• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hotel Sheraton Yogyakarta, Agustus 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hotel Sheraton Yogyakarta, Agustus 2011"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

WORKSHOP NASIONAL ITEM REVIEW OSCE KEDOKTERAN GIGI

Direktorat Akademik

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional

Hotel Sheraton Yogyakarta,

19 – 20 Agustus 2011

(2)

1. Pendahuluan

Upaya peningkatan sistem ujian pada pendidikan dokter yang menjadi fokus Komponen 2 HPEQ Project mensyaratkan adanya suatu proses pembuatan soal ujian yang berkualitas, komprehensif, dan sesuai dengan tingkat kompetensi yang diharapkan. Salah satu metode ujian yang akan digunakan adalah ujian praktik dengan dukungan teknologi berbasiskan computer yang disebut juga sebagai Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Untuk itu maka diperlukan suatu upaya untuk membuat suatu Bank Soal yang sangat kredibel baik dari segi sistem maupun soal – soal yang terkandung di dalamnya.

Di samping pengembangan infrastruktur, aplikasi, pelatihan untuk Standardized Patient (SP), serta standarisasi para penguji yang diperlukan untuk melaksanakan OSCE, tentu saja hal yang diperlukan secara mendasar adalah pembuatan soal – soal OSCE itu sendiri. Hal ini menjadi sangat mendasar karena penyiapan unsur–unsur lainnya didasari atas soal-soal yang akan diujikan dalam ujian praktik ini. Mengingat kepentingan hal itu maka diperlukan serangkaian workshop pembuatan soal OSCE (OSCE Development) yang diselenggarakan secara luas dan berkesinambungan. Kegiatan ini juga harus melibatkan seluruh klinisi yang terkait dari berbagai institusi pendidikan sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini staf pengajar dalam pembuatan soal dengan demikian maka proses ujian di tingkat nasional dapat diiringi dengan berkembangnya sistem ujian di setiap institusi pendidikan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan proses belajar peserta didik dan meningkatkan nilai capaian dari ujian ini.

Mengingat urgensi output yang diharapkan dari program ini, maka proyek HPEQ telah memfasilitasi rangkaian workshop tahun 2010 untuk persiapan implementasi OSCE, diantaranya adalah workshop item development dan review OSCE. Oleh karena itu, untuk memenuhi target pada try out OSCE pada bulan September 2011, maka proyek HPEQ akan memfasilitasi workshop item development OSCE untuk menghasilkan lebih banyak soal OSCE yang berkualitas dan menambah jumlah item writer OSCE nasional.

2. Tujuan

Tujuan dilaksanakannya workshop nasional item review ini adalah :

2 paket soal OSCE berkualitas baik yang dapat digunakan untuk uji coba OSCE dan mengisi bank soal baik di tingkat nasional, wilayah maupun institusional

3. Output Workshop

Output yang diharapkan dari workshop ini adalah :

2 paket soal OSCE berkualitas baik yang dapat digunakan untuk uji coba OSCE dan mengisi bank soal baik di tingkat nasional, wilayah maupun institusional

4. Metode Pelaksanaan Workshop

Workshop nasional item review kedokteran gigi ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Agustus 2011 di Hotel Sheraton, Yogyakarta. Peserta workshop adalah 28 item writer dan 10 orang fasilitator.

(3)

No. Nama Lengkap Pakar Instansi HP E-mail

1 Irma Ervina Periodonti

FKG Univ.Sumatera Utara 08153451598 0 irma_ervina@rocketmai l.com

2 Essie Octiara Pedodonti

FKG Univ.Sumatera Utara 08131678132 2 [email protected] .id 3 drg.Yenita

Alamsyah, Mkes Ortodonti

FKG Univ.Baiturrah mah Padang 08126702965 alamsyah.yenita@yahoo .com 4 Augeswina Periodonti FKG Univ.Baiturrah mah Padang 08137422092 2 [email protected] 5 drg.Maya Hudiyati, MDSc IKGMP FKG Univ.Sriwijaya 08136775357 4 [email protected]

6 drg.Bertha Aulia Pedodonti FKG Univ.Sriwijaya 08133190762 0 [email protected] 7 Dr.Menik Priaminiarti, drg, SpRKG (K)

Radiologi FKG UI Jakarta 08129268384 [email protected]

m 8 Drg.Vera Julia, SpBM Bedah Mulut KG FKG UI Jakarta 08129223576 vera_julia2003@yahoo. com 9 DR. Harum Sasanti drg. Sp. PM

IPM KG FKG UI Jakarta 0811154014 [email protected]

om 10 Dr.Paulus Januar, drg.MS IKGMP FKG Univ.Moestopo (B) 0818155769 [email protected] m

(4)

11 Johanes Surjo Hadiprodjo, drg.Sp.Pros Prostodonti FKG Univ.Moestopo (B) 08164838112 [email protected] 12 Indra Hadikrishna,drg Bedah Mulut KG FKG Unpad Bandung 08132188198 2 hadikrishnaindra@unpa d.ac.id 13 Prof.Dr.drg.Suha rdjo, MS, SpRKGI (K) Radiologi FKG Unpad Bandung 08122007507 3 suhardjo_sitam@yahoo. com 14 drg.Rurie Ratna Shantiningsih, MDSC Radiologi FKG UGM Yogyakarta 08132871227 6 [email protected] 15 drg.Erwan Sugiatno Prostodonti FKG UGM Yogyakarta 08586807065 6 [email protected] dan [email protected] .id 16 drg.Tita Ratya

Utari, Sp.Ort Ortodonti

FKG UMY Yogyakarta 08122970687 [email protected] 17 drg.Laelia Dwi Anggraini, SpKGA Pedodonti FKG UMY Yogyakarta 08122788529 [email protected] om 18 drg Ira Widjiastuti, MS.Sp.KG (K) Konser FKG Univ.Airlangga Surabaya 08525758812 6 [email protected]

19 drg.Ni Putu Mira

Sumarta, SpBM Bedah Mulut

FKG Univ.Airlangga Surabaya 0817307913 putumira_omfsa@yaho o.co.id 20 drg.Mefina Kuntjoro Prostodonti FKG Univ.Airlangga Surabaya 0816536523 mefina_kuntjoro@yaho o.com

(5)

21 Aprilia, drg. SpKG Konservasi FKG Univ.HangTuah Surabaya 08123283256 [email protected] om 22 Isidora, KS drg.MS.Sp.PM IPM FKG Univ.HangTuah Surabaya 0818319612 isidora_karsini_drg@ya hoo.com 23 drg.Desy Sandra Sari, MDSc Periodonti FKG Univ.Jember 08113507717 [email protected] om 24 drg.Leliana

S.Devi, Sp.Ort Ortodonti

FKG

Univ.Jember 08574976010

1 [email protected]

25 Prof.Dr.drg.Sri

Oktawati S.Perio Periodonti

FKG Univ.Hasanudd in Makassar 08529958300 0 periounhas_sri@yahoo. com

26 Rasmidar Samad IKGMP

FKG Univ.Hasanudd in Makassar 0811449123 [email protected] m 27 drg.Tri Purnami

Dewi, R.Mkes Prostodonti

FKG Univ.Mahasara swati Denpasar Bali 08164722663 [email protected] 28 drg.IGN Putra Dermawan, Sp.PM IPM KG FKG Univ.Mahasara swati Denpasar Bali 08123917091 [email protected]

29 Melanie S Djamil Ketua Core Team/ Jakarta 08151833515 melanie.hendriaty@gm ail.com atau [email protected] .id atau melaniehendriaty@yaho o.com 30 Iwan Dewanto Core Team/ FKG UMY Yogyakarta 08157870408 2 [email protected] m

(6)

31 Indri Kurniasih Core Team/ FKG UMY Yogyakarta 08122742330 [email protected] 32 Wiwiek Poedjiastoeti Core Team/ Jakarta 0811977065 wiwiek.poedjiastoeti@g mail.com atau wiwiek_poedjiastoeti@g mail.com 33 Utmi Arma Core Team/ FKG UNBRAH Padang 08126770599 [email protected]

34 Mei Syafriadi Core Team/

FKG UNEJ 08133618116 8 [email protected] om 35 Adam Malik Core Team/ FKG Unhas Makassar 08135564550 1 [email protected] d 36 Kosterman Core Team/ FKG Unpad Bandung 08122086937 [email protected] 37 Gilang Yubliana Core Team/ FKG Unpad Bandung 08157007021 [email protected] atau [email protected] 38 Mia Damiyanti Core Team/

FKG UI Jakarta

0811102644

[email protected] m

Pada pelaksanaannya, hanya ada 2 fasilitator yang tidak dapat hadir yaitu Boedi O Roeslan dan Haslinda Z Tamin.

(7)

Apabila dibandingkan dengan rencana kegiatan yang tertera pada TOR, pada implementasinya, acara berjalan tepat waktu. Berikut adalah rundown acara workshop pada kondisi riil :

Jumat, 19 Agustus 2011

14.30 - 14.45 Pembukaan & Pengarahan Workshop Mei Syafriadi 14.45–17.30 Kaji Ulang Kelompok dalam 4 kelompok Fasilitator 17.30–19.00 Istirahat

19.00–22.00 Kaji Ulang Kelompok Fasilitator

Sabtu, 20 Agustus 2011

08.00 - 10.30 Kaji Ulang Kelompok Fasilitator

10.00 - 10.30 Kaji Ulang Pleno Exam Manajer 10.30 - 10.45 Wrap Up dan Rencana Tindak Lanjut Melanie S

Djamil

5. Hasil Kegiatan

Workshop ini diawali pengarahan dari perwakilan fasilitator mengenai hal-hal yang akan dikerjakan selama workshop beserta penentuan target yang akan dicapai. Sosialisasi blue print dan hasil kesepakatannya oleh LO komponen 2 kedokteran gigi dilakukan kembali.

Pada tahap review soal OSCE, koordinator komponen mengingatkan kembali agar dalam mereview soal OSCE para peserta mengikuti tinjauan yang telah disepakati dalam blue print.

(8)

Berdasarkan hasil workshop yang telah dilaksanakan selama 2 hari, output dari workshop item review OSCE kedokteran gigi secara umum adalah sebagai berikut:

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 88 soal 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 16 soal (2

set)

45 soal 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

16 soal (2 set)

34 soal 4. Jumlah institusi yang berkontribusi mengirimkan soal 13 13 5. Jumlah institusi yang berkontribusi menghasilkan soal yang

dianggap eligible untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

13 13

6. Jumlah item reviewer yang terlibat 40 38 Berdasarkan hasil rekapitulasi output workshop secara umum, dapat disimpulkan bahwa pencapaian target workshop ini sudah optimal dalam semua komponen. Komponen jumlah soal yang direview dalam workshop dan jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible untuk diinputkan ke bank soal UKDGI bahkan melampaui target yang diinginkan.

(9)

Beberapa faktor mendukung tercapainya target soal

1. Narasumber yang sudah memahami materi dengan baik dan dapat memimpin kelompoknya dengan baik

2. Peserta berpartisipasi dengan aktif dalam kelompoknya

Untuk workshop item review, terdapat kesulitan dalam menyamakan terminologi atau istilah-istilah yang digunakan.

REKAPITULASI ITEM REVIEW Monitoring Sheet : IPM

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

7. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 12 12 8. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 5 9. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

3 5

10. Jumlah item reviewer yang terlibat 4 4

Monitoring Sheet : Radiologi

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 10 10 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 4 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

3 4

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 4 4

Monitoring Sheet : IKGM

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 6 6 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 5 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible 3 4

(10)

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 5 5

Monitoring Sheet : Konservasi

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 9 9 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 4 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

3 3

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 2 2

Monitoring Sheet : BM

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 10 13 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 7 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

3 7

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 4 4

Monitoring Sheet : Periodontis

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 4 6 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 4 6 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

4 5

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 4 4

(11)

No. KOMPONEN TARGET REALISASI 1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 14 14

2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 5 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

3 3

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 3 3

Monitoring Sheet : Prosthodontis

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 4 8 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 4 8 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

4 3

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 4 4

Monitoring Sheet : IKGA

No. KOMPONEN TARGET REALISASI

1. Jumlah soal yang terkumpul dalam workshop 8 10 2. Jumlah soal yang direview dalam workshop 3 2 3. Jumlah soal yang memenuhi kriteria soal yang dianggap eligible

untuk diinputkan ke bank soal UKDGI

3 1

4. Jumlah item reviewer yang terlibat 4 4 Berdasarkan rekapitulasi jumlah soal yang berhasil dibenarkan atau dibuat baru berdasarkan paket blue print, item reviewer dari kelompok prosthodontis dinilai paling produktif karena paling banyak melakukan review soal OSCE. Pada dasarnya, pencapaian jumlah soal OSCE ini dibatasi oleh waktu pelaksanaan workshop. Apabila diberi alokasi waktu lebih lama, maka jumlah soal OSCE yang sesuai dengan paket blue print juga akan semakin banyak.

(12)

Berdasarkan soal-soal yang telah ditilik, maka dipilih soal-soal OSCE yang memenuhi kriteria baik dan layak untuk dimasukkan ke dalam item bank nasional.

Berdasarkan analisa tim monev, pencapaian target jumlah soal OSCE yang terkumpul sudah mendekati target yang disepakati bersama.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, sebaiknya masing-masing peserta dapat menyusun plan of action yang strategis untuk memperbaiki kinerja masing-masing wilayah dalam hal implementasi mekanisme item development & review OSCE yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas uji kompetensi kedokteran gigi dan lulusannya. Analisis ini juga dapat dijadikan input evaluasi diri dari tim item review OSCE kedokteran gigi dan dapat dijadikan dasar pemetaan kemampuan AFDOGI dan strategi yang seharusnya diterapkan untuk tiap wilayah item review OSCE kedokteran gigi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan uji kompetensi yang akan berdampak positif pada kualitas lulusan uji kompetensi kedokteran gigi.

6. Refleksi

Setelah dilakukan analisa hasil kegiatan, selanjutnya perlu dilakukan refleksi sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan workshop ditinjau dari perspektif peserta, fasilitator, dan tim monev secara umum. Melalui refleksi ini diharapkan akan teridentifikasi root of causes dari kinerja wilayah yang kurang optimal dalam workshop ini. Berikut adalah refleksi pelaksanaan workshop dari beberapa perspektif tersebut :

Fasilitator

KENDALA YANG DIHADAPI :

- Istilah dalam bank soal tidak standar

(13)

REKOMENDASI PERBAIKAN : - Perlu standarisasi istilah

- Segera sebelum uji coba diselenggarakan penyamaan persepsi antara item development OSCE, examiner, dan koordinator PS

Peserta

Kendala yang mungkin akan dihadapi

- Pemberitahuan pengumpulan soal cukup mendadak. Sehingga pembuat soal terburu-buru dalam membuat soal

- Tidak semua institusi menyumbang soal

- Sering mengalami kesulitan sarana dan prasarana yang perlu disediakan untuk ujian - Susah dalam pemilihan soal karena keterbatasan variasi soal untuk bidang-bidang tertentu - Susah dalam membuat soal yang representatif

- Tidak ada kendala yang berarti dalam pengumpulan soal

- Soal yang terkumpul terkadang tidak bisa digunakan karena keterbatasan manekin sehingga variasi soal tidak banyak

- Kuota soal yang memenuhi kompetensi tidak merata

Rekomendasi perbaikan untuk membuat soal yang lebih baik - Jangan mendadak

- Cukup waktu untuk institusi untuk mempersiapkan soal - Soal sudah didistribusikan kurang lebih 1 minggu sebelumnya - Sebaiknya ada kunci jawaban

- Untuk lebih banyak pakar yang dilibatkan

- Hasil review mohon diinformasikan kepada pembuat soal

- Soal yang telah direview dengan perbaikan agar dikirimkan kembali ke institusi pengirim supaya dapat diketahui kekurangan-kekurangan dalam pembuatan soal

- Variasi soal lebih ditingkatkan

- Membuat soal lebih terarah, standar untuk mahasiswa S1, istilah disamakan - Adanya keseragaman istilah terlebih dahulu untuk masing-masing institusi

- Sebaiknya pembuatan soal dalam hal kasus dengan tugas untuk kandidat harus sejalan dengan kasusnya tentang ginggivektomi tetapi tugas kandidat tentang dental health education

- Pelatihan OSCE untuk setiap institusi

- Pembuat soal juga perlu mengikuti pengujian soal OSCE agar tahu apakah soalnya sudah dapat dimengerti dan dapat memperbaiki kelemahan soal yang dia buat/review

Rekomendasi untuk meningkatkan jumlah soal yang dikumpulkan - Secara rutin soal harus dipersiapkan

- Diskusi untuk ide soal

- Masing-masing institusi untuk lebih banyak mengirim soal

- Kalau mungkin minimal sejumlah station dimana option tersebut bisa masuk

- Pengiriman soal secara rutin dari setiap institusi dengan penghitungan reward bagi soal yang terpilih

- Adanya kesamaan soal yang telah dikumpulkan sehingga salah satu yang sama tidak disertakan

- Agar setiap institusi dapat melakukan workshop sendiri dalam membuat bank soal untuk setiap bidang ilmu

(14)

- Untuk bidang perio, soal-soal lebih diperinci lagi seperti perawatan scalling dengan instrument jangan dijadikan 1 soal kasus tetapi dipisah-pisah

- Meminta setiap department di setiap institusi untuk mengirimkan soal-soal OSCE secara berkala

Saran - Cukup baik

- Undangan workshop jangan terlalu mepet

- SPPD harap dikirimkan bersama dengan undangan

- Aturan kelompok berdasarkan bidang-bidang yang saling terkait - Cukup baik

- Mohon tepat waktu  optimalisasi kerja

- Pelaksanaan cukup baik, padat, efisien dan semangat - Kompak

- Mohon kamar disiapkan sepagi mungkin - Kamar tidak perlu ditentukan

- Perlunya koordinasi antara coordinator OSCE, SP dan examiner - Panitia mohon hadir tepat waktu

- Soal yang akan direview oleh item review dipersiapkan lagi dalam hal susunannya sehingga item review tidak menghabiskan waktu terlalu banyak untuk merevisi mengingat waktu yang diberikan sangat terbatas

- Sebaiknya untuk setiap kelompok yang mereview soal tidak dari 2 department sehingga waktu mereview menjadi lebih maksimal

7. Rencana Tindak Lanjut

Berdasarkan analisa output kegiatan, evaluasi pelaksanaan workshop, refleksi dan feedback dari peserta workshop beberapa hal yang dapat direkomendasikan sebagai bentuk improvement dan rencana tidak lanjut untuk menjaga sustainability output dan outcome dari workshop ini adalah sebagai berikut :

- Uji coba CBT pada setiap institusi

- Ujian kompetensi akan diadakan pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, diharapkan sebelum bulan-bulan tersebut diadakan proses item writer dan development di setiap institusi lalu diadakan workshop tingkat regional dan akhirnya tingkat nasional

- Akan dilakukan uji coba OSCE pada institusi-institusi tertentu

- Soal yang direview akan dilakukan sinkronisasi ke penguji SP dan penguji

8. Penutup

Standarisasi lulusan/ dokter gigi melalui uji kompetensi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas lulusan/dokter gigi dan juga untuk institusi pendidikan dokter gigi. Kualitas lulusan/ dokter gigi yang baik dan kompeten sangat menguntungkan organisasi profesi dari sisi

(15)

pembinaan, pemerintah pusat dan daerah selaku pengguna, serta untuk perlindungan masyarakat dari segi pelayanan. Mengingat fungsi dan perannya yang sangat besar, maka dukungan semua fihak terkait berkenaan kegiatan pada komponen sangat diperlukan.

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simulasi Waduk dengan menggunakan aturan operasi berdasarkan tampungan waduk (Rule Curve) dengan berbagai

Mengingat relatif besarnya volume sedimen yang mengendap didasar waduk Selorejo sampai dengan tahun 2020 dimana sudah melebihi kapasitas tampungan mati, maka perlu

Berdasarkan rumusan masalah tujuan dan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa (1) Aktivitas guru dalam proses belajar mengajar

Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun 1996 menegaskan bahwa untuk memenuhi

Dalam suatu perencanaan bendung, diawali dengan survei dan investigasi dari lokasi yang bersangkutan guna memperoleh data yang berhubungan dengan perencanaan yang lengkap

Dari tiga penelitian kuat tekan tanah dengan sampel tanah yang sama dan penambahan persentase semen yang sama yaitu tanah lempung dengan 2% Portland cement,

Untuk melakukan optimasi pada pengoperasian waduk, data input berupa data debit aliran yang diestimasi dari data curah hujan dan data debit andalan sungai, data output

Pemasangan CTSP dan DCM pada pondasi bangunan lama akan secara signifikan mengurangi penurunan yang terjadi pada pondasi footing dan pondasi tiang. Lokasi dari lapisan tanah