• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARUNO LAHITOLO MANANOL SEBAGAI PENDAMPINGAN ORANG BASUDARA TESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ARUNO LAHITOLO MANANOL SEBAGAI PENDAMPINGAN ORANG BASUDARA TESIS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ARUNO LAHITOLO MANANOL SEBAGAI PENDAMPINGAN ORANG BASUDARA

TESIS Diajukan Kepada

Program Studi: Magister Sosiologi Agama, Fakultas Teologi

Guna memenuhi sebagian dari persyaratan untuk mencapai gelar Magister Sains (M.Si)

Oleh,

Clara Monica Anakotta NIM: 752017005

MAGISTER SOSIOLOGI AGAMA FAKULTAS TEOLOGI

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi

Motto:

Ibrani 13:5B

Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan

membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan

meninggalkan engkau.”

Yeremia 29:11

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang

ada padaKu mengenai kamu, yaitu rancangaPn kebaikan

dan bukan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari

depan yang penuh harapan.”

Sekalipun dunia membuat dirimu menderita, nafasmu sesak,

bahkan sampai kakimu tak mampu tuk melangkah tetap

arahkan hatimu pada TUHAN dan teruslah melangkah. Dia

Allah yang tahu apa yang terbaik bagimu. Lakukanlah

bagianmu, selanjutnya serahkan semuanya kepada Dia.

(7)

vii KATA PENGANTAR

Syukur dan terima kasih saya panjatkan Tuhan Yesus Kristus atas kemurahanNya menuntun saya untuk menyelesaikan penulisan tesis dengan judul

Aruno Lahitolo Mananol Sebagai Pendampingan Orang Basudara. Saya

menyadari bahwa kuasa dan tutunan Tuhan Yesus adalah satu-satunya penopang dan tumpuan saya atas setiap proses dan perjuangan selama saya berada di Program Studi Magister Sosiologi Agama, Fakultas Teologi, UKSW Salatiga. Berjalan dan mengandalkan Tuhan Yesus selalu membuahkan kepastian.

Melalui kesempatan dan tulisan ini saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada setiap pihak yang sudah membantu saya dalam penulisan ini, antara lain:

1. Pdt. Dr. Jopie Daan Engel, M.Si selaku pembimbing I dalam penulisan Tesis,

danke banyak bapa untuk semua proses bersama. Danke untuk setiap motivasi

yang bapa kasi saat beta merasa takut dan cemas. Dari bapa beta belajar tentang ketenangan, berjuang keras, menghargai diri sendiri, dan rendah hati.

Danke banya-banya bapa. Tuhan Yesus memberkati bapa baik pribadi dan

keluarga.

2. Pdt. Izak. Y. M. Lattu, Ph.D selaku dosen pembimbing II dalam penulisan Tesis.

Danke banyak kaka buat sekian proses yang dilewati, buat usaha-usaha yang kaka buat. Tuhan Yesus berkati kaka pribadi deng keluarga.

3. Pdt. Yusak B. Setyawan, S.Si, MATS, Ph.D selaku penguji yang telah menguji dan memberikan masukan dan atau sumbangan pemikiran bagi pengembangan tulisan ini. Tuhan Yesus memberkati bapak dengan keluarga.

(8)

viii

4. Saya mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Teologi UKSW Salatiga; Dekan, Kaprodi MSA, dan para Dosen karena telah memberikan saya kesempatan dan ruang untuk berproses dan belajar secara bersama. Terima kasih untuk segala ilmu yang telah diberikan kepada. Selain itu, teruntuk tata usaha khususnya Ibu Liana, terima kasih sudah banyak membantu sekian banyak proses yang harus saya lewati. Tuhan Memberkati.

5. Terima kasih saya sampaikan kepada pemerintah Negeri Amahai mulai dari

Upu Latu dan jajarannya, Badan Saniri Negeri, Jemaat GPM

Amahai-Soahuku, serta semua masyarakat Amahai terkhusus Alm. Opa Topo Soparue, Opa Emu Hallatu, Bpk. S. N. Lernaya, Om Oni Hallatu, Bpk. M. Kakiay, Bpk. Ben Lasamahu, Kakak Irene Sopacuaperu, Opa Emil Lokollo, Kakak Ena, Mama En Lasamahu, Mama Alen Hallatu, Opa R.A. Latuny, Bpk. Max Halatukilang, Bpk. Pdt. M. Pattirane, Oma Pdt. Sar Latuny, Oma Pdt. Patiasina dan Bpk. Harold Pattiasina, Kakak Lisa Hallatu, Kaka Ella Latuny/Hatumessen , Om Pice Latuny, juga kaka Onya Sopacua, Terimakasih sudah banyak membantu saya ketika berada di Negeri Amahai sebagai tempat penelitian, serta bantuan-bantuan kecil ketika bergumul dengan penulisan tesis. Tuhan Yesus yang empunya berkat dan kasih karunia selalu memberkati masing-masing basudara selaku pribadi dan keluarga, dan Semoga semangat

orang basudara selalu mempererat dan mempersatukan kita.

6. Terima kasih untuk ibu Pdt. Monike Hukubun, ibu Pdt. Margareth Apituley,

bu Eklepinus Jefry Sopacuaperu, bu Kristno Saptenno, Linda Maria Kobloy,

dan Elvita Claudia Tuatanasi, selaku saksi hidup cerita perjuangkan saya di Jogja sampai memutuskan untuk move ke salatiga. Terima kasih banyak untuk

(9)

ix

tidak menertawaiku ketika kenyataan memaksaku untuk menangis, terimakasih sudah bersedia menjadi saudara juga orang tua bagiku yang mendukung apapun keputusanku. Tuhan Yesus memberkati setiap ibu dan saudara di medan gumul masing-masing. Salam ade-kaka teologi.

7. Teruntuk Dewi Sinta Permani, Osi Pawlina, Iis Dahlia, juga Septi Erlin Sihombing yang merupakan teman-teman pertamaku di perantauan a.k.a. Jogja. Terima kasih sudah menerima dan berteman denganku. Terimakasih untuk kebersamaan kita baik di kosan maupun di tempat les. Meskipun pertemuan dan pertemanan kita hanya sebentar tapi semua sungguh berkesan bagiku. Terimakasih banyak. Doaku kalian sukses di medan gumul kalian masing-masing, dan semoga kita dapat berjumpa lagi.

8. Terima kasih juga saya sampaikan kepada usi Pdt. Grace Y. Malaihollo, M.Si dan usi Pdt. Aprilia Ch. Haurissa, M.Si, Elestiana Tubulau, Shintya Salenussa, Sry Wenny Panggabean, Tiurma Batanis Gulo, Terima kasih untuk sudah mau “direpotkan” dan semua kebersamaan kita, kasih sayang dan perhatian yang kalian berikan sejak pertama datang ke Kota Hati Beriman. Kiranya Tuhan sang pemberi berkat melimpahi kalian dengan berkatnya.

9. Terima kasih yang sama juga saya sampaikan kepada Usi Pdt. Nova Latuny, Eric Hallatu, Bu joberth Tupan, Usi Riza, Bu Valdo, Ka Fred, Ien Sinay, Aprilia Hetharia, Anna Simatauw, Telfrin, Potensi Hya, Bu Angki, Papi Imanuel, Bu Eky, Mor, Inggrit, Ega, Kaka Eth, Ka Fera, Ka Popi, serta Para “atlit” dan calon atlit” panjat pagar Wisma Anisa terima kasih atas berbagai bantuan, kebersamaan, keseruan dan canda tawa kita selama ini. Tuhan sang

(10)

x

pemiliki hidup mau memberkati dan merahmati saudara-saudara dengan kasih-Nya dimanapun saudara berada.

10. Teruntuk teman-teman Magister Sosiologi Agama UKSW angkatan 2017 terkhusus Ziel, Ivon, Kak Adel, Milly, Cia, Kak Mispa, Kak Ayub, Kak Arnat, Bang Erwin, Lian, Eka, Ka Selfi, Ka Nirwa, Angel, Kak Stevy, Kak Riana, dan Kak Ema. Terima kasih sudah mau menerima, berteman, berbagi, dan membantu saya ketika berada di Salatiga. Kalian dengan kelemahan dan kelebihan masing-masing punya tempat tersendiri bagi saya. Tuhan Yesus selalu menyertai dan memberkati kalian baik secara pribadi maupun keluarga. 11. Terima kasih tak terhingga juga kepada Kakak Pendeta Tiene Lohy, terima kasih sudah menjadi sosok saudara dan atau kakak perempuan yang paling bisa diandalkan dalam kesesakan dan kebahagiaan, serta sudah menjadi teman dan sahabat. Terima kasih banyak atas segalanya yang sudah kakak berikan,

beta seng bisa balas semuanya, tapi kiranya Tuhan pemilik hidup yang

menjadi pokok pengharapan kita selalu memberkati, merahmati, dan memberikan semua yang terbaik yang berhak kakak terima.

12. Teruntuk Aprilia Molle, teman terbaikku semenjak SMA terima kasih banyak sudah selalu ada di masa-masa paling buruk, sudah selalu mengerti dari berbagai sisi, dan memberi masukan dan kritik dengan penuh kasih. Doaku, semoga Allah sumber kasih karunia memberikan semua yang terbaik bagi kamu dan memperlancar semua urusanmu. Aku mengasihimu.

13. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga saya sampaikan kepada keluarga besar Anakotta-Latuny terkhusus, mama Ince, bapak Pace, kaka Ike, kaka Onya, Sico, Bu Ger, Nane, Jill, om Oni, Nene Tet, Tete Emu, om Stevy, om

(11)

xi

Rudi, ma Oce, dan Fri. Terimakasih banyak mama, papa, kakak-kakak, dan adik-adik, telah selalu mendukung saya selama berada di lokasi penelitian yakni Amahai. Saya tidak bisa membalas semua kebaikan mama, papa, om, tante, kaka-kaka, dan ade-ade, namun lebih daripada itu semoga Allah sumber segala sesuatu selalu memberkati kehidupan kalian masing-masing baik secara pribadi maupun keluarga.

14. Terima kasih juga saya berikan kepada Julio Romario Lekatompessy sebagai “partner” terbaik saya hingga kini. Terima kasih atas semua topangan, pengalaman, pelajaran, cerita suka dan duka, cinta juga kasih sayang yang diberikan kepada saya selama ini. Sungguh saya tidak bisa membalas segalanya, namun Tuhan Yesus sang pemberi berkat kiranya selalu memberikan berkat dan menjawab semua pergumulan yang kamu naikan dihadapan-Nya. Aku sangat mengasihmu.

15. Ucapan terima kasih terakhir yang paling khusus saya persembahkan kepada papa, mama, Oliv, Vivi, She. Terima kasih banyak atas perhatian, kasih sayang, pengorbanan dan bantuan doa dari kalian semua. Saya begitu sangat bersyukur Tuhan menitipkan saya ditengah-tenagh kalian, dan jika sejak awal saya dapat memilih di tangan siapa saya lahir dan di besarkan maka saya akan tetap memilih kalian. Kalian adalah bukti cinta Tuhan untuk saya, terima kasih banyak. Saya mencintai kalian melebihi siapapun di dunia ini, dan semoga Allah Bapa di Sorga selalu memberikan umur panjang, hikmat dan kebijaksanaan serta berkat dalam diri masing-masing kalian.

(12)

xii

Sebagai penulis, saya menyadari bahwa tulisan ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk membantu saya dalam menyempurnakan tulisan ini.

Salatiga, 12 Desember 2019

(13)

xiii DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Lembaran Pengesahan ... ii

Pernyataan Tidak Plagiat ... iii

Pernyataan Persetujuan Akses ... iv

Pernyataan Persetujuan Publikasi Tugas Akhir Untuk Kepentingan Akademis ... v

Moto ... vi

Kata Pengantar ... vii

Daftar Isi ... xiii

Abstrak ... xvii

BAB I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang ... 1

I.2. Rumusan Masalah ... 11

I.3. Tujuan Penelitian ... 11

I.4. Metode Penelitian ... 12

I.5. Sistematika Penulisan ... 14

BAB II. RITUAL DAN PENDAMPINGAN PASTORAL BERBASIS BUDAYA II.1. Ritual ... 16

II.1.1. Pemahaman Ritual ... 16

II.1.2. Ritual Pernikahan ... 21

(14)

xiv

II.2.1. Makna Pendampingan Pastoral Budaya ... 27

II.2.2. Tahapan Pendampingan Pastoral ... 39

II.2.3. Fungsi Pendampingan Pastoral ... 42

1. Fungsi Membimbing ... 43

2. Fungsi Mendamaikan atau Memperbaiki Hubungan ... 43

3. Fungsi Menopang atau Menyokong ... 44

4. Fungsi Menyembuhkan ... 46

5. Fungsi Mengasuh ... 47

6. Fungsi Mengutuhkan ... 48

7. Fungsi Memberdayakan ... 48

II.3. Rangkuman ... 49

BAB III. RITUAL ARUNO LAHITOLO MANANOL DALAM KONTEKS MASYARAKAT DI NEGERI AMAHAI III.1. Gambaran Umum Negeri Amahai ... 52

III.1.1. Lintasan Sejarah Negeri Amahai ... 52

III.1.2. Lokasi Negeri Amahai ... 56

III.1.2.1. Letak Astronomis ... 56

III.1.2.2. Letak Geografis ... 56

III.1.2.3. Kondisi Demografi... 57

III.1.2.4. Tingkat Pendidikan ... 57

III.1.2.5. Mata Pencaharian ... 58

III.1.2.6. Agama ... 59

III.1.3. Sistem Kekerabatan ... 60

(15)

xv

III.2. Ritual Aruno Lahitolo Mananol Dalam Pandangan Masyarakat Negeri

Amahai ... 64

1. Nok ... 73

2. Rapat mata-rumah ... 73

3. Penjemputan Mempelai Perempuan ... 75

4. Penyematan Baju Mananol ... 77

5. Jamuan Apapua ... 78

6. Duduk Bersama di Lesa Mananol ... 79

III.3. Falsafah Orang Basudara Dalam Aruno Lahitolo MananOL ... 83

III.3.1. Nilai-Nilai Spiritual Dalam Aruno Lahitolo Mananol... 84

1. Saling Memiliki ... 84

2. Bakukele ... 86

3. Menyatukan ... 89

4. Menuntun dan Menopang ... 91

5. Menghargai ... 93

6. Cinta Kasih ... 96

III.3. Rangkuman ... 98

BAB IV. ARUNO LAHITOLO MANANOL SEBAGAI MEDIA PEMAKNAAN ORANG BASUDARA DALAM KAJIAN TEORI PERNIKAHAN DAN PENDAMPINGAN PASTORAL BERBASIS BUDAYA IV.1. Memahami Aruno Lahitolo Mananol ... 101

IV.2. Filosofis Aruno Lahitolo Mananol ... 110

IV.3. Nilai Spiritual Aruno Lahitolo Mananol Dikaji Dari Perspektiv Pastoral Berbasis Budaya ... 113

1. Saling Memiliki ... 113

(16)

xvi

3. Menyatukan ... 117

4. Menuntun dan Menopang ... 119

5. Menghargai ... 120

6. Cinta Kasih ... 121

IV. 4. Analisa Rangkaian Tahapan Ritual Aruno Lahitolo Mananol ... 123

BAB V. PENDAMPINGAN ARUNO LAHITOLO MANANOL ... 127

V.1. Desain Pendampingan Aruno Lahitolo Mananol ... 128

V.2. Teknik Pendekatan, Tujuan, Dan Sasaran Pencapaian Pendekatan Pendampingan Pastoral 1. Nok ... 129

2. Pembagian Tugas dalam mata-ruah ... 130

3. Penjemputan Mempelai Perempuan dan Penyematan Baju ... 130

4. Menjamu ... 131

5. Sapaan ... 132

6. Lesa Mananol... 132

V. KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan ... 134

V.2. Saran ... 136

(17)

xvii ABSTRAK

Clara Monica Anakotta, 2019. Aruno Lahitolo Mananol Sebagai Pendampingan

Orang Basudara.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ritual aruno lahitolo mananol yang merupakan ritual pernikahan adat sebagai pendampingan orang basudara di Negeri Amahai. Penelitian ini termotivasi dari fakta ritual aruno lahitolo mananol yang memiliki banyak nilai spiritual dan makna filosofis yakni orang basudara untuk memberdayakan individu dan masyarakat dalam hal mendampingi sebagai salah satu cara manusia untuk beradakan dan memberadabkan diri dan sesamanya.

Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam tidak terstruktur dan bersifat terbuka bagi para informan yang terdiri dari tokoh adat, staf pemerintah negeri, badan saniri negeri, pendeta, masyarakat biasa, dan perempuan mananol. Wawancara dilakukan di Negeri Amahai, Maluku Tengah menggunakan dua pendekatan yakni purposive dan snow-ball simpling.

Penelitian ini membuktikan bahwa ritual pernikahan adat perlu dilakukan secara menyeluruh karena tidak hanya merupakan tradisi tanpa makna melainkan mengandung banyak nilai positif. Nilai-nilai positif ini dapat digunakan sebagai pendekatan pendampingan budaya, artinya pendekatan pendampingan berdasarkan pola pikir, ide, nilai, dan gagasan yang sama dalam setiap tahapan ritual. Kesatuan budaya yang diterapkan ritual aruno lahitolo mananol akan memudahkan individu dan masyarakat untuk melakukan tindakan pendampingan.

Kata kunci: ritual pernikahan adat, orang basudara, pendampingan orang basudara

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian dari data analisis korelasi product moment menunjukkan korelasi (r) sebesar -0,506 dengan sig sebesar 0,165, hal ini menunjukkan tidak adanya

Aghnia Fuad, desainer interior profesional sekaligus host acara make-over rumah pada sebuah tv swasta, mengungkapkan, “Saya sangat apresiasi kepada Nippon Paint

Hasil pengujian kekerasan menggunakan microhardness tester MATSUZAWA tipe MMT-X7 pada permukaan AlSiCu yang tanpa nitridasi maupun yang dinitridasi untuk berbagai

But some people – such as Rachel and Felice – still felt that the science could have useful applications, and the Earth government had grudgingly funded a small research

Untuk hasil belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Energi dan Perubahannya dengan sub materi gaya magnet dengan menggunakan media realita setelah

Kesejahteraan pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Miri tertinggi pada KF2 (kunjungan rumah hari ke 3-7) dengan rata-rata nilai 146.15 mendapatkan