• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perselingkuhan sebagai alasan perceraian : (studi kasus di Pengadilan Agama Jakarta Barat tahun 2005-2007)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perselingkuhan sebagai alasan perceraian : (studi kasus di Pengadilan Agama Jakarta Barat tahun 2005-2007)"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

;'2.

Yt

tj

/

QQ[セQ@

I

5

l

PERSELINGKUHAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN

(Studi Kasus di Pengadilan Agama Jakarta Barat Tahun 2005-2007)

Oleh

Iwan Hendriawan

KONSENTRASI PERBANDINGAN MAZHAB HUKUM

PROGRAM STUD! PERBANDINGAN MAZHAB DAN HUKUM

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

VIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(2)

'

..

l'ERSELINGKUHA:;-sEBAGA! ALASAN PERCERAIA:N

(Sti1di Kasus di Pengadilan Agama Jnkarla Barat Tahun 2005-2007)

Skripsi

. Diajukan Kopada Fak·;ltns Syariuh chin Hukum Guna lvlemenuhi

Syarat-syarat Mcnccq:11i (fo\a" Srn:jana Hukum !slam

Olch

!wan I lcndriawan

NIM : l\!204'.'22-1952

-- Di ll:iwai1 Bimbingan

/,

---

' c ' -Ors. ll A. Basiq Jalil, MA

NlP: 150. 169 102 NIP : 150 326 895

KONSENTRASI PERBANDINGAN MAZHAB HU KUM PROGRAM

STUD! l'ERBAND!NGAN MAZHAB DAN HUKUM

FAKULT}\S SYARIAH DAN HUKUM

UIN SYAlUF HIDAYATULLAH

.li1KARTA

(3)

PENGES.U·IAN PANITIA LIJIAI\'

Skripsi be1:judul PERSELTNGKUHAN SFB!\G.\f ALASAN PFRCFF:AJAN ( STUD! KASUS Df PENGADfLAN 1\Gi\Ivl!\ JAKARTA l>.:\RAf TAI !UN 2005-2007) telah diujikan dalam Sidang Munaqosah Fakultas Syariah clan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayattlllah Jakarta pada IO Juni 2008. Skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat me•11peroleh gelar Smjana Hukum Islam (SHI) pada Prograni Studi Perbandingan mセコィ。「@ dan Hukum (Perbandingan Mazhab Hukurn).

Jakart'l, I 0 J uni 2008

'

Amin Suma, SH. MA.MM

P ANITIA U.JIAN

I. Kctua

2. Sekertaris

: Dr.I-I.!\. Mukri ;\ji. Mi\

NIP. 150 220 544

: H. Muhammad Taufiki. MAg NIP. 150 290 159

3. Pembimbing I : dイウNャZャMQセN@ iS。ウゥァ⦅jセェェQャゥェLsijma@

NIP. 150 169 102

4. Pembimbing 11 : Mesraini, S. Ag:. MA NIP. 150326895

210 422

5. Pcnguji : Dr. H.A. Mukri Aji. mゥセ@

NIP. l 50 220 544

\ZZZZZZNNセ@

... .

-:---. )

6. Pcnguj i l l : I I. ivluhammad Tauliki. l'vf;\;.>,

NIP. 150 290 159

セAスカセ@

(4)

P----...,!"' )I <)A:>. )I .&1 l ' - - - ' I

KATA PENGANTAR

'

Puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Rahim yang telah

memberikan kita berbagai macam nikrnat, terutama nikrnat sehat wa al' fiat

clan pertolonganNya dalam penyusunan skripsi yang · berjudul "

Pcrselingkuhan Sebagai Alasan Pcrceraian ( Studi Kasus di Pengadilan

Agama Jakarta Bl,lrat Tahun 2005-2007)" dapat rampung. Shalawat dan

salam senantiasa dicurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

Dengan sifat yang Maha Mengabulkan segala permintaan hambaNya,

penulis dengan langkah pasti bermunajat kepadaNya clan berusaha untuk

merampungkan skripsi ini.

Dan tidak lupa pula penulis mengucapkan terimakasih yang

sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu akan terselesaikannya

skripsi ini, antara lain :

1. DR. H. Ahmad ·Mukri Aji, MA., selaku Ketua Jurusan Perbandingan

Mazhab clan Hukuim UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Ors.I-LA. Basiq Jalil, MA, clan Mesraini, M.Ag, selaku pembimbing

skripsi ini.

3. Pimpinan clan seluruh staf perpustakaan UIN yang telah memberikan

(5)

'

4. Tenmtuk Ayah dan Ibu yang selalu memberikan dukungannya dan

motivasi baik moril maupun materil, sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini.

5. Kepada cal on isteriku yang pen yabar Ti ti ErnaSari, yang selalu setia

menemani penulis baik suka maupun duka.

6. Kakakku yang tercinta Nur Evi Maesuri, Ahmad Iskandar Zulkarnaen,

dan adikku yang paling imut Lola Desianhuri Raluna, I Love U All

7. Keponakan-keponakanku yang tersayang Medina Yazidi, Alya Popoy,

Aziyad ( Aong), Rafli, dan Firah.

8. Teman-temanku senasib seperjuangan, Ade (Konde), Irsyad (Anjong),

Ma'ruf (Parung), Saprudin (Kipoy), Dadan ( Jengkol Dei), Awe! (Kipli), lyul

( Tocho ). Akionk (Engkonk) dan Rijal Kuadrat.

Akhirnya penulis hanya berdoa semoga Allah SWT, memberikan

alasan yang setimpal kepada pihak yang telah membantu terelesaikannya

skripsi ini. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat menambah wawasan

(6)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... .

DAFT AR ISi... iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masai ah ... ... ... 1

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 6

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... ... ... ... 7

D. Metode Penelitian ... ... ... ... 7

E. Sistematika Penelitian ... .... ... 9

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERCERAIAN A. Perceraian 1. Pengertian dan Dasar Hukum Perceraian ... .. .. ... 11

2. Sebab-sebab Perccraian dan Prosed urn ya... 20

3. Macam-macam Perceraian... 30

B. Perselingkuhan 1. Pegertian Perselingkuhan ... .... ... .... .. ... .. ... 3 7 2. Dasar Larangan Perselingkuhan ... ... 40

(7)

BAB III

'

GAMBARAN UMUM PENGADILAN AGAMA JAKARTA

BARAT

I. Sejarah Singkat Pengaclilan... 46

2. Letak Geografis Wilayah Hukurn ... 48

3. Wewenang Pengadilan... 52

4. Struktur Organisasi Pengadilan... 54

BAB IV KASUS l'ERSELIJ'<GKUHAN DI PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT A. Kasus Perselingkuhan Di Pengrdilan Agama Jakarta Barnt ... 60

B. Analisis Penulis 1. Faktor Terjadinya Perselingkuhan Dalam Kasus Perceraian Di Pengadilan Agama Jakarta Baral Tahun 2005-2007 ... 73

2. Penyelesaian Perkara Perselingkuhan Di Pengadilan Agama Jakarta Barat .. .. .. ... .... .. .. .. .. . .. .... .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. 81

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .. .. .. .. .. .. .... .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. .. .... .. .. . 86

(8)

'

DAFTAR PUST AKA... 90

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1) Tentang Putusan PAJB No. 741 /Pelt.G/2006/PA..JB... 93

2) . Tentang Putusan PAJB No. 333 I Pelt. GI 2005 I PA..JB... 104

3) Tentang Putusan PAJB No. 218 I Pelt. GI 2007 I PA.JR ... 110

4) Tentang Surat Pengantar Pembimbing... 114

5) Surat Keterangan Hasil Penelitian di Pengaelilan Agama Jakarta Baral . . . 115

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam Undang-Undang No. I Tahun 1974 pada pasal dijelaskan

bahwa : " Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria clan seorang

wanita sebagai suami isteri clengan tujuan membentuk keluarga ( rumah

tangga) yang bahagia dan kekal berclasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".1

Dalam KHI Pasal 2 Perkawinan adalah : " Pernikahan, yaitu akad

yang sangat kuat atau mitsqan ghadidzan untuk mentaati perintah Allah clan

rnelaksanakannya merupakan ibadah''.2

Keluarga adalah unit sosial terkecil yang secara literal diartikan

sebagai orang yang berada dalarn satu rumah tangga sekurang-kurangnya

terdirir dari suam1 clan isteri.3 Dalam arti normatif, keluarga aclalah

kumpulan beberapa orang yang karcna terikat oleh suatu ikatan perkawinan,

lalu mengerti clan merasa berdiri sebagai suatu gabungan yang khas, clan

bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kebahagiaan kesejahteraan

clan ketentraman semua anggota keluarga itu.4

1

Abdul Ghoni Abdullah, Hi111punan Perundang-undangan da11 Peraturan Peradilan rlga11u1,

( .I akarta: lntennasa, 1991 ), h. 187

2 Ba1nbang I<eso\vo,

Kon1pilasi f!uku111 ls/co11 di !ndonesa,(Jakarta : Direktorat Peradi!an

i\gama,2002),h.14

セ@ W.J.S. Purvvodanito, Kanrus Unn1111 Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai

Puslaka, 1996),h.471 4

(10)

'

2

Al-Qur'an amat mendambakan adanya suatu keluarga yang ideal,

berkualitas dan siap menghadapi berbagai macarn cobaan dalam hidup. Untuk

ini al-Qur' an telah rneletaka:.1 dasar dan prinsip yang arnat fundamental

bahkan radikal bagi perubahan setatus dan rnartabat kaum wanita sebagai

unsure penting anggota keluarga. Al-Qur'an tidak membenarkan adanya

dominasi satu pihak atas pihak lain dalarn keluarga.5

Prinsip-prinsip tersebut diawali dengan rnenempatkan kehidupan

keluarga sebagai institusi yang suci, terhormat dan harus dijunjung tinggi,

karena dari keluargalah tatanan kehidupan masyarakat yang lebih luas akan

terbentuk. Prinsip-prinsip tersebut ada yang berlmbungan dengan persiapan

scbelum me11uju kehidupan berkeluarga yang ditandai oleh kematangan fisilc

usia, dan mental, yang mernungkinkan masing-rnasing dapat menentukan

pasangan hidupnya secara sadar dan penuh tanggung jawab.6

Adapun konsep keluarga bahagia adalah bilamana seluruh anggota

keluarga merasa bahagia yang ditandai oleh berkurangnya ketegangan.

kekecewaan dan puas terhadap seluruh keadaan clan keberaclaan clirinya

(eksisitensi atau aktualisasi cliri) yang meliputi aspek fisik,mental, emosi clan

social. Keluarga tak bahagia febaliknya bilamana acla seorang atau beberapa

orang anggota keluarga yang kehiclupmmya diliputi ketegangan, kekecewaan clan

5

Anwar Yun us, Tema-tema Pokok Al-Qur 'an, (Jakarta: Biro Bina Mental, 1994),h.204

(11)

"

.)

ticlak pernah merasa puas clan bahagia terhaclap keaclaan, clan keberaclaan clirinya

terganggu atau terhambat. 7

Pernikahan merupakan ikatan suci clari clua insan yang saling

menncintai clan mengharapkan kebalugiaan yang kekal clalarn rnenjalani

kebahagiaan rumah tangganya. Namun untuk rnencapai cita-cita tersebut

sangatlah ticlak muclah, karena cliclalam membina sebuah keluarga yang

sakinah akan banyak ujian dan rintangan yang menghalangi terwujudnya

suatu keluarga yang bahagia clan sc.1ahtera.8

Diantara masalah sosial yaug semakin marak yang datangnya dari

keluarga adalah te1jaclinya suatu perselingkuhan dari salah satu pasangan.

Fenornena tersebut sangatlah rnernprihatinkan, karena rumah tangga yang

cliawali clengan suatu ikatan clan ikrar suci, saling percaya clan menyayangi

hancur clengan hilangnya kepercayaan clan ticlak aclanya keselarasan. Hal ini

timbul cliakibatkan tidak aclanya kesaclaran dalam mengaplikasikan nilai-nilai

ajaran agama clalam kehiclupan rumah tangganya, sebagai proteksi akan

hal-hal yang akan menimbulkan suatu pertentangan, perselisihan, penyelewengan

dan berakhir clengan perceraian antara pasangan suami isteri tersebut.

7

Singgih D. Gunarsah, Psikologi Pralais: Anak, fZeinaja clan J(eluarga, (Jakarta: Prr.

Gunung Mulya,2000),h.209 8

(12)

' 4

"Menurut Psikiater Dadang Hawari (2002), 90 persen perselingkuhan

dilakukan oleh kaum pria sementara wanita hanya 10 persen saja".9

Dari data yang ada diatas clap at cliketa hui bahwa salah satu

permasalahan yang banyak teijadi clalam kehiclupan rumah tangga adalah

kasus perselingkuhan atau penyelewengan oleh salah satu pasangan

clisamping masalah lainnya. Dan ha! ini dapat mengakibatkan konflik dalam

rumah tangga bila tidak diatasi atau dicari jalan keluarnya sehingga dapat

rnengakibatkan perceraian.

Menurut hukurn Islam, ;;uatu percerman dapat terjacli bilamana

ikatan perkawinan tidak dapat dipertahankan lagi, ha! ini berdasarkan

kepada hadits nabi Muhammad SAW :

Artinya : "Dari Jbnu Umar. Ia berkata bahwa Rasu/11!/ah Saw. Te/ah bersabda,

"Sesuatu yang halal yang amat dibenci Allah ialah talak. " (Rhvayat Abu

Dawud dan Jbnu Jvfajah)

Sedangkan hukum perkawinan di Indonesia sesuai clengan

Unclang-Unclang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan pasal 39, clan KHI pasal

"Abu Al-Ghifari, Se/i11gk11h Nilunal yang frrla/uwl, (13a11llu11g: Mrtiahid l'ress,2003), eel.kc-I .h.20

(13)

• 5

115. Dijelaskan bahwa perceraian itu harus cliclasarkan alas alasan yang

clibenarkan hukum.

Aclanya pemberatan clalam perceraian 1111 juga cliatur clalam

Unclang-Unclang No.7 Tahun 1989 tentang peraclilan agama, pasal 65 yang

clisebutkan bahwa :

(1) Perceraian hanya clapat clilakukan di clepan siclang

Pengaclilan setelah Pengaclilan yang bersangkutan berusaha

clan ticlak bcrhasil menclamaikan keclua belah pihak.11

Penyelesaian masalah kasus perceraian salah satunya aclalah

rnembawa permasalahan mereka ke Pengaclilan Agama, dan dengan upaya

clamai yang cliusahakan oleh hakim cliharapkan keclua belah pihak bisa

bersatu kembali tanpa te1jaclinya perceraian.

Salah satu alasan dalarn kasus perceraian yang clitangani oleh

Pengadilan Agama Jakarta Barnt adalah disebabkan adanya perselingkuhan.

Seclangkan dalam alasan-alasan pi:rceraian yang clisebutkan clalam KHI pasal

113 ticlak climuat alasan perselingkuhan. Problem inilah yang membuat

penulis tertarik untuk mengadakan studi penelitian. Untuk itu penulis

rnemberi judul :

11

Cik Hasan Bisri, Peradilan Agama di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2000),

(14)

6

"PERSELINGKUHAN SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN (STUDI

KASUS DI PERADILAN AGAMA JAKARTA BARAT TAHUN 2005

-2007).

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

I. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih akurat dan terarah sehingga tidak

menimbulkan masalah baru serta pelebaran secarn meluas maka penulis

membatasi masalah ini pada masalah Perselingkuhan Sebagai Alasan

Perceraian Pada Pengadilan Agam<i Jakarta Barnt Tahun 2005-2007.

2. Perumusan Masalah

Keterkaitan Pengadilan Agarna dalarn menyelesaikan kasus-kasus

percernian terutarna yang disebabkan perselingkuhan yang banyak menerpa

kehidupan rurnah tangga di Wilayah Jakarta Barnt adalah focus dari

penelitian ini. Mengacu pada focus tersebut. rnaka perumusan masalah

clalarn penelitian ini adalah :

I. Apakah yang menjadi penyebab te1jadinya perselingkuhan yang

bernkibat pada perceraian di Pengadilan Agarna .Jakarta Barnt?

2. Bagaimana rnajelis hakirn Pengadilan Agama Jakarta Barnt

(15)

7

C. Tujuan dan Manfaat Penclitian

1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui mengetahui mengapa seorar,g suami atau isteri

melakukan perselingkuhan.

b. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penyebab perselingkuhan di

Pengadilan Agama Jakarta Barat yang mengakibatkan perceraian.

c. Untuk mengetahui langkah-langkah yang dilakukan oleh Pengadilan

Agama Jakarta Baral dalam menyelesaikan perkara perselingkuhan.

2. Manfaat Penelitian

a. Untuk menambah wawasan pengetahuan keagamaan khususnya mengenai

penyelesaian perkara cerai di Pengadilan Agama Jakarta Barat Akibat

Perselingkuhan.

b. Sebagai motivator dalam rangka meningkatkan khazanah ilmu pengetahuan

clilingkung;:in UIN Syarif Hidayatullab Jakarta khususnya, clan bagi

masyarakat luas pacla umumnya.

c. Untuk memperoleh gelar Smjana 1-Iukum Islam (S.Hi) Pacla Program Stucli

Perbanclingan Mazhab clan Hukum Fakultas Syari'ah clan 1-lukum.

D. Metode Penelitian

I. Penclekatan Yang Digunakan

Dalam penulisan 1111 penulis menggunakan penclekatan kualitatif.

(16)

• 8

yaitu prosedur penelitian yang mei1ghasilkan data deskriptif berupa kata-kata

tertulis dan lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati.

Penelitian ini terdiri dari studi pustaka (Librmy research), JUga studi

lapangan (Field research). Library research yaitu metode penulisan dengan

cara pengumpulan data dengan berbagai literatur. Seclangkan penelitian

lapangan Field research adalah penelitian yang dilakukan dengan te1jun

langsung ke lapangan clalam hal 1111 Pengadilan Agama Jakarta Baral.

2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah data pruner, yaitu : Undang-unclang

Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-undang Nomor 7 Tahun

1989 Tentang Peradilan Agama, Kompilasi Hukum Islam, Dokumentasi clan

Wawancara. Sedangkan sumber data sekunder aclalah buku-buku fiqih,

majalah-majalah, yang ada kaitannya dengan skripsi ini.

3. Teknik Pengumpulan Data

a. Studi Dokumentasi

Dengan melihat atau meneliti dokumen-dokumen putusan perceraian

karena perselingkuhan serta ars1p-ars1p yang ada di Pengadilan Agama

Jakarta Baral yang dijadikan sebagai objek penelitian.

b. Studi Wawancara

Tanya jawab yang dilakukan dengan para hakim Pengadilan Agama

(17)

' 9

4. Teknik Analisa Data

Data yang dikumpulkan lalu cliolah, dianalisa clan diinterprestasikan

untuk menjawab pennasalahan yang telah dirumuskan. Data yang cliperoleh

clari hasil kajian hukum, clalam ha! ini berupa berkas putusan Pengadilan

Agama Jakarta Baral, yang akan ditinjau lebih jauh untuk menclapatkan

basil yang cliperoleh dari bahun hukum diatas.

Sedangkan penge!olahan data yang diperoleh dari hasil wawancara

dilakukan dengan cara mengeclit (editing) data yaitu memeriksa data yang

terkumpul : apakah jawaban-jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam

wawancara sudah sesuai belum dengan yang clibutuhkan, jawaban dianggap

lengkap clan yang belum atau yang ticlak menjawab clipisahkan.

Setelah rnengolah data kemudian menganalisa data. Analisa data

clilakukan dengan rnenggm12.kan metocle content analisa yang kernuclian

menginterprestasikannya clengan bahasa penulis sencliri. Maksucl clari content

analisis clalam pcnelitian ini aclalah rnenganalisa putusan clari Pengaclilan

Agama Jakarta Bmat tentang perelingkuhan.

Teknik penulisan pada skripsi ini merujuk pacla buku Peclornan

Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi UIN Syarif Hiclayatullah Jakarta 2007.

K Sistematika Pennlisan

Untuk memperrnudah penyusun rnenyelesaikan pembahasan secara

sistematis, maka perlu clisusm1 sistematika pembabasan seclemikian rupa. Aclaptm

(18)

10

BAB Pe1tama,Memuat tentang pendahuluan yang mengutarakan latar belakang

masalah, pembatas:m dan perumus:m masalah, tt.tiuan clan manfoat

penelitian, metocle penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB Kedua,Memuat tentang tinjauan umum mengenm percerman dan

perse]imgkuhan yang terditi dari pengertian clan dasm hukum perceraim1.

sebab-sebab perceraian dan proseclurnya. macam-macam perceraian,

pengertian perselingkuhan, dasar larangan perselingkuhan, clan faktor

perselingkuhan

BAB Ketiga,Memuat tentm1g garnbaran urnum Pengaclilan Agama Jakarta Barnt

meliputi : ウセェュᄋ。ィ@ singkat peng'lclilan, letak geografis wilayah hukum,

wewenang Pengaclilm1 Agama Jakarta Barnt, strukur organisasi Pengaclilan.

BAB Keempat, Memuat tentang perselingkuhan sebagai alasan perceraian di

Pengaclilan Agama Jakarta Barnt 2005 - 2007 yang tercliri clari kasus

perselingkuhan di pengaclilan agarna jakarta barat, analisis penulis tercliri

clari faktor te1jaclinya perselingkuhan, clan penyelesaian kasus

perselingkuhan.

BAB Kelima,Merupakm1 bab penutup ym1g tercliri clari kesimpulan clan

(19)

BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PERCERA!AN DAN PERSELINGKUI!AN

A. Perceraian

1. Pengertian dan Dasar Hukum Perccrnian

Kata "thalaq" bc:rasal dari bahasa Arab yang artinya " melepaskan

ikatan". Yang dimaksud disini adalah melepaskan ikatan perkawinan. Kata

thalaq merupakan isim mashdar dari kata " Thallaqa-Yuthalliqu-Ithlaqan" .

.Jadi kata ini semakna dengan kata thaliq yang bermakna 'al-irsal' dan

'at-tarku' yaitu melepaskan dan rneninggalkan.1

Dalarn ensiklopedi Islam Indonesia, thalaq diartikan sebagai

pernutusan ikatan perkawinan yang dilakukan oleh suarn1 secara sepihak

dengan menggunakan lafal thalaq atau sejenisnya.2

Sedangkan rnenurut terminology aclalah rnelepaskan ikatan

perkawinan. 3

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Taqiyudin :

Artinya: " Talak menurul bahasa ada/ah melepas ikatan ".

1

Zakiah Daradjat, Ilmu Fiqih, ( Yogyakarla: PT.Dana Bhakti w。ォ。エセ@ 1995), cet. Ke-\,

jilid 2,h.172 2

Departe1nen Agama, Ensiklopedi /shun Indonesia, ( Jakarta : Direktorat Jendral Petnbinaan

Le111baga Agama Islam I Agama IAIN, 1987),jilid 3, h. 940

3

Mohammad Rifai, dkk, Kifayatul Akhyar, te1jemah ( se111arang : PT. Toha Putra, 1978), h.

307

'1 An1ir syarifudin, Hukiun PerkaH1inan !!Jla111 di Indonesia Antara Fikih 1\Iunakahal dan

(20)

12

Didalam Al Qur'an sendiri terdapat kata faraqa yang disebutkan

sebagai kata yang semakna dengan talaqa, tepatnya dalam Surah Al-Talaq

ayat 2 yang artinya: "Apabila mercka telah mendekati akhir iddahnya, Maka

rujukilah mereka dengan baik atau lepaskan/ah mereka dengan baik dan

persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adi/ diantara kamu clan hendaklah

kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengcy·aran

dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Rarang siapa

bertak:wa kepada Allah niscaya dia akan mcngadakan baginya jcrlan keluar ".

(Q.S. Al-Ta/aq 65: 2)

Kata talak atau cerai adalah te1jemahan dari bahasa arab

( Li )lb\ - セ@ -

Jl.b )

Yang artinya lepas dari ikatan, berpisah, menceraikan,

pembebasan.5

Perceraian dalam istilah fiqih disebut "tha/aq" atau 'fitrqaha". Thalaq

artinya membuka ikatan atau membatalkan perjanjian. Furqah berarti

bercerai lawan dari berkumpul. Kemudian kedua perkataan ini dijadikan

istilah oleh ahli-ahli fiqih yang berarti perceraian antara suami dan isteri. 6

Perkataan "tha/aq" dan ''.fi1rqah" dalam istilah fiqih mempunyai arti

yang umum dan arti yang khusus. Arti yang umum ialah segala macam

bentuk perceraian yang dijatuhkan oleh suami, yang telah clitetapkan oleh

5

ah1nad \Varson 1nunawir, Al 1nunaH'ir Kcnnus Besar Indonesia (Surabaya : Pustaka

Progresir, I 997), Cet- I 4,h.861 6 J(a111al Mukhtar,

Azas-azas Huki1111 /s/a111 Tenrang Perka1Fi11011, (Jakarta: Bulan Bintang,

(21)

• 13

hakirn dan perceraian yang jatuh dengan sendirinya seperti percerman yang

disebabkan rneninggalnya salah seorang dari suami atau isteri. Arti yang

khusus ialah perceraian yang dijatuhkan oleh suami saja.7

Sayyid Sabiq dalarn kitab Fiqih al-Sunnah memberikan pengertian

perceraian :

..< ,,. / ,,. J / .:!l / ;;:; /

セjji@

セGI|[ji@

>-4Jlj c_ljyl

セャェ@

セ@

()')\kl\

,,. ,,. ,,. ,.. / ,, ,,

i\rtinya: "Thalaq ialah melepaskan ikatan perkawincm dan mengakhiri hubungan

suami isteri"

Sedm1gkan Abdurrahman al-Jaziri dalam kitabnya, al-Fiqih ala

Mazahib al-Arba'ah mendefinisikau perceraian :

o...- "' J 0 / ,... , , , , , y.,,. /;;:;

G、Gセ@

セ@

4-G-

0

セI|@

tS:J1 4l1)1

セGI|「ェ|@

セ@

セ@

,,.,,,,,

セ@

,,.. /

i\rtinya: " Thalaq ialah menghi/angkan ikatan perlwwinan atau mengw·a.rygi

ikatannya dengan mempergunakan kata-kata tertentu yang khusus ".

Menurut R.Subekti. Dalarn bukunya, Pokok-pokok 1-Iukum Perclata.

Perceraian ialah penghapusan perkawinan cleng:an putusan hakirn atau

tuntutan salah satu pihak clalam perkawinan.10

Dengan aclanya beberapa pengertian tentang percerman yang telah

dikernukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pada clasarnya thalaq

7

lbid.,h.156 8

Sayyid Sabiq, Fiqih al-Sunnah, (Beirut: Dar al-I;ikr, 1983), Cet. Ke-4, Ji lid 2,h.206 9

Abdurrahrnan al-Jaziri, al-Fiqh 'ala Mazahib al-Arba 'ah, (Mesir: al-Maktabah al-Tijariyah al-Kubra, 1969), Jilid 4,h.278

10

(22)

• 15

,.., i:o._ ,,,.). J t ,. J "''(,,,. .... ,,.. t ,,,,,.,. / - ,, .• ,,,.;:,,, ,,

':lj

\[I⦅Lセ@

セ@

Y"'"?

jl

\[I⦅Lセ@

セjャャ@

h.-[j

セiセ@

;1.:iJI

p.11.

ャセjェ@

('I'

f \ : 'I'

o_A.ll)

ゥ⦅LNLQZZZセQQUキ@

doµ

Artinya: "Apabila kamu menthalaq isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang ma 'ru.f. atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma 'ri1f (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka ... ". (Q.S al-Baqarah 2: 231)

Artinya : " Apabila kamu menthakuq isteri-isterimu, lalu habis iddahnya, m.:ika janganlah kamu (para ·wuii) menghalangi mereka kawin lagi dengan

bakal suaminya ... ". (QS al-Baqarah 2: 232)

Selain ayat-ayat diatas, terdapat pula hadists Nabi yang dipakai

sebagi dasar hukum perceraian .

..\ Iii \ / /ii.; ,-."'

dill

セ@

.il.11

jセェ@

¥

.}

Jru

G.-

セェ@

:U1 ;1

セ@

:U1 ;;. J.1

NZセj@

,,. .... ....

..

,,. ,,.

..

,,. / ,, ,, ,..

,.. /,.. ,, ;;; / \ ,,. ,.. / ,, ;;.> ,,

o

セ@

JLQj

セィ@

セ@

セS@

セ@

.&1

jセェ@

r;,

Jw

セS@

セ@

/ / ,,. ,..

,, ,, 0 ..-. J 0 J J. 0 0 J. 0 /

セi@

G

WI

:J

GセエNNGゥ@ •", セ@ • '· ':t..1 "'

i'.<

:o.J •"

r:..:. ... '

GQセ@

セ@ ,, yr-' ("J t..r•• ,, - セ@ yr-'

if'

セ@ ,..

..

セ@ "r'· ,, .fl"'

/ / ,;// 0 ,, A. ,.., ;:;I J.,.. 0 ,, ,,. 0 ,, ,.. ,,, .,;,.. ,, 0

\.J,

セ@

WI dill ).41

セi@

ッセji@

セ@

セ@

01

セ@

セ@

セg@

Pセ@

jJ;,/

'

-B\セ@

J.i::.o)

セキQ@

,

Artinya : "Dari Jbnu Umar sesungguhnya lbnu Umar telah menlha/aq isterinya, sedang isterinya itu da/am keadaan haid pada masa Rasulullah s.1w,

11

(23)

16

maka Umar Jbnu Khattah menanyakan ha! yang demikian kepada Rasulullah saw, beliau bersabda : Suruhlah agar men(juk isterinya itu, kemudian hendaklah ia menahan isterinya itu hingga suci, kemudian haid, kemudian suci kemudian sesudah itu jika ia mau ia boleh me me gang (tetap menggaulinya) isterinya sesudah itu clan jika ia mau, ia boleh menthalaqnya. Di waktu suci belum dicampuri itu/ah iddah yang diperinrahkan Allah bahwa menthalaq isteri agar ia menjalankan masa iddahnya ... (HR. Bukhari ivluslim)

Al-Qur'an dan hadists mengatur rnasalah perceraian dengan

sebaik-baiknya, yakni membolehkan suarni untuk rnerujuk isteri-isterinya setelah

clua kali thalaq. Sesudah thalaq ketiga suami ticlak mempunyai hak lagi

untuk merujuknya kernbali clan iddah telah selesai, kecuali bekas isterinya

itu telah menikah clengan pria lain dan oleh suami yang kedua telah

diceraikan kembali.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengatur rnasalah perceraian

clalarn bab VIII, yakni tentang putusnya perkawinan serta akibatnya pada

pasal 38-41 beserta penjelasannya. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975

mengatur tata earn perceraian pacla bab V mulai pacla pasal 14-36.12

Dalam Instruksi Presiclen tahun 1991 tentang Kl-II mengatur masalah

perceraian dalam dua bab, yaitu bab XVI tentang putusnya perkawinan

(pasal 113-148) dan bab XVII tentang akibat putusnya perkawinan (pasal

149-162).13

12

R. Subekti, Undang-undang Perka1Finan di Indonesia, (Jakarta : Pradanya Paran1ita,

1991 ). Cet.Ke- I I ,h.16-17

(24)

• 17

Dari beberapa peraturan mcng.mai percerman dialas clapal diketahui

clan clipahami bahwa perceraian rii!a](llkan harus melalui proses yang

clitentukan.

Dalam fiqih Islam dijlaska!! kctentuan tentang clasar hukum

perceraian yang terbagi menjacli 「」セ「・イ。ー。@ bagian :

a. Wajib

Yaitu apabila terjacli perselisihan antara suam1 isteri, seclangkan keclua

hakim yang mengurus perkaranya suclah memanclang perlu keduanya

b ercerm. . 14

b. Sunnah

Y aitu apabila suami ticlak sanggup lagi membayar clan mencukupi

kewajibannya (nafkahnya), atau perempuan ticlak menjaga kehormatan

clirinya.

Sebagaimana Firman Allah Swt dalam Surah Al-Thalaq yang artinya :

" Apabila iddah mereka telah hampir habis, hendaklah mereka rujuk dengan

baik, atau teruskan perceraian secam baik pu/a, dan yang demikian

hendaklah kamu persaksikan kepada orang yang adil dianlara kamu, dan

orang yang menjadi saksi ilu hendaklah dilakukan kesaksiannya itu karena

Allah". (Q.S. A/-Ta/aq 65: 2)

14

Ahmad Fuad Said, Perceraian /vlenurut H11k11m Islam, (Jakarta : Pustaka al-Husna,

(25)

18

Dan dalam Surah Al-Baqarah ayat 228 yang artinya : "Dan para wanita

mempunyai hak (nqfkah) yang seimbang dengan kewqjibannya menurut cara

yang makruf". (Q.S. Al-Baqarah 2: 228)

Dari ayat diatas jelaslah bahwa nafkah seorang isteri itu harus sesum

clengan ketaatannya. Seorang isteri yang ticlak taat ( durhaka ) kepada

suaminya, ticlak berhak menclapatkan segala nafkah.

Sabda Rasulullah Saw :

,, ,, 0 / J. / ,, ..,, '"' j.,,

a.S

G

セ@

:}

セ@

_b:.1

セ@

\j "WI

セ@ セii@

Gセi@

/ ,,. ,,. ,, ,, ,,.. /

<

セ@

olj) )

セjセ@

セ@ セ@ セセj@

セ@

j!

セ@

:fi)j

セ|@

Artinya " Takut/ah kepada Allah da/am urusan perempuan, karena

seszmgguhnya kamu nzengambil mereka dengan kepercayaan

Allah, dan halal bagimu mencampuri mereka dengan kalimar

Allah, dan diwajibkan alas kamu (suami) memberi ncifkah dan

pakaian kepada mereka (isteri-isteri) dengan cara yang

sebaik-baiknya (pantas) ". (Riwayat A1uslim)

c. Haram

Haram (bid'ah) dalam dua keadaan. Pertama, menjatuhkan thalaq sewaktu

si isteri dalam keadaan haicl. Ked1ia, menj atuhkan thalaq sewaktu rnci

(26)

19

Sabda Rasulullah Saw:

/ 0 ...; J 0 J. ;l 0 0 J 0 /

セセ@

キセ@ セ@ セ@

セ@ セ@

セエ@

fi.bJ

tfa-

セ@

セ@ セセ@

e:;

O / A , , c;!J 0 / 0 / / / ... / / 0 /

01 .\111 ;1

セQ@

o:W1

セ@

セ@

01

セ@

セ@

セセ@

01

ェセ@

セG@

,

J .,, / / .,,,,.

"

セ@

J.ii::.o.

セwi@

U,

J.

\1J

/ '

Artinya "Suruhlah olehmu anakmu supaya dia rujuk (kembali) kepada isterinya itu, kemudian hendaklah dia teruskan pernikahan itu sehingga ia suci dari haid, kemudia dia haid kembali, kemudian suci pula dari haid yang kedua itu. Kemudian jika ia menghendaki, boleh ia teruskan pernikahan sebagaimana yang lalu; atau jika menghendaki, ceraikan ia sebelum dicampuri. Demikian iddah yang diperintahkan Allah supaya perempuan dithalaq ketika itu. "

(HR Bukhari Afuslim)

cl. Makruh

Y aitu jika ticlak acla suatu alasan yang benar, sekaligus Nabi セN。キ@

menghalalkan thalaq. Karena thalaq seperti ini akan merusak perkawinan

yang mengandung kebaikan-kebaikan. Dikatakan makruh juga apabila

clijatuhkan kepacla isteri yang baik, jujur clan clapat clipercaya.16

e. Mubah

Y aitu thalaq karena suatu sebab, misalnya sikap isteri buruk clan ticlak

clapat cliharapkan aclanya kebaikan.17

15

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari, Shahih Bukhari ( Beirnt: Dar al-Fikr.1989),h.78

"'Ahmad Fuad Said, Perceraian Menurut Hukum fslam, (Jakai1a: Pustaka al-Husna, 1989), Ce\. Ke-30,h.'102

17

(27)

'

20

2. Sebab-sebab Perceraian

Suatu perceraian dapat te1jadi karena sebab-sebab tertentu. Didalam

Kompilasi Hukum Islam pada pasal 116 terdapat delapan macam alasan

yakni:

a. Salah satu pihak berbuat zma atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi

dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.

b. Salah satu pihak meninggalkan pihak yang lain selama 2 (dua) tahun

berturut-turut tanpa izin pihak lai'1 dan tanpa alasan yang sah atau

karena hal lain diluar kemampuannya.

c. Salah satu pihak mendapatkan hukuman pen.1ara 5 (/ima) tahun atau

hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.

Pada pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang

pelaksanaan Undang-undang Nomor I Tahun 1974 tentang perkawinan,

clisebutkan : " Gugatan perceraian karena alasan salah seorang suami - isteri

menclapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat

sebagai dimaksud dalam pasal 19 huruf c maka untuk mendapatkan putusan

perceraian sebagai bukti penggugat cukup mcnyampaikan salinan putusan

Pengaclilan yang memutuskan perkara disertai keterangan yang menyatakan

bahwa keputusan itu telah mempunyai kekuatan hokum yang tetap" .18

18

Abdul Ghani Abdullah) Hilnpunan I1.zr11ndang-undanga11 dan Peraturan Peradi/an

(28)

21

Pasal tersebut memmjukan bahwa salinan putusan pidana yang telah

mempunyai kekuatan hokum ャ。ョァウオョセ@ dianggap mempunym kekuatan

pembuktian yang menentukan atau mempunyai kekuatan pembuktian yang

memaksa.

Pihak penggugat tidak dapat melumpuhkan alat bukti tersebut dengan

alat bukti lawan. Hakim sendiripun terikat secara mutlak atas alat bukti

tersebut, de11gan syarat :

I. Hukuman yang dijatuhkan paling rendah lima tahun ー・Qセェ。イ。N@

2. Putusm1 telah mempunyai l.:ekuatan hokum tetap.

3. Adanya keterangan dari Pengadilan yang bersangkutan yang

menjelaskan bahwa putusan pidana tersebut telah benar-benar

mempunyai kekuatan hokum tetap.

4. Putusan dijatuhkan setelah perkawinan berlangsung antara

suami-isteri.19

b. Salah satu pihak melakuka11 kekejaman atau pengamayaan berat yang

membahayakan pihak lain.

c. Salah-satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat

tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau isteri.

19

M.Yahya Harahap, Kedudukan Ke111eua11gan clan Acara Peradilan Aga111a, (Jakarta:

(29)

'

kepada hakim bahwa memang pelanggaran yang tei:jadi suclah lermasuk

kategori sebagai alasan perceraian.

f. Murtad atau peralihan agama yang menjadikan terjadinya keticlakrukunan

dalam rumah tangga.

Orang yang murtad yaitu orang yang keluar dari agama Islam, baik

memeluk agama Yahudi, Nasrani atau yang lain atau sama sekali tidak

beragama, haram bagi isterinya yang masih beragama Islam.21

Dengan demikian apabila sr;,orang suamt atau isteri murtad, maka

dengan sendirinya perkawinannya menjadi batal, artinya jatuhlah perceraian

antara suami dan isteri tersebut dengan disebabkan kemurtaclan. Agarna

Islam menetapkan batalnya perkawinan karena rnurtacl clirnaksuclkan untuk

melindungi agama suami atrm isteri sehingga ticlak te1jerumus terhaclap

keyakinan hidup yang sesat. Karena agama clan keimanan merupakan ha!

yang sangat penting bagi kehiclupan seseorang, clemikian pula clalam suatu

pernikahan bila suami atau isteri pindah agama (murtad) jelas sekali akan

membawa clampak clalam pe;·kawinan karena agama merupakan salah satu

clasar dari pembentukan rumah tangga yang sakinah clan cliriclhai Allah swt.

Prosedur Perceraian

Sebelum membahas percerman karena perselingkuhan secara khusus,

terlebih dahulu penulis akan menggambarkan proseclur perceraian baik

21

M.Tholib, I 5 Perceraian dan Penanggulangannya, (Bandung: lrsyad Baitus

(30)

24

penerimaan perkara sampai jalannya persidangan secara global, mulai dari

pendaftaran perkara di kepaniteraan pengadilan sampai perkara tersebut

disidangkan.

Awai surat gugatan atau permohonan yang telah dibuat dan

ditandatangani diajukan ke kepaniteraan Pengadilan Agama ( surat gugatan

diajukan pada sub kepaniteraan gugatan sedangkan permohonan pada sub

kepaniteraan pennohonan). Undang-undang membedakan antara perceraian atas

kehendak suami dan atas kehendak isteri. Hal ini karena karakteristik hukum

Islam dalam perceraian memang menghendaki demikian.22

Untuk mengajukan perkara perceraian ke pengadilan agama dapat .

ciilakukan dengan dua cara, yaitu :

a. Perkara Gugatan ( Kontentius).

b. Perkara Pennohonan ( Voluntair).23

Perceraian atas kehenclak suami disebut dengan cera1 talak dan

percerman atas kehendak isteri disebut cera1 gugat. Menurut Hukum Islam

suamilah yang memegang tali perkawinan, oleh karenalah suami yang berhak

melepaskan tali perkawinan dengan mengucapkan ikrar talak. Maka apabila

suami menghendaki perceraian, ia bukan mengaj ukan gugatan perceraian akan

tetapi permohonan izin untuk mengucaokan ikrar talak. Permohonan cerai talak

meskipun bentuknya adalah permohonan tetapi pada hakekatnya adalah

22

Mukti Arto, Praktek Perdaia Pada Peradi/an Agama (Jakarta : Pustaka Pelajar, 2003), Cet.Ke-IV,h.206.

23

(31)

'

25

kontentius. Sedangkan perceraian atas kehenclak isteri clisebut clengan cerai

gugat.24

Sebelum perkara terdaftar di kepaniteraan, panitera melakukan

penelitian terlebih clulu terhaclap kelengkapan berkas perkara ( penelitian

terhaclap bentuk clari isi gugatan permohonan suclah dilakukan sebelum perkara

diclaftarkan. Misalnya dalam membuat surat gugatan, kepaniteraan clibolehkan

memberikan arahan pacla penggugat apabila clalam gugatan yang clibuat ticlak

sesuai. Apabila te1jadi kesalahan clalam gugatan atau permohonan maka tidak

boleh clidaftarkan sebelum petita dan positanya jelas, seperti ada petita namun

tidak didukung oleh posita berarti gugatan atau permohonan ticlak jelas.25

Jika hal tersebut te1jadi maka gugatan atau permohonan tersebut

terlebih dahulu harus diperbaiki. Panitera sebagai pihak yang mempunym

otoritas dalam meneliti berkas gugatan atau permohonan sebaiknya melakukan

pcnelitian tersebut disertai dengan 111embuat resume tentang kclcngkapan berkas

perkara, lalu berkas perkara clan resume tersebut diserahkan kepada Ketua

Pengadilan ( dengan buku ekspedisi lvkal sebenarnya). Dengan clisertai dengan

saran tindak misalnya berbunyi .1)1arat-;,yara1 cukup clan siap untuk

disidangkan.26

l•I lbid.,h.208.

25

A110, Praktek Perkara Perdata Pada Pe."adi/an Agama,h. 76.

26

Raihan A.Rasyid, Hukum Acara Peradi/an Agama (Jakarta: PT. Raja Graflndo P<ersada

(32)

26

Kemudian penggugat atau permohonan ョセ・ョァィ。、。ー@ ke meja I untuk

rncnaksir besarnya biaya perkara dan menulisnya pada Surat Kuasa Untuk

Membayar (SKUM). Besarnya biaya perkara diperkirakan harus telah mencukupi

untuk rnenyelesaikan perkara tersebut. Hal ini seja!an pacla pasal 193 Rbg I

pasal 182 ayat (I) HIR I pasal 90 ayat (I) Undang-unclang Nomor 3 Tahun

2006 Tentang Perubahan Unclang-unclang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang

Pcraclilan Agama yang rneliputi :

a. Biaya kepaniteraan dan biaya rnateri.

b. Biaya pemeriksaan, saksi ahli, juru bahasa clan biaya sumpah.

c. Biaya pemeriksaan setemp:it clan perbuatan hakim yang lain.

cl. Biaya pemanggilan, pemberitabuan dan lain-lain atas perintah Pengaclilan

yang berkenaan clengan perkara tersebut.27

Ketentuan cliatas ticlak berlaku bagi yang ticlak marnpu clan cliizinkan

mengajukan gugatan perkara secara procleo (Cuma-Curna). Keticlakmarnpuannya

clapat clibuktikan clengan melampirkan surat keterangan dari Lurah atau Kepala

Desa seternpat yang dilegalisir oleh Carnal. Setelah itu, penggugat atau

pemohon menghaclap ke meja II clengan menyerahkan surat Gugatan/

Permohonan clan Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) yang telah clibayar.

Setelah selesai, kemuclian surat gugatan permohonan tersebut climasukan clalam

'7

(33)

'

27

map Berkas Acara, kemudian menyerahkannya kepada Wakil Panitera untuk

c\isampaikan kepac\a Ketua Pengadilan melalui panitera.28

Setelah terc\aftar. gugatan cl'beri nornor pcrkar:1 kcrnudirn1 diajubn

kepacla Ketua Pengaclilan, setelah ketua pengaclilan menerima gugatan maka ia

menunjuk hakim yang clitugaskan untuk menangani masalah tersebut. Pacla

perinsipnya pemeriksaan clalam persiclangan clilakukan oleh hakim maka hakim

ketua pengaclilan menunjuk seornng hakim sebagai ketl'a majelis clan c\ibantu

hakim anggota.29

Setelah itu hakim yang bersangkutan dengan surat ketetapannya

dapat menetapkan hari, tanggal serat pm, kapan perkara itu akan disidangkan,

ketua memerintahkan memanggil kedua belah pihak supaya lrndi1 dalam

persidangan pasal 121 HIR,30 untuk mernbantu majelis hakim dalam

rncnyelesaikan perkara, maka clitunjuk seorang atau lebih panitera siclang

dalam ha! ini panitera, wakil oanitera, panitera mucla clan panitera pengganti.31

Tata cara pemanggilan climana clilakukan secara resm1 clan patut,

yaitu:

a. Dilakukan jurusita atau jurusita pengganti cliserahkan kepacla pribacli

yang clipanggil clitempat tinggalnya.

28

M. Pauza, Pokok-pokok Acara Perda!a Peradilan Agc11J1a dan tvlahkatnah Syar '(vah di

Indonesia (Jakarta : Kencana,2005),Cet Ke-2,h. I 4 29

R. Soeroso, Praktik Hukiun Acara Perdata dan Tata C'ara dan Proses Persidangan (

Jakarta: Sinar Grafika, 2004),Cet.Ke-6,h.39.

'0 M. Fauza, Pokok-pokok Acara ?erdata Peradilan ;/gama dan Mahkanwh Syar '(Fah di

!ndonesia,h.13

(34)

'

28

b. Apabila tidak ditemukan maka surat panggilan tersebut diserahkan

kepada kepala desa yang bersangkutan.

c. Apabila salah seorang tebh meninggal dunia maka disampaikan kepada

ahli warisnya.

cl. Setelah melakukan pemanggilan maka jurnsita harus menyerahkan risalah

( tancla bukti bahwa para pihak telah clipanggil kepada hakim yang

akan memeriksa perkara yang bersangkutan).

e. Kemuclian pacla hari yang telah ditentukan sidang perkara dimulai.32

Sedangkan proses pemeriksaan perkara di depan sidang clilakukan melalui

tahap-tahap dalam hukuman acara perclata sebagaimana yang telah

tertera clalam Undang-unclang No.3 Tahun 2006 tentang perubahan atas

Unclang-ungang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peraclilan Agama pasal 54 :

33

"Hukum acara yang berlaku pada Pengadihin Agama duht111 lingkungan

Peradilan Agama adalah Hukum Acarn Perdata yang herlalw pada

Pengadilan dalam lingkungan Perndi/an Umum, kecua/i vcnia dialur , b

secara khusus dalam Undang-undang ini ''.

Setelah hakim membuka siclang clan c!inyatakan terbuka untuk umum,

clilanjutkan clengan mengajukan pertanyaan tentang keaclaan para pihak, ini

hanya bersifat cecking inclentitas para pihak apakah para pihak suclnh mengerti

32

R. Soeroso, Praktik Hukum Acara Perduta clan Tata Cara clan Proses Persidangan,h.40

33

(35)

'

29

mcngapa mereka di panggil untuk menghacliri sidang. Pacla upaya perdarnaiaan.

inisiatif perclamaian bisa timbul dari hakirn. penggugat ataupun tergugat. Hakim

harus sungguh-sungguh rnendamaikan para pihak. Apabila ternyata upaya

perclamaian yang dilakukan tidak berhasil, maka siclang clinyatakan tertutup

untuk urnum dilanjutkan ketahap pemeriksaan, diawali dengan pembacaan surat

gugatan. 34

Selanjutnya pada tahap dari tergugat, pihak tergugat diberikan

kesernpatan untuk mernbela diri clan mengajukan segala kepentingannya terhadap

penggugat melalui hakirn. Pada tahap replik, penggugat kembali menegaskan isi

gcigatannya yang dilakukan oleh tergugat clan juga rne111pertahankan diri alas

sanggahan-sanggahan yang disangkal tergugat. Kernudian pada tahap Duplik,

tergugat dapat menjelaskan kernbali jawabannya yang disangkal oleh

35 penggugat.

Tahap Replik clan Duplik dapal cliulang-ulai«g sampai hakirn dapal

111emanclang cukup. Kemudian diajukan clengan pernbuktian. Pacla tahap

pe111buktian, penggugat dan tergugat mengajukan semua alat-alat bukti yang

d1miliki untuk menclukung jaw2.bannya (sanggahannya), masmg-masmg pihak

berl1ak menilai alat bukti lawannya. Ke111udi,111 taliap kesimpulan. rnasing-masing

pihak mengajukan pendapat akhir tei:tang basil pemeriksaan. Kemuclian pacla

tahap putusan hakim menyampaikan segala penclapatnya tentang

34

R. Soeroso, Prakti!c Hukun1 Acara Perda!a dan Tata Cara dan fJroses persidangan h.41-42

(36)

'

31

Meskipun hak thalaq acla clitangan sua1111, tetapi ta ticlak clapat

sewenang-wenangnya. Di Negara Indonesia telah cliatur dalam

Undang-Unclang bahwa thalaq hanya clapat clijatuhkan di clepan siclang Pengaclilan

Agama (bagi orang yang beragama !slam).

Thalaq clalam hokum perceraian mempunyai beberapa istilah yang

berbecla clan menganclung koncekkucnsinya yang berbecla pula.

a). Thalaq Raj'i

Yaitu thalaq yang clijatuhkan suam1 kepacla isterinya yang suclah

cligauli (bersenggama) clan juga sebagai thalaq satu atau thalaq clua.

i\pabila isteri berstatus iclclah thalaq raj 'i, suami boleh rujuk kepacla

istcrinya tanpa akacl nikah yE<ng baru, tanpa saksi clan mahar pula. Tctapi

bila iclclahnya telah habis, maka suami ticlak boleh rujuk atau kembali

kepaclanya kecuali clengan akacl nikah yang baru clan clengan membayar

mahar yang baru pula.

b ). Thalaq Ba'in

Yaitu thalaq yang clijatuhkan suami kepacla isterinya yang belum

pernah cligauli (bersenggama) atau thalaq tersebut sebagai ganti clari mahar

'9 yang clikembalikannya (khulu) atau thalaq tiga.'

Thalaq ba'in itu clibagi menjacli clua macam, yaitu :

.w Abdul Qodir Jaelani, Keluarga Sakinah, (Surabaya: Bina llmu Ortset, 1995),

(37)

32

I. Ba'in Sughra, yaitu Thalaq ym1g clijatuhkan suami sedang ia

belum menggaulinya (hersenggama). clan sua1111 tidak punya hak

rujuk, karena hak rujuk diberikan ketika isteri masih clalam

iclclah. Sedangkan isteri yang clicerai sebelum cligauli ticlak

mem punyai iddah.

2. Ba'in Kubro, yaitu Thalaq tiga. Suami ticlak boleh merujuk

kembali isterinya sebelum isterinya kawin lagi clengan orang lain

clan telah di clukhul (hasmgg1111111) kcmudian cliccr,1i J,1gi.

2. Khulu'

Wahbah al-Zuhaili mengemukakan bahwa khulu' secara bahasa

yaitu :

Artinya: " 1\;Jencabu dan mrnghilangkan ".

Khulu' (thalaq tebus) artinya "ihalc1q yang diucaplwn oleh suam1

dengan pembayaran dari pihak isteri kepada suami "41

Khulu' adalah percerman yang te1jacli alas permintaan isteri

dengan memberikan tebusan atau iwadh kcpada suami c[,111 pcrccrnian itu

sendiri disetujui oleh suam\.42

"0 Wahbah al-Zuhaeri, al-Fiqih a/-!sla111i /Jin Adi/c1111h11. ( Damsik: Dar al-Fikr, 1989),Cet.l(e-3 . .Juz 7,h.480

41

Mahn1ud Yunus, J(an1us Arab [ndonesia (Jakarta: Yayasa Penyelcnggara Pennfsiran

(38)

3. Fasakh

Fasakh berarti mencabut atau menghapus. Maksudnya ialah

perceraian yang clisebabkan oleh timbulnya hal-hal yang dianggap berat

oleh suami atau isteri atau kecluanya sehingga mereka ticlak sanggup untuk

. . -1\

mclaksanakan kehiclupan suam i istcri cl al am mcnca pm t UJ uan n > cL

Dasar pokok clalam hukum fasakh ialah ialah seorang atau keclua

suami isteri merasa clirugikan oleh pihak yang lain clalam perkawinannya

karena ia ticlak memperoleh hak-hak yang telah clitentukan sebagai seorang

suami atau isteri, yang mengakibatkan keclua suam1 isteri itu ticlak sanggup

lagi melanjutkan perkawinannya atau kalaupun perkawinan itu clilanjutkan

_1uga keaclaan rumah tangga b;sa bertambah buruk, pihak yang clirugikan

akan bertambah buruk keaclaanya, sedang Allah telah menginginkan kejaclian

yang demikian. Beberapa o.ebab te1jaclinya fasakh antara lain sebagai

berikut:

a. Tidak adanya nafkah bagi isteri

Imam Malik, Syafe'I dan Ahmad bahwa hakim boleh menetapkan

putusnya perkawinan karena suami ticlak memberikan naflrnh kepada

isterinya, baik memang tidak ada lagi naflrnh atau suami menolak

rnernberi nafkah.44

·" Wahbah al-Zuheri, al-Fiqih a/-/sla111i Wa Adi/0111/111, (Darnsik: Dar al-Fikr, 1989), Cet. Ke-3..luz 7.h.480

·13 i(an1a! Mukhtar,Azas-azas /-/uku111 Jslcun Te11ta11,s Perlun11inan,h.212

44

(39)

34

b. Adanya cacat atau penyakit

Cacat yang dimaksud melipuit cacat jiwa seperti gila, cacat mental

seperti penjudi, pemabuk. Cacal tubuh seperti penyakit lepra, dan cacat

kelamin seperti penyakit pacla alat kelamin, terpotong alat kelaminnya,

lernah syahwat, clan lain sebaginya sehingga menggangu clan

menghalangi hubungan suami isteri.45

c. Pencleritaan yang menimpa isteri

lsteri yang rnenclerita fisik atau batin karena tingkah laku suammya,

misalnya suami menyakiti baclan isteri clan meyengsarakannya, maka isteri

berhak mengajukan halnya kepacla hakim kemuclian hakim yang akan

memutuskan perkawinannya.

2. Li'an

Li' an aclalah perkataan suarni sebagai berikut, '' Say a persaksikan

kepacla Allah bahwa saya benar tc-rhaclap tucluhan saya kepacla isteri saya

bahwa ia telah berzina''. Dalam KH! pasal 126 dikatakan : .. l.i'an tcrjadi

karena suami menucluh isteri berbuat zina clan atau mengingkari anak clalam

kanclungan atau yang suclah lahir clari isterinya, seclangkan isterinya

1 l cl h cl . l b セセ@ 46

meno a' tu u an an atau pengmg rnran terse ut .

Dalam ha! ini apabila suami ticlak clapat menghaclirkan empat orang

saksi maka suami harus bei'sumpah clengan nama Allah sebanyak empat

45

Zakiyah Darajat, I/11111 Fiqih,h.199

(40)

4. Zihar

36

sesungguhnya Allah J\;Jaha J\!fendengar /agi Maha lvfengetahui ",

(al-Baqarah : 226-227)

Yang dimaksud dengan zih<c1· ia/ah "seorang laki-laki menyerupokan

isterinya dengan ibunya sehingga istrinya itu haram atasnya", seperti kata

suami kepada isterinya, .. Engkau wmpuk o/ehku seperti p1111gg11ng ibuku".

Jika suami mengucapkan kata-kata demikian, dan tidak diikuti dengan thalaq,

maka wajib atasnya membayar kafarat yaitu memerdekakan buc!ak, kalau

tidak sanggup berpuasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak !mat memberi

makan 60 orang miskin masing-masing '!. liter, jika tidak sanggup sadaqah

kepacla keluarganya. Haram atasnya bersenggama dengan isterinya itu

sebelum membayar kafarat zihar. Pada Zaman .lahilliyah, zihar mempunyai

kecludukan sebagai thalaq, tetapi kemuclian diharamkan oleh Islam dan

diwajibkan membayar kafarat jika melakukannya.'18

Firman Allah Swt:

J ke J セ@

-:::,., -: ).). ,, -;: '- "" ,, -: -;, j ::: - -- "' ,,, ) ,, ) ,, } ,, .,,.,

セQ@

')J;.

g··

6.1 0J

セ@

.. 1

J

L.

セlZZ@

i:.r

イMGセ@

03

.P.

lJ.jll

GセセNZi@

セ@

:&I "

1

• \"

セ@

J' ;

I\ · .

(

セ@

'

セ@

IJ

f ,

/1 •

c, ';

jj ·

..__:_.!jj Jj)j • .F lNイセ@ セᄋN@ ()y .. r-f,JJ セ@ j

Hセ@

: O/\

a.l

j

G?I )

);;;.

Artinya: " Orang-orang yang menzihar isteri isterinyu diuntura kwuu (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) liadalah isteri

mereka itu ibu mereka. Jbu-ibu mereka tidak lain hanya!ah wanita

Y

ang

me/ahirkan mereku. Dun se.1·1111<m11/mrn セセ@ . nwrcku .1·11111m11h-セセ@

48

(41)

37

sungguh mengucapkan s11atu perkataan yang mungkar dan dusta ".

(al-Jvfujadi/ah 58 : 2)

5. Syiqaq

Yaitu " krisis yang memuncak yang terjadi antara suami isteri

sedemikian rupa sehingga antara suami isteri terjc1di pertentangan pendapat

dan pertengkaran, menjadi dua pi/wk yang tidak mungkin dipertemukan, clan

kedua pi/wk tidak hisa mengatasinya "."19

Dengan kata lain syiqaq itu aclalah perselisihan clan pertengkaran

yang terus menerus clan ticlak acla harapan lagi untuk hiclup rukun lagi.

Dalam Kompilasi Hukum Islam di inclonesia pasal 113-128 clijelaskan

macam-macam perceraian, yaitu ; cerai thalaq, cerai gugat, khulu, li'an, clan

fasakh

B. PERSELINGKUHAN

1. Pegcrtian Perselingkuhan

Menurut kamus Bahasa Indonesia perselingkuhan berasal dari kata "

selingkuh" : suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri ; ticlak

berterus terang; ticlak jujur; curm:g; serong.50

Perselingkuhan menurut Muhyiclin, Hakim Pengaclilan Agama Jakarta

Barat aclalah " Hubungan yang dilakukan oleh suami atau isteri dengan

49

K.atnal Mukhtar, Azas-azas Hukun1 /s/0111 Tentung PerkaH'inan,h.204

50 Departen1en Pendidik.an Nasional,

Ka11111s Besar Bahusa Indonesia, (Jakarta : [3,1Jai

(42)

'

38

ornng lain. yang bukan muhri11111y(I dengun se111hunyi-scmhu11yi ranpa

sepengerahuan salah satu pas(lngan. secoro ridok W(ljar sehingg(/

menimbulkan kecemburuan dan perselisihan clan berakhir dengan perceroian

diontara keduannya ".

Sedangkan menurut Qurisb Sbihab, Selingkuh dari segi bahasa sa.1a

sudah mengandung makna negative.

a. Tidak berterus terang

b. Tidak jujur atau sernng

c. Suka menyembunyikan scsuatu

d. Korup atau mengelapkan uang

e. Memudah-mudahkan perceraian.

Dalam pengertian yang lain menjelaskan selingkuh sendiri " secara

bahasa berarti sembunyi-sembunyi citau bersembunyi. WIL ( Wanita Iclaman

Lain) atau PIL (Pria Idaman Lain) yang merupakan pasangan selingkuh

seperti selir di kerajaan zaman dahLtlu".51 Sedangkan "Penyelewengan te1jadi

kctika seseorang yang sudah menikah atau sudah mempunyai ikatan khusus

clengan seseorang, melakukan hubungan seks dengan orang lain". 52

Dalam surah an-Nisa ayat 34 yang bcrbunyi, yaitu :

51 Abu al-Ghifari, Badai Ru mah Tangga,h. 78

52 Charlote Latfala, et al,_Bagailnana PerkcnFinan Bertahan Dari

(43)

39

Artinya : "Wanita yang kamu kha;vatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi Lagi Maha Besar". (An nisa 4: 34)

Dalam hal ini hukum badan terscbut adalah hukum baclan yang

ringan. Hal ini sejalan dengan Hadists yang artinya: " Dan bertaqw{ !ah

kepada Allah dalam urusan wanita, karena kamu mengambil mereka sebagai

wnanat Allah ... dan mereka .'Je1janji kepadamu bahwa mereka tidak akan

mengizinkan masuk kerumahmu siapapun juga yang tidak kamu sukai. Jika

mereka melanggar berilah mereka hukuman badan yang ringan yang sekiranya

tidak meninggalkan bekas pada tubuhnya ". (HR. Bukhari)53

Pengertian perselingkuhan iclentik clengan kata penyelewengan, nar,mn

pengertian perselingkuhan i:Jerkaitan dengan aktivitas kehidupan dalarn

rumah tangga, dimana salah satu pasangan suarni atau isteri mempunyai

WIL(Wanita Idaman Lain) atau PJL(Pria Idaman Lain) secara sernbunyi··

sembunyi tanpa sepengetahuan pasangannya.

Perselingkuhan pada hakikatnya tidak terlepas oleh beberapa factor

yang mendukung te1jadinya perselingkuhan, misalnya dengan maralu1ya

tayangan yang berbau porno atau bacaan yang berbau seks, bisa juga clari

53

(44)

40

hal-hal kecil seperti pertemuan-pcrtcmuan biasa, melakukan pembicaraan

secara individual (curhat) dan lain sebagainya. Kemudian

pertemuan-pertemuan tersebut dilanjutkan menjftdi suatu kegiatan rutin, sehingga dari

sinilah akan berkembang hubungan emosional yang lebih lanjut dan

mendalam. 54

2. Oasar Larangan Perselingkuhan

Dalam ha! ini yang menjaclikan dasar bahwa perselingkuhan itu

dilarang adalah dalam Al-Qur'an surat al-Isra ayat 32 :

( n :

IV I ,. I->" 'ii)

Arlin ya : "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu

perbuatan yang keji dan merupakan suatu jct/an yang buruk". (Q.S.

al-Isra 17:32)

Dan dalam surah al- Mu'minuu ayat 5-7 :

Artinya : " Dan orang orang yang menjagu kemalua1111ya, kecuali terhadap isleri-isteri

11/ereka a/au budak yang mereka miliki, lllaka ses1111gguh11ya 111ereka dalam ha/

ini tiada lerce/a, barang siapa 111e11cari dibalik i/11, maka 111ereka itulah

ora11g-orang yang me/ampui bat as". (QS.al-M11 '111i11w1 23: 5-7)

(45)

41

Dari ayat diatas, dapat kita ketahui bahwa, mendekati zma S[\Ja kita clilarang

apalagi sampai melakukan perbuatan yc.ng clilarang oleh agama. Ayat 1111 .iuga

melarang seorang laki - laki ・ャュセ@ perempuan menclekati perzinahan. Seclangkan

perbuatan perselingkuhan merupakan salah satu jalan untuk melakukan perzinahan.

Scdangkan menurut pasal 116 kompilasi hukum islam, pasal 19 unclang - unclang

nornor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yaitu:

a) Salah satu pihak berbuat zina atau menjacli pemabuk, pemaclat, penjudi, clan

lain sebagainya yang sukar disembuhkan

b) Antara suami clan istri terus - menerus rnenjadi perselisihan clan pertengkaran

clan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi clalam rumah tangga.

Pasal 1111 menjelaskan ap8.bila hakim memutuskan perkara dikarena

perselingkuhan clan perselingkuhannya telah sarnpai pacla perzinahan maka

diancam dengan kasus perzinaan. Apabila perselingkuhan tidak bisa

diselesaikan dengan jalan perclamaian clan belum sampai pacla perzinahan maka

cliancam clengan perselisihan tere!s - menerus apabila menimbulkan perselisihan

yang berakhir clengan perceraian.

3. Faktor Pcrsclingkuhan

Ada beberapa ha! yang rnenyebabkan te1:jadinya perselingkuhan.

st:perti yang akan dijelaskan sebagai berikul :

a. Iman yang harnpa

Kosongnya iman adalah penyebab dari semua perilaku burulc begitu

(46)

42

akan menjamin seseorang tetap dijalur kebenaran, karena orang yang

bcriman merasa seperti tingkah lakunya diperhatikan Allah swt. " Maka

tidak mzmgkin seseorang yang heriman melak11ka11 perselingkuhan a/au

herbuat yang mendekatkan diri pad a perzinahan ". 55

b. Kebutuhan bilogis

Permasalahan perselingkuhan yang kerap te1jadi antara pasangan suam1

isteri salah satunya diakibatkan kebutuhan biologis yang ticlak terpenuhi.

Menurut Monti P. Satiaclarma " sebagian clari pelaku perselingkuhan

rncngatakan bahwa mereka sama sekali ticlak berniat seclikitpun untuk

meninggalkan isteri mereka. Akan tetapi mereka merasakan bahwa hubungan

seksual dengan isterinya mengalarni hambatan. Alasannya tentu bisa

bermacam-macam, bisa karena alasan sakit a tau alasan lainnya··. '6

c. Faktor ekonomi

Tarif perekonomian keluarga yang menentukan terpenuhi atau

ticlaknya kebutuhan materi merupakan sesuatu yang senng menjacli sumber

permasalahan pada kehiclupan berumah tangga. " Desakan ekonomi

rnerupakan salah satu alasan ュ・ョァセQー。@ seseorang melakukan perselingkuhan.

Alasan ini lebih banyak dikemukakan oleh kalangan wanita, namun aclapula

55

Abu al-Ghifari, Bad(Ji Rumah Tangga,h.28

(47)

'

43

sejumlah pria mengemukakan hal 1111 sebagai alasan tindakan perselingkuhan

n1erel<a".57

cl. Konflik clengan pasangan

Setiap pasangan sua1111 isteri seharusnya menjadikan suatu

perselisihan sebagai proses menu.1u keluarga yang harmonis clengan

menjaclikan pelajaran bagi kehiclupan rumah tangganya ke clepan, clan jangan

mcnjaclikan perselisihan tersebut berlarut-larnl sehingga rncnjadi konflik

dalam keluarga. " Hubungan yang kurang harmonis clengan pasangan

menjacli alasan yang paling se1fog cliungkapkan laki-laki untuk rnencari

kesenangan diluar. Apalagi jika konflik rumah tangga itu berakhir dengan

pertengkaran hebat akan sulit untuk mendamaikannnya, sementara kebutuhan

seks datang tidak terduga. Maka lambat Imm rnuncul hasrat untuk

I . l d'/ " 58 me ampias rnn z uar .

Seclangkan data yang ada di Pengadilan Jakarta Barat baik dari segi

laporan tahunan maupun putusan perceraian karena perselingk;1han di

pcngadilan agama Jakarta Baral bahwa factor pcrselingkuhan adalah sebagai

berikut :

a. Moral, yang meliputi : krisis akhlak, cemburu.

b. Meninggalkan kewajiban, yang meliputi : ekonomi, ticlak tanggung

jawab antara salah seorang pasangan suami isteri.

57

lbid.,h. 70 58

(48)

45

cl. Menyimpan nomor telepon

Biasanya mereka mencatat nomor telephone tersebut disebuah catatan

khusus agar tidak terlacak pasangannya, . .Jacli. jika pasangan menemukan catatan

bcrtuliskan nomor telepon seseorang, sebaiknya tanyakan baik.

e. Mencari - cari alasan

Pasangan mulai menghinclar clari acara -- acara rutin yang biasa melakukan

berdua, dan mencari alasan untuk pergi di waktu luangnya

r.

Mulai berbeda penclapat.

Bila hal ini mulai tampak dalam hubungan sebaiknya cliselesaikan secara

(49)

'

BAB III

GAMBARAN UMUM PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT

A. Scjarah Singkat Pcngadilan

Lokasi Pengadilan Agama Jakarta Baral terletak pada jalan

Flamboyan 11/2, Cengkareng Baral Jakarta Baral. Tergolong tidak startegis

karena tidak dilewati kendaraan umum atau jaraknya -+ 1500111, dari jalan

Kamal Raya dan berdampingan dengan rumah susun Cengkareng.

Gedung Pengadilan Agama Jakarta Baral yang barn dimulai pada

tahun 1994 dan selesai pada tahun 1997 kemuclian cliserahterimakan clari

pernerintah DK! Jakarta kepacla Pengaclilan Agama Jakarta Baral pacla

tanggal I 9 Mei 1997. 1

1. Luas Tanah

Luas tanah kantor Pengaclilan Agarna Jakarta Barnt seluruhnya

aclalah seluas 3 .056 M2 yang selurulmya berupa tanah clarat.

2. Luas Bangunan

Luas bangunan kantor Pengaclilan Agama Jakarta Baral seluruhnya

'

aclalah 2.400 M2"

Pengadilan Agama Ja

Gambar

GAMBARAN UMUM PENGADILAN AGAMA JAKARTA BARAT
Tabel. I Sumber. Walikota Jakarta Barat
Tabel I Data Perceraian Tahun 2005
Tabel 11 Data Perceraian Bulan Agustus 2006

Referensi

Dokumen terkait

Lengkap, cepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik di bidang kearsipan (Anwari. Jurnal Madani Edisi I/Nopember 2005). Setiap lembaga atau

Biofertilizer (pupuk hayati) adalah formulasi mikroorganisme atau organisme hidup yang bila diterapkan pada pembibitan tanaman, permukaan tanaman atau tanah,

masalah ini dilatarbelakangi oleh: (1) masalah ekonomi (perkembangan ekonomi dunia kurang menguntungkan hasil ekspor Indonesia), dan (2) reorganisasi (profesionalisasi

Pembentukan Antiklinorium Muara Enim dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas tektonik pada Plio – Pliestosen yang membentuk sesar – sesar normal dan perlipatan dengan sumbu

Dorongan untuk membangun hubungan yang dekat dengan orang lain Need for Achievement (nAch) Dorongan motivasi untuk berprestasi, untuk memberikan hasil kerja yang terbaik

Pengamatan yang dilakukan adalah: (1) angka kerapatan panen (AKP) dilakukan selama enam hari pada enam blok contoh dengan jumlah pohon yang diamati 400 pohon dengan mengamati

Oleh karena itu, untuk memenuhi target pada try out OSCE pada bulan September 2011, maka proyek HPEQ akan memfasilitasi workshop item development OSCE untuk menghasilkan lebih

Sesuai dengan bekal ilmu yang penulis peroleh semasa kuliah di Politeknik Negeri Sriwijaya dan juga berdasarkan sumber-sumber bacaan yang penulis baca yang