• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELIDIKAN GAYA BERAT DAERAH PANAS BUMI LOMPIO, KABUPATEN DONGGALA, PROPINSI SULAWESI TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENYELIDIKAN GAYA BERAT DAERAH PANAS BUMI LOMPIO, KABUPATEN DONGGALA, PROPINSI SULAWESI TENGAH"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1: Hasil analisa densitas batuan
Gambar 2.1 :  Hasil perhitungan densitas rata-rata batuan dengan metode Parasnis.
Gambar  2.2.b : Peta anomali Regional daerah panas bumi  Lompio dengan densiti 2,75 gram/Cm 3
Gambar 2.2.d :  Model-2D gaya berat daerah panas bumi Lompio

Referensi

Dokumen terkait

Penampang ini memotong zona gaya berat lemah dan sekitar daerah manifestasi air panas Tinggi Raja Dolok yang berada dibagian tengah dari daerah penyelidikan dan model

Struktur yang lainnya diperlihatkan di bagian utara hingga ke tengah daerah penyelidikan terlihat memanjang ke arah baratdaya terlihat pola anomali dengan liniasi kerapatan

30,12 o C dan sebaran temperatur dasar lubang di daerah penyelidikan terlihat pada Gambar 6, dimana penyebaran zona anomali temperatur hanya meliputi. lokasi di

Manifestasi panas bumi yang muncul di permukaan di daerah penyelidikan diduga akibat adanya tubuh terobosan batuan granit, granodiorit maupun batuan metamorf serta sesar Masaingi

Berarah timurlaut-baratdaya, terletak di sebelah utara daerah penyelidikan, indikasi dipermukaan dicirikan oleh adanya mata air panas Tapian Nauli dan bualan gas H2S di

1). Nilai > 32 mgal dikelompokkan sebagai anomali tinggi dan terdapat dibagian baratlaut, tenggara dan timurlaut. Kelompok ini ditafsirkan sebagai respon batuan yang

Berdasarkan harga densitas batuan daerah penyelidikan dan kemudian dihubungkan dengan nilai gaya berat hasil penyelidikan, secara kualitatif ditafsirkan bahwa daerah yang

Teknik Panas Bumi, [3] Tim Penyelidikan Rinci Geologi, Geokimia, dan Geofisika Terpadu Daerah Panas Bumi Merawa/Marana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 2004.. Laporan Penyelidikan