Dakon Mas adalah “Dengan nuansa lebih ceria di setiap kesempatan”
commit to user
Bukan bagian tetap dari logo. Byline sendiri bisa disertakan atau tidak
disertakan dengan logo. Byline merupakan sebuah kata yang memiliki makna sebenar-benarnya dari kepribadian atau produk yang dihasilkan
oleh suatu perusahaan.
Byline dari promosi Batik Dakon Mas yaitu, “Tradisional batik cap dan printing”
c.Teks inti (body copy)
Body copy adalah penjelas dari apa yang dituliskan dalam headline.
Body copy merupakan kalimat teks iklan yang mengemukakan uraian pesan-pesan produk yang bersangkutan. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan body copy adalah sekomunikatif dan
seefektif mungkin sehingga dalam penyampaiannya singkat namun jelas,
persuasif, jujur dalam arti yang menyanjung, asal tidak berlebihan dan
yang dikatakan adalah benar dan tidak dibuat-buat, edukatif, dan etis.
d. Slogan (key word)
Slogan dapat membantu untuk mengenalkan dan menanamkan citra
produk dalam benak masyarakat. Salah satu unsur dalam keberhasilan
sebuah slogan adalah kalimat atau kata-kata yang digunakan harus
komunikatif dan tidak bertele-tele, sehingga mudah diingat dan dikenal
oleh masyarakat. Slogan sangat dibutuhkan dalam sebuah iklan, karena
slogan dapat melekatkan image suatu produk ataupun jasa yang
diiklankan pada konsumen. Slogan yang dipakai oleh Batik Dakon Mas
commit to user
e. Kalimat dasar (base line)
Merupakan unsur lain yang terdapat dalam sebuah iklan, yang
biasanya peletakannya di bagian paling bawah dari keseluruhan bidang
(biasanya tercantum nama perusahaan, brand name, dan bisa juga slogan). Base line yang digunakan pada iklan Batik Dakon Mas adalah alamat lengkap dan nomor telephon dari showroom Batik Dakon Mas:
Showroom: Jl. Cakra gang 3 no. 11 Kauman Surakarta, (0271) 664021 Kios: Ps. Klewer Los D no.17, (0271) 662339
E-mail: [email protected]
Sebuah layout dapat bekerja dan mencapai tujuannya bila pesan-pesan yang akan disampaikan dapat segera ditangkap dan dipahami oleh
pengguna dengan suatu cara tertentu. Selanjutnya, sebuah layout harus
ditata dan dipetakan secara baik supaya pengguna dapat berpindah dari
satu bagian ke bagian yang lain dengan mudah dan cepat. Akhirnya,
commit to user
Konsep layout perencanaan iklan pada Batik Dakon Mas ini, dibuat
berdasarkan karakter produk dan kepribadian industri. Karena industri ini
adalah sebuah industri batik, maka layout promosi akan didesain dengan
bernuansa batik, sehingga masyarakat yang melihat promosi tersebut
langsung bisa mengetahui bahwa promosi tersebut adalah promosi untuk
produk batik bukan produk lain. Dan dengan layout didesain sesuai
dengan ciri dan kepribadian industri Batik Dakon Mas, menunjukkan
kepada khalayak atau target market bagaimana ciri dan kepribadian Batik
Dakon Mas tersebut.
Desain layout dirancang sesimple mungkin tapi tetap jelas maksut dari penataan antara gambar, teks, dan warna. Sehingga mudah dipahami
maksud dari pesan yang disampaikan lewat promosi tersebut.
b. Logo
Logo bukan hanya sebuah simbol, tapi logo juga merupakan
identitas perusahaan yang dimana dengan logo itulah, target market tahu
bagaimana karakteristik perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan tidak
bisa dengan secara gampang menciptakan logo untuk sebuah produk
tanpa melihat bagaimana ciri dan sifat produk tersebut. Logo yang baik
itu, logo yang bagus tapi mudah diingat oleh konsumen. Sehingga dari
logo itulah, konsumen akan selalu teringat dengan suatu perusahaan itu
ketika konsumen tersebut ingin membeli produk yang memang satu tipe
commit to user
Logo diatas merupakan logo dari Batik Dakon Mas. Terdiri dari
visualisasi motif batik parang, dan dilengkapi dengan dua jenis font,
Arial dan Haettenschweiler. Motif parang adalah motif yang sekarang ini
mendominasi produk-produk Batik Dakon Mas. Jenis font
Haettenschweiler memberikan kesan tegas dan kuat pada sebuah logo,
seperti Industri Batik Dakon Mas. Sedangkan jenis font Arial
memberikan kesan seimbang pada sebuah logo.
c.Typografi
Typografi adalah seni memilih jenis huruf, dari ratusan jumlah
rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkan dengan
jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai
dengan ruang yang tersedia, dan menandai naskah untuk proses
commit to user
Tipografi adalah seni pengaturan huruf dan kemudian
mencetaknya. Masing-masing huruf memiliki berbagi jenis atau style
(typeface). Banyak rancangan typeface yang masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri yang mampu menggambarkan suatu perasaan
yang menjadi pelengkap suatu gambar atau rangkaian kata-kata. Nama
dari typeface umumnya diambil dari suasana atau jaman ditemukannya
typeface tertentu.
Perancangan typografi sebagai isi dari bagan promosi tidak
bisa dipilih dengan sesuka hati. Pemilihan font memang dipilih yang
sesuai dengan kebutuhan. Biasanya dalam penyusunan typografi untuk
mengisi media promosi, dipilih jenis font yang memiliki sifat,
karakteristik, dan harapan yang sama dengan perusahaan. Batik Dakon
Mas sendiri dalam melengkapi media promosinya menggunakan jenis
font:
1) Kelompok huruf Arial, yaitu tipe huruf yang tidak menggunakan kait.
Alasan Batik Dakon Mas menggunakan jenis font ini, karena memiliki
sifat stabil. Jenis font ini ditempatkan untuk Sub headline dan Body
copy yang terdapat dalam media-media promosi Batik Dakon Mas.
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
commit to user
2) Kelompok huruf Blackkalder ITC, yaitu tipe huruf yang memiliki kait tak
sedikit. Alasan digunakannya jenis font ini karena memiliki kesan ceria
seperti prduk-produk dakon mas yang menawarkan keceriaan bagi para
pemakainya. Jenis font ini diaplikasikan untuk slogan dalam media-media
promosi Batik Dakon Mas.
Jenis font ini memiliki kesan tegas dan seimbang.
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
a b c d e f g h I j k l m n o p q r s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
5) Kelompok huruf Lucida Caligraphy, yaitu jenis font yang menggunakan
commit to user
digunakan dalam komunikasi periklanan karena sering dianggap sebagai
‘bahasa universal’. Ilustrasi biasanya dalam bentuk foto atau gambar.
Fungsi khusus ilustrasi antara lain:
1) Memberikan bayangan setiap karakter di dalam cerita
2) Memberikan bayangan bentuk alat-alat yang digunakan di dalam tulisan
ilmiah
3) Memberikan bayangan langkah kerja
4) Mengkomunikasikan cerita.
5) Menghubungkan tulisan dengan kreativitas dan individualitas manusia.
6) Memberikan humor-humor tertentu untuk mengurangi rasa bosan.
7) Dapat menerangkan konsep
Penggunaan ilustrasi pada sebuah iklan sangat penting karena
commit to user
dapat menarik perhatian, merangsang minat untuk membaca keseluruhan
pesan, menjelaskan suatu pernyataan atau keadaan, menciptakan suasana
yang khas, mendukung judul iklan, keseluruhan berkesan unik sehingga
dapat memberikan kesan kepada calon konsumen agar selalu dapat
diingat.
Ilustrasi yang digunakan untuk media promosi Batik Dakon Mas
berupa foto model dengan produk Batik Dakon Mas, teks, dan logo Batik
Dakon Mas.
e. Warna
Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran
sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau
tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Warna
digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari
simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah
pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light
merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan.
Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan
impresi yang cepat dan kuat, (Henry Dreyfuss).
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan
efek-efek tertentu. Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya
dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang
commit to user
tidaknya kita akan bermacam-macam benda, (J. Linschoten dan Drs.
Mansyur).
Dalam proses pelaksanaan media promosi Batik Dakon Mas
menggunakan warna-warna yang bisa menimbulkan kesan ceria dan fress
seperti warna hijau tua dan hijau muda. Warna hijau memiliki respon
psikologi sehat, pembaharuan, optimisme, dan kebebasan. Seperti Batik
Dakon Mas yang selalu menjalankan bisnisnya dengan cara sehat,
mengalami proses pembaharuan produk, selalu optimis dalam
menjalankan bisnis batik, dan menciptakan kebebasan berkarya bagi para
pemakai produknya. Warna hitam dalam promosi Batik Dakon Mas
digunakan untuk warna teks saja.
C : 62 R : 93 C : 0 R : 31
M : 32 G : 131 M : 0 G : 26
Y : 72 B : 95 Y : 0 B : 23
commit to user
Dalam proses penggarapan promosi untuk Batik Dakon Mas dimulai dari
sket kasar di atas kertas dengan beberapa alternatif desain sebelum akhirnya
diputuskan mengambil salah satu desain alternatif tersebut. Setelah itu desain
yang telah ditentukan dari beberapa desain alternatif tersebut, dikerjakan
menggunakan software komputer untuk mendapatkan desain dalam bentuk
digitalnya.
Setelah semua proses melalui komputer selesai, kini desain untuk promosi
siap dicetak dengan menggunakan proses print dan offset. Kemudian media-media
promosi yang telah dicetak ini segera ditempatkan pada lokasi-lokasi yang
memang menjadi target untuk peletakan promosi tersebut.
D.
Media Placement
Maksud dari media adalah alat atau bahan dalam pelaksanaan kelancaran
komunikasi ( Edi Sudadi,1994:111). Ada beberapa macam media yang dapat
digunakan menjadi media komunikasi visual. Adapun barang-barang yang bersifat
commit to user
pesan (message) dari komunikasi yang ditujukan kepada komunikan baik dalam
bentuk cetak atau audio visual.
Adapun pengertian dari media menurut Balai Pustaka adalah:
1. Alat, sarana komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster,
dan spanduk.
2. Yang terletak diantaranya dua pihak atau golongan.
3. Perantara atau penghubung (Balai Pustaka, 1987: 346).
Tujuan media menurut seorang ahli komunikasi bernama Harnold D. Lawell
(Harnold D. Lawell dalam Darmawan Sastro Subroto, 1988: 18) yaitu: The
Surveillance of the environtment. Artinya media mempunyai tujuan sebagai
pengamat lingkungan, atau dalam bahasa sederhana sebagai pemberi informasi
tentang hal-hal yang berbeda diluar jangkauan pengelihatan masyarakat luas.
Media dalam komunikasi periklanan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Media lini atas (above the line media (ATL))
Media yang dalam penyampaian informasinya berhubungan langsung
dengan masyarakat, yaitu melalui media:
a. Media elektronik (televisi, radio, internet)
b. Media cetak (surat kabar, majalah, tabloid, dll)
c.Media luar ruang (spanduk, name board, baliho, dll)
2. Media lini bawah (bellow the line media (BTL))
Media yang tidak menggunakan sistem pembayaran komisi yaitu iklan-iklan
yang tidak termasuk media lini atas. Media ini bersifat sebagai media
commit to user
Tujuan media-media tersebut adalah :
1. Menarik minat konsumen, dengan peningkatan promosi secara maksimal.
2. Menyampaikan pesan sejelas-jelasnya sehingga pesan dapat sampai
kepada khalayak sasaran.
3. Dengan promosi melalui media, diharapkan image Batik Dakon Mas dapat
tertanam dibenak target market dengan baik sehingga tidak ragu-ragu dalam
mempercayakan minat mereka terhadap Batik Dakon Mas.
Untuk mencapai tujuan media dari promosi Batik Dakon Mas ini, dilakukan
strategi media dengan pemasangan iklan-iklan pada beberapa media baik above the line ataupun bellow the line yang menggunakan karakter dan kelebihan yang
khas dari Batik untuk dipasang pada iklan-iklan tersebut dalam jangka waktu
tertentu.
Strategi media ditentukan oleh pertimbangan terhadap esensi media:
1. Cakupan
Daya jangkauan yang luas, meliputi: wilayah lokal atau nasional, mampu
mencapai khalayak.
2. Tingkat dibaca atau dipandang
Yaitu meninjau konsentrasi pembaca dan penonton serta pendengar.
3. Frekuensi
Tingkat pengulangannya yang tinggi sehingga lebih melekat dalam benak
khalayak.
4. Penentu sasaran yang tepat dan hanya sedikit pemborosan yaitu dengan
commit to user
Berdasarkan kebutuhan yang sesuai dengan karakteristik, sifat, dan
kepribadian Batik Dakon Mas, maka media promosi yang dipilih sebagai berikut:
1. Stasionary
a. Kartu nama
Kartu nama sebagai identitas atau tanda pengenal dari sebuah badan
organisasi atau perorangan. Kartu nama juga merupakan salah satu media
komunikasi yang efektif dan efisien.
1) Konsep Desain
Terdiri dari logo Batik Dakon Mas, keterangan alamat ruko dan
showroom serta no telfon dan alamat email. Pada bagian bawah tertulis slogan dari Batik Dakon Mas
2) Penempatan Media
Kartu nama ini nantinya akan ditempatkan disudut ruang showroom
dimana para pendatang mudah melihat dan mengambilnya.
b. Kop Surat
Kop surat adalah sebuah kertas yang berfungsi untuk menyampaikan pesan
panjang kepada perorangan, lembaga, atau perusahaan.
1) Konsep Desain
Terdiri dari logo Batik Dakon Mas, teks yang menerangkan alamat, no
telfon dan email. Pada bagian bawah terdapat teks slogan Batik Dakon
Mas
commit to user
Kop surat ini nantinya akan digunakan untuk menulis pesan atau
membalas pesan ke perorangan, atau perusahaan di luar Batik Dakon
Mas.
c. Amplop
Merupakan sebuah wadah untuk kop surat. Amplop juga sebagai identitas
dari si pengirim kepada si penerima kop surat.
1) Konsep Desain
Terdiri dari logo Batik Dakon Mas, dan pada bagian bawah tertera
slogan dari Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Media ini nantinya akan digunakan sebagai pembungkus kop surat
yang kemudian diberikan kepada perorangan, organisasi, perusahaan
di luar Batik Dakon Mas.
Media ini akan digunakan untuk melindungi berkas-berkas atau
file-file penting Batik Dakon Mas.
commit to user
Media ini merupakan alat bukti transaksi perdagangan yang tidak pernah
luput digunakan oleh setiap perusahaan.
1) Konsep Desain
Berisi kolom-kolom dan keterangan alamat, telp, email dari Batik
Dakon Mas. Pada bagian kiri atas terdapat logo Batik Dakon Mas
2) Penempatan Media
Media ini nantinya akan ditempatkan di meja kasir sebagai alat bukti
pembayaran.
f. Memo
1) Konsep Desain
Terdapat logo Batik Dakon Mas pada bagian tengah Memo.
2) Penempatan Media
Media ini nantinya difungsikan sebagai alat penyampaian pesan
kepada sesama pekerja Batik Dakon Mas ketika tidak bisa bertemu
secara langsung di showroom.
g. Sketch Book
1) Konsep Desain
Terdapat gambar model dengan produk batik dakon mas, dan pada sisi
kanan bawah buku terdapat logo Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Media ini nantinya akan diletakkan di showroom Batik Dakon Mas untuk perencanaan desain model-model terbaru yang belum
commit to user
2. Media lini atas (above the line media)
a. Billboard
Billboard merupakan media komunikasi yang memiliki peranan cukup besar dalam bidang komunikasi antara produk dengan klien. Billboard
memang dirancang untuk ditempatkan pada lokasi yang memang langsung
mengena pada sudut pandang khalayak ramai. Sebab itulah banyak sekali
para pemilik usaha menggunakan billboard sebagai media promosi untuk
produk mereka, seperti halnya Batik Dakon Mas.
1) Konsep Desain
Menggunakan gambar model dengan produk Dakon Mas. Pada bagian
kanan terdapat Headline. Pada bagian kanan bawah tertera logo Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Media ini nantinya akan ditempatkan pada papan baliho didaerah
commit to user
Penempatan media billboard.
b. Trafic ad
Trafic ad merupakan media komunikasi yang memiliki fungsi sebagai
penunjuk arah atau penunjuk keberadaan suatu perusahaan atau suatu
tempat. Trafic ad Batik Dakon Mas berisi alamat lengkap Batik Dakon Mas serta berisi teks berapa jauh jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke
showroom Batik Dakon Mas.
1) Konsep Desain
Terdapat logo Batik Dakon Mas pada bagian bawah traffic ad, dan teks 200 M beserta tanda arah ke selatan.
2) Penempatan Media
Media ini nantinya akan ditempatkan pada perempatan pertama pintu
masuk Kampung Kauman, dimaksudkan agar langsung terlihat oleh
wisatawan yang datang berkunjung ke Kampung Kauman.
c. Iklan koran
commit to user
Menampilkan model perempuan dengan produk Dakon Mas. Pada
bagian bawah tertulis alamat, telp, dan email dari Batik Dakon Mas.
Pada bagian kanan bawah terdapat logo Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Koran Harian Radar Solo dengan space iklan 2 kolom (38 x 120 mm)
dan dimuat selama 1 minggu.
d. Iklan majalah
Hampir sama dengan iklan koran, iklan majalah lebih menarik karena
menampilkan warna asli desain promosinya. Sedangkan iklan koran hanya
menggunakan warna hitam putih. Iklan majalah juga mampu menjangkau
segmen pasr tertentu.
1) Konsep Desain
Menampilkan model perempuan dengan produk Dakon Mas. Pada
bagian bawah tertulis alamat, telp, dan email dari Batik Dakon Mas.
Pada bagian kanan bawah terdapat logo Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Majalah Kartini
3. Media lini bawah (bellow the line media)
a. Brosur/Company Profile
1) Konsep Desain
Brosur ini berisi tentang company profile Industri Batik Dakon Mas.
commit to user
Brosur ini nantinya akan ditempatkan di salah satu satu sudut ruang
showroom Batik Dakon Mas yang mudah dilihat dan dijangkau oleh pembeli.
b. Poster
1) Konsep Desain
Terdapat foto produk beserta logo Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Ditempatkan pada sisi ruang showroom yang mudah dijangkau mata.
c. Paper Bag
Paper bag adalah sebuah wadah untuk produk yang pada akhirnya diberikan
kepada pembeli. Paper bag sendiri sebetulnya bukan hanya sebagai wadah saja, tanpa disadari paper bag merupakan alat promosi yang cukup efektif. Dimana sebuah paper bag akan menjadi sisi menarik bagi para calon
konsumen untuk lebih bisa tertarik membeli produk karna dengan melihat
desain paper bag-nya yang unik.
1) Konsep Desain
Dengan foto produk pada bagian depan, beserta logo Batik Dakon
Mas. Pada bagian belakang terdapat keterangan-keterangan tentang
bahan produk Batik Dakon Mas
2) Penempatan Media
Media ini difungsikan sebagai wadah untuk produk yang telah dibeli
konsumen.
commit to user
Hang tag merupakan alat promosi yang berfungsi sebagai tempat nama,
ukuran dan harga dari suatu produk.
1) Konsep Desain
Logo dan slogan Batik Dakon Mas pada bagian depan Hang tag. Pada bagian belakang tertera nama, ukuran, dan harga barang.
2) Penempatan Media
Hang tag sendiri diletakkan pada setiap produk, guna memudahkan para konsumen melakukan proses belanja.
e. Comment card
mendapatkan berbagai masukan dari para kliennya. Dari situlah Batik
Dakon Mas bisa mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh
target audience.
2) Penempatan Media
Media ini nantinya akan ditempatkan pada sisi ruang showroom yang mudah dilihat dan dijangkau oleh konsumen.
f. Packaging bahan
Packaging bahan dipilih oleh Batik Dakon Mas sebagai salah satu media
commit to user
packaging khusus untuk bahan kain. Alasan lain kenapa mengambil
packaging sebagai media komunikasi, karena packaging memiliki daya tarik sendiri terhadap minat belanja konsumen. Konsumen akan semakin puas
ketika berbelanja produk disertai dengan packaging yang bagus yang memikat perhatian sebagai pembungkus produk tersebut.
1) Konsep Desain
Dengan ilustrasi motif parang, dan pada bagian samping kemasan
terdapat logo Batik Dakon Mas.
2) Penempatan Media
Difungsikan sebagai souvenir dari Batik Dakon Mas untuk pembeli
yang diberikan setiap ada event-event khusus dan sebagai souvenir untuk pembeli yang berbelanja dalam jumlah tertentu.
b. Gantungan Kunci
Gantungan kunci sebenarnya memiliki daya tarik yang tak kalah
commit to user
Gantungan kunci memiliki keunikan karna bisa ditempatkan dimana pun si
pemilik berada. Sebagai alat penghias resleting tas, atau sebagai penghias
kunci motor dan kunci-kunci lainnya. Dengan begitu gantungan kunci selalu
ikut kemana pun si pemilik pergi baik di tempat ramai maupun di tempat
sepi. Di tempat ramai itulah diharapkan banyak mata memperhatikan
gantungan tersebut dan melihat deainnya, dan pada akhirnya mencari tahu
keberadaan perusahaan yang dimana nama perusahaan tersebut tertera
didalam gantungan kunci dengan dihiasi desain yang unik dan sesuai
dengan karakteristik perusahaan.
1) Konsep Desain
Menampilkan logo Batik Dakon Mas dengan background warna hijau
tua dan hijau muda.
2) Distribusi Media
Difungsikan sebagai souvenir dari Batik Dakon Mas untuk pembeli
yang diberikan setiap ada event-event khusus dan sebagai souvenir
untuk pembeli yang berbelanja dalam jumlah tertentu.
c. Block Note
Block note adalah sebuah buku dengan ukuran yang lumayan kecil,
dan biasanya digunakan untuk mencatat suatu hal yang dirasa penting.
Keunikan dari block note karna ukurannya yang simpel mudah dibawa
kemanapun.
1) Konsep Desain
commit to user
2) Distribusi Media
Media ini nantinya diberikan untuk konsumen yang membeli produk
Dakon Mas dalam jumlah nominal tertentu.
d. StickerCutting
Alasan Batik Dakon Mas menggunakan sticker sebagai salah satu
media komunikasi karena sticker masih memiliki peminat yang tidak
sedikit. Sticker bisa ditempel dimanapun.
1) Konsep Desain
Menampilkan logo dari Batik Dakon Mas.
2) Distribusi Media
Sebagai souvenir untuk para pembeli yang berbelanja mencapai
nominal tertentu.
e. Slayer
Alasan kenapa Batik Dakon Mas menjadikan slayer sebagai salah satu
alat media promosi karena, masih sangat jarang industri batik yang
menjadikan slayer sebagai media promosi. Selain itu, masih ada lagi alasan
kenapa menggunakan slayer sebagai alat komunikasi. Banyak sekali warga
Solo terutama kalangan SMA, Mahasiswa, dan para karyawan, menjalani
aktifitas transportasi mereka dengan mengendarai sepeda motor. Banyak
sekali dari mereka menggunakan slayer untuk menghindari muka mereka
dari panas, debu, dan asap motor. Dan hampir semua pengguna slayer itu
memiliki model dan desain motif yang sama. Disinilah Batik Dakon Mas
commit to user
yang paling berharga ketika seseorang bepergian menggunakan sepeda
motor.
1) Konsep Desain
Menampilkan motif parang. Pada bagian bawah terdapat logo dari
Batik Dakon Mas.
2) Distribusi Media
Sebagai souvenir untuk para pembeli yang berbelanja mencapai
nominal tertentu.
f. Pensil
1) Konsep Desain
Menampilkan logo Batik Dakon Mas
2) Penempatan Media
commit to user
BAB ID
DISUALISASI KARYA
A.
Logo
Logo Perusahaan
Proses : Corel Draw
commit to user 2. Warna
C : 62 R : 93 C : 0 R : 31
M : 32 G : 131 M : 0 G : 26
Y : 72 B : 95 Y : 0 B : 23
K : 1 K : 100
C : 85 R : 44
M : 53 G : 84
Y : 80 B : 68
K : 17
commit to user 5. Clear Space
B.
Stasionary
1. Kartu nama
Media Bahan : Art Carton 230gr
Ukuran : 9 cm x 5 cm
commit to user
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Landscape
Skala : 1:2
Proses Visualisasi : Corel Draw
Realisasi : Cetak offset
2. Map
Media Bahan : Art Carton, 230 gr
Ukuran : 21 cm x 30 cm
Skala : 1:5
commit to user
Dakon Mas
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Potrait
Proses Visualisasi : Corel Draw
Realisasi : Digital Print
3. Sketch book
Media Bahan : Ivory 230 gr, HVS 80gr
Ukuran : 14,8 cm x 20,5 cm
Skala : 1:3
commit to user
Mas
Tipografi : Agency FB, Arial, Blackalder ITC,
Haettenschweiler.
Format Desain : Potrait
Proses Visualisasi : Photo shop, Corel Draw
Realisasi : Cetak Offset
4. Memo
Media Bahan : kertas HVS 80gr, Ivory 230gr.
Ukuran : 9,5 cm x 12 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas
commit to user
Format Desain : Potrait
Skala : 1:2
Proses Visualisasi : Corel Draw
Realisasi : Cetak Offset
5. Nota
Media Bahan : kertas nota ncr
Ukuran : 15,5 cm x 10 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : landscape
Skala : 1:2
commit to user
Realisasi : Cetak Offset
commit to user
Media Bahan : Kertas HVS 80 gr.
Ukuran : 19 cm x 27 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas
Tipografi : Arial, Blackkalder ITC, Haeetenschweiler.
Format Desain : Potrait
Skala : 1:4
Proses Visualisasi : Corel draw
Realisasi : Cctak offset
7. Amplop
Media Bahan : kertas HVS 80 gr
Ukuran : 23 cm x 9 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Landscape
commit to user
Proses Visualisasi : Corel Draw 12
Realisasi : Cetak Offset
C.
Media lini Atas (
above the line)
1. Billboard
Media Bahan : Papan besi, Galvanis, Alumunium, Kertas Sticker
Ukuran : 4 m x 7 m
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas, foto model perempuan
commit to user
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler, Lucida
Caligraphy
Format Desain : Landscape
Skala : 1 : 80
Proses Visualisasi : Photo Shop, Corel Draw
Placement : papan billboard Jalan Slamet Riyadi kawasan
Sriwedari
2. Iklan koran
Nama Koran : Koran Harian Radar Solo
Media Bahan : Kertas koran
Ukuran : 2 kolom (38 x 120 mm)
commit to user
dalam format grayscale
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler, Lucida
Caligraphy
Format Desain : Potrait
Skala : 1:2
Proses Visualisasi : Corel Draw 12
Placement : Dimuat selama 1 minggu di Koran Harian Radar
Solo
3. Iklan majalah
Media Bahan : kertas majalah
Ukuran : 2 kolom (38x120 mm)
commit to user
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler, Lucida
Caligraphy
Format Desain : Potrait
Skala : 1:2
Proses Visualisasi : Photo shop, Corel Draw
Placement : Majalah Kartini
commit to user
Media Bahan : Plat besi
Ukuran : 101,987 cm x 103,394 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas
Tipografi : Arial, Haettenschweiler
Format Desain : Potrait
Skala : 1:10
Proses Visualisasi : Corel Draw 12
Placement : Ditempatkan pada perempatan pertama pintu
commit to user
D.
Media lini Bawah (
bellow the line)
1. Brosur / Company profile
Media Bahan : Art paper 150 gr
Ukuran 60 cm x 20 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas, foto-foto produk
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Potrait
Skala : 1:5
Proses Visualisasi : Photo Shop, Corel Draw
commit to user
2. Paper bag
Media Bahan : Art Carton 230gr
Ukuran : 20 cm x 10 cm x 25 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas, foto produk
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Potrait
Skala : 1:5
Proses Visualisasi : Corel Draw 12
commit to user
3. Hang tag
Media Bahan : Ivory 210 gr
Ukuran : 4 cm x 7,8 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Potrait
Skala : 1:1
Proses Visualisasi : Corel Draw
commit to user 4. Poster
Media Bahan : Art Paper
Ukuran : 27,9 cm x 39,4 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas, Foto produk
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler, Lucida
Caligraphy
commit to user
Skala : 1:3
Proses Visualisasi : Photo shop, Corel Draw
Realisasi : Digital Print
5. Packaging
Media Bahan : Art carton 230gr
Ukuran : 33 cm x 7 cm
Ilustrasi Desain : Logo Batik Dakon Mas, batik motif parang
Tipografi : Arial, Blackalder ITC, Haettenschweiler
Format Desain : Landscape
Skala : 1:5
Proses Visualisasi : Corel Draw 12