;'2.
Yt
tj
/
QQ[セQ@
I
5
lPERSELINGKUHAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN
(Studi Kasus di Pengadilan Agama Jakarta Barat Tahun 2005-2007)
Oleh
Iwan Hendriawan
KONSENTRASI PERBANDINGAN MAZHAB HUKUM
PROGRAM STUD! PERBANDINGAN MAZHAB DAN HUKUM
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
VIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
'
..
l'ERSELINGKUHA:;-sEBAGA! ALASAN PERCERAIA:N
(Sti1di Kasus di Pengadilan Agama Jnkarla Barat Tahun 2005-2007)
Skripsi
. Diajukan Kopada Fak·;ltns Syariuh chin Hukum Guna lvlemenuhi
Syarat-syarat Mcnccq:11i (fo\a" Srn:jana Hukum !slam
Olch
!wan I lcndriawan
NIM : l\!204'.'22-1952
-- Di ll:iwai1 Bimbingan
/,
---
' c ' -Ors. ll A. Basiq Jalil, MANlP: 150. 169 102 NIP : 150 326 895
KONSENTRASI PERBANDINGAN MAZHAB HU KUM PROGRAM
STUD! l'ERBAND!NGAN MAZHAB DAN HUKUM
FAKULT}\S SYARIAH DAN HUKUM
UIN SYAlUF HIDAYATULLAH
.li1KARTA
PENGES.U·IAN PANITIA LIJIAI\'
Skripsi be1:judul PERSELTNGKUHAN SFB!\G.\f ALASAN PFRCFF:AJAN ( STUD! KASUS Df PENGADfLAN 1\Gi\Ivl!\ JAKARTA l>.:\RAf TAI !UN 2005-2007) telah diujikan dalam Sidang Munaqosah Fakultas Syariah clan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayattlllah Jakarta pada IO Juni 2008. Skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat me•11peroleh gelar Smjana Hukum Islam (SHI) pada Prograni Studi Perbandingan mセコィ。「@ dan Hukum (Perbandingan Mazhab Hukurn).
Jakart'l, I 0 J uni 2008
'
Amin Suma, SH. MA.MM
P ANITIA U.JIAN
I. Kctua
2. Sekertaris
: Dr.I-I.!\. Mukri ;\ji. Mi\
NIP. 150 220 544
: H. Muhammad Taufiki. MAg NIP. 150 290 159
3. Pembimbing I : dイウNャZャMQセN@ iS。ウゥァ⦅jセェェQャゥェLsijma@
NIP. 150 169 102
4. Pembimbing 11 : Mesraini, S. Ag:. MA NIP. 150326895
210 422
5. Pcnguji : Dr. H.A. Mukri Aji. mゥセ@
NIP. l 50 220 544
\ZZZZZZNNセ@
... .
-:---. )
6. Pcnguj i l l : I I. ivluhammad Tauliki. l'vf;\;.>,
NIP. 150 290 159
セAスカセ@
P----...,!"' )I <)A:>. )I .&1 l ' - - - ' I
KATA PENGANTAR
'
Puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Rahim yang telah
memberikan kita berbagai macam nikrnat, terutama nikrnat sehat wa al' fiat
clan pertolonganNya dalam penyusunan skripsi yang · berjudul "
Pcrselingkuhan Sebagai Alasan Pcrceraian ( Studi Kasus di Pengadilan
Agama Jakarta Bl,lrat Tahun 2005-2007)" dapat rampung. Shalawat dan
salam senantiasa dicurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Dengan sifat yang Maha Mengabulkan segala permintaan hambaNya,
penulis dengan langkah pasti bermunajat kepadaNya clan berusaha untuk
merampungkan skripsi ini.
Dan tidak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu akan terselesaikannya
skripsi ini, antara lain :
1. DR. H. Ahmad ·Mukri Aji, MA., selaku Ketua Jurusan Perbandingan
Mazhab clan Hukuim UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Ors.I-LA. Basiq Jalil, MA, clan Mesraini, M.Ag, selaku pembimbing
skripsi ini.
3. Pimpinan clan seluruh staf perpustakaan UIN yang telah memberikan
'
4. Tenmtuk Ayah dan Ibu yang selalu memberikan dukungannya dan
motivasi baik moril maupun materil, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
5. Kepada cal on isteriku yang pen yabar Ti ti ErnaSari, yang selalu setia
menemani penulis baik suka maupun duka.
6. Kakakku yang tercinta Nur Evi Maesuri, Ahmad Iskandar Zulkarnaen,
dan adikku yang paling imut Lola Desianhuri Raluna, I Love U All
7. Keponakan-keponakanku yang tersayang Medina Yazidi, Alya Popoy,
Aziyad ( Aong), Rafli, dan Firah.
8. Teman-temanku senasib seperjuangan, Ade (Konde), Irsyad (Anjong),
Ma'ruf (Parung), Saprudin (Kipoy), Dadan ( Jengkol Dei), Awe! (Kipli), lyul
( Tocho ). Akionk (Engkonk) dan Rijal Kuadrat.
Akhirnya penulis hanya berdoa semoga Allah SWT, memberikan
alasan yang setimpal kepada pihak yang telah membantu terelesaikannya
skripsi ini. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat menambah wawasan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... .
DAFT AR ISi... iii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masai ah ... ... ... 1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 6
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... ... ... ... 7
D. Metode Penelitian ... ... ... ... 7
E. Sistematika Penelitian ... .... ... 9
BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERCERAIAN A. Perceraian 1. Pengertian dan Dasar Hukum Perceraian ... .. .. ... 11
2. Sebab-sebab Perccraian dan Prosed urn ya... 20
3. Macam-macam Perceraian... 30
B. Perselingkuhan 1. Pegertian Perselingkuhan ... .... ... .... .. ... .. ... 3 7 2. Dasar Larangan Perselingkuhan ... ... 40
BAB III
'
GAMBARAN UMUM PENGADILAN AGAMA JAKARTA
BARAT
I. Sejarah Singkat Pengaclilan... 46
2. Letak Geografis Wilayah Hukurn ... 48
3. Wewenang Pengadilan... 52
4. Struktur Organisasi Pengadilan... 54
BAB IV KASUS l'ERSELIJ'<GKUHAN DI PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT A. Kasus Perselingkuhan Di Pengrdilan Agama Jakarta Barnt ... 60
B. Analisis Penulis 1. Faktor Terjadinya Perselingkuhan Dalam Kasus Perceraian Di Pengadilan Agama Jakarta Baral Tahun 2005-2007 ... 73
2. Penyelesaian Perkara Perselingkuhan Di Pengadilan Agama Jakarta Barat .. .. .. ... .... .. .. .. .. . .. .... .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. 81
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .. .. .. .. .. .. .... .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. .. .... .. .. . 86
'
DAFTAR PUST AKA... 90
LAMPIRAN-LAMPIRAN 1) Tentang Putusan PAJB No. 741 /Pelt.G/2006/PA..JB... 93
2) . Tentang Putusan PAJB No. 333 I Pelt. GI 2005 I PA..JB... 104
3) Tentang Putusan PAJB No. 218 I Pelt. GI 2007 I PA.JR ... 110
4) Tentang Surat Pengantar Pembimbing... 114
5) Surat Keterangan Hasil Penelitian di Pengaelilan Agama Jakarta Baral . . . 115
•
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang No. I Tahun 1974 pada pasal dijelaskan
bahwa : " Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria clan seorang
wanita sebagai suami isteri clengan tujuan membentuk keluarga ( rumah
tangga) yang bahagia dan kekal berclasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".1
Dalam KHI Pasal 2 Perkawinan adalah : " Pernikahan, yaitu akad
yang sangat kuat atau mitsqan ghadidzan untuk mentaati perintah Allah clan
rnelaksanakannya merupakan ibadah''.2
Keluarga adalah unit sosial terkecil yang secara literal diartikan
sebagai orang yang berada dalarn satu rumah tangga sekurang-kurangnya
terdirir dari suam1 clan isteri.3 Dalam arti normatif, keluarga aclalah
kumpulan beberapa orang yang karcna terikat oleh suatu ikatan perkawinan,
lalu mengerti clan merasa berdiri sebagai suatu gabungan yang khas, clan
bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kebahagiaan kesejahteraan
clan ketentraman semua anggota keluarga itu.4
1
Abdul Ghoni Abdullah, Hi111punan Perundang-undangan da11 Peraturan Peradilan rlga11u1,
( .I akarta: lntennasa, 1991 ), h. 187
2 Ba1nbang I<eso\vo,
Kon1pilasi f!uku111 ls/co11 di !ndonesa,(Jakarta : Direktorat Peradi!an
i\gama,2002),h.14
セ@ W.J.S. Purvvodanito, Kanrus Unn1111 Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
Puslaka, 1996),h.471 4
'
2Al-Qur'an amat mendambakan adanya suatu keluarga yang ideal,
berkualitas dan siap menghadapi berbagai macarn cobaan dalam hidup. Untuk
ini al-Qur' an telah rneletaka:.1 dasar dan prinsip yang arnat fundamental
bahkan radikal bagi perubahan setatus dan rnartabat kaum wanita sebagai
unsure penting anggota keluarga. Al-Qur'an tidak membenarkan adanya
dominasi satu pihak atas pihak lain dalarn keluarga.5
Prinsip-prinsip tersebut diawali dengan rnenempatkan kehidupan
keluarga sebagai institusi yang suci, terhormat dan harus dijunjung tinggi,
karena dari keluargalah tatanan kehidupan masyarakat yang lebih luas akan
terbentuk. Prinsip-prinsip tersebut ada yang berlmbungan dengan persiapan
scbelum me11uju kehidupan berkeluarga yang ditandai oleh kematangan fisilc
usia, dan mental, yang mernungkinkan masing-rnasing dapat menentukan
pasangan hidupnya secara sadar dan penuh tanggung jawab.6
Adapun konsep keluarga bahagia adalah bilamana seluruh anggota
keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan.
kekecewaan dan puas terhadap seluruh keadaan clan keberaclaan clirinya
(eksisitensi atau aktualisasi cliri) yang meliputi aspek fisik,mental, emosi clan
social. Keluarga tak bahagia febaliknya bilamana acla seorang atau beberapa
orang anggota keluarga yang kehiclupmmya diliputi ketegangan, kekecewaan clan
5
Anwar Yun us, Tema-tema Pokok Al-Qur 'an, (Jakarta: Biro Bina Mental, 1994),h.204
"
.)
ticlak pernah merasa puas clan bahagia terhaclap keaclaan, clan keberaclaan clirinya
terganggu atau terhambat. 7
Pernikahan merupakan ikatan suci clari clua insan yang saling
menncintai clan mengharapkan kebalugiaan yang kekal clalarn rnenjalani
kebahagiaan rumah tangganya. Namun untuk rnencapai cita-cita tersebut
sangatlah ticlak muclah, karena cliclalam membina sebuah keluarga yang
sakinah akan banyak ujian dan rintangan yang menghalangi terwujudnya
suatu keluarga yang bahagia clan sc.1ahtera.8
Diantara masalah sosial yaug semakin marak yang datangnya dari
keluarga adalah te1jaclinya suatu perselingkuhan dari salah satu pasangan.
Fenornena tersebut sangatlah rnernprihatinkan, karena rumah tangga yang
cliawali clengan suatu ikatan clan ikrar suci, saling percaya clan menyayangi
hancur clengan hilangnya kepercayaan clan ticlak aclanya keselarasan. Hal ini
timbul cliakibatkan tidak aclanya kesaclaran dalam mengaplikasikan nilai-nilai
ajaran agama clalam kehiclupan rumah tangganya, sebagai proteksi akan
hal-hal yang akan menimbulkan suatu pertentangan, perselisihan, penyelewengan
dan berakhir clengan perceraian antara pasangan suami isteri tersebut.
7
Singgih D. Gunarsah, Psikologi Pralais: Anak, fZeinaja clan J(eluarga, (Jakarta: Prr.
Gunung Mulya,2000),h.209 8
' 4
"Menurut Psikiater Dadang Hawari (2002), 90 persen perselingkuhan
dilakukan oleh kaum pria sementara wanita hanya 10 persen saja".9
Dari data yang ada diatas clap at cliketa hui bahwa salah satu
permasalahan yang banyak teijadi clalam kehiclupan rumah tangga adalah
kasus perselingkuhan atau penyelewengan oleh salah satu pasangan
clisamping masalah lainnya. Dan ha! ini dapat mengakibatkan konflik dalam
rumah tangga bila tidak diatasi atau dicari jalan keluarnya sehingga dapat
rnengakibatkan perceraian.
Menurut hukurn Islam, ;;uatu percerman dapat terjacli bilamana
ikatan perkawinan tidak dapat dipertahankan lagi, ha! ini berdasarkan
kepada hadits nabi Muhammad SAW :
Artinya : "Dari Jbnu Umar. Ia berkata bahwa Rasu/11!/ah Saw. Te/ah bersabda,
"Sesuatu yang halal yang amat dibenci Allah ialah talak. " (Rhvayat Abu
Dawud dan Jbnu Jvfajah)
Sedangkan hukum perkawinan di Indonesia sesuai clengan
Unclang-Unclang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 39, clan KHI pasal
"Abu Al-Ghifari, Se/i11gk11h Nilunal yang frrla/uwl, (13a11llu11g: Mrtiahid l'ress,2003), eel.kc-I .h.20
• 5
115. Dijelaskan bahwa perceraian itu harus cliclasarkan alas alasan yang
clibenarkan hukum.
Aclanya pemberatan clalam perceraian 1111 juga cliatur clalam
Unclang-Unclang No.7 Tahun 1989 tentang peraclilan agama, pasal 65 yang
clisebutkan bahwa :
(1) Perceraian hanya clapat clilakukan di clepan siclang
Pengaclilan setelah Pengaclilan yang bersangkutan berusaha
clan ticlak bcrhasil menclamaikan keclua belah pihak.11
Penyelesaian masalah kasus perceraian salah satunya aclalah
rnembawa permasalahan mereka ke Pengaclilan Agama, dan dengan upaya
clamai yang cliusahakan oleh hakim cliharapkan keclua belah pihak bisa
bersatu kembali tanpa te1jaclinya perceraian.
Salah satu alasan dalarn kasus perceraian yang clitangani oleh
Pengadilan Agama Jakarta Barnt adalah disebabkan adanya perselingkuhan.
Seclangkan dalam alasan-alasan pi:rceraian yang clisebutkan clalam KHI pasal
113 ticlak climuat alasan perselingkuhan. Problem inilah yang membuat
penulis tertarik untuk mengadakan studi penelitian. Untuk itu penulis
rnemberi judul :
11
Cik Hasan Bisri, Peradilan Agama di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2000),
•
6
"PERSELINGKUHAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (STUDI
KASUS DI PERADILAN AGAMA JAKARTA BARAT TAHUN 2005
-2007).
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
I. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih akurat dan terarah sehingga tidak
menimbulkan masalah baru serta pelebaran secarn meluas maka penulis
membatasi masalah ini pada masalah Perselingkuhan Sebagai Alasan
Perceraian Pada Pengadilan Agam<i Jakarta Barnt Tahun 2005-2007.
2. Perumusan Masalah
Keterkaitan Pengadilan Agarna dalarn menyelesaikan kasus-kasus
percernian terutarna yang disebabkan perselingkuhan yang banyak menerpa
kehidupan rurnah tangga di Wilayah Jakarta Barnt adalah focus dari
penelitian ini. Mengacu pada focus tersebut. rnaka perumusan masalah
clalarn penelitian ini adalah :
I. Apakah yang menjadi penyebab te1jadinya perselingkuhan yang
bernkibat pada perceraian di Pengadilan Agarna .Jakarta Barnt?
2. Bagaimana rnajelis hakirn Pengadilan Agama Jakarta Barnt
7
C. Tujuan dan Manfaat Penclitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui mengetahui mengapa seorar,g suami atau isteri
melakukan perselingkuhan.
b. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab perselingkuhan di
Pengadilan Agama Jakarta Barat yang mengakibatkan perceraian.
c. Untuk mengetahui langkah-langkah yang dilakukan oleh Pengadilan
Agama Jakarta Baral dalam menyelesaikan perkara perselingkuhan.
2. Manfaat Penelitian
a. Untuk menambah wawasan pengetahuan keagamaan khususnya mengenai
penyelesaian perkara cerai di Pengadilan Agama Jakarta Barat Akibat
Perselingkuhan.
b. Sebagai motivator dalam rangka meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan
clilingkung;:in UIN Syarif Hidayatullab Jakarta khususnya, clan bagi
masyarakat luas pacla umumnya.
c. Untuk memperoleh gelar Smjana 1-Iukum Islam (S.Hi) Pacla Program Stucli
Perbanclingan Mazhab clan Hukum Fakultas Syari'ah clan 1-lukum.
D. Metode Penelitian
I. Penclekatan Yang Digunakan
Dalam penulisan 1111 penulis menggunakan penclekatan kualitatif.
• 8
yaitu prosedur penelitian yang mei1ghasilkan data deskriptif berupa kata-kata
tertulis dan lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati.
Penelitian ini terdiri dari studi pustaka (Librmy research), JUga studi
lapangan (Field research). Library research yaitu metode penulisan dengan
cara pengumpulan data dengan berbagai literatur. Seclangkan penelitian
lapangan Field research adalah penelitian yang dilakukan dengan te1jun
langsung ke lapangan clalam hal 1111 Pengadilan Agama Jakarta Baral.
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan adalah data pruner, yaitu : Undang-unclang
Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-undang Nomor 7 Tahun
1989 Tentang Peradilan Agama, Kompilasi Hukum Islam, Dokumentasi clan
Wawancara. Sedangkan sumber data sekunder aclalah buku-buku fiqih,
majalah-majalah, yang ada kaitannya dengan skripsi ini.
3. Teknik Pengumpulan Data
a. Studi Dokumentasi
Dengan melihat atau meneliti dokumen-dokumen putusan perceraian
karena perselingkuhan serta ars1p-ars1p yang ada di Pengadilan Agama
Jakarta Baral yang dijadikan sebagai objek penelitian.
b. Studi Wawancara
Tanya jawab yang dilakukan dengan para hakim Pengadilan Agama
' 9
4. Teknik Analisa Data
Data yang dikumpulkan lalu cliolah, dianalisa clan diinterprestasikan
untuk menjawab pennasalahan yang telah dirumuskan. Data yang cliperoleh
clari hasil kajian hukum, clalam ha! ini berupa berkas putusan Pengadilan
Agama Jakarta Baral, yang akan ditinjau lebih jauh untuk menclapatkan
basil yang cliperoleh dari bahun hukum diatas.
Sedangkan penge!olahan data yang diperoleh dari hasil wawancara
dilakukan dengan cara mengeclit (editing) data yaitu memeriksa data yang
terkumpul : apakah jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam
wawancara sudah sesuai belum dengan yang clibutuhkan, jawaban dianggap
lengkap clan yang belum atau yang ticlak menjawab clipisahkan.
Setelah rnengolah data kemudian menganalisa data. Analisa data
clilakukan dengan rnenggm12.kan metocle content analisa yang kernuclian
menginterprestasikannya clengan bahasa penulis sencliri. Maksucl clari content
analisis clalam pcnelitian ini aclalah rnenganalisa putusan clari Pengaclilan
Agama Jakarta Bmat tentang perelingkuhan.
Teknik penulisan pada skripsi ini merujuk pacla buku Peclornan
Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi UIN Syarif Hiclayatullah Jakarta 2007.
K Sistematika Pennlisan
Untuk memperrnudah penyusun rnenyelesaikan pembahasan secara
sistematis, maka perlu clisusm1 sistematika pembabasan seclemikian rupa. Aclaptm
10
BAB Pe1tama,Memuat tentang pendahuluan yang mengutarakan latar belakang
masalah, pembatas:m dan perumus:m masalah, tt.tiuan clan manfoat
penelitian, metocle penelitian, dan sistematika penelitian.
BAB Kedua,Memuat tentang tinjauan umum mengenm percerman dan
perse]imgkuhan yang terditi dari pengertian clan dasm hukum perceraim1.
sebab-sebab perceraian dan proseclurnya. macam-macam perceraian,
pengertian perselingkuhan, dasar larangan perselingkuhan, clan faktor
perselingkuhan
BAB Ketiga,Memuat tentm1g garnbaran urnum Pengaclilan Agama Jakarta Barnt
meliputi : ウセェュᄋ。ィ@ singkat peng'lclilan, letak geografis wilayah hukum,
wewenang Pengaclilm1 Agama Jakarta Barnt, strukur organisasi Pengaclilan.
BAB Keempat, Memuat tentang perselingkuhan sebagai alasan perceraian di
Pengaclilan Agama Jakarta Barnt 2005 - 2007 yang tercliri clari kasus
perselingkuhan di pengaclilan agarna jakarta barat, analisis penulis tercliri
clari faktor te1jaclinya perselingkuhan, clan penyelesaian kasus
perselingkuhan.
BAB Kelima,Merupakm1 bab penutup ym1g tercliri clari kesimpulan clan
BAB II
TINJAUAN UMUM TENTANG PERCERA!AN DAN PERSELINGKUI!AN
A. Perceraian
1. Pengertian dan Dasar Hukum Perccrnian
Kata "thalaq" bc:rasal dari bahasa Arab yang artinya " melepaskan
ikatan". Yang dimaksud disini adalah melepaskan ikatan perkawinan. Kata
thalaq merupakan isim mashdar dari kata " Thallaqa-Yuthalliqu-Ithlaqan" .
.Jadi kata ini semakna dengan kata thaliq yang bermakna 'al-irsal' dan
'at-tarku' yaitu melepaskan dan rneninggalkan.1
Dalarn ensiklopedi Islam Indonesia, thalaq diartikan sebagai
pernutusan ikatan perkawinan yang dilakukan oleh suarn1 secara sepihak
dengan menggunakan lafal thalaq atau sejenisnya.2
Sedangkan rnenurut terminology aclalah rnelepaskan ikatan
perkawinan. 3
Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Taqiyudin :
Artinya: " Talak menurul bahasa ada/ah melepas ikatan ".
1
Zakiah Daradjat, Ilmu Fiqih, ( Yogyakarla: PT.Dana Bhakti w。ォ。エセ@ 1995), cet. Ke-\,
jilid 2,h.172 2
Departe1nen Agama, Ensiklopedi /shun Indonesia, ( Jakarta : Direktorat Jendral Petnbinaan
Le111baga Agama Islam I Agama IAIN, 1987),jilid 3, h. 940
3
Mohammad Rifai, dkk, Kifayatul Akhyar, te1jemah ( se111arang : PT. Toha Putra, 1978), h.
307
'1 An1ir syarifudin, Hukiun PerkaH1inan !!Jla111 di Indonesia Antara Fikih 1\Iunakahal dan
12
Didalam Al Qur'an sendiri terdapat kata faraqa yang disebutkan
sebagai kata yang semakna dengan talaqa, tepatnya dalam Surah Al-Talaq
ayat 2 yang artinya: "Apabila mercka telah mendekati akhir iddahnya, Maka
rujukilah mereka dengan baik atau lepaskan/ah mereka dengan baik dan
persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adi/ diantara kamu clan hendaklah
kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengcy·aran
dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Rarang siapa
bertak:wa kepada Allah niscaya dia akan mcngadakan baginya jcrlan keluar ".
(Q.S. Al-Ta/aq 65: 2)
Kata talak atau cerai adalah te1jemahan dari bahasa arab
( Li )lb\ - セ@ -
Jl.b )
Yang artinya lepas dari ikatan, berpisah, menceraikan,pembebasan.5
Perceraian dalam istilah fiqih disebut "tha/aq" atau 'fitrqaha". Thalaq
artinya membuka ikatan atau membatalkan perjanjian. Furqah berarti
bercerai lawan dari berkumpul. Kemudian kedua perkataan ini dijadikan
istilah oleh ahli-ahli fiqih yang berarti perceraian antara suami dan isteri. 6
Perkataan "tha/aq" dan ''.fi1rqah" dalam istilah fiqih mempunyai arti
yang umum dan arti yang khusus. Arti yang umum ialah segala macam
bentuk perceraian yang dijatuhkan oleh suami, yang telah clitetapkan oleh
5
ah1nad \Varson 1nunawir, Al 1nunaH'ir Kcnnus Besar Indonesia (Surabaya : Pustaka
Progresir, I 997), Cet- I 4,h.861 6 J(a111al Mukhtar,
Azas-azas Huki1111 /s/a111 Tenrang Perka1Fi11011, (Jakarta: Bulan Bintang,
• 13
hakirn dan perceraian yang jatuh dengan sendirinya seperti percerman yang
disebabkan rneninggalnya salah seorang dari suami atau isteri. Arti yang
khusus ialah perceraian yang dijatuhkan oleh suami saja.7
Sayyid Sabiq dalarn kitab Fiqih al-Sunnah memberikan pengertian
perceraian :
..< ,,. / ,,. J / .:!l / ;;:; /
セjji@
セGI|[ji@
>-4Jlj c_ljyl
セャェ@
セ@
()')\kl\
,,. ,,. ,,. ,.. / ,, ,,
i\rtinya: "Thalaq ialah melepaskan ikatan perkawincm dan mengakhiri hubungan
suami isteri"
Sedm1gkan Abdurrahman al-Jaziri dalam kitabnya, al-Fiqih ala
Mazahib al-Arba'ah mendefinisikau perceraian :
o...- "' J 0 / ,... , , , , , y.,,. /;;:;
G、Gセ@
セ@
4-G-
0
セI|@
tS:J1 4l1)1
セGI|「ェ|@
セ@
セ@
,,.,,,,,セ@
,,.. /i\rtinya: " Thalaq ialah menghi/angkan ikatan perlwwinan atau mengw·a.rygi
ikatannya dengan mempergunakan kata-kata tertentu yang khusus ".
Menurut R.Subekti. Dalarn bukunya, Pokok-pokok 1-Iukum Perclata.
Perceraian ialah penghapusan perkawinan cleng:an putusan hakirn atau
tuntutan salah satu pihak clalam perkawinan.10
Dengan aclanya beberapa pengertian tentang percerman yang telah
dikernukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pada clasarnya thalaq
7
lbid.,h.156 8
Sayyid Sabiq, Fiqih al-Sunnah, (Beirut: Dar al-I;ikr, 1983), Cet. Ke-4, Ji lid 2,h.206 9
Abdurrahrnan al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Mazahib al-Arba 'ah, (Mesir: al-Maktabah al-Tijariyah al-Kubra, 1969), Jilid 4,h.278
10
• 15
,.., i:o._ ,,,.). J t ,. J "''(,,,. .... ,,.. t ,,,,,.,. / - ,, .• ,,,.;:,,, ,,
':lj
\[I⦅Lセ@
セ@
Y"'"?
jl
\[I⦅Lセ@
セjャャ@
h.-[j
セiセ@
;1.:iJI
p.11.
ャセjェ@
('I'
f \ : 'I'o_A.ll)
ゥ⦅LNLQZZZセQQUキ@
doµ
Artinya: "Apabila kamu menthalaq isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma 'ru.f. atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma 'ri1f (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka ... ". (Q.S al-Baqarah 2: 231)
Artinya : " Apabila kamu menthakuq isteri-isterimu, lalu habis iddahnya, m.:ika janganlah kamu (para ·wuii) menghalangi mereka kawin lagi dengan
bakal suaminya ... ". (QS al-Baqarah 2: 232)
Selain ayat-ayat diatas, terdapat pula hadists Nabi yang dipakai
sebagi dasar hukum perceraian .
..\ Iii \ / /ii.; ,-."'
dill
セ@
.il.11
jセェ@
¥
.}
Jru
G.-
セェ@
:U1 ;1
セ@
:U1 ;;. J.1
NZセj@
,,. .... ......
,,. ,,...
,,. / ,, ,, ,..,.. /,.. ,, ;;; / \ ,,. ,.. / ,, ;;.> ,,
o
セ@
JLQj
セィ@
セ@
セS@
セ@
.&1
jセェ@
r;,
Jw
セS@
セ@
/ / ,,. ,..
,, ,, 0 ..-. J 0 J J. 0 0 J. 0 /
セi@
G
WI
:J
GセエNNGゥ@ •", セ@ • '· ':t..1 "'i'.<
:o.J •"
r:..:. ... '
GQセ@セ@ ,, 1· yr-' ("J t..r•• ,, - セ@ yr-'
if'
セ@ ,....
セ@ "r'· ,, .fl"'/ / ,;// 0 ,, A. ,.., ;:;I J.,.. 0 ,, ,,. 0 ,, ,.. ,,, .,;,.. ,, 0
\.J,
セ@
WI dill ).41
セi@
ッセji@
セ@
セ@
01
セ@
セ@
セg@
Pセ@
jJ;,/
'
-B\セ@
J.i::.o)
セキQ@
,Artinya : "Dari Jbnu Umar sesungguhnya lbnu Umar telah menlha/aq isterinya, sedang isterinya itu da/am keadaan haid pada masa Rasulullah s.1w,
11
16
maka Umar Jbnu Khattah menanyakan ha! yang demikian kepada Rasulullah saw, beliau bersabda : Suruhlah agar men(juk isterinya itu, kemudian hendaklah ia menahan isterinya itu hingga suci, kemudian haid, kemudian suci kemudian sesudah itu jika ia mau ia boleh me me gang (tetap menggaulinya) isterinya sesudah itu clan jika ia mau, ia boleh menthalaqnya. Di waktu suci belum dicampuri itu/ah iddah yang diperinrahkan Allah bahwa menthalaq isteri agar ia menjalankan masa iddahnya ... (HR. Bukhari ivluslim)
Al-Qur'an dan hadists mengatur rnasalah perceraian dengan
sebaik-baiknya, yakni membolehkan suarni untuk rnerujuk isteri-isterinya setelah
clua kali thalaq. Sesudah thalaq ketiga suami ticlak mempunyai hak lagi
untuk merujuknya kernbali clan iddah telah selesai, kecuali bekas isterinya
itu telah menikah clengan pria lain dan oleh suami yang kedua telah
diceraikan kembali.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengatur rnasalah perceraian
clalarn bab VIII, yakni tentang putusnya perkawinan serta akibatnya pada
pasal 38-41 beserta penjelasannya. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975
mengatur tata earn perceraian pacla bab V mulai pacla pasal 14-36.12
Dalam Instruksi Presiclen tahun 1991 tentang Kl-II mengatur masalah
perceraian dalam dua bab, yaitu bab XVI tentang putusnya perkawinan
(pasal 113-148) dan bab XVII tentang akibat putusnya perkawinan (pasal
149-162).13
12
R. Subekti, Undang-undang Perka1Finan di Indonesia, (Jakarta : Pradanya Paran1ita,
1991 ). Cet.Ke- I I ,h.16-17
• 17
Dari beberapa peraturan mcng.mai percerman dialas clapal diketahui
clan clipahami bahwa perceraian rii!a](llkan harus melalui proses yang
clitentukan.
Dalam fiqih Islam dijlaska!! kctentuan tentang clasar hukum
perceraian yang terbagi menjacli 「」セ「・イ。ー。@ bagian :
a. Wajib
Yaitu apabila terjacli perselisihan antara suam1 isteri, seclangkan keclua
hakim yang mengurus perkaranya suclah memanclang perlu keduanya
b ercerm. . 14
b. Sunnah
Y aitu apabila suami ticlak sanggup lagi membayar clan mencukupi
kewajibannya (nafkahnya), atau perempuan ticlak menjaga kehormatan
clirinya.
Sebagaimana Firman Allah Swt dalam Surah Al-Thalaq yang artinya :
" Apabila iddah mereka telah hampir habis, hendaklah mereka rujuk dengan
baik, atau teruskan perceraian secam baik pu/a, dan yang demikian
hendaklah kamu persaksikan kepada orang yang adil dianlara kamu, dan
orang yang menjadi saksi ilu hendaklah dilakukan kesaksiannya itu karena
Allah". (Q.S. A/-Ta/aq 65: 2)
14
Ahmad Fuad Said, Perceraian /vlenurut H11k11m Islam, (Jakarta : Pustaka al-Husna,
18
Dan dalam Surah Al-Baqarah ayat 228 yang artinya : "Dan para wanita
mempunyai hak (nqfkah) yang seimbang dengan kewqjibannya menurut cara
yang makruf". (Q.S. Al-Baqarah 2: 228)
Dari ayat diatas jelaslah bahwa nafkah seorang isteri itu harus sesum
clengan ketaatannya. Seorang isteri yang ticlak taat ( durhaka ) kepada
suaminya, ticlak berhak menclapatkan segala nafkah.
Sabda Rasulullah Saw :
,, ,, 0 / J. / ,, ..,, '"' j.,,
a.S
G
セ@
:}
セ@
_b:.1セ@
\j "WIセ@ セii@
Gセi@
/ ,,. ,,. ,, ,, ,,.. /
<
セ@
olj) )セjセ@
セ@ セ@ セセj@
セ@
j!
セ@
:fi)j
セ|@
Artinya " Takut/ah kepada Allah da/am urusan perempuan, karena
seszmgguhnya kamu nzengambil mereka dengan kepercayaan
Allah, dan halal bagimu mencampuri mereka dengan kalimar
Allah, dan diwajibkan alas kamu (suami) memberi ncifkah dan
pakaian kepada mereka (isteri-isteri) dengan cara yang
sebaik-baiknya (pantas) ". (Riwayat A1uslim)
c. Haram
Haram (bid'ah) dalam dua keadaan. Pertama, menjatuhkan thalaq sewaktu
si isteri dalam keadaan haicl. Ked1ia, menj atuhkan thalaq sewaktu rnci
19
Sabda Rasulullah Saw:
/ 0 ...; J 0 J. ;l 0 0 J 0 /
セセ@
キセ@ セ@ セ@
セ@ セ@
セエ@
fi.bJ
tfa-
セ@
セ@ セセ@
e:;
O / A , , c;!J 0 / 0 / / / ... / / 0 /
01 .\111 ;1
セQ@
o:W1
セ@
セ@
01セ@
セ@
セセ@
01ェセ@
セG@
,
J .,, / / .,,,,.
"
セ@
J.ii::.o.
セwi@
U,J.
\1J
/ '
Artinya "Suruhlah olehmu anakmu supaya dia rujuk (kembali) kepada isterinya itu, kemudian hendaklah dia teruskan pernikahan itu sehingga ia suci dari haid, kemudia dia haid kembali, kemudian suci pula dari haid yang kedua itu. Kemudian jika ia menghendaki, boleh ia teruskan pernikahan sebagaimana yang lalu; atau jika menghendaki, ceraikan ia sebelum dicampuri. Demikian iddah yang diperintahkan Allah supaya perempuan dithalaq ketika itu. "
(HR Bukhari Afuslim)
cl. Makruh
Y aitu jika ticlak acla suatu alasan yang benar, sekaligus Nabi セN。キ@
menghalalkan thalaq. Karena thalaq seperti ini akan merusak perkawinan
yang mengandung kebaikan-kebaikan. Dikatakan makruh juga apabila
clijatuhkan kepacla isteri yang baik, jujur clan clapat clipercaya.16
e. Mubah
Y aitu thalaq karena suatu sebab, misalnya sikap isteri buruk clan ticlak
clapat cliharapkan aclanya kebaikan.17
15
Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari, Shahih Bukhari ( Beirnt: Dar al-Fikr.1989),h.78
"'Ahmad Fuad Said, Perceraian Menurut Hukum fslam, (Jakai1a: Pustaka al-Husna, 1989), Ce\. Ke-30,h.'102
17
'
20
2. Sebab-sebab Perceraian
Suatu perceraian dapat te1jadi karena sebab-sebab tertentu. Didalam
Kompilasi Hukum Islam pada pasal 116 terdapat delapan macam alasan
yakni:
a. Salah satu pihak berbuat zma atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi
dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.
b. Salah satu pihak meninggalkan pihak yang lain selama 2 (dua) tahun
berturut-turut tanpa izin pihak lai'1 dan tanpa alasan yang sah atau
karena hal lain diluar kemampuannya.
c. Salah satu pihak mendapatkan hukuman pen.1ara 5 (/ima) tahun atau
hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
Pada pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang
pelaksanaan Undang-undang Nomor I Tahun 1974 tentang perkawinan,
clisebutkan : " Gugatan perceraian karena alasan salah seorang suami - isteri
menclapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat
sebagai dimaksud dalam pasal 19 huruf c maka untuk mendapatkan putusan
perceraian sebagai bukti penggugat cukup mcnyampaikan salinan putusan
Pengaclilan yang memutuskan perkara disertai keterangan yang menyatakan
bahwa keputusan itu telah mempunyai kekuatan hokum yang tetap" .18
18
Abdul Ghani Abdullah) Hilnpunan I1.zr11ndang-undanga11 dan Peraturan Peradi/an
21
Pasal tersebut memmjukan bahwa salinan putusan pidana yang telah
mempunyai kekuatan hokum ャ。ョァウオョセ@ dianggap mempunym kekuatan
pembuktian yang menentukan atau mempunyai kekuatan pembuktian yang
memaksa.
Pihak penggugat tidak dapat melumpuhkan alat bukti tersebut dengan
alat bukti lawan. Hakim sendiripun terikat secara mutlak atas alat bukti
tersebut, de11gan syarat :
I. Hukuman yang dijatuhkan paling rendah lima tahun ー・Qセェ。イ。N@
2. Putusm1 telah mempunyai l.:ekuatan hokum tetap.
3. Adanya keterangan dari Pengadilan yang bersangkutan yang
menjelaskan bahwa putusan pidana tersebut telah benar-benar
mempunyai kekuatan hokum tetap.
4. Putusan dijatuhkan setelah perkawinan berlangsung antara
suami-isteri.19
b. Salah satu pihak melakuka11 kekejaman atau pengamayaan berat yang
membahayakan pihak lain.
c. Salah-satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat
tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau isteri.
19
M.Yahya Harahap, Kedudukan Ke111eua11gan clan Acara Peradilan Aga111a, (Jakarta:
'
kepada hakim bahwa memang pelanggaran yang tei:jadi suclah lermasuk
kategori sebagai alasan perceraian.
f. Murtad atau peralihan agama yang menjadikan terjadinya keticlakrukunan
dalam rumah tangga.
Orang yang murtad yaitu orang yang keluar dari agama Islam, baik
memeluk agama Yahudi, Nasrani atau yang lain atau sama sekali tidak
beragama, haram bagi isterinya yang masih beragama Islam.21
Dengan demikian apabila sr;,orang suamt atau isteri murtad, maka
dengan sendirinya perkawinannya menjadi batal, artinya jatuhlah perceraian
antara suami dan isteri tersebut dengan disebabkan kemurtaclan. Agarna
Islam menetapkan batalnya perkawinan karena rnurtacl clirnaksuclkan untuk
melindungi agama suami atrm isteri sehingga ticlak te1jerumus terhaclap
keyakinan hidup yang sesat. Karena agama clan keimanan merupakan ha!
yang sangat penting bagi kehiclupan seseorang, clemikian pula clalam suatu
pernikahan bila suami atau isteri pindah agama (murtad) jelas sekali akan
membawa clampak clalam pe;·kawinan karena agama merupakan salah satu
clasar dari pembentukan rumah tangga yang sakinah clan cliriclhai Allah swt.
Prosedur Perceraian
Sebelum membahas percerman karena perselingkuhan secara khusus,
terlebih dahulu penulis akan menggambarkan proseclur perceraian baik
21
M.Tholib, I 5 Perceraian dan Penanggulangannya, (Bandung: lrsyad Baitus
•
24
penerimaan perkara sampai jalannya persidangan secara global, mulai dari
pendaftaran perkara di kepaniteraan pengadilan sampai perkara tersebut
disidangkan.
Awai surat gugatan atau permohonan yang telah dibuat dan
ditandatangani diajukan ke kepaniteraan Pengadilan Agama ( surat gugatan
diajukan pada sub kepaniteraan gugatan sedangkan permohonan pada sub
kepaniteraan pennohonan). Undang-undang membedakan antara perceraian atas
kehendak suami dan atas kehendak isteri. Hal ini karena karakteristik hukum
Islam dalam perceraian memang menghendaki demikian.22
Untuk mengajukan perkara perceraian ke pengadilan agama dapat .
ciilakukan dengan dua cara, yaitu :
a. Perkara Gugatan ( Kontentius).
b. Perkara Pennohonan ( Voluntair).23
Perceraian atas kehenclak suami disebut dengan cera1 talak dan
percerman atas kehendak isteri disebut cera1 gugat. Menurut Hukum Islam
suamilah yang memegang tali perkawinan, oleh karenalah suami yang berhak
melepaskan tali perkawinan dengan mengucapkan ikrar talak. Maka apabila
suami menghendaki perceraian, ia bukan mengaj ukan gugatan perceraian akan
tetapi permohonan izin untuk mengucaokan ikrar talak. Permohonan cerai talak
meskipun bentuknya adalah permohonan tetapi pada hakekatnya adalah
22
Mukti Arto, Praktek Perdaia Pada Peradi/an Agama (Jakarta : Pustaka Pelajar, 2003), Cet.Ke-IV,h.206.
23
'
25
kontentius. Sedangkan perceraian atas kehenclak isteri clisebut clengan cerai
gugat.24
Sebelum perkara terdaftar di kepaniteraan, panitera melakukan
penelitian terlebih clulu terhaclap kelengkapan berkas perkara ( penelitian
terhaclap bentuk clari isi gugatan permohonan suclah dilakukan sebelum perkara
diclaftarkan. Misalnya dalam membuat surat gugatan, kepaniteraan clibolehkan
memberikan arahan pacla penggugat apabila clalam gugatan yang clibuat ticlak
sesuai. Apabila te1jadi kesalahan clalam gugatan atau permohonan maka tidak
boleh clidaftarkan sebelum petita dan positanya jelas, seperti ada petita namun
tidak didukung oleh posita berarti gugatan atau permohonan ticlak jelas.25
Jika hal tersebut te1jadi maka gugatan atau permohonan tersebut
terlebih dahulu harus diperbaiki. Panitera sebagai pihak yang mempunym
otoritas dalam meneliti berkas gugatan atau permohonan sebaiknya melakukan
pcnelitian tersebut disertai dengan 111embuat resume tentang kclcngkapan berkas
perkara, lalu berkas perkara clan resume tersebut diserahkan kepada Ketua
Pengadilan ( dengan buku ekspedisi lvkal sebenarnya). Dengan clisertai dengan
saran tindak misalnya berbunyi .1)1arat-;,yara1 cukup clan siap untuk
disidangkan.26
l•I lbid.,h.208.
25
A110, Praktek Perkara Perdata Pada Pe."adi/an Agama,h. 76.
26
Raihan A.Rasyid, Hukum Acara Peradi/an Agama (Jakarta: PT. Raja Graflndo P<ersada
•
26
Kemudian penggugat atau permohonan ョセ・ョァィ。、。ー@ ke meja I untuk
rncnaksir besarnya biaya perkara dan menulisnya pada Surat Kuasa Untuk
Membayar (SKUM). Besarnya biaya perkara diperkirakan harus telah mencukupi
untuk rnenyelesaikan perkara tersebut. Hal ini seja!an pacla pasal 193 Rbg I
pasal 182 ayat (I) HIR I pasal 90 ayat (I) Undang-unclang Nomor 3 Tahun
2006 Tentang Perubahan Unclang-unclang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang
Pcraclilan Agama yang rneliputi :
a. Biaya kepaniteraan dan biaya rnateri.
b. Biaya pemeriksaan, saksi ahli, juru bahasa clan biaya sumpah.
c. Biaya pemeriksaan setemp:it clan perbuatan hakim yang lain.
cl. Biaya pemanggilan, pemberitabuan dan lain-lain atas perintah Pengaclilan
yang berkenaan clengan perkara tersebut.27
Ketentuan cliatas ticlak berlaku bagi yang ticlak marnpu clan cliizinkan
mengajukan gugatan perkara secara procleo (Cuma-Curna). Keticlakmarnpuannya
clapat clibuktikan clengan melampirkan surat keterangan dari Lurah atau Kepala
Desa seternpat yang dilegalisir oleh Carnal. Setelah itu, penggugat atau
pemohon menghaclap ke meja II clengan menyerahkan surat Gugatan/
Permohonan clan Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) yang telah clibayar.
Setelah selesai, kemuclian surat gugatan permohonan tersebut climasukan clalam
'7
'
27map Berkas Acara, kemudian menyerahkannya kepada Wakil Panitera untuk
c\isampaikan kepac\a Ketua Pengadilan melalui panitera.28
Setelah terc\aftar. gugatan cl'beri nornor pcrkar:1 kcrnudirn1 diajubn
kepacla Ketua Pengaclilan, setelah ketua pengaclilan menerima gugatan maka ia
menunjuk hakim yang clitugaskan untuk menangani masalah tersebut. Pacla
perinsipnya pemeriksaan clalam persiclangan clilakukan oleh hakim maka hakim
ketua pengaclilan menunjuk seornng hakim sebagai ketl'a majelis clan c\ibantu
hakim anggota.29
Setelah itu hakim yang bersangkutan dengan surat ketetapannya
dapat menetapkan hari, tanggal serat pm, kapan perkara itu akan disidangkan,
ketua memerintahkan memanggil kedua belah pihak supaya lrndi1 dalam
persidangan pasal 121 HIR,30 untuk mernbantu majelis hakim dalam
rncnyelesaikan perkara, maka clitunjuk seorang atau lebih panitera siclang
dalam ha! ini panitera, wakil oanitera, panitera mucla clan panitera pengganti.31
Tata cara pemanggilan climana clilakukan secara resm1 clan patut,
yaitu:
a. Dilakukan jurusita atau jurusita pengganti cliserahkan kepacla pribacli
yang clipanggil clitempat tinggalnya.
28
M. Pauza, Pokok-pokok Acara Perda!a Peradilan Agc11J1a dan tvlahkatnah Syar '(vah di
Indonesia (Jakarta : Kencana,2005),Cet Ke-2,h. I 4 29
R. Soeroso, Praktik Hukiun Acara Perdata dan Tata C'ara dan Proses Persidangan (
Jakarta: Sinar Grafika, 2004),Cet.Ke-6,h.39.
'0 M. Fauza, Pokok-pokok Acara ?erdata Peradilan ;/gama dan Mahkanwh Syar '(Fah di
!ndonesia,h.13
'
28
b. Apabila tidak ditemukan maka surat panggilan tersebut diserahkan
kepada kepala desa yang bersangkutan.
c. Apabila salah seorang tebh meninggal dunia maka disampaikan kepada
ahli warisnya.
cl. Setelah melakukan pemanggilan maka jurnsita harus menyerahkan risalah
( tancla bukti bahwa para pihak telah clipanggil kepada hakim yang
akan memeriksa perkara yang bersangkutan).
e. Kemuclian pacla hari yang telah ditentukan sidang perkara dimulai.32
Sedangkan proses pemeriksaan perkara di depan sidang clilakukan melalui
tahap-tahap dalam hukuman acara perclata sebagaimana yang telah
tertera clalam Undang-unclang No.3 Tahun 2006 tentang perubahan atas
Unclang-ungang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peraclilan Agama pasal 54 :
33
"Hukum acara yang berlaku pada Pengadihin Agama duht111 lingkungan
Peradilan Agama adalah Hukum Acarn Perdata yang herlalw pada
Pengadilan dalam lingkungan Perndi/an Umum, kecua/i vcnia dialur , b
secara khusus dalam Undang-undang ini ''.
Setelah hakim membuka siclang clan c!inyatakan terbuka untuk umum,
clilanjutkan clengan mengajukan pertanyaan tentang keaclaan para pihak, ini
hanya bersifat cecking inclentitas para pihak apakah para pihak suclnh mengerti
32
R. Soeroso, Praktik Hukum Acara Perduta clan Tata Cara clan Proses Persidangan,h.40
33
'
29
mcngapa mereka di panggil untuk menghacliri sidang. Pacla upaya perdarnaiaan.
inisiatif perclamaian bisa timbul dari hakirn. penggugat ataupun tergugat. Hakim
harus sungguh-sungguh rnendamaikan para pihak. Apabila ternyata upaya
perclamaian yang dilakukan tidak berhasil, maka siclang clinyatakan tertutup
untuk urnum dilanjutkan ketahap pemeriksaan, diawali dengan pembacaan surat
gugatan. 34
Selanjutnya pada tahap dari tergugat, pihak tergugat diberikan
kesernpatan untuk mernbela diri clan mengajukan segala kepentingannya terhadap
penggugat melalui hakirn. Pada tahap replik, penggugat kembali menegaskan isi
gcigatannya yang dilakukan oleh tergugat clan juga rne111pertahankan diri alas
sanggahan-sanggahan yang disangkal tergugat. Kernudian pada tahap Duplik,
tergugat dapat menjelaskan kernbali jawabannya yang disangkal oleh
35 penggugat.
Tahap Replik clan Duplik dapal cliulang-ulai«g sampai hakirn dapal
111emanclang cukup. Kemudian diajukan clengan pernbuktian. Pacla tahap
pe111buktian, penggugat dan tergugat mengajukan semua alat-alat bukti yang
d1miliki untuk menclukung jaw2.bannya (sanggahannya), masmg-masmg pihak
berl1ak menilai alat bukti lawannya. Ke111udi,111 taliap kesimpulan. rnasing-masing
pihak mengajukan pendapat akhir tei:tang basil pemeriksaan. Kemuclian pacla
tahap putusan hakim menyampaikan segala penclapatnya tentang
34
R. Soeroso, Prakti!c Hukun1 Acara Perda!a dan Tata Cara dan fJroses persidangan h.41-42
'
31Meskipun hak thalaq acla clitangan sua1111, tetapi ta ticlak clapat
sewenang-wenangnya. Di Negara Indonesia telah cliatur dalam
Undang-Unclang bahwa thalaq hanya clapat clijatuhkan di clepan siclang Pengaclilan
Agama (bagi orang yang beragama !slam).
Thalaq clalam hokum perceraian mempunyai beberapa istilah yang
berbecla clan menganclung koncekkucnsinya yang berbecla pula.
a). Thalaq Raj'i
Yaitu thalaq yang clijatuhkan suam1 kepacla isterinya yang suclah
cligauli (bersenggama) clan juga sebagai thalaq satu atau thalaq clua.
i\pabila isteri berstatus iclclah thalaq raj 'i, suami boleh rujuk kepacla
istcrinya tanpa akacl nikah yE<ng baru, tanpa saksi clan mahar pula. Tctapi
bila iclclahnya telah habis, maka suami ticlak boleh rujuk atau kembali
kepaclanya kecuali clengan akacl nikah yang baru clan clengan membayar
mahar yang baru pula.
b ). Thalaq Ba'in
Yaitu thalaq yang clijatuhkan suami kepacla isterinya yang belum
pernah cligauli (bersenggama) atau thalaq tersebut sebagai ganti clari mahar
'9 yang clikembalikannya (khulu) atau thalaq tiga.'
Thalaq ba'in itu clibagi menjacli clua macam, yaitu :
.w Abdul Qodir Jaelani, Keluarga Sakinah, (Surabaya: Bina llmu Ortset, 1995),
32
I. Ba'in Sughra, yaitu Thalaq ym1g clijatuhkan suami sedang ia
belum menggaulinya (hersenggama). clan sua1111 tidak punya hak
rujuk, karena hak rujuk diberikan ketika isteri masih clalam
iclclah. Sedangkan isteri yang clicerai sebelum cligauli ticlak
mem punyai iddah.
2. Ba'in Kubro, yaitu Thalaq tiga. Suami ticlak boleh merujuk
kembali isterinya sebelum isterinya kawin lagi clengan orang lain
clan telah di clukhul (hasmgg1111111) kcmudian cliccr,1i J,1gi.
2. Khulu'
Wahbah al-Zuhaili mengemukakan bahwa khulu' secara bahasa
yaitu :
Artinya: " 1\;Jencabu dan mrnghilangkan ".
Khulu' (thalaq tebus) artinya "ihalc1q yang diucaplwn oleh suam1
dengan pembayaran dari pihak isteri kepada suami "41
Khulu' adalah percerman yang te1jacli alas permintaan isteri
dengan memberikan tebusan atau iwadh kcpada suami c[,111 pcrccrnian itu
sendiri disetujui oleh suam\.42
"0 Wahbah al-Zuhaeri, al-Fiqih a/-!sla111i /Jin Adi/c1111h11. ( Damsik: Dar al-Fikr, 1989),Cet.l(e-3 . .Juz 7,h.480
41
Mahn1ud Yunus, J(an1us Arab [ndonesia (Jakarta: Yayasa Penyelcnggara Pennfsiran
•
3. Fasakh
Fasakh berarti mencabut atau menghapus. Maksudnya ialah
perceraian yang clisebabkan oleh timbulnya hal-hal yang dianggap berat
oleh suami atau isteri atau kecluanya sehingga mereka ticlak sanggup untuk
. . -1\
mclaksanakan kehiclupan suam i istcri cl al am mcnca pm t UJ uan n > cL
Dasar pokok clalam hukum fasakh ialah ialah seorang atau keclua
suami isteri merasa clirugikan oleh pihak yang lain clalam perkawinannya
karena ia ticlak memperoleh hak-hak yang telah clitentukan sebagai seorang
suami atau isteri, yang mengakibatkan keclua suam1 isteri itu ticlak sanggup
lagi melanjutkan perkawinannya atau kalaupun perkawinan itu clilanjutkan
_1uga keaclaan rumah tangga b;sa bertambah buruk, pihak yang clirugikan
akan bertambah buruk keaclaanya, sedang Allah telah menginginkan kejaclian
yang demikian. Beberapa o.ebab te1jaclinya fasakh antara lain sebagai
berikut:
a. Tidak adanya nafkah bagi isteri
Imam Malik, Syafe'I dan Ahmad bahwa hakim boleh menetapkan
putusnya perkawinan karena suami ticlak memberikan naflrnh kepada
isterinya, baik memang tidak ada lagi naflrnh atau suami menolak
rnernberi nafkah.44
·" Wahbah al-Zuheri, al-Fiqih a/-/sla111i Wa Adi/0111/111, (Darnsik: Dar al-Fikr, 1989), Cet. Ke-3..luz 7.h.480
·13 i(an1a! Mukhtar,Azas-azas /-/uku111 Jslcun Te11ta11,s Perlun11inan,h.212
44
34
b. Adanya cacat atau penyakit
Cacat yang dimaksud melipuit cacat jiwa seperti gila, cacat mental
seperti penjudi, pemabuk. Cacal tubuh seperti penyakit lepra, dan cacat
kelamin seperti penyakit pacla alat kelamin, terpotong alat kelaminnya,
lernah syahwat, clan lain sebaginya sehingga menggangu clan
menghalangi hubungan suami isteri.45
c. Pencleritaan yang menimpa isteri
lsteri yang rnenclerita fisik atau batin karena tingkah laku suammya,
misalnya suami menyakiti baclan isteri clan meyengsarakannya, maka isteri
berhak mengajukan halnya kepacla hakim kemuclian hakim yang akan
memutuskan perkawinannya.
2. Li'an
Li' an aclalah perkataan suarni sebagai berikut, '' Say a persaksikan
kepacla Allah bahwa saya benar tc-rhaclap tucluhan saya kepacla isteri saya
bahwa ia telah berzina''. Dalam KH! pasal 126 dikatakan : .. l.i'an tcrjadi
karena suami menucluh isteri berbuat zina clan atau mengingkari anak clalam
kanclungan atau yang suclah lahir clari isterinya, seclangkan isterinya
1 l cl h cl . l b セセ@ 46
meno a' tu u an an atau pengmg rnran terse ut .
Dalam ha! ini apabila suami ticlak clapat menghaclirkan empat orang
saksi maka suami harus bei'sumpah clengan nama Allah sebanyak empat
45
Zakiyah Darajat, I/11111 Fiqih,h.199
4. Zihar
36
sesungguhnya Allah J\;Jaha J\!fendengar /agi Maha lvfengetahui ",
(al-Baqarah : 226-227)
Yang dimaksud dengan zih<c1· ia/ah "seorang laki-laki menyerupokan
isterinya dengan ibunya sehingga istrinya itu haram atasnya", seperti kata
suami kepada isterinya, .. Engkau wmpuk o/ehku seperti p1111gg11ng ibuku".
Jika suami mengucapkan kata-kata demikian, dan tidak diikuti dengan thalaq,
maka wajib atasnya membayar kafarat yaitu memerdekakan buc!ak, kalau
tidak sanggup berpuasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak !mat memberi
makan 60 orang miskin masing-masing '!. liter, jika tidak sanggup sadaqah
kepacla keluarganya. Haram atasnya bersenggama dengan isterinya itu
sebelum membayar kafarat zihar. Pada Zaman .lahilliyah, zihar mempunyai
kecludukan sebagai thalaq, tetapi kemuclian diharamkan oleh Islam dan
diwajibkan membayar kafarat jika melakukannya.'18
Firman Allah Swt:
J ke J セ@
-:::,., -: ).). ,, -;: '- "" ,, -: -;, j ::: - -- "' ,,, ) ,, ) ,, } ,, .,,.,
セQ@
')J;.
g··
6.1 0J
セ@
.. 1
J
L.
セlZZ@
i:.r
イMGセ@
03
.P.
lJ.jll
GセセNZi@
セ@:&I "
1
• \"
セ@
•
J' ;
I\ · .
(
セ@
'
セ@
IJ
a·
f ,
/1 •
c, ';jj ·
..__:_.!jj Jj)j • .F lNイセ@ セᄋN@ ()y .. r-f,JJ セ@ j
Hセ@
: O/\a.l
jG?I )
);;;.
Artinya: " Orang-orang yang menzihar isteri isterinyu diuntura kwuu (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) liadalah isteri
mereka itu ibu mereka. Jbu-ibu mereka tidak lain hanya!ah wanita
Y
ang
me/ahirkan mereku. Dun se.1·1111<m11/mrn セセ@ . nwrcku .1·11111m11h-セセ@48
37
sungguh mengucapkan s11atu perkataan yang mungkar dan dusta ".
(al-Jvfujadi/ah 58 : 2)
5. Syiqaq
Yaitu " krisis yang memuncak yang terjadi antara suami isteri
sedemikian rupa sehingga antara suami isteri terjc1di pertentangan pendapat
dan pertengkaran, menjadi dua pi/wk yang tidak mungkin dipertemukan, clan
kedua pi/wk tidak hisa mengatasinya "."19
Dengan kata lain syiqaq itu aclalah perselisihan clan pertengkaran
yang terus menerus clan ticlak acla harapan lagi untuk hiclup rukun lagi.
Dalam Kompilasi Hukum Islam di inclonesia pasal 113-128 clijelaskan
macam-macam perceraian, yaitu ; cerai thalaq, cerai gugat, khulu, li'an, clan
fasakh
B. PERSELINGKUHAN
1. Pegcrtian Perselingkuhan
Menurut kamus Bahasa Indonesia perselingkuhan berasal dari kata "
selingkuh" : suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri ; ticlak
berterus terang; ticlak jujur; curm:g; serong.50
Perselingkuhan menurut Muhyiclin, Hakim Pengaclilan Agama Jakarta
Barat aclalah " Hubungan yang dilakukan oleh suami atau isteri dengan
49
K.atnal Mukhtar, Azas-azas Hukun1 /s/0111 Tentung PerkaH'inan,h.204
50 Departen1en Pendidik.an Nasional,
Ka11111s Besar Bahusa Indonesia, (Jakarta : [3,1Jai
'
38
ornng lain. yang bukan muhri11111y(I dengun se111hunyi-scmhu11yi ranpa
sepengerahuan salah satu pas(lngan. secoro ridok W(ljar sehingg(/
menimbulkan kecemburuan dan perselisihan clan berakhir dengan perceroian
diontara keduannya ".
Sedangkan menurut Qurisb Sbihab, Selingkuh dari segi bahasa sa.1a
sudah mengandung makna negative.
a. Tidak berterus terang
b. Tidak jujur atau sernng
c. Suka menyembunyikan scsuatu
d. Korup atau mengelapkan uang
e. Memudah-mudahkan perceraian.
Dalam pengertian yang lain menjelaskan selingkuh sendiri " secara
bahasa berarti sembunyi-sembunyi citau bersembunyi. WIL ( Wanita Iclaman
Lain) atau PIL (Pria Idaman Lain) yang merupakan pasangan selingkuh
seperti selir di kerajaan zaman dahLtlu".51 Sedangkan "Penyelewengan te1jadi
kctika seseorang yang sudah menikah atau sudah mempunyai ikatan khusus
clengan seseorang, melakukan hubungan seks dengan orang lain". 52
Dalam surah an-Nisa ayat 34 yang bcrbunyi, yaitu :
51 Abu al-Ghifari, Badai Ru mah Tangga,h. 78
52 Charlote Latfala, et al,_Bagailnana PerkcnFinan Bertahan Dari
39
Artinya : "Wanita yang kamu kha;vatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi Lagi Maha Besar". (An nisa 4: 34)
Dalam hal ini hukum badan terscbut adalah hukum baclan yang
ringan. Hal ini sejalan dengan Hadists yang artinya: " Dan bertaqw{ !ah
kepada Allah dalam urusan wanita, karena kamu mengambil mereka sebagai
wnanat Allah ... dan mereka .'Je1janji kepadamu bahwa mereka tidak akan
mengizinkan masuk kerumahmu siapapun juga yang tidak kamu sukai. Jika
mereka melanggar berilah mereka hukuman badan yang ringan yang sekiranya
tidak meninggalkan bekas pada tubuhnya ". (HR. Bukhari)53
Pengertian perselingkuhan iclentik clengan kata penyelewengan, nar,mn
pengertian perselingkuhan i:Jerkaitan dengan aktivitas kehidupan dalarn
rumah tangga, dimana salah satu pasangan suarni atau isteri mempunyai
WIL(Wanita Idaman Lain) atau PJL(Pria Idaman Lain) secara sernbunyi··
sembunyi tanpa sepengetahuan pasangannya.
Perselingkuhan pada hakikatnya tidak terlepas oleh beberapa factor
yang mendukung te1jadinya perselingkuhan, misalnya dengan maralu1ya
tayangan yang berbau porno atau bacaan yang berbau seks, bisa juga clari
53
40
hal-hal kecil seperti pertemuan-pcrtcmuan biasa, melakukan pembicaraan
secara individual (curhat) dan lain sebagainya. Kemudian
pertemuan-pertemuan tersebut dilanjutkan menjftdi suatu kegiatan rutin, sehingga dari
sinilah akan berkembang hubungan emosional yang lebih lanjut dan
mendalam. 54
2. Oasar Larangan Perselingkuhan
Dalam ha! ini yang menjaclikan dasar bahwa perselingkuhan itu
dilarang adalah dalam Al-Qur'an surat al-Isra ayat 32 :
( n :
IV I ,. I->" 'ii)Arlin ya : "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan merupakan suatu jct/an yang buruk". (Q.S.
al-Isra 17:32)
Dan dalam surah al- Mu'minuu ayat 5-7 :
Artinya : " Dan orang orang yang menjagu kemalua1111ya, kecuali terhadap isleri-isteri
11/ereka a/au budak yang mereka miliki, lllaka ses1111gguh11ya 111ereka dalam ha/
ini tiada lerce/a, barang siapa 111e11cari dibalik i/11, maka 111ereka itulah
ora11g-orang yang me/ampui bat as". (QS.al-M11 '111i11w1 23: 5-7)
41
Dari ayat diatas, dapat kita ketahui bahwa, mendekati zma S[\Ja kita clilarang
apalagi sampai melakukan perbuatan yc.ng clilarang oleh agama. Ayat 1111 .iuga
melarang seorang laki - laki ・ャュセ@ perempuan menclekati perzinahan. Seclangkan
perbuatan perselingkuhan merupakan salah satu jalan untuk melakukan perzinahan.
Scdangkan menurut pasal 116 kompilasi hukum islam, pasal 19 unclang - unclang
nornor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yaitu:
a) Salah satu pihak berbuat zina atau menjacli pemabuk, pemaclat, penjudi, clan
lain sebagainya yang sukar disembuhkan
b) Antara suami clan istri terus - menerus rnenjadi perselisihan clan pertengkaran
clan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi clalam rumah tangga.
Pasal 1111 menjelaskan ap8.bila hakim memutuskan perkara dikarena
perselingkuhan clan perselingkuhannya telah sarnpai pacla perzinahan maka
diancam dengan kasus perzinaan. Apabila perselingkuhan tidak bisa
diselesaikan dengan jalan perclamaian clan belum sampai pacla perzinahan maka
cliancam clengan perselisihan tere!s - menerus apabila menimbulkan perselisihan
yang berakhir clengan perceraian.
3. Faktor Pcrsclingkuhan
Ada beberapa ha! yang rnenyebabkan te1:jadinya perselingkuhan.
st:perti yang akan dijelaskan sebagai berikul :
a. Iman yang harnpa
Kosongnya iman adalah penyebab dari semua perilaku burulc begitu
•
42
akan menjamin seseorang tetap dijalur kebenaran, karena orang yang
bcriman merasa seperti tingkah lakunya diperhatikan Allah swt. " Maka
tidak mzmgkin seseorang yang heriman melak11ka11 perselingkuhan a/au
herbuat yang mendekatkan diri pad a perzinahan ". 55
b. Kebutuhan bilogis
Permasalahan perselingkuhan yang kerap te1jadi antara pasangan suam1
isteri salah satunya diakibatkan kebutuhan biologis yang ticlak terpenuhi.
Menurut Monti P. Satiaclarma " sebagian clari pelaku perselingkuhan
rncngatakan bahwa mereka sama sekali ticlak berniat seclikitpun untuk
meninggalkan isteri mereka. Akan tetapi mereka merasakan bahwa hubungan
seksual dengan isterinya mengalarni hambatan. Alasannya tentu bisa
bermacam-macam, bisa karena alasan sakit a tau alasan lainnya··. '6
c. Faktor ekonomi
Tarif perekonomian keluarga yang menentukan terpenuhi atau
ticlaknya kebutuhan materi merupakan sesuatu yang senng menjacli sumber
permasalahan pada kehiclupan berumah tangga. " Desakan ekonomi
rnerupakan salah satu alasan ュ・ョァセQー。@ seseorang melakukan perselingkuhan.
Alasan ini lebih banyak dikemukakan oleh kalangan wanita, namun aclapula
55
Abu al-Ghifari, Bad(Ji Rumah Tangga,h.28
'
43
sejumlah pria mengemukakan hal 1111 sebagai alasan tindakan perselingkuhan
n1erel<a".57
cl. Konflik clengan pasangan
Setiap pasangan sua1111 isteri seharusnya menjadikan suatu
perselisihan sebagai proses menu.1u keluarga yang harmonis clengan
menjaclikan pelajaran bagi kehiclupan rumah tangganya ke clepan, clan jangan
mcnjaclikan perselisihan tersebut berlarut-larnl sehingga rncnjadi konflik
dalam keluarga. " Hubungan yang kurang harmonis clengan pasangan
menjacli alasan yang paling se1fog cliungkapkan laki-laki untuk rnencari
kesenangan diluar. Apalagi jika konflik rumah tangga itu berakhir dengan
pertengkaran hebat akan sulit untuk mendamaikannnya, sementara kebutuhan
seks datang tidak terduga. Maka lambat Imm rnuncul hasrat untuk
I . l d'/ " 58 me ampias rnn z uar .
Seclangkan data yang ada di Pengadilan Jakarta Barat baik dari segi
laporan tahunan maupun putusan perceraian karena perselingk;1han di
pcngadilan agama Jakarta Baral bahwa factor pcrselingkuhan adalah sebagai
berikut :
a. Moral, yang meliputi : krisis akhlak, cemburu.
b. Meninggalkan kewajiban, yang meliputi : ekonomi, ticlak tanggung
jawab antara salah seorang pasangan suami isteri.
57
lbid.,h. 70 58
45
cl. Menyimpan nomor telepon
Biasanya mereka mencatat nomor telephone tersebut disebuah catatan
khusus agar tidak terlacak pasangannya, . .Jacli. jika pasangan menemukan catatan
bcrtuliskan nomor telepon seseorang, sebaiknya tanyakan baik.
e. Mencari - cari alasan
Pasangan mulai menghinclar clari acara -- acara rutin yang biasa melakukan
berdua, dan mencari alasan untuk pergi di waktu luangnya
r.
Mulai berbeda penclapat.Bila hal ini mulai tampak dalam hubungan sebaiknya cliselesaikan secara
'
BAB III
GAMBARAN UMUM PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT
A. Scjarah Singkat Pcngadilan
Lokasi Pengadilan Agama Jakarta Baral terletak pada jalan
Flamboyan 11/2, Cengkareng Baral Jakarta Baral. Tergolong tidak startegis
karena tidak dilewati kendaraan umum atau jaraknya -+ 1500111, dari jalan
Kamal Raya dan berdampingan dengan rumah susun Cengkareng.
Gedung Pengadilan Agama Jakarta Baral yang barn dimulai pada
tahun 1994 dan selesai pada tahun 1997 kemuclian cliserahterimakan clari
pernerintah DK! Jakarta kepacla Pengaclilan Agama Jakarta Baral pacla
tanggal I 9 Mei 1997. 1
1. Luas Tanah
Luas tanah kantor Pengaclilan Agarna Jakarta Barnt seluruhnya
aclalah seluas 3 .056 M2 yang selurulmya berupa tanah clarat.
2. Luas Bangunan
Luas bangunan kantor Pengaclilan Agama Jakarta Baral seluruhnya
'
aclalah 2.400 M2"
Pengadilan Agama Ja