DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL LUAR ... i

SAMPUL DALAM ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

RINGKASAN ... vi

HALAMAN PERSETUJUAN ... viii

TIM PENGUJI ... ix

RIWAYAT HIDUP ... x

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 5

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Dampak... 6

2.2 Persepsi ... 6

2.3 Pariwisata ... 7

2.4 Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory ... 12

2.5 Minat Bertani Generasi Muda ... 15

2.6 Subak ... 20

2.7 Penelitian Sebelumnya ... 23

2.8 Kerangka Konsep Penelitian ... 24

(2)

III. METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28

3.2 Data dan Pengumpulan Data ... 28

3.3 Penentuan Responden ... 31

3.4 Variabel Penelitian ... 33

3.5 Batasan Operasional Variabel ... 35

3.6 Analasis Data ... 36

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian... 39

4.2 Karakteristik Responden... 43

4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 44

4.4 Persepsi Generasi Muda Tentang Dampak Pariwisata Terhadap Minat Bertani ... 45

4.5 Dampak Pariwisata Terhadap Minat Bertani Generasi Muda Non Pariwisata dan Generasi Muda Pariwisata di Subak Gadon III, Tabanan ... 59

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 67

5.2 Saran ... 67

DAFTAR PUSTAKA ... 69

(3)

ABSTRAK

Ni Made Losvitasari. NIM 1305315051. Persepsi Generasi Muda Terhadap Minat Bertani Di Kawasan Pariwisata Tanah Lot (Kasus Subak Gadon Iii, Tabanan). Dibimbing oleh: Dr. I Ketut Surya Diarta, SP., MA dan Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D.

Pesatnya perkembangan pariwisata akan berdampak pada subak yaitu adanya transformasi tenaga kerja, terjadinya alih fungsi lahan, dan terjadinya kompetisi penggunaan air. Pariwisata akan berdampak terhadap minat bertani khususnya generasi muda rumah tangga petani di Subak Gadon III, mengingat subak ini terletak di daerah pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi dan perbedaan persepsi generasi muda non pariwisata dan generasi muda pariwisata tentang dampak pariwisata terhadap minat bertani generasi muda rumah tangga petani di Subak Gadon III, Tabanan. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi generasi muda non pariwisata tentang dampak pariwisata terhadap minat bertani generasi muda tergolong sedang dengan skor 3,32. Generasi muda non pariwisata memiliki persepsi bahwa dengan adanya pariwisata cukup berpengaruh terhadap minat bertani generasi muda, tetapi tidak membuat generasi muda non pariwisata beralih untuk berkecimpung di bidang pariwisata. Generasi muda pariwisata menunjukkan bahwa pariwisata berdampak tinggi terhadap minat bertani generasi muda dengan skor 3,55. Generasi muda pariwisata memiliki persepsi bahwa berkecimpung di bidang pariwisata adalah pilihan yang paling tepat karena bagi mereka bidang pariwisata sangat menopang kehidupannya. Terdapat perbedaan dampak pariwisata terhadap minat bertani pada generasi muda non pariwisata dan generasi muda pariwisata rumah tangga petani di Subak Gadon III, Beraban, Tabanan. Perbedaan ini terlihat pada 3 parameter dari total 14 parameter.

Saran yang dapat disampaikan pada peneltian ini yaitu bagi Subak Gadon III agar kedepannya dapat menggagas terobosan baru dengan cara melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan di subak untuk menarik minat bertani khususnya generasi muda rumah tangga petani di Subak Gadon III, Tabanan.

(4)

ABSTRACT

Ni Made Losvitasari. Student Number 1305315051. Perception of Young Generations Interest in Farming in Tanah Lot Tourism Area (The Case of Subak Gadon III, Tabanan). Supervised by: Dr. I Ketut Surya Diarta, SP., MA and Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D.

The rapid development of tourism will affect subak; that is, the transformation of labor, the occurrence of land conversion, and the occurrence of water use competition. Tourism will have an impact on farming interest, especially the younger generation of farm households in Subak Gadon III, knowing that this subak is located in the tourism area. The purpose of this study was to analyze perceptions and differences in the perception of younger generation of non-tourism and younger generation of tourism about the impact of tourism on farming interest of the younger generation of farm households in Subak Gadon III, Tabanan. Data analysis method used was descriptive-qualitative and quantitative.

The results showed that the perception of the younger generation of non-tourism about the impact of non-tourism on the farming interest of the younger generation was classified with a score of 3.32. The younger generation of non-tourism had a perception that the existence of non-tourism sufficiently influenced the farming interest of the young generation, but it did not make the non-tourism youth switch to tourism. The younger generation of tourism showed that tourism had a high impact on the interest of farming the younger generation with a score of 3.55. The young generation of tourism has a perception that tourism was the most appropriate choice because for them the tourism sector is very supportive of its life. There is a difference in the impact of tourism on farming interest in the younger generation of non-tourism and young generation of farm households' tourism in Subak Gadon III, Beraban, Tabanan. This difference was seen in 3 parameters of a total of 14 parameters.

Suggestions that can be made for this research are for Subak Gadon III in the future to be able to initiate a new breakthrough by involving the young generation in various activities in subak life to attract farmers especially the younger generation of farm households in Subak Gadon III, Tabanan.

(5)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kabupaten Tabanan merupakan salah satu sentra produksi tanaman pangan di Propinsi Bali. Jumlah produksi pangan Kabupaten Tabanan adalah yang terbesar di Propinsi Bali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (Tabanan dalam Angka 2016), bahwa pada tahun 2015 luas panen padi sawah di Kabupaten Tabanan adalah 32.374 Ha. Jumlah produksi padi sawah sebanyak 194.122 ton atau hasil per hektar 59,96 kwintal. Jumlah produksi pangan terbesar berikutnya yaitu Kabupaten Gianyar dengan jumlah produksi sebesar 192.518 ton dan Kabupaten Buleleng sebesar 128.209 ton (BPS Bali, 2016). Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tabanan berperan penting dalam menopang penyediaan bahan pangan di Propinsi Bali.

Kabupaten Tabanan sebagai salah satu penopang penyediaan bahan pangan tidaklah lepas dari peran subak. Subak merupakan lembaga irigasi yang bercorak sosio religius dan berlandaskan Tri Hita Karana dengan fungsi utamanya adalah pengelolaan air irigasi untuk memproduksi tanaman pangan khususnya padi. Salah satunya adalah Subak Gadon III yang berada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Eksistensi sebuah subak sangatlah ditentukan oleh petani. Keberlanjutan subak sebagai lembaga yang menopang ketahanan pangan ditentukan oleh konsistensi petani sebagai salah satu pilar subak. Keberlanjutan subak akan terancam jika di dalam subak petani tidak lagi berminat untuk menjadi petani. Saat ini anggota Subak Gadon III sebagian besar petani yang berusia 50 tahun. Melihat

(6)

kondisi ini, maka diperlukannya penerus khususnya generasi muda untuk melanjutkan fungsi-fungsi subak agar eksistensi subak dapat tetap berjalan.

Subak Gadon III yang terletak di daerah pariwisata yaitu dekat dengan Daya Tarik Wisata Tanah Lot akan berdampak pada subak itu sendiri. Berdasarkan data dari Manajemen Operasional DTW Tanah Lot, pariwisata di daerah ini (DTW Tanah Lot) selama 5 tahun terakhir mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan DTW Tanah Lot mengalami kenaikan jumlah pengunjung hingga 12% selama 5 tahun terakhir yaitu dari jumlah pengunjung sebanyak 2.315.966 orang pada tahun 2011 menjadi 2.818.641 orang hingga Nopember 2015 (Manajemen Operasional DTW Tanah Lot, 2015).

Pesatnya perkembangan pariwisata akan berdampak pada subak yaitu pertama ditandai dengan adanya transformasi tenaga kerja. Transformasi tenaga kerja yang dimaksud di sini adalah peralihan profesi dari bidang pertanian ke pariwisata termasuk generasi muda. Faktor-faktor yang menyebabkan hal ini adalah adanya rasa gengsi untuk bekerja di bidang pertanian, penghasilan di bidang pariwisata lebih menjanjikan daripada di sektor pertanian, dan bidang pariwisata memberikan kepastian upah.

Menurut Richardson dan Fluker (dalam Pitana dan Diarta, 2009), peluang kerja di sektor pariwisata harus diakui memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Hal ini akan menarik minat orang dari lain pekerjaan dan wilayah untuk merapat ke sektor pariwisata. Beberapa daerah yang umumnya sumber mata pencaharian sebagian besar berasal dari sektor pertanian akan mengalami tansformasi. Beberapa jenis pekerjaan yang tidak memerlukan

(7)

keahlian khusus di sektor pariwisata, seperti tukang kebun, cleaning service, house-keeping, dan sejenisnya menarik minat pekerja di sektor pertanian untuk bergabung.

Kedua, yaitu terjadinya alih fungsi lahan. Pariwisata yang berkembang pesat dituntut untuk memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Mulai dari pembangunan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pariwisata tentu akan memerlukan lahan yang akan mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan. Ketiga, yaitu terjadinya kompetisi penggunaan air. Menurut Pekaseh Subak Gadon III (Bpk. Sukadana), pembangunan sarana dan prasarana untuk keperluan pariwisata salah satunya adalah pengeboran, berdampak pada menurunnya daerah debit air di Subak Gadon III. Penurunan yang dialami yaitu sebanyak 2%.

Kondisi seperti ini jika tetap berlangsung secara terus menerus maka akan mengancam eksistensi subak itu sendiri. Transformasi tenaga kerja dari bidang pertanian ke bidang pariwisata yang terjadi secara terus menerus akan mengancam eksistensi subak di mana tidak adanya penerus untuk tetap menjaga kelestarian subak. Eksistensi subak yang mulai terancam akan berdampak pada ketersediaan bahan pangan yang juga akan ikut terancam karena subak ikut berperan di dalamnya. Generasi muda saat ini lebih cenderung memilih untuk terjun di bidang pariwisata dibandingkan dengan bidang pertanian. Hal ini mengacu pada teori pilihan rasional di mana generasi muda berperan sebagai individu yang berpikir secara logis, berpikir secara rasional dalam menentukan sebuah pilihan. Bekerja di bidang pariwisata bagi generasi muda adalah suatu pilihan yang tepat karena dianggap lebih menguntungkan daripada bekerja di bidang pertanian. Bekerja di bidang pariwisata dianggap mampu membawa kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.

(8)

Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian mengenai persepsi generasi muda terhadap minat bertani perlu dikaji lebih mendalam khususnya terhadap generasi muda yang berkecimpung di bidang pariwisata dan generasi muda yang tidak berkecimpung di bidang pariwisata agar ditemukan berbagai solusi untuk mengatasinya. Untuk itu penelitian ini memiliki potensi yang tinggi untuk dilaksanakan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana persepsi generasi muda non pariwisata dan generasi muda pariwisata tentang dampak pariwisata terhadap minat bertani generasi muda?

2. Apakah ada perbedaan persepsi dampak pariwisata terhadap minat bertani pada generasi muda non pariwisata dan generasi muda pariwisata rumah tangga petani di Subak Gadon III, Beraban, Tabanan?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis persepsi generasi muda non pariwisata dan generasi muda pariwisata tentang dampak pariwisata terhadap minat bertani generasi muda.

(9)

2. Menganalisis perbedaan persepsi generasi muda tentang dampak pariwisata terhadap minat bertani pada generasi muda non pariwisata dan generasi muda pariwisata rumah tangga petani di Subak Gadon III, Beraban, Tabanan

1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan yang telah disampaikan diatas, adapun manfaat penelitian ini yaitu :

1. Manfaat Praktis

Dengan adanya penelitian ini, pemerintah dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat membantu pengembangan sektor pertanian di Desa Beraban.

2. Manfaat Teoritis

Manfaat yang bisa didapat oleh peneliti dengan adanya penelitian ini yaitu sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan yang telah didapatkan sebelumnya serta mengetahui lebih spesifik tentang dampak pariwisata terhadap minat bertani generasi muda.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup dari penelitian ini adalah kajian mengenai dampak pariwisata terhadap minat bertani generasi muda rumah tangga petani di Subak Gadon III, Beraban,Tabanan, di mana penelitian ini terfokus pada generasi muda rumah tangga petani.

(10)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :