• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 1"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 1

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kami telah diijinkan menyusun Laporan Kinerja intansi Pemerintah (LKJIP) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 ini.

Dan dengan harapan dengan penyusunan Laporan Kinerja intansi Pemerintah (LKJIP) ini dapat dijadikan evaluasi untuk memacu kinerja dalam pelaksanaan program kegiatan bagi Pejabat Struktural dan

(2)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 2 pengelola anggaran yang ada, khususnya PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan bendahara pengeluaran pembantu.

Kami sangat menyadari, bahwa penyusunan Laporan Kinerja intansi Pemerintah (LKJIP) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukorjo tahun 2019 ini masih jauh dari kesempurnaan. Akhirnya kami berharap adanya masukan, kritik, saran, penambahan opini yang bersifat membangun demi sempurna penyusunan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu meridhoi langkah kita yang mulia ini. Amin.

(3)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 3 KATA PENGANTAR ………. i DAFTAR ISI ……… ii RINGKASAN EKSEKUTIF ……….. iv BAB. I PENDAHULUAN ……… 1

1.1 Tugas , Fungsi dan struktur organisasi...……….. 1

1.2 Susunan Organisasi...………. 1

1.3 Tugas dan Fungsi... 2

BAB. II RENCANA KINERJA... 12

2.1. Misi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo..……….……… 12

2.2 Visi Pembangunan Perindustrian dan Ketenagakerjaan... 13

2.3 Kebijakan………... 13

2.4 Program dan Kegiatan …... 14

2.5 Rencana Kinerja…... 18

2.5.1 Rencana Kinerja Perindustrian dan Ketenagakerjaan... 18

2.2.3 Rencana Kinerja Keuangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan 19 I. Urusan Ketenagakerjaan... 19

II. Urusan Pilihan Ketransmigrasian ……….………. 22

III. Urusan Pilihan Perindustrian……… IV. Program Pendukung……….. 23 25 BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA ……… 27

3.1 Evaluasi dan Analisis Kinerja Tahun 2017... 27

3.1.1 Capaian Indikator Kinerja Utama ………... A. A. Capaian Kinerja dalam rangka Pencapaian sasaran Strategis Tahun 2019 ……….. B. B. Analisis Capaian Kinerja dalam Rangka Pencapaian Sasaran Strategis antara Tahun 2018 dengan tahun 2019……….. C. C. Analisis Capaian Kinerja dalam Rangka Pencapaian Sasaran Strategis antara Tahun 2021 dengan tahun 2019……….. D. D. Analisis Keberhasilan/Kegagalan Atas Peningkatan/Penurunan Kinerja dan Solusi Permasalahan Yang dihadapi ……….. 27 27 28 29 30 3.1.2 Kinerja Keuangan ………... 31 a. I. Urusan Ketenagakerjaan……….. 32

(4)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 4

b. II.Urusan Pilihan Ketransmigrasian……… 37 c. III. Urusan Pilihan Perindustrian ……… 38 d. IV. Program Pendukung ……….

e. V. Pendapatan………... 41 42 BAB. IV PENUTUP ……… 41 Daftar Lampiran

(5)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 5

RINGKASAN EXCEKUTIVE

Susunan Organisasi dan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 236), Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sukoharjo (Berita Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 Nomor 50) dan Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 52 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah dan Badan Daerah Kabupaten Sukoharjo (Berita Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 Nomor 52), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Dalam melaksanakan pembangunan urusan perindustrian dan Tenaga Kerja ditahun 2019 dengan rencana sebagai berikut :

1. Mengurangi ketimpangan antar kelompok ekonomi masyarakat dengan sasaran strategis

(a) Terwujudnya pengembangan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat miskin indicator prosentase transmigran yang diberangkatkan sebesar 100 %; dan

(b) Meningkatnya kesempatan kerja dengan indicator Tingkat pengangguran terbuka sebesar 3.81% % dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 66,66 %

2. Mewujudkan akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan sasaran strategis Peningkatan pertumbuhan industri pengolahan dengan indicator Kontribusi PDRB industri pengolahan, makanan dan minuman sebesar 41.76 %.

Realisasi daripada pencapaian target tahun 2019 sebagai berikut:

1. Mengurangi ketimpangan antar kelompok ekonomi masyarakat dengan sasaran strategis :

(a) Terwujudnya pengembangan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat miskin indicator prosentase transmigran yang diberangkatkan sebesar 100 % terrealisasi 30 % atau target ter dengan kategori “Baik” atau Berhasil”Sangat

Kurang/Kurang/tidak berhasil karena pencapaian kinerj < 55%

karena direncanakan memberangkatkan < 10 KK, tahun 2019 mendapat alokasi 3 KK yang diberangkatkan untuk bertransmigrasi.

(6)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 6 (b) Meningkatnya kesempatan kerja dengan indicator Tingkat

Pengangguran Terbuka (TPT) target sebesar 3.81 % terrealisasi 3.4 % atau target tercapai 111.88 % untuk TPT propinsi Jawa Tengah sebesar 4.49 % berarti untuk Kabupaten Sukoharjo masih dibawah TPT propinsi Jawa Tengah dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dengan target 68.66 % terrealisasi 68.17 % atau sebesar 100,72% sedangkan untuk TPAK Propinsi Jawa Tengah sebesar 68.62 % dengan kategori “SANGAT BAIK” atau “SANGAT

BERHASIL” masuk dalam kriteria >100%.

2. Mewujudkan akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan sasaran strategis Peningkatan pertumbuhan industri pengolahan dengan indicator Kontribusi PDRB industri pengolahan, makanan dan minuman sebesar 41.76 % terrealisasi sebesar 38.80 % atau target terrealisasi sebesar 92.93 %. Untuk tingkat Propinsi Jawa Tengah kontribusi Industri pengolahan terhadap PDRB sebesar 33.88 % (data Triwulan III Tahun 2019) dengan kategori “BAIK” atau “BERHASIL” masuk dalam kriteria 75 % - 100%.

Selanjutnya melaksanakan keuangan dengan Di dalam pelaksanaan Belanja Langsung yang dijabarkan dalam program-program maupun kegiatan yang telah dilaksanakan dalam tahun anggaran 2019 terrealisasi sebesar 96.07 % (RP. 3.886.880.743,-) dari anggaran 2019 yang ditetapkan sebesar (Rp. 4.045.930.000,-) sisa Rp. 159.049.257,- atau sebesar 3.93 % , Hal tersebut disebabkan Karena :

1. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan;

2. Untuk efektif dan efisiensi anggaran.

Dalam memberikan sumbangan PAD bagi Kabupaten Sukoharjo, Mulai tahun anggaran 2017 Dinas Perindustraian dan Tenaga Kerja mendapatkan tugas untuk pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari penerimaan Negara bukan pajak yaitu pendapatan dari retribusi Ijin Perpanjangan memperkerjakan Tenaga Kerja Asing dimana di tahun 2017 di target sebesar Rp.1.200.000.000,- terrealisasi sebesar Rp. 2.055.311.000,- dan ditahun 2018 ditarget sebesar Rp. 1.200.000.000,- terrealisasi Rp. 1.704.826.100,- , tahun 2019 di target sebesar Rp.

1.400.000.000,-.terrealisasi Rp. 2.126.132.100,- (151.87%)

Penilaian kinerja dengan keberhasilan dari pelaksanaan urusan dengan melihat standart penilaian seperti tersebut table dibawah ini.

(7)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 7 Interval Pencapaian Program (%) Hasil Kualitatif Pencapaian Hasil Kualitatif Pencapaian Hasil Kualitatif Pencapaian Lebih dari 100

baik Sangat baik Sangat

berhasil

75 s/d  100 Sedang Baik Berhasil

55 s/d  55-74 Kurang atau Sedang atau Cukup berhasil x s/d  55 Sangat kurang Kurang Tidak berhasil

Apabila dilakukan penjumlahan secara menyeluruh dari sasaran/kebijaksanaan yang telah ditetapkan dalam 17 program 74 kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo Dalam melaksanakan urusan:

1. Ketenagakerjaan realisasi target keuangan 98.22 % penilaian kinerja (sedang;baik;berhasil);

2. Perindustrian realisasi target keuangan 99.07 % penilaian kinerja (sedang;baik;berhasil);

3. Ketransmigrasian realisasi target keuangan 66.85 % penilaian kinerja (kurang;sedang;cukup berhasil);

4. Program Pendukung 95.95 % penilaian kinerja

(sedang;baik;berhasil);

Capaian kinerja keuangan akumulatif urusan ketenagakerjaan, perindustrian , ketransmigrasian dan pendukung 96.07 %

Dengan demikian dapat pula disimpulkan, bahwa Kinerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 dalam melaksanakan seluruh kegiatan, program dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya menunjukkan Hasil Kualitatif ” Sedang atau Baik Atau Berhasil”. Hal ini berarti pula, bahwa kewenangan Otonomi Daerah

Kabupaten Sukoharjo dalam rangka pelaksanaan tugas Desentralisasi urusan Perindustrian Ketenagakerjaan, Ketransmigrasian dan perindustrian yang dibebankan kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo dinilai 96.07 % menunjukkan Sedang atau

(8)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 8 Kinerja pendapatan tahun anggaran 2019 Dinas Perindustraian dan Tenaga Kerja sebesar 151.87 %. Dengan kategori SANGAT BAIK atau

(9)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 9

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

Susunan Organisasi dan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 236), Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sukoharjo (Berita Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 Nomor 50) dan Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 52 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah dan Badan Daerah Kabupaten Sukoharjo (Berita Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 Nomor 52), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dengan susunan organisasi , tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

1.2 Susunan Organisasi

Susunan organisasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja terdiri dari :

a. Kepala. b. Sekretariat

1. Subbagian Perencanaan; 2. Subbagian Keuangan;dan

3. Subbagian Umum dan Kepegawaian c. Bidang terdiri dari 4 bidang antara lain :

1. Bidang Pengembangan Komoditas Industri, terdiri dari : 1. Seksi Industri Agro dan Hasil Hutan;

2. Seksi Industri Kimia, Logam, Mesin dan Elektronika; dan

3. Seksi Industri Tekstil dan Aneka.

4. Bidang Pengawasan, Promosi dan Industri Kreatif dan Standarisasi Industri, terdiri dari:

1. Seksi Informasi dan Pengawasan Industri; 2. Seksi Promosi dan Industri Kreatif; dan 3. Seksi Standarisasi dan Sertifikasi Industri.

(10)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 10 5. Bidang Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi, terdiri

dari:

1. Seksi Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja; 2. Seksi Pelatihan dan Produktifitas Kerja; dan

3. Seksi Transmigrasi.

4. Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, terdiri dari:

1. Seksi Kelembagaan Hubungan Industrial;

2. Seksi Penyelesaian Perselisihan Ketenagakerjaan dan Syarat Kerja; dan

3. Seksi Perumusan Pengupahan dan Kesejahteraan Pekerja.

(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas yaitu UPTD BLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja terdiri dari :

1. Kepala UPTD BLK 2. Kepala Tata Usaha

(3) Kelompok Jabatan fungsional terdiri dari : 1. Fungsional Instruktur Pelatihan Kerja;

2. Fungsional Mediator Persilisihan Hubungan Industrial (PHI);

3. Fungsional Antar Kerja; dan

4. Fungsional Penyuluh Perindustrian

1.3 Tugas dan Fungsi

Adapun tugas dan fungsi nya antara lain sebagai berikut : 1. Kepala Dinas

Tugas kepala Dinas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang perindustrian, tenaga kerja dan transmigrasi.

Fungsi Kepala Dinas:

a. perumusan kebijakan teknis di bidang perindustrian, tenaga kerja dan transmigrasi;

b. pelaksanaan kebijakan dibidang perindustrian, tenaga kerja dan transmigrasi;

c. pelaksanan evaluasi dan pelaporan di bidang perindustrian, tenaga kerja dan transmigrasi;

d. pelaksanaan administrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

e. pengendalian penyelenggaraan tugas Unit Pelaksana Teknis Dinas; dan

f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(11)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 11 2. Sekretariat

Tugas sekretaris melaksanakan perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian, pemantauan, evaluasi, pelaporan meliputi keuangan, hukum, informasi, kehumasan, keorganisasian dan ketatalaksanaan, pembinaan ketatausahaan, kearsipan, kerumahtanggaan, kepegawaian, pengelolaan dan penatausahaan aset, dan pelayanan administrasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

(1) Fungsi Sekretaris :

a. pengoordinasian penyusunan kebijakan, rencana, program, kegiatan, dan anggaran di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

b. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi keuangan, hukum, hubungan masyarakat, ketatausahaan, kearsipan, kerumahtanggaan, dan pelayanan administrasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

c. pengoordinasian, pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

d. pengoordinasian dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

e. pengoordinasian pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan pengelolaan informasi dan dokumentasi;

f. penyelenggaraan dan penatausahaan aset dan pelayanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

g. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;

h. pengelolaan kepegawaian di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja;

i. pengendalian pelaksanaan tugas UPTD; dan

j. pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan fungsinya.

2.1 Subbagian Perencanaan

Tugas Subbagian Perencanaan melaksanakan penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan di bidang perencanaan, data, informasi, dan program kerja di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

.

(12)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 12 Tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan di bidang pengelolaan keuangan di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

2.3. Subbagian Umum

Tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pembinaan ketatausahaan, hukum, kehumasan, keorganisasian dan ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, kearsipan, kepegawaian, pengelolaan dan penatausahaan aset dan pelayanan administrasi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

3. Bidang Pengembangan Komoditas Industri

Tugas Bidang Pengembangan Komoditas Industri yaitu perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, fasilitasi penyediaan sumber pembiayaan dan pengembangan sentra industri.

Bidang Pengembangan Komoditas Industri mempunyai fungsi: b. penyiapan koordinasi, fasilitasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, evaluasi serta pelaporan pelaksanaan di bidang pengembangan Komoditas industri; c. perumusan petunjuk teknis pengembangan komoditas

industri;

d. pembinaan kegiatan bidang pengembangan komoditas industri;

e. pemantauan dan pengendalian serta pelaporan kegiatan bidang Pengembangan Komoditas Industri; dan

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan terkait dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pengembangan Komoditas Industri dibantu 3 (tiga) seksi

3.1 Seksi Industri Agro dan Hasil Hutan

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, fasilitasi akses pembiayaan dan pengembangan sentra industri, kemitraan antara pelaku usaha, fasilitasi pendampingan pelaku usaha industri agro dan Hasil hutan.

(13)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 13 3.2 Seksi Industri Kimia, Logam, Mesin dan Elektronika

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, fasilitasi akses pembiayaan dan pengembangan sentra industri, kemitraan antara pelaku usaha, fasilitasi pendampingan pelaku usaha industri kimia, logam, mesin dan elektronika.

3.2 Seksi Industri Tekstil dan Aneka

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengembangan sumberdaya manusia, pengembangan dan pemanfaatan teknologi industri, fasilitasi akses pembiayaan dan pengembangan sentra industri, kemitraan antara pelaku usaha, fasilitasi pendampingan pelaku usaha industri tekstil, dan aneka.

4. Bidang Pengawasan, Promosi dan Industri Kreatif, dan Standarisasi Industri

tugas perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pendataan industri, pengembangan sistem informasi industri, pemberian rekomendasi penerbitan perizinan bagi industri, pengawasan industri, promosi dan pengembangan kreatifitas inovasi industri, pengembangan standarisasi dan sertifikasi industri.

fungsi Bidang Pengawasan, Promosi dan Industri Kreatif, dan Standarisasi Industri

perumusan petunjuk teknis di bidang bidang pengawasan, promosi, dan standarisasi industri

a. pengoordinasian dan fasilitasi kegiatan bidang pengawasan, promosi, dan standarisasi industri;

b. pengendalian dan pemantauan kegiatan bidang pengawasan, promosi, dan standarisasi industri;

c. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang pengawasan, promosi, dan standarisasi industri; dan d. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan

terkait dengan tugas dan fungsinya.

4.1 Seksi Informasi dan Pengawasan Industri

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengelolaan informasi Industri, pemetaan potensi industri, pengawasan industri, pemberian rekomendasi penerbitan perizinan bagi industri, pengawasan industri, monitoring terhadap penerbitan Ijin Usaha Industri (IUI), Ijin Perluasan Usaha industri (IPUI) Kecil dan Menengah.

(14)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 14 4.2 Seksi Promosi dan Industri Kreatif,

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengembangan promosi industri, pengembangan kreatifitas inovasi industri, pembinaan pelaku usaha ekonomi kreatif, fasilitasi kemitraan pelaku industri kreatif dengan pelaku usaha lainnya.

4.3 Seksi Standarisasi dan Sertifikasi Industri,

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi fasilitasi pembinaan mutu dan standardisasi usaha dan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pelaku Usaha.

5. Bidang Penempatan, Pelatihan Kerja dan Transmigrasi

Tugas perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pelaksanaan pelatihan kerja berdasarkan uji kompetensi, pembinaan lembaga pelatihan kerja swasta, perizinan dan pendaftaran lembaga pelatihan kerja, konsultansi produktivitas pada perusahaan kecil, pengukuran produktifitas tingkat daerah, pelayanan antar kerja, penerbitan izin lembaga penempatan tenaga kerja swasta, pengelolaan informasi pasar kerja, perlindungan TKI di luar negeri, penerbitan perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), pengiriman calon transmigran.

Bidang Penempatan, Pelatihan Kerja dan Transmigrasimempunyai tugas dan fungsi

a. perumusan petunjuk teknis di bidang penempatan pelatihan kerja dan transmigrasi;

b. pengoordinasian dan fasilitasi kegiatan penempatan pelatihan kerja dan transmigrasi;

c. pengendalian dan pemantauan kegiatan penempatan pelatihan kerja dan transmigrasi;

d. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penempatan pelatihan kerja dan transmigrasi; dan

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan terkait dengan tugas dan fungsinya.

5.1 Seksi Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja

yang mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pelayanan antar kerja, penempatan tenaga kerja melalui mekanisme antar kerja local/AKL, Antar Kerja Daerah/AKAD dan Antar Kerja Antar Negara/AKAN, pengelolaan informasi pasar kerja dan bursa kerja, pelaksanaan penyuluhan dan Bimbingan Jabtan (PBJ),

(15)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 15 penerbitan rekomendasi izin pendirian Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta dan Izin bursa kerja khusus/BKK, penerbitan perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing, pelaksanaan kegiatan padat karya, tenaga kerja mandiri, teknologi tepat guna dan pelatihan kewirausahaan.

5.2 Seksi Pelatihan dan Produktivitas Kerja

Mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi penerbitan izin dan pendaftaran Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, pembinaan dan monitoring pelaksanaan pelatihan di Lembaga pelatihan kerja swasta, pembinaan pelaksanaan pelatihan tenaga kerja berdasarkan uji kompetensi, penyelenggaraan pelatihan produktivitas kerja pada karyawan perusahaan, pengukuran produktivitas kerja tingkat daerah, penyiapan peserta pemagangan.

5.3 Seksi Transmigrasi

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi integrasi dan sinkronisasi program transmigrasi, perintisan kerjasama ke daerah tujuan penempatan transmigran, publikasi/informasi masalah ketransmigrasian kepada masyarakat, penyuluhan dan pelatihan bidang ketransmigrasian, dan pemberangkatan calon transmigran.

6. Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial

Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan konsep dan pelaksanaan kebijakan, pengoordinasian, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pengesahan peraturan perusahaan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama untuk perusahaan yang Hektarnya beroperasi dalam satu Daerah, pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan syarat kerja, mogok kerja dan penutupan perusahan, perumusan pengupahan dan kesejahteraan pekerja, pendataan dan pengolahan data perusahaan, organisasi pengusaha dan organisasi pekerja, pendataan, penelitian dan pemberian rekomendasi izin outsourching, pembinaan dan pemantauan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), penelitian dan pencatatan serikat pekerja, penelitian dan pengesahan Peraturan Perusahaan (PP), penelitian dan pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB); pemberdayaan dan pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit dan Tripartit.

Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial mempunyai fungsi :

a. perumusan petunjuk teknis di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial;

b. pengoordinasian dan fasilitasi kegiatan hubungan industrial dan jaminan social;

(16)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 16 b. pengendalian dan pemantauan kegiatan hubungan industrial

dan jaminan social;

c. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan hubungan industrial dan jaminan social; dan

d. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan terkait dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial terdiri dari 3 seksi yaitu :

1. Seksi Kelembagaan Hubungan

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi pembinaan hubungan industrial, penelitian dan pencatatan serikat pekerja/serikat buruh, dan pendataan jumlah perusahaan serta penelitian dan pemberian ijin outsourching, pembinaan lembaga kerjasama Bipartit dan lembaga kerjasama Tripartit.

2. Seksi Penyelesaian Perselisihan Ketenagakerjaan dan Syarat Kerja

mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi inventarisasi permasalahan ketenagakerjaan, pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan syarat kerja, mogok kerja dan penutupan perusahan, penelitian dan pengesahan peraturan perusahaan, penelitian dan pendaftaran perjanjian kerja bersama, pembinaan dan pemantauan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dan pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

3. Seksi Perumusan Pengupahan dan Kesejahteraan Pekerja mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan yang meliputi merumuskan pengupahan pekerja dan penyusunan program peningkatan kesejahteraan dan jaminan sosial tenaga kerja.

7. UPTD BLK

Kepala UPTD BLK mempunyai tugas melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis urusan pelatihan kerja mempunyai fungsi:

a. penyiapan bahan, sarana dan prasarana pelatihan kerja; b. melaksanakan pengumuman, pendaftaran, seleksi dan

penentuan calon peserta pelatihan;

c. penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja; dan

d. penyebarluasan informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat.

Kepala UPTD BLK dibantu Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan administrasi umum, perencanaan, organisasi dan ketatalaksanaan, keuangan,

(17)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 17 administrasi kepegawaian, kerjasama, hubungan masyarakat, barang milik daerah, kearsipan, dan kerumahtanggaan Balai Latihan Kerja

8. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Jabatan Fungsional yang ada pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja terdiri dari :

1. Fungsional Instruktur Pelatihan Kerja;

2. Fungsional Mediator Persilisihan Hubungan Industrial (PHI); 3. Fungsional Antar Kerja; dan

4. Fungsional Penyuluh Perindustrian

Melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(18)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 18

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA KABUPATEN SUKOHARJO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KEPALA

SUBBAG PERENCANAAN SEKSI INDUSTRI KIMIA, LOGAM, MESIN DAN ELEKTRONIKA SEKSI INDUSTRI AGRO DAN HASIL HUTAN BIDANG PENGAWASAN, PROMOSI DAN INDUSTRI KREATIF DAN STANDARISASI INDUSTRI BIDANG PENGEMBANGAN KOMODITAS INDUSTRI SEKRETARIAT BIDANG PENEMPATAN, PELATIHAN DAN TRANSMIGRASI SUBBAG KEUANGAN BIDANG HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN JAMINAN SOSIAL SEKSI INDUSTRI TEKSTIL DAN ANEKA SEKSI PROMOSI DAN INDUSTRI KREATIF SEKSI INFORMASI DAN PENGAWASAN INDUSTRI SEKSI PELATIHAN DAN PRODUKTIFITAS KERJA SEKSI PENEMPATAN DAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA SEKSI PENYELESAIAN PERSELISIHAN KETENAGAKERJAAN DAN SYARAT KERJA

SEKSI KELEMBAGAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL SUBBAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN UPTD UPTD LAMPIRAN XIX

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 12 TAHUN 2016 SEKSI STANDARISASI DAN SERTIFIKASI INDUSTRI SEKSI TRANSMIGRASI SEKSI PERUMUSAN PENGUPAHAN DAN KESEJAHTERAAN PEKERJA

(19)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 19

2.2. Sumber Daya Aparatur Pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja

Sumber daya Aparatur Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo dapat terlihat dalam Tabel di bawah ini .

N0 Jabatan Pendidikan SD SLTP SLTA Diplo ma S1 S2 1 Kepala Dinas 1 2 Sekretaris 1 a. Subbagian Perencanaan 1 Staf 1 b. Subbagian Keuangan 1 Staf 2

c. Subbagian Umum dan Kepegawaian 1

Staf 1 1 2

3 Bidang Pengembangan Komoditas Industri 1

a. Seksi Industri Agro dan Hasil Hutan 1

Staf 1

b. Seksi Industri Kimia, Logam, Mesin dan

Elektronika 1

Staf 1

c. Seksi Industri Tekstil dan Aneka 1

Staf 1 1 1

4 Bidang Pengawasan, Promosi dan Industri

Kreatif dan Standarisasi Industri 1

a. Seksi Informasi dan Pengawasan Industri 1

Staf 1

b. Seksi Promosi dan Industri Kreatif

Staf 1

c. Seksi Standarisasi dan Sertifikasi Industri 1 Staf

5 Bidang Penempatan, Pelatihan dan

Transmigrasi 1

a. Seksi Penempatan dan Perluasan

Kesempatan Kerja 1

Staf 1

b. Seksi Pelatihan dan Produktifitas Kerja 1

Staf 1

c. Seksi Transmigrasi 1

Staf 1

6 Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan

Sosial 1

a. Seksi Kelembagaan Hubungan Industrial 1

Staf 1

b. Seksi Penyelesaian Perselisihan

Ketenagakerjaan dan Syarat Kerja 1

Staf 2

c. .Seksi Perumusan Pengupahan dan

Kesejahteraan Pekerja 1

Staf 1

7. Kepala UPTD BLK 1

Kepala Tata Usaha 1

Staf 1 1

Fungsional Instruktur Pelatihan Kerja 1 1 1

(20)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 20

BAB II

RENCANA KINERJA

Visi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo ini diharapkan akan mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Visi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo tersebut harus dapat diukur keberhasilannya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan, makna yang terkandung dalam Visi “TERUS MEMBANGUN SUKOHARJO YANG

LEBIH SEJAHTERA, MAJU, DAN BERMARTABAT DIDUKUNG PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL”tersebut dijabarkan sebagai

berikut:

SEJAHTERA:

Mengandung makna dalam lima tahun ke depan akan terjadi semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat, yang diindikasikan dengan meningkatnya pendapatan perkapita penduduk yang berdampak pula pada menurunnya angka kemiskinan, serta peningkatan keterjangkauan pelayanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar

MAJU :

Mengandung Makna Kondisi pembangunan daerah yang dilandasi keinginan bersama untuk mewujudkan masa depan ekonomi, sosial dan lingkungan fisik yang lebih baik, didukung sumberdaya manusia yang unggul, profesional, berperadaban tinggi, berdaya saing, berakhlak mulia serta berwawasan ke depan;

BERMARTABAT :

Mengandung makna kondisi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yang bertumpu pada nilai-nilai budi pekerti dan budaya yang luhur, mengedepankan etika, moral, maupun norma agama masyarakat;

PROFESIONAL :

Mengandung Makna bahwa Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (Partisipatif, Akuntable, Transparan dan Efisien) dan bersih (bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

2.1 MISI Pemerintah Kabupaten Sukoharjo

Guna mendukung pencapaian Visi ke 2 dan ke 3 yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016-2021 yaitu :

(Misi ke 2)

Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia dan Masyarakat.

(21)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 21

(Misi Ke 3)

Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah dengan Menggerakkan Sektor Unggulan Daerah

− Mewujudkan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam kurun waktu 2016-2021 harus bisa : 1. Mengurangi angka pengangguran;

2. Meningkatkan kualitas tenaga kerja dan calon tenaga kerja; 3. Menekan / mengurangi kasus perselisihan Hubungan Industrial; 4. Mengoptimalkan pengembangan Industri Kecil dan Menengah; 5. Membangun system Informasi Manajemen Perindustrian;

6. Mengoptimalkan pengembangan Industri Agro dan Industri Kreatif.

2.2 Visi Pembangunan Perindustrian dan Ketenagakerjaan

Dalam ranga mencapai Visi ke 1 dan ke 2 ( sejahtera dan Maju) maka Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dalam rangka mendukung pencapaian visi dimaksud arah kebijakan pembangunan yang diambil sesuai amanah RPJMD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016-2021 yaitu dengan :

1. Penguatan Birokrasi,:

2. Peningkatan kualias Sumber Daya Manusia sesuai kebutuhan Pasar; 3, Peningkatan kualitas industry dan mengembangkan industry kreatif.

2.3 KEBIJAKAN

Kebijakan pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan dan perindustrian dituangkan dalam tujuan, sasaran dan strategi yang dimuat dalam RKPD 2029 antara lain :

1 Tujuan RKPD

Tujuan RKPD Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja mengacu pada RPJMD Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yaitu :

1. Mewujudkanpenyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas; 2. Meningkatnya Kesempatan Kerja;

3. Mengurangi Ketimpangan Antar Kelompok Ekonomi Masyarakat ; 4. Mewujudkan akselerasi pertumbuhan ekonomi.

2 sasaran RKPD :

1. Mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka; 2. Meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja; 3. Akselerasi Pertumbuhan Industri.

3 strategi RKPD :

1. Peningkatan Penduduk bekerja dan berwirausaha; 2. Peningkatan penduduk bekerja; dan

3. Meningkatkan kinerja IKM baik dalam kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan.

(22)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 22 1. Mendorong penciptaan investasi yang padat karya/padat pekerja; 2. Peningkatan Penduduk bekerja ; dan

3. Peningkatan kualitas industri dan mengembangan industri kreatif yang selanjutnya Tujuan, sasaran,strategi dan kebijakan tersebut

dijabarkan pada tugas fungsi Dinas Perindustrian yang dituangkan dalam program kegiatan.

2.4 PROGRAM DAN KEGIATAN:

Program merupakan penjabaran rinci tentang langkah-langkah yang hendak/akan diambil dalam menjabarkan kebijaksanaan tahun 2016-2021 . Program kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut :

2.4.1 Program Pendukung Dinas Perindustraian dan Tenaga Kerja

Program umum (program Rutin) yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja meliputi :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur;

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur;

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan;

6. Program Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah;dan 7. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan

Daerah.

2.4.2 Program Utama Yang Terkait Dengan Pelaksanan Tugas dan Fungsi Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja dan

Ketransmigrasian

Program yang menyangkut Tugas dan Fungsi Dinas Perindustrian Tenaga Kerja dan Ketransmigrasian yang akan dilaksanakan ditahun 2019 meliputi urusan Perindustrian, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang dijabarkan dalam program program sebagai berikut :

1. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

2. Program Peningkatan kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja; 3. Program Peningkatan Kesempatan Kerja;

4. Program Transmigrasi Regional;

5. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan; dan

6. Program Perencanaan Tenaga Kerja.

7. Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi. 8. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah. 9. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 10. Program Pengembangan Sentra Industri Potensial, dan

(23)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 23 Tahun 2019 direncanakan akan melaksanakan 18 Program dan 76

kegiatan antara lain sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat

2. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

4. Penyediaan Alat Tulis Kantor

5. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

6. Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerangan Bangunan Kantor

7. Penyediaan Jasa dan peralatan Rumah Tangga

8. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan 9. Penyediaan Makanan dan Minuman

10. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

1. Pengadaan Kendaraan Dinas/ Operasional 2. Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 3. Pengadaan Peralatan Gedung Kantor 4. Pengadaan Meubeluer

5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

6. Pemeliharaan Rutin Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 7. Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan Gedung Kantor 8. Pemeliharaan Rutin/ Berkala Peralatan Gedung Kantor 9. Rehabilitasi Sedang/ Berat Gedung kantor

3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

1. Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya 2. Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

1. Study Banding

2. Penilaian Angka Kredit Tenaga Fungsional

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

1. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

2. Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran

(24)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 24 4. Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun

4. Program Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

1. Penyelenggaraan Forum SKPD 2. Penyusunan Dokumen Perencanaan

5. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

1. Peningkatan Kerjasama antar Wilayah, antar Pelaku dan antar Sektor dalam Rangka Pengembangan Kawasan Transmigrasi 2. Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan serta Penempatan

Transmigrasi untuk Memenuhi Kebutuhan SDM 3. Pendataan Calon Transmigran dan Kaum Boro

6. Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi

1. Pengembangan Kapasiatas Pranata Pengukuran, Standarisasi, Pengujian dan Kualitas

2. Pengembangan Sistem Inovasi Teknologi Industri

7. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

1. Penyusunan Database Tenaga Kerja Daerah

2. Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Keterampilan bagi Pencari Kerja

3. Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kepelatihan dan Instruktur BLK

4. Pengadaan Bahan dan Materi Pendidikan dan Keterampilan Kerja 5. Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja

6. Pemeliharaan Rutin/ Berkala Sarana dan Prasarana BLK 7. Rehabilitasi Sedang/ Berat Sarana dan Prasarana BLK 8. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

8. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

1. Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya

2. Pembinaan Industri Kecil dan Menengah dalam Memperkuat Jaringan Klaster Industri

3. Pemberian Fasilitas Kemudahan Akses Perbankan bagi Industri Kecil dan Mmenengah

4. Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Industri Mikrokecil dan Menengah dengan Swasta

5. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

9. Program Peningkatan Kesempatan Kerja

1. Penyusunan Informasi Bursa Tenaga Kerja 2. Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja 3. Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan

4. Penyiapan Tenaga Kerja Siap Pakai

(25)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 25 Kewirausahaan

6. Pelatihan Peningkatan Pemahaman Pengguna TKA pada Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku

7. Peningkatan Kualitas SDM di LPK

10. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

1. Peningkatan Manajemen Aset Barang Daerah

11. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri

1. Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri

2. Pengembangan dan pelayanan Teknologi Industri

3. Perluasan Penerapan SNI untuk Mendorong Daya Saing Industri Manufaktur

4. Pengawasan terhadap Keamanan dan Keselamatan Alat Produksi serta Proses Produksi Industri

12. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

1. Pengendalian dan Pembinaan Lembaga Penyalur Tenaga Kerja 2. Fasilitasi Penyelesaian Prosedur Pemberian Penyelesaian

Perselisihan Hubungan Industrial

3. Fasilitasi Penyelesaian Prosedur Pemberian Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

4. Sosialisasi Berbagai Peraturan Pelaksanaan tentang Ketenagakerjaan

5. Pemantauan Kinerja Lembaga Penyalur Tenaga Kerja

6. Pembinaan Persyaratan Kerja dan Kesejahteraan Tenaga kerja 7. Pemberdayaan Lembaga Kerja Sama Tripartit

8. Pembinaan Sistem Pengupahan

9. Pembinaan dan Verifikasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh

13. Program Perencanaan Tenaga Kerja

1. Perencanaan Ketenagakerjaan

14. Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial

1. Melaksanakan Pendampingan bagi Kelompok Usaha Industri Kecil di Sentra Industri Kecil

2. Pelatihan Bisnis dan Manajemen terhadap Pelaku Industri Kreatif 3. Fasilitasi Permodalan terhadap Pelaku Industri Kreatif

4. Pengembangan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM)

15. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan

(26)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 26

1.5 Rencana Kinerja

1.5.1 Rencana Kinerja Perindustrian dan Ketenagakerjaan

2016 2017 2018 Target 2 7 Peningkata n Kesempata n Kerja 13 . Meningkatnya kesempatan kerja 26. Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT ) 4.33% 2.27% 2.78% 3.81% data sakernas Pengangguran 19,622 10,437 13,114 18,425 Angk. Kerja 453,170 460,717 471,973 483,837 Tingkat Partisipasi angkatan Kerja ( TPAK ) 66.08% 67.29% 68.18% 68.66% Penduduk Angkatan Kerja 453,170 460,717 474,698 483,837 Penduduk Usia Kerja 685,769 684,624 696,262 704,660 Mewujudka n akselerasi pertumbuh an ekonomi 24 . Akselerasi Pertumbuhan Industri 43. Kontribusi PDRB industri pengolahan, makanan dan minuman 38.83% 39.08% 39.13% 41.76% Industri pengolahan 10,368,908.70 11,380,047.78 12,408,833.47 10,982,976 Total 26,700,716.80 29,119,606.98 31,715,414.17 26,302,085 3 4 5

Data capaian Tahun

PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2016-2018 DAN RENCANA KINERJA 2019 DINAS PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA

KABUPATEN SUKOHARJO

TUJUAN Sasaran Strategis Indikator Kinerja

RENCANA 2019

Misi yang diemban Dinas perindustrian dan Tenaga Kerja yaitu Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan tujuan

1.Mengurangi ketimpangan antar kelompok ekonomi masyarakat dengan sasaran strategis

(a) Terwujudnya pengembangan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat miskin indicator prosentase transmigran yang diberangkatkan sebesar 100 % dan

(b) Meningkatnya kesempatan kerja dengan indicator Tingkat pengangguran terbuka sebesar 3.81% % dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 66,66 %

2. Mewujudkan akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan sasaran strategis Peningkatan pertumbuhan industri pengolahan dengan

(27)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 27 indicator Kontribusi PDRB industri pengolahan, makanan dan minuman sebesar 41.76 %.

1.5.2 Rencana Kinerja Keuangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan

Rencana kinerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 antara lain sebagai berikut :

I. Urusan Ketenagakerjaan

Urusan ketenagakerjaan dijabarkan pada 4 Program 26 kegiatan dengan pagu Rp. 1.453.930.000,-antara lain :

1.1 Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja

dengan pagu anggaran sebesar Rp. 749.930.000,-,dijabarkan dalam 8 kegiatan antara lain :

1. Kegiatan Penyusunan Data Base tenaga Kerja , dengan alokasi sebesar Rp 38.000.000,00 keluaran berupa Buku Data base ketenagakerjaan sejumlah 4 buku dan dengan hasil tersedianya data ketenagakerjaan dengan hasil terlaksananya Penyusunan Data Base tenaga Kerja tingkat pencapaian target 100 %.

2. Kegiatan Pengadaan peralatan pendidikan dan pelatihan

bagi pencari kerja , dengan alokasi sebesar Rp 42.680.000,00 keluaran berupa : pengadaan peralatan

pendidikan dan ketrampilan kejuruan otomotif sepeda motor (Rail House 5 buah dan selang kompresor 15 meter), otomotif kendaraan ringan (railhouse 5 buah, selang 15 meter, nosele tester diesel 1 unit, air duster 5 buah, tranning light diesel 1 unit) dan peralatan las ( skator gas 1 unit, oven elektroda 1 unit , mesin cutting 1 unit) dengan hasil terlaksananya Pengadaan peralatan pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja tingkat pencapaian target 100 %.

3. Kegiatan peningkatan profesionalisme tenaga kepelatihan

dan intruskur BLK , dengan alokasi sebesar Rp 90.000.000,00 keluaran berupa : Peningkatan SDM

bagi instruktur 5 orang dan outbond management traning 1 paket dengan hasil Terlaksananya peningkatan profesionalisme tenaga kepelatihan dan instruktur BLK tingkat pencapaian target 100 %.

4. Kegiatan Pengadaan Bahan dan Materi pendidikan dan ketrampilan bagi pencari kerja dengan alokasi sebesar Rp. 100.000.000,00 dengan hasil berupa tercapainya

(28)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 28 kebutuhan bahan dan materi 10 Paket pendidikan dan ketrampilan kerja dengan hasil terlaksananya pengadaan bahan dan materi pendidikan dan ketrampilan kerja dengan tingkat pencapaian target 100%.

5. Kegiatan Pendidikan dan ketrampilan bagi pencari kerja dengan alokasi sebesar Rp.274.000.000.00 dengan hasil berupa calon pencari kerja yang siap pakai dan wira usaha baru untuk memasuki pasar kerja, sejumlah siswa terdidik dengan target 160 siswa, denganhasil terlaksananya pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja dengan tingkat pencapaian target 100 % .

6. Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana BLK dengan alokasi sebesar Rp. 10.000.000,- dengan keluaran terpeliharanya mesin obras besar 2 buah, mesin jahit haigh speed10 buah, PC 4 buah, Printer Laser jet 2 buah dan Mesin Praktek standing 5 buah dan peralatan rumah tangga 2 unitdengan hasil berupa Trrlaksananya pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana BLK pendidikan dan pelatihan , dengan tingkat pencapaian target 100 %.

7. Kegiatan Rehabilitasi sedang/berat sarana dan prasarana BLK dengan alokasi sebesar Rp. 180.000.000,- dengan keluaran terlaksananya Renovasi parkir mobil, ruang TU, Ruang instruktur, penyiapan lokasi pelatihan untuk mobil traner 1 paket dengan hasil berupa Terlaksananya Rehabiliotasi sedang/berat sarana dan prasarana BLK , dengan tingkat pencapaian target 100 %.

8. Kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan dengan alokasi sebesar Rp. 15.000.000.00 dengan keluaran laporan monev 12 bulan , hasil berupa Terlaksananya monev pelaksanaan program dan kegiatan, , dengan tingkat pencapaian target 100 %.

1.2 Program Peningkatan Kesempatan Kerja

Program ini dijabarkan dalam 8 kegiatan dengan pagu anggaran sebesar RP. 353.000.000,- antara lain :

1. Kegiatan Penyusunan Informasi Bursa Kerja dengan alokasi sebesar Rp.94.000.000,00 dengan keluaran lowongan kerja, AKL, AKAD dan AKAN sejumlah 3.000 lowongan , dengan hasil Terlaksananya Penyusunan Informasi Bursa Kerja tingkat pencapaian target 100 %.

2. Kegiatan Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja dengan alokasi sebesar Rp. 45.000.000,00 dengan keluaran penempatan tenaga kerja sejumlah 2.000 orang, dengan hasil terlaksananya Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja dengan tingkat pencapaian target 100 %.

3. Kegiatan Kerjasama Pendidikan dan pelatihan dengan alokasi sebesar Rp. 65.000.000,00 dengan keluaran Terlaksannya sosialisasi tentang Calon tenaga kerja

(29)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 29 magang jepang siap mengikuti seleksi magang sejumlah 50 Orang. dan hasil terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja sesuai pasar kerja , dengan hasil Kerjasama Pendidikan dan pelatihan dengan tingkat pencapaian target 100 %.

4. Kegiatan Penyiapan Tenaga kerja Siap pakai dengan alokasi sebesar Rp. 20.000.000,00 dengan keluaran peserta pelatihan sejumlah 50 Orang. dan , dengan hasil terlaksananya Penyiapan Tenaga kerja Siap pakai dengan tingkat pencapaian target 100 %.

5. Kegiatan Pengembangan kelembagaan produktifitas dan

pelatihan kewirausahaan dengan alokasi sebesar Rp. 80.000.000,00 dengan keluaran peserta pelatihan untuk

80 orang , dengan hasil terlaksananya Pengembangan kelembagaan produktifitas dan pelatihan kewirausahaan terciptanya calon wirausaha baru, dengan tingkat pencapaian target 50 %.

6. Kegiatan Peningkatan kwalitas SDM di LPK dengan alokasi sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran peserta pelatihan untuk 20 orang , dengan hasil terlaksananya Peningkatan kwalitas SDM di LPK, dengan tingkat pencapaian target 20 %.

7. Kegiatan Pengendalian penggunaan TKA dengan alokasi sebesar Rp. 24.000.000,00 dengan keluaran Terlaksananya pemantauan penggunaan TKA di 20 perushaan , dengan hasil terlaksananya Pengendalian penggunaan TKA, dengan tingkat pencapaian target 20 %. 8. Kegiatan Peningkatan kualitas SDM di LPK dengan alokasi

sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran Terlaksananya Peningkatan kualitas SDM di LPK sejumlah 25 peserta , dengan hasil terlaksananya Peningkatan kualitas SDM di LPK, dengan tingkat pencapaian target 20 %.

1.3 Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

Dengan pagu anggaran sebesar Rp. 329.000.000,- Program ini dijabarkan dalam 9 kegiatan antara lain :

1. Kegiatan Pengendalian dan Pembinaan Lembaga Penyalur Tenaga Kerja dengan alokasi sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran LPTK terbina sejumlah 15 lembaga, dengan hasil teralaksananya Pengendalian dan Pembinaan Lembaga Penyalur Tenaga Kerja tingkat pencapaian target 100 %.

2. Kegiatan Fasilitasi penyelesaian prosedur pemberian penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan alokasi sebesar Rp. 13.000.000,00 dengan keluaran kasus PHI yang dicatat sejuimlah 15 kasus , hasil Terlaksananya Fasilitasi penyelesaian prosedur pemberian penyelesaian perselisihan hubungan industrial , dengan tingkat pencapaian target 100 %.

(30)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 30 perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan alokasi sebesar Rp. 20.000.000,00 dengan keluaran Pekerja/Buruh yang menjadi peserta jamsostek aktif sebesar 75 % dengan hasil Terlaksananya Fasilitasi penyelesaian prosedur pemberian perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan 100 %.

4. Kegiatan Sosialisasi berbagai peraturan Pelaksanaaan

tentang ketenagakerjaan dengan alokasi sebesar Rp. 15.000.000,- dengan dengan keluaran Peserta

sosialisasi sejumlah 120 Peserta dan hasil Sosialisasi berbagai peraturan Pelaksanaaan tentang ketenagakerjaan sebesar 100 % .

5. Kegiatan Pemantauan kinerja lembaga penyalur tenaga kerja dengan alokasi sebesar Rp.8.000.000,00 dengan keluaran Terlaksananya pembinaan dan pengawasan TKA di 16 perushaan dengan hasil terlaksananya Pemantauan kinerja lembaga penyalur tenaga kerja dengan pencapaian target 100 %

6. Kegiatan Pembinaan peresyaratan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja dengan alokasi sebesar Rp.9.000.000,00 dengan keluaran perushaan terbina sejumlah 30 perushaan dengan hasil terlaksananya Pembinaan peresyaratan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja dengan pencapaian target 90 %

7. Kegiatan pemberdayaan lembaga kerja sama Tripartit dengan alokasi sebesar Rp.202.000.000,00 dengan keluaran peserta pembinaan sejumlah 40 peserta dan terselenggaranya may day 1 kali, dengan hasil terlaksananya pemberdayaan lembaga kerja sama Tripartit dengan pencapaian target 100 %

8. Kegiatan Pembinaan Sistem Pengupahan dengan alokasi sebesar Rp.32.000.000,00 dengan keluaran 1 dokumen usulan UMK, dengan hasil terlaksananya Pembinaan Sistem Pengupahan dengan pencapaian target 100 %

9. Kegiatan Pembinaan dan verifikasi Serikat Buruh/Serikat Pekerja dengan alokasi sebesar Rp.20.000.000,00 dengan keluaran SB/SP Terverifikasi sejumlah 50 SB/SP, dengan hasil Pembinaan dan verifikasi Serikat Buruh/Serikat Pekerja dengan pencapaian target 100 %

1.4. Program Perencanaan Tenaga Kerja

Program ini dilaksanakan dalam satu kegiatan yaitu kegiatan Perencanaan ketenagakerjaan dengan alokasi sebesar Rp. 22.000.000,00 dengan keluaran terlaksananya penyempurnaan RTK 2017-2021 sejumlah 1 dokumen dengan hasil Terlaksananya Penyusunan Perencanaan ketenagakerjaan dengan pencapaian target 100 %.

II. Urusan Pilihan (Ketransmigrasian)

Urusan ketransmigrasian dijabarkan dalam 1 program dengan pagu Rp. 190.500.000,- yaitu :

2.1 Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

Program ini dialokasikan sebesar Rp. 190.500.000,- dijabarkan dalam 3 kegiatan, antara lain :

1. Kegiatan Peningkatan kerja sama antar wilayah antar pelaku dan antar sektor dalam rangka pengembangan kawasan

(31)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 31 Rp. 44.500.000,- dengan Keluaran MOU kerjasama penempatan Transmigran sejumlah 10 KK dengan hasil berupa terlaksanananya Peningkatan kerja sama antar wilayah antar pelaku dan antar sektor dalam rangka pengembangan kawasan transmigrasi 100 % .

2. Pengerahan dan fasilitasi perpindahan serta penempatan transmigrasi untuk memenuhi kebutuhan SDM dengan alokasi sebesar Rp. 131.000.000,00 dengan keluaran berupa calon transmigrasi yang diberangkatkan sebanyak 10 KK dan hasil berupa terlaksananya Pengerahan dan fasilitasi perpindahan serta penempatan transmigrasi untuk memenuhi kebutuhan SDM , dengan tingkat pencapaian target 100 % 3. Pendataan calon transmigrasi dan kaum boro dengan

alokasi sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran terlaksananya monitoring pelaksanaan transmigrasi dan kaum boro di 2 lokasi, dengan hasil terlaksananya Pendataan calon transmigrasi dan kaum boro dengan tingkat pencapaian target 100 %.

III. Urusan Perindustrian

Urusan perinduistrian dijabarkan dalam 4 Program 18 Kegiatan dengan pagu Rp. 873.500.000,- antara lain :

3.1 Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi

Program ini dijabarkan dalam 2 Kegiatan dengan pagu Rp. 90.000.000,-, antara lain :

1. Kegiatan Pengembangan Kapasiatas Pranata Pengukuran, Standarisasi, Pengujian dan Kualitas dengan alokasi dana sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran fasilitasi Hak merk sejumlah 20 produk dengan hasil Terlaksananya Pengembangan Kapasiatas Pranata Pengukuran, Standarisasi , dengan tingkat pencapaian target 20 %

2. Kegiatan Pengembangan Sistem Inovasi Teknologi Industri dengan alokasi dana sebesar Rp. 75.000.000,00 dengan keluaran

terselenggaranya pelatihan inovasi produk industry kreatif bagi 90 peserta dengan hasil Terlaksananya Pengembangan Kapasiatas Pranata Pengukuran, Standarisasi , dengan tingkat pencapaian target 20 %.

(32)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 32

3.2 Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah

Program ini dijabarkan dalam 7 kegiatan dengan pagu Rp. 576.000.000,- , antara lain :

1. Kegiatan Pemberian Fasilitas Kemudahan Akses Perbankan bagi Industri Kecil dan Mmenengah dengan alokasi dana sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran peserta pelatihan bagi 40 peserta dan dengan hasil Terlaksananya Pemberian Fasilitas Kemudahan Akses Perbankan bagi Industri Kecil dan Mmenengah , dengan tingkat pencapaian target 20 %

2. Kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan dengan alokasi dana sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran monev IKM agro dan hasil hutan 10 % dan IKM tekstile dan aneka 10 % dengan hasil terlaksananya Monitoring, evaluasi dan pelaporan , dengan tingkat pencapaian target 100 %

3. Kegiatan Peningkatan manajemen bagi IKM dengan alokasi dana sebesar Rp. 117.000.000,00 dengan keluaran pelatihan

Peningkatan manajemen bagi IKM tekstile dan aneka bagi 65 peserta dengan hasil terlaksananya Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Industri Mikrokecil dan Menengah dengan Swasta pencapaian target 100 %

4. Kegiatan Penumbuhan wirausahabaru dengan alokasi dana sebesar Rp. 294.000.000,00 dengan keluaran pelatihan kewirausahaan bagi IKM Agro dan hasil hutan 35 peserta, IKM Tektile dan aneka 95 peserta dan IKM Kimia, logan mesin dan elektronika 35 peserta dengan hasil terlaksananya Penumbuhan wirausahabaru pencapaian target 100 %

5. Kegiatan Kemitraan IKM dan Besar dengan alokasi dana sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran Kemitraan IKM dan Besar bagi IKM Agro dan IKM Kimia 30 peserta, logan mesin dan elektronika 30 peserta dengan hasil Kemitraan IKM dan Besar pencapaian target 100 %

6. Kegiatan Penanganan pasca panen tembakau dengan alokasi dana sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran Pelatihan Penanganan pasca panen tembakau bagi IKM Agro 120 peserta

dengan hasil Terlaksananya pelatihan Penanganan pasca panen tembakau pencapaian target 100 %

7. Kegiatan pembinaan IKM di lingkungan IHT dengan alokasi dana sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran Pelatihan pembinaan IKM di lingkungan IHT bagi IKM Agro 60 peserta IKM tekstile dan aneka 60 peserta dengan hasil Terlaksananya pembinaan IKM di lingkungan IHT pencapaian target 100 %

3.3 Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri

Program ini dijabarkan dalam 4 kegiatan dengan pagu Rp.100.000.000,- Kegiatan antara lain :

1. Kegiatan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri dengan alokasi dana sebesar Rp. 20.000.000,00 dengan keluaran

terselenggaranya pelatihan IKM 30 peserta dengan hasil terlaksananya Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri , dengan tingkat pencapaian target 30 %

2. Kegiatan Pengembangan dan pelayanan Teknologi Industri dengan alokasi dana sebesar Rp. 50.000.000,00 dengan keluaran pelatihan bidang kompetensi tekhis bagi 60 peserta

dengan hasil terlaksananya Pengembangan dan pelayanan Teknologi Industri , dengan tingkat pencapaian target 60 %

3. Kegiatan Perluasan Penerapan SNI untuk Mendorong Daya Saing

(33)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 33 Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran sosialisasi wajib bagi IKM bagi 30 peserta dan dengan hasil Terlaksananya Perluasan Penerapan SNI untuk Mendorong Daya Saing Industri Manufaktur , dengan tingkat pencapaian target 30 %

4. Kegiatan pengawasan terhadap keamanan dan keselamatan alat produksi serta proses produksi industri dengan alokasi dana sebesar Rp. 20.000.000,00 dengan keluaran jumlah perushaan terawasi sejumlah 24 IKM dan dengan hasil Terlaksananya pengawasan terhadap keamanan dan keselamatan alat produksi serta proses produksi industri, dengan tingkat pencapaian target 20 %

3.4 Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial

Program ini dijabarkan dalam 5 kegiatan dengan pagu Rp.107.500.000,- antara lain :

1. Kegiatan Melaksanakan Pendampingan bagi Kelompok Usaha Industri Kecil di Sentra Industri Kecil dengan alokasi dana sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran terlaksananya pendampingan kelompok usaha industry kecil tempe dan batu bata sejumlah 40 peserta dengan terlaksananya Pendampingan bagi Kelompok Usaha Industri Kecil di Sentra Industri Kecil , dengan tingkat pencapaian target 20 %

2. Kegiatan Pelatihan Bisnis dan manajemen terhadap pelaku industri kreatif dengan alokasi dana sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran peserta pelatihan sejumlah 30 peserta

dengan hasil Pelatihan Bisnis dan manajemen terhadap pelaku industri kreatif, dengan tingkat pencapaian target 20 %

3. Kegiatan Fasilitasi permodalan bagi pelaku industri kreatif dengan alokasi dana sebesar Rp. 10.000.000,00 dengan keluaran peserta pelatihan sejumlah 30 peserta dengan hasil Fasilitasi permodalan bagi pelaku industri kreatif, dengan tingkat pencapaian target 20 %

4. Kegiatan Pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) dengan alokasi dana sebesar Rp. 15.000.000,00 dengan keluaran meningkatnya kwalitas dan kuantitas hasil produksi di 2 sentra dengan hasil Pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM), dengan tingkat pencapaian target 20 %

5. Kegiatan Fasilitasi pameran dan promosi produk IKM dilingkungan IHT industri kecil dan menengah (IKM) dengan alokasi dana sebesar Rp. 57.500.000,00 dengan keluaran Fasilitasi pameran dan promosi produk IKM dilingkungan IHT 2 kali dengan hasil Terlaksananya Fasilitasi pameran dan promosi produk IKM dilingkungan IHT, dengan tingkat pencapaian target 100 %

IV. Program pendukung

Program pendukung terdiri dari 7 program 29 kegiatan dengan pagu Rp. 1.528.000.000,- Dengan penjabaran per program sebagai berikut :

1. Program Pelayanan administrasi perkantoran dijabarkan dalam 10

kegiatan dengan pagu Rp. 825.900.000,-

2. Program peningkatan Sarana dan prasarana aparatur dijabarkan dalam

8 kegiatan dengan pagu Rp. 597.500.000,-

3. Program peningkatan Disiplin Aparatur dilaksanakan 1 kegiatan dengan

(34)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 34

4. Program Peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur dijabarkan

dalam 2 kegiatan dengan pagu Rp 25.000.000,-

5. Program Peningkatan Pengembangan system pelaporan capaian

kinerja keuangan dijabarkan dalam 4 kegiatan dengan pagu Rp. 25.000.000,-

6. Program Perencanaan SKPD dijabarkan dalam 2 kegiatan dengan pagu

Rp. 25.000.000,-.

7. Program Peningkatan Pengembangan Pengelolaan Keuangan daerah

dijabarkan dalam 1 kegiatan dengan pagu Rp. 5.000.000,- .

V. Pendapatan

Mulai tahun anggaran 2017 Dinas Perindustraian dan Tenaga Kerja mendapatkan tugas untuk pencapaian Pendapatan Asli Daerah dari penerimaan Negara bukan pajak yaitu pendapatan dari retribusi Ijin Perpanjangan memperkerjakan Tenaga Kerja Asing dimana di tahun 2017

di target sebesar Rp.1.200.000.000,- terrealisasi sebesar Rp. 2.055.311.000,- dan ditahun 2018 ditarget sebesar Rp. 1.200.000.000,-

(35)

LKjIP Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tahun 2019 Page 35

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Tahun 2019

3.1.1 Capaian Indikator Kinerja Utama

Akuntabilitas merupakan sasaran untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja yang telah dilaksanakan oleh suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk menilai suatu kinerja berikut pertanggungjawaban suatu kinerja organisasi.

Keberhasilan pembangunan di Bidang Ketenagakerjaan perindustrian ditandai dari hasil pencapaian pembangunan dapat diketahui dari kinerja daripada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo. Seperti tersebut dalam table dibawah ini:

2016 2017 2018 Target Realisasi Prosentase

2 7 9 8 9 10 Peningkata n Kesempata n Kerja 13 . Meningkatnya kesempatan kerja 26. Tingkat Pengangguran Terbuka ( TPT ) 4.33% 2.27% 2.78% 3.81% 3.40% 111.88% 3.40% 3.28% 103.72% Dispernaker data sakernas Pengangguran 19,622 10,437 13,114 18,425 16,243 16,512 Angk. Kerja 453,170 460,717 471,973 483,837 477,197 503,164 Tingkat Partisipasi angkatan Kerja ( TPAK ) 66.08% 67.29% 68.18% 68.66% 68.17% 100.72% 68.17% 69.44% 98.17% Dispernaker Penduduk Angkatan Kerja 453,170 460,717 474,698 483,837 477,197 503,164 Penduduk Usia Kerja 685,769 684,624 696,262 704,660 700,001 724,563 Mewujudka n akselerasi pertumbuh an ekonomi 24 . Akselerasi Pertumbuhan Industri 43. Kontribusi PDRB industri pengolahan, makanan dan minuman 38.83% 39.08% 39.13% 41.76% 38.80% 92.93% 38.80% 42.43% 91.45% Dispernaker Industri pengolahan 10,368,908.70 11,380,047.78 12,408,833.47 10,982,976 13,272,546.62 12,432,935.00 Total 26,700,716.80 29,119,606.98 31,715,414.17 26,302,085 34,204,232.73 29,302,627.00

PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2016-2019 DINAS PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA

KABUPATEN SUKOHARJO

TUJUAN Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian s.d tahun 2019

Target Akhir RPJMD (2021) Data capaian Tahun

% CAPAIAN TERHADAP TARGET AKHIR RPJMD (TH. 2021) PD Penanggung jawab 3 4 5

Data Capaian Kinerja 2019

A. Capaian kinerja dalam rangka pencapaian sasaran strategis tahun 2019 pada tabel diatas dijelaskan sebagai berikut :

Misi yang diemban Dinas perindustrian dan Tenaga Kerja yaitu Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan tujuan

1.Mengurangi ketimpangan antar kelompok ekonomi masyarakat dengan sasaran strategis :

(a) Terwujudnya pengembangan penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat miskin indicator prosentase transmigran yang diberangkatkan sebesar 100 % terrealisasi 30 % atau target ter

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Kerja (Renja) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan Tahun 2019 merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan dan

Kepala Bidang Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam perumusan kebijakan

1). Capailah setiap lokasi kebakaran hutan secepat yang dapat dicapai dengan selamat. Seranglah dengan kekuatan penuh, sehingga api mengecil. Jaga hingga

Unit kerja pengawasan ketenagakerjaan pada instansi yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang ketenagakerjaan pada Pemerintah Provinsi menyelenggarakan rapat

Sesuai dengan contoh perhitungan bagi hasil di atas telah jelas bahwa prosentase bagi hasil antara pihak nasabah dengan pihak BTN syari'ah Surabaya telah ditentukan sebelum akad

Penjabaran atas Rencana Strategis Perencanaan Pembangunan yang telah dituangkan dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019- 2023, Rencana Kerja Pemerintah Daerah

KEGIATAN ANGGARAN TARGET REALISASI KINERJA PADA TRIWULAN REALISASI CAPAIAN..

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten